Category: Berita

IMG-20191003-WA0012

Nguri-uri Budaya Karawitan Sebagai Khasanah Kekayaan Budaya

Pembukaan Festival Karawitan Dalam Rangka Menyongsong Hari Jadi ke 102 Kabupaten Karanganyar dan Ulang Tahun PGRI yang ke-74 digelar di Plasa Alun-alun Karanganyar, Kamis (3/10)

KARANGANYAR-

Festival Karawitan Dalam Rangka Menyongsong Hari Jadi ke 102 Kabupaten Karanganyar dan Ulang Tahun PGRI yang ke-74 digelar di Plasa Alun-alun, Kamis (3/10/2019).

Ketua Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Tarsa M. Pd yang merupakan ketua penyelenggara menyampaikan bahwa acara ini terlaksana atas kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan PGRI baik pengurus kabupaten maupun cabang.

Dalam Festival Karawitan ini diadakan lomba karawitan dengan peserta PGRI dari perwakilan 17 cabang se-Kabupaten Karanganyar. Tujuannya, selain untuk memperkuat jiwa korsa antara DISDIKBUD dengan PGRI, juga supaya dapat menunjukkan pada anak didiknya bahwa guru tidak hanya bisa mengajar tetapi juga mempunyai kompetensi yang mumpuni dibidang karawitan sehingga nantinya bisa ditularkan ke anak didiknya.

“ Dalam lomba yang terpenting bisa tampil dahulu masalah menang atau tidak menang itu belakangan, diadakannya lomba ini juga untuk menambah kekompakan kita DISDIKBUD dengan PGRI yang tidak dapat dipisahkan, “ ungkapnya.

Hadiah yang diberikan untuk juara utama sebesar 5 juta rupiah dan bagi seluruh peserta baik menang ataupun tidak tetap diberikan uang pengganti transport.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan bahwa acara ini juga untuk nguri-uri karawitan sebagai bagian dari khasanah kekayaan budaya disamping juga sebagai sarana untuk mempersatukan, mengairahkan, meningkatkan semangat guyub ruyun karena nilai-nilai dalam kesenian luar biasanya.

Beliau menambahkan pada HUT ke- 102 Karanganyar ini melalui misi besarnya mengajak masyarakatnya berjuang bersama memajukan Karanganyar dengan program unggulannya, pembangunan infrastruktur menyeluruh, pemberdayaan perekomian, pendidikan dan kesehatan gratis, menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas keimanan sosial budaya, pemberdayaan perempuan pemuda dan olahraga.

“ Lima program ini sudah kita terjemahkan ke dalam program tahunan melalui rencana kerja tahunan. Di awal Tahun 2019 kita beri semangat tagline Karanganyar Maju dan Berintegritas, sedangkan di Tahun 2013 yang lalu kita beri tagline Maju dan Berbudaya, yang mana terdapat kaitan erat antara kebudayaan dan integritas. Ada sembilan nilai seperti integritas, jujur, disiplin, setia, bertanggung jawab, mandiri, berani, adil, sederhana yang mudah-mudahan bisa menyemangati kita untuk terus memberikan kontribusi yang terbaik bagi Karanganyar, bangsa dan negara, “ tambahnya.

Demikian Diskominfo (in/an/jannah)

Read More

Sosialisasi Program Keolahragaan dan Workshop Pelatihan Dasar Taekwondo Bupati : Gelorakan Semangat Olahraga di Masyarakat

Karanganyar

Sosialisasi program keolahragaan dan workshop pelatihan dasar taekwondo Indonesia Kabupaten Karanganyar di Stadion RM. Said, Kamis (3/10/2019). Kegiatan ini diikuti guru  olahraga di Kabupaten Karanganyar.

Workshop pelatihan dasar taekwondo dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam sambutannya Bupati meminta para guru olahraga dapat menularkan semangat  olahraga untuk para siswa dan masyarakat.

Apalagi hasil survey untuk masyarakat dibawah usia 25 tahun, masih dibawah 40 persen masuk dalam kategori bugar.

‘Fisik harus dijaga supaya sehat dan bugar. Karena mampu meningkatkan harapan hidup,”jelasnya.

Ditambahkannya dengan adanya sosialisasi olahraga dan workshop pelatihan taekwondo diharapkan mampu menambah wawasan dan aplikasi dari teknologi keolahragaan  kepada para guru. Sehingga nantinya mampu memunculkan bibit atlet potensial di Kabupaten Karanganyar.

“Jadikan kegiatan ini untuk menggali pengetahuan tentang iptek dan olahraga secara mendalam demi masa depan olahraga khususnya taekwondo di Kabupaten Karanganyar lebih baik,”ujarnya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_4603

TMMD Sengkuyung Tahap III Di Desa Salam Karangpandan Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar Memukul Kentongan Sebagai Tanda Dibukanya Upacara TMMD di Desa Salam Karangpandan

KARANGANYAR – Pembangunan jembatan permanen di Dusun/Desa Salam membuka akses usaha tani sekaligus memudahkan mobilitas warganya ke Desa Puntuktejo, Ngargoyoso. Pembangunan jembatan permanen dibuat secara gotong royong antara warga dengan Satgas TMMD Sengkuyung Tahap III tahun 2019 di Kabupaten Karanganyar Desa Salam Karangpandan, Selasa (2/10).

“Selama ini, hasil panen kesulitan diangkut karena tidak ada jalan yang mamadai. Sehingga harus dibawa manual dan jalan kaki atau dinaikkan sepeda motor ke jalan kampung dulu lalu dinaikkan mobil bak ke jalan raya. Padahal ada akses lebih mudah, namun belum dibuat jalan. Dengan TMMD ini, mempermudah jalan usaha tani,” kata Kades Salam, Sutardi.

Dalam TMMD, dibuat pengecoran jalan dari Dusun Salam ke Dukuh Semenjing sepanjang 700 meter. Kemudian pembangunan jembatan panjang 10 meter lebar 3,3 meter dan tinggi 3 meter di atas Sungai Serondokuning. Selain itu, dikuatkan talud panjang 130 meter lebar 0,40 meter dan tinggi 1,5 meter. Infrastruktur ini tak sekadar membuka jalan usaha tani dari Dusun Salam dan Dukuh Semenjing ke Desa Puntukrejo, Ngargoyoso. Namun juga memberi kesempatan Dukuh Semenjing lebih ramai. Saat ini, hanya ada satu KK yang tinggal di perbatasan Dukuh Semenjing dengan Desa Puntukrejo.
“Pak Jono tinggal di sana sejak 1970. Dengan istri dan empat anaknya, mereka kesulitan ke Desa Salam. Harus lewat jembatan kecil, rumahnya terpencil,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendorong pemanfaatan yang lebih baik untuk lahan di Dukuh Semenjing usai dibangun jalan dan jembatan. “Kali (sungai) dibersihkan lalu akan saya kirimi ikan (bibit ikan) biar nanti ekosistemnya hidup lagi sampai ke bawah,” katanya.

TMMD di Desa Salam dikerjakan selama 30 hari, 2-31 Oktober 2019. Didanai Rp 598 juta, diterjunkan 40 personel satgas dan dibantu 75 orang tiap hari. TMMD juga mengerjakan proyek non fisik seperti sosialisasi pertanahan, kerukunan antarumat beragama, catatan sipil, dan sebagainya. (in/an)

Read More
_DSC6561

Disdikbud Ikut Berperan Dalam Cegah Korupsi

Penyampaian Materi Sosialisasi Diseminasi Pendidikan Antikorupsi Oleh Kepala Satgas Disdikmen dan Pemerintah Daerah KPK RI, Rabu (02/10/2019)

Karanganyar-
Sosialisasi Diseminasi Pendidikan Antikorupsi dalam rangka Road Show Bus KPK 2019, Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Aula Kantor Disdikbud Karanganyar, Rabu (02/10/2019)
Kegiatan yang diikuti oleh Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Kabupaten Karanganyar dalam rangka Roadshow Bus KPK 2019 terakhir, yang telah di mulai sejak Selasa kemarin, Roadshow Bus KPK 2019 ini singgah di 28 kabupaten/kota di Jawa Timur , Bali, dan Jawa Tengah. Wilayah Jateng menjadi tujuan terakhir, setelah singgah di Solo dilanjut ke Karanganyar selama dua hari.
Dalam sambutannya Kepala Disdikbud…. Dalam kesempatan tersebut menuturkan, tujuan diadakannya sosialisasi ini salah satunya dalam rangka pencegahan korupsi melalui dunia pendidikan serta upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi.
“ Ayo bangun dunia pendidikan jadi lebih baik, dan mendidik anak dari bahaya korupsi, salah satu penerapannya yakni dalam kegiatan UNBK dengan cara mengingatkan akan perilaku jujur, awali dari kita, jika Guru jujur maka murid akan menirunya, “ ajakan Kepala Disdikbud…
Sosialisasi ini juga sebagai komitmen Disdikbud Karanganyar menolak korupsi dan gratifikasi.
Selanjutnya Ketua Satgas Disdakmen dan Pemerintah Derah KPK RI, Guntur Kusmieyano M. SI dalam sambutannya mengatakan adanya Sosialisasi ini sebagai Implementasi dari Pendidikan Antikorupsi
“ Pelaku korupsi rata-rata berpendidikan S2, KPK melihat kecendrungan semakin tinggi tingkat pendidikan semakin canggih modus korupsi, tanpa disadari pelaku korupsi juga telah menyentuh anak muda antara lain krisis integritas dan hal sepela lainnya misalkan usaha penyontekan saat ujian, parkir sembarangan, berjualan diarea yang dilarang dan pada dunia pendidikan sendiri masih kurang efektif dalam pembentukan perilaku anti korupsi, “ ungkapnya.
Trend CPI Indonesia dalam satu dekade meningkat pasalnya pada 2018 telah mencapai angka 38 persen yang sebelumnya pada angka 19 persen, karena peningkatan yang cukup signifikan Indonesia dapat menyandang impact terbaik sedunia, dari angka 38 ini apabila dirangking menjadi 89.
Demikian Diskominfo (ard/jannah).

Read More
WhatsApp Image 2019-10-02 at 16.22.12 (1)

Bupati Tutup Roadshow Bus KPK di Karanganyar

Kasatgas Dikdasmen Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Guntur Kusmeiyano memberikan sambutan pada penutupan Roadshow bus KPK di Karanganyar

KARANGANYAR – 02 Oktober 2019

Dua hari sudah rombongan roadshow bus KPK memberikan pendidikan dan pencegahan korupsi di Kabupaten Karanganyar. Serangkaian kegiatan sosialisasi telah dilakukan mulai dari aparatur desa, anggota dewan, penggiat anti korupsi, pelajar di Karanganyar selama dua hari, 1-2 Oktober 2019. Sekitar pukul 15.30, Rabu (2/10), Bupati Karanganyar, Juliyatmono menutup seluruh rangkaian acara roadshow KPK di bumi intanpari. Sementara dari KPK ada dihadiri Kasatgas Pendidikan KPK, Guntur Kusmeiyono.

                “Masyarakat menyampaikan terima kasih atas kebersamaan dua hari dan Karanganyar dijadikan tempat roadshow bus KPK. Spririt ini terbawa menyala-nyala terus untuk mencegah korupsi,” papar BUpati Karanganyar, Juliyatmono pada saat memberikan sambutan penutupan.

Dia menambahkan mewakili masyarakat, pihaknya meminta maaf apabila selama penerimaan tidak berkenan. Bupati melihat semangat KPK luar biasa.  Dua hari mendampingi Ketua KPK, Agus Raharjo sangat luar biasa. Energik dan masih bersemangat untuk mensosialisasikan pencegahan korupsi.

                “Salam untuk beliau, dan kami sudah menganggap sebagai orang tua. Sekali lagi kami meminta maaf,” ungkapnya. Orang nomor satu di Karanganyar, mengakui banyak mendapatkan ilmu pencegahaan korupsi. Pihaknya berharap karanganyar berharap kabupaten yang bersih. (hr)

Read More
WhatsApp Image 2019-10-02 at 14.59.43 (1)

Sosialisasikan Pencegahaan Korupsi di DPRD, Dewan Tanya Soal Honor dan Kantor Perwakilan KPK

Ketua KPK Agus Raharjo mengajak DPRD untuk berani jujur, hebat untuk mencegah korupsi

KARANGANYAR – 02 Oktober 2019

Hari Kedua Roadshow Bus KPK ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Kabupaten Karanganyar, institusi pembrantas korupsi mendatangi wakil rakyat. Kedatangan Ketua KPK, Agus Raharjo untuk mengajak anggota dewan baru dilantik 28 Agustus 2019 lalu untuk mencegah korupsi. Sebab pencegahaan korupsi melalui sosialisasi ini penting agar semua penyelenggara negara bersemangat untuk mencegah prilaku korupsi.

                Usai pemaparan yang dilakukan Ketua KPK, Agus Raharjo, tiga anggota dewan berkesempatan bertanya seputar kasus korupsi. Pertanyaan pertama dilakukan oleh Boby Aditya. Anggota dewan dari PDIP itu menanyakan jika anggota dewan mengisi acara seminar atau sejenisnya kemudian mendapatkan honor bagaimana? Apakah hal ini termasuk grativikasi. Kemudian pertanyaan kedua datang dari Setiawan Dibroto yang menanyakan perihal pemberian parcel kepada konstituen atau pemilih. Selanjutnya, pertanyaan ketiga dari Samsul Bahri menyarankan KPK harusnya ada kantor cabang di setiap Kabupaten. “Dengan adanya kantor tersebut diharapkan akan takut dan tidak melakukan korupsi,” papar Samsul Bahri.

                Ketiga pertanyaan itu langsung dijawab oleh Agus Raharjo. Menurutnya untuk memang belum ada aturan yang jelas terkait menerima honor. Jika di KPK sudah tidak ada honor, tapi Take Home Paynya akan lebih besar karena honor itu dijadikan satu berbarengan dengan gaji. Jika honor masih memungkikan karena pemerintah sendiri juga masih ada honor.  “Jika KPK sudah resmi tidak ada honor, datang hanya dibelikan tiket pesawat dan hotel. Harganya tiket pesawat dan hotel sudah sesuai dengan harganya aslinya atau tidak ada kelebihan,” papar Agus.

                Mengenai pemberian parcel juga belum ada aturan karena partai sendiri tidak dibiayai oleh negara. Artinya, partai itu dananya berasal dari iuran anggota. Ke depan, pihaknya meminta partai ini dibiayai pemerintah sehingga juga bisa diaudit. Di Jerman, parpol sudah dibiayai oleh negara. Untuk kantor perwakilan, Agus mengatakan UU memungkinkan KPK membuka cabang di banyak tempat. Hanya saja personel operasionalnya saja masih kurang dan dananya juga terbatas. “Kami usulkan adalah ada perwakilan, namun saja tidak tetap kantornya. Jawa Tengah jadi satu dengan Jogjakarta,” imbuhnya.

                Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyatakan bersyukur dan bergembira atas kedatangan Ketua KPK Agus Raharjo di Karanganyar. Kedatangan dalam roadshow bus KPK ini memberikan edukasi, menginspari dan mengingatkan semua pihak untuk melakukan pencegahaan korupsi. Hal ini sejalan dengan tagline Pemkab Karanganyar yakni maju dan berintegritas. Nilai-nilai integritas  harus terus digelorakan. “Sungguh bangga dan KPK sangat serius memberikan edukasi kepada masyarakat Karanganyar,” tandasnya. (hr/tgr)

Read More

KPK Sosialisasikan Antikorupsi Kepada Masyarakat Karanganyar Lewat Pagelaran Wayang Kulit

KARANGANYAR – 01 Oktober 2019

Selain kasus suap, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo juga mengingatkan soal kasus pengadaan barang dan jasa. Mengingat kedua kasus tersebut merupakan kasus yang sering ditangani oleh  lembaga antirasuah.

Itu disampaikan Agus Raharjo saat menghadiri Pagelaran wayang kulit dalam rangka Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi 2019 di Plaza Alun-Alun Karanganyar, Selasa (1/10/2019) malam. Adapun pegelaran wayang kulit itu membawakan lakon Bimo Labuh, dengan dalang Ki Anom Dwijo Kangko.

“Korupsi paling besar yang ditangani KPK yakni pertama suap dan kedua pengadaan. Kalau dibidang pengadaan sedapat mungkin mengedepankan kompetisi sehat,” kata Ketua KPK.

Agus Raharjo mengungkapkan, bus ini adalah bagian dari pencegahan terhadap korupsi. KPK mempunyai beberapa tugas, di antaranya  koordinasi terkait kasus pidana korupsi, pencegahan, penindakan, dan monitoring atau mencermati kebijakan pemerintah.

“KPK hanya memicu supaya lebih dilakukan pencegahan intensif, dibangun sistem yang lebih baik,” terangnya.

Selain sosialisasi dan pencegahan, pihaknya juga sudah merancang pendidikan anti korupsi, seperti membuat modul, kurikulum, materi, dan lain-lain. Ia berharap supaya pendidikan itu mulai diajarkan di jenjang PAUD hingga perguruan tinggi. Selain itu, setiap daerah juga diharapkan mengambil peran dalam pendidikan anti korupsi tersebut. Begitu juga dilingkup keluarga, para orang tua juga dapat memberikan pemahaman kepada anak supaya dari awal taat aturan.

Agus Raharjo menyampaikan, bus KPK ini telah 4 bulan berjalan, tahun ini startnya dimulai dari Ngawi pada Juni lalu dan penutupannya dilakukan di Karanganyar. Ia menuturkan, Karanganyar dipilih karena dipandang bagus, banyak inovasi yang dilakukan dalam pelayanan publik.

“Dengan ini harapannya pemahaman masyarakat lebih luas terkait korupsi,” paparnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan roadshow bus KPK jelajah negeri bangun anti korupsi ini bagian dari sosialisasi pencegahan dan pemberantasan korupsi. Memberikan pemahaman melalui pendidikan anti korupsi mulai dari PAUD, SD hingga perguruan tinggi.

“Ini bagian penting mengingatakan musuh besar adalah korupsi. Semoga melalui ini benar-benar bisa bermanfaat berupaya mencegah korupsi,” katanya.

Juliyatmono berharap dengan kegiatan ini dapat menjadikan generasi yang berintegitas, jujur, positif punya harapan dan siap memasuki masa depan dengan tetap menjaga etika kultur budaya bangsa.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_4555

Talkshow Anti Korupsi Bareng KPK RI

Peserta Talkshow Antikorupsi Bareng KPK RI di Stikes Mitra Husada Karanganyar, Selasa (1/10/2019)

Karanganyar-

Talkshow Antikorupsi Bareng KPK RI digelar di Stikes Mitra Husada Karanganyar, Selasa (1/10/2019).
Dalam kesempatan tersebut Ketua KPK Agus Raharjo mengajak mahasiswa untuk membangun generasi muda sejak dini mulai dari hal-hal yang sederhana yakni karakter, mentalitas budi pekerti, dan kepatuhan pada aturan, selain itu dipaparkan mengenai undang-undang tipikor yang bermasalah.

“Kita mempunyai dua undang- undang, pertama undang-undang nomor 31 tahun 1999 undang-undang tindak pidana korupsi, kedua undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK, KPK sendiri menjalankan tugas berdasarkan undang-undang tersebut, didalamnya menerangkan apa itu korupsi dan seluk beluknya,hal itu sudah diatur dalam undang-undang nomor 31 tahun 1999 atau disebut dengan undang-undang tipikor, seharusnya yang di revisi itu, “ ucapnya

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliatmono dalam sambutannya mengajak peserta untuk bersama mencegah dan memberantas korupsi.

“ Demi menciptakan negara seimbang, makmur, dan sejahtera kita semua betul- betul harus mencegah jangan sampai ada praktek-praktek korupsi dimana-mana ambil hak sesusai hak kita masing-masing, “ tuturnya.

Beliau juga berharap dengan kehadiran KPK di Karanganyar menambah semangat mahasiswa dalam masa yang akan datang

“ Terimakasih semoga kehadiran KPK ini menyemangati mengingatkan kita betapa penting menyiapkan generasi yang akan datang yakni kalian semua dan kalau Indonesia bebas korupsi saya jamin pasti sejahtera dan kesejahteraraan milik kalian semua, “ tambahnya.

Demikian Diskominfo (in/an/jannah)

Read More
WhatsApp Image 2019-10-01 at 13.49.34

Ketua KPK Ajak Siswa SD Berprilaku Jujur

KARANGANYAR – 1 Oktober 2019

Ketua KPK, Agus Raharjo mengajak siswa SD di Karanganyar untuk berprilaku jujur

Roadshow Bus KPK 2019 ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’ di Karanganyar salah satu agendanya bertemu dengan puluhan siswa SD di Bumi Intanpari. Pertemuan itu berlangsung di pelataran Plasa Alun-alun Karanganyar. Ketua KPK, Agus Raharjo mengajak siswa SD di Karanganyar untuk berprilaku jujur. Sebab kejujuran salah satu alat untuk menangkal korupsi.

                “Saya mengajak kalian semua (siswa SD, Red) untuk berprilaku jujur. Klau diberi uang beli buku misalnya, Rp 10 ribu harganya Rp 8000, kembaliannya Rp 2000 dikembalikkan kepada ibu. Jika ingin beli beli jajan harus bilang sama ibu dulu. Sebab tindakan membeli makanan atau mainan adalah prilaku korupsi,” papar Agus dihadapan puluhan siswa SD di depan bus KPK yang diparkir dipelataran Plaza Alun-alun (1/10)

                Pada kesempatan itu, Agus juga meminta siswa untuk tidak menyotek atau meniru jawaban teman. Sebab prilaku itu termasuk korupsi. Melanggar rambu-rambu jalan juga korupsi. Jadi banyak prilaku-prilaku kebaikkan yang harus ditanamkan sejak kecil. Pada kesempatan itu, Agus menujuk salah satu siswa yang kebetulan asli Papua.  Dia bernama Oto, warga asli Papua. “Kita ini semua saudara, dari Sabang sampai Merauke. Termasuk mas Oto ini, yang sekolah di Kabupaten Karanganyar,” tambahnya.

                Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga mengajak semua siswa untuk jujur dan apa adanya. Klau diberi uang untuk membeli sesuatu yang harus dibelikan jangan sampai tidak dibelikan. Kejujuran adalah modal utama untuk membrantas prilaku korupsi. “Saya doakan semua anak Karanganyar sehat, pintar dan dapat menggapai cita-citanya,” ungkap Bupati Karanganyar.

                Selanjutnya, Bupati dan jajaran forkominda diminta untuk masuk bus KPK. Di dalam bus, ada seperangkat komputer yang bisa mengecek daftar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara publik (LHKPN). Pada kesempatan itu, Ketua KPK juga melihat pelayanan cepat, tepat dan bersih dari masing-masing instansi. Misalnya Disdukcapil, Kejaksaan, Kepolisian, Samsat dan pelayanan lainnya. (hr/Adt)

Read More

Roadshow Bus KPK 2019, Jelajah Negeri Antikorupsi Membangun dan Mengkampanyekan Semangat Anti Korupsi

Karanganyar

Pembukaan Roadshow Bus KPK  2019, Jelajah Negeri Membangun Antikorupsi digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (1/10/2019).

Dalam kesempatan tersebut Ketua Agus Raharjo mengungkapkan roadshow bus KPK merupakan upaya membangun kesadaran bersama untuk memerangi korupsi dan menyosialisasikan program –program KPK. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj. Yasin

Ketua KPK, Agus Raharjo menyatakan kegiatan roadshow merupakan upaya untuk mengajak keterlibatan masyarakat dalam gerakan pemberantasan korupsi.

Pihaknya pun menekankan kepala daerah merupakan ujung tombak untuk pemberantasan korupsi di daerah.

“KPK hanya supervisi karena begitu kepala daerah terpilih maka otomatis sebagai panglima untuk pencegahan korupsi,”katanya.

Agus juga menambahkan kedatangan roadshow bus KPK di Kabupaten Karanganyar dalam rangka melakukan sosialisasi dan  edukasi terkait perilaku koruptif yang berkembang di masyarakat.

Sementara Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin dalam sambutannya mengaku bangga Jawa Tengah sebagai salah satu propinsi yang menjadi daerah singgah baik di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kegiatan ini sangat  membantu kepatuhan para ASN di Jawa Tengah seperti melaporkan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Kita telah menerapkan aturan laporan LHKPN untuk para ASN hingga tingkat eselon III. Ini langkah awal ASN untuk menunjukkan integritasnya bebas korupsi,”tuturnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menyatakan apresiasinya Karanganyar menjadi slah satu lokasi roadshow bus KPK.

Menurutnya pemberantasan korupsi membutuhkan komitmen bersama. Pihaknya pun meminta seluruh ASN untuk bertindak sesuai aturan yang ada.

“Untuk para ASN bekerjalah sesuai dengan aturan dan norma berlaku,”pintanya.

Bupati juga berharap program dan sosialisasi dari KPK dapat berjalan dengan baik. Sehingga nantinya terwujud generasi bibit unggul yang baik secraa spiritual dan mental.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More