Logo Hari Jadi Ke-102 Kabupaten Karanganyar Tahun 2019

![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
Arti Warna yang digunakan adalah:
|

![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
Arti Warna yang digunakan adalah:
|

Karanganyar-
Sosialisasi produk hukum dan penyelenggaraan pemerintahan desa di Hotel Taman Sari, Senin (30/9/2019)
Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Karanganyar, Bachtiar Syarif melaporkan tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan Pemerintahan Desa sehingga aparatur mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara tertib dan lancar.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh 160 peserta terdiri dari Kades, Sekdes dan Kasi Tata Pemerintahan Desa yang ada di Kabupaten Karanganyar.
Selanjutnya Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sosialisasi ini memberikan arahan bahwa produk hukum daerah adalah aturan daerah, setelah dirancang menjadi rancangan peraturan daerah selanjutnya dibahas dengan dewan legislatif, sumber hukum indonesia adalah Pancasila dan seterusnya sehingga lahirlah produk hukum, oleh karenanya setiap produk hukum harus dipahami baik perundang-undangan, buku maupun media sosial.
“ Semua produk hukum Undang-undang harus dapat memberikan rasa nyaman dan aman. Produk-produk hukum harus mengandung aspek nilai sosiologi, filosofis, psikologis dan polotis, saya berharap Kepala Desa dapat melaksanakan aturan- aturan hukum dengan baik.
Demikian Diskominfo (ind/dn/jannah)

Karanganyar – 28 September 2019
Malam puncak gelaran budaya dan kearifan lokal dalam rangkaian Grebeg Lawu tahun 2019 secara resmi ditutup oleh Bupati Karanganyar pada Sabtu(28/09) setelah hampir selama seminggu menghibur masyarakat Karanganyar umumnya warga Tawangmangu.
Joko Dwi Rustanto ketua penyelenggara kegiatan Grebeg Lawu yang juga sekaligus anggota Seniman Karanganyar(SeKar) sampaikan bahwa selama kegiatan Grebeg Lawu ini, ada 12 kabupaten dari 5 Provinsi yang juga ikut andil memeriahkan Grebeg Lawu kali ini, semuanya untuk menghibur masyarakat di Karanganyar.
Mempunyai maksud dan tujuan untuk mengajarkan semua anggota SeKar agar adapat berdialog secara resmi. 17 Korwil SeKar yang ada di Kabupaten Karanganyar juga ikut andil dalam semua pegelaran yang di suguhkan. Bersar harapan Sekar kedepannya kegiatan pagelaran seni budaya seperti ini bisa menjadi kegiatan dengan sekala Nasional.
Melihat antusias warga masyarakat Tawangmangu yang sangat luar biasa selama gelaran Grebeg Lawu yang hampir satu minggu, ada wacana kegiatan semacam Grebeg Lawu ini diadakan di lain Kecamatan secara bergantian, namun dari SeKar masih ingin memohon arahan Bupati terlebihdahulu, jelas Joko dalam sambutannya.
“ Jiwa seni itu ada dalam setiap diri manusia, karena seni dan budaya menjadi salah satu alat pemersatu bangsa “, tegas Bupati dalam pidato sambutannya.
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono mengucapkan banyak termakasih kepada seniman Karanganyar yang tergabung dalam SeKar, telah memprakarsai dan menggarap event GrebegLawu ini dengan luar biasa menarik. Hiburan Kethoprak seminggu suntuk ini sangat luar biasa.
“ Grebeg Lawu identik dengan Twangmangu, maka yang paling pantas ya selalu di gelar setiap tahunnya di Tawangmangu, jangan dipindah-pindah ke Kecamatan yang lain “ tegas beliau.
Tahun depan Bupati berharap kegiatan Grbeg Lawu ini diadakan di bulan suro, ini mempunyai maksud dan tujuan agar para seniman ini rejekinya lancar. Bangga sekali menjadi warga Indonesia karena memiliki kekayaan berupa seni dan budaya yang luar biasa.(Ard/Tgr)

Karanganyar, 29 September 2019
Dengan mengusung konsep Gebyar Rosalia Indah, salah satu perusahaan bus ternama di Indonesia melaunching 22 armada double decker terbaru. Selain itu, Rosalia Indah juga melaunching tagline baru, “Holobis Enak Ngebis” yang diharapkan dengan adanya armada baru bisa menambah kenyamanan para pengguna bus Rosalia Indah.
Launching 22 armada baru ini diselenggarakan di De Tjolomadoe pada hari Minggu, 29 September 2019.
Di malam yang berbahagia ini, turut hadir Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam kesempatannya, Bupati Karanganyar menyampaikan kebanggan dan rasa terimakasih kepada PT. Rosalia Indah. “Mudah mudahan, ketekunan, keuletan dan keseriusan terhadap sebuah bidang yang digeluti jadi inspirasi kita semua bahwa siapapun bisa sukses,” ucap beliau.
Turut hadir pula, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi dalam acara ini. Dalam sabutannya, Budi mengungkapkan bahwa ke depannya bus akan semakin bangkit. Ditambah lagi pertumbuhan kendaraan semakin meningkat, dibutuhkan modernisasi kendaraan umum darat untuk meningkatkan antusiasme warga dalam menggunakan moda transportasi darat. Dengan begitu, diharapkan akan mengurai kepadatan jalan.

Penutup kemegahan acara ini adalah dengan hadirnya artis ibukota, Via Vallen. Via menyanyikan beberapa judul lagu, salah satu diantaranya adalah “Meraih Bintang”
Demikian Diskominfo (Ard/Tgr)
PENGUMUMAN
Berdasarkan keputusan juri Penilaian Lomba Desain Logo Hari Jadi Ke – 102 Kabupaten Karanganyar Tahun 2019, berikut ini adalah daftar nama pemenangnya :
Dengan telah ditetapkannya para pemenang Lomba Desain Logo Hari Jadi Ke – 102 Kabupaten Karanganyar tersebut diatas, maka :
Ttd
PANITA
LOMBA DESAIN
LOGO HARI JADI KE-102
KABUPATEN KARANGNYAR TAHUN 2019

Karanganyar-
Peletakan batu pertama pembangunan kantor kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar dilangsungkan pada Jum’at (27/9/2019).
Menjelang akhir tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar membangun 6 kecamatan, satu di antaranya yakni Kecamatan Jaten.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono turut hadir sekaligus melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan kantor Kecamatan Jaten yang ditargetkan selesai pada pertengahan Desember mendatang.
“ Semoga pembangunan kantor kecamatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka dari itu diperlukan adanya pengawasan, khususnya penyedia barang dan menjaga kualitas pembangunan sesuai dengan apa yang diharapkan, harapnnya pertengahan Desember bisa selesai, untuk itu finising pembangunan hendaknya dipercepat karena untuk mengantisipasi musim penghujan yang akan datang pada bulan November, disisi lain dengan adanya musim kemarau yang cukup panjang maka dipastikan proyek pembangunanan ini dapat terkendali dengan baik, “ tuturnya
Sementara itu, Camat Jaten, Adji Pratama Heru berharap dalam pengerjaan dapat berjalan sesuai dengan target, tepat waktu dan tepat mutu.
“ Mudah-mudahan dalam pengerjaan pembangunan kantor kecamatan ini dapat selesai tepat waktu serta membawa kebarokahan, selanjutnya setiap 2 pekan sekali tim akan melakukan evaluasi terkait pengerjaan yang sudah dilakukan, sehingga dapat selesai sesuai target, “ jelasnya.
Demikian Diskominfo (in/dn/jannah)



Karanganyar – senam gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di gelar di halaman Lapangan Ngunut kecamatan Jumantono pada Jumat pagi (27/9)
Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu kader posyandu, jajaran puskesmas, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga serta Camat Jumantono beserta staf. Semuanya tampak antusias mengikuti senam dari awal hingga akhir.
Dalam Sambutannya Camat Jumantono, Sundoro Budi Karyanto, S.Sos mengucapkan terimakasih kepada jajaran puskesmas yang telah melaksanakan serta mensukseskan acara ini dengan baik. Beliau bersyukur bahwa kader-kader posyandu tidak hanya disibukkan pada kegiatan menimbang badan dan adanya senam germas ini diharapkan dapat menambah motivasi dalam bekerja khususnya di bidang peningkatan kesehatan.
” Dengan olahraga atau senam maka tubuh jadi sehat serta bugar sehingga bekerja jadi lebih aktif dan bersemangat ” ungkapnya.
Sambutan dan pengarahan Bupati Karanganyar yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Drs. Titis Sri Jawoto menjelaskan bahwa cara mengurangi intensitas cek ke laboratorium ataupun periksa ke dokter adalah dengan peka terhadap sinyal serta gejala-gejala yang dirasakan tubuh, disamping itu juga harus makan buah dan sayur setiap hari, cara mengolah makanan pun harus diperhatikan dengan pengolahan yang benar maka nutrisi dapat maksimal diserap tubuh. Selain itu aktivitas fisik, dijelaskan bahwa sehat itu berasal dari dalam diri kita, dengan olah raga atau senam artinya kita telah melakukan pola hidup sehat.
“Indonesia adalah negara yang produktivitasnya rendah hal ini linier dengan hasil survey tahun 2018 bahwa tingkat kebugaran orang indonesia hanya 18 persen, dengan menggerakan fisik per 30 menit 2 minggu sekali, mengkomsumsi sayur dan buah- buahan dan rutin mengecek kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kebugaran” tuturnya. (An/In)

Karanganyar-25 September 2019
Sehubungan dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa diberikan kesempatan yabg besar untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri, termasuk pengelolaan keuangannya, serta melaksanakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.
Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) adalah sebuah aplikasi pengelolaaan keuanga desa yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKB) dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola keuanga desa.
Dengan ini di Kabupaten Karanganyar secara resmi meLaunching Aplikasi SIKEUDES sekaligus gelar workshop untuk pelatihan bagi desa, Rabu(25/09/19).
SISKEUDES sendiri merupakan aplikasi untuk membantu bagi pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penata usahaan, pelaporan dan pertanggung jawaban secara komputerisasi.
Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa, pemerintah telah meluncurkan aplikasi SISKEUDES versi 2.0, ini desesuaikan dengan pengelolaaan keuangan desa yang terbaru yaitu Permendagri 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa.
Peluncuran SISKEUDES versi 2.0 ini bertujuan untuk lebih memudahkan desa dalam pembuatan peraturan enggaran pendapatan belanja desa (APBDes) dan perwujudan pengelolaan keuangan desa yang lebih transparan, akuntabel, tertib dan disiplin.
Beberapa keunggulan dan kelebihan aplikasi SISKEUDES antara lain yaitu sesuai dengan regulasi pengelolaan keuangan desa yang berlaku, memudahkan tata kelola keuangan desa dan dana desa, user friendly bagi pengguna, didukung dengan petunjuk pelaksanaan implementasi dan manual aplikasi, dibangun dan dibuat melibatkan seluruh pihak yang terkait dengan pengelolaan keuangan desa, kesinambungan maintenance karena aplikasi resmi pemerintah, dapat diintegrasikan dengan aplikasi terkait lainya sperti aplikasi OM-SPAN milik Kemenkeu dan SIPEDE milik Kemendesa PDTT.(Ard/Tgr)

Karanganyar-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Polisi Kabupaten Karanganyar menggelar sosialisasi peran dan fungsi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (26/9/2019).
Mengusung tema “ Peningkatan fungsi deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat dalam menghadapi potensi konflik akibat kebergaman dan pluarisme bangsa”, kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari 5 orang anggota perwakilan dari FKDM tingkat Kabupaten dan masing-masing 5 orang perwakilan dari tiap-tiap kecamatan termasuk perwakilan Kasi dan Tatib.
Sekretaris Badan Kesbangpol Cipto Waluyo S.H M.T menjelaskan tujuan dan maksud diadakannya sosialiasi ini dalam rangka memberikan materi yang berkaitan dengan peran dan fungsi FKDM
“Sosialisasi ini diadakan atas dasar pertama, Kemendagri no 46 Tahun 2019 kemudian yang kedua guna memfasilitasi peran dan fungsi FKDM yang tertuang dalam APBD tahun 2019, maksud dan tujuan kegiatan ini guna memberikan materi-materi yang berkaitan dengan peran dan fungsi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di dalam pelaksanaan tugas sebagai forum tersebut dan diharapkan para anggota FKDM ini dapat melaksanakan kontribusinya dengan baik sebagai agen pemerintah utamanya di dalam mewujudkan kedamaian dan kenyamanan didalam bermasyarakat melalui deteksi dini lapor cepat didalam menghadapi potensi-potensi problem yang terjadi didalam masyarakat,” Ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang digelar selama satu hari ini menghadirkan empat materi sekaligus
“Pada kesempatan kali ini terdapat empat materi dan narasumber materi pertama mengenai penguatan FKDM dalam menghadapi potensi konflik di dalam masyarakat oleh Dandim 0747 Karanganyar, kemudian yang kedua peran Kepolisian Republik Indonesia dengan berlakunya Kemendagri nomor 46 tahun 2019 oleh Wakapolres kemudian ketiga peran kejaksaan dalam fungsi kewaspadaan masyarakat di daerah oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar dan yang keempat adalah penerapan dasar-dasar tersebut intelegn oleh badan karisedinan Jawa Tengah, perlu kami laporkan pada sosialisasi kali ini diadakan mewakili daerah dalam memfasilitasi sebagaimana pemerintah Kabupaten Karanganyar tahun 2019 ,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Drs H. Juliyatmono saat membuka berharap setelah berlangsunya acara ini dapat menjadi gambaran untuk membantu dalam meminimalisir potensi-potensi konflik di lingkungan sekitar
“Perlu disampaikan bahwa masa lalu itu tidak akan kembali lagi seperti apapun bentuknya itu juga bagian dari masa lalu, apabila menset dan pikiran kita berpikir kembali ke masa lalu itu segera di cegah karena tidak akan kembali apapun bentuknya, apa yang terjadi hari inipun juga bisa dipengaruhi oleh masa lalu hal ini tidak bisa ditarik lagi ke masa lalu berarti kita sedang berpikir ke masa depan, memiliki perspektif atau cita-cita tersendiri, mayoritas masyarakat bangsa ini harapannya termuat dalam pembukaan undang-undang dasar 1945 cita-cita menjadi masyarakat sejahtera, terlindungi, cerdas. “
“ Pada era disrupsi ini pergeseran semakin cepat dan tidak di duga-duga contohnya banyak pelajar demo tanpa diperintah karena secara tidak langsung yang memerintah adalah medsos, mereka seolah olah berpikir bahwa bagi mereka yang tidak terlibat dalam demo tidak milenial kurang responsif, jadi stigma pelajar mungkin hal ini termasuk dalam membantu negara, ahli jiwa telah melakukan kajian yang menerangkan otak kita ini berseser 4% karena terpengaruh oleh medsos, pengaruhnya setelah menonton medsos tidak sabar segera mempraktekkan apa yang di lihat, kurang dalam mngingat sesuatu lebih mengandalkan alat bantu medsos sedangkan di sisi lain konten pada medsos bebau pornografi apabila sudah ketagihan semakin kesini semakin penasaran untuk meminimalir hal ini salah satunya dengan membuat ruang- ruang diskusi, baik membahas buku yang dibaca misalnya buku bela negara, peradaban,buku tentang dunia dll, semakin berkualitas hidup masyaratat semakin membutuhkan ruang yang nyaman ruang yang tidak saling menganggu dapat menciptakan suasana yang aman kondusif tetapi tetap menghargai perbedaan.” Jelasnya.
Ia juga menegaskan tentang kondisi Karanganyar yang akan tetap kondusif sampai pelantian presiden nanti.
“ Karanganyar saat ini tentram kondusif tidak ada promblem apapun semoga ini menjadi bagian dari kualitas kehidupan kita yang mungkin akan menjadi lebih baik, dan dipastikan situasi ini akan terus hangat sampai pelantikan presiden, saya melihat dari kacamata politik itulah meknisme demokrasi, demokrasi bukan miliknya parpol bukan juga miliknnya DPR tetapi demokrasi itu miliknya warga negara dan alangkah baiknya jika terdapat sesuatu dilakukan secara gotongroyong.” tambahnya.
Demikian Diskominfo (in/an/jannah).