Category: Berita

Gagasan Kurikulum Tanggap Bencana

Gagasan Kurikulum Tanggap Bencana
Oleh : Agus Yulianto
Pengajar di SMK Wikarya Karanganyar

 

Bencana alam merupakan anugerah tersendiri dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Kadang selama ini kita sebagai manusia beranggapan bahwa bencana alam akhir dari segala-galanya. Padahal dari bencana itu ada hikmah yang dapat kita ambil pelajaran. Permasalahannya adalah selama ini kita belum menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu melanda di daerah kita.

Melihat kondisi yang saat ini terjadi mengenai bencana baik itu banjir, gunung merapi meletus, gempa, tanah longsor dan kebakaran hutan sudah sepantasnya hal ini menjadi perhatian kita bersama. Berdasarkan pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah karasedenan Surakarta salah satunya yang menjadi daerah langganan bencana alam yaitu di Boyolali setidaknya ada delapan kecamatan di kota susu tersebut yang rawan bencana. Untuk daerah rawan longsor diantaranya tiga kecamatan di kawasan lereng Gunung Merapi,  Gunung Merbabu, yakni Cepogo, Selo dan Musuk (espos).  Sedangkan yang terjadi saat ini di daerah Nusa Tenggara Barat tepatnya di Lombok. Gempa Bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang tanah Lombok.  Menghancurkan segala bangunan-bangunan megah. Menurut Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo di lansir Tribun Timur.com, menyampaikan getaran gempa 7,0 SR terasa hingga di pulau Bali, Sumbawa, Jawa Timur, dan Makassar.  Bencana alam yang menimpa di bumi Indonesia merupakan sebuah peringatan dari Yang Kuasa agar kita senantiasa menjaga dan melestarikan ciptaanNya.

Kalau kita ketahui lingkungan hidup itu merupakan sebuah media yang memiliki hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan alam sekitar. Setiap makhluk hidup menginginkan  agar  tempat hidupnya dapat memberikan keamanan. Dalam hal ini sebagai manusia kita harus menjaga alam ini dengan cara melestarikannya. Dalam Al-Qur’an pun juga ditegaskan bahwa manusia diciptakan Allah swt sebagai pengemban amanah, diantara amanah yang dibebankan kepada manusia memakmurkan kehidupan di bumi (Q.S Huud:61). Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bahwa tidak selayaknya manusia mengeksploitasi alam dengan semena-mena tanpa memperhatikan dampak yang  akan timbul dari eksploitasi itu sendiri. Selain itu, akibat dari bencana yang terjadi di Indonesia sering menimbulkan traumatic bagi setiap orang korban bencana alam.

 

Kurikulum Tanggap Bencana di Sekolah

Dalam ranah pendidikan selama ini di Indonesia belum ada suatu persiapan matang mengenai suatu sikap dan cara penanganan bencana alam. Hal tersebut menyisakan permasalahan tersendiri bagi dunia pendidikan. Kehancuran material  tidak hanya menyelimuti setiap bencana, akan tetapi juga menghancurkan tatanan masyarakat yang  telah tersusun rapi. Anak-anak banyak kehilangan orang tua dan sebaliknya. Banyak gedung sekolah yang roboh tinggal puing-puingnya, dan guru-guru meratapi nasib pendidikan yang semakin tidak menentu.

Dengan adanya surat edaran nomor 70a/SE/MPN/2010  tentang Pengarus utamaan Pengurangan Risiko Bencana (PPRB) dalam kurikulum SD sampai SMA/SMK yang terintegrasi di dalam semua matapelajaran, yang telah diterapkan sejak 2011.  Kebijakan tersebut mengarah pada visi dan misi kehidupan manusia dan alam, terutama di wilayah-wilayah yang secara geografi rentan terhadap bencana gempa dan tsunami (Espos).

Hal itu bisa menjadi acuan bagi dunia pendidikan bagaimana mengemas pendidikan bagi anak-anak Indonesia pasca bencana alam yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dunia internasional. Di negara Jepang seorang anak sudah diajari berbagai simulasi menghadapi bencana alam dan musibah yang mungkin terjadi. Kalau kita ketahui Jepang adalah negara langganan gempa, mereka sudah terbiasa dengan hal tersebut. Mereka dapat mencegah dan tidak kalut lagi atas segala masalah yang ditimbulkan. Bagaimana dengan Indonesia  itu sendiri, negeri yang akhir-akhir ini banyak dilanda musibah bencana alam?

Hal  itu harus menjadi perhatian semua kalangan,  karena pendidikan ini akan sangat berbeda dengan pendidikan yang dilakukan dalam kondisi damai dan aman. Pendek kata, pendidikan saat ini sudah saatnya diarahkan untuk mengantisipasi bencana. Tidak hanya lebih menyiapkan peserta didik menjadi buruh-buruh atau karyawan pabrik,  melainkan juga dapat dijadikan sebuah proses untuk menghargai kehidupan dengan bertahan hidup.

Model pendidikan tanggap bencana yang dapat dilakukan di Indonesia adalah dengan memberi simpati yang lebih kepada anak korban bencana,  mendorong untuk memulihkan mentalitas seorang anak karena kondisi psikis anak pasca bencana harus menjadi perhatian utama bagi setiap insan pendidik dan menceritakan gambaran saat gempa dengan bahasa mereka sendiri.

Pendidik juga harus dapat membantu mengungkapkan kegelisahan dengan cara memberikan  stimulant  berupa mengembalikan kepercayaan diri anak didik untuk dapat tampil kemuka. Selain itu, pendidik juga dapat mengajarkan sesuatu yang  berhubungan dengan kisah – kisah teladan dalam kesengsaraan yang  kemudian mendapatkan rahmat dari Tuhan dengan kebahagiaan.

Format pendidikan tanggap bencana lebih diarahkan kepada hal-hal yang rill  terjadi ditengah masyarakat. Artinya, pendidikan tidak hanya mengkonsumsi teori-teori saja,  melainkan mengajak peserta didik untuk mau dan mampu melakukan simulasi atau praktik langsung. Tentunya hal ini didahului dengan penyampaian materi yang  menyenangkan kepada peserta didik untuk cekatan dan sigap dalam menghadapi persoalan.

Selanjutnya, juga diarahkan kepada keteladanan-keteladanan sang guru  dalam kehidupan sehari-hari,  dan anak-anak pun dilatih mandiri dengan cara melihat alam sekitar. Keteladanan tersebut dapat dijadikan model pembelajaran baru bagi peserta didik korban bencana alam.

Harapannya sekolah dapat menanamkan kesadaran dan keyakinan kepada siswanya  agar peduli dengan kondisi alam sekitarnya. Terutama di daerah–daerah yang  sering kena bencana alam. Diantara mereka yang terkena korban bencana merupakan harapan bangsa  Indonesia kedepan. Yang harus kita perhatikan karena bagaimanapun juga mereka adalah asset yang sangat berharga untuk dapat melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Dengan bantuan dan kepedulian semua kalangan, anak Indonesia akan bangkit dari keterpurukan. Semoga.**

 

Read More

MAINKAN #KARANGANYAR !

MAINKAN #KARANGANYAR !
Oleh : Sopiyatun
Pengiat di Digital Parenting Institut

 

Selain memberikan gelar prestasi, apalagi yang bisa mengharumkan kotamu ?

Secara naluriah setiap kita pasti ingin bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain. Dalam tataran yang lebih luas, kita ingin berkontribusi besar pada tanah kelahiran,  mengharumkan nama daerah. Namun semua sudah mafhum, mendulang prestasi agar mampu memberi kebanggaan  pada kota asal, sungguh bukan hal yang mudah. Tidak semua orang bisa menjadi atlit juara, hanya sedikit orang yang mampu  menyabet emas pada sebuah perhelatan bergengsi di tingkat regional, nasional bahkan internasional.

Dan kita termasuk yang mana? Agaknya kita terkategori ke dalam golongan orang-orang yang berjiwa biasa saja. Lantas adakah celah dimana kita bisa memberikan andil bagi kemasyhuran kota?

Heiii, ternyata ada ! Tak perlu menjalani profesi tertentu, ikut pelatihan nasional, berkompetisi di ajang kejuaraan atau sejenis pertandingan lainnya.  Mainkan jarimu !! Tak perlu modal besar apalagi sampai mengajukan kredit ke bank J. Cukup pegang HP berpulsa internet dan akun media sosial. Gampangkan? Sungguh, barang-barang demikian sudah menjadi kebutuhan sejuta umat, tidak sulit untuk mendapatkannya.

Mau jualan online? Apa dengan online shoping bisa menyumbangkan medali untuk Karanganyar? Bukan. Kamu cukup memainkan hastag atau tagar #karanganyar !. Bagaimana logikanya hastag bisa membawa harum Bumi Intanpari?.

Coba yuk buka Instagram kamu.   Cek #karanganyar, kamu akan temui beragam hastag seperti #karanganyarkece, #karanganyarhitz, #karanganyarhits, #karanganyarkita, #karanganyar_kece, #karanganyarku, #explorekaranganyar, #karanganyartentram, #karanganyarhitzz, #remajakaranganyar, #karanganyarkekinian, #wisatakaranganyar, dan seterusnya. Hastag-hastag tersebut memiliki pengikut atau follower ribuan. Hastag nama kota seperti #karanganyarhitz  begini berperan besar dalam membranding kota Karanganyar. Coba kita cek postingan-postingan instagram yang mencantumkan #karanganyar dengan anekaragam kata ikutannya, rata-rata adalah postingan tentang destinasi wisata, kuliner, event, selfi, wefie, olahraga, UKM, jualbeli, dan seterusnya. Sementara ini nuansa konten unggahan dengan #karanganyar masih bersifat positif. Dan semoga seterusnya.

Citra positif Karanganyar

Bagaimana citra Karanganyar di mata netizen baik lokal maupun nasional, bisa terlihat dari unggahan konten-konten yang menggunakan #karanganyar dan kata ikutannya. #Karanganyar, secara harfiah memang menunjuk pada lokus atau tempat, wilayah geografis, tetapi menilik dari konten postingan, #karanganyar, bisa jadi memberikan gambaran positif Karanganyar yang sejuk, hijau, kaya destinasi wisata alam, ramah, tentram, dan sifat positif lainnya. Sekali lagi bagaimana citra Karanganyar yang bagus di luar sana, ada salah satu faktornya, yakni dari unggahan konten  yang positif terkait Karanganyar dalam #karanganyar. Mari kita bayangkan, seperti apa jadinya wajah Karanganyar, jika #karanganyar diisi konten-konten pornografi, kekerasan, atau meme-meme kebencian dan sebagainya. Orang akan cenderung menilai buruk sebuah kota dari apa yang terlihat. Karenanya sebagai warga Karanganyar yang baik, maka kita semua memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga nama baik Bumi Intanpari ini dengan mengedepankan etika dalam mengunggah konten di dunia maya, khususnya dalam #karanganyar.

Jangan dikira #karanganyar hanya sekedar embel-embel dalam postingan di instagram atau twitter. #karanganyar yang sering kita pakai akan sangat membantu orang/pengguna media sosial khususnya instagram untuk menemukan informasi terkait tempat wisata, agenda kegiatan atau event di Karanganyar. Ini berarti unggahan kita dengan hastag tersebut membantu pemerintah kabupaten dalam ikut mempromosikan pariwisata Kabupaten Karanganyar.  City branding memang bisa dilakukan melalui media apa saja, saluran komunikasi baik konvensional maupun media baru semacam media sosial. Begitu juga komunikasinya bisa kepada siapa saja, bersama siapa-siapa saja stakeholder yang terlibat. Namun peran netizen karanganyar dalam marketing digital –memasarkan pariwisata Karanganyar tidaklah kecil, apalagi jika kamu adalah seorang influencer. Nah, bersiaplah berbuatlah lebih besar untuk Karanganyar, dengan jarimu !. Mainkan #karanganyar…

Read More

Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini
Oleh : Enggi Ria Ristama
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

 

Orang tua memiliki peran penting dalam pendidikan seks untuk anak. Kurangnya pemahaman tentang bahaya laten yang ada disekitar membuat anak menjadi mangsa para predator seksual. Kasus kekerasan seksual pada anak (child abuse) dapat dilakukan oleh  orang asing hingga orang- orang terdekat dengan anak. Sehingga  orang tua memiliki peran penting dalam pemahaman akan pendidikan seks usia dini pada anaknya. Hal ini sangatlah penting mengingat kejahatan seksual makin marak dan korbannya dimulai dari anak-anak usia 3 tahun. Permasalahannya, orang tua dalam memberikan pemahaman tentang seksualitas masih dirasa  sungkan untuk di bicarakan hal ini dikarenakan pembicaraan seks masih dianggap hal yang tabu, dan belum perlu diberikan kepada anak-anak sejak dini.

Tujuan pendidikan seks bukan hanya mempelajari tentang aspek biologi atau sosial tetapi menyangkut masalah psikologis, budaya, moral, etika dan hukum. Tujuan lain dari pendidikan seks tidak hanya mencegah dampak negative dari perilaku seks di usia dini, tetapi lebih menekankan pada kebutuhan akan informasi yang benar dan luas tentang perilaku seks serta berusaha memahami seksualitas manusia sebagai bagian penting dari kepribadian yang menyeluruh. Tanpa pengetahuan yang memadai, anak dengan mudah dijadikan korban oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk itulah sangat perlu pendidikan seks yang tepat untuk anak-anak agar mereka mendapat bekal memadai.

Pendidikan seks merupakan upaya memberikan informasi atau mengenalkan (nama dan fungsi) anggota tubuh, pemahaman perbedaan jenis kelamin, penjabaran perilaku (hubungan dan keintiman) seks, serta pengetahuan tentang nilai dan norma yang ada di masyarakat berkaitan dengan gender. Pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang seks akan membantu anak memiliki rasa tanggung jawab sejak dini. Orang tua dapat memahamkan anak mengenai diri mereka dengan menggunakan berbagai cara yang di anggap baik untuk dilakukan, peran orang tua memiliki posisi yang strategis sebab memiliki kualitas dan kuantitas waktu yang besar bersama anak.

Hal hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menumbuhkan pemahaman dan pengertian mengenai seksualitas mengutip dari Ilmawati (dalam Listiyana, 2012) yaitu; Pertama tanamkan rasa malu pada anak, rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak walau masih kecil bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Membiasakan anak sejak kecil untuk selalu menutup bagian sensitive. Kedua, menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan. Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan mendasar. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang berbeda yang kelak akan diperankan anak.

Ketiga, memisahkan tempat tidur anak dengan orangtua dan saudaranya. Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang dirinya. Jika pemisahan tempat tidur tersebut terjadi antara dirinya dan orangtuanya, setidaknya anak telah dilatih untuk berani mandiri. Anak juga dicoba untuk belajar melepaskan perilaku lekatnya dengan orang tuanya. Jika pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang  perbedaan jenis kelamin. Keempat, pendidik menjaga kebersihan alat kelamin. Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training) dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam membuang hajat.  Kelima, mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata. Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Begitu pula dengan mata yang dibiarkan melihat gambar-gambar atau film yang mengandung unsur pornografi. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.

Pemahaman seks bagi anak-anak usia dini saat ini menjadi penting, maka penerapannya dalam kehidupan sehari-haridapat dilakuakan dalam bentuk formal, nonformal, maupun informal, menjadi niscaya pula, meski dengan kadar-kadar tertentu sesuai dengan usia sang anak. Dikutip dari Handayani (2008) bentuk pemahaman diri kepada anak usia prasekolah sebagai berikut: Usia 18 bulan hingga 3 tahun, pada usia ini anak mulai belajar mengenali anggota tubuhnya. Saat mengajari anak, ingatlah bahwa memberikan nama yang tepat pada masing-masing anggota tubuh adalah penting. Mengganti nama anggota tubuh dengan sebutan lain justru akan membuat anak berpikir ada yang salah dengan nama asli anggota tubuh tersebut. Oleh karena itu, tidak perlu mengganti istilah penis dengan sebutan “burung”, atau merespon berlebihan ketika dia menunjuk alat kelaminnya, sama seperti cara menyebutkan nama untuk bagian bagian tubuh lainnya. Hal yang juga penting pada usia ini adalah menjelaskan pada anak agar mereka mengerti bagian tubuh mana yang boleh dilihat oleh orang lain, dan mana yang tidak boleh sehingga harus ditutupi dengan pakaian. Usia 4 hingga 5 tahun, pada usia ini anak mulai menunjukkan ketertarikannya pada seksitas dasar seperti organ seks yang dia miliki maupun organ yang dimiliki oleh lawan jenisnya. Anak  mungkin akan bertanya dari mana bayi lahir, ia juga ingin tahu mengapa tubuh laki-laki dan perempuan berbeda.

Anak merupakan generasi masa depan bangsa. Anak harus terus dibina, dibimbing, dan dilindungi agar sehat dan sejahtera baik fisik, emosional, intelektual, social, dan seksuanya. Tanggungjawab orang tua tidak hanya mencakup atau terbatasi pada kebutuhan materi saja, tetapi sesungguhnya mencakup juga kepada seluruh aspek kehidupan anaknya, termasuk didalamnya aspek pendidikan seksual. Dimana pemahaman dan pemilihan metode pendidikan seksual yang tepat akan mengantarkan anak menjadi insan yang mampu menjaga dirinya dari pernbuatan perbuatan yang terlarang dan sadar akan ancaman  serta peringatan dari perbuatan amoral serta memiliki pegangan agama yang jelas.

 

Read More

Wanita dan Makna Emansipasi

Wanita dan Makna Emansipasi
Oleh : Umi khusnul khotimah

Bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan belum lama ini memperpanjang daftar terorisme di Indonesia. Pihak-pihak yang diduga terlibat, kemudian dicari dan diburu keberadaannya. Menurut hasil penyelidikan, istri korban pelakulah yang pertama kali memperkenalan pelaku dengan pemahaman radikal ini. Kasus lain seperti, peristiwa pengeboman tiga Gereja di Surabaya pada tahun 2018 lalu, juga melibatkan keluarga sebagai pelakunya. Pasangan suami istri dan empat anak mereka, yang beberapa diantaranya masih dibawah umur.

Pembahasan mengenai beberapa kejadian tersebut menjadi melebar, mulai dari negara yang kecolongan dari pelaku teror, intoleransi, sampai dengan keberadaan perempuan dalam pusaran terorisme. Topik yang terakhir inilah yang menjadi bahan pembahasan selanjutnya.

21 April dan 22 Desember menjadi moment yang tepat guna menggaungkan pesan emansipasi wanita. Hari kelahiran R.A. Kartini dan perayaan hari ibu inilah yang digunakan oleh media, masyarakat, maupun lembaga untuk mengingat kembali akan derajat dan kedudukan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Kisah hidup Kartini yang mengispirasi dalam memperjuangkan hak wanita sering kali menjadi tema pembahasan, entah berapa ratus kali hal itu dibicarakan. Media juga tidak kalah hebohnya. Menampilkan wanita-wanita luar biasa masa kini menjadi andalan pemberitaan disetiap tahunnya. Seorang ibu yang berprofesi sebagai sopir, wanita berprestasi dari ranah politik, sampai dengan artis yang juga dijadikan contoh Kartini masa kini.

Sosok Kartini menjadi tokoh yang sering atau bahkan wajib disebut jika membahas mengenai emansipasi wanita khususnya di Indonesia. Pemikiran dan sikapnya yang dinilai out of the box terhadap kondisi sosial masyarakat Jawa pada saat itu memang patut dikaji dan diteladani. Hidup di lingkungan dengan adat dan tradisi Jawa yang masih sangat kuat membuatnya harus rela menerima pelbagai keterbatasan-keterbatasan. Sistem pingit yang masih diterapkan kepada anak perempuan saat itu, memaksa Kartini untuk berhenti sekolah. Membaca buku milik kakaknya Sosrokartono dan kegemarannya berbalas surat dengan kawan-kawannya dari Eropa. Membuat pemikiran dan pandangan hidupnya menjadi terbuka.

Pendidikan bagi kaum wanita, kesempatan bekerja, hak politik dan mengemukakan pendapat di muka umum, memang telah didapat oleh perempuan pada zaman sekarang ini. Namun, isu-isu yang berkaitan tentang feminisme juga masih terus berjalan dan dibicarakan. Mulai dari sulitnya perempuan memangku jabatan dilembaga pemerintahan, ketidakadilan di tempat kerja, hingga ketidakpercayaan kepada perempuan di ruang publik. Sikap-sikap seperti itu memang tidak benar-benar bisa dihilangkan dari lingkungan patriarki seperti di Indonesia ini. Entah disadari atau tidak nyatanya di era modern seperti sekarang ini wanita masih dipandang sebagai manusia kelas dua.  Walaupun telah ada banyak lembaga dan organisasi yang mengkhususkan diri melindungi hak-hak perempuan.

Keterlibatan wanita di pusaran terorisme, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Seakan-akan menggugah kembali kesadaran bersama akan makna penting emansipasi wanita. Apabila diperhatikan dari kaca mata luar, timbulnya teroris perempuan ini menjadi bukti bahwa kaum hawa sekarang ini telah dapat menyuarakan dan memperlihatkan apa yang menurutnya benar. Akses akan informasi dan pelbagai macam ilmu juga sangat mudah didapat. Walaupun dalam kasus ini, apa yang didapat dan disuarakan oleh seorang yang mebuat kekacaun dan merenggut banyak nyawa orang adalah tidak bisa dibenarkan.

Tetapi benarkan pendidikan bagi kaum hawa dan kebebasan berbicara adalah tujuan emansipasi sebenarnya? Bagaimana dengan fenomena terorisme belakangan ini, yang juga menyeret wanita dalam pusaran pelakunya? Kemudahan yang didapat para perempuan dalam menerima dan mendapatkan ideologi-ideologi radikal tersebut, nyatanya secara tidak sadar telah menempatkan wanita itu sendiri kembali menjadi manusia tingkat dua. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Surat Kartini yang dikirim kepada Prof. G.K. Anton pada 4 Oktober 1902, memuat pendapat dan pengharapan akan pendidikan bagi para perempuan.

“Alangkah bahagianya laki-laki, bila istrinya bukan hanya menjadi pengurus rumah tangga dan ibu anak-anaknya saja, melainkan juga menjadi sahabatnya, yang menaruh minat akan pekerjaannya, menghayatinya bersama suaminya. Mohon dengan sangat supaya diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan, bukanlah karena kami hendak menjadikan perempuan manjadi saingan laki-laki dalam perjuang hidup ini. Kami hendak menjadikan perempuan menjadi lebih cakap dalam melakukan tugas besar yang diletakkan oleh ibu alam sendiri ke dalam tangannya agar menjadi ibu, pendidik umat manusia yang utama. ”

(Surat Kartini kepada Prof. G.K. Anton, Ari P, 2011: 339)

 

Pendidikan di sekolah bagi perempuan adalah pengharapan besar Kartini saat itu. Namun dalam surat yang sama, ia juga menyadari bahwa pendidikan di sekolah saja tidaklah cukup untuk seorang anak manusia. Ia menceritakan bagaimana pengetehuan luas seseorang tidak sejalan dengan budi pekerti yang dimiliki.

“Sedih hati kami menyadari hal tersebut, tetapi setelah kami selidiki lebih lanjut dan kami cari penyebabnya sampailah pada kebenaran kedua. Bukan saja sekolah yang harus mendidik jiwa anak, tetapi juga yang utama pergaulan di rumah yang juga harus didik. Sekolah mencerdaskan pikiran dan kehidupan di rumah tangga hendaknya membentuk watak anak itu”  

(Surat Kartini kepada Prof. G.K. Anton, Ari P, 2011: 340)

 

Pengetahuan yang dimaksud Kartini bagi kaum wanita sendiri tidak hanya pengetahuan baca, tulis, maupun ilmu esakta saja, melainkan juga pengetahuan mengenai sikap dan moralitas. Pendidikan yang mensinergikan antara sekolah, rumah, dan lingkungan yang digagas oleh Kartini mewujudkan pendidikan yang dinilai lengkap. Pendidikan tidak hanya membuat seseorang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, namun juga membuat manusia dapat memilah dan memilih tindakan yang baik dan tidak baik dilakukan.

Sebagaimana diberitakan Antaranews.com, Yenny Wahid, Diretur The Wahid Institute mengatakan bahwa menurut hasil survei The Wahid Institute. Perempuan yang independen atau mandiri akan semakin sulit untuk masuk atau bergabung dalam kelompok radikal. Perempuan independen yang dimaksud disini adalah perempuan yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Sehingga apabila ada seseorang yang mengajaknya masuk dalam kelompok teroris maka ia akan memiliki banyak pertimbangan dan memerlukan argumentasi yang kuat dan jelas. Sehingga perempuan seperti ini tidak akan mudah untuk menerima ideologi atau pandangan baru yang sekiranya tidak jelas. “Sekarang Mereka sudah jadi eksekutor. Loyalitas dan kepatuhan yang ada pada perempuan ini dimainkan oleh teroris,”tutur Yenny.

Kesetaraan akan kedudukan yang sama antara laki-laki dan perempuan tidak hanya berupa tindakan yang dapat dilihat saja, seperti kebebasan wanita keluar rumah, bekerja, berpolitik, sekolah dan lain sebagainya. Hal itu seakan-akan tidak bermakna apabila dalam pemikiran dan pengambilan keputusan, wanita itu sendiri masih saja manut lan nurut. Sikap seperti itu akan semakin menjauhkan wanita dari cita-cita emansipasi. Pemikiran yang dibarengi oleh tindakan kritis inilah yang dapat dikatakan inti dari emansipasi wanita itu sendiri. Memperbanyak bacaan, dan bersosialisasi dengan banyak orang menjadi jalan bagi pemikiran yang maju dan terbuka. Sebab, Kartini juga melalakukan hal yang sama.

Read More

Fasilitas Transportasi Umum Bagi Pelajar Bumi Intan Pari

Fasilitas Transportasi Umum Bagi Pelajar Bumi Intan Pari
Oleh : Imroatun Sholikhah Dewi Sasmita
Pelajar SMA

 

Fasilitas umum adalah sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari. Banyak sekali fasilitas-fasilitas dari pemerintah untuk masyarakat terutama masyarakat Karanganyar. Hampir seluruh fasilitas telah terpenuhi di Kota Karanganyar ini. Mulai dari jalan raya, halte, lampu penerang jalan, fly over, trotoar, dan lain-lain. Semua ini dapat kita jumpai dan kita nikmati dengan baik. Adanya fasilitas-fasilitas ini membuat para masyarakat dapat nyaman tinggal di daerahnya.

Dari berbagai fasilitas ini, masih ada beberapa fasilitas yang kurang diperhatikan. Terutama fasilitas transportasi umum. Saat ini, transportasi umum di Karanganyar dapat dinikmati oleh semua orang, terutama bus. Alat transportasi umum yang satu ini sering sekali digunakan oleh para pelajar, pegawai pabrik, maupun traveller. Mengingat banyaknya masyarakat Karanganyar yang bekerja dan bersekolah di kota ditambah para pengunjung, membuat transportasi umum terutama bus tidak dapat menampung dengan kapasitas banyak. Karena jalur bus di Karanganyar berbeda-beda dan waktu yang sangat terbatas.

Kebanyakan para pelajar menggunakan fasilitas berupa bus umum. Setiap hari para pelajar Karanganyar yang mencari ilmu di kota selalu menunggu bus untuk pulang ke rumahnya. Tidak semua pelajar sampai di rumah dengan cepat. Karena berbagai kendala para pelajar menaiki bus sangatlah banyak, diantaranya harus menunggu bus dengan waktu yang relatif lama, letak perindustrian di Karanganyar yang berada di sebelah barat, sedangkan letak sekolahan berada di timur yang mengakibatkan bus dinaiki oleh sebagian besar pabrik, dan karena kapasitas yang sangat banyak mengingat pulang anak sekolah hampir bersamaan dengan pulangnya para pegawai pabrik. Hal ini membuat waktu para pelajar sangat tersita diperjalanan.

Di era modern ini, para pemuda pemudi bangsa Indonesia sudah cerdas. Mereka mau untuk bersekolah dan menuntut ilmu dimana-mana demi cita-citanya. Keinginan untuk bersekolah dengan jarak yang cukup jauh dari rumah merupakan suatu kemauan dan tekad yang cukup besar.  Tak heran, banyak sekali para pelajar Karanganyar yang menuntut ilmu di wilayah perkotaan. Namun, melihat kendala diatas membuat kita prihatin dan kasihan akan dampak yang menimpa para pelajar khusunya di bumi Intan Pari ini.

Permasalahan diatas dapat diatasi dengan berbagai cara. Namun, penyelesaian ini  tidak dapat terlepas dari kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Menurut saya, hal tersebut dapat diatasi dengan cara penyediaan bus sekolah. Dimana pemerintah dapat menyediakan bus sekolah yang beroperasi khusus untuk anak sekolah dengan harga yang relatif murah atau sesuai kantong pelajar. Bus sekolah ini agar disediakan lebih banyak waktu yang cukup lama atau sampai malam, mengingat banyak sekali para pelajar dari pedesaan yang menuntut ilmu di kota. Bus sekolah ini disediakan dari pemerintah dan diletakkan di setiap sekolah. Walaupun sekarang ini, pendidikan Indonesia menggunakan sistem zonasi, hal itu dapat diatasi dengan cara melakukan koordinasi dengan wali murid tentang pengenalan fasilitas bus sekolah dan pendataan siswa yang akan menikmati fasilitas tersebut.

Adapun cara lain, kita dapat memanfaat angkutan umum dan bus umum yang sekarang ini. Pemanfaatan fasilitas ini dapat dinikmati oleh para pelajar, pegawai pabrik, dan traveller. Hanya saja, angkutan umum dan bus umum ini diperbanyak jumlahnya, diperpanjang waktunya, pegawai bus bertanggung jawab terhadap penumpang, tidak egois atau balapan mencari kemenangan, dan bus diperbaiki agar pengemudi tetap merasa aman dan nyaman. Cara ini merupakan cara yang paling efektif dengan pemanfaatan alat transportasi umum yang saat ini, hanya saja sistem dan fasilitas pada bus lebih diperbaiki.

Read More

Artikel Terpilih Karanganyar Menulis 2019 Periode 8

 

Berikut ini daftar artikel terpilih untuk rubrik Karanganyar Menulis 2019 Periode 8:

  1. Fasilitas Transportasi Umum Bagi Pelajar Bumi Intanpari oleh Imroatun Sholikhah Dewi Sasmita
  2. Wanita dan Makna Emansipasi oleh Umi khusnul khotimah
  3. Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini oleh Enggi Ria Ristama
  4. Mainkan #karanganyar ! oleh Sopiyatun
  5. Gagasan Kurikulum Tanggap Bencana oleh Agus Yulianto

 

Jurnal Warga dapat Anda akses disini : http://www.karanganyarkab.go.id/category/berita/jurnal-warga/

 

Ayo ikut berpartisipasi dalam penulisan jurnal warga untuk membantu menyebarkan informasi dan berita kepada masyarakat. Seluruh warga Kabupaten Karanganyar dapat mengirimkan berita-berita dan informasi di lingkungan Anda kepada kami. Tulisan yang menarik akan mendapatkan reward menarik dan akan dipublikasikan di website karanganyar serta share ke sosial media karanganyar. Kami tunggu tulisanmu!

Read More
DSC_4544

Bupati Juliyatmono Optimis Kabupaten Karanganyar Terbaik Di Uji Publik PPID Utama

Bupati Karanagnyar H. Juliyatmono saat mempresentasikan materi Uji Publik dihadapan penilai dalam Uji Publik PPID Utama Kabupaten / Kota Provinsi Jawa Tengah Di Gedung Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung, Rabu(20/11/19)

Karanganyar – 20 November 2019

Pemeringkatan badan publik di Provinsi Jawa Tengah  tahun  2019 telah memasuki tahap akhir. Uji publik  keterbukaan badan  publik di gelar oleh Komisi Informasi Propinsi Jawa Tengah di gedung Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendapat jadwal presentasi dalam uji publik pada hari Rabu, 20 November 2019, satu panel dengan Kabupaten Batang, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Pemalang.

Hadir langsung pada kesempatan tersebut Bupati Karanganyar Drs.H. Juliyatmono, MM didampingi oleh Kabag Hukum Zulfikar Hadidh, S.H, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Dwi Cahyono, S.Sos, M.Si serta Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. Bachtiyar Syarif. Bupati Karanganyar  dihadapan lima panelis diantaranya dari Komisi Informasi, Kemendagri, dan perwakilan Wartawan, mengusung tema Karanganyar Menuju SmartCity, Keterbukaan Informasi Berbasis Teknologi Informasi.  Bahwasannya inti dari keterbukaan informasi publik adalah dalam rangka mempertanggungjawabkan kinerja pemerintah kepada masyarakat yang telah memilih atau memberikan amanat kepada Bupati untuk memimpin Karanganyar.

Dukungan terhadap keterbukaan informasi publik melalui  teknologi informasi baik berupa website, media sosial atau aplikasi-aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam memberikan pelayanan, diharapkan tetap mempertimbangkan  sisi lokalitas, kearifan lokal, dan tidak mematikan entitas lokal yang telah mapan sebelumnya. Sebagai contoh, saat ini Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan meresmikan aplikasi online Semarak, akronim dari Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar.

Bupati Juliyatmono saat menjawab pertanya para panelis usai presentasi

Semarak hadir untuk memfasilitasi UMKM atau pelaku ekonomi di Karanganyar dalam mempromosikan produk-produknya, tanpa mematikan pasar konvensional yang telah ada. Semarak bersifat ekslusif dengan mensyaratkan penjual adalah warga masyarakat Karanganyar yang dirujuk dari NIK terkoneksi dengan data kependudukan Disdukcapil. Aplikasi ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi lokal Karanganyar.

Uji publik ditutup setelah kelima kabupaten/kota menjawab pertanyaan-pertanyaan dari panelis. Dari uji publik hari ini, Karanganyar optimis bisa meraih peringkat terbaik se Provinsi Jawa Tengah.(Ard/Tgr)

 

Read More
20191129_073651

Upacara Hari KORPRI dan PGRI

Diskominfo

Upacara HUT KORPRI ke-48 dan PGRI ke-74

Karanganyar – Bupati Karanganyar, Juliyatmono bertindak sebagai inspektur upacara Hari Korpri dan PGRI di Halaman Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/11/2019).

Dalam sambutannya ia mengajak para guru untuk tidak terlalu berorientasi dalam pemenuhan kurikulum dan semacamnya.

“Menteri Pendidikan yang baru (Nadiem Makarim) telah menyusun program yang luar biasa, gagasannya untuk menyiapkan generasi unggul,” katanya.

Ia berpesan supaya para guru melakukan perubahan sekecil apapun. Jadikan sekolahan menjadi tempat yang nyaman bagi para guru dan anak didik.

“Tidak boleh terlalu berorientasi pemenuhan kurikulum, nilai dan seterusnya. Yang penting anak didik nyaman, ada orang tuanya di sekolahan. Jadikan guru sebagai sahabat anak. Supaya terlindungi, terayomi. Juga memunculkan bakat mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini disampaikan sekaligus penyerahan hadiah hasil penilaian / scoring final website PPID pembantu Kabupaten Karanganyar Tahun 2019, mulai juara 1 sampai juara 10 yaitu RSUD, Dinas Lingkungan Hidup, BKPSDM, DISHUB PKP, DPUPR, Dinas Sosial, DISPARPORA, Baperlitbang, Dinas Kesehatan, Sekretariat Daerah dan Kecamatan Jaten. (adt/in/an)

 

 

Read More
Smart City Forum 2019

LAUNCHING APLIKASI SEMARAK WEB VERSION

Foto Bersama Peserta dan Nara Sumber

Launching Aplikasi Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar (SEMARAK) Web Version dan “WORKSHOP  PASAR ONLINE UNTUK KEBANGKITAN EKONOMI MIKRO” dikemas melalui kegiatan Smart City Forum 2019 yang diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 27 November 2019, acara dilaksanakan di Pendhopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, dimana kegiatan Smart City Forum ini juga telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Acara ini didasarkan pada Kegiatan Fasilitasi dan Pengembangan Smart City pada Dinas Komunikasi dan Informatika Tahun Anggaran 2019, dengan menggandeng beberapa vendor sebagai sponsor.

Launching Aplikasi Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar (SEMARAK) Web Version dan “WORKSHOP PASAR ONLINE UNTUK KEBANGKITAN EKONOMI MIKRO” bertujuan untuk:

  1. Memberikan ruang baru bagi masyarakat Kabupaten Karanganyar untuk meningkatkan perekonomian, semangat kewirausahaan, dan kesejahteraan melalui pembangunan media pemasaran online.
  2. Mengenalkan kepada seluruh masyarakat Karanganyar tentang pembangunan Aplikasi Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar (SEMARAK) Web Version beserta pemanfaatannya untuk berwirausaha secara mandiri dan berjejaring dengan mengedepankan keunggulan lokalitas untuk dipasarkan secara Global.
  3. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas layanan publik pemerintah demi menciptakan masyarakat melek teknologi untuk menuju Karanganyar yang lebih cerdas (Karanganyar Smart City).

Peserta Smart City Forum 2018 yang terdaftar berjumlah 200 orang terdiri dari:

  1. Komunitas usaha/ asosiasi/ kelompok berbasis minat
  2. Para Pendamping Desa, dan
  3. Unsur masyarakat (usahawan, UKM, petani, pelaku pariwisata, pemuda, pendidik, dosen, dan masyarakat pada umumnya)
  4. Perwakilan Seluruh OPD Kabupaten Karanganyar

Launching Aplikasi Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar (SEMARAK) Web Version dilaksanakan  oleh Bapak Asisten Pemerintahan SETDA Karanganyar ditandai dengan penayangan Video Bumper Launching SEMARAK Pasar Rakyat Karanganyar web version pada hari Rabu 27 November 2019.

Workshop dengan tema “PASAR ONLINE UNTUK KEBANGKITAN EKONOMI MIKRO” dengan menghadirkan nara sumber : 1. Alif Rachmawadi (programmer aplikasi semarak, tim arsitek bukalapak) dengan materi “Workshop Operasionalitas aplikasi SEMARAK” Versi Website” dilanjutkan diskusi publik “Menemukan Formula Kolaboratif Antar Pelaku Usaha”, 2. Wara Nugraha Yogya (Google Gapura Digital) dengan materi “Workshop Pe ngenalan SEO dan Website untuk usaha” dan “workshop implementasi SEO dan website untuk usaha” dilaksanakan dengan metode kuliah singkat, diskusi panel, serta pelatihan secara langsung pengelolaan aplikasi online.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Era digital telah terbukti memudahkan masyarakat untuk menjual dan membeli produk-produk yang dinginkan. Ceruk Pasar tradisional dan jual beli konvensional telah banyak tergerus ke pasar online. Kisah sukses banyak pelaku toko online yang meraih jutaan rupiah per bulan membuat banyak orang tertarik untuk mengikuti jejaknya.

Dengan dibangunnya Aplikasi Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar (SEMARAK) Web Version oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika , Warga Karanganyar dapat mendaftar dan membuka toko online dengan aplikasi ini. Aplikasi ini difokuskan untuk menghubungkan antara penyedia dan calon pengguna namun tidak menyediakan rekening bank untuk bertransaksi bersama, karena ranah pemerintah adalah lebih pada peran pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi publik. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjadi pemerintah daerah pioneer dalam usaha digitalisasi pasar konvensional dan tradisional menjadi pasar online yang modern, mudah diakses secara global, realtime (seketika), bebas biaya, serta yang berbasis kepada kearifan potensi lokal.

Melalui aplikasi ini masyarakat dapat menawarkan berbagai macam barang: mulai dari hasil pertanian, peternakan, pakaian, bermacam perlengkapan, peralatan elektronik, handphone, sampai komputer. Masyarakat Juga dapat menawarkan bermacam jasa: dari fotografi, persewaan, bengkel, perawatan kecantikan, serta apapun yang sah, layak, dan laku untuk diperjual belikan. Aplikasi ini merupakan sebuah pengembangan aplikasi berkelanjutan. Beberapa fitur mungkin masih membutuhkan penambahan dan memerlukan pengembangan demi pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan.

___…___

Read More

97 KK Terima Bantuan Bencana Alam

Karanganyar,

Sebanyak 97 kepala keluarga (KK) dari 16 kecamatan di wilayah kabupaten Karanganyar menerima bantuan sosial dan keuangan bagi korban bencana alam, Kamis (28/11).

Korban bencana alam yang terjadi antara bulan Maret hingga Oktober itu diantaranya adalah kebakaran, dan angin puting beliung.

Secara keseluruhan bantuan sosial yang diserahkan Bupati Juliyatmono di pendopo rumah dinas Bupati itu sejumlah Rp 256, 5 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Bambang Jatmiko dalam laporannya mengatakan, dari jumlah 34 KK tersebut terbagi menjadi beberapa kategori kerusakan seperti rusak ringan 51 KK rusak sedang 27 KK dan rusak berat 11 KK.

“Semoga adanya pemberian bantuan sosial itu dapat memberikan semangat untuk kembali mandiri. Ini merupakan wujud perhatian dari pemerintah guna mengurangi beban kepada masyarakat yang terkena bencana,” ungkapnya.

Pihaknya juga menambahkan dengan peralihan musim kemarau ke penghujan, semua warga dan relawan diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana puting beliung dan tanah longsor. Karena beberapa wilayah Karanganyar masuk dalam zona merah bencana longsor.

“Satgas dan relawan BPBD harus siap selalu siaga akan potensi bencana alam yang terjadi di peralihan musim ini. Saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam mengatasi bencana yang terjadi,”pungkasnya.
Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More