Category: Berita

WhatsApp Image 2019-12-11 at 07.55.52

Agar Cepat Menyesuaikan, Perangkat Desa Yang dimutasi di Karanganyar Diberi Bimtek

 

Asisten Pemerintahaan Setda Karanganyar, Drs Bachtiyar Syarief memberikan materi pembekalan perangkat desa tahun 2019

 

 

KARANGNYAR – Sebanyak 81 perangkat desa yang dimutasi di Kabupaten Karanganyar mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) tentang tata kelola pemerintaah desa di BKK Tasikmadu, Selasa (10/12).

Perangkat desa yang dimutasi masuk ke Karanganyar tersebut tersebar di 72 desa yang ada di bumi intanpari. Jabatan mereka adalah Kepala Urusan (Kaur), Kepala Dusun (Kadus), dan Kepala Seksi (Kasi).

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa dan Kelurahan Setda Karanganyar, Timotius Suryadi, mengatakan, Bimtek diberikan kepada seluruh perangkat desa yang sudah dimutasi, sehingga mereka siap bertugas di formasi yang baru. “Bimtek diberikan agar mereka yang dimutasi cepat beradaptasi. Tentu tanggung jawab belakangan ini sangat berat terkait penyiapan kegiatan pada 2020,” katanya.

Pihaknya berharap perangkat desa dapat melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan dan dapat bergerak cepat, di samping pihaknya menyiapkan pengisian perangkat desa yang nanti akan dilaksanakan pada 2020.

Asisten Bidang Pembangunan Setda Karanganyar, Bachtiar Syarif menyatakan, mutasi perangkat desa sesuai dengan kebutuhan organisasi dan merupakan seusatu yang wajar. “Artinya, yang kurang tepat pada posisi sebelumnya, disesuaikan di posisi yang baru. Nantinya akan dievaluasi lagi supaya masing-masing enjoy dan diharapkan hasilnya juga jauh lebih baik dan optimal,” ungkapnya. (hr/adt)

 

Read More
_DSC1536

Kemah Kebangsaan : Tekankan Kerukunan Antar Umat Beragama

Sekda Karanganyar Sutarno yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Kemah Kebangsaan Antar Umat Beragama di Lapangan Desa Berjo Kec. Ngargoyoso, Selasa(10/12/19)

Karanganyar – 10 Desember 2019

Maraknya radikalisme di era millenial seperti sekarang, juga semakin menggeliatnya kasus terorisme di negeri ini, bahkan Karanganyar pernah menjadi sorotan media karena adanya terduga teroris yang tertangkap di Kabupaten Karanganyar.

Beragam agama yang dianut masyarakat Karanganyar pun semakin khawatir dengan adanya kasus seperti ini, apalagi radikalisme yang merajalela. Kemah Kebangsaan menjadi solusi guna terwujudnya kerukunan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Karanganyar.

Kabag Kesra Agam Bintoro selaku penyelenggara sampaikan kegiatan Kemah Kebangsaan ini menjadi solusi yang ditempuh pemerintah Kabupaten Karanganyar guna menanggulangi permasalahan yang terjadi diantara umat beragama di Karanganyar.

Kegiatan Kemah Kebangsaan yang diselenggarakan di Kecamatan Ngargoyoso ini diikuti 170 peserta dari 17 Kecamatan, masing masing Kecamatan mengirimkan 10 peserta dari berbagai agama. Nantinya akan dikumpulkan di home stay di sekitar sini agar masing masing peserta bisa memahami bagaimana karakter pribadi masing masing peserta yang berbeda agama.

“ Tujuannya agar paham bener dengan bedanya agama yang diyakini namun masih bisa saling melengkapi, saling toleran dan bisa rukun”, jelas Agam Bintoro.

Sementara Sekda Karanganyar Sutarno yang hadir mewakili Bupati Karanganyar berharap besar kegiatan Kemah Kebangsaan ini bisa membantu pemerintah dalam menggalakkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Karanganyar, sukur sukur bisa menjad percontohan daerah yang lain.

Mengusung tema “ Dengan Kemah Kebangsaan Antar Umat Beragama Kita Ciptakan Kerukunan Dan Kemananan”.(Ard/Tgr)

Read More
_DSC1140

Millenial Karanganyar Deklarasikan Anti Narkoba, Hadirkan Abah Lala Untuk Tarik Animo Masyarakat

Wakil Bupati Karanganyar H. Rober Cristanto sekaligus Ketua Dwan Pembina P4GN Karanganyar saat berkesempatan untuk menyanyi bersama Abah Lala di acara Millenial Karanganyar Anti Narkoba dan Deklarasi Anti Narkoba di plasa alun alun Karanganyar, Minggu(08/12/19).

Karanganyar – 08 Desember 2019

Geliat gerakan menyemarakan untuk memerangi narkoba terus digalakkan oleh pemerintah Kabupaten Karanganyar, ini terbukti dengan adanya acara yang di gelar Tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Karanganyar.

Mengusung tema “ Millenial Karanganyar anti narkoba”, P4GN juga mensosialisasikan bahaya narkoba dan deklarasi relawan anti narkoba di pelataran alun alun Karanganyar dengan mendatangan sederet artis dangdut ternama guna menarik animo masyarakat Karanganyar khususnya kaum pemuda, Minggu(08/12/19).

Ketua Pelaksanaan Harian P4GN Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengatakan, tema hari anti narkoba internasional tahun ini milenial sehat tanpa narkoba menuju Indonesia emas, jadi sasarannya pelajar dan mahasiswa.

“Narkoba meniko pun mbotensah perlu dirembuk karena mematikan, membunuh jiwa yang sehat. Nyuwun tulung sing rawuh, membantu agar penyebaran narkoba tidak meluas.

Ia menghimbau kepada para pelajar supaya mewaspadai titik-titik rawan peredaran dan transaksi narkoba di lingkungan sekitaran sekolahan serta beberapa wilayah di Karanganyar seperti Gondangrejo, Palur, Colomadu, Kebakkramat, dan Jaten.

“Nyuwun tulung juga bapak-bapak yang rawuh menginformasikan bahayanya narkoba,” tuturnya.

Agus menyampaikan, dalam pencegahan bahaya narkoba di wilayah Karanganyar, pihaknya melalui P4GN melakukan pencegahan atau langkah preventif dengan memsosialisasikan bahaya narkoba kepada senegap elemen.

“Sasarannya semua, baik itu pelajar, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat umum. Itu dilakukan sampai sampai ke tingkat desa. Karena peredaran narkoba sekarang tidak hanya di kota tapi juga di desa,” katanya.

Sementara Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar yang juga sekaligus Dewan pembina P4GN Kab. Karanganyar hadir bersama dengan segenap FORKOPIMDA lengkap.

Bupati dengan sangat lantang menyerukan kepada generasi millenial di Karanganyar untuk menjauhi barang haram yang bisa merusak generasi bangsa itu.

“ STOP NARKOBA, aku emoh narkoba”, tegasnya.(Ard/Tgr)

 

 

 

 

 

Read More
20191210_095129

KPUD Karanganyar Gelar Dialog Revitalisasi Peran Perempuan Dalam Politik dan Demokrasi

Diskominfo

Kepala Kesbangpol, Agus Cipto Waluyo saat memberikan sambutan mewakili Bupati Karanganyar

Karanganyar – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Iniversitas Sebelas Maret, Ismi Dwi Astuti Nurhaeni menyampaikan materi terkait perempuan dan kebijakan publik pada Dialog Spesial Hari Ibu ‘Revitalisasi Peran Perempuan dalam Politik dan Demokrasi’ di ruang anthurium rumah dinas Bupati Karanganyar, Selasa (10/12).

Dikatakan bahwa kaum perempuan dinilai belum banyak berpartisipasi dalam kebijakan publik. Maka, dibutuhkan kebijakan sadar gender.

“Kebijakan sadar gender itu dibagi menjadi tiga. Yakni kebijakan netral gender, spesifik gender dan redistribusi gender,” katanya.

Di hadapan perwakilan perempuan Karanganyar, ia memintanya mendesak pemerintah daerah memenuhi kebijakan sadar gender. Dijelaskan, kebijakan netral gender bertujuan memenuhi kebutuhan praktis pria dan wanita. Sedangkan kebijakan spesifik gender membagi sumber daya dan tanggung jawab sesuai gendernya. Adapun redistribusi gender menyentuh kepentingan strategis gender, misalnya mendukung perempuan untuk memberdayakan diri mereka sendiri.

“Di Karanganyar, masih sangat timpang. Paling terlihat indeks pembangunan gender di bidang pendidikan. Dimana angka untuk laki-laki bersekolah 9,3 dan perempuan hanya 7,74. Selain itu, praktiknya, keterwakilan perempuan di parlemen 17-30 persen saja. Sangat rendah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPUD Karanganyar, Triastuti Suryandari mengatakan kaum perempuan memiliki hak berdemokrasi dan politik yang diatur regulasi.

“Di Pemilu 2019, peran perempuan dalam politik dan demokrasi sangat terasa. Seperti pencalonan anggota legislatif yang mewajibkan keterwakilan perempuan 30 persen. Jika hanya ada tiga pasang calon di pemilu, minimal satu perempuan. Ini ikhtiar menghidupkan peran perempuan dalam demokrasi dan politik,” jelasnya. (an/ina)

Read More
IMG-20191210-WA0021

Tingkatkan Kualitas Pelaporan Keuangan di Tiap OPD, BKD Karanganyar Gelar FGD

Kominfo

Arahan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada Focus Group Discussion terkait pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah, Selasa (10/12/2019).

Karanganyar,

Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar menggelar Focus Group Discussion (FGD) peningkatan kualitas pelaporan keuangan Pemerintah Daerah tahun 20

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan pakta integritas Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Focus Group Discussion (FGD) peningkatan kualitas pelaporan keuangan daerah digelar di Hotel Alana, Selasa (10/12). Kegiatan diikuti kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab setempat.

Pelaksana Tugas BKD Karanganyar, Narimo menyatakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kembali penyusunan laporan keuangan bagi para kepala perangkat daerah. Diharapkan dengan FGD ini mampu meningkatkan kualitas pelaporan laporan keuangan.

“Semoga nantinya masing-masing OPD mampu mengaplikasikan penyusunan laporan dengan baik,”katanya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapreasi kegiatan FGD. Pihaknya pun berterima kasih kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hadir untuk memberikan pendampingan dan membantu untuk pemeriksaan laporan keuangan OPD di Karanganyar hingga Karanganyar mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian(WTP) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

“Saya minta BPK tetap memberikan masukan terhadap laporan administrasi atau keuangan daerah Karanganyar. Sehingga penyusunan keuangan di tiap OPD Karanganyar semakin berkualitas,”ujarnya.
Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_6159

Diguyur Hujan Deras, Pemkab Pecundangi Senkom Mitra Polri 2 Gol Tanpa Balas

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono membawa bola dan dikawal oleh Tim Kesebelasan Senkom Mitra Polri saat partai eksibesi antara Pemkab Karanganyar dalam agenda mengisi jeda parta final Turnamen Sepak Bola Sekar Ayu Cup di Lapangan Desa Koripan Kec. Matesih, Sabtu(07/12/19).

 

Karanganyar – 07 Desember 2019

Jeda Turnamen Sepak Bola Sekar Ayu Cup di lapangan Desa Koripan Matesih kembali menggelar partai eksebisi antar Tim Sepak Bola Pemkab Karanganyar berhadapan dengan Tim Sepak Bola dari Senkom Mitra Polri Kec. Matesih, Sabtu(07/12/19).

Tim Pemkab yang diperkuat oleh Bupati Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar, Kepala PDAM, Wakil Ketua DPRD dan beberapa pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Karangnyar, harus berhadapan dengan Senkom yang banyak diperkuat pemain muda.

Babak pertama pertahanan Pemkab di gempur habis-habisan oleh senkom yang banyak diperkuat pemain muda, tak tinggal diam serangan balik cepat pemkab lewat sisi kanan pertahanan ternyata juga bisa membuat kalang kabut pertahanan senkom, Komandan Kodim 0727 Karanganyar yang terkenal masih mampu untuk adu sprint sering merepotkan pertahanan senkom.

Serangan balik pemkab membuahkan hasil, di menit 19” babak pertama melalui serangan yang dibangun Agung direktur Puri Kahuripan dari tengan lapangan memberi umpan manis ke Bupati yang menusuk dari sisi kiri pertahanan senkom, umpan trhu pass Bupati berhasil dimanfaatkan oleh Anung Marwoko wakil ketua DPRD yang sore itu menjadi goal getter Tim Pemkab. Sontekan Anung membawa Pemkab unggul 1-0 atas senkom di paruh babak pertama.

Di guyur hujan yang cukup deras babak kedua dimulai, kali ini Pemkab memasukkan pemain baru yang lebih fresh tenaganya. Tapi itu tak membuat senkom berhenti membombardir pertahanan Pemkab yang sore itu dikawal Dwi dan Eko juga Ari di bawah mistar gawang. Pemkab benar-benar dibawah tekanan senkom yang di punggawai banyak pemain muda.

Asik menyerang membuat pertahanan senkom lengah, masuknya kiper pengganti menjadi blunder yang membuat senkom harus mengakui keunggulan Pemkab. Sepakan jarak jauh Bambang tak mampu dibendung kiper senkom yang baru saja masuk menggantikan kiper sebelumnya, membuat Pemkab unggul 2-0.

Hingga peluit akhir dibunyikan, senkom tak mampu membalas satu gol pun. Ari kiper Pemkab dengan sigap menghalau semua serangan yang dilancarkan senkom. Kedudukan 2-0 menjadi hasil manis bagi Tim Pemkab di lapangan Kopripan sore itu.(Ard/Tgr)

Tim Sepak Bola Pemkab Karanganyar

 

Read More
WhatsApp Image 2019-12-10 at 08.01.17

Pembangunan Bendungan Jlantah, Warga Terdampak Sumringah Dengar Uang Ganti Untung

KARANGANYAR – Proses Pembangunan Jlantah di Desa Tlobo dan Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso memasuki tahapan pembebasan lahan. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mulai memberikan ganti untung kepada sejumlah warga yang terdampak pembangunan waduk yang akan mengairi 1400 hektare lahan pertanian di Kabupaten Karanganyar. Senin kemarin, warga dikumpulkan di Balai Desa Tlobo, Jatiyoso untuk menerima taksiran harga oleh lembaga penaksir harga indenpenden. Jika memang cocok dengan penggantian harga, maka diminta untuk tanda tangan setuju. Namun jika memang belum cocok, diminta untuk berpikir sampai hari Rabu besok.

“Pembangunan Bendungan Jlantah terdapat dua desa yang terdampak dengan luasan total 729 bidang atau seluas 198 hektare. Di Desa Tlobo terdapat sekitar 416 bidang dan Desa Karangsari terdapat sekitar 313 bidang,” papar Kepala ATR/BPN, Anton Jumantoro kepada Karanganyarkab.go.id.

Dia menambahkan ganti untung hari ini baru diperuntukkan lahan sebanyak 105 bidang di Desa Tlobo. Sisanya akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan tahun depan selesai. Anton mengatakan jika memang warga tidak berkeberatan maka ganti untung akan segera dibayarkan. Tentunya, warga harus melengkapi surat-surat pendukung. Termasuk jika memang warisan harus dikuasakan lebih dahulu. “Apabila ada warga yang keberatan terhadap bentuk dan besaran ganti rugi, dapat mengajukan keberatan secara tertulis ke Pengadilan Negeri Karanganyar.

Sementara Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air ( PJSA BBWSBS), Heriantono Waluyadi, menyampaikan, pemberian ganti rugi dilakukan secara bertahap. Bendungan nantinya akan dapat dimanfaatkan untuk irigasi lahan seluas hampir 1.400 hektare. Juga menjadi suber air baku 150 liter per detik. Adapun untuk pembangunan konstruksinya dilakukan selama empat tahun.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan II BBWSBS, Arif Gunawan, menambahkan, 105 bidang yang diganti rugi tersebut berada di blok 5 dan 6 yang merupakan akses jalan. “Jadi dibebaskan lahan untuk akses jalan dulu, karena itu yang utama untuk kita masuk,” ungkapnya.

Seperti bendungan-bendungan lain di Indonesia, nantinya Bendungan Jlantah  juga akan disiapkan menjadi objek wisata. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berpesan, setelah warga mendapatkan ganti rugi, bisa digunakan untuk membeli tanah di tempat lain. Selain itu, juga digunakan untuk sedekah. “Kalau harganya belum cocok, aja bengok-bengok. Ada tahapannya untuk menyampaikan lewat Pengadilan Negeri. Kalau cocok, uangnya akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pada Rabu,” ujarnya. (hr/adt)

Read More
DSC_0358

Lomba Lari Siksorogo Dibanjiri Peserta, 792 Atlet Berhasil Finish

 

Bupati Karanganyar saat memberikan hadiah bagi para pemenag loma lari Siksorogo yang digelar di Bukit Sekipan Tawangmangu, Minggu(08/12/19).

Karanganyar – 8 Desember 2019

Kejuaraan dengan taraf Nasional Lari Siksorogo di gelar di Kabupaten Karanganyar, kawasan wisata di Kecamatan Twangmangu menjadi lokasi dan rute lomba lari ini, sebanyak hampir dari 800 peserta dari berbagai berbagai Kota ikut andil meriahkan gelaran ini yang bertempat di Bukit Skipan Tawangmangu, Minggu(08/12/19).

Lomba lari yang di bagi menjadi beberapa kategori ini berhasil menyedot animo penggila lari jarak jauh dari berbagai kota di Indonesia. Banyak komentar positif hampir dari semua peserta. Dengan semangat membara para peserta mempunyai jargon “ CAPEK ITU APA” yang menjadi pemicu semangat peserta.

Hasil peraih juara dalam lomba lari siksorogo kali ini sebagai berikut :

50K male

  1. Rifqul Amni Baihaqi bib 3032 time 08:47:44
  2. M Yusuf Aprian bib 3106 time 08:55:36
  3. Patahullah (bib transfered dari Sulkarnain) bib 3071 time 09:16:55

50K female

  1. Shindy Patricia bib 3062 time 10:44:19
  2. Ruth Theresia bib 3064 time 10:44:25
  3. Christin Mutia bib 3077 time 11:33:08

30K male

  1. Risqi Dwi Kurniawan bib 2150 time 03:23:32
  2. Ari Masrudi bib 2013 time 03:55:50
  3. Agustinus Adi R bib 2008 time 04:00:25

30K female

  1. Elmi Rahmiyati bib 2065 time 05:15:33
  2. Asti Ramadhan bib 2217 time 05:23:43
  3. Ello Zahra bib 2051 time 05:47:10

15K male

  1. Jeklin Wilson Sihite bib 1401 time 01:30:08
  2. Oktavian Zaenal Abidin bib 1135 time 01:40:09
  3. Angger Joyo Gesang bib 1342 time 01:42:07

15K female

  1. Latifah Anis Anggadewi bib 1157 time 02:23:16
  2. Asri Kori Khaeranisa bib 1420 time 02:24:50
  3. Veronica Odilla bib 1299 time 02:26:50

Sementara Bupati Karanganyar yang hadir dalam penyerahan medali bagi para pemenang, orang nomor satu di Bumi Intanpari itu berjanji akan mensupport kegiatan ini di tahun depan. Harapanya event ini menjadi Internasional bukan hanya Nasional.(Tgr/Ard)

Read More
_DSC0988

Simposium Duta Desa Karanganyar 2019 “Saatnya Pemudaku Bangkit”

 

Karanganyar – 8 Desember 2019

Karang taruna, pemudanya desa dikumpulkan, punya produk apa di desa. Nanti ada expo untuk memamerkan semua produk keunggulan desa. Karanganyar anak mudanya harus hebat, dipimpin Bappenas, nama pemuda sudah dikantongi akan di bimbing dengan baik agar menjadi hebat.

Ini akan dimatangkan, berapa jumlah pemuda terutama yang nganggur akan diberi pelatihan sesuai keahlianya apa agar bisa bekerja dan berpenghasilan, jelas Bupati.

Mulai april waduk gondang mulai penuh, nantinya pasti banyak wisatawan yg ingin datang untuk melihat waduk baru dengan konsep wisata. Menurut statistik, di daerah sekitar waduk perekonomian berputar dengan baik, ini karena banyaknya wisatawan yg berkunjung walau sekarang baru dari sisi kulinernya.

Kedepannya bupati berharap, produk lokal karanganyar akan dimasukkan ke alfamart dan indomart di seluruh karanganyar, kalau tidak mau menerima maka ijinnya akan ditutup. Ini sebagai wujud penghargaan bagi masyarakat, agar produknya dikenal orang. Dibantu dengan gebrakan dari pemerintah sebagai pemicu agar program ini bisa melejit jauh dengan baik.

Balai latihan kerja yang dimiliki kabupaten saat ini masih kurang profesional walau hampir tiap hari pasti ada pelatihan, ini ditahun 2020 akan di bantu Bappenas agar bisa lebih prifesional dengan SDC(sintem development center).

Contoh realnya sekarang stadion 45 direhab, pelataran yang nantinya jadi luas akan dijadikan pusat kuliner di karanganyar.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_0075

HUT SEKAR Ke 6, Wutuh Kukuh Bakuh

 

Karanganyar – 4 Desember 2019

Seniman Karanganyar(SEKAR) rayakan HUT yang ke 6 di padepokan kediaman Bopo Dalang Ki H. Manteb Sudarsono, Rabu(04/12/19). Sarasehan perayaan HUT ini dengan seluruh anggota SEKAR dari 17 Kecamatan juga dengan sesepuh SEKAR di Karanganyar.

Kang mas Mudo selaku ketua panita terangkan bahwa dengan adanya sarasehan di perayaan HUT ini semoga SEKAR menjadi paguyuban yang lebih baik kedepannya, semakin maju dan harapanya bisa melekat di hati masyarakat Karanganyar.

Ki H. Manteb Sudarsono selaku yang dituakan, bahkan menjadi sesepuh SEKAR sampaikan bahwa pendopo joglo yang dia miliki, diplokamirkan menjadi pendopo Joglo rakyat. Bebas digunakan siapapun dan gratis. Ki Manteb juga berpesan agar seniman itu pntar dalam membantu pemerintah dalam menanggulangi radikalisme.

Kata budaya dari kosakata budi dan daya memiliki arti yang cukup luas. Seperti halnya kata budi yang memiliki arti budi pekerti, sopan, santun, punya estetika dan etika. Sedangkan arti kata daya itu sendiri adalah doyo menurut bahasa jawa, yang mempunyai makna kekuatan atau semangat dalam melakukan kegiatan positif dan bermanfaat.

Dengan slogan Wutuh Kukuh dan Bakuh di HUT ke 6 SEKAR, Ki Manteb berpesan  agar para seniman bisa terus menjalin silaturahmi antar sesama seniman walau berbeda karakter seninya. “ Ini yang bisa menjadikan budaya semakin” tegasnya.

Seperti contohnya wayang yang sudah diakui dunia, diakui UNESCO. Ini berangkat dari Kabupaten Karanganyar, oleh karena itu pantas berbangga diri sebagai seniman khususnya di Karanganyar karena dunia sudah mengakui. Tahun 1992 Ki Manteb di kota Madrid Spain mendampingi Ir.Habibie yang pertama kalinya memperkenalkan wayang kepada dunia.

Sementara Anung Marwoko Wakil Ketua DPRD mewakili pimpinan anggota DPRD, Anung ucapkan selamat SEKAR merayakan HUT ke 6, Anung sendiri menyadari bahwa saat pemilu kemarin peran serta seniman dengan politik sangat erat kaitannya. Dampaknya sangat luar biasa sekali untuk kemajuan kabupaten.

Inspirasi seni itu makin menarik ketika dikaitkan dengan alam, kondisi disekitar. Bahkan mengurangi radikalisme itu bisa melalui seni dan budaya. Masih banyak daerah yang mempunyai aturan tidak mengijinkan ada pertunjukan seni ketika malam hari, disini peran pemerintah untuk mensosialisasikan seni ke masyaarakat.

Agam Bintoro Kabag Kesra yang dalam hal ini mewakili Sekda Karanganyar sampaikan ucapan mangayubagyo di perayaan HUT SEKAR ke 6 ini. Dalam milisi Bupati poin yg ke 5, yaitu meningkatkan kualitas iman dan budaya Karanganyar. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak mengabaikan keberadaan seni dan seniman di Karanganyar.

Secara institusi, seni dan budaya induknya ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ada anggaran 1M untuk seniman di Karanganyar, ini sebagai bukti bentuk kepedulian pemerintah untuk melestarikan kesenian, dan juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap seni dan seniman.

Sebentar lagi di area komplek gedung wanita, sedang dalam tahap pembangunan gedung theater. Ini bisa mewadahi bagi para seniman.

Acaranya santai yaitu sarasehan, harapannya acara bisa berjalan lancar, banyak masukan2 demi kemajuan SEKAR.(Ard/Tgr)

Read More