Category: Kesehatan & Olahraga

kom_1179

Karanganyar Menuju Kabupaten Ramah Lansia

Rohadi Widodo buka Seminar Sehari yang diadakan oleh KOMDA Lansia (Komisi Daerah Masa Lanjut Usia) Kabupaten Karanganyar, Rabu pagi (2/11) di Aula Gedung Panti Asuhan Aisyiyah Karanganyar. Seminar ini bertujuan untuk “Bagaimana menjaga kesehatan para lansia”, yang langsung dipaparkan oleh Dokter spesialis Geriatri yaitu dr. Fatihati. Seminar untuk kalangan Lansia ini diikuti sekitar 100 peserta, yang dihadiri oleh para pensiunan PNS, veteran, pengelola program Puskesmas di daerah Karanganyar.

Kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memberi sambutan sekaligus membuka Seminar Sehari, Rabu pagi (2/11), di Aula Gedung Panti Asuhan Aisyiyah Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, menyampaikan bahwa Komda Karanganyar harus membuat program tentang Lansia yang nantinya akan dianggarkan dalam anggaran daerah dan membuat Lansia di Kabupaten Karanganyar ini makmur dan hidup sehat.

“Bukti Pemkab Karanganyar peduli dengan Lansia selain membuat Perda Ramah Lansia, juga tiap SKPD dibuat jalur khusus untuk para Lansia dan anak-anak, contohnya seperti di RSUD Karanganyar dan Dispendukcapil,” ujar Rohadi Widodo dalam sambutannya.

Demikian Dishubkominfo (ad/ira/amal)

Read More
web

Peringati Hari CTPS, Gerakan Anak Sekolah Untuk Perilaku Bersih

TK Al Hidayah, Komplek Masjid Agung Karanganyar saat Cuci Tangan Pakai Sabun, Sabtu (15/10)

TK Al Hidayah, Komplek Masjid Agung Karanganyar saat Cuci Tangan Pakai Sabun, Sabtu (15/10)

Karanganyar, Senin (17/10/2016)

Untuk memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia, anak sekolah di Kabupaten Karanganyar digerakkan untuk perilaku bersih dengan membiasakan cuci tangan memakai sabun.

“Pada peringatan HCPS yang ke sembilan, tahun ini kami mengerakkan anak sekolah sebagai agen perubahan berilaku hidup bersih pada lingkungan keluarga,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Fatkhul Munir, Sabtu (16/10) saat jumpai di TK Al Hidayah, Komplek Masjid Agung Karanganyar.

Fatkhul Munir juga menjelaskan pada awalnya, pemicu ada gerakan CTPS Sedunia yang diperingati setiap15 Oktober ini, disebabkan anak balita penderita diare meninggal setiap harinya diseluruh dunia sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan.

“Jadi menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi menjadi penting agar tidak terkena diare,” katanya.

Selain itu, menurutnya di Sanitasi Total Berbasis Masyarkat (STBM) terdapat lima pilar  yakni, Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum di Rumah Tangga (PAM RT), Pengelolaan sampah rumah tangga, dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Di Kabupaten Karanganyar sudah berjalan baik, di sekolah-sekolah sudah ada yang menyediakan tempat cuci tangan, untuk membiasakan hidup bersih sejak dini,” katanya.

Tak hanya itu saja, dia juga mengatakan di Kecamatan Jatipuro juga ada warga desa yang didepan rumah masing-masing menyediakan wastafel, dengan disediakan sabun.

“Itu patut dicontoh, karena ada kesadaran Perilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS) warga setempat cukup baik,” katanya. pd

Read More
dsc_0237

BABS Masih Tinggi, Dinkes Galakkan Jambanisasi

Dishubkominfo

Sambutan Sekda Kab. Karanganyar dalam acara Percepatan Stop Buang Air Sembarangan, Rabu (12/10/2016) di Podang I Kantor Setda Karanganyar.

Rakor STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), target menyeluruh dari Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar yaitu semua rumah tangga mempunyai akses sanitasi dasar secara nasional dan harus dapat diwujudkan pada tahun 2019, Rabu (12/10/2016) di Ruang Podang I Kantor Setda Kab. Karanganyar.

“Berdasarkan Memorandum Program Sanitasi (MPS) Kab. Karanganyar akses sanitasi unutk semua rumah tangga ditarget dapat diwujudkan pada tahun 2017 secara bertahap,” hal tersebut dipaparkan langsung oleh Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar Fatkul Munir, SKm, M.Kes.

Berdasarkan hasil monitoring Dinkes Kab. Karanganyar, masih ada 2,94 % atau sebesar 7.562 KK yang masih membuang tinjanya di tempat terbuka (BABS). Sehingga perlu disosialisasikan pentingnya merubah pola perilaku masyarakat menjadi pola hidup bersih, sehat dan pembangunan jambanisasi.

Akses rumah tangga terhadap jamban sehat sebanyak 97,06% atau 254.332 KK. Dan menduduki urutan ke 4 (empat) teratas dari 35 kab/kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Desa yang sudah SBS/ODF terverifikasi sebanyak 45 desa (23,2%), kecamatan  yang sudah SBS/ODF sebanyak 3 kecamatan (17,6%). Sedangkan rumah yang belum ada jamban sehat sebanyak 19.536 rumah tangga, yang terdiri dari keluarga tidak mampu 10.396 KK dan ada 9.140 KK dari keluarga mampu.

Sementara itu Sekertaris Derah Kab. Karanganyar, Samsi,“Pentingnya menyosialisasikan pola hidup sehat dan harus adanya  kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menumbuhkan pengetahuan tentang dampak atau bahaya dari buang air besar sembarangan,” yang dipaparkan pada saat sambutan Laporan Rakor STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) ujarnya.

Sedangkan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, I Dewa Made,  meminta tiap daerah mendukung pembangunan jambanisasi untuk percepatan pencapaian SBS dan program jambanisasi khususnya di Jawa Tengah.

Pada kegiatan tersebut dilaporkan perkembangan pencapaian target kecamatan di Kab. Karanganyar diantarany6a : 1. Kecamatan Jaten, KK BABS 234 KK, Rumah belum punya jamban 766 rumah; 2. Kecamatan Colomadu, KK BABS 106 KK, rumah belum punya jamban 280 rumah; 3. Kecamatan Mojogedang, KK BABS 168 KK, rumah belum punya jamban 1.359 rumah; 4. Kecamatan Kerjo, KK BABS 266 KK, rumah belum punya jamban 588 rumah; 5. Kecamatan Karanganyar, KK BABS 709 KK, rumah belum punya jamban 2.307 rumah; 6. Kecamatan Jumantono (taregt SBS kecamatan tahun 2015 namun belum tercapai), KK BABS 62 KK, rumah belum punya jamban 771 rumah; 7. Kecamatan Jenawi (target SBS kecamatan tahun 2015 namun belum tercapai), KK BABS 186 KK, rumah belum punya jamban 336 rumah; 8. Kecamatan Matesih (target SBS kecamatan tahun 2015 namun belum tercapai), KK BABS 295 KK, rumah belum punya jamban 834 rumah.

Dengan demikian sampai dengan bulan Oktober 2016 secara keseluruhan 8 (delapan) kecamatan yang ditargetkan mencapai SBS tahun 2016 KK yang masih BABS sebanyak 2.026 KK dan masih ada sekitar 7.241 rumah belum ada jamban sehat.

Demikian Dishubkominfo (ind/ir)

Read More
dsc_0096

KPA Karanganyar Ajak Warga Peduli HIV AIDS

kominfo

Wakil Bupati sekaligus Ketua KPA Karanganyar (tengah) bersama Sekretaris KPA, Djatmiko (kanan) dan kabid P2PL Dinkes Karanganyar (kiri), Fathkul Munir saat menyampaikan upaya pengendalian penyebaran virus HIV AIDS, Senin (26/9).

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar Meminta Peran Aktif Masyarakat Dalam Pengendalian HIV AIDS. Langkah ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran HIV AIDS di Kabupaten Karanganyar. Hal itu diungkapkan Ketua KPA Kab. Karanganyar sekaligus Wakil Bupati Rohadi Widodo pada Program Pencegahan HIV Melalui Tranmisi Seksual (PMTS), Senin (26/9/2016) di Ruang Pertemuan SFA Karanganyar.

“Semua kab/kota mengalami peningkatan HIV AIDS di masing masing wilayah. Berbagai upaya untuk penurunan HIV AIDS  kita lakukan, salah satunya setiap pasangan calon pengantin untuk cek kesehatan dan donor darah sebagai antisipasi terjangkitnya virus HIV AIDS,” kata Ketua KPA Karanganyar, Rohadi Widodo dihadapan para peserta Program PMTS yang diikuti SKPD, TNI, POLRI, LSM Pendampingan dan pihak terkait.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan beberapa wilayah yang terindikasi sebagai tempat penyebaran virus HIV AIDS di Kabupaten Karangayar. Wilayah tersebut meliputi Karangpandan, Dangkrong Tasikmadu, Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, dan  Jatiyoso.

“Empat (4) J menjadi wilayah yang rawan, karena banyak  komunitas  Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) ataupun waria dan ini sangat sensitif sekaligus penyebaran virus HIV AIDSnya cenderung lebih cepat . Ini harus menjadi perhatian khusus, karena tugas kita juga melindungi orang-orang yang sehat,”tandas Rohadi Widodo

Wabup menambahkan pihaknya hingga kini terus berupaya menekan penyebaran HIV AIDS di Kabupaten Karangayar.

“Harapan kami, 87 desa dari 177 desa/kalurahan yang terbentuk WP (Warga Peduli) HIV AIDS untuk bersama melakukan upaya pencegahan penyebaran HIV AIDS,”pesannya.

Dilaporkan data terakhir per Juni 2016 sebanyak 401 orang telah positif terjangkit HIV AIDS. Dan itupun yang terdata. Kemungkinan yang tidak terdata oleh kita bisa mencapai dua setengah kali jumlahnya.

”Seperti fenomena gunung es lebih dari itu, hanya yang tampak saja yang diketahui. Bahaya HIV AIDS ini luar biasa dibandingkan dengan narkoba. Tingkat mematikannya luar biasa dan berdampak buruk untuk kehidupannya,”tambah Rohadi Widodo.

Ia juga menghimbau kepada Kementerian Agama  (Kemenag) agar di Masjid-Masjid, Gereja dan tempat ibadah lainnya untuk menyampaikan materi tentang bahaya perzinaan. Yang mana perzinaan bukan hal yang tabu lagi. Secara kultur juga harus dibangun. Dengan demikian untuk menjadi perhatian semua pihak dalam berbagai upaya membatasi penyebaran  HIV AIDS.

Sementara itu dari Dinas Kesehatan Karanganyar, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Fathkul Munir mengatakan HIV AIDS pada saat ini epidemi terkonsentrasi. Ada tiga (3) tingkatan epidemi yakni tinggi, terkonsentrasi dan rendah.

“Di Jawa Tengah khususnya Karanganyar masuk tingkatan terkonsentrasi. Dan semoga kita tetap bisa pertahankan di konsentrasi,”harapnya.

Ditambahkannya, tujuan Pengendalian HIV AIDS dan Infeksi Menular Seks (IMS) dalam istilah Getting Three Zeroes yakni menurunkan jumlah kasus baru HIV, menurunkan angka kematian serta menurunkan stigma dan diskriminasi sehingga mampu menguatkan kualitas hidup ODHA.

Disamping itu ada program empat (4) pilar PMTS di Indonesia  meliputi perubahan perilaku beresiko, promosi dan distribusi kondom yang berkisanambungan, lingkungan yang kondusif dan layanan IMS dan HIV AIDS yang layak.

Sementara  untuk warga yang terindikasi mengidap virus HIV AIDS, RSUD Karanganyar telah menyediakan fasilitas berupa layanan konseling dan test sukarela (VCT). Identitas penderita HIV AIDS dijamin kerahasiaanya.

Demikian Dishubkominfo (adt/ind)

Read More
aku

45 Orang Ikuti Operasi Katarak Gratis

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi saat menyemangati peserta operasi katarak gratis, Minggu (25/09) di RSUD Kabupaten Karanganyar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi saat menyemangati peserta operasi katarak gratis, Minggu (25/09) di RSUD Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Minggu (25/09/2016)

Sebanyak 45 orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karanganyar mengikuti operasi katarak gratis, yang di selenggarakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Minggu (25/09) di RSUD Kabupaten Karanganyar.

Direktur RSUD Kabupaten Karanganyar, Mariyadi, mengatakan, operasi ini gratis kerjasama dengan (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia) Perdami Cabang Yogyakarta.

“Penderita katarak bisanya diatas usia 50 tahun, jika dibawah itu bisa disebabkan berbagai macam, seperti diabetes. Lensa mata mengalami kekeruhan,” kata Mariyadi.

Dia juga menjelaskan, tahapan untuk operasi dimulai dari Puskesmas setempat, disitu dipilah apakah menderita penyakit mata katarak atau tidak. Kemudian, jika pasien menderita katarak, maka disarankan untuk operasi di RSUD Kabupaten Karanganyar.

“Disini masih di periksa ulang, apakah bisa di operasi. Bisa saja tensi darahnya naik, maka tidak bisa dilakukan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, saat membuka acara mengatakan, penyelenggaraan ini sebagai salah satu kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bagi warga.

“Ini sebagai program kepedulian kepada masyarakat, hari ini di fasilitasi pengobatan gratis. Kami juga mensarankan agar tidak takut, biasa saja, agar tensi darah tidak naik, dan bisa dioperasi,” katanya.

Pada operasi katarak ini, disediakan tujuh tempat tidur operasi, dan pelaksanaannya satu orang bisa sekitar 30 menit. pd

Read More
dsc_0018

Tekan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan

dsc_0018

Pembentukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Karanganyar disambut positif oleh Pemkab. Karanganyar. Kehadiran KPAID diharapkan dapat menekan kasus kekerasan pada anak di Kab. Karanganyar.

Pengukuhan Kepengurusan KPAID Karanganyar, dilakukan langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Selasa (20/9/2016) di Podang I Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan  terbentuknya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan dampak positif dalam pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Karanganyar. Pemerintah sendiri akan siap mendukung tiap tugas dari KPAID dalam dalam mendampingi anak dan perempuan. Bupati juga  berharap KPAI Kabupaten Karanganyar segera melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Harapan saya, komisi Perlindungan untuk membuat website yang bisa di akses untuk semuanya sehingga semua dapat berperan aktif dalam kegiatan perlindungan anak,”pesan Juliyatmono.

Ketua KPAID Karanganyar terpilih, dr. Hadiasri Widiyasari, mengatakan tujuan dibentuknya KPAID ini memperkuat lingkungan protektif guna melindungi anak dari segala bentuk penyalahgunaan, eksploitasi, penelantaran dan kekerasan. KPAI juga akan memberikan pelayanan untuk mencegah dan merespons semua permasalahan perlindungan anak secara terpadu.

“Kami siap melaksanakan tugas pokok dan fungsi KPAI. Semoga kehadiran KPAI ini mampu memberikan pendampingan dan menekan kasus keKerasan pada anak. Harapan kami, tidak terjadi kekerasan anak dan perempuan di Kab. Karanganyar ini,”tandasnya.

Demikian Dishubkominfo (ind/ch)

Read More
aku

Karanganyar Peringati Haornas Ke 33

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menerima penghargaan dari KONI Jawa Tengah, yang diserahkan Ketua KONI Kabupaten Karanganyar, Suprapto, Jumat (16/09) di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menerima penghargaan dari KONI Jawa Tengah, yang diserahkan Ketua KONI Kabupaten Karanganyar, Suprapto, Jumat (16/09) di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (16/09/2016)

Kabupaten Karanganyar memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 33, yang di pusatkan di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Jumat (16/09) pagi.

Tampak hadir Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Forkopimda Kabupaten Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Ketua KONI Kabupaten Karanganyar, para atlet  dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Karanganyar sedang membangun pusat olahraga yang berada di satu komplek GOR RM Said. Nantinya setelah selesai, akan dijadikan lokasi pertandingan Pekan Olahraga Daerah Kabupaten Karanganyar tahun 2016.

“Melalui Pekan Olahraga Daerah nanti akan terus mengelorakan semangat olahraga, sehat, produktif dan mengerakan sektor ekonomi,” katanya.

Dia juga meminta agar setiap hari Jumat, para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berolahraga, dan juga masyarakat untuk tidak merokok agar tubuh sehat bugar.

Pada peringatan itu juga diberikan penghargaan plakat kepada tokoh dan pengiat olahraga dari KONI Provinsi Jawa Tengah, seperti Bupati Karanganyar menjabat Ketua Cabang PBSI Kabupaten Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar menjabat Ketua Asosiasi Futsal, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, menjabat Ketua Cabang Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Karanganyar, Jatmiko sebagai Ketua KONI Kabupaten Karanganyar, periode 2008-2012, dan 2012-2016,

Hartono sebagai pengurus KONI Kabupaten Karanganyar, Suparmi menjabat Ketua Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Karanganyar. Tony Hatmoko menjabat Ketua Cabang Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kabupaten Karanganyar, Y Widodo sebagai Ketua Cabang  Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) Kabupaten Karanganyar, Sularso sebagai Ketua Cabang Persatuan Gulat Amatir Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Karanganyar periode 2011-2016, dan dr. Elisa S. Manueke (Atlet Paralayang).

Tak hanya itu saja, namun untuk memeriahkan peringatan juga dilakukan defile pasukan peserta upacara, peragaan binaraga, senam, dan atraksi BMX. pd

Read More
aku-2-copy-copy

Lomba PKK Jawa Tengah : Tiga Nominasi Diikuti Karanganyar

Karanganyar, Kamis (15/09/2016)

Tim Pengerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten pada tahun 2016 ini mengikuti lomba PKK tingkat Jawa Tengah. Bahkan masuk dalam tiga nominasi sekaligus, yakni Posyandu, Lingkungan Bersih Sehat (LBS) dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

Tim Penilaian Provinsi Jawa Tengah mendatangi tiga lokasi yang menjadi nominasi. Lomba Posyandu Ngudi Sehat di RW 24, Dukuh Gunungsari, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, lomba LBS di Desa Jati, Kecamatan Jaten, dan lomba PHBS di Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan.

Rombongan Tim Penilai diterima langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiah Juliyatmono dan beberapa kepala SKPD, Rabu (14/09) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan yang diikuti TP PKK Kabupaten Karanganyar sangat menarik, karena tiga nominasi masuk dalam lomba. Hal itu yang membuatnya sangat mengapresiasai dan mendatangi langsung ke  masing-masing lokasi.

“Ini sebagai indikator kolaborasi PKK, Pemkab dan DPRD. Karena PKK tidak bisa sendiri, namun harus di dukung dari berbagai pihak, karena sasaran kita adalah rumah tangga,” kata Siti Atikoh Ganjar Pranowo.

Dia mencontohkan di Posyandu diarahkan menjadi holistik integratif. Pola asuh anak muaranya ada di Posyandu, dan juga edukasi bagi ibu hamil dengan memberikan nutrisi.

“Pola asuh juga lewat bina keluarga balita bisa mengedukasi ibu, bina keluarga remaja membentuk ketahanan keluarga dan menangkal pengaruh negarif,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar mengatakan dimasing-masing nominasi mempunyai berbagai unggulan.

“Sudah ada desa siaga aktif, komitmen masyarakat untuk tidak merokok di hari jumat, partisipasi masyarakat tinggi, ada gerakan pelestarian lingkungan oleh masyarakat,  gerakan budaya menabung, dan Pos Binaan Terpadu (Posbindu),” katanya.pd

Read More
aku

Bupati Karanganyar Lepas Atlet PON

Bupati Karanganyar, Juliyatmono melepas atlet dari Kabupaten Karanganyar yang memperkuat Kontingen Provinsi Jawa Tengah, untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat, Sabtu (10/09), di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono melepas atlet dari Kabupaten Karanganyar yang memperkuat Kontingen Provinsi Jawa Tengah, untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat, Sabtu (10/09), di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Karanganyar, Senin (12/09/2016)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono melepas atlet dari Kabupaten Karanganyar yang memperkuat Kontingen Provinsi Jawa Tengah, untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat, Sabtu (10/09), di  Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Tahun ini, atlet yang ber KTP Kabupaten Karanganyar sebanyak 18 orang yang memperkuat Kontingen Jawa Tengah dan juga terdapat delapan pelatih.

Sedangkan cabang olahraga yang diikuti terdiri satu atlet dari Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia, satu atlet berkuda, satu atlet biliar, satu atlet bulutangkis, enam dari cricket, satu dari gantole, dua dari panahan, satu dari panjat tebing, dua dari paralayang, dua dari terbang layang.

Bupati Juliyatmono pada acara tersebut mengharapkan atlet dari Kabupaten Karanganyar bisa memberikan prestasi yang terbaik, misalkan saja mendapatkan medali emas.

Namun, dia juga mengatakan, setelah mendapatkan prestasi itu, diharapkan ada perhatian Pemerintah untuk masa depannya.

“Saat perayaan pemenang itu hanya sesaat. Yang penting juga ada perhatian kepada atlet,” katanya.

Selain itu menurutnya, olahraga mempunyai daya tarik dan mempunyai nilai-nilai untuk menghibur masyarakat.pd

Read More
kom_8232

Pemkab Berikan Perhatian Khusus Terhadap Lansia dan Anak Yatim

kominfo

Diah Rahmawati dari Kemensos RI saat berkunjung di Kab. Karanganyar terkait dengan perhatian Pemerintah Daerah terhadap Lansia, Jum’at (9/9).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Wakil Bupati, Rohadi Widodo didampingi Kepala Kementerian Agama Karanganyar, Kepala Dinsosnakertrans Karanganyar dan SKPD terkait menerima Tim Penyelenggara Penerimaan Penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang diketuai oleh Diah Rahmawati terkait dengan Perhatian Kepala Daerah terhadap Para Lanjut Usia (Lansia) di daerahnya masing-masing, Jum’at (9/9/2016) di Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Saya bersama Wakil Bupati, selaku Pemerintah Kab. Karanganyar berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada sejumlah Lansia dan anak yatim di wilayah Karanganyar,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut disampaikan pengalokasian anggaran untuk lansia di atas usia 70 tahun dan anak yatim dibawah 12 tahun. Mulai tahun 2014 sampai 2016, total jumlah lansia keseluruhan di wilayah Karanganyar sebanyak 13.837 orang dengan anggaran sebesar 3,4 miliar rupiah, masing-masing lansia mendapat bantuan 250.000 rupiah.

“Tiap tahun kami berikan penghargaan kepada lansia sebagai bentuk perhatian Pemerintah. Berbagai kegiatan lansia dilakukan secara rutin seperti Senam Sehat, SSI, Jalan Sehat, Posyandu Lansia, Pesantren Lansia, Pengajian. Harapan saya Pemerintah bersama Lansia dapat bersinergi khususnya ikut memberikan pengalamannya karena sudah banyak melalui masa ibarat sudah banyak makan garam kehidupan untuk perubahan yang lebih baik,” harap Juliyatmono.

Sementara itu, Wakil Bupati, Rohadi Widodo sekaligus Ketua Komda Lansia mengatakan Komda Lansia sebagai wadah koordinasi antara Pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia yang bersifat non struktural dan independen.

“ Kami beri perhatian bersama masyarakat yang ada posyandu lansia, kita bantu alat kesehatan secara sederhana dengan tujuan agar para lansia dengan mudah menggunakannya dengan mandiri seperti alat tensi, timbangan, stateskop,” terangnya.

Diah Rahmawati, Ketua Tim Penyelenggara Penerimaan Penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengatakan UU no. 13 Tahun 2009, tidak hanya Kepala Daerah yang bersinergi dengan Lansia melainkan masyarakat juga turut andil.

“Saya berharap Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu yang bisa ikut lomba Lansia mewakili Jawa Tengah. Program ini dapat tercapai jika ada kerjasama yang baik oleh semua pihak baik dari segi kekuatan kearifan lokal, kekuatan sumber daya dan kekuatan hukum. Memang diperlukan jiwa dermawan dan motivasi,” pesannya.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind).  

 

 

Read More