Category: Kesehatan & Olahraga

KOM_7932

Tekan AKI AKB, RSUD Karanganyar Siapkan PONEK dan PUG

kominfo

dr. Hadiasri Widyasari sekaligus istri dari Wakil Bupati Karanganyar (posisi tengah – jilbab hijau), saat cek lokasi PONEK dan POG di IGD RSUD Karanganyar, Selasa Siang (6/9)

Guna meningkatkan pelayanan perlindungan perempuan dan anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar fasilitasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Kompherensif (PONEK) dan Pengarusutamaan Gender (PUG).

Direktur RSUD Karanganyar, dr. G. Maryadi mengatakan RSUD Karanganyar sebagai Rumah Sakit berperan dalam lini kedua sebagai pusat rujukan bagi masyarakat. Peran besar harus dimainkan oleh Rumah Sakit dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka Kematian Bayi (AKB) terutama di Kab. Karanganyar. Karena keterlambatan dalam “3 T” adalah keterlambatan dalam memberikan pelayanan, keterlambatan mengambil keputusan dan keterlambatan merujuk.

“Harus ada komitmen bersama untuk perlindungan perempuan dan anak, Dan program ini masuk salah satu program Kementerian Kesehatan yakni penurunan angka kematian ibu dan bayi, karena di Jawa Tengah sendiri, nilai AKI AKB masih tinggi khususnya di Kab. Brebes. Untuk itu harus ada koordinasi dengan puskesmas-puskesmas, bidan-bidan di daerah maupun bidan-bidan di Rumah Sakit yang sudah ada program PONEK,”terang dr. G. Mariyadi saat Revitalisasi Ponek dan PUG di Aula RSUD Karanganyar, Selasa (06/9/2016).

Ia juga menambahkan, usaha meningkatkan layanan terhadap maternal dan nonatal melalui upaya revitalisasi PONEK, dimana saat ini layanan PONEK telah terintegrasi, menyatu dan terpadu dalam layanan Instalasi Gawat Darurat, sehingga kecepatan dan ketepatan akses layanan dapat dioptimalkan, dengan tujuan dapat menekan kematian ibu dan anak serendah-rendahnya.

“Selain program PONEK, kami juga berupaya memberikan layanan secara terpadu dalam menangani korban kekerasan terhadap perempuan dan anak baik kekerasan fisik maupun kekerasan seksual dengan membuka shelter khusus, sehingga privasi terjamin, pasien lebih nyaman dalam penanganannya. Diperlukan kerjasama yang baik dengan pihak terkait, dalam hal penanganan non medis dan pendampingan korban, sehingga diharapkan peran dari Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan” harapnya di hadapan peserta revitaslisasi PONEK dan PUG yang dihadiri Ketua KP2 A Karanganyar, Pejabat Struktural RSUD Karanganyar, Ketua DWP RSUD, Dinas Kesehatan, Kepala BP3 AKB, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator.

Sementara itu Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KP2A) Karanganyar, dr. Hadiasri Widyasari sekaligus istri dari Wakil Bupati Karanganyar, mengapresiasi dan menyambut baik program PONEK dan PUG di RSUD Karanganyar dengan harapan benar-benar dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“RSUD Karanganyar sudah melangkah lebih jauh kedepan, menguatkan kita untuk berkomitmen bersama agar program PONEK ini terus dapat dilaksanakan dengan tujuan menurunkan AKI AKB, sesuai program Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yakni Jateng Gayeng Nginjen Wong Meteng untuk mendata sekaligus monitoring/memantau kondisi ibu pada masa kehamilan sampai melahirkan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Hadiasri menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap angka kekerasan perempuan dan anak yang terjadi, utamanya di wilayah Kab. Karanganyar.

“Maraknya pembuangan bayi baru lahir di wilayah Karanganyar, menjadikan perhatian dan kewajiban kita untuk bersinergi dalam menekan angka kematian bayi,”pesannya.

Berharap dengan adanya shelter kekerasan pada anak dan call center yang langsung dapat dihubungi dengan cepat, dapat membantu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.

“Shelter ASOKA yang berarti kesucian ini, setidaknya dapat menjadikan RSUD lebih membuka diri untuk merubah image kepada masyarakat sehingga timbul kepercayaan. Harapan saya, shelter ASOKA ini semoga saja tidak dapat dimanfaatkan, dalam artian jangan sampai ada korban kekerasan khususnya di wilayah Karanganyar,”harap Hadiasri Widyasari saat memberikan motivasinya. Demikian Dishubkominfo (ad/ind)

 

 

 

Read More
DSC_6744 – Copy

Bangun Pusat Olahraga Dengan Dana Rp. 4,5 Miliar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat olahraga  Kamis (18/08) pagi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat olahraga Kamis (18/08) pagi.

Karanganyar, Kamis (18/08/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tahun 2016 ini membangun pusat olahraga dengan dana Rp. 4,5 miliar. Lokasinya pun termasuk strategis berada di komplek GOR Raden Mas Said, Kampung Tegalasri, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Dilokasi tersebut, dibangun pusat olaraga lapangan terbuka meliputi lapangan tenis, lapangan volly, lapangan futsal, lapangan basket, lintasan jogging, dan lapangan sepakbola dengan dilengkapi tribun penonton.

“Nilai kontrak mencapai Rp. 4,5 miliar dengan jangka waktu selama 150 hari kalender. Atau dari 26 Juli 2016 hingga 27 Desember 2016,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Edy Sriyatno.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat olahraga tersebut, Kamis (18/08) pagi, dilokasi.

“Pengerjaan harus dipercepat. Akhir bulan November akan dipakai Pekan Olahraga Daerah Kabupaten Karanganyar tahun 2016. Menandai menggerakkan potensi olah raga daerah,” kata Bupati Karanganyar.

Juliyatmono juga meminta agar pemenang lelang untuk menambah tenaga kerja apalagi pengerjaan tidak ada teknis yang sulit. Namun juga memperhatikan tepat mutu kualitas.

Pada kesempatan tersebut, dia menjelaskan, semua fasilitas olaharaga ini sudah terpenuhi di komplek GOR RM Said. “Masyarakat dapat menggunakan fasilitas ini, apalagi lapangan terbuka dan bisa dilihat darimanapun,” katanya.pd

Read More
DSC_0220

Ikut Meriahkan HUT RI ke-71, Eksibisi Volly Wartawan VS Forkompinda Karanganyar

DSC_0220

Eksibisi Bola Volly, Forkompinda Karanganyar Vs Wartawan Karanganyar, Kamis Pagi (11/8)

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke-71, Pemerintah Kab. Karanganyar menggelar berbagai kegiatan lomba, diantaranya lomba volly antar SKPD, lomba tenis meja, lomba kebersihan kantor (K3).

Kamis pagi (11/8/2016) digelar eksibisi volly wartawan vs forkompinda yang dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Pada lomba volly tersebut wartawan menang atas Forkompinda 2 set langsung dengan skor 25-12 dan 25-17, di Lapangan Volly Kantor Setda Kab. Karanganyar.

Bupati Juliyatmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam pertandingan volly antar SKPD ini bertujuan untuk menyemarakan nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu kita nikmati lomba volly ini dengan suasana kekeluargaan, kegembiraan dan semangat cinta tanah air. Maka dari itu semangat kita ini akan menjadikan juara-juara bagi diri kita sendiri,” tuturnya dihadapan para peserta lomba yang diikuti SKPD dan rekan Pers dilingkup Karanganyar. Demikian DISHUBKOMINFO (rk/ch)

Read More
AKU

Peserta Jamkesda di Karanganyar Diintegrasikan Ke JKN

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan secara simbolis kartu JKN kepada para penerima, Selasa (02/08).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan secara simbolis kartu JKN kepada para penerima, Selasa (02/08).

Karanganyar, Rabu (03/08/2016)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar tahun 2016 ini mengintegrasikan peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan sebanyak 5.500 peserta Jamkesda diintegrasikan ke program JKN, sebagai tindak lanjut instruksi dari Pemerintah Pusat. Dengan demikian pelayanan kesehatan semakin mudah karena pengelolaanya menjadi satu dengan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

“Nantinya juga bisa digunakan di pelayanan kesehatan di luar Kabupaten Karanganyar, namun tahapannya berjenjang, dan rawat inap kelas di 3,” kata Cucuk Heru Kusumo, Selasa (02/08) di Aula Kecamatan Karangpandan.

Cucuk juga menjelaskan Pemkab Karanganyar akan mengupayakan agar seluruh peserta Jamkesda yang di integrasikan ke JKN secara bertahap, namun tentunya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

”Di Karanganyar yang sudah diintegrasikan sejumlah 10 ribu oleh Kabupaten, sedangkan oleh Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3.242 peserta,” katanya.

Ditambahkan olehnya, penerima Jamkesda adalah yang benar-benar membutuhkan. Terutama masyarakat miskin. Untuk validasi, peserta Jamkesda yang diprioritaskan didata oleh Dinas Sosial. Selanjutnya, data tersebut divalidasi kembali oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Sehingga peserta penerima diharapkan tepat sasaran

”Sekarang penyerahan by name by adreas, penerima langsung kami undang agar tepat sasaran,” jelasnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan menyerahkan langsung secara simbolis kepada peserta di Kecamatan Karangpandan, sedangkan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyerahkan di Kecamatan Ngargoyoso, Selasa (02/08).

“Bagi yang sudah menerima, kartunya jangan sampai hilang dan jangan dipinjamkan kepada orang lain. Itu tidak boleh. Walaupun sudah menerima, namun jangan sampai sakit. Upayakan tetap sehat,” kata Bupati Juliyatmono berpesan kepada peserta.pd

Read More
DSC_0143

Ajang Kejuaraan Internasional Para Table Tennis 2016, Karanganyar Menjadi Pertama di Indonesia


Karanganyar, Kamis (21/07/2016)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kanan) saat sedang bermain tenis meja dengan salah satu pemain penyandang difabel, Kamis (21/07/2016).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kanan) saat sedang bermain tenis meja dengan ibrahim salah satu atlet difabel dari mesir, Kamis (21/07/2016).

Pertandingan tenis meja difabel tingkat internasional, Kamis (21/07) di Gor Raden Mas Said, Karanganyar. Dalam kejuaraan tersebut diikuti 148 atlet tenis meja dari 11 negara diantaranya: Indonesia, Kuwait, Jerman, Singapura, Thailand, Jepang, Malaysia, Iran, Taiwan, Korea Selatan dan Mesir.

Pertandingan tenis meja tersebut berlangsung selama 18 Juli sampai dengan 25 Juli 2016. Kejuaraan ini disambut antusias baik dari para peserta pertandingan serta Pemerintah Kabupaten Karanganyar karena Indonesia menjadi tuan rumah dalam kejuaraan tersebut untuk pertama kali dan Karanganyar dipilih menjadi tempat bertandingnya tenis meja tersebut.

Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM merasa bangga karena Karanganyar menjadi tuan rumah untuk ajang bergengsi ini. Beliau juga berharap agar nantinya ada kejuaraan-kejuaraan lainnya di Karanganyar dan membawa nama Kabupaten Karanganyar hingga kancah internasional. Bupati Karanganyar juga menambahkan bahwa para peserta difabel kejuaraan tenis meja sangat disambut dengan senang hati oleh masyarakat.

DSC_0106

Peserta atlet dari Taiwan, Iran dan Thailand saat mendengarkan sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula sambutan dari perwakilan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, dr. Bayu Rahadian, Sp. Kj bahwa diadakannya kejuaraan tenis meja tingkat internasional tersebut sangat membanggakan terutama bagi Indonesia.

Selain menjadi tuan rumah dari kejuaraan tersebut Menpora juga berharap bahwa semua peserta difabel dalam kejuaraan tenis meja tingkat internasional itu nantinya dapat bermain secara sportif dan penuh semangat.

Sementara itu Ketua NPC Indonesia, Shandy Malibun mengatakan bahwa Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah kejuaraan tenis meja difabel internasional dan banyak atlet dari negara lain yang antusias mengikuti ajang bergengsi ini untuk persiapan Asian Games tahun ini.

“Hanya ada dua negara yang mengundurkan diri. Yang jelas banyak negara yang datang ke Karanganyar untuk mengikuti kejuaraan. Ini terbukti sebagai bentuk apresiasi mereka terhadap Indonesia,” kata Shandy disela-sela wawancara.

Demikian Dishubkominfo (ind/rk/adt)  

Read More
DSC_9631

Sidak Daging, Tak Temukan Daging Tidak Layak Konsumsi

Petugas (tengah) saat memeriksa kandungan air di dalam daging ayam, saat sidak di pasar Palur, Kecamatan Jaten (22/06)

Petugas (tengah) saat memeriksa kandungan air di dalam daging ayam, saat sidak di pasar Palur, Kecamatan Jaten (22/06)

Karanganyar, Kamis (23/06/2016)

Tim inspeksi mendadak (Sidak) gabungan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi (Disnakkeswan) Jawa Tengah dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, tidak menemukan daging yang tidak layak konsumsi, Rabu (22/06).

Sidak gabungan itu menyisir tempat jualan pedagang daging sapi, ayam dan ikan di Pasar Palur, Kecamatan Jaten. Satu per satu, lapak jualan didatangi petugas untuk diperiksa kandungan pH di dalam daging dengan mengunakan alat.

Staf Bidang Keswan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Fathurrahman, mengatakan petugas masih menoleransi kualitas daging meski kandungan airnya berlebih.

“Hasilnya tadi daging masih layak dikonsumsi, karena kandungan pH air di bawah 6. Namun tadi ada sedikit pedagang yang menjual di batas  6. Normalnya pH 5,4 sampai 5,8 ,” kata Fathurrahman, seusai sidak.

Biasanya ayam, lanjutnya, dicelup ke dalam air kemudian disajikan, ketika sudah kering, ayam kembali di celup agar terlihat segar dan cerah. Jika sering dicelup dalam dua sampai tiga hari daging menjadi menghitam.

“Hal itu tidak boleh, karena justru menabah bobot daging. Justru daging kering dapat awet tahan lama,” katanya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kasi Pengujian Bahan Asal Hewan Balai Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkeswan Jawa Tengah, Haryono, meminta agar para pedagang menjaga kebersihan diri dan tempat jualan.

“Kantung plastiknya sebaiknya yang bening. Jangan berwarna hitam karena bisa mengontaminasi daging. Jerohan dengan daging jangan dicampur. Dikhawatirkan, air tirisan jerohan yang penuh bakteri itu masuk ke daging,” katanya.

Selain itu, Haryono, meminta para pedagang untuk sering menganti celemek agar terlihat bersih, dan jangan untuk dipakai lap tangan. Dia meminta juga untuk menyediakan sendiri  kondisi lap bersih, dan air cuci tangan.pd

Read More
DSC_9490

Razia Gabungan Kembali Temukan Roti Berjamur

Petugas dari Satpol PP Kabupaten Karanganyar, memeriksa tanggal kadaluwarsa makanan di swalayan, Senin (20/06).

Petugas dari Satpol PP Kabupaten Karanganyar, memeriksa tanggal kadaluwarsa makanan di swalayan, Senin (20/06).

Karanganyar, Selasa (21/06/2016)

Inspeksi mendadak (sidak) oleh Tim Gabungan menemunkan makanan dan minuman yang sudah kadaluwarsa, dan bahkan berjamur di beberapa swalayan di Kabupaten Karanganyar.

Tim Gabungan dari personel Satreskrim Polres Karanganyar, Satpol PP, Disperindagkop UMKM dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) memeriksa tanggal kedaluwarsa dan keutuhan kemasan.

Dari hasil penyisiran, ditemukan roti basah yang kondisinya sudah berjamur. Selain itu juga ditemukan beberapa produk kemasan yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.

Makanan dan minuman tak layak konsumsi itu kemudian diambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindagkop dan UMKM, Wiji Suparmanto mengatakan, konsumen harus lebih cermat saat membeli, produk makanan atau minuman dalam kemasan tidak ada kejelasan kapan diproduksi dan kapan kedaluwarsanya

“Yang dirugikan adalah konsumen, karena produk makanan atau minuman itu sudah tidak layak konsumsi,” katanya, disela sidak.

Ditempat yang sama, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Rohmat Ashari, mengatakan, peredaran makanan dan minuman tak layak konsumsi harus diantisipasi, karena tingkat konsumsi masyarakat menjelang Lebaran cenderung naik.

“Razia ini dalam rangka penegakan UU Perlindungan Konsumen, agar masyarakat tidak dirugikan,” tuturnya.pd

Read More
DSC_9029 copy

Tim Sidak Mamin Temukan Roti Berjamur

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/06)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/06)

Karanganyar, Rabu (15/06/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar. Bahkan tim menemukan roti yang sudah berjamur di salah satu kios di Pasar Palur, Rabu (15/06) pagi.

Selain itu, tim juga menemukan makanan dan minuman (Mamin) kadaluwarsa, tanpa label,  juga kemasan yang sudah rusak.

Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Rita Sari Dewi, di sela sidak mengatakan, petugas menemukan semua jenis makanan tak layak jual di beberapa kios penjual makanan dan minuman.

“Temuan kami, mulai dari produk mendekati tanggal kedaluwarsa, sudah kedaluwarsa, tanpa pencantuman tanggal kedaluwarsa hingga kue kering rekondisi. Kepada penjual, kami ingatkan supaya tidak menjualnya ke pembeli dan segera mengembalikan ke distributor,” kata Rita.

Di juga berharap agar pembeli untuk pintar dan teliti untuk memilih. Patut diwaspadai produk tanpa label dan tanggal kedaluwarsa.

“Tadi ada roti berjamur tetap dijual. Kemudian makanan kering memasuki ED (expired date). Kemasan sudah rusak,” katanya.

Selain mengawasi peredaran makanan kemasan, tim juga menguji kandungan zat kimia berbahaya pada makanan olahan seperti cendol, karak, janggelang, kue kering dan mi basah.

Usai di Pasar Palur, sidak berlanjut ke dua toko modern di wilayah Kecamatan Jaten. Disana, tim mendapati permen kedaluwarsa dan kemasan rusak dijual bebas.pd

Read More
DSC_7369 – Copy

RSUD Karanganyar Bangun Gedung Rawat Inap Tiga Lantai

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap RSUD Karanganyar, Jumat (03/06)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap RSUD Karanganyar, Jumat (03/06) pagi.

Karanganyar, Jumat 03/06/2016)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar memulai membangun gedung baru untuk rawat inap tiga lantai, Jumat (03/06).

Proyek pembangunan rawat inap itu dimenangkan oleh PT Adhi Karya dengan nilai kontrak Rp. 70,9 miliar, untuk membangun gedung I, II, dan III, dengan target selesai akhir tahun 2016 ini. Sedangkan nilai pagu paket sebesar Rp. 78 miliar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo berkesempatan meletakan batu pertama pembangunan tersebut.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Karanganyar, Maryadi, mengatakan tiga gedung baru itu digunakan untuk menambah daya tampung kamar rawat inap.

“Diperkirakan bisa menampung 320 tempat tidur. Bahkan gedung ini nantinya ada kelas VVIP dan VIP, gedung A dan b,” kata Maryadi.

Dikatakan olehnya, selama ini RSUD Karanganyar mempunyai 250 tempat tidur untuk rawat inap. Sedangkan untuk Unit Gawat Darurat (UGD) masih kekurangan.

“Di UGD hari tertentu bisa mencapai 60 pasien. Karena prinsipnya tidak boleh menolak pasien. Kedepan kita ingin fungsi UGD benar-benar digunakan, tidak buat rawat inap,” katanya.

Dia lebih lanjut menjelaskan, dokter dan peralatan yang dimiliki rumah sakit yang dimiliki Pemkab Karanganyar itu sudah dirasa cukup baik.pd

Read More
DSC_0008

Target 2017, Karanganyar Bebas BABS

kominfo

Pentingnya perilaku hidup sehat : Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya pada STBM, Kamis (02/06).

Karanganyar, Kamis 02 Juni 2016

Target menyeluruh (Universal Acces) semua rumah tangga mempunyai akses sanitasi dasar secara Nasional harus dapat diwujudkan pada tahun 2019. Berdasarkan Memorandum Program Sanitasi (MPS) Kab. Karanganyar akses sanitasi untuk semua rumah tangga ditarget dapat diwujudkan pada tahun 2017.

kominfo

Advokasi STBM oleh Fathkul Munir selaku Kabid P2PL Dinas Kesehatan Karanganyar.

Fatkul Munir selaku Panitia penyelenggara Dinas Kesehatan Karanganyar dalam laporannya menyampaikan berdasarkan hasil monitoring akses sanitasi yang dihimpun untuk Dinas Kesehatan Karanganyar sampai dengan Tanggal 22 Mei 2016, akses rumah tangga terhadap jamban sehat sebanyak 96,07 atau 251.197 Kepala Keluarga (KK) dan menduduki urutan ke-6 (enam) teratas dari 35 Kab/Kota yang ada di Propinsi Jawa Tengah. Desa yang sudah SBS/ODF terverifikasi sebanyak 41 Desa (232 persen), Kecamatan yang sudah SBS/ODF sebanyak tiga (3) Kecamatan (17,6 persen).

“Masih ada 3,03 persen atau sebesar 10.305 KK yang masih membuang tinja di tempat terbuka (BABS). Sedangkan rumah yang belum ada jamban sehat sebanyak 25.515 rumah tangga yang terdiri dari keluarga tidak mampu 16.177 KK da nada 9.338 KK dari keluarga mampu,” terangnya.

Ia juga melaporkan bahwa hasil pemantauan Kepala Keluarga Stop BABS selama dua (2) tahun terakhir 2014-2015 terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 14.339 KK dan pada periode yang sama terjadi perubahan sarana fisik jamban sebanyak 5.798 jamban.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono menekankan pentingnya gerakan perilaku hidup sehat.

“Sebenarnya tidak perlu menunggu sampai 2017 untuk tidak BAB Sembarangan. Karena tidak bagus dari segi kesehatan maupun segi etika memang tidak etis. Justru gerakan perilakunya yang harus diperbaiki untuk mewujudkan perilaku hidup sehat,” tutur Bupati dihadapan Camat, Kepala Puskesmas, Pokja, Kades/Lurah se kab. Karanganyar pada kegiatan Advokasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Mewujudkan Karanganyar Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Tahun 2017 untuk menuju Universal Acces 2019 100 0 100, Kamis (02/6/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanagnyar.

Untuk dapat mewujudkan target Universal acces SBS/ODF ada dua (2) ranah/domain yang harus disinergiskan dan diintegrasikan secara proporsional yakni pertama, perilaku dimana masyarakat harus diintervensi melalui pemicuan agar tumbuh rasa butuh terhadap sanitasi layak sehingga tinjanya tidak akan dibuang di sembarang tempat serta tidak akan selalu tergantung dari bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan fisik jamban. Kedua, komponen fisik jamban yang sehat yang harus memenuhi standar sehingga dapat memproses tinja yang ditampung dan tidak akan mencemari media lingkungan dan serta tidak menjadi sumber penyebarab penyakit.

Adapun strategi baru pemerintah yang dirancang untuk mempercepat pencapaian universal acces bidang sanitasi melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan upaya-upaya yang perlu di optimalkan untuk mempercepat pencapaian universal acces, diantaranya: 1).Membentuk dan memperkuat regulasi Kelompok Kerja (Pokja) STBM mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa atau Kalurahan, 2). Program STBM akan berjalan sesuai yang diharapkan bila ada tiga komponen pendukung utama yaitu sanitasi/jamban layak,penyedia sarana, pendukung kelembagaan, 3). Menyiapkan dan melatih tenaga pemicu di setiap desa, kecamatan dan kabupaten dengan jumlah yang memadahi, 4). Melakukan monitoring secara berkala dengan laporan perkembangan pencapaian akses melalui website STBM (www.stbm-indonesia.org) dalam aplikasi SMARTSTBM di HP android, 5). Membuat aturan dari masyarakat untuk menjaga status SBS/ODF yang dikuatkan melalui Perdes, 6). Membuat pemetaan dan prioritas sasaran untuk mempercepat tujuan dengan mengoptimalkan dukungan dana dari APBN, APBD Provinsi dan APBD.

Acara diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan Kabupaten Karanganyar Bebas BAB Sembarangan Tahun 2017 yang dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar dan diikuti Camat, Kepala Desa, Lurah se Karanganyar.

Dishubkominfo Karanganyar (chy/ind)

Read More