Category: Ekonomi

IMG_2356

Peningkatan Produksi Gula Prioritas Pemerintah

KOMINFO

Bupati Karangnayar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus ucapat selamat datang kepada rombombongan Komisi IV DPRRI

Karanganyar, 8 Juni 2017

Produksi gula nasional terus mengalami penurunan tiap Tahunnya. Saat ini dari 8 Pabrik Gula (PG) milik PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) hanya tinggal 5 yang beroperasi. Hal ini menarik perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah – masalah yang melilit produksi tebu.

Dalam hal ini Komisi IV DPRRI mengadakan kunjungan ke Pabrik Gula Tasikmadu, Kamis (8/6). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetehaui lebih lanjut tentang problematika yang terjadi pada pengolahan gula. Pada acara ini revitalisasi pabrik merupakan pokok diskusi utama, sebagai cara untuk meningkatkan produksi gula.

Tampak hadir pada acara ini seluruh fraksi dari komisi IV DPRRI, Dirut PTPN IX, dan Dirjen Perkebunan. Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan langsung menyambut rombongan.

Dalam sambutannya Bupati mengharapkan agar PG. Tasikmadu tetap difungsikan dan ditingkatkan dalam kapasitas produksinya. Lahan di sekitar Pabrik masih mendukung untuk di jadikan perkebunan tebu. “Disekitar pabrik masih banyak lahan kosong tanah kas desa juga masih luas, lahan – lahan itu masih bisa menyuplai tebu bila di optimalkan,” tutur Juliyatmono dalam sambutannya. Selain itu Juliyatmono juga menegaskan bahwa pertanian di Karanganyar merupakan penyangga kebutuhan pangan di Jawa Tengah.

Sementara itu menurut Edhy Prabowo selaku Ketua Komisi IV DPPRI pabrik gula harus di optimalkan, karena pasar sudah jelas. Untuk kebutuhan gula nasional sendiri sekitar 5 juta ton lebih, sedangkan produksi gula nasional baru mencapai 2 juta ton. Maka dari itu perlu ada peningkatan produksi untuk menutup kekurangan itu. Program utama Pemerintah saat ini adalah swasembada pangan maka dari itu peningkatan produksi gula juga merupakan prioritas Pemerintah saat ini. Demikian DISKOMINFO(yoga/irsyad)

Read More
web

Survei Pasar : Pasokan Tercukupi dan Ditemukan Kandungan Zat Berbahaya

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berdialog dengan salah satu pedagang pasar Jungke.

Karanganyar, Rabu (31/05/2017)

Awal bulan puasa tahun 2017 ini, pasokan kebutuhan bahan pokok di pasar-pasar di Kabupaten Karanganyar masih tercukupi dan harga juga relatif stabil, namun ada yang sudah bergerak naik sedikit.

Dari hasil survey harga-harga kebutuhan di pasar Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memastikan pasokan sampai saat ini masih tercukupi, sehingga masyarakat tidak perlu kuatir.

“Tadi ditemukan harga daging masih relatif stabil di kisaran harga Rp. 110 ribu, juga wortel Rp. 12 ribu. Yang sedikit mengalami kenaikan yakni bawang putih semula Rp. 52 ribu menjadi Rp. 55 ribu,” kata Bupati Juliyatmono, Rabu (31/05) di Pasar Jungke.

Bupati juga mengatakan, Pemkab Karanganyar akan memantau terus ketersediaan pasokan-pasokan kebutuhan masyarakat. Stok pasokan bawang putih, wortel, telur dipantau, dan dijaga terus jangan sampai busuk.

Ditempat yang sama, Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, menemukan zat berbahaya di makanan. Setelah uji sampel makanan, kandungan pewarna tekstil positif di cendol, sedangkan di teri nasi positif mengandung formalin.

“Ini positif formalin, hasil uji pemeriksaan berwarna unggu sekali. Sedangkan di cendol yang buat mengaku mengunakan pewarna tekstil,” kata Kasi Kefarmasian, Anik Dwiyanti.

Terhadap pedagang, Anik, meminta untuk tidak menerima dari pemasok dan menjual ke pembeli. Karena berbahaya, kedua bahan tadi menyebabkan pencentus kanker, sifat tidak akut, terakumulasi dalam jaringan lemak jangka waktu lama.(pd)

Read More
KOM_6953

Ketua RT / RW Sebagai Ujung Tombak Pemerintahan

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono, Memberikan Bimbingan pada acara Pemberian Insentif RT dan RW

Karanganyar, 23 Mei 2017

Ketua RT / RW merupakan Birokrasi yang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu peran RT/RW sangant penting bagi pemerintahan. Karena perannya yang sangat penting dan vital Pemerintah memberikan penghargaan terhadap RT / RW dengan cara memberikan insentif kepada Ketua RT dan RW di Kabupaten Karanganyar.

Senin (22/5) Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan pembinaan sekaligus insentif kepada ketua RT dan RW di Kecamatan Karangpandan dan Matesih. Pemberian insentif ini bertujuan untuk memotifasi dan mensejahterakan para ujung tombak Pemerintahan itu.

Penyerahan insentif dilakukan di waktu dan tempat yang berbeda, Senin (22/05) siang kemarin di Terminal Wisata Mbangun Makutho Romo, Karangpandan diberikan kepada 233 Ketua RT dan RW se-Kecamatan Karangpandan dan sore di Balai Desa Dawung, diberikan kepada 450 Ketua RT dan RW se-Kecamatan Matesih. Nominal insentif yang diberikan sebesar 1,5 juta rupiah dipotong pajak penghasilan (PPh) 6% , sehingga masing-masing menerima insentif sebesar 1.410.000 rupiah.

KOMINFO

Bupati Karanganyar Memberikan Insentif kepada Ketua RT secara Simbolis

Dalam arahannya Bupati menghimbau kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, ciptakan rasa aman dan tetap dukung program – program pemerintah dalam membangun Karanganyar agar semua dapat bergerak dengan baik dan harmonis. Juliyatmono juga mengungkapkan bahwa dirinya ingin membangun Karanganyar dengan cepat namun hal itu memerlukan waktu dan perlu proses, jadi masyarakat harus bersabar agar bisa menikmati Karanganyar yang lebih baik nantinya. Sedangkan untuk masalah pendidikan yang saat ini sudah diambil alih Provinsi, Juliatmono menekankan akan tetap mengusahakan agar pendidikan tetap gratis.

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan juga keberhasilan pembangunan selama kepemimpinan Juliyatmono dan Rohadi Widodo oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Disampaikan bahwa Karanganyar sudah mendapatkan 3 kali opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK dan Predikat Kabupaten yang terbaik kedua tingkat nasional. Demikian DISKOMINFO(yoga)

Read More
KOM_7055

Kebijakan Pemerintah Terkait Program Subsidi Rasta

KOMINFO

Kepala BPS Karanganyar Memberikan Sosialisasi Tentang Data Statistik

Karanganyar, 23 Mei 2107

Pemerintah akan meberikan subsidi harga penjualan beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Hal ini dilakukan Pemerintah dalam rangka mengurangi beban pengeluaran MBR. Melalui program Pemerintah ini diharapkan dapat menanggulangi kemiskinan.

Untuk melaksanakan Program itu perangkat desa dan lurah se- Kabupaten Karanganyar diberikan pelatihan. Pelatihan ini berlangsung di aula BKK Tasikmadu, Selasa pagi (23/5). Pelatihan ini dilaksanakan agar Program Rasta dapat berjalan dengan benar sesuai prosedur terbaru.

Program Beras Sejahtera (Rasta) Kabupaten Karanganyar untuk Tahun 2017 adalah 56.802 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan untuk besaran Rasta yang di bagikan kepada MBR adalah 15 kg/bln dengan harga tebus sebesar Rp. 1.600,00. Program Rasta Tahun 2017 ini akan dilaksanakan secepatnya setelah data KPM siap. Sedangkan koordinasi penyaluran akan dilakukan oleh Kementrian Sosial melaui Dinas Sosial.

Sedangkan yang berhak menerima Rasta ini adalah keluarga dari RT dengan kondisi sosial ekonomi 25% terendah berdasarkan data terpadu Penanganan Fakir Miskin. Data tersebut didapat dari survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang di update setiap 3 tahun sekali. Demikian DISKOMINFO(yoga)

Read More
KOM_6851

Peran Vital Ketua RT/RW

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan insentif kepada Ketua RT/RW Kecamatan Tawangmangu didampingi Wakil Bupati (20/5)

Karanganyar, 21 Mei 2017

Sebagai wujud perhatian dan penghargaan terhadap peran vitalnya Pemerintah memberikan insentif kepada Ketua RT/RW di Kabupaten Karanganyar.

Sabtu malam (20/5) Bupati Karanganyar menyampaikan pembinaan sekaligus insentif bagi Ketua RT/RW se Kecamatan Tawangmangu bertempat di Balai Desa Karanglo, sedangkan untuk Kecamatan Karanganyar dilaksanakan pada Minggu malam (21/5) di Balai Kelurahan Bejen.

Sejumlah 347 Ketua RT dan 100 Ketua RW Kecamatan Tawangmangu hadir dan menerima pembinaan serta insentif masing-masing Rp.1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dipotong pajak penghasilan (PPh) 6%, sedangkan di  Kecamatan Karanganyar diberikan insentif bagi 500 Ketua RT dan 162 Ketua RW.

Dalam sambutannya Juliyatmono menghimbau karena peran Ketua RT/RW sangat vital maka Pemerintah mohon dukungannya supaya ikut menciptakan kerukunan di lingkungan masing-masing serta terus menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

“Ketua RT/RW mohon dukungannya supaya guyub, rukun, yang paling pokok saat ini Ssupaya Pancasila dikuati lagi sehingga negara Indonesia ini yang terdiri dari bermacam suku, etnik, agama terus dijaga. Penjaga yang paling depan itu adalah Ketua RT/RW,” kata Juliyatmono.

Kerja bakti, pertemuan rutin di tiap-tiap RT harus terus digalakkan karena ini merupakan wujud dan bagian dari kerukunan.

Pemerintah Kabupaten terus akan  berupaya supaya pembangunan merata, semua jalan bagus. Tahun ini program Kabupaten adalah “Karanganyar Maju dan Sejahtera”. Bertepatan dengan hari jadi yang 100 tahun, diharapkan semua rumah memiliki jamban dan layak huni. Pemerintah menyediakan anggaran 12 miliar untuk hal ini.

Yang menjadi cita-cita kita bersama adalah supaya Karanganyar bisa menjadi daerah tujuan pendidikan, daya tarik wisata dan lain-lain. Untuk itu pemerintah berupaya akan membangun Perguruan Tinggi yang besar di Karanganyar dan menggarap Ngargoyoso supaya menjadi daya tarik wisata kelas dunia.

Di samping itu disampaikan pula bahwa Selasa, 23 Mei 2017 Desa Karanglo akan maju dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah, sehingga mohon dukungannya supaya bisa menang dan maju tingkat Nasional.

Mengenai masalah pendidikan Juliyatmono tetap berkomitmen untuk tetap mengusahakan sekolah gratis bagi SD – SMA/SMK meskipun sekarang ini SMA/SMK menjadi kewenangan Provinsi. Sebagai wujud perhatian akan ada hadiah bagi anak-anak sekolah yang berprestasi. Yang mendapatkan nilai 100 pada Ujian Nasional untuk mata pelajaran Matematika SD akan diberi hadiah Rp.100.000, sedangkan yang bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri akan mendapatlkan bantuan Rp.2.500.000.

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan juga keberhasilan pembangunan selama kepemimpinan Juliyatmono dan Rohadi Widodo oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Disampaikan bahwa Karanganyar sudah mendapatkan 3 kali opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK dan Predikat Kabupaten yang terbaik kedua tingkat nasional.  Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
aksi sadar wisata (1)

Tumbuhkan Rasa Nyaman Wisatawan, Karanganyar Gelar Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona

kominfo

Sekda Karanganyar Samsi saat memberikan sambutan kegaiatan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona, Kamis Pagi (18/5)

Karanganyar, Kamis 18/5/2017

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan gerakan Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Sapta Tirta Pablengan, Matesih, Kamis Pagi (18/05). Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pelaku usaha wisata tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi X Laila Istiana Diana Savitri, Kepala Bidang Destinasi Wisata Kemenpar RI Roni Astuti, Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi dan OPD terkait serta Forkompinca Kecamatan Matesih.

Pemahaman yang kurang terhadap nilai manfaat pariwisata bagi masyarakat dan wilayah setempat ditengarai seringkali memunculkan iklim yang kurang kondusif. Hal ini mendorong Kemenpar RI untuk bersama-sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling bersinergi dalam mendorong keberhasilan pengembangan kepariwisataan di wilayahnya untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan domestik di tahun 2019.

Sementara itu Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi yang hadir mewakili Bupati Karanganyar menyambut baik acara ini. Kabupaten Karanganyar yang terkenal dengan sebutan BUMI INTANPARI (Industri, Pertanian dan Pariwisata) tahun 2017 ini tumbuh wisata-wisata lokal baru, konsentrasi wisata sekarang tidak hanya di wilayah Tawangmangu, tetapi sudah kedaerah sekitar seperti Ngargoyoso, Jenawi dan Jatiyoso. Kabupaten Karanganyar yang diberkahi alam yang luar biasa memiliki semua jenis wisata yang bisa ditawarkan kepada wisatawan, seperti wisata alam, wisata religi, wisata rekreasi maupun wisata ekstrim.

“Akses jalan kesemua lokasi wisata sudah ditata dan dilebarkan demi kenyaman wisatawan”, ujar Samsi

Ditambahkan lebih lanjut oleh Samsi, memperingati 100 tahun hari jadi Karanganyar pada bulan November, Pemkab Karanganyar akan menyelenggarakan offroad tingkat nasional. Untuk itu dimohon dukungan semua pihak untuk menyukseskan acara tersebut.

Sementara itu, Laila Istiana DPR RI Komisi X saat memberikan materi kepada pelaku wisata mengatakan destinasi wisata yang ada di Karanganyar bersih dan aman serta nyaman. Dengan kondisi tersebut, potensi wisata di Karanganyar akan menjadi destinasi wisatawan dari berbagai daerah. Kesiapan masyarakat lokal harus mampu menjadi daya tarik lebih dengan keramahtamahannya.

“Kunci sukses untuk mendongkrak kunjungan wisatawan yaitu dengan 3A (aksesbilitas, amenitas, dan atraksi). Potensi wisata yang nyaman adalah yang mampu mendatangkan kembali wisatawan dan wisatawan tersebut mengajak sanak sodara serta koleganya”, jelas Laila Istiana

Tahun 2017 ini Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan roadshow Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona ke 68 destinasi wisata di seluruh Indonesia dan Kabupaten Karanganyar merupakan salah satunya. Dalam aksi tersebut selain diisi dengan pemateri oleh nara sumber, juga diadakan kerja bakti untuk bersama-sama membersihkan tempat wisata Sapta Tirta Pablengan Matesih. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
KOM_6487

Perangkat Desa Baru Mendapat Peltihan

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan arahan pada acara Pelatihan Aparatur Desa, Rabu (17/5)

Karanganyar, 17 Mei 2017

Kaur perencanaan desa mendapat pelatihan dalam bidang manajemen Pemerintah Desa. Pelatihan ini diadakan di gedung serba guna Sondokoro Tasikmadu  Rabu(17/05). Pelatihan ini diadakan oleh Pemda (Pemerintah Daerah) melalui Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes).

Acara ini berlangsung dari Senin (15/5) sampai dengan Kamis (18/5). Pelatihan ini dibagi menjadi 2 gelombang. Pelatihan gelombang pertama sudah berlangsung 2 hari pada tgl 15 Mei  dan 16 Mei 2017. Sedangkan gelombang ke-2 diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2017 dan ditutup pada Kamis, 18 Mei 2017. Gelombang 2 diikuti Perangkat Desa dari 4 Kecamatan yang berjumlah 80 peserta. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Setda Kabupaten Karanganyar..

Sementara itu Bupati Karanganyar dalam arahannya menyampaikan agar perangkat desa dapat bergerak bersama masyarakat untuk maju bersama. Sebagai Perangkat desa harus menggagas sesuatu agar berkembang baik dan tidak bertentangan dengan Undang – undang. Juliyatmono juga menghimbau kepada seluruh perangkat desa untuk terus mencari ilmu, mencari pengalaman untuk mengembangkan desa, dan memajukan teknologi di desa. Pemkab Karanganyar akan selalu membantu dalam dana maupun dukungan. Desa harus inovatif dan cerdas karena program Pemerintah saat ini adalah membuat desa sebagai pusat perkembangan. Diharapkan seluruh aparat desa dapat mendukung program itu. Demikian DISKOMINFO(yoga)

Read More
KOM_6150

Tetap Jiwai PANCASILA

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berbaju putih) menyerahkan insentif kepada Ketua RT/RW se Kecamatan Mojogedang didampingi Asisten Pemerintahan (berbaju batik ungu) Selasa malam (9/5)

Karanganyar, 10 Mei 2017

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada saat menyampaikan sambutan pada acara pembinaan dan penyerahan insentif bagi Ketua RT/RW se wilayah Kecamatan Mojogedang Selasa malam (9/5) di Balai Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang. Ikut hadir pada acara tersebut Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Forkompinca serta Kepala Desa dan Bendahara Desa yang ada di wilayah Kecamatan Mojogedang.

Dalam sambutannya Juliyatmono menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar menghargai dan memperhatikan peran penting dan kerja keras Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Mojogedang dalam membantu jalannya pemerintahan di Kabupaten Karanganyar. Untuk itu pada malam tersebut Bupati Karanganyar menyerahkan insentif secara simbolis kepada Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Mojogedang. Pemberian insentif ini diharapkan akan menggairahkan Ketua RT/RW untuk melayani warganya dengan lebih baik. Sejumlah 467 Ketua RT dan 159 Ketua RW menerima insentif berupa uang sejumlah Rp. 1.500.000,- dipotong pajak penghasilan (PPh) 6 %.

Disampaikan pula oleh Bupati Karanganyar bahwa saat ini jalan-jalan di Kabupaten Karanganyar sudah bagus sehingga bisa menjadi daya pikat bagi orang luar Karanganyar untuk datang berkunjung ke Kabupaten Karanganyar. Tidak hanya untuk rekreasi karena memang pesona Kabupaten Karanganyar yang lain dari yang lain dibandingkan wilayah se Solo Raya tetapi juga untuk membeli produk-produk dari sini yang merupakan penghasil hasil bumi yaitu buah dan sayur yang bermutu.

Juliyatmono mengingatkan supaya kita semua, terutama Ketua RT/RW terus menjiwai Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Setiap sila dari Pancasila harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya supaya kehidupan kita semakin baik.

“Saya hanya titip, Ketua RT/RW supaya Pancasila kembali digiatkan karena dasar hidup kita di Indonesia ini adalah Pancasila. Setiap apa yang dilakukan agar menjiwai nilai-nilai Pancasila,” harap Juliyatmono.

“Semua hidup rukun, tidak perlu menilai orang lain. Biar Tuhan yang menilai kita masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut Juliyatmono mengharapkan supaya kerja bakti, gotong royong terus digiatkan agar  lingkungan bersih. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) supaya kita wujudkan bersama.

Sementara itu Plh. Camat Mojogedang, Murdatmo melaporkan bahwa capaian pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kecamatan Mojogedang adalah 98%, sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah terlaksana 30%.  Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
KOM_5672

Demi Tingkatkan Pelayanan Polres Karanganyar Berbenah

KOMINFO

Peletakan Batu Pertama Dalam Pembanguna Gedung Mako Polres Karanganyar oleh Kapolres dan Wakil Bupati Karanganyar

Karanganyar, 5 Mei 2017

Untuk meninggkatkan pelayanan kepada mayarakat Polres Karanganyar membangun gedung Mako (Markas Komando) baru. Pembangunan ini diawali dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres dan Wakil Bupati Karanganyar Jumat siang (5/5).

Gedung Mako ini dibangun di belakang bangunan lama yang saat ini masih berdiri. Rencananya semua bangunan lama yang ada di Polres akan di ganti dengan bangunan baru sesuai masterplan Polres.

Pembangunan dilaksanakan oleh PT. Bokama Reka Jaya, selaku kontraktor pembangunan. Pembangunan di mulai pada 3 Mei 2017 dan ditargetkan selesai dalam 5 bulan.

Untuk dana sendiri Polres mendapatkan dana hibah dari Pemkab ( Pemerintah Kabupaten) Karanganyar. Polres mendapatkan dana hibah sebesar 3 Milyar dengan rincian 2.7 Milyar untuk membangun gedung dan sisanya untuk mebeler.

Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar dalam sambutan mengaharapkan semoga dengan pembangunan gedung baru ini Polres Karanganyar dapat menciptakan keamanan dan ketentraman dalam masyarakat. Selain itu Rohadi juga menyampaikan bahwa dana hibah ini merupakan kerjasama Pemkab dan DPRD untuk peningkatan keamanan di Kabupaten Karanganyar.

Bersamaan dengan itu Kapolres Karanganyar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab karena telah bersinergi dengan cara memberikan dana hibah. “Semoga dengan pembangunan ini dapat mewujudkan Polri yang profesional, moderen, dan terpercaya,” ujarnya. (yoga)

Demikian DISKOMINFO  

Read More
KOMINFO

PELANTIKAN DPC APDESI MASA BAKTI 2017-2022

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memakaikan Jas Kepada Ketua APDESI Yang Baru

Karanganyar, 29 April 2017

Sejumlah 36 orang pengurus DPC APDESI (Dewan Perwakilan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) masa bakti 2017-2022 dilantik. Pelantikan ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar sabtu malam (29/4). Acara dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar.

APDESI adalah satu –  satunya wadah bagi Pemerintahan Desa. APDESI Nasional sendiri di bentuk pada tahun 2005. Sesuai instruksi Menteri pada tahun 2005 untuk dibentuk Asosiasi Pemerintah Provinsi yang beranggotakan Gubernur – gubernur, dan di Kabupaten dibentuk AKASI (Asosiasi Kabupaten Seluruh Indonesia) yang beraggotakan Bupati – bupati, sedangkan di desa dibentuk APDESI.

Menurut Haryanto selaku ketua panitia anggota – anggota APDESI adalah Kepala – kepala desa se-Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 162 orang. Fungsi Organisasi ini adalah untuk mengawal Undang – undang Desa. Selain itu dengan adanya APDESI diharapkan dapat mendorong berjalannya Permendes (Peraturan Mentri tentang Desa).

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Karanganyar Juliyatmono berpesan agar para Kepala Desa dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai sarana untuk berjuang mensejahterakan masyarakat di Desanya. Selain itu Juliyatmono juga menghimbau agar Lurah dapat memperjuangkan kesejahteraan perangkat desanya, supaya mereka bisa terpacu kinerjanya. Selain itu Bupati juga mengharapkan agar semuanya terus menjaga semangatnya agar pembangunan terus bergerak maju. “Desa adalah miniatur Negara, apabila desa maju maka negara juga akan maju,” kata Juliyatmono.(yoga/adt)

Demikian DISKOMINFO

Read More