Pembangunan Jalan Nangsri Butuh Dana Rp350 Juta

Pembangunan jalan Desa Nangsri membutuhkan dana Rp350 juta. Jalan di Desa Nangsri menghubungkan Nangsri Lor dan Tasgunting kini dipenuhi lubang.  Jalan tersebut merupakan akses kendaraan pertanian dan warga.

“Jalannya nggronjal bikin kendaraan rusak.  Harus hati-hati kalau lewat sini! Harapannya supaya cepat diperbaiki,” ungkap Sri, warga yang kebetulan melintas di jalan itu.

Dikonfirmasi ke Lurah Desa Nangsri, Sukarni, sudah berencana melakukan pembangunan jalan desa itu.  “Perbaikan jalan sepanjang kira-kira dua kilometer itu sudah kami buat perencanaannya.  Jalan yang akan diperbaiki juga sudah digambar.  Tinggal tunggu dana saja,” jelas Sukarni.

Menyoal dana, Sukarni mengeluh karena tidak ada anggaran desa yang dapat digunakan untuk melakukan pembangunan desa.  Perencanaan Sukarni, dana PNPM 2013 seluruhnya akan ia kucurkan untuk proyek perbaikan jalan.  Itupun, menurutnya tak cukup.

“Dana PNPM paling hanya sekitar Rp100 juta.  Tidak dapat memenuhi taksiran pengeluaran biaya yang mencapai Rp350 juta.  Untuk swadaya warga juga tidak memungkinkan untuk menutup pendanaan yang begitu besar,” ungkap Sukarni.

Sukarni telah berupaya mengirimkan proposal pembangunan jalan sampai tingkat provinsi.  Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan.  Demikian pula dengan bantuan dari Pemkab Karanganyar juga belum ada.

Read More

Karanganyar Terima Dana PNPM Rp 12,4 M

Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan  agar kucuran dana melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan sebesar Rp 12, 4 Miliar. Nantinya dana tersebut akan dibagikan kepada 12 Kecamatan yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Sri Desto Untong Raharjo mengatakan dana tersebut berasal dari APBN dan APBD II. “95 persen dana PNPM Mandiri Pedesaan berasal dari APBN dan APBD II sebesar 5 persen,” jelas Sri Desto. Dari APBN Karanganyar akan menerima dana sebesar  Rp 11,78 Miliar sedangkan dari APBD II akan mendapatkan dana sebesar Rp 620 juta.

Dari 12 kecamatan yang mendapat dana PNPM Mandiri Pedesaan, Kecamatan Gondangrejo dan Mojogedang mendapatkan jatah dana terbanyak, yaitu sebesar RP 1, 187 miliar dari APBN dan Rp 62,5 juta dari APBD II. Sementara itu Kecamatan Jenawi, Jatipuro, dan Kerjo mendapatkan jatah paling sedikit, yakni  masing-masing mendapat Rp 855 juta dari APBN dan Rp 45 juta dari APBD II. Sri Desto menyatakan bahwa dana tersebut nantinya akan digunakan dalam bentuk fisik dan nonfisik oleh para penerima dana tersebut.

“Untuk pembangunan nonfisik itu bisa berupa dana simpan pinjam. Surplus dari dana simpan pinjam nantinya bisa digunakan untuk membantu warga yang miskin absolut,” jelas Sri Desto.

Pencairan dana tersebut nantinya dilakukan secara bertahap, yang terbagi menjadi tiga termin.  Termin Pertama akan cair sebesar 40 persen dan 40 persen dan 20 persen pada termin kedua dan ketiga. Desto berharap nantinya dana PNPM ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tiap-tiap kecamatan.

Read More

TOT Pelatih Masyarakat Ruang Belajar Masyarakat Tingkat Kecamatan Kabupaten Karanganyar Tahun 2012

Kusuma Sahid Prince Hotel

118 orang peserta mengikuti Pelatihan Pelatih Masyarakat Ruang Belajar Masyarakat Tingkat Kecamatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPD) Kabupaten Karanganyar bertempat di Hotel Kusuma Sahid Prince Solo selama 3 hari mulai Rabu – Jumat, 14-16 Maret 2012. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Karanganyar Paryono, SH., MH didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kab. Karanganyar Sri Desto Untung Raharjo, S.Sos., M.Si.

Wakil Bupati Karanganyar yang merupakan Ketua Tim pemberantasan Kemiskinan Kab. Karanganyar Paryono, SH., MH berharap semoga ToT (Training Of Trainer) Ruang Belajar Masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPD) ini dapat berjalan dengan baik dan para peserta bisa betul-betul menjadi pelatih yang memiliki integritas professional dan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam melaksanakan program sesuai mekanismenya. Dengan pelatihan Ruang Belajar Masyrakat ini pula diharapkan mampu menjadi titik awal bangkitnya geliat kesadaran dan peningkatan kapasitas masyarakat serta mampu mewujudkan community Of Development di Negara kita tercinta ini.

Sementara itu Sri Desto dalam sambutannya melaporkan bahwa kegiatan ToT kali ini merupakan tindak lanjut ToT terdahulu yaitu pada tanggal 1-4 Desember 2011. “Harapan panitia setelah selesainya acara ini, peserta mampu menjadi pelatih di masing-masing kecamatan yang pelaksanaannya disingkronkan dengan pengurus di Kabupaten Karanganyar”, ujar Sri Desto.

Demikian Dishubkominfo Karanganyar (Sf/F3a/Ad)

Read More