Clip_2

PNPM Bahas Penanganan Kawasan Kumuh di Radio Swiba

Permukiman kumuh adalah Permukiman yang tidak laik huni karena ketidak teraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.

Saat ini, di PNPM Mandiri Perkotaan penanganan kawasan permukiman kumuh menjadi trend topic yang selalu di sampaikan dalam setiap moment atau lebih dikenal dengan Tag 100-0-100.  Terfasilitasinya 100% akses masyarakat terhadap sanitasi, tidak adanya wilayah atau kawasan permukiman kumuh (0%) sehingga terwujud kota tanpa kumuh dan terfasilitasinya 100% warga terhadap akses air layak minum.

Trend topik ini tidak terlepas dalam  keberlanjutan PNPM mendukung program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang telah dilaunching oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Program Nasional Penanganan Permukiman Kumuh.

Dokumentasi Penanganan Permukiman Kumuh di Desa Kemiri

 

Untuk lebih memperluas informasi atau sosialisasi tentang penanganan permukiman kumuh, PNPM Mandiri Perkotaan akan mengadakan Talkshow Radio Interaktif live di Radio Penyiaran Public Lokal (RPPL) Swiba FM 96,3MHz.  Talkshow akan dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Januari 2015 jam 09.00-10.00. Narasumber yang akan mengisi acara tersebut  Satker PNPM Mandiri Perkotaan (DPU), Lurah Kemiri, BKM/TIPP Kemiri Makmur Desa Kemiri dan Konsultan PNPM MP.

Dihadirkannya narasumber dari Desa Kemiri, untuk menyampaikan pengalaman-pengalamannya dalam penanganan permukiman kumuh dan miskin pada tahun 2014 yang difasilitasi oleh Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK). Desa Kemiri mendapatkan BLM pembelajaran sebesar Rp, 1 Milyar untuk menata kawasan kumuh.

Desa kemiri telah berhasil dalam implementasi pembelajaran penanganan permukiman kumuh dengan meningkatkan kualitas permukiman di dusun Kramat, khususnya di RT 2 RW 06. Menata infrastruktur lingkungan menjadi lebih baik, memangkas beberapa dinding rumah warga dari mulai dari 0,5 m sampai 2 meter tanpa ganti rugi. Memindahkan kandang sapi menjadi ruang public terbuka hijau. Perbaikan rumah tidak layak huni, peningkatan akses sanitasi.

Dinamika dalam penanganan permukiman kumuh tidaklah mudah, banyak persoalan-persoalan yang harus diselesaikan melalui rembug-rembug warga, sehingga terjadi kesepakatan bersama. Pengalaman ini perlu disebarluarkan kepada masyarakat yang akan belajar menangani permukiman kumuh.

Berdasarkan data kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat Republik Indonesia, bahwa luasan kawasan kumuh mencapai 38.431 Ha. Sementara itu data permukiman kumuh Kabupaten Karanganyar berdasarkan SK Bupati No. 600/1258 Tahun 2014 tanggal 10 Desember 2014 tentang Penetapan Lokasi Perumahan dan Permukiman kumuh sebanyak 74,71 Ha berada di 29 Kawasan kumuh.

Sesuai rencana strategis kementerian pekerjaan umum dan perumah rakyat, target penanganan kumuh selesai sampai dengan tahun 2019. Penanganan pemukiman kumuh tidak bisa hanya dilaksanakan oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan beberapa pihak, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta/stakeholder dan masyarakat.

 

Pengirim:
Dade Saripudin, S.Pt, MM.
Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Karanganyar
Jl. Badak II No. 17 Kel. Karanganyar, Kec/Kab. Karanganyar

Read More
KSM Giyanti Sehat 2

PNPM Perkotaan Bangun 787 Jamban Keluarga

Dalam upaya mendorong perbaikan kesehatan dan budaya perilaku hidup sehat, PNPM Mandiri Perkotaan membangun 787 Jamban di 5 (lima) Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Pembangunan jamban menghabiskan dana sebesar Rp. 1.863.048.000

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan dana PNPM Perkotaan Tahun anggaran 2014 yang berasal dari APBN Rp. 1,231,200,000, APBD Rp. 111,250,000 dan swadaya masyarakat Rp. 520,598,000.

Jamban menjadi perhatian khusus dalam kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan disebabkan karena masih banyak warga miskin yang belum memiliki jamban pribadi. Biasanya warga sering buang air disungai atau ditetangga, Kebisasaan BAB disembarang tempat dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan rentannya kesehatan warga sekitar.

 

Kecamatan yang paling besar mengalokasikan kegiatan jamban keluarga adalah Kecamatan Kebakkramat. Jamban yang dibangun sekitar 227 jamban dengan alokasi anggaran sekitar Rp. 560 juta. Sedangkan Kecamatan Jaten paling kecil mengalokasikan untuk kegiatan jamban yakni, 108 jamban dengan dana Rp. 290 juta.

KSM Giyanti Sehat 1

Alokasi rata-sata dana stimulan jamban keluarga dari PNPM Perkotaan berkisar Rp. 1 – 1,5 juta per jamban. Kekurangannya masyarakat menambah dana secara swadaya, baik dari penerima manfaat maupun dari masyarakat sekitar.

Berdasarkan data dari dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar (per 18 Desember 2014), Capaian akses sanitasi di Kabupaten Karanganyar mencapai 88,73%, masih ada sekitar 35.529 KK yang masih buang air besar sembarangan. Capaian sanitasi tertinggi berada di Kecamatan Jumapolo sebesar 99,3%, sedangkan capaian terendah berada di Kecamatan Colomadu sebesar 64,68%.

KSM Giyanti Sehat 2

Berdasarkan data PNPM Perkotaan bahwa selama tahun 2013 -2104, PNPM telah membangun 1.638 Jamban yang dilaksanakan oleh 187 KSM dengan anggaran yang terserap sebesar Rp. 3,6 Milyar. (lihat Tabel)

tabel01

Selain jamban, PNPM Mandiri Perkotaan Tahun 2014 juga telah merehab rumah tidak layak huni warga miskin sebanyak 244 rumah, dengan anggaran dari pusat Rp. 1.964.950 dan APBD Karanganyar Rp. 28.750.000,-.

Pengirim:
Dade Saripudin
Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Karanganyar

Read More
foto pasuruan-1

Lalung Serius Kembangkan Peternakan Sapi Diperkotaan

foto pasuruan-1

Salah satu keseriusnya adalah dilakukannya studi lapangan yang dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Amanah dan pemerintah Kelurahan Lalung di lembaga penelitian dan Pengembangan peternakan sapi Grati, Pasuruan Jawa Timur 28-30 Nopember 2014.

Kelurahan Lalung, Karanganyar saat ini telah memiliki sebuah kawasan peternakan sapi komunal terpadu di sisi barat waduk lalung. Kawasan peternakan sapi komunal yang dibangun oleh Progam Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan, telah dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Ternak Andini Lestari.

Perkembangan kawasan tersebut cukup pesat, dimana jumlah ternak sapinya sudah mencapai 100 ekor dari awal sekitar 54 ekor. Pesatnya perkembangan kawasan peternakan sapi terpadu tersebut tidak terlepas dari komitmen warga yang didukung oleh BKM Amanah Lalung dan pemerintah kelurahan.

foto pasuruan-4

Dipilihnya kunjungan lapangan di balai penelitian dan pengembangan peternakan grati Pasuran, untuk melihat teknologi yang dikembangkan khususnya pengelolaan sapi betina. “Termasuk penguatan kawasan kandang sapi komunal”, ungkap Sukarmo, Koordinator BKM Amanah Lalung ketika menyampaikan maksud dan tujuan studi lapangan.

Ainur Rosyid, staf peneliti BPP Grati menjelaskan bahwa teknologi merubah kandang individu menjadi pola kandang kelompok, cukup efektif diterapkan di wilayah perkotaan. “Efisiensi tenaga menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi pola kandang kelompok”, ujar Ainur.

Melalui kandang koloni, lanjut Ainur peternak tidak harus penuh waktu menangani sapi sehingga bisa melakukan aktifitas lainnya. Pakan berupa jerami yang ditempatkan secara khusus “bank pakan”, sehingga sapi dapat makan setiap saat.

foto pasuruan-2

Selain itu dalam hal reproduksi tidak harus mengamati ternaknya terus menerus. Dengan dikoloni 1 pejantan dapat melayani 20 ekor betina. Sapi pejantan memiliki insting yang kuat menemukan betina yang lagi birahi, sehingga dalam setiap saat bisa melakukan perkawinan. “ini menjadi efektif dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi”, tambah Ainur.

Terkait dengan kondisi perkotaan, dalam penjelasannya staf peneliti Peternakan gratis menyampaikan bahwa pengembangbiakan sapi indukan tidak memerlukan pakan yang berprotein tinggi. Cukup pakan yang berprotein maksimal 8%.

Melalui pakan yang berkadar protein tinggi, maka protein akan diserap habis oleh tubuh. Sehingga sisa di kotoran kadarnya semakin kecil bahkan bisa nol. Dampaknya kotoran sapi tidak akan berbau dan tidak akan banyak lalat. Sehingga aman dan tidak menganggu tetangga sebelah.

foto pasuruan-3

Sementara itu, Suparno anggota BKM Amanah lalung mengajukan kerjasama antara Kelompok Ternak Andini Lestari Lalung dengan Balai Penelitian Sapi Grati. Kerjasamanya berupa penyediaan bibit betina yang produktif dan berkualitas.

“Kami mengalami kesulitan mencari bibit betina yang baik”, ungkap suparno yang juga bekerja di Dinas Peternakan Kab. Karanganyar.

Alhamdulillah, permohonan tersebut ditanggapi positif oleh Balai Penelitian Sapi Grati dan diminta untuk segera mengirimkan proposal permohonan.

Pengirim:
Dade Saripudin
Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kab. Karanganyar

Read More
20141115_130533

LKM Krida Utama Temanggung Kunjungi Kemiri

20141115_130533

Keberhasilan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kemiri Makmur Desa Kemiri Kecamatan Kebakramat dalam menata permukiman kumuh, menjadi daya tarik pembelajaran bagi kabupaten lain.

Salah satunya kedatangan pelaku PNPM Mandiri Desa Campursalam Kecamatan parakan Kabupaten Temanggung di Desa Kemiri Sabtu (15/11) baru-baru lalu.

Sebanyak 60 orang  relawan PNPM MP LKM Krida Utama Temanggung belajar langsung ke lokasi di Dusun Kramat Kemiri bagaimana menata permukiman kumuh yang dilakukan oleh BKM Kemiri Makmur.

Sementara itu, turut menyambut kedatangan rombongan Kepala Desa Kemiri, BPD, Korkot PNPM Mandiri Perkotaan, Tim Fasilitator dan BKM Kemiri Makmur.

Desa kemiri merupakan salah satu desa yang mendapatkan program Penataan Lingkungan Permukiman berbasis Komunitas (PLBPK) penetapan tahun 2012. Desa kemiri mendapatkan stimulant sebesar 1 (satu) Milyar dari pusat.

Dana Satu milyar diperuntukan untuk proses perencanaan dan pemasaran sebesar 150 juta dan pembangunan infrastruktur sebanyak 850 juta.  Sampai dengan Nopember 2014, dana 1 Milyar sudah cair 100%.

Berdasarkan perencanaan yang dilakukan oleh warga desa Kemiri, disepakati bahwa program PLPBK diprioritaskan untuk penataan lingkungan kumuh di RW06 Dusun Kramat dan Dusun kebakdemang.

Dalam penataan tersebut dibangun peningkatan jalan, perbaikan saluran air, perbaikan rumah tidak layak huni, peningkatan akses sanitasi, pembuatan ruang terbuka hijau, pergola, lampu lingkungan dan Gapura.

20141115_130507

Sartono, Ketua Tim Inti Perencanaan dan Pemasaran (TIPP) LKM Krida Utama Desa Campursalam, Temanggung memberikan apresiasi yang tinggi kepada BKM Kemiri Makmur dan Desa Kemiri yang mampu memberikan kesadarannya kepada warga sehingga merelakan tembok rumahnya dipangkas dalam rangka penataan jalan dan meminjamkan tanah untuk pembangunan ruang terbuka hijau.

Sedikitnya ada 3 rumah yang harus merelakan dindingnya untuk dipangkas. Satu rumah pemangkasan antara 0,5 meter sampe 2 meter.

Hal ini lah menurut Sartono, yang harus dijadikan contoh dan semangat bagi masyarakat Desa Campursalam sehingga pelaksanaan PLPBK di Temanggung dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan.

Amin Sadimin, Kepala Desa Kemiri dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, bahwa keberhasilan pembangunan penataan kumuh dusun Kramat tidak terlepas dari upaya-upaya yang terus dilakukan oleh para pelaku (BKM, TIPP dan Pemerintah Desa).

Menurut Amin, tidak terhitung jumlahnya Pemdes dan BKM mengadakan pertemuan-pertemuan dengan warga dalam rangka memberikan pemahaman dan kesadaran warga pentingnya kepedulian warga dalam proses penataan permukiman.  “Alhamdulillah berhasil”, ujar Amin.

Sementara itu Bambang Sumardiyanto, selaku tokoh masyarakat Desa Kemiri mengungkapkan bahwa keberhasilan kemiri dalam menata permukiman kumuh, mendapatkan  apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada saat Lomba habitat Tahun 2014.

Menurut Bambang, berdasarkan informasi yang didapat, bahwa Kemiri mendapatkan nominasi 2 besar dan insya allah akan mendapatkan hadiah berupa program sekitar 500 juta.

 

Pengirim:
Dade Saripudin, S.Pt, MM
Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Karanganyar

Read More
aku copy

Kemenkokesra Serahkan Bantuan Untuk Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) menerima bantuan yang diserahkan Seskemenkokesra Sugihartatmo

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) menerima bantuan yang diserahkan Sekretaris kemenkokesra Sugihartatmo

Karanganyar, Senin (17/03/2014)

Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) memberikan berbagai bantuan ke Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Kemenkokesra, Sugihartatmo, Jumat (14/03) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Bantuan untuk Siswa Miskin dan dan BOS Siswa Miskin Program Dirjen Pendidikan Menengah diserahkan langsung kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono, sebesar Rp. 29,435 miliyar, yang terdiri dari BSM DIT PSMA sebanyak Rp. 575 juta, BOS SM DIT SMA sebesar Rp. 10,134 miliyar, BSM DIT PSMK sebanyak Rp. 2,122 miliyar, dan BOS SM DIT PSMKsejumlah Rp. 16,602 miliyar.

Selain itu ada juga bantuan Program Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal sebesar Rp. 2,716 miliyar.

Bantuan Langsung Masyarakat berupa bantuanPNPM Mandiri Perdesaan Tahun 2014 di 12 Kecamatan senilai Rp. 13,450 miliyar. PNPM Mandiri Perkotaan untuk tahun ini di lima kecamatan sebesar Rp. 5,2 miliyar.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga memberikan bantuan untuk PNPM Madiri Pariwisata Tahun 2014 senilai Rp. 375 juta yang diperuntukkan di Kecamatan Ngargoyoso, Tawangmangu, Gondangrejo, Jenawi, dan Mojogedang.

Kemudian, dari Kementerian Sosial melalui Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan memberikan bantuan untuk RTLH kepada 100 kepala keluarga yang masing-masing mendapat Rp. 10 juta.

Pemberian bantuan juga datang dari BKKBN, bantuan Beras bersubsidi, bantuan paket sembako, jaminan hidup bagi disabilitas, bedah rumah bagi lanjut usia, asistensi orang dengan kecacatan berat sebanyak 12 difabel, KUBE, asistensi sosial.

Bantuan dari Dirjen Kebudayaan sebanyak Rp. 484, 922 juta, Kemenkes sebanyak Rp. 6,4 miliyar, dan dari BPJS Kesehatan berupa bantuan lima unit komputer.

Sugihartatmo saat membacakan sambutan Menkokesra Agung Laksono, mengatakan upaya penurunan jumlah penduduk miskin terus menerus dilaksanakan oleh Pemerintah.

“Guna mempercepat penanggulangan kemiskinan pemerintah melakukan clustering antara lain kluster 1, bantuan sosial langsung masyarakat (didalamnya program raskin), kluster 2, PNPM, kluster 3, kredit usaha rakyat, dan kluster 4 program murah (air bersih, perumahan rakyat, listrik dan lain-lain). Saya optimis target percepatan penangulangan kemiskinan dapat mencapai angka 8-10 persen penduduk miskin pada akhir tahun ini,” katanya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan banyak persoalan yang harus kami selesaikan terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi rakyat Karanganyar.

“Untuk itulah kami mengusung visi dan misi bupati –wakil bupati periode 2013-2018 yang sedapat mungkin mampu mendukung percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat di bumi Intanpari,” tandas Juliyatmono. pd

Read More
DSC_0052

BUPATI- WAKIL BUPATI TERPILIH SOSIALISASIKAN VISI MISI SELANJUTNYA

DSC_0052

Wakil Bupati Rohadi Widodo serahkan bantuan secara simbolis saat Musrengbang Kecamatan Tawangmangu, Senin Pagi (03/03)

Berkenaan dengan Program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) khususnya PNPM Mandiri Pedesaan tahun 2014. “ Terkait hal tersebut kami menyusun Daftar Skala Prioritas (DSP) 2010 yang disesuaikan dengan visi misi Bupati Wakil Bupati Karanganyar terpilih 2014 dengan lima program unggulan. Terlebih dalam kegiatan ini kami menyesuaikan dengan keadaan dan karateristik masyarakat Tawangmangu yang berbudaya dan agamis.” Ungkap Yopi Eko Jati Wibowo selaku Camat Tawangmangu.

Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh daerah Tawangmangu antara lain kuliner, pertanian, peternakan dan kerajinan yang beberapa waktu terakhir dikelola oleh UMKM. “dari kelebihan yang Tawangmangu miliki, kami selaku masyarakat mengakui terdapat beberapa hambatan yang diantaranya dalam hal kerajina kami memiliki hambatan dalam hal packaging  yang belum begitu menarik sedangkan untuk bidang pertanian kami belum bisa mengelola secara maksimal serta pelayanan dan sarana-prasarana dalam pengelolaan pariwisata masih menggunakan fasilitas tradisional lalu fasilitas jalan jalur lalulintas yang masih terbatas. Kami berharap di tahun 2015 dana 2 M dari Bupati dan Wakil Bupati dapat segera turun sehingga kami dapat segera menyusun dana tersebut dalam Daftar Skala Prioritas (DSP) sehingga dapat langsung kita hibahkan kedesa-desa.” Lengkap Yopi. Dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan dan Musyawarah Antar Desa serta Penetapan Usulan PNPM Mandiri Pedesaan Tahun 2014 di Kecamatan Tawangmangu. Senin Pagi (03/03)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dalam sambutannya mengatakan akan mempercepat realisasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih dengan lima program unggulan mereka. “Untuk Rancangan Program Jangka Menengah Daerah(RPJMD) telah kami susun dan telah kami serahkan ke Dewan. Jadi kita tinggal menunggu ketok paku dari Dewan. Maka dari itu dengan partisipasi PNPM Mandiri Pedesaan ini dapat membantu kita dalam merealisasikan lima program unggulan utamanya untuk pembangunan infrastruktur menyeluruh dan penciptaan 10.000 wirausaha mandiri serta pembangunan desa menjadi pusat pertumbuhan. Mari Bersama Memajukan Karanganyar.” Ungkap Rohadi. ind/ad

Read More

PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Karanganyar Adakan Evaluasi

Kepala Bapermasdes Karanganyar, Sri Desto Untung Raharjo saat memberikan materi kepada seluruh peserta Workshop dan Evaluasi PNPM MP Kabupaten Karanganyar, Senin (02/12)

Kepala Bapermasdes Karanganyar, Sri Desto Untung Raharjo saat memberikan materi kepada seluruh peserta Workshop dan Evaluasi PNPM MP Kabupaten Karanganyar, Senin (02/12)

Karanganyar, Selasa (03/12/2013)

Jelang tutup tahun 2013, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MP) Kabupaten Karanganyar mengadakan evaluasi pelaksanaan tahun ini sekaligus merencanakan pelaksanaan tahun 2014.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupaten Karanganyar, Sri Desto Untung Raharjo menjelaskan pemberdayaan  masyarakat melalui PNPM-Mandiri Perdesaan telah menyiapkan masyarakat dalam berbagai peran, lebih dalam mendorong tercapainya  kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“Selama lebih dari satu dekade pelaksanaan PNPM MP di Kabupaten Karanganyar sudah nampak dan dirasakan serta diakui keberhasilan maupun manfaatnya,” jelas Desto.

Dia menambahkan keberhasilan itu dapat dirasakan dari hasil-hasil pembangunan fisik sarana prasarana, bidang ekonomi melalui dana bergulir, bidang pendidikan dan bidang kesehatan. Selain itu, dari studi yang dilakukan disamping mampu menghimpun swadaya masyarakat yng signifikan juga terjadi efektifitas dan efisiensi mencapai lebih dari 30 persen dibanding dikerjakan oleh pihak ketiga.

Di Kabupaten Karanganyar PNPM Mandiri Perdesaan yang sudah berlangsung mulai tahun 2003, merupakan sebuah pebelajaran besar bagi kemandirian dalam mengelola pembangunan. Untuk itu, dari berbagai aspek tentunya akan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat, desa dan wilayah diatasnya.

“Permasalahan dan perkembangan kondisi kedepan tentunya tidak sederhana sehingga diperlukan pengelolaan, pendampingan, pembinaan yang berkesinambunan oleh pemerintah atau pihak-pihak lainnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, diperlukan penguatan kelembagaan masyarakat diberbagai jenjang agar terjadi penguatan dan peningkatan sehingga permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul dapat terantisipasi lebih awal sekaligus mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengelolaan pemerintahan dan pembangunan.

Desto menambahkan, sejak dimulainya PNPM MP di Kabupaten Karanganyar terdapat di 15 lokasi kecamatan. Saat ini terdapat 12 kecamatan  aktif yaitu Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, Jumantono, Jenawi, Ngargoyoso, Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Gondangrejo, Matesih, Tawangmangu.  Sedang tiga kecamatan lainnya yaitu Karanganyar, Kebakkramat dan  Tasikmadu saat ini berstatus paska program.pd

 

Read More

Colomadu Karanganyar Digerojok Rp19 Miliar

Kecamatan Colomadu, Karanganyar merupakan kawasan Karanganyar paling ujung barat kebanjiran bantuan. Dalam beberapa bulan terakhir ini kawasan yang merupakan pintu gerbang Karanganyar bagian barat mendapat dana bantuan setidaknya Rp19 miliar.

“Bantuan yang pertama adalah untuk pembuatan reservoar di Desa Bolon senilai Rp12 miliar berupa hibah dari pemerintah pusat. Kedua adalah dana pembuatan saluran tersier dari Desa Tohudan ke Desa Gawanan senilai Rp7 miliar, dana PNPM Rp783.750 dan sebagainya,” ujar Camat Colomadu, Joko Budi Utomo ketika ditemui.

Menurut dia, asal bantuan itu dari berbagai sumber di antaranya dari pemerintah pusat, APBD dan sebagainya. Dari sejumlah bantuan itu beberapa di antaranya sudah dibelanjakan dan beberapa di antaraya sudah jadi.

Bahkan untuk reservoar yang dibangun di Desa Bolon dalam waktu dekat ini akan segera diresmikan. Karena volume pembangunan sudah mencapai kira-kira 95 persen.

Dia memperkirakan jumlah bantuan dana pembangunan dari berbagai sumber yang dialokasikan di Kecamatan Colomadu, paling besar se-Karanganyar.

“Setahu saya, kecamatan lain di luar Kecamaran Colomadu tidak ada yang menerima bantuan dana pembangunan sebesar itu. Jadi, tidak semuanya benar kalau dikatakan Colomadu menjadi wilayah Karanganyar yang pembangunannya tidak dipikirkan,” papar Joko.

Sementara itu salah seorang warga Bolon, Yono, 62, berharap dengan dibangunnya reservoar bisa bermanfaat bagi warga sekitar. “Saya tidak tahu secara persis bangunan itu untuk apa? Tetapi saya dengar bangunan itu untuk menampung air sungai yang akan diolah menjadi air minum.”

Jika dugaannya benar, papar dia, diharapkan warga sekitar yang membutuhkan air tersebut hendaknya mendapat prioritas. Dengan demikian warga tidak hanya melihat bangunan, namun manfaat nyata justru akan dinikmati warga lain yang jauh dari lokasi reservoar.

Read More

Bupati Serahkan Bantuan PNPM Surplus Tahun 2012

DSC_3075

Bupati Karanganyar Rina Iriani Serahkan Secara Simbolis Bantuan Surplus PNPM

Penyerahan bantuan sebanyak 147 ekor kambing dan 38 unit sarpras kepada KK miskin absolut dari hasil surplus UPK PNPM-Md Tahun 2012 Kecamatan Tawangmangu dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (20/04). Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum yang didampingi Ka SKPD terkait.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar mengatakan penyaluran bantuan PNPM merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di sektor sarana dan prasarana fisik marga. Terwujudnya hunian dan dana kegiatan berupa ALADIN ( Atap / Lantai / Dinding ) dan sejumlah kambing ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi bekal yang efektif untuk peningkatan ekonomi masyarakat. “ Jangan sampai terjadi penyalahgunaan dan terjadi konflik dalam pengelolaanya “, ujar Rina. Sebelum mengakhiri sambutannya Bupati Karanganyar berpesan agar di alam pesta demokrasi ini, warga supaya dapat ikut menjaga ketenangan dan keamanan masyarakat. Pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sebentar lagi akan berlangsung, mari kita sukseskan dengan baik sertakan gunakan hak pilih dengan bijaksana dengan mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan.

Selama tahun 2012, PNPM Kec. Tawangmangu telah menyalurkan bantuan dengan rincian sebagai berikut : Desa Gondosuli jumlah bantuan kambing 31 ekor; Kelurahan Blumbang 36 ekor kambing; Kalurahan Kalisoro 8 ekor kambing dan 15 ALADIN; Kelurahan Tawangmangu 32 ekor kambing dan rehab rumah 5 buah; Desa Sepanjang 1 ekor kambing, ALADIN 1 buah dan rehab rumah 1 buah; Desa Karanglo 7 ekor kambing dan 1 rehab rumah; Desa Plumbon ALADIN 11 buah dan rehab kamar mandi 2 buah; Desa Bandardawung 2 ekor kambing dan ALADIN 5 rumah; Desa Nglebak 18 ekor kambing; Desa Tengklik ALADIN 1 rumah dan 9 ekor kambing. (ad)

Read More

BRI Kucurkan Bantuan Untuk PNPM Perdesaan

Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia Kabupaten Karanganyar, Sparta Sianturi, menandatangani perjanjian kerjasama dengan UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Karanganyar, di Aula DP2KAD, Selasa (02/04).

Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia Kabupaten Karanganyar, Sparta Sianturi, menandatangani perjanjian kerjasama dengan UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Karanganyar, di Aula DP2KAD, Selasa (02/04).

Karanganyar, Rabu (03/04/2013).

Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri di Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan kucuran kredit tanpa angunan oleh Bank Rakyar Indonesia (BRI) Cabang Karanganyar. Bantuan tersebut diberikan agar usaha yang dikelola bisa berkembang. Tapi syaratnya usaha sudah mendapat rekomendasi dari tiap UPK PNPM yang ada.

“Kami siap membantu program PNPM, asal usaha itu sudah berjalan dengan baik dan benar-benar dibutuhkan. Hal itu juga merupakan upaya mengurangi angka kemiskinan,” jelas Mawardi, Kepala Bagian Mikro, Kantor Wilayah BRI Yogyakarta, Selasa (02/04).

Maka dari itu, bentuk kesepakatan kerja sama tersebut dilakukan penandatanganan antara Pemimpin Cabang BRI Karanganyar, Sparta Sianturi, dengan UPK PNPM  untuk penyaluran kredit, di Aula Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD) Kabupaten Karanganyar disaksikan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Karanganyar, Sri Desto Untung Raharjo.

Saat ini di Karanganyar ada dana masyarakat sebesar Rp 521 miliar  dan penyaluran kredit melalui BRI sebanyak Rp 543 miliar hingga Februari kemarin. Penyaluran dana PNPM akan disalurkan lewat BRI sehingga diharapkan akan menjadi tambahan dana. Adapun dana PNPM Karanganyar mencapai Rp 43 miliar pada tahun ini.

Sri Desto Untung Raharjo menambahkan, PNPM Mandiri Perdesaan di Karanganyar ada di 120 desa, tiga kelurahan, dan 12 kecamatan. Tiap-tiap desa sudah memiliki UPK yang membina usaha serta penyaluran bantuan. “Sedangkan lima kecamatan, yakni Jaten, Colomadu, Kebakkramat, Karanganyar Kota, dan Gondangrejo masuk ke PNPM Perkotaan” jelasnya.

Sedangkan total dana bergulir yang disalurkan PNPM Perdesaan tahun 2011 mencapai Rp 36,8 miliar dan tahun 2012 meningkat menjadi Rp 43,2 miliar, naik 17 persen. Itu belum termasuk dana pendampingan dari APBD sebanyak lima persen dari total dana APBN.pd

Read More