Category: Pemerintahan

DISKOMINFO

396 PERANGKAT DESA IKUTI PEMBINAAN

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan pengarahan kepada Kadus dan Perangkat Desa pada acara Pembinaan Kades dan Perangkat Desa, Selas (17/10).

Karanganyar, 17 Oktober 2017

Pembinaan Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk kedua kalinya dilakukan di Balai Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Selasa siang (17/10), yang sebelumnya terlaksana di Balai Desa Jatipuro, Kecamatan Jatipuro.

Dalam kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Desa dan Perangkat Desa dari tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Matesih (155 peserta), Kecamatan Tawangmangu (86 peserta) dan Kecamatan Jumantono (155 peserta). Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengarahan kepada seluruh perangkat desa agar lebih tertib dan disiplin dalam melaksanakan tugas – tugasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Karanganyar beserta jajarannya. Dalam sambutannya Bupati mengajak kepada seluruh Kepala Desa dan Perangkat Desa terutama yang masih muda untuk lebih semangat dalam membangun desa. Berhubungan dengan pembinaan kali ini yang menjadi pokok penyampaian adalah kesejahteraan bagi seluruh Perangkat Desa.

Bupati juga mengatakan sebagai Perangkat Desa harus mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, meliputi nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan dan nilai Keadilan.

Untuk menjaga kenyamanan dalam bekerja maka seluruh Perangkat Desa harus saling menghormati siapapun Kepala Desanya. Selain pembinaan, Bupati juga memberikan jaminan untuk lebih mensejahterakan Perangkat Desa pada tahun 2018. “BPJS Ketenagakerjaan dapat dijadikan sebagai uang pensiun”, jelasnya.(yoga/adt/muadz/puput)

Read More
IMG_0011

Peresmian Mushola Al Ikhlas Kodim 0727

kominfo

Sekda Karanganyar Samsi saat memberikan sambutan di acara peresmian Mushola Al Ikhlas di Makodim 0727 Karanganyar, Selasa Pagi (17/10)

Karanganyar – Kodim 0727 Kabupaten Karanganyar meresmikan Mushola Al-Iklhas, Selasa Pagi (17/10), bertempat di Makodim 0727 tampak hadir Jajaran Forkompinda Karanganyar, Sekda Karanganyar beserta tamu undangan lainnya seperti Pimpinan Ponpes Isy Karima, FKUB Karanganyar, Ketua LDII Karanganyar, Ketua MTA Karanganyar, Ketua Muhammadiyah Karanganyar.

Peresmian Mushola Al Ikhlas ini sebagai kado bagi Kodim 0727 Karanganyar di HUT Ke-72 TNI yang jatuh 5 Oktober lalu. Pembangunan Mushola berawal dari inisiatif Dandim 0727 Karanganyar melihat anggota dan staf Kodim 0727 tidak bisa melaksanakan sholat secara berjamaah di Masjid Agung Karanganyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi mewakili Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengucap syukur atas berdirinya Mushola Al Ikhlas. Diharapkan dengan berdirinya mushola tersebut lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota dan staf Kodim 0727 Karanganyar.

“Mari kita ramaikan dan manfaatkan mushola ini dengan baik. Semoga menjadi berkah bagi semuanya”, kata Samsi

Sementara itu, Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol CZI Santy Karsa Tarigan mengatakan Mushola tersebut dinamakan Al Ikhlas dikarenakan proses pembangunannya sama sekali tidak dianggarkan.

Bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk Kodim 0727 Karanganyar sebagian (sekitar 50 juta) dipakai untuk pembangunan Mushola ini, kekurangan dananya merupakan bantuan dari pelbagai pihak seperti Ormas Islam, Kepolisian, dan BUMD yang berada di Karanganyar.

“Untuk tenaga bangunan kita gerakkan anggota Kodim 0727, sehingga Mushola ini dapat berdiri dan dipergunakan semuanya diawali dari keikhlasan semua pihak”, ujar Letkol CZI Santy Karsa Karigan

Diharapkan dengan berdirinya Mushola ini dapat menambah keimanan dan ketakwaan serta gairah untuk beribadah bagi anggota dan staf Kodim 0727 Karanganyar sehingga dalam melayani masyarakat bisa lebih bermanfaat dikarenakan semua pengabdian harus diawali dengan ibadah, dimana terdapat nilai-nilai Ketuhanan dalam ibadah tersebut yang menjadikan pengabdian menjadi lebih bernilai. Demikian Diskominfo (ad/ygi)

Read More
DSC_1191

Cegah ASN Terjerat Hukum, Pemkab Gelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan LHKPN

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutan sekaligus membuka Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan LHKPN di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (16/10).

Karanganyar, Senin 16 Oktober 2017

Mencegah Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemkab melalui Inspektorat Karanganyar bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Senin (16/10/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam kegiatan ini diikuti jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar dan pejabat BUMD di Karanganyar.

Inspektur Kabupaten Karanganyar, Sucahyo dalam kesempatan tersebut menuturkan kegiatan ini upaya pencegahan ASN di Karanganyar khususnya terjerat hukum. Sosialisasi ini juga sebagai komitmen Pemkab Karanganyar menolak korupsi dan gratifikasi.

“Ini tindak lanjut dari usaha Pemkab agar pemahaman dan kesadaran para ASN untuk berkomitmen menolak upaya KKN,”katanya.

Ditambahkannya untuk tahun ini wajib LHKPN berasal dari kalangan eksekutif, legislatif, pejabat BUMD dan auditor fungsional madya. Untuk jumlahnya pun menurun dari tahun 2016 yang berjumlah 267 dari 222 jajaran eksekitif dan 45 jajaran legislatif.

“Tahun ini jumlah wajib LHKPN sebanyak 243 orang. Rinciannya 177 pejabat eksekutif, 45 anggota DPRD, 13 pejabat BUMD dan 8 auditor madya,”jelasnya.

Sementara, Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang hadir pada sosialisasi tersebut mengatakan kegiatan tahunan ini sebagai komitmen Pemkab Karanganyar mengajak segenap ASN dilingkup Karanganyar menghindari korupsi dan pemberian gratifikasi.

Ia berharap para pejabat penyelenggara pemerintah terbuka terhadap laporan hasil kekayaannya dan sumbernya.

“Ini harus ditindaklanjuti dengan pelaporan LHKPN secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sosialisasikan secara berkelanjutan agar para ASN memahami dengan benar mengenai gratifikasi sehingga terhindar dari amsalah hukum,”terangnya.

Bupati juga mengingatkan para wajib LHKPN untuk segera melaporkan harta kekayaannya serta menghindari praktek KKN.

“Usahakan akhir Januari mengembalikan LHKPN sebagai laporan. Yang sudah berjalan baik dan tertib laporan keuangan untuk kita jaga dan tingkatkan lagi supaya Opini Wajar Tanpa Pengecualian bisa kita dapatkan lagi,”pesannya.

DISKOMINFO

Penandatanganan bersama Jajaran Pejabat Pemkab dan BUMD di lingkungan Karanganyar sebagai komitmen bersama menolak Gratifikasi

Selanjutnya narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Sugiyarto menjelaskan gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, hal ini berdasar penjelasan Pasal 12 B UU No. 31/1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001.

Adapun ciri gratifikasi yang wajib dilaporkan tyakni yang bertujuan untuk mempengaruhi, menimbulkan konflik kepentingan, umumnya diberikan secara rahasia, dan umumnya nilainya tidak wajar.

Lebih lanjut ia menyampaikan sanksi hukum bagi penerima berdasar Pasal 128 ayat 2 UU No. 20 Tahun 2001 adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000 dan paling banyak Rp 1 miliar. Sedangkan bagi pemberi berdasar Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999, pidana paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 150.000.000. Dan berdasar Pasal 12 C ayat 1 UU No. 20 Tahun 2001, Sanksi hukum tidak berlaku, jika lapor KPK.

“Pelaporan Garatifikasi memiliki manfaat untuk melepaskan ancaman hukuman pidana terhadap penerima (Pasal 12C UU 20/2001), memutus konflik kepentingan, cerminan integritas individu dan kepercayaan bagi PNS/Penyelenggara Negara untuk melaporkan penerimaan gratifikasi,”terangnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind/ygi/ppt)

Read More
DSC_2268

Lula Kamal Ajak Ibu ibu Karanganyar Terapkan Pola Hidup Sehat

DISKOMINFO

Lula Kamal menjadi narasumber dalam acara Seminar Cantik Sehat Dinamis di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (11/10).

Karanganyar, Rabu 11 Oktober 2017

Dokter sekaligus Aktris dr. Lula Kamal mengajak puluhan ibu-ibu Karanganyar yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Karanganyar menerapkan pola hidup sehat.

Pola hidup masyarakat saat ini cenderung instan dan kurang memperhatikan kesehatan. Hal ini menjadi perhatian dari Lula Kamal, karena pola hidup kurang sehat banyak menimbulkan penyakit berbahaya.

“Ada 4 faktor pola hidup sehat yang tidak bisa dipisahkan yakni olahraga, istirahat cukup, pola makan sehat dan meminimalisir stres yang timbul,”terang Lula Kamal saat menjadi pembicara dalam Seminar Cantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (11/10/2017).

Ditambahkannya dengan pola hidup sehat secara otomatis akan menambah kegairahan pasutri dalam melakukan hubungan sex.

Kegiatan Seminar Cantik  yang digelar DWP Karanganyar bekerjasama dengan La Tulipe Cosmetik ini pun menampilkan cara bermake up yang benar agar tetap tampil cantik dalam berbagai suasana.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, Samsi selaku yang mewakili Bupati dalam sambutannya berharap kegiatan Seminar dapat memberi nilai tambah dan pengetahuan.

“Semoga menambah pengetahuan dan dapat diterapkan,”katanya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
DSC_2041

Sosialisasi dan Verifikasi Ormas LSM

diskominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan sekaligus membuka Sosialisasi Ormas LSM

Karanganyar – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengadakan Sosialisasi dan Verifikasi bagi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Selasa Pagi (10/10). Bertempat di Gedung DPRD Karanganyar, acara tersebut dihadiri oleh ratusan Ormas dan LSM.

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir secara langsung dan membuka sosialisasi dalam sambutannya mengatakan peran Ormas dan LSM di Kabupaten Karanganyar sangatlah diperlukan.

Kesbangpol yang salah satu fungsinya yaitu memberdayakan Ormas dan LSM diharapkan mampu menjadikan Ormas dan LSM sebagai subyek bagi upaya pemerintah mewujudkan cita-citanya menjadikan masyarakat sejahtera lahir batin, dibawah suasana yang nyaman dan tentram serta saling menghargai sesama untuk terus berkembang melanjutkan masa depannya dan terus bisa menjadi manfaat.

Ditambahkan lebih lanjut, Juliyatmono mengatakan Pemerintah dibagi menurut kewenanganannya masing-masing menurut asas desentralisasi, Hubungan baik (sinergitas) Pemerintah dan Ormas LSM untuk memperkokoh Negara Kesatuan RI yang sudah sepakat bahwa ideologi bangsa alat pemersatu bangsa adalah Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika. Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut harus disosialisasikan terus karena setiap jaman mempunyai tantangan tersendiri.

Kabupaten Karanganyar juga telah terbuka akan informasi, masyarakat diharapkan tidak takut untuk mencari informasi di Pemerintah, hal ini dimaksudkan untuk menghindari informasi yang salah karena sumber tidak tepat (hoax).

“Portal media baik website, sosial media maupun sms center telah kami buka untuk melayani kebutuhan informasi masyarakat Karanganyar maupun tempat untuk menyampaikan keluhannya akan layanan yang ada di Pemerintah”, Ujar Juliyatmono yang disambut dengan tepuk tangan peserta sosialisasi

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Agus Cipto Waluyo melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencapai sinergitas antara Pemerintah dan Ormas serta LSM yang ada di Kabupaten Karanganyar dalam mendukung program-program yang telah dijalankan Oleh Pemerintah. Dalam sosialisasi ini diundang Ormas sebanyak 145 dan LSM sebanyak 79. Demikian Diskominfo (ad/adt)

Read More
web (3)

Bupati Karanganyar Serahkan SK Kenaikan Pangkat

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat (KP) per 1 Oktober 2017 bagi PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar, Senin (09/10) di halaman Kantor Bupati Karanganyar.

Karanganyar, Senin (09/10/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat (KP) per 1 Oktober 2017 bagi PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar, Senin (09/10) di halaman Kantor Bupati Karanganyar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar, Siswanto, menjelaskan proses kenaikan Pangkat PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar periode 1 Oktober 2017 sejumlah 617 orang.

“Golongan IV/c sebanyak lima orang yang diproses di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, untuk IV/a-IV/b sebanyak 136 oleh Gubernur Jawa Tengah dan III/d kebawah sebanyak 476 oleh Bupati Karanganyar,” kata Siswanto.

Dari jumlah 617 orang itu, lanjut Siswanto, yang sudah mendapat Nota Persetujuan (NP) dari BKN sebanyak 407 orang dengan rincian golongan IV/a-IV/e sebanyak 51 orang, sedangkan III/d ke bawah 356 orang.

“Sisanya masih berlanjut dalam waktu dekat segera dapat Nota Persetujuan dari BKN kemudian di cetak SK KP oleh BKPSDM Kabupaten Karanganyar,” kata Siswanto.

Seusai menyerahkan secara simbolis, Bupati Karanganyar mengatakan Kenaikan Pangkat bukan hak PNS, namun sebagai penghargaan negara untuk mendorong semangat kerja PNS.

“Kenaikan Pangkat itu penghargaan. Setiap kenaikan golongan disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan resiko pekerjaan, yang membutuhkan pengalaman masa kerja PNS,” kata Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menekankan setiap PNS selalu bekerja dengan baik, jangan sombong dengan pakaian seragam PNS, untuk itu setiap aparatur selalu menjaga etika dimana saja.

“Kode etik dipunyai PNS. Saya minta untuk dipatuhi itu. Di lingkungan, teman, juga harus bersikap dengan baik. Jangan selalu merasa pintar dari pada orang lain,” kata Bupati.

Terkait dengan kesejahteraan PNS, Bupati menuturkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, kesejahteraan PNS akan dinaikkan agar semangat kerja semakin baik. (pd)

 

Read More
DSC_0055

Wahyu Kliyu, Upacara Adat Sedekah Apem

kominfo

Asisten Pemerintah Setda Karanganyar Bachtiyar Syarif (Kaos Hitam Tengah) saat membuka Kirab Budaya Grebeg Lawu 2017 di Panggung Terminal Jatipuro, Jumat Sore (06/10)

Dusun Kendal Desa Jatipuro Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar memiliki upacara adat yang dilaksanakan setahun sekali setiap tanggal 15 bulan Sura (Muharam). Wahyu Kliyu “sedekah Apem” dilaksanakan dengan cara saling melempar Kue Apem yang dilakukan oleh warga Kendal.

Wahyu Kliyu merupakan upacara adat yang dilakukan masyarakat Kendal untuk memohon keselamatan kepada Allah SWT supaya warga mendapatkan anugerah dan memiliki kekuatan lahir batin sehingga dihindarkan dari bencana dan mala petaka, yang akan berdampak kepada masyarakat Kendal yang aman, tentram, dan sejahtera.

Kue Apem yang dimaknai dari bentuknya yang bulat, memiliki arti lambang pengayoman, peneduh, dan penyejuk sekaligus memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Camat Jatipuro Eko Budi Hartoyo mengatakan ada yang beda dengan pelaksanaan Wahyu Kliyu tahun ini. Jika tahun sebelumnya pelaksanaan Wahyu Kliyu hanya pada malam harinya, maka tahun ini diawali dengan prosesi kirab budaya Grebeg Lawu 2017 dari 4 Kecamatan sekitar seperti Kecamatan Jumantono, Kecamatan Jumapolo, Kecamatan Jatiyoso dan Kecamatan Jatipuro.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menggiatkan potensi wisata yang ada sekaligus melestarikan budaya yang telah turun temurun dilakukan oleh leluhur.

“Ritual Wahyu Kliyu sendiri akan diselenggarakan di Dusun Kendal Lor nanti malam jam 12. Sebelumnya akan diadakan pertunjukan Wayang Orang RRI Surakarta dan Wayang Kulit semalam suntuk”, kata Eko Budi

Pelaksanaan Kirab Budaya Grebeg Wahyu Kliyu, Jumat Sore (06/10) merupakan pertama kali penyelenggaraannya di Kecamatan Jatipuro, untuk itu Eko Budi menambahkan nantinya kirab seperti ini akan diselenggarakan tiap tahun dan diharapkan semakin meriah. Demikian Diskominfo (ad/adt)

Read More
DSC_1119

Pemkab Siap Fasilitasi Pemasaran Produk Hasil KKN

DISKOMINFO

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi saat menutup kegiatan penarikan KKN Univet di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (06/10).

Karanganyar, Jum’at 6 Oktober 2017

Pemkab siap memfasilitasi produk makanan lokal hasil olahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Karena produk ini dapat meningkatkan perekonomian warga di pedesaan khususnya.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi saat menutup kegiatan penarikan Mahasiswa KKN Univet Bantara Sukoharjo, Jum’at (6/10/2017) pagi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menurut Samsi, ia akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Karanganyar khususnya Baperlitbang dan Disdagnakerkop dan UKM. Karena produk makanan potensi lokal ini tentunya akan menjadi salah satu penggerak ekonomi warga desa. Untuk itu, ia berharap untuk diperhatikan kualitasnya.

“Produk-produk makanan olahan ini harus dikembangkan. Dari Baperlitbang dan Disdagnakerkop untuk dibantu pemasarannya, ijinnya dan kemasannya,”terang Samsi.

Ditambahkannya, Pemkab berterima kasih kepada Universitas Veteran Bantara Sukoharjo yang telah memilih Kabupaten Karanganyar tepatnya Kecamatan Matesih dan Tawangmangu di 20 desa sebagai lokasi pelaksanaan KKN yang berlangsung kurang lebih dua bulan tersebut.

“Semoga pengabdian menjadi mahasiswa KKN menjadi kontribusi lebih memajukan pembangunan Karanganyar,”pesannya.

Sementara itu Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Ali Mursyid mengatakan pihak Univet telah menerjunkan 209 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Pelaksanaan KKN telah selesai dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, mulai 7 Agustus sampai 6 Oktober. Dari 209 mahasiswa terbagi di dua kecamatan yakni Kecamatan Matesih di sembilan desa dan Kecamatan Tawangmangu di sepuluh desa,”tuturnya.

Lebih lanjut Ali Musryid berharap dari pelaksanaan KKN tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat begitu pula sebaliknya memberikan pengalaman berharga untuk mahasiswa dalam berkehidupan bermasyarakat.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
DSC_1317

53,2 MILIAR DANA DESA TAHAP II SIAP DICAIRKAN

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Pengarahan Dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Dana Desa tahap II di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (5/10).

Karanganyar, 05 Oktober 2017

Dana desa tahap I (60 persen) Kabupaten Karanganyar sebesar Rp 79,8 miliar telah dicairkan pada awal bulan Mei lalu, sementara pencairan dana desa tahap II (40 persen) sebesar Rp 53,2 miliar segera cair pada bulan Oktober ini.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada persiapan pelaksanaan kegiatan dana desa tahap II, Kamis (05/10/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menurut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pencairan dana desa ini diperuntukkan kepada seluruh desa di 16 Kecamatan di wilayah Kabupaten Karanganyar. Sedangkan kalurahan di Kecamatan Karanganyar kota tidak mendapatkan dana desa.

Bupati menghimbau untuk seluruh desa di enam belas Kecamatan yang mendapatkan dana desa untuk segera menyelesaikan laporan pertanggungjawabannya dengan baik. Karena BPK telah memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Tolong segera dibereskan secara administrasi karena dana desa yang akan diterima nilai rata-ratanya sebesar Rp 300 juta,”tuturnya.

Lebih lanjut Bupati menekankan jangan sampai beresiko hukum dan jangan ada sisa anggaran karena hal itu akan menunjukkan ketidaksiapan dalam perencanaan dan dinilai kurang efektif dalam melaksanakan kegiatan.

“Lewat APBD Perubahan melalui bankeu untuk segera diikuti sesuai proposal yang benar, karena kami berharap 2018 laporan keuangan daerah awal Februari sudah kita kirim ke BPK untuk menjadi yang tercepat, karena kita kemarin masih diperingkat ke tiga,”tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat mengatakan Kabupaten Karanganyar untuk pencairan dana desa tahap II ini menjadi yang paling awal.

“Di Jawa Tengah baru ada dua yang mencairkan dana desa tahap II ini, yakni yang pertama Kabupaten Karanganyar lalu Purworejo itupun baru sebagian,”terangnya. Demikian Diskominfo (ft/ind).

 

Read More
DSC_1128

28 Kelompok Ternak Terima Dana Hibah Tahap II

KOMINFO

Bupati Karanganyar, menyerahkan bantuan dana hibah ternak tahap II(5/10)

Karanganyar 5 Oktober 2017

Sebanyak 28 kelompok ternak menerima dana hibah untuk pembelian hewan ternak. Pada penyerahan tahap ke II kali ini akan diberikan uang dengan jumlah total 2 Milliar 90 Juta Rupiah jelas Sumijarto, M.P. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar saat menyampaikan laporannya dalam Penyerahan Bantuan Sosial dan Dana Hibah, Kamis (5/10) di aula Bank Jateng Cabang Karanganyar.

“Pengarahan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberi pedoman kepada Kelompok ternak, Lurah, Kades dan juga penerima bantuan dana hibah secara jelas, transparan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Karena ini kaitannya dengan penyaluran bantuan sosial dan dana hibah kepada setiap kelompok ternak sapi, maka harus benar-benar dipahami sesuai prosedur dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam pengarahan menekankan agar dana hibah tahap II ini benar-benar digunakan tepat sasaran.“Kalau nanti sudah menerima uang sebagai bantuan dana hibah, untuk segera digunakan,” jelas Bupati. Seperti Kelompok peternakan, dana hibah diperuntukkan membeli ternak. Apabila sudah dibelikan ternak maka setiap kelompok ternak untuk segera menyelesaikan SPJ nya” pungkas Bupati dihadapan para penerima dana hibah yang dihadiri oleh Asisten, Kades, Dirut bank Jateng Cabang Karanganyar. Demikian DISKOMINFO (adt/yoga)

Read More