Category: Berita

Pemkab Karanganyar Bakal Lakukan Pemerataan Pegawai

Pemkab Karanganyar bakal melakukan pemerataan pegawai negeri sipil (PNS) pada 2013.

Saat ini, instansi terkait tengah melakukan penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja untuk mengetahui jumlah PNS di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Larmanto, mengatakan penyusunan analisi jabatan dan beban kerja di setiap SKPD bakal dilaksanakan mulai Juni.

Setelah penyusunan itu rampung maka pihaknya akan mengkaji untuk melakukan pemerataan PNS di setiap SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar.

“Kami akan melaporkan hasil penyusunan analisis jabatan dan beban kerja kepada Bupati Karanganyar. Setelah disetujui Bupati langsung dilakukan pemerataan PNS,”

Indikator

Menurutnya, proses penyusunan analisis jabatan dan beban kerja cukup lama. Sebab, pendataan jumlah PNS dilakukan di setiap SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar. Tentunya, pihaknya bakal mengkaji perbandingan antara jumlah kebutuhan pegawai dengan jumlah keseluruhan pegawai di setiap SKPD.

Larmanto menambahkan terdapat beberapa indikator penyusunan analisis jabatan dan beban kerja, antara lain satuan hasil rata-rata tahunan, waktu penyelesaian, beban kerja dan jumlah pegawai yang dibutuhkan. SKPD yang kekurangan pegawai akan ditambah dari SKPD lain yang kelebihan pegawai. Langkah ini dilakukan agar tidak ada SKPD yang kekurangan pegawai untuk menjalankan roda pemerintahan.

“Misalnya jumlah pegawai di SKPD A melebihi formasi maka beberapa pegawai akan dipindah ke SKPD lain yang kekurangan pegawai,” ujarnya.

Berdasarkan data BKD Karanganyar, jumlah PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar sebanyak kurang lebih 11.900 pegawai. Mayoritas PNS terbanyak menjadi guru yakni sekitar 7.000 pegawai dan tenaga kesehatan sekitar 4.000 orang.  “Jumlah PNS selalu berubah setiap waktu karena ada yang memasuki masa pensiun.”

Sementara seorang PNS di Setda Karanganyar, Rohman, meminta agar pemerataan pegawai di lingkungan Pemkab Karanganyar disesuaikan dengan keahlian setiap pegawai. Artinya, pegawai yang dipindahkan ke SKPD lain harus mempunyai keahlian di bidangnya masing-masing. Sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan untuk melaksanakan jalannya roda pemerintahan.

Read More
DSC_2196

Karanganyar Raih Piala Adipura

Piala Adipura

Piala Adipura

Karanganyar. Kabupaten Karanganyar kembali meraih Piala Adipura Tahun 2013 Kategori Kota Kecil. Di rencanakan besok, Selasa (11/06) akan ada pawai piala tertinggi dalam kebersihan itu,  dimulai dari perempatan Papahan menuju Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, pukul 12.00 WIB. Hari ini, Senin (10/06) Piala Adipura akan diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Istana Negara, Jakarta.

Read More
DSC_0057

Museum Dayu Jadi Wisata Edukatif

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD)  meninjau pembangunan Museum Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (07/06) pagi

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD) meninjau pembangunan Museum Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (07/06) pagi

Karanganyar, Sabtu (08/06/2013)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menyelesaikan proyek pembangunan Museum Dayu sebagai sarana wisata edukatif, bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Direncanakan pembangunan Muesum Dayu yang berada di desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar  akan selesai pada pertengahan 2014.

Nantinya, di museum tersebut terdapat beberapa ruangan yang terdiri dari ruang penyimpanan koleksi fosil purbakala, ruang pameran yang tedapat diorama fosil purbakala yang ditemukan di desa Dayu.

Selain itu Pemkab Karanganyar akan berupaya memindahkan sebagian fosil purbakala yang ditemukan, dari Museum Sangiran, Sragen,  ke Museum Dayu.  

“Kami akan memindahkan sebagian fosil purbakala dari Museum Sangiran ke Museum Dayu ini,” jelas Ismu Suprihatin, Kepala Seksi Museum, Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Jumat (07/06) pagi.

Menurut Ismu, desa Dayu mempunyai potensi nilai sejarah khususnya fosil purbakala karena warga di desa ini sering menemukan fosil. Terakhir  ditemukan fosil rahang dari gajah purba dan kepala kerbau lengkap.

“Masih banyak potensi fosil purbakala di daerah sini seperti hewan dan manusia purba. Kami juga minta kepada masyarakat apabila menemukan fosil apa saja maka diserahkan ke instansi terkait,” jelas Ismu.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, yakni meminta agar warga setempat mau memberikan benda sejarah itu jika menemukan fosil purbakala.

“Apabila ada warga yang menemukan fosil purbakala, hendaknya jangan dijual. Karena itu sangat tinggi nilai historisnya. Lebih baik diserahkan ke museum saja,” jelas Bupati Rina Iriani, saat meninjau pembangunan Museum Dayu bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sedangkan Museum Dayu berdiri diatas lahan seluas 7000 m2, dengan luas tanah 11000 m2. Pembangunan museum ini sendiri ,menghabiskan dana kurang lebih 25 miliar yang berasal dari APBN.pd

Read More

Desa Buran Bersiap Operasikan Instalasi Pengolahan Limbah

Masyarakat Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar tengah bersiap mengoperasikan instalasi pengelohan limbah yang telah dirancang selama setahun terakhir.

Bangunan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan limbah telah berdiri di atas tanah kas desa seluas 6000 meter persegi di Dusun Nglinggo, Desa Buran.  Sebuah alat pengolahan sampah seharga Rp23 juta juga sudah dihibahkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar.

“Alatnya sudah ada, tapi pintunya belum ada, jadi kami masih menunggu bantuan pintu untuk alat itu. Targetnya bulan ini [Juni]  sudah bisa beroperasi,” urai Kepala Dusun (Kadus) Kranggan, Buran, Tasikmadu, Sunardi, baru-baru ini.

Dengan alat itu, limbah rumah tangga berbahan organik akan diolah menjadi pupuk kompos. Nantinya, pupuk bisa digunakan untuk bertani warga setempat. Menurut Sunardi, telah terdapat beberapa koperasi pertanian yang siap menampung pupuk kompos produksi masyarakat Buran.

“Nanti pupuknya akan dijual, penghasilannya untuk menutup biaya operasional. Kalau ada sisanya untuk masyarakat,” imbuh dia.

Bank Sampah

Selain itu, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Maju Lancar Desa Buran selaku pengelola program pengolahan limbah akan membuka bank sampah. Setiap penduduk diwajibkan memisahkan sampah organik dan non-organik untuk diserahkan kepada BKM.

Suhardi mengatakan sampah tidak diserahkan secara cuma-cuma. Warga akan menerima bayaran untuk sampah yang disetorkan setiap bulan. “Setiap hari, sampah yang diserahkan akan ditimbang, nanti dilihat totalnya satu bulan berapa, terus kami akan memberikan imbalan dari laba yang dihasilkan,” terangnya.

Selain pengolahan sampah organik menjadi pupuk, masyarakat juga diajak mengolah sampah non-organik menjadi kerajinan tangan. Beberapa kali, Pemerintah Desa (Pemdes) Buran menggelar pelatihan kerajinan tangan kepada masyarakat. Kini, sebagian warga telah aktif menjadi pengrajin sampah non-organik.

Menurut Sunardi, ide awal pengelohan limbah itu berasal dari masyarakat setempat. Warga desa jengah pada persoalan sampah yang kerap menggunung di wilayah itu. Mereka kemudian bersama-sama memikirkan solusi penanganan masalah sampah. “Itu murni programnya masyarakat, bukan program pemerintah desa, jadi yang mengusulkan ya masyarakat,” ungkap dia.

Salah seorang warga Nglinggo, Rubiyem, mengaku senang dengan rencana pembukaan instalasi pengolahan sampah di desanya. Dia juga siap beralih ke pupuk kompos produksi warga untuk merawat tanaman padi di sawahnya. Menurutnya, selama ini sampah banyak bertebaran dan kurang terkelola dengan baik.

Read More

PKL Dilarang Berjualan Di Trotoar

Bupati Karanganyar, Rina Iriani saat melihat pembenahan trotoar bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, Rabu (05/06) pagi.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani saat melihat pembenahan trotoar bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Rabu (05/06) pagi.

Karanganyar, Kamis (06/06/2013)

Menjelang penilaian Wahana Tata Nugraha, Pemkab Karanganyar terus berbenah meraih kembali Piala bergengsi dari Kementerian  Perhubungan untuk tahun 2013. Kali ini, dilakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) dan pembuatan akses bagi difabel.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Mei Subroto, menjelaskan PKL akan diberikan surat pemberitahuan agar tidak berjualan di trotoar.

“Sampai saat ini pihak kami baru mengumpulkan KTP untuk pendataan. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan ketua paguyuban,” jelas Mei Subroto.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Rabu (05/06) pagi, mengatakan fasilitas akses kursi roda harus dibuat karena salah satu rekomendasi yang diberikan Kementerian Perhubungan yakni perlunya akses kaum difabel.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar, Didik Joko Bakdono, mengatakan pihaknya telah melakukan penataan dengan melandaikan trotoar di sepanjang jalan protokol. Trotoar itu dibenahi dengan membuat turunan agar landai dan bisa akses kursi roda.

“Pembenahan trotoar itu juga agar tidak terlalu tinggi dan bisa akses difabel” ujar Didik Joko Bakdono.

Selain itu, akan ditambah pula dengan pembangunan fasilitas ruang terbuka hijau di lahan bekas Kantor Perpustakaan dan TIC (Tourism Information Center).

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Harapannya pengerjaan itu bisa selesai sebelum penilaian WTN.pd

Read More

Mendekati Ramadhan, Pasokan Elpiji 3 KG Ditambah

Karanganyar, Kamis (06/06/2013)

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan dan kebutuhan konsumen nanti mendekati Ramadhan dan Lebaran, persediaan gas elpiji tiga kilogram rencananya akan ada penambahan persediaan.

“Kami sudah mengantisipasi dari awal, semoga saja semua lancar dan kebutuhan masyarakat tercukupi,” kata Suwardi HP, Ketua (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Hiswana Migas Surakarta, Rabu (05/06) saat ramah tamah dengan Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Rumah Dinas Bupati.

Suwardi juga menambahkan penambahan pasokan elpiji akan fluktuatif menjelang Ramadhan.

“Tergantung nanti berapa penggunaan dan permintaan gas tersebut menjelang Ramadhan. Yang penting, sudah diantisipasi agar tidak ada gejolak,” jelas Suwardi .

Dia juga mengatakan, saat ini persediaan gas elpiji tiga kilogram sudah aman. Seluruh agen sampai pengecer dan permintaan masyarakat juga bisa terpenuhi semua.

“Untuk Karanganyar selama ini pasokan elpiji sebanyak 18.958 tabung/hari. Dengan penambahan tersebut kebutuhan masyarakat bisa tercukupi,” ujarnya.

Pihaknya melakukan penambahan dan juga operasi pasar dengan menaikkan tambahan menjadi 350 persen dari alokasi harian selama enam hari.

“Pihak kami mulai melakukan pengawasan ketat dengan tim monitoring agar peredaran gas ukuran tiga kilogram ini lancar sampai ke pangkalan bahkan pengecer.” kata dia

Bupati Rina Iriani meminta untuk melakukan pengawasan ketat agar tidak ada kendala lagi.

“Lakukan pengawasan ketat. Jangan hanya meminta tambahan ke Pertamina karena langka elpiji, saat terjadi kendala peredaran gas tersebut di masyarakat,” kata Rina Iriani.pd

 

Read More

Pengurus Kadin Dilantik, Adakan Wayangan

Ketua Kadin Karanganyar, Sarwanto

Ketua Kadin Karanganyar, Sarwanto

Karanganyar. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karanganyar mengadakan syukuran dengan telah dilantiknya pergantian antar waktu pengurus dan terpilih Sarwanto sebagai Ketua Kadin, masa bakti 2011-2016, dengan mengadakan pertunjukan wayang kulit, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (04/06) malam.

Read More

Rina Rayakan Ultah ke-51

Bupati Karanganyar, Rina Iriani merayakan ulang tahun ke-51 tahun, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (03/06)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani merayakan ulang tahun ke-51 tahun, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (03/06)

Momentum pertambahan umur menjadi hal yang tentunya sangat berkesan bagi setiap orang. Tak terkecuali sang pemimpin Kabupaten Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih. Perempuan yang akrab disapa Rina itu, Senin (03/06) merayakan hari jadinya yang ke-51. Bersama dengan Muspida, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Samsi, Sekda Sragen Tatag Prabawanto, dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (Sekda), Rina berbagi kebahagiaan di Pendopo Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Karanganyar yang dikemas secara sederhana.

Rina yang saat itu mengenakan seragam keki yang dipadu-padankan dengan jilbab senada itu terlihat begitu gembira. Senyumnya selalu merekah seiring dengan harapannya selama ini. “Terima kasih kepada semua masyarakat yang telah mendukung saya dalam memimpin Karanganyar. Banyak hal yang bisa saya ambil sebagai pengalaman. Selama memimpin Karanganyar, saya selaku berpaku pada kehati-hatian. Ini pula yang saya tekankan kepada seluruh jajaran Pemkab,” tutur dia.

Namun, suaranya terdengar sangat tertekan saat menceritakan adanya sekelompok orang yang berusaha menjatuhkannya. “Tidak apa-apa jika ada orang-orang yang ingin menjatuhkan nama baik saya. Saya tidak apa-apa meski sakit hati dan butuh waktu berbulan-bulan untuk memulihkannya,” ujar sambil menyeka air matanya.

Mendengar pimpinannya menangis haru, semua tamu undangan hanya terdiam, termasuk wakilnya di Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Paryono. Dia sesekali menatap panglima- nya tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun.

Di ujung sambutannya, Rina juga memberikan apresiasi kepada warga Karanganyar. Pasalnya, sejak dini hari ponselnya tidak berhenti berbunyi. Ratusan warga Bumi Intanpari secara bergantian mengirimkan Short Message Service (SMS) ucapan selamat ulang tahun ke ponsel pribadinya.

Usai memberikan sambutan, para tamu undangan memberikan tepuk tangan tanda penghormatan sambil beranjak dari kursi yang selama kurang lebih satu jam diduduki.

Puncak acara peringatan hari lahir itu, Rina memotong tumpeng yang di atasnya terdapat lilin bertuliskan angka 51. Potongan pertama dia berikan kepada Ketua Pengadilan Agama (PA), Ahmad Akhsin, selanjutnya  juga ke Muspida, dan beberapa tamu undangan.   pd

Read More

KPU Tetapkan Hasil Perolehan Suara Pilgub Jateng

KPU Kabupaten Karanganyar melakukan sidang pleno terbuka dengan agenda rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jateng, di Ruang OR, Komplek DPRD Karanganyar, Sabtu (01/06)

KPU Kabupaten Karanganyar melakukan sidang pleno terbuka dengan agenda rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jateng, di Ruang OR, Komplek DPRD Karanganyar, Sabtu (01/06)

Karanganyar, Senin  (03/06/2013)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten mengadakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah,  Sabtu (01/06)

Rekapitulasi itu merupakan hasil perolehan suara dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, dengan jumlah suara sah sebanyak 401.065, sedangkan suara tidak sah sebesar 24.947.

“Jumlah keseluruhan yang menggunakan hak pilih sebesar 426.012 atau 61,65 persen,” jelas  Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho.

Pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko (Gagah) sebanyak  258.776, kemudian Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo (Bissa) sebanyak 86.387, selanjutnya Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) memperoleh suara sebesar 55.902, sedangkan jumlah Daftar Pemilih Tetap  sebanyak 691.104.

Sementara itu, angka golput mencapai 290.039 pemilih atau sekitar 38,35 persen.

Menurut Sri Handoko, salah satu faktor penyebab tingginya angka golput karena sebagian penduduk Karanganyar yang tercatat dalam DPT sedang merantau atau boro. Sebagian lainnya, kemungkinan telah meninggal dunia, pindah tempat tinggal atau menempuh pendidikan di kota lain.

“Permasalahannya pendataan pemilih berbasis yuridis de jure dari data administrasi kependudukan, padahal mungkin saja orangnya KTP Karanganyar tapi tidak tinggal di sini. Apalagi di 4J (Jatipuro, Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso) yang datang hanya 50 persen, banyak yang boro,” tandasnya.

Dia juga mengaku telah menyelenggarakan sosialisasi secara maksimal untuk menekan angka golput di Kabupaten Karanganyar. Pihaknya juga telah menyerahkan undangan kepada setiap pemilih sejak jauh-jauh hari sebelum Pilgub dilaksanakan.

“Kami sudah sering sosialisasi yang berlangsung sejak lama, tapi kenyataannya sangat  susah memaksimalkan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Rekapitulasi yang diadakan di Ruang OR, Komplek DPRD,  dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, hadir seluruh anggota, Ketua Panwaslu, Ketua/anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, dan saksi dari tiga pasangan calon, berjalan kondusif.pd   

 

Read More
DSC_0025

Kerja Bakti Masal APPMD Wahyu Sekar Mulyo

Kerja bakti masal warga desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (02/06)

Kerja bakti masal warga desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (02/06)

Karanganyar, Minggu (02/06/2013)

600 warga Dusun Ngelosari dan Dondong, Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar yang tergabung dalam Asosiasi Paguyuban Peduli Masyarakat Desa (APPMD) Wahyu Sekar Mulyo menggelar kerja bakti masal memperbaiki jalan rusak sepanjang satu kilometer, Minggu (2/6) pagi. Kegiatan tersebut murni dengan tenaga dan dana mandiri.

Langkah ini menjadi bukti bahkan masyarakat tidak terlalu bergantung kepada Pemkab Karanganyar. Pasalnya, sering kali masyarakat lebih mengedepankan aksi frontal untuk menyampaikan aspirasinya. Di antaranya dengan menanami jalan rusak dengan pohon atau lainnya.

Ketua APPMD Wahyu Sekar Mulyo, Suparman juga mengaku kegiatan itu dilaksanakan untuk menumbuhkan kembali jiwa gotong royong di dalam masyarakat. Menurutnya, selama ini gotong royong mulai terkikis sedikit demi sedikit. “Dalam kegiatan ini, kami melibatkan semua pihak. Baik karang taruna hingga orang tua di Dusun Ngelosari dan Dondong. Tapi ada juga masyarakat di luar dusun juga ada yang membantu kegiatan itu,” kata dia.

Dia menambahkan, masyarakat tidak ingin terlalu bergantung kepada Pemkab Karanganyar. Oleh karena itu, masyarakat bersama-sama menanggung semua pembiayaan untuk memperbaiki jalan yang rusak. “Jalan yang rusak ini sepanjang satu kilometer. Informasi menyebutkan jika jalan ini milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tapi ada juga yang mengatakan bukan milik DPU. Kami pun memutuskan untuk memperbaikinya sendiri,” ujar Suparman.

Kegiatan itu menurut dia sudah dirancang sedemikian rupa. Baik dari sisi peralatan, logistik, material maupun tenaga. “Kami semua bahu membahu dalam memperbaiki jalan yang rusak. Kami tidak perlu menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai wujud protes. Dengan seperti itu, jalan juga tidak akan bagus dengan sendirinya,” tuturnya. pd

Read More