Category: Berita

DSC_0199 copy

Peringati Hari AIDS Dengan Bagikan Stiker

Karanganyar, Senin (08/12/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat membagikan stiker dan pamflet tentang bahaya HIV AIDS, Minggu (07/12) saat di CFD

Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat membagikan stiker dan pamflet tentang bahaya HIV AIDS, Minggu (07/12) saat di CFD

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar, mengadakan kegiatan bagi-bagi stiker dan pamflet yang berisi tentang bahaya penyakit HIV/AIDS, cara penularan dan menghindarinya.
KPA mengadakan acara itu sebagai rangkaian acara peringatan Hari AIDS Sedunia, yang diperingati setiap 1 Desember.
Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Kapolres Karanganyar AKBP Martirenni Narmadiana, tak segan juga membagikannya di tengah kerumunan masyarakat. Tak hanya itu saja, dengan melibatkan puluhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta berkeliling di seputaran alun-alun Karanganyar di Car Free Day (CFD).
Saat memberikan sambutan, Bupati Juliyatmono menuturkan hampir 60 orang di Karanganyar meninggal karena terkena virus HIV/AIDS. Hal tersebut bisa disebabkan ketidaktahuan mereka tertular penyakit menular tersebut.
“Masyarakat jangan mengucilkan penderita virus itu. Selain itu tetap berhati-hati dan menghindari dengan berperilaku pola hidup sehat,” ujar Juliyatmono, Minggu (07/12) di CFD.
Adapun cara penularannya dapat melalui hubungan seksual dengan orang yang terjangkit virus HIV, pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus tersebut, menerima transfusi darah yang tercemar HV, dan Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV.
Sedangkan cara pencegahan virus yang menyerang imunitas tubuh manusia tersebut dengan setia pada pasangan, tidak melakukan seks bebas, hindari pengguaan jarum suntik secara bersama-sama, alat tusuk untuk akupuntur, tato, melubangi telinga harus steril, dan jika ingin tranfusi darah sebaiknya pastika darah tidak tercemar HIV. pd

Read More
ATT_1418030905204_IMG_20141208_130500 copy

Pemkab Karanganyar Raih Penghargaan LAKIP Tahun 2014

Karanganyar, Senin (08/12/2014)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kanan) menerima penghargaan LAKIP tahun 2014, dari Kementerian PAN dan RB, Senin (08/12) di Jakarta

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kanan) menerima penghargaan LAKIP tahun 2014, dari Kementerian PAN dan RB, Senin (08/12) di Jakarta

Pemerintah Kabupaten Karanganyar meraih penghargaan Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) tingkat Kabupaten/ Kota Tahun 2014 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) di Jakarta, di Balai Kartini Jakarta, Senin (08/12).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.
Tahun ini, KemenPAn dan RB melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja kabupaten/ kota tahun 2014 pada 462 objek. Sementara itu, setahun sebelumnya yakni 2013 ada 424 kabupaten/ kota yang dievaluasi.

Yang membedakan lagi, evaluasi pada tahun 2014 ini dilakukan bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat Provinsi masing-masing objek. Nilai rata-rata akuntabilitas kinerja juga mengalami peningkatan, dari tahun lalu 43,82 menjadi 44,90. Dalam kesempatan itu, KemenPAN dan RB membaginya menjadi enam kelompok yakni AA dengan kisaran nilai 85–100, A dengan 75–85, B dengan 65–75, CC jika nilainya 50-65, C bila nilainya mencapai 30–50, dan D bila objek mendapatkan nilai evaluasi 0–30.

Untuk tahun ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendapatkan nilai CC (Cukup baik) atau 50-65. Hal tersebut sama dengan penghargaan yang juga diraih pada tahun 2013 lalu. Rohadi Widodo setelah menerima penghargaan yang diberikan oleh MenPAN dan RB Yuddi Chrisnandi mengatakan, perolehan prestasi itu menjadi semangat untuk lebih baik lagi di tahun mendatang.

“Kami tentunya berterima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah menorehkan pretasi tersebut. Semoga ke depan bisa masuk kategori B,” kata Rohadi Widodo, di Jakarta.
Pihaknya juga mengharapkan, agar semua jajaran perangkat daerah bisa seoptimal mungkin dan bekerja keras lagi untuk peningkatan kesehteraan masyarakat serta mempunyai semangat melayani masyarakat. pd

Read More
foto pasuruan-1

Lalung Serius Kembangkan Peternakan Sapi Diperkotaan

foto pasuruan-1

Salah satu keseriusnya adalah dilakukannya studi lapangan yang dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Amanah dan pemerintah Kelurahan Lalung di lembaga penelitian dan Pengembangan peternakan sapi Grati, Pasuruan Jawa Timur 28-30 Nopember 2014.

Kelurahan Lalung, Karanganyar saat ini telah memiliki sebuah kawasan peternakan sapi komunal terpadu di sisi barat waduk lalung. Kawasan peternakan sapi komunal yang dibangun oleh Progam Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan, telah dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Ternak Andini Lestari.

Perkembangan kawasan tersebut cukup pesat, dimana jumlah ternak sapinya sudah mencapai 100 ekor dari awal sekitar 54 ekor. Pesatnya perkembangan kawasan peternakan sapi terpadu tersebut tidak terlepas dari komitmen warga yang didukung oleh BKM Amanah Lalung dan pemerintah kelurahan.

foto pasuruan-4

Dipilihnya kunjungan lapangan di balai penelitian dan pengembangan peternakan grati Pasuran, untuk melihat teknologi yang dikembangkan khususnya pengelolaan sapi betina. “Termasuk penguatan kawasan kandang sapi komunal”, ungkap Sukarmo, Koordinator BKM Amanah Lalung ketika menyampaikan maksud dan tujuan studi lapangan.

Ainur Rosyid, staf peneliti BPP Grati menjelaskan bahwa teknologi merubah kandang individu menjadi pola kandang kelompok, cukup efektif diterapkan di wilayah perkotaan. “Efisiensi tenaga menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi pola kandang kelompok”, ujar Ainur.

Melalui kandang koloni, lanjut Ainur peternak tidak harus penuh waktu menangani sapi sehingga bisa melakukan aktifitas lainnya. Pakan berupa jerami yang ditempatkan secara khusus “bank pakan”, sehingga sapi dapat makan setiap saat.

foto pasuruan-2

Selain itu dalam hal reproduksi tidak harus mengamati ternaknya terus menerus. Dengan dikoloni 1 pejantan dapat melayani 20 ekor betina. Sapi pejantan memiliki insting yang kuat menemukan betina yang lagi birahi, sehingga dalam setiap saat bisa melakukan perkawinan. “ini menjadi efektif dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi”, tambah Ainur.

Terkait dengan kondisi perkotaan, dalam penjelasannya staf peneliti Peternakan gratis menyampaikan bahwa pengembangbiakan sapi indukan tidak memerlukan pakan yang berprotein tinggi. Cukup pakan yang berprotein maksimal 8%.

Melalui pakan yang berkadar protein tinggi, maka protein akan diserap habis oleh tubuh. Sehingga sisa di kotoran kadarnya semakin kecil bahkan bisa nol. Dampaknya kotoran sapi tidak akan berbau dan tidak akan banyak lalat. Sehingga aman dan tidak menganggu tetangga sebelah.

foto pasuruan-3

Sementara itu, Suparno anggota BKM Amanah lalung mengajukan kerjasama antara Kelompok Ternak Andini Lestari Lalung dengan Balai Penelitian Sapi Grati. Kerjasamanya berupa penyediaan bibit betina yang produktif dan berkualitas.

“Kami mengalami kesulitan mencari bibit betina yang baik”, ungkap suparno yang juga bekerja di Dinas Peternakan Kab. Karanganyar.

Alhamdulillah, permohonan tersebut ditanggapi positif oleh Balai Penelitian Sapi Grati dan diminta untuk segera mengirimkan proposal permohonan.

Pengirim:
Dade Saripudin
Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kab. Karanganyar

Read More
DSC_0042 copy

Gubernur Jawa Tengah Berikan Ceramah di Kemah Kebangsaan

Karanganyar, Jumat (05/12/2014)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan Ceramah Umum di kegiatan Kemah Kebangsaan, Kamis (04/12) malam,  di Balai Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan Ceramah Umum di kegiatan Kemah Kebangsaan, Kamis (04/12) malam, di Balai Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, memberikan ceramah umum di depan 153 peserta Kemah Kebangsaan. Kegiatan yang diikuti lima unsur agama dari 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sungguh luar biasa, karena bisa menjadi pemersatu masyarakat Indonesia,” ujar Gubernur Ganjar Pranowo, Kamis (04/12) malam, di Balai Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Gubernur menambahkan kebhinekaan bangsa Indonesia bisa diwujudkan dengan berbagai cara, misalkan saja dengan bergotong royong bersama dengan berbagai umat beragama.
“Kemah kebangsaan seperti ini sebagai salah satu implementasi kerukunan umat beragama. Kita diwajibkan berhubungan dengan Tuhan, dan juga berhubungan dengan baik antar sesama manusia. Jangan sampai terpecah belah,” ucap Ganjar Pranowo.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan di tempat yang terhormat, maka mari kita hayati kemah kebangsaan ini. “Interaksi antar kita akan melahirkan spririt keagamaan di tempat masing-masing daerah. Mari kita perkokoh jati diri kita sebagai warga bangsa untuk tetap menjaga idelogi negara,” jelas Juliyatmono.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut bekerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karanganyar, dan Gerakan Pramuka Kwartir Kabupaten Karanganyar. Kemah itu berlangsung Kamis-Sabtu (04-06/12) di lapangan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso. pd

Read More
gue copy

Kemah Kebangsaan Wujud Tolerasi Antar Umat Beragama

Karanganyar, Kamis (04/12/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi,tengah) saat meninjau peserta Kemah Kebangsaan), Kamis (04/12) pagi di lapangan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi,tengah) saat meninjau peserta Kemah Kebangsaan), Kamis (04/12) pagi di lapangan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan kemah. Namun kemah itu diikuti oleh berbagai unsur lima agama dan pramuka di Karanganyar, yang berlangsung, Kamis-Sabtu (04-06/12) di lapangan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Pada upacara pembukaan Kemah Kebangsaan, Bupati Karanganyar Juliyatmono sebagi Inspektur Upacara mengatakan, melalui salah satu Visi dan Misi Kabupaten Karanganyar yakni Peningkatan Kualitas Keagamaan, Sosial dan Budaya mewujudkan dengan mengadakan kemah tersebut.

“Setiap pembangunan merupakan kesejahteraan yang hakiki. Hal itu tidak terwujud dengan baik, karena juga dibutuhkan kesejahteraan batiniah,” kata Bupati Juliyatmono, Kamis (04/12) pagi.

Lebih lanjut dikatakannya, interaksi komunikasi antar pemeluk agama dalam satu tenda dapat menghasilkan output saling tolerasi, menghargai dan meningkatkan kualitas pemeluk agama.
“Pembangunan tidak boleh terhambat karena konflik agama. Kita ingin menjadi teladan yang baik bagi kabupaten dan masyarakat luas, sebab bersatu untuk menyongsong masa depan yang lebih baik melalui spirit agama tanpa ganguan,” ujar Bupati Juliyatmono.

Dia juga manjelaskan, semua agama tidak mengajarkan pertikaian, permusuhan dan konflik. Sebab agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan di tempat yang terhormat, maka mari kita hayati kemah kebangsaan ini.

“Interaksi antar kita akan melahirkan spririt keagamaan di tempat masing-masing. Mari kita perkokoh jati diri kita sebagai warga bangsa untuk tetap menjaga idelogi negara,” jelas Juliyatmono.

Kegiatan yang dinamakan Kemah Kebangsaan itu diikuti sebanyak 17 regu dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar, dengan jumlah total 153 peserta. Sedangkan sebagai ceramah umum yang dilangsungkan pada hari ini, sekitar pukul 19.30, di Balai Desa Segorogunung, menghadirkan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kasrem Warastratama mewakili Pangdam IV Diponegoro, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, dan Muspida Kabupaten Karanganyar. pd

Read More
DSC_0131

45 Perusahaam Ikuti Pembinaan Industri

DSC_0129

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Saat Berikan Sambutan Sosialisasi Pembinaan Rutin Dan Monev Industri, Rabu Pagi 03/12

Perkembangan Kab. Karanganyar di akhir tahun 2014 ini berdasar survey Bank Indonesia untuk tingkat kesejahteraan tertinggi se Solo Raya, hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, SP saat membuka kegiatan Pembinaan rutin dan Monev Perusahaan industri Menengah dan Besar yang sudah berizin di Kab. Karanganyar, Rabu (03/12) di Ruang Melati Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Sebanyak 45 Perusahaan besar dan menengah yang berizin dan 5 (lima) asosiasi Usaha di Karanganyar mengikuti kegiatan tersebut.

“Dengan peningkatan kesejahteraan warga Karanganyar ini, maka pembangunan infrastruktur terus kita kerjakan, akses kemanapun terus kita lebarkan dan kembangkan agar tidak ada lagi hambatan sehingga perekonomian menjadi lancar. Khusus daerah 4 (empat) J (Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, Jumantono) yang merupakan wilayah industri untuk akses jalan masih kecil, karena wilayah tersebut merupakan jalan propinsi tetapi kami terus koordinasi dengan pihak propinsi agar dilaksanakan pelebaran jalan. Sedangkan untuk daerah Ngargoyoso, Kebakramat dan Gondangrejo, harga tanah tidak mengalami kenaikan melainkan berganti harga yang berlipat-lipat dikarenakan ke depan wilayah ini mudah dicakup transportasi dengan akses jalan yang cukup besar,” terang Wabup Rohadi Widodo dihadapan para peserta dari berbagai perusahaan industri.

Disampaikan pula oleh Rohadi Widodo yang terkait hak-hak normatif di perusahaan untuk bisa dipenuhi. “ Saya minta tolong kepada perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Karanganyar ini agar hak-hak normatif para buruh yang telah dijanjikan untuk dipenuhi, agar tidak ada permasalahan, seperti yang terjadi pada perusahaan Ladewindo. Dan juga kepada owner perusahaan agar tetap menjaga lingkungan dengan tidak membuang limbah ke sungai serta terkait CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai rasa tanggung jawab sosial dan lingkungan sekitar perusahaan berada, untuk bisa sedekah bumi yakni dengan menanam pohon guna menjaga kelestarian lingkungan sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga,” pesan Wabup.

Sementara itu Kepala Disperindagkop Kab. Karanganyar Nur Halimah, menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan berbagai peraturan perundangan terkait perindustrian, menggalang perusahaan menengah dan besar yang sudah berizin untuk kemajuan Karanganyar dan memperoleh data yang akurat tentang perusahaan yang ada di Karanganyar.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi UU no. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian oleh Ratna Kauri (Disperindagkop Prop. Jateng), Perpres 97 Tahun 21014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu satu pintu oleh Drs. Sucahyo, MM (ka. BPPT Karanganyar) dan Peran tanggungjawab dunia usaha dalam rangka penyelenggaraan Pembangunan kesejahteraan sosial oleh Sulistyowati (Dinsosnakertrans Karanganyar). ad

 

Read More
DSC_0026 copy

Jaga Kode Etik Profesi Untuk Mewujudkan Jiwa ASN

Karanganyar, Selasa (02/12/2014)

Upacara peringatan HUT KORPRI ke 43 di Kabupaten Karanganyar, Senin (01/12) pagi di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar.

Upacara peringatan HUT KORPRI ke 43 di Kabupaten Karanganyar, Senin (01/12) pagi di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar.

Pada upacara Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke 43 tahun 2014, di Kabupaten Karanganyar berjalan khidmat. Upacara yang diikuti oleh ratusan perwakilan Pegawai Negeri Sipil dari berbagai instansi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Karanganyar, diperingati di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Senin (01/12) pagi.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Karanganyar Usman, sebagai Inspektur pada upacara bendera tersebut, saat membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia mengatakan, sebagai organisasi yang merupakan bagian integral dari pemerintahan, saya minta fungsi-fungsi sebagaimana yang tercantum dalam UU Aparatur Sipil Negara dapat diwujudkan secara bertahap dengan tetap berpedoman pada amanat Panca Prasetya KORPRI.

“Jaga kode etik profesi. Pedomani sumpah jabatan. Pegang teguh Panca Prasetya KORPRI. Buktikan kepada masyarakat, bahwa integritas dan kinerja aparatur negara semakin berkualitas dan dapat dibanggakan,” kata Usman. Selain itu juga dikatakan, percepat budaya kerja untuk seluruh anggota KORPRI menuju pola pikir dan budaya kerja aparatur negara yang lebih gigih, cerdas, inovatif, dan tanggap terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis.

“Kepada jajaran KORPRI untuk memahami dan melaksanakan penataan birokrasi yang menjadikan birokrasi yang bersih, kompeten, dan mampu melayani masyarakat dengan lebih cepat lagi,” ucapnya.

Sementara itu, setelah upacara berlangsung, diserahkan hadiah pemenang Lomba Paduan Suara dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97 dan HUT KOPRI ke 43 Tahun 2014. pd

Read More
DSC_0050

Kabupaten Karanganyar Serius Tanggulangi HIV/AIDS

Kabupaten Karanganyar, Senin (1/12/2014)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menjadi pembicara pada Seminar Hari HIV/AIDS sedunia, Senin (1/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menjadi pembicara pada Seminar Hari HIV/AIDS Sedunia, Senin (1/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Guna memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar, mengadakan Seminar dengan tema Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga, Masyarakat dari HIV dan AIDS dalam Rangka Perlindungan HAM, Senin (01/12).
Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan KPA telah berupaya untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Karanganyar.

Upaya terebut dengan melalui berbagai penyebaran informasi tentang pencegahan HIV /AIDS melalui kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS), Siaran radio program Bupati Menyapa, khotbah jumat, dan kelompok pengajian.

“Kami juga memasang spanduk, kampanye di lokasi kelompok resiko tinggi, dan peringatan Hari AIDS sedunia,” kata Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Lebih lanjut dikatakan, juga melalui pengembangan Klinik Konseling dan testing HIV di RSUD dan Puskesmas Kerjo, pengembangan Klinik Perawatan dan Pengobatan penderita HIV/AIDS di RSUD, melaksanakan Klinik Konseling dan Testing HIV secara mobile/keliling, pengembangan Klinik IMS (Infeksi Menular Seksual) di 12 Puskesmas.

Rohadi Widodo juga menjelaskan juga dilakukan penjangkauan kelompok-kelompok resiko tinggi oleh LSM Pendampingan penderita melalui Kelompok Dukungan Sebaya Kadar Lawu.
“Penguatan Sosial Ekonomi penderita HIV/AIDS melalui Dinsosnakertrans, pencegahan HIV melalui transmisi seksual dengan pelayanan kondom bagi pasangan resiko tinggi dan kelompok-kelompok beresiko, pemberdayaan masyarakat melalui Pengembangan Desa WPA (Warga Peduli AIDS) telah terbentuk kepengurusan WPA di 50 desa,” kata dia.

Sementara itu, Edy Purwanto, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menuturkan HIV/AIDS dapat menular melalui kontak seksual, kontak darah dengan penggunaan jarum suntik berulang, dan Ibu ke anak melalui proses persalinan dan pemberian ASI.

“Adapun pencegahan melalui tidak melakukan hubungan seks bagi yang belum menikah, setia pada pasangan bagi yang sudah menikah, gunakan kondom jika berhubungan seks beresiko, jahuhi narkoba dan ajari orang-orang dekat tentang HIV/AIDS dengan benar,” ujar Edy Purwanto. pd

Read More
DSC_0093 copy

Toga Desa Ngunut Dinilai Tim PKK Provinsi Jawa Tengah

Karanganyar, Jumat (28/11/2014)

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan (kedua dari kanan) didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, (baju kuning) saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim Evaluasi Penilaian Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Jawa Tengah meninjau langsung kondisi hasil toga (Tanaman Obat Keluarga) di Kabupaten Karanganyar yang diwakili Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono.

Rombongan tim dipimpin langsung Tuty Hendrawan, Wakil Ketua IV Pengerak PKK Provinsi Jawa Tengah, meninjau lahan toga di belakang Kantor Kepala Desa Ngunut, poliklinik kesehatan desa (PKD) yang sudah menggunakan saintifikasi jamu, pos pengumpulan jamu, dan lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut. Mereka disambut oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Ketua Tim PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono.

“Apotek hidup seperti toga dapat dimanfaatkan keluarga sebagai obat penaggulangan penyakit dan juga membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan,” ujar Tuty Hendrawan, Jumat (28/11) di Kantor Kepala Desa Ngunut.

Lebih lanjut ditambahkan, sistem pengobatan ini murah, mudah dan cepat. Yang dapat di tanam di kebun maupun pekarangan rumah dalam mememenuhi obat keluarga. “Toga juga berfungsi sebagai bahan obat bagi keluarga dan tambahan penghasilan keluarga,” kata nya.

Sementara itu, Siti Komsiah Juliyatmono mengatakan masyarakat Desa Ngunut mempunyai gerakan menanam toga di pekarangan dan di kebun rumah mereka. Warga desa juga mempunyai pastisipasi dalam membangun desa wisata toga. “Terdapat tanaman toga seperti jahe, kunir, temu lawak dan dewa. Kalau berasal dari daun ketepang dan daun salam. Sedangkan dari akar yakni teki dan alang-alang,” ujar Siti Komsiah.

Dalam mengembangkan hasill toga, juga mendapatkan pendampingan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar.

Saat ini sudah terdapat pusat pelatihan dengan pelatihan pembuatan instan, jamu gendong dan makanan ringan. Selain itu juga ada warung herbal, pondok herbal, dan jamu gendong. pd

Read More
DSC_0348

Bupati Sampaikan Nota Pengantar Kebijakan Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun 2015

DSC_0348

Bupati Karanganyar, Juliyatmono Sampaikan Nota Kebijakan KUA PPAS di depan DPRD Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Karanganyar di ruang rapat DPRD, Kamis siang 27/11. Dalam pidatonya Juliyatmono mengatakan di Tahun 2015 mendatang direncanakan membuat kesepakatan dalam penyusunan KUA dan PPAS Tahun 2015 dengan tema pembangunan “Pengembangan Infrastruktur Pemerintahan, Pelayanan Dasar danPembangunan Ekonomi Wilayah“. Fokus ini mengarahkan konsentrasi pembangunan pada penyiapan infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan dasar.

Adapun target pendapatan diperkirakan mencapai Rp. 1.605.777.099.000,- atau meningkat 9,53 % dari penetapan Tahun Anggaran 2014, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 174.815.011.000,- dan target dana perimbangan sebesar Rp. 999.758.235.000,- serta target lain (Pendapatan Daerah Yang Sah) seperti Hibah Program Pengelolaan Sumber Daya Air dan Irigasi, Bagi Hasil Pajak dari Provinsi, Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus serta Bantuan keuangan dari Provinsi dengan asumsi masih sama dengan Tahun 2014, yang kesemuanya diperkirakan dapat mencapai Rp. 431.203.853.000,-

“Kami harap agar Rancangan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan tujuan pembangunan. Selanjutnya agar dapat dibahas dan disepakati bersama”, ujar Juliyatmono. ad

Read More