Category: Berita

aku copy

394 Jamaah Calhaj Jalani Manasik Haji

Jamaah calon haji dari Kabupaten Karanganyar saat praktik manasik haji di halaman Masjid Agung

Jamaah calon haji dari Kabupaten Karanganyar saat praktik manasik haji di halaman Masjid Agung, Rabu (26/08)

Karanganyar, Rabu (26/08/2015)
Jamaah Calon Haji Kabupaten Karanganyar sebanyak 394 orang menjalani manasik haji teori yang dilaksanakan pada, Selasa (25/08) di Gedung Wanita.

Sedangkan untuk manasik haji praktek akan dilakukan pada, Rabu (26/08) di beberapa tempat lokasi.

Menurut Siti Maisyaroch, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Karanganyar sebagai Ketua Penyelenggara Manasik Haji tahun 2015, lokasidi Masjid Agung Karanganyar digunakan sebagai Miqot, Thowaf, Sai dan Takhalul

“Di lapangan Harjosari, Popongan untuk Arofah, Wukuf, lapangan Wonorejo Bejen untuk Musdzalifah, lapangan belakang DPRD untuk Mina melempar Jumroh Aqobah, Jumroh Wustho, dan Masjid Agung untuk Thowaf Wada’,” katanya saat di Gedung Wanita Karanganyar, kemarin.

Dia juga menjelaskan Calon Haji Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 66 sejumlah 307 orang terdiri dari tujuh rombongan, 28 regu.Dari 394 orang itu terdiri dari 197 laki-laki dan 197 perempuan.

“Berangkat pada, Minggu 13 September 2015, jam 20.00 WIB masuk ke Asrama Haji Donohudan, dan kloter 67 sejumlah 87 orang terdiri dari dua rombongan, dan delapan regu. Masuk ke Donohudan pada, Senin 14 September 2015, jam 09.00 WIB,” katanya.

Ditempat yang sama Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar Museri mengatakanvisa belum selesai sebanyak 19 orang.

“Diharapkan sambil menunggu waktu (sebelum berangkat) pengurusan visa sudah selesai,” ujarnya.
Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan, penyelengaraan pemberangkatan calon haji sampai Embarkasi dan pemulangan haji dari Debarkasi dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

“Tidak ada pungutan, saya tegaskan ini gratis,” kata Bupati Juliyatmono.

Dia juga ingin memastikan nomer hp jamaah calon haji yang sakit untuk diketahui panitia penyelenggara haji Kabupaten Karanganyar, untuk memudahkan berkoordinasi jika ada sesuatu hal yang penting.

Juliyatmono pada kesempatan tersebut juga berpesan untuk khusuk untuk menjalankan ibadah haji.

“Jangan ada punya pikiran yang jelek. Fokus untuk beribadah haji, hati senang dan sehat,” katanya.pd

Read More
DSC_0034

Eksibisi Sepakbola Matesih

DSC_0034

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo menjelang pertandingan eksibisi sepakbola bersama perangkat desa Matesih di Lapangan Matesih, Selasa (25/08).

Read More
DSC_0063

Trilogi Kerukunan Umat Beragama Masih Relevan Di Masyarakat

????????????????????????????????????

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan arahannya terkait kerukunan antar umat beragama bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se Karanganyar, Selasa (25/08).

Dalam rangka meningkatkan kerukunan umat beragama guna menjaga persatuan dan kesatuan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Karanganyar bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan silaturahmi kerukunan umat beragama Kabupaten Karanganyar tahun 2015 di Gedung Paripurna DPRD Karanganyar, Selasa (25/ 08).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, FORKOPIMDA Karanganyar, Kepala KESBANGPOL, Ketua FKUB serta diikuti Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Dewan Penasihat FKUB, Segenap pengurus FKUB di 17 Kecamatan se- Karanganyar, Camat se- Kabupaten Karanganyar, KUA, Organisasi keagamaan NU, MTA, LDII, DMI, MUI, PONPES.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa toleransi, rasa menghargai antar umat beragama, membawa sinergi antara pemerintahan dan masyarakat, serta peran aktif Tokoh Agama, dalam menjaga kerukunan umat beragama,” kata Muh. Indrayanto selaku kepala KESBANGPOL Karanganyar saat menyampaikan materi.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan kembali pentingnya Trilogi Kerukunan umat beragama.

“Saya atas nama Pemerintah mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan FKUB, semoga dapat diwujudkan secara sungguh – sungguh di Kabupaten Karanganyar ini. Saya tahu volume atau frekuensi kerja FKUB ini cukup padat dalam menjaga kondusifitas kerukunan umat beragama di Karanganyar ini, “terang Juliyatmono dihadapan para peserta Seminar Kebangsaan.

“Saya tekankan bahwa Trilogi kerukunan umat beragama itu masih sangat relevan di terapkan di masyarakat, diantaranya: Kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Ia juga berharap Kabupaten Karanganyar menjadi contoh di Indonesia sebagai Kabupaten yang damai dan tentram.

“Kedepan Kabupaten Karanganyar ini dapat menjadi contoh 514 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai Kabupaten yang aman, rukun, damai, dan tentram dengan berbagai umat beragama dan aliran kepercayaan serta budaya yang beragam,”harap Juliyatmono.

“Sebagai wujud nyata telah kita selanggarakan Kemah Kebangsaan ditahun 2014 kemarin,” tambahnya. ind/ft/pcu

 

Read More
DSC_0233

Juliyatmono : “Tetap jadikan Karanganyar lumbung pangan Jawa Tengah dan Nasional”

????????????????????????????????????

Bupati Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Dandim 0727 Karanganyar Letkol.Inf. Mathen Pasunda saat mencoba traktor pertanian dihalaman Kantor Setda Karanganyar, Jum’at (21/08)

Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar menerima bantuan alat pertanian dari APBN Pusat berupa traktor dan pompa air. Alat bantu pertanian ini diperuntukkan kepada sejumlah usaha tani yang tersebar di wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Jumlah traktor tanaman pangan merk Yanmar yang kami terima ada 29 unit dan 13 unit pompa air. Bantuan ini dari APBN Pusat dan sudah berbadan hukum. Traktor akan kami bagikan ke kelompok tani guna membantu mengolah lahan tanaman yang memang sudah mencapai 85 persen sehingga meningkat seratus persen, seperti di wilayah Karangpandan, Tasikmadu, Jaten, Jumapolo, Jumantono. Dan untuk daerah kurang air seperti Gondangrejo, Jatipuro, Mojogedang akan kami serahkan bantuan pompa air agar panen tetap baik dan meningkat,” terang Supramnaryo selaku Kepala pertanian Karanganyar saat menyampaikan laporannya dihadapan Bupati Karanganyar, Jum’at (21/08) di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Selanjutnya Bupati Karanganyar yang didampingi Wakil Bupati dan Dandim 0727 Karanganyar dalam hal ini menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau dimana banyak daerah kekurangan air, dengan bantuan dari pusat ini khususnya pompa air tetap dapat memperlancar pengairan.

“Saya harap dengan bantuan pompa air ini irigasi tetap lancar, panen melimpah karena sekarang ini kita sudah memasuki musim kering. Semoga untuk kedepannya kita bisa mendapat bantuan berupa transpalanter guna membantu petani terus meningkatkan hasil panennya,” harap Bupati dihadapan para Kelompok Usaha Tani. “ semuanya agar ditata dengan baik, agar panen tetap stabil bahkan kita berharap untuk terus meningkat dan Karanganyar tetap menjadi lumbung pangan Jawa Tengah dan Nasional,” tambah Juliyatmono. ind/ft

Read More
DSC_0265

Membaca itu Wajib Sebagai Jendela Dunia dan Memajukan Kehidupan

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Laila Istiana (kanan) Anggota DPR RI Komisi X dan Sri Sumekar (kiri) dari Perpustakaan nasional RI pada acara Safari Gerakan Gemar Membaca, Senin (24/08)

Di era digital ini hampir semua orang dapat mencari, memperoleh segala informasi dengan cara instan. Akibatnya semakin menurunnya minat membaca buku baik dikalangan anak-anak sekolah maupun orang-orang yang memang mereka lebih memilih cara cepat melalui internet dan media teknologi lainnya.

Guna memfilter hal-hal tersebut, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan safari gerakan nasional gemar membaca dengan mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Melalui Gemar Membaca dengan Memberdayakan Perpustakaan” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin pagi (24/08).

“Perpustakaan Nasional telah memprakarsai program Gemar Membaca ini sejak 2012 lalu. Yang terpenting Pemerintah Pusat, Provinsi, Kab/ Kota untuk terus memajukan perpustakaan. Karena dengan membaca ini akan merubah pola pikir kita menjadi pola pikir yang optimis, ingin terus maju dan berkembang. Maka kita sebagai masyarakat, media massa untuk selalu bersinergi dengan pencanangan wahana membaca sepanjang hayat,” terang Sri Sumekar bagian Pusat Preservasi Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional RI saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu Bupati Juliyatmono mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Karanganyar menjadi salah satu tempat tujuan safari gerakan nasional gemar membaca. “Membaca itu wajib sebagai jendela dunia, membaca adalah pintu untuk memajukan kehidupan kita. Amanat Undang Undang Dasar 1945 telah menjelaskan bahwa Pemerintah wajib untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pencanangan wajib belajar 12 tahun untuk terus digalakkan,” terang Juliyatmono saat memberikan arahan dihadapan para Pustakawan dan pelajar.

Ia juga mengatakan bahwa orang yang berilmu akan diangkat derajatnya. “Mudah-mudahan dengan gemar membaca, Tuhan akan menempatkan kita ditempat yang tinggi derajatnya. Semoga dengan safari gerakan gemar membaca harus ikut meneladani menjadi kebutuhan untuk ikut senang membaca juga,” tambah Bupati.

Pada kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber Laila Istiana selaku anggota Dewan DPR RI Komisi X bidang Pendidikan Kepariwisataan dan Kepemudaan. “Kehadiran saya disini tidak lain ingin menyerap aspirasi sebanyak-banyaknya terkait dengan safari gerakan gemar membaca ini semoga langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jujur, gerakan ini memang mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan, terlebih dengan penuhnya dunia digital baik audio, visual maupun audio-visual yang terus maju dan berkembang,” katanya.

Disisi lain keberadaan teknologi sekarang ini justru banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. “Untuk itu safari gerakan gemar membaca ini diharapkan dapat menjadi salah satu filter perkembangan teknologi yang sudah menjadi konsumsi bangsa kita setiap detiknya bangsa kita utamanya para pelajar sebagai penerus bangsa, kita memiliki kewajiban untuk turut andil dalam membentuk bangsa yang berkarakter salah satunya dengan kegiatan gemar membaca ini,” tandas Laila Istiana saat meyampaikan arahannya. ind/ft

Read More
Clip_3

Mewujudkan Permukiman Desa Layak Huni

Hidup di lingkungan permukiman desa yang bersih, teratur dengan sarana prasarana infrastruktur memadai didukung kegiatan social dan ekonomi yang terus tumbuh berkembang menjadi dambaan semua pihak. Kehidupan permukiman desa yang asri, aman, dan nyaman dapat mendukung upaya pencegahan urbanisasi masyarakat desa.

 Clip  Clip_3  Clip_2

Kehadiran Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 atau lebih dikenal UU Desa memberikan spirit bagi masyarakat membangun desanya baik infrastruktur, ekonomi, social dan budaya sesuai dengan kearifan local dalam upaya mewujudkan permukiman desa yang layak huni. Apalagi berdasarkan pengantar Presiden dalam penyampaian nota RAPBN 2016 dihadapan anggota DPR RI, angka transfer dana dari pusat untuk daerah dan dana desa lebih banyak dibandingkan untuk kegiatan kementerian/lembaga.

Pemerintah memberikan kepercayaan yang tinggi kepada daerah, dengan menjalankan desentralisasi fiscal ini untuk mendorong terwujudnya pembangunan di daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan antar daerah.

Data Bangkim (Pengembangan Permukiman) Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Pera, mencatat lebih kurang 37.407 Ha di lebih kurang 147 Kota/kabupaten tercatat sebagai kawasan Kumuh. Demikian halnya data BPS (Susenas, 2013) mencatat Rumah Tangga Kumuh Perkotaan: 12,1% atau 9,6 juta rumah tangga (Dikdik Herdiana, ,www.P2KP.org, 2015).  Sementara itu di Kabupaten Karanganyar tercatat 100,16 Ha luas permukiman kumuh yang berada di 23 Desa/Kelurahan di 35 Kawasan (Dade, 2015).

Berdasarkan Undang-Undang No 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang dimaksud dengan permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.

Pengertian kawasan kumuh (Slum) jika mengacu kepada definisi menurut UN Habitat adalah:  “contiguous settlement where the inhabitants are characterized as having inadequate housing and basic services. A slum is often not recognized and addressed by the public authorities as an integral part of the city” (UN-Habitat, 2003: 11). Yaitu suatu permukiman yang berdampingan di mana penduduknya dicirikan memiliki rumah yang tidak layak dan serta minim pelayanan dasar. Kawasan kumuh sering “tidak diakui” dan ditangani oleh otoritas publik sebagai bagian integral dari kota.

Faktor-faktor  penyebab timbulnya kawasan kumuh menjadi 2 (dua) kelompok besar, yaitu Faktor Penyebab Langsung dan Tidak Langsung, sebagai berikut:

  1. Faktor Penyebab Langsung: Terutama faktor fisik (kondisi perumahan dan sanitasi lingkungan).
    1. Faktor lingkungan perumahan yang menimbulkan kekumuhan meliputi kondisi rumah, status kepemilikan lahan, kepadatan bangunan, koefisien Dasar Bangunan (KDB), dll.
    2. Faktor sanitasi lingkungan yang menimbulkan permasalahan meliputi kondisi air bersih, MCK, pengelolaan sampah, pembuangan air limbah rumah tangga, drainase, dan jalan
    3. Faktor pembuangan limbah rumah tangga dan kondisi jaringan jalan. Rendahnya kualitas sistem pembuangan air limbah rumah tangga dan jaringan jalan juga menyebabkan suatu kawasan menjadi kumuh
  2. Faktor Penyebab Tidak Langsung: Faktor-faktor ini tidak berhubungan langsung dengan kekumuhan tetapi berdampak terhadap faktor lain yang terbukti menyebabkan kekumuhan. Faktor-faktor yang dinilai berdampak tidak langsung terhadap kekumuhan adalah faktor ekonomi masyarakat, sosial dan budaya masyarakat.
    1. Faktor ekonomi yang berkaitan dengan kekumuhan yaitu taraf ekonomi masyarakat (pendapatan masyarakat), pekerjaan masyarakat. Minimnya pendapatan masyarakat, mengakibatkan daya beli masyarakat untuk membangun tempat tinggal yang layak untuk dirinya menjadi berkurang.
    2. Faktor kondisi sosial kependudukan yang meliputi jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan. Jumlah anggota keluarga yang besar dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah menyebabkan rendahnya kemampuan dan pengetahuan masyarakat terhadap permasalahan lingkungan
    3. Faktor budaya (terutama perilaku) yang berhubungan dengan masalah kebiasaan dan adat istiadat. Selain faktor sosial seperti tingkat pendidikan, faktor kebiasaan juga menjadi pendoroong munculnya kawasan kumuh. Faktor kebiasaan ini juga yang menyebabkan masyarakat merasa lebih enak membuang hajat di saluran air dan kebun sekalipun tidak sehat, dibanding membuang hajat di WC umum. (Asep Hariyanto, Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Unisba Vol 7 No. 2 Tahun 2007)

Indikator Permukiman Kumuh

Berdasarkan UU No 1 Tahun 2011, Indikator permukiman kumuh terdiri dari 7 Indikator, antara lain :

  1. Kondisi Bangunan, dengan kriteria sebagai berikut :
  2. Sebagian besar bangunan pada lokasi yang tidak memiliki keteraturan bangunan, dalam hal dimensi, orientasi dan bentuk tapak maupun bangunan;
  3. Lokasi memiliki kepadatan bangunan yang tinggi, yaitu tingginya jumlah bangunan per hektar sesuai klasifikasi kota yang bersangkutan;
  4. Sebagian besar bangunan pada lokasi tidak memenuhi persyaratan teknis;
  5. Kondisi jalan lingkungan, dengan kriteria sebagai berikut :
  6. Cakupan pelayanan jalan lingkungan tidak memadai terhadap luas area.
  7. Sebagian besar kualitas jalan lingkungan yang ada kondisi buruknya.
  8. Kondisi Drainase lingkungan, dengan kriteria sebagai berikut :
  9. Sebagian besar jaringan drainase pada lokasi yanga ada tidak mampu mengatasi genangan lebih dari 30 cm selama 2 jam tidak lebih dari 2 kali setahun.
  10. Sebagian besar lokasi belum terlayani jaringan drainase.
  11. Kondisi penyediaan air minum, dengan kriteria sebagai berikut :
  12. Sebagian besar luas area tidak memiliki system penyediaan air minum yang memenuhi persyaratan teknis.
  13. Sebagian besar populasi belum terpenuhi akses air minum yang aman sebesar 60 liter/orang/hari.
  14. Kondisi pengelolaan air limbah, dengan kriteria sebagai berikut :
  15. Sebagian besar luas area memiliki system pengelolaan air limbah yang tidak memenuhi persyaratan teknis.
  16. Sistem pengelolaan air limbah yang ada belum mampu menampung timbunan limbah sebesar 5-40 liter/orang/hari.
  17. Kondisi pengeloaan persampahan, dengan kriteria sebagai berikut :
  18. Sebagian besar luas area memiliki system pengelolaan persampahan yang tidak memenuhi persyaratan teknis.
  19. Sistem pengelolaan persampahan yang ada belum mampu menampung timbulan sampah sebesar 0,3 Kg/orang/hari.
  20. Kondisi Pengamanan Kebakaran, dengan kriteria sebagai berikut :
  21. Sebagian besar luas area memiliki pasokan air untuk pemadaman yang tidak memadai, baik dari sumber alam maupun buatan.
  22. Sebagian besar luas area memiliki jalan lingkungan yang tidak memadai untuk mobil kebakaran, yaitu jalan lingkungan dengan lebar jalan minimum 3,5 meter dan bebas dari hambatan apapun.

Mewujudkan Desa Layak Huni

Dalam upaya mewujudkan desa layak huni, berdasarkan masalah dan indicator diatas, maka dapat dilakukan beberapa tahapan/proses yang perlu dilakukan oleh masyarakat dan pemerintahan desa.

Pertama : Melakukan identifikasi permasalahan permukiman.  Identifikasi mengacu kepada 7 indikator kumuh melalui pemetaan swadaya atau survey kampung sendiri. Identifikasi ini tidak hanya sisi infrastruktur lingkungan saja juga dari sisi rumah tangga yang ada. Data yang didapat menjadi baseline dalam pemantauan keberhasilan desa layak huni.

Kedua : Melakukan penilaian kampung sendiri hasil identifikasi masalah permukiman. Penilaian ini untuk melihat data yang didapat dari hasil identifikasi permsalahan permukiman baik infrastruktur maupun rumah tangga. Data yang ada dianalisa mana wilayah-wilayah yang memiliki masalah paling banyak dari 7 indikator tadi atau bisa dikategorikan wilayah kumuh berat, sedang dan ringan.  Kemudian dianalisa dan diurai akar persoalan dari tiap-tiap indikatornya. Apa penyebab, dampak dan akar persoalan. Setelah itu apa harapan dan upaya masyarakat dalam menangani persoalan tersebut. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan pendekatan dan metode pananganan yang tepat.

Ketiga : Melakukan kajian konsep strategi dan penanganan kumuh.  Masyarakat dan Pemerintah desa melakukan kajian strategi penanganan kumuh, menyusun prioritas masalah dan prioritas alternative pemecahan masalah dan pemenuhan kebutuhan penanganan permukiman kumuh dilingkungannya. Serta aturan bersama yang harus dijadikan pedoman dalam rangka mencegah terjadinya kekumuhan baru.

Keempat : Penyusunan Program dan Rencana Aksi Kegiatan. Konsep, strategi dan program-program penangan yang telah didapat dari kegiatan sebelumnya, kemudian diturunkan menjadi lebih rinci dan operasional dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan akan dilaksanakan dalam rentang waktu yang telah disepakati bersama, missal 5 tahun.

Penanganan persoalan mewujudkan desa yang layak huni, tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja (baik pemdes atau masyakat). Perlu kolaborasi keberpihakan dari berbagai elemen masyarakat, stakeholder, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dan pada akhirnya desa yang layak huni dapat terwujud dan dirasakan oleh masyarakat.

Pengirim:
Dade Saripudin (Korkot P2KP Kabupaten Karanganyar dan Anggota Pokjanis RKP-KP)
Jalan Badak II Kel. Karanganyar

Read More
DSC_0088 – Copy

KKN Tematik UNS Hasilkan Produk Olahan Makanan

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (batik hijau), dan Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS (tengah, bertopi) saat meninjau stan hasil olahan mahasiswa KKN UNS, Jumat (21/08) di Pendopo Rumah Bupati Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (batik hijau), dan Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS (tengah, bertopi) saat meninjau stan hasil olahan mahasiswa KKN UNS, Jumat (21/08) di Pendopo Rumah Bupati Karanganyar

Karanganyar, Sabtu (22/08/2015)
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret melalui Unit Pengelola KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana tiga periode.

Pelaksanaan KKN UNS di Kabupaten Karanganyar periode III pada bulan Juli-Agustus 2015, terdapat 219 mahasiswa yang terbagi dalam 22 kelompok yang berlokasi di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Jumantono selama 1,5 bulan.

Ketua Unit Pelaksana KKN UNS Dr. Sc.Agr. Rahayu, SP., MP mengatakan, program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan periode ke tiga, direncanakan tiap semester dikirim ke Kabupaten Karanganyar.

“Peserta berada di lokasi selama 1,5 bulan. Sejumlah 220 orang, disebar di 22 desa. Setiap desa sejumlah 10 orang,” jelas Dr. Sc.Agr. Rahayu, SP., MP, Jumat (21/08) saat penarikkan peserta KKN diterima Bupati Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia lebih lanjut mengatakan, tema KKN Tematik kali ini antara lain Peningkatan Ekonomi, Peningkatan Ekonomi Pedesaan, Peningkatan Ekonomi Kerakyatan, Pemberdayaan UKM dan Pariwisata, Peningkatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata dan Peningkatan Pendidikan.

“Adapula tema Peningkatan Ekonomi, Sayur Organik dan Stevia, Peningkatan Ekonomi dan Holtikultura,” katanya.

Produk unggulan ekonomi kreatif dari hasil program KKN misalnya brownies ketela ungu, puding ketela ungu, inovasi timus isi kismis, nugget lele, dan dodol jambu biji merah.

Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS ditempat yang sama mengatakan, salah satu temuan kecil dari mahasiswa dan dosen menemukan biodiversitas rumput sebagai substitusi pengganti gula.

“Kalau di Indonesia kekurangan gula bisa digunakan, jika rumput itu ditanam di ketinggian tertentu dan diperkirakan bisa ditanam ratusan hektar di Kabupaten Karanganyar ,” katanya.

Konsep KKN ini berkelanjutan, bulan September-Oktober tahun 2015 ada KKN yang bekerjasama Kemenristekdikti dan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

“Jika Bupati mau, maka akan dibawa ke Kabupaten Karanganyar untuk meneruskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang sudah diidentifikasi mahasiswa, sampai selesai,” katanya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan temuan-temuan mahasiswa akan ditindak lanjuti dengan baik dan akan dikongkritkan.

“Silahkan mahasiswa KKN di Kabupaten Karanganyar berapun jumlahnya, karena dampak baiknya luar biasa. Sentuhan mahasiwa KKN di desa-desa bisa memotivasi masyarakat setempat,” katanya. pd

Read More
DSC_0040

HUT ke 64, IBI Cabang Karanganyar Adakan Senam Sehat

Ketua IBI Cabang Karanganyar Endang Sularsih menyerahkan tumpeng kepada Bupati Juliyatmono, Jumat (21/08)

Ketua IBI Cabang Karanganyar Endang Sularsih menyerahkan tumpeng kepada Bupati Juliyatmono, Jumat (21/08)

Karanganyar, Jumat (21/08/2015)
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Karanganyar mengadakan senam bersama, di Plasa Alun-alun (Plasa) Kabupaten Karanganyar sebagai rangkaian acara HUT ke 64 organisasi tersebut, Jumat (21/08)

Senam tersebut diikuti ratusan bidan yang berada di wilayah Bumi Intanpari, dan juga diikuti Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta Siti Khomsiyah Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo beserta Hadiasri Widyasari Rohadi Widodo, serta beberapa SKPD.

“Pada HUT ke 64 ini, sebelum mengadakan senam bersama juga diadakan bakti sosial di Puskesmas Kerjo pada 12 Agustus 2015,” ujar Ketua Panitia Kusmawati.

Selanjutnya, ditempat yang sama Bupati Juliyatmono mengatakan peran bidan sangat luar biasa terhadap masyarakat.

”Hindari dan cegah ibu meninggal saat melahirkan dan bayi dilahirkan,” kata Bupati. pd

Read More
aku

Peserta Karnaval Membludak

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri), Wakil  Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kanan, melambaikan tangan) dan para Forkopimda dibelakangnya saat naik kuda, Kamis (20/08)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kanan, melambaikan tangan) dan para Forkopimda dibelakangnya saat naik kuda, Kamis (20/08)

Karanganyar, Jumat (21/08/2015)
Antusias masyarakat Kabupaten Karanganyar untuk merayakan memeringati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 tahun ternyata sanggat tinggi.

Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya para peserta karnaval 17an itu hingga mencapai 13.500 orang. Kelompok peserta berasal dari para pelajar SD sederajat hingga SMA sederajat, Mahasiswa, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Ormas, kelompok masyarakat, BUMD, dan Perusahaan. Acara yang dimulai pukul 13.30 itu berakhir hingga petang.

Menariknya, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar berdadan ala pejuang kemerdekaan dengan mengendarai kuda.

Penampilan salah satu kelompok peserta

Penampilan salah satu kelompok peserta

Mereka disepanjang jalan yang dilalui perserta karnaval dari Alun-alun Kabupaten Karanganyar, melewati Jalan Lawu hingga finish didepan Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar menyapa ribuan penonton, Kamis (20/08) sepanjang 1,5 kilometer.

Setiap kelompok peserta memakai tema yang berbeda-beda, ada yang bertema pakaian tradisional, budaya, kesenian, nasionalisme, dan aneka jenis tema lainnya.

Bahkan ada yang membawa Bendera Merah Putih dengan panjang 114 meter dan lebar 3 meter. Ada pula yang mengusung patung raksasa, menampilkan reog, terdapat pula satu kelompok dengan diikuti sekitar 1200 orang.

Patung raksasa diusung puluhan orang

Patung raksasa diusung puluhan orang

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga masyarakat yang turut andil mengikuti karnaval ini,” kata Bupati Juliyatmono.

Sungguh luar biasa partisipasi yang tinggi, lanjut Bupati, dan para penonton hingga ribuan yang melihat.”Sebagai warga Kabupaten Karanggar tetaplah jaga persatuan, kesatuan, kerukunan dan kekompakkan,” kata Bupati. pd

Read More
DSC_0066

7000 Orang Ikuti Sepeda Hias

Para peserta sepeda hias melewati jalan Lawu

Para peserta sepeda hias melewati jalan Lawu

Karanganyar, Kamis (20/08/2015)
Rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 tahun di Kabupaten Karanganyar masih berlangsung. Salah satunya dengan mengadakan acara sepeda hias.

“Karnaval sepeda hias diikuti sekitar 7000 peserta yang berasal dari 31 kelompok pelajar SD sampai SMA sederajat dan 19 kelompok SKPD serta masyarakat,” kata Ketua Panitia Seksi Sepeda Hias dan Karnaval Pembangunan Kabupaten Karanganyar Larmanto.

Sejak pukul 11.00 WIB, ribuan peserta sudah memadati Alun-alun Kabupaten Karanganyar sebagai titik dimulai karnaval sepeda hias.

Mereka menghias sepeda dengan berbagai macam warna kertas dan tulisan. Adapula dihias dengan bendera merah putih, balon aneka warna, tulisan 70 tahun Indonesia Merdeka, dan memakai kostum pakaian berbagai jenis.

Tepat pukul 14.00 WIB, karnaval sepeda hias dilepas oleh Kabag Ops Polres Karanganyar Kompol Soni Suharna mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Mahedi Surindra, didampingi Sekda Kabupaten Karanganyar Samsi dan beberapa pejabat, Rabu (19/08).

Setelah dilepas, ribuan peserta itu melewati rute Alun-alun, Jalan Lawu ke arah timur, sesampainya didepan Rumah Dinas Bupati Karanganyar disambut oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Forkopimda, dan beberapa pejabat SKPD.

Kemudian dilanjutkan menuju kearah terminal Bejen, berbelok ke kanan sampai di Kantor Kelurahan Tegalgede ke barat, melewati jalan Kapten Mulyadi dan sampai di belakang Setda ke Utara dan finis di alun-alun. pd

Read More