Category: Berita

DSC_2468

Seluruh ASN, Apel Hari Lahirnya Pancasila

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menjadi pembina upacara apel hari lahirnya Pancasila di Alun-alun Karanganyar

 

 

KARANGANYAR – 1 Juni 2019

 

Hari lahirnya Pancasila diperingati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dengan menggelar apel di alun-alun Karanganyar. Apel akbar tersebut diikuti ribuan peserta dari TNI, Polisi, ASN, dan Pelajar dengan pembina Upacara Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan Pancasila telah menyatukan masyarakat Indonesia dalam satu bangsa dan hidup dalam negara kesatuan republik Indonesia. Banyak kepulaaun di Indonesia, di antara dua samudra dan dua benua telah membuat Pancasila mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan. Pancasila yang digali para pendiri bangsa dan anugerah yang tiada tara dari Allah SWT untuk Bangsa Indonesia. “Pancasila harus terus diperjuangkan dan diamalkan. Kita harus terus menggelorakan semangat bertoleransi dan gotong royong menjadi,” papar Bupati yang menyampaikan sambutan dari plt Badan Pembinaan Indeologi Pancasila (BPIP), Haryono.

Dia akhir sambutannya, Bupati Karanganyar mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1440 H kepada seluruh peserta apel. Bupati meminta, segeralah untuk membahagiankan dan memuliakan kepada orang tua jika masih hidup. Kemudian, doakan jika sudah meninggal. “Pastikan hari raya idul fitri semua bahagia dan bisa berkumpul dengan keluarga,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Karanganyar memberikan rewad kepada para penghatam al Quran. Bupati mengaku cukup bangga karena banyak peserta ASN yang sudah menyelesaikan Al Quran 30 juz. Hal ini membuktikan spirit di bulan Ramadhan untuk membaca Al Quran cukup tinggi. “Banyak juga ASN yang tidak hanya khatam sekali tapi juga beberapa kali. Mudahan-mudahaan lebih  terus bersemangat dalam membaca Al Quran,” tandasnya. (hr/adt/ina/tgr/ard)

Read More
WhatsApp Image 2019-05-31 at 3.03.05 PM

Wakil Bupati Karanganyar Bagikan Bingkisan Bagi Petugas

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto memberikan bingkisan kepada petugas pos Pam Ngasem, Colomadu Karanganyar

 

KARANGANYAR, – 31 Mei 2019

 

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto bersama Ketua DPRD Karanganyar Sumanto mengujungi Pos PAM di Ngasem, Colomadu, Karanganyar. Orang nomor dua di Karanganyar itu memberikan bingkisan kepada petugas yang berjaga di pos tersebut. Sedangkan petugas gabungan terdiri dari Polisi, TNI, Satpol PP, Ormas, Pramuka, Senkom dan Dishub.

Rober Cristanto sempat melakukan pengecekan di dalam Pos Pengamanan dan memberikan semangat kepada petugas yang berjaga. Pihaknya berharap petugas memberikan pelayanan dan kelancaran bagi arus pemudik. Supaya para pemudik sampai di kampung halaman dengan aman dan baik.

Sementara Pos PAM Ngasem Colomadu yang merupakan pintu keluar bagi pemudik asal Jogjakarta dan sekitarnya, akan ditinjau oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Sabtu pagi. “Rencana besok pagi, (Sabtu, (01/06) Kapolri dan Panglima TNI bakal mengungjungi Pos PAM di Ngasem Colomadu. Sebab keluar tol di Colomadu ini dipredeksi sangat padat karena arus lalu lintas utama menuju Jogjakarta melewati pintu ini,” papar Kapolres Karanganyar, AKBP Gatot Catur Efendy di Pos PAM Colomadu, Jumat (31/05).

Dia menambahkan Pos Ngasem ini merupakan pos bersama antara beberapa instansi yang saling bersinergi. Yakni Polisi, TNI, Satpol, Dishub, Ormas, Pramuka, dan Senkom.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga hadir dalam persiapan peninjauan POS PAM di Ngasem Colomadu. (hr/Adt)

 

Read More
DSC_5420

Bupati Sidak Pasar Jongke, Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok

Bupati Karanganyar, Juliyatmono sidak di los daging Pasar Jongke, Karanganyar Kota.

KARANGANYAR, 29 Mei 2019

 

Menjelang lebaran 1440 H, Bupati Karanganyar Juliyatmono melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Jongke, Rabu (29/05). Orang nomor satu di Karanganyar itu ingin memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok aman sampai lebaran tiba.

Informasi yang dihimpun, Bupati Karanganyar melakukan sidak usai menutup TPS di Jongke. Sidak dilakukan bersama jajaran Forkominda, dan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Dan Koperasi (Disdagnakerkop) Karanganyar. Pantauan diawali untuk melihat bawang putih. Dari wawancara pedagang, harga relatif stabil dan tidak ada kenaikan harga. Pantauan berlanjut untuk melihat harga daging. Namun harga daging ayam naik rata-rata Rp 1000 dari Rp 21.000 menjadi Rp 22.600. “Harganya masih sama dengan hari yang lain dan belum naik,” papar Marni, pedagang daging ayam di Pasar Jongke.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan pantauan pasar harga masih normal. Orang nomor satu di Karanganyar itu menyampaikan, harga kebutuhan pokok di pasar semua berjalan bagus. Hanya saja awal ramadhan cabai dan bawang putih agak naik. Harga kebutuhan pokok relatif normal. “Ketersediaan kebutuhan pokok pada saat lebaran dipastikan amandan terjamin. Ketersediaan barang terjamin, sampai lebaran tidak akan langka,” ujar Bupati.

Yang justru menjadi perhatian adalah, memang permintaan bawang pada awal Ramadhan banyak barang tidak ada sehingga naik. Kemudian impor bawang sehingga barang kembali normal harganya.  Hal ini membuat petani di Karanganyar akan menanam bawang putih. “Petani di Karanganyar sudah menyediakan lahan 20 hektar untuk menanam bawang putih. Petani sudah Mou dengan Kadin yang akan membantu bibit, pupuk dan pembinaa bawang,” paparnya. (hr/adt)

Read More
DSC_5374

Wujudkan Karanganyar Bebas Sampah, 2 TPS Ditutup dan 1 TPS Dipindah

Bupati Karanganyar membubuhkan tanda tangan tanda lokasi 2 TPS ditutup dan 1 TPS dipindah

 

KARANGANYAR – 29 Mei 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menutup Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah di dua lokasi, yakni TPS Jongke dan TPS Jengglong. Sedangkan satu TPS lagi di Nglanu, Kecamatan Tasikmadu dipindah dengan lokasi yang lebih baik. Penutupan itu dilakukan karena komitmen pemerintah untuk membebaskan kota Karanganyar dari tumpukan sampah.

“Sebagai solusi, nanti ada tiga unit mobil yang akan berkeliling mengambil sampah ke warga di lingkungan masyarakat perkotaan. Ini komitmen Pemkab mengatasi sampah di daerah perkotaan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai simbolis melakukan penutupan dua TPS dan 1 TPS dipindah di TPS Jongke, Karanganyar Kota Rabu (29/05).

Dia menambahkan mobil yang mengambil sampah di kota itu akan dibawa ke TPS Sukosari. Rencana setelah lokasi ditutup akan dipergunakan untuk perluasan parkir atau ruang publik. Menurut Bupati, sampah ini seperti teroris, karena semua tidak mau sampah dan membuang sampah secara sembarangan. Pihaknya juga meminta kelurahaan untuk mensosialisasikan pemungutan sampah ke rumah tersebut. “Sampah di sejumlah tempat akan menimbulkan cek-cok atau ribut dengan tetangga yang lain. Makanya kami minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan jadwal waktu pengambilan sampah ke warga sehingga tidak ada tumpakaan sampah,”imbuhnya.

Sedangkan pengelolaan sampah di Desa sudah dilakukan MOU dengan Pemerintah desa. Yakni sampah selesai di tingkat desa masing-masing. Hanya saja, pihaknya akan memberikan sarana dan prasana atau fasilitas sehingga bisa diselesaikan dengan baik di desa. “Kami sudah deklarasi sampah tuntas di desa. Volume tidak terlalu banyak bisa diolah, yakni dengan menyerap tenaga kerja,” tambah Juliyatmono.

Sementara Kepala DLH Karanganyar, Edy Yusworo mengatakan penutupan dan pemindahaan lokasi tps ini merupakan program Pemkab Karanganyar. Sanitasi total berbasis masyarakat harus menutaskan sampah. “TPS yang ditutup di Jongke dan Jenglong. Sedangkan di TPS Nglanu dipindah,” ungkap Edy. (hr/adt)

Read More
debuu (1)

Debu Semarakkan Malam Nuzulul Quran di Alun-Alun Karanganyar

Penampilan musik Debu di Alun-alun Karanganyar

 

KARANGANYAR – 29 Mei 2019

Group musik gambus Debu ikut menyemarakkan Malam Nuzulul Quran di alun-alun Karanganyar. Dengan membawa lagu-lagu rohani, Debu ingin mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk terus mencintai Allah dan Rasullullah. Apalagi setelah Kumayl Mustafa Dood keluar dan berada diatas panggung, publik seakan diajak untuk musik dengan dentama rabana ala Timur Tengah.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyambut baik kelompok muslim sufi yang personelnya berasal dari berbagai negara.  Kelompok musik yang saat ini berbasis di Indonesia beranggotakan 12 orang, masing-masing 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Sebagian besar anggota Debu berasal dari Amerika Serikat, tetapi ada juga anggota yang berasal dari SwediaInggris, dan terakhir, bergabung juga anggota dari Indonesia. “Malam nuzulul quran ini juga ada group musik debu. Mari terus tingkat semangat ibadah menjaga konsistensi istiqomah kita. Pada hari raya Idul Fitri ini diharapkan semua gembira dan jangan sampai ada yang susah,” papar Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran dan Hari Zakat Nasional di alun-alun Karanganyar, Selasa (28/05). (hr/Adt)

Read More
DSC_5151

Pemkab Gelar Tarawih Akbar di Alun-Alun Karanganyar

Khotib Tarawih Akbar, Habib Novel BIn Muhammad Alaydrus

 

KARANGANYAR – 29 Mei 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan ratusan masyarakat Karanganyar menggelar sholat Isyak dan Terawih di Alun-alun. Sholat isyak dan terawih itu sekaligus memperingati Nuzulul Quran dan peringatan hari zakat nasional. Bertindak sebagai iman Sholat Isyak adalah Pimpinan Ponpes Is Karima Karangpadan, Ustadz Syihabuddin Abdul Muiz Al Hafizh dan khotib Habib Bin Muhammad Alaydrus.

“Semoga gelaran terawih akbar menambah kekhusyukan kita dalam beribadah kita kepada Allah. Semoga kita semua mendapati malam lailatur Qodar atau malam yang lebih baik dari 1000 bulan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada tarawih akbar di Alun-Alun Karanganyar, Selasa (29/05)

Dia mengatakan Sholat Tarawih dalam suasana yang luar biasa, mengesankan, menyejukan dan menetramkan hati. Islam betul-betul rahmatan lil alamin. Semoga ramadhan ini membuat orang yang menjalankan mendapatkan akhlak karimah, berwawasan luas, mempunyai tolerasi, dan terus hidup berdampingan dengan siapapun. “Atas nama pemerintah, saya mengajak MTA, NU, Muhammadiyah dan LDII untuk terus membangun sinergi. Membangun spirit keagamaan di Kabupaten Karanganyar,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati mengatakan zakat di Karanganyar masih yang terbesar di Jawa Tengah. Satu tahun, terkumpul Rp 15 milar dan dananya dipergunakan untuk membantu fakir miskin dengan sembako setiap bulannya. Membantu permodalan bagi desa yang mengembangkan usaha dan membantu ekonomi produktif. “Pengurus Baznas dibiaya APBD dalam operasionalnya. Sehingga semua dana untuk membantu 8 golongan yang diajurkan dalam agama,” tandas Bupati.

Sedangkan Khotib Habib Bin Muhammad Alaydrus mengingatkan akan bujuk rayu setan yang terus menggoda. Usai puasa, diminta untuk tidak mengikuti langkah-langkah setan yang selalu menggoda manusia. Biasanya usai ramadhan kembali rasan-rasan atau kembali ghibah. “Jangan usai puasa terus kita kembali melakukan hal-hal yang dilarang agama. Puasa harus menjadikan kita menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah,” imbuhnya.

Di kesempatan akhir, Habib mengatakan hidup ini jangan dibuat susah. Hidup ini harus senang karena senang akan mendatangkan ketenangan. “Ketenangan itu akan didapat jika selalu mengingat Allah SWT.  Mari kita bersandar hanya kepada Allah,” tandasnya. (hr/Adt)

Read More
33890e82-bbbe-458f-932d-93ecacf774e8

JELANG LEBARAN, PEMKAB GELAR PASAR MURAH

 

Karanganyar, Rabu 29 Mei 2019

Guna membantu meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H/2019, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar pasar murah di 17 Kecamatan se Karanganyar. Salah satunya pasar murah Kecamatan Karanganyar yang bertempat di Gedung Wanita, Rabu pagi (29/05).

Pada kesempatan tersebut, Timotius Suryadi selaku Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar mengatakan bahwa pembelian paket sembako dibawah harga pasar ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat khususnya warga kurang mampu dengan cara membeli kupon yang telah disediakan oleh panitia.

“ Gelar pasar murah ini merupakan kegiatan rutin Pemerintah Karanganyar setiap tahunnya jelang hari raya Idul Fitri dengan tujuan untuk mengurangi spekulan, menjaga pasokan kebutuhan utama/komoditas yang sekaligus meringankan beban masyarakat kurang mampu. Dalam kegiatan pasar murah ini barang yang kami jual berupa beras, gula pasir, teh, minyak goreng, mie instan, aneka ikan segar, telor, buah-buahan,sayur-sayuran, bumbu dapur dan konveksi, jelasnya”

Sementara itu Bupati Karanganyar menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan segala sesuatunya guna kelancaran kegiatan pasar murah ini.

Pasar Murah: Bupati sempatkan bagi-bagi fitrah pada sejumlah warga, Rabu (29/05).

“ Saya merasa senang dan matur nuwun kepada semua pihak baik Perekonomian, Dispertanbunhut, Disperindagkop dan UMKM, PKK dan DWP Karanganyar yang telah mempersiapkan semuanya. Melalui pasar murah ini diharapkan akan dapat mengurangi spekulasi sehingga para spekulan tidak akan berani ambil spekulasi yang berlebihan karena disaat harga tertentu naik kita akan sikat melalui pasar murah semuanya stabil diharga tidak ada gejolak apa-apa. semoga  masyarakat benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan baik ini, guna memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri, teliti sebelum membeli, jangan boros dalam berbelanja.

“Jangan sampai ada orang-orang yang berkeinginan menumpuk keuntungan sendiri dengan mencari kesempatan untuk membeli secara besar-besaran disini, kemudian djual kembali dengan mengambil keuntungan. Mari kedepankan kepedulian dengan sesama, “tandasnya.

Adapun harga bahan-bahan kebutuhan, diantaranya : cabe merah besar Rp7500,- per bungkus, cabe rawit merah rp2500,- per bungkus, bwang putih Rp15.000,- per bungkus, bawang merah Rp13.000,- per bungkus, kentang Rp12.000/kg, tomat Rp6000,- per bungkus, wortel Rp4500,- per bungkus, gula merah Rp6.500,- per bungkus, brabasan Rp3.500,- per bungkus, daging ayam Rp30.000/kg, telur ayam Rp18.000/kg, ikan lele Rp19.000/kg, ikan patin Rp19.000/kg, ikan tuna Rp34.000/kg, ikan teropong Rp30.000/kg, cumi-cumi Rp40.000/kg.

Demikian diskominfo (Ind/Tn)

 

Read More
IMG-20190528-WA0019

OPS Ketupat Candi 2019 Kabupaten Karanganyar

Diskominfo

Bupati Karanganyar Bersama Forkompimda Akan Menghancurkan Miras

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono bertindak sebagai inspektur upacara pada apel gelar pasukan “OPS Ketupat Candi 2019” di Halaman Polres Karanganyar, Selasa (28/5).

Sebanyak 1.067 liter ciu dan 586 botol minuman keras berbagai merek dimusnahkan di Mapolres Karanganyar. Miras tersebut barang bukti kasus tindak pidana ringan yang telah diputus pengadilan.

“Miras jenis ciu yang justru berbahaya. Kandungan alkoholnya lebih tinggi dibanding miras berbotol. Kami terus melakukan razia dan patroli untuk menekan peredaran minuman memabukkan itu,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi.

Ia memusnahkan barang bukti tersebut bersama pimpinan forkopimda Karanganyar secara simbolis. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Juliyatmono Dandim Letkol Inf Andi Amin Latama, Kajari Suhartoyo dan para pejabat lainnya. Botol-botol miras dilemparkannya ke stoomwalls yang kemudian menggilasnya. Sedangkan ciu dibuang ke selokan. Dalam kasus tersebut, para pelaku telah diganjar sesuai hukum berlaku. Ia berharap, itu memberi efek jera bagi mereka dan pelajaran agar orang lain tak mencoba.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi kerja Polri dalam memberantas miras. Bahkan, Polres Karanganyar menginiasi terbentuknya kampung antimiras di Desa Segorogunung, Ngargoyoso. Ia meminta aparat keamanan tetat berkomitmen melaksanakan tugasnya meski beban kerjanya berlipat ganda dalam operasi ketupat candi 2019.

“Ramadan kali ini bersamaan dengan tahapan pemilu. Tentunya, tingkat kerawanan lebih banyak. Seperti intoleransi, bencana alam, stabilitas perekonomian, pencurian dan perampokan hingga kecelakaan lalu lintas. Pengecekan kesiapan petugas dan armada menjadi penting untuk memberi masyarakat rasa tenang dan aman,” katanya.

Selain memusnahkan miras, juga dilakukan penghancuran knalpot tidak standar. Puluhan knalpot itu dipotong menggunakan gerinda. Sebelumnya, para pimpinan melakukan pengecekan kendaraan bermotor dinas milik satgas operasi yang akan berlangsung 29 Mei – 10 Juni 2019. (ina/an)

 

Read More
DSC_4902

Jelang Mudik Lebaran, Bupati Cek Pos PAM Ngasem Dan Klodran, Colomadu

Bupati Karanganyar didampingi FORKOPIMDA saat mengecek kesiapan pom PAM jelang arus mudik tahun 2019

KARANGANYAR – 28 Mei 2019

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) melakukan cek pos PAM di Ngasem dan Klodran, Kecamatan Colomadu. Bupati meminta petugas jaga untuk mempersiapkan fisik prima guna kelancaran arus mudik hari raya Idul Fitri 1440 H. Orang nomor satu di Karanganyar mempredeksi bahwa pintu Tol Colomadu bakal padat.

“Pintu Colomadu bakal padat karena pemudik dari Jakarta, jika ingin ke Solo, Jogjakarta, Klaten dan sekitarnya keluar pintu ini. Sehingga petugas diharapkan ikut membantu kelancaran di pos pom Colomadu,” papar Juliyatmono di sela-sela sidak di Ngasem, Selasa (28/05).

Pada saat peninjauan Pos PAM Ngasem, Colomadu bupati sempat merobohkan pohon kering. Pohon kering dinilai menganggu pandangan petugas untuk mengatur lalu lintas. Selain itu, bupati juga melakukan pengecekan di pintu tol Klodran, Colomadu. Pintu tol keluar ke arah Solo dipredeksi bakal rame pada saat arus mudik. Sehingga pihaknya meminta petugas yang berjaga untuk membantu kelancaraan pemudik menuju kampung halaman.

Sementara Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi mengatakan pos terpadu dan pos pam di sejumlah titik akan membantu kelancaran lalu lintas. Pihaknya meyakini pintu keluar tol Colomadu akan padat karena pemudik Jakarta akan keluar di Colomadu jika akan ke Jogja dan sekitarnya. Pihaknya menyiapkan Satu pos terpadu, 7 pos pam dengan yang dlibatkan 500 personel dibantu 150 dari Satpol PP dan Kesbanglinmas. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2019-05-27 at 7.48.51 PM

Bupati Minta ‘Grogos-Grogos’ Tanah Cari Batu Di Berjo, Ngargoyoso, Untuk Dihentikan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta warga Berjo, Ngargoyoso untuk menghentikan mengeruk tanah untuk mencari batu

KARANGANYAR, 27 Mei 2019

Tarweh Keliling (Tarling) di Dukuh Dukuhan, Dusun Tlobo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta masyarakat untuk menghentikan ‘grogos-grogos’ (mengeruk tanah untuk mencari batu, Red). Sebab bahaya mengacam jika tanah itu ambruk akan menimbun para penggali tanah untuk mencari batu tersebut. Selanjutnya jika hujan deras mengguyur bisa menyebabkan longsor.

“Sebelum ada korban saya minta untuk dihentikan menggali tanah untuk mencari batu tersebut. Mencari uang itu ibaratnya minum air samudra, semakin banyak maka akan semakin haus. Banyak uang buat apa jika lingkungan mengacam kehidupan kita,” papar Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam Tarling, di Masjid At Taqwa, Berjo, Senin (27/05)

Dia menambahkan puasa ramadhan ini melatih untuk menekan hawa nafsu. Sebab musuh terberat manusia adalah dengan dirinya sendiri. Selain itu, orang nomor satu di Karanganyar puasa ini menjadikan hubungan baik dengan Allah dan lingkungan. Jika sama Allah baik, namun dengan lingkungan tidak baik maka juga tidak pas. “Tidak usah menyalahkan siapa-siapa, itu perbuatan sendiri dalam pengerukan tanah. Sekali lagi saya minta distop,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk terus rukun dan gotong-royong. Bupati jadikan lingkungan yang baik menjadi sarana masuk surga. Sesama tetangga atau dengan siapapun juga harus rukun. Baik beda agama, atau agamanya sama pun harus rukun. Apabila dengan tetangga tidak baik berarti agamnya belum baik. Sebab buah ibadah adalah akhlah bagus, salah satu implementasinya rukun dengan tetangga. “Saya meminta masyarakat Ngargoyoso untuk tetap rukun, guyub dan kompak,” pungkas Bupati.

Sementara KH Muhammad Samsuri yang menjadi penceramah dalam Tarling tersebut mengingatkan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Masyarakat Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso harus selalu bersyukur. Dahulu zaman Nabi Muhammad, masyarakat desa itu mempunyai banyak keunggulan. Bahkan nabi pada saat itu balita, disusui oleh Halimah Sa’diah. Halimah adalah seorang wanita yang berasal dari desa yang letaknnya pegunungan. “Pegunungan itu saya mengibaratkan misalnya di daerah Berjo, Karanganyar yang mempunyai kontur pegunungan. Mengapa kakek Muhammad Abdul Muthalib menitipkan pada Halimah Sa’diah. Hal ini yang akan diulas pada malam ini,” tutur Ketua Pimpinan Derah Muhammadiyah (PDM) tersebut.

Keunggulan masyarakat desa di pegunungan, menurut Samsuri adalah hawanya dingin. Seorang balita memang membutuhkan udara segar dalam masa kecil untuk tumbuh kembangnya. Daerah kota terutama industri sulit mencari udara segar. Di kota juga sudah penuh dengan polusi kendaraan. Maka seorang bayi akan lebih baik dicarikan udara segar seperti pegunungan. “Keunggulan kedua kontur pengunungan naik turun. Nabi Muhammad kecil memang dilatih untuk mempunyai fisik yang kuat karena masa kecilnya di Pegunungan. Sehingga dengan berbekal kuat itu maka dakwahnya tidak mudah capek,” imbuhnya.

Keunggulan ketiga dari masyarakat Desa adalah bahasa bagus. Di desa itu terkenal bahasa dan sopan santunya bagus. Bahasa dalam perkembangan memegang peranan penting untuk lahirnya pengetahuan. Pintarnya seorang anak maka akan diketahui mempunyai bahasa yang bagus. Keunggulan yang keempat di desa itu adalah makananya masih alami. Artinya makanan diambilkan dari sayuran yang tumbuh di sekitar. Hal itu juga membuat daya tahan tubuh juga baik. “Dengan cerita diatas, maka Masyarakat Ngargoyoso harus lebih banyak bersyukurnya. Sebab barang siapa suka bersyukur maka akan ditambahi nikmatnya, dan sebaliknya yang kufur maka akan mendapatkan asab yang pedih,” ungkapnya. (hr/adt)

Read More