Category: Berita

IMG-20190903-WA0077

POLRES KARANGANYAR TEMPATI GEDUNG BARU AWAL 2020

Foto bersama Bupati Karanganyar pada acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Polres Karanganyar

KARANGANYAR – Peletakan batu pertama pembanguan gedung Satrekrim, Satlantas, Sat Tahti dan Ruang tahanan Polres Karanganyar dilakukan hari ini, Selasa (3/9/2019).

Turut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Effendi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Edhi Sriyatno serta Sekda Karanganyar, Sutarno.

Sekretaris DPUPR Karanganyar, Titik Umarni menyampaikan, sumber dana pembangunan itu dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2019, pagu anggaran sebesar Rp 8,2 miliar dan nilai kontraknya Rp 7,3 miliar.

Adapun pengerjaan itu ditargetkan selesai dalam 115 hari, terhitung mulai 21 Agustus 2019 hingga 13 Desember 2019. Konstruksi gedung itu memiliki 2 lantai.

Dalam pengerjaannya berlaku sebagai kontraktor pelaksana ialah CV Adhi Berkah Utama.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Effendi menngatakan, semoga pembangunan ini membawa berkah dan manfaat bagi semua. Selain itu ia juga berharap pembangunan Polsek Colomadu yang peletakan batu pertamanya telah dilaksanakan pada Juni lalu, segera dimulai proses pembangunannya.

“Saya sudah mengajukan kepada Polda Jateng untuk pembangunan Polsek lainnya. Tahun depan sudah saya ajukan pembangunan Polsek Mojogedang dan Karangpandan. Kalau Polsek Karangpandan kan letaknya berada di arus utama, arah ke timur (Tawangmangu dan Ngargoyoso),” katanya.

Dalam kesemapatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, terkait terhambatnya proses pembangunan Polsek Colomadu, ia meminta supaya Sekda Karanganyar berkoordinasi dengan DPUPR, sehingga pembangunan tersebut segera dimulai.

“Kepada rekanan supaya dikerjakan lebih cepat. Harus pakai lembur, kalau tidak lembur tidak akan selesai sesuai target. Syukur awal Januari 2020, bisa segera ditempati,” pungkasnya. (An/In)

Read More
WhatsApp Image 2019-09-03 at 10.17.49

Petani Bawang Putih Kembali Bangkit, Setelah Sempat Vakum 20 Tahun

KARANGANYAR-  3 September 2019

Bupati Karanganyar, Juliyatmono ikut membantu memisahkan daun bawang dengan bawangnya

Panen raya bawang putih di Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso dan Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu membuktikan petani di lereng Gunung Lawu kembali bangkit. Pola kemitraan antarkelompok tani dengan swasta menjadi kunci sukses kebangkitannya. Pasalnya, petani di dua wilayah tersebut sempat vakum atau tidak menanam bawang putih selama 20 tahun.

“Budidaya bawang putih sudah 20 tahun vakum. Pasarannya enggak menjamin, karena harganya sering jatuh. Ongkos tanam dengan hasilnya timpang,” kata Kepala Desa Segoro Gunung, Tri Harjono saat memberikan sambutan pada panen raya di Lapangan Mini Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso, Selasa (3/9).

Menurut Tri Harjono kondisi demikian berubah berkat ajakan bermitra dari perusahaan swasta. Para petani diberi secara cuma-cuma bibit bawang putih jenis Tawangmangu Baru dan beberapa jenis lokal lainnya. Lahan digarap 30 hektare dari total tersedia 115 hektare. Pada panen Juli-Agustus dan Agustus-September, dihasilkan rata-rata 18,4 ton per hektare. Sebagian hasil panen dibeli perusahaan dengan harga Rp 18 ribu perkilogram kondisi basah. Pola kemitrannya, yakni 70 persen hasil panen hak petani sedangkan 30 persen dibeli perusahaan. Nantinya, panenan yang dimiliki perusahaan untuk pembibitan. Lebih lanjut dikatakan, lahan potensial bercocok tanam bawang putih selain di desanya juga di Kecamatan Tawangmangu, Jenawi dan Jatiyoso. “Panenan di gudang ada 60 ton. Sudah dibeli semua oleh CV Berkat Putih Abad. Kita jadi bersemangat menanam lagii,” katanya.

Dalam membudidaya bawang putih, perusahaan itu menggandeng kelompok tani diantaranya Nyawiji Rejeki dan Rejeki Makmur. Anggota Poktan Nyawiji Rejeki, Jarwanto mengatakan keuntungannya maksimal. Di lahannya seluas 4 hektare, ia mampu memanen 45 ton. Keuntungan bersih sekitar Rp 7 juta per hektare. Dimulai menanam April, kelompok tani ini memanen pada Agustus. Ia mengatakan, waktu menanam tiap kelompok tani mitra tidak sama. Hal itu disebabkan dropping benih juga tak serentak. “Yang dibutuhkan petani kepastian. Pasti dibeli, pasti harganya dan jaminan keberlanjutan kerjasama dengan rekanan. Dulunya semua takut menanam bawang karena serba tidak pasti,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan panen melimpah bawang putih Karanganyar diharapkan mengurangi impor komoditas tersebut. Sebab hasil panen di Ngargoyoso dan Tawangmangu bagus dan melimpah. Sehingga ke depan, pihaknya berharap tanaman bawang putih bisa menjadi unggulan di Kecamatan Ngargoyoso dan Tawangmangu.  (hr/adt)

Read More
DSC_2028

Pemuda Untuk Satu, Dirgahayu Negaraku

Bupati Karanganyar memberikan sambutan dan pengarahan

Karanganyar – 31 Agustus 2019

Puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 74 juga digelar meriah oleh Karang Taruna dusun Kalongan Desa Papahan Kecamatan Tasikmadu, panggung hiburan Nampak meriah dengan tampilnya suguhan berbagai pentas seni dari semua kalangan baik yang muda maupun yang muda silih berganti menampilakan bakatnya.

Aris selaku ketua panitia sampaikan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan kesatuan dan persatuan warga dusun Kalongan, juga untuk meningkatkan jiwa kebangsaan kita untuk lebih mempunyai rasa memiliki terhadap daerahnya. SDM yang unggul agar bangsa mampu bersaing, ini juga ditujukan kepada generasi penerus di lingkungan Kalongan ini.

“ Jangan sampai melupakan sejarah, apa yang sudah diperjuangkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta jangan sampai terputus karena tidak memeliki generasi penerus yang handal unutk meneruskan perjuangan memajukan bangsa :, pesan Tri Sartono Kades Papahan dalam pidato sambutannya.

Menjadikan rasa ungkap syukur kita kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk Negara kita tercinta. Mari kita teruskan perjuangan mereka dengan hal – hal yang baik untuk memajukan Negara ini, dengan memulainya dari hal yang paling kecil di lingkungan Kalongan ini.

Sementara Bupati Karanganyar H. Juliyatmono yang hadir secara pribadi, dalam kesempatan kali ini beliau berpesan jangan sampai ada warga yang sama sekali tidak mau memikirkan bulan Agustus atau hari Kemerdekaan.

“ nek enek sing ra gelem nguri-nguri kegiatan menyambut hari kemerdekaan omahe tak dol “ kelakar orang nomor satu di Bumi Intanpari ini disambut tawa warga Kalonganyang hadir memenuhi lokasi panggung hiburan.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_1925

Sebelum Meninggal Alm Hj. Asminah Berpesan Kepada Bupati Karanganyar, Berikut Wasiatnya

Bupati Karanganyar memberikan sambutan dalam pergelaran wayang kulit

Karanganyar – 30 Agustus 2019

Dusun Karang Duren Desa Jati Kecamatan Jaten atau Perum UNS di Jati Jaten gelar wayangan sebagai puncak acara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. Ini juga sekaligus dijadikan momentum pengurus P4GN untuk mensosialisasikan pencegahan peredaran barang haram yang mulai merangkak marak di Kabupaten Karanganyar yaitu NARKOBA, Jum’at(30/08/19).

P4GN yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar H. Rober Cristanto sedang gencar dalam mensosialisasikan pencegahan peredaran narkoba, ini dilakukan karena prosentasi peredaran narkotika di Bumi Intanpari sangat melonjak drastic, bahkan sangat tinggi di kalangan pelajar entah pemakai maupun pengedarnya. Untuk itu pemerintah wajib ikut serta dalm penanggulangannya.

Bupati dan Wakil bupati Karanganyar yang hadir lengkap beserta FORKOPIMDA dan beberapa kepala OPD teryata juga mempunyai tujuan lain, ini tidak lain dan tidak bukan ternyata ingin memenuhi permintaan terakhir Alm. Hj. Asminah sebelum meninggal dunia.

Sebelum meninggal dunia, satu satuya perempuan dijajaran FORKOPIMDA Kabupaten Karanganyar ini berpesan kepada Bupati Karanganyar. Beliau berpesan ingin sekali FORKOPIMDA bisa silaturahmi kerumahnya, maka dari itu beliau Alm Hj. Asminah memohon untuk FORKOPIMDA lengkap bisa hadir ke Perum UNS Jati untuk ngrawuhi kegiatan wayangan yang di selenggarakan warganya sekalian mampir silaturahmi ke rumahnya. Namun sebelum semua kegiatan teralisasi Hj. Asminah lebih dahulu dipanggil menghadap Allah SWT.

Oleh karena itu Bupati Karanganyar menyebutnya ini adalah wasiat dari beliau  Alm. Ibu Hj. Asminah. Mumpung sekalian rawuh acara  wayangan sekalian silaturahmi mampir, sekalian juga acara wayangannya digunakan untuk P4GN mensosialisasikan programnya, tegas Bupati dalam sambutannya.

Doa untuk almarhum Ibu  Hj. Asminah secara langsung dipimpin oleh Bupati Karanganyar di tengah-tengah beliau memberian sambutan.

“ Nderek mangayubagyo perayaan HUT RI di Perum UNS Jati Jaten ini bisa terselenggara dengan baik, dan matur suwun juga sudah bersedia ikut membenatu pemerintah dalam mensosialisasikan pencegahan peredaran Narkoba di Karanganyar “ ujar beliau Bupati Karanganyar.

Banguan gedung serbaguna yang belum selesai sempurna di Perum UNS Jati ini juga disoroti oleh Bupati, beliau sampaikan pembangunan gedung akan di bantu oleh pemerintah biar segera selesai dengan cepat dan bagus. Bupati juga bangga dan salut karena di Perum UNS Jati ini sama sekali belum pernah ada problem yang tidak baik, mudah – mudahan guyub rukun kekompakan antar warganya bisa terjaga dengan baik. Bahkan lebih salut lagi semua pembangunan yang ada di Perum UNS Jati ini murni swadaya warganya dan dikelola dengan baik oleh warga sendiri, ini yang harus di contoh di daerah – daerah yang lain.

Sarno dalang dari Karangpandan yang dipercaya untuk mengisi pagelaran wayangan kali ini. Uforia yang luar biasa dirasakan oleh Bupati dalam perayaan HUT Kemerderkaan RI ke 74 tahun ini. Perum UNS Jati ini juga merupakan pengasil SDM unggul di Kabupaten Karanganyar, banyak putra-putri dari Perum UNs Jati ini yang berprestasi dan menjadi pejabat, jelasnya di akhir sambutan.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_2693

MAHASISWA KKN STIE AUB SURAKARTA DAN UTP SURAKARTA RESMI DITARIK

Bupati Karanganyar memberikan Sambutan pada Penarikan KKN STIE AUB Surakarta dan UTP Surakarta di Pendopo Rumah Dinas Bupati Surakarta, Senin (2/9).

KARANGANYAR – Sebanyak 248 Mahasiswa KKN STIE AUB Surakarta dan 135 Mahasiswa KKN UTP Surakarta resmi ditarik oleh Bupati Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin(2/9).

Dalam laporan kegiatan, Elvira selaku perwakilan dari mahasiswa STIE AUB menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kabupaten Karanganyar karena telah mengizinkan mahasiswa untuk melaksanakan KKN. Kegiatan KKN yang dilaksanakan di 3 Kecamatan ini, menghasilkan berbagai produk seperti Abon Lele, Cinta Intip, galantin tempe dari Kecamatan Karanganyar, pudding jagung, kasur sehat (kroket nasi sayur sehat) dari Kecamatan Mojogedang, dan kroket jamur tiram, jaget, bronjur dari Kecamatan Karangapandan.

Tak hanya menghasilkan produk, mahasiswa juga melakukan sosialisai, seperti sosialisasi OJK dan pihak mitra serta sosialisasi pemberian alat dari balai besar sungai bengawan wilayah Solo untuk menampung air hujan yang diolah dan dimanfaatkan untuk air minum.

Dalam laporan kegiatan mahasiswa KKN UTP Surakarta, Muhammad Fahrudin dan Ahmad  menyampaikan bahwa di Kecamatan Gondangrejo khususnya Dusun Silir dan Sumberejo(Balong) memiliki destinasi wisata seperti wisata embung, wisata religi ziarah petilasan pandowo, wisata kuliner asli desa, dan sumber air. Namun, tempat tersebut kurang pemeliharan dan pembangunan, seperti wisata bendungan silir yang hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menanam padi.

Ketua STIE AUB, Dr. Agus Utomo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Karanganyar beserta jajarannya karena telah menginzinkan mahasiswa melaksanakan KKN di Kabupaten Karanganyar. “Kami berharap kegiatan KKN mendatang mampu meningkatkan kualitas mahasiswa, karena kami ingin mengembangkan potensi mahasiwa” harapnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UTP Surakarta  Dr. Ir Sapto Prihadi mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten Karanganyar khususnya kepada pemerintah desa Kecamatan Gondangrejo. “Kami bangga dengan Mahasiswa yang berinovasi  dan berkreasi dengan memanfaatkan material lokal dengan mengembangkan potensi desa yang semoga bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kepercayaan untuk dijadikan tempat KKN yang bermanfaat bagi masyarakat. “ Tetaplah kritis melihat masa depan, jangan pernah berhenti melihat penyimpangan. Karena semua harus dilawan demi masa depan,” ujarnya.

Beliau juga meminta maaf atas nama pemerintah bila ada kesalahan yang kurang berkenan saat pelaksanaan KKN berlangsung.

“Semoga semuanya sukses, menjadi orang-orang pilihan Tuhan untuk menjadi orang penting, orang hebat di masa depan yang punya keberanian, talenta dan  harapan,” tambahnya.

Penyerahan cindera mata dari Ketua STIE AUB Surakarta dan Wakil Rektor I UTP Surakarta kepada Bupati Karanganyar serta melihat hasil produk mahasiswa KKN menjadi penutup acara.

 

Demikian DISKOMINFO ( Kna/Mei/Sgt/Tfn).

Read More
IMG-20190903-WA0003

Peken Akhir Pekan ICSB Colomadu, Bupati : Geliat ekonomi warga, Pemkab Siap Fasilitasi Pasar Tumpah

Bupati Juliyatmono Kunjungi Stand di Peken Akhir Pekan

Karanganyar,

Pusat penjualan kuliner, kerajinan hingga ajang kreativitas resmi dibuka tiap Sabtu dan Minggu pagi di Jl Sumur Bor, Colomadu. Pemkab Karanganyar siap memfasilitasi kegiatan di akhir pekan ini, mulai tempat berjualan hingga permodalan usaha untuk menggairahkan perekonomian warga.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai meninjau stan jualan mengatakan usaha para pelaku UKM di peken akhir pekan. Menurutnya pusat penjualan kuliner dan kerajinan di Colomadu ini berpotensi menyerupai Pasar Sabtu di Alun-alun Karanganyar. Pihaknya pun siap memfasilitasi tempat jualan agar para peserta dapat menjajakan produk kuliner maupun kerajinan.

“Asal produknya berkualitas dan terjangkau, kami siap memfasilitasi dengan penutupan jalan di sumur bor pada akhir pekan,”katanya.

Ditambahkannya selain tempat berjualan, Pemkab juga akan meminjamkan tenda dan modal tanpa bunga. Hal ini untuk mendorong geliat ekonomi warga terutama di wilayah Colomadu untuk menunjuklan potensi khas daerahnya.

“Kita tengah membuat skema permodalan nol persen untuk pagu pinjaman Rp 1 juta-Rp 2 juta,”tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, pasar tumpah aneka produk UMKM bakal dibuka di kecamatan lain. Kegiatan ini untuk menghidupkan geliat potensi kuliner dan kerajinan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Gedung kecamatan bakal dirombak dan diperbaiki. Siang buat kantor pemerintah, sedangkan sore sampai malam, halaman kantor buat kulineran. Ada free wifi,” katanya.

Ketua ICSB Colomadu, Wachid Adnan Mardiana menambahkan, pihaknya tak menyeleksi jenis jualan pedagang yang berminat di stan Peken Akhir Pekan. Sehingga nantinya banyak pedagang dan pengunjung akan memiliki banyak pilihan.

“Ada kuliner, fashion, kerajinan dan sebagainya. Semuanya merupakan warga Colomadu,” katanya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
WhatsApp Image 2019-08-29 at 21.25.26

Dibangkitkan Terus Untuk Mencintai Indonesia

 

KARANGANYAR – 29 Agustus 2019

Geliat masyarakat Bumi Intanpari dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia semarak luar biasa. Setiap RT hingga tingkat Kabupaten, memperingati kemerdekaan dengan berbagai cara dan gaya. Hal ini merupakan sinyal baik untuk terus menggelorakan semangat untuk mencintai tanah air Indonesia.

“Setiap hari ada 25 titik, undangan yang masuk ke meja saya untuk dihadiri dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 74. Saya melihat ini momentum luar biasa masyarakat dalam menggelorakan semangat kemerdekaan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam pementasan wayang kulit di Kantor Kecamatan Jaten, Kamis (29/08).

Orang nomor satu di Karanganyar tersebut mengatakan jika momentum HUT RI ke 74 ini lewat begitu saja tidak ada yang peduli ini berbahaya. Jika dibiarkan hal ini maka akan berdampak lunturnya dalam mencintai negara ini. “Makanya saya lihat pada karnawal kemarin, mulai kecamatan sampai kabupaten luar biasa semarak. Mereka menggunakan segara kejuangan, seragam TNI dan Polri menunjukkan semangat mereka untuk mencintai tanah air Indonesia,” imbuhnya.

Bupati juga mengingatkan berdirinya kesatuan Republik Indonesia mempertaruhkan apapun, dan pejuang saat itu hanya  butuhnya tentram. Sedangkan penjajahan yang berlangsung  350 tahun dan bangsa ini Merdeka baru 74. Pengorbanan kita untuk tampil maksimal belum sebanding dengan perjuangan para pahlawan.  “Berpakaian tentara, polisi, kemudian ada yang dicloreng mukanya ini menunjukkan memori perjuangan. Apalagi, masyarakat Karanganyar merupakan masyarakat pejuang yang dipelopori Raden Mas Said,” ungkapnya.

Wayang kulit di Jaten menampilkan cerita Wahyu Katentreman dengan dalang Ki Danang Susilo yang juga putra dari Ki Manteb Sudarsono. (hr/adt/tfn)

Read More
_DSC4711

Deklarasi Kebangsaan Pelajar Karanganyar Anti Radikalisme

Bupati Karanganyar foto bersama narasumber yang lain dan peserta Deklarasi Kebangsaan Pelajar anti Radikalisme di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (29/08).

KARANGANYAR – Dalam melawan radikalisme, Forum Intelektual Muda Karanganyar bersama IPNU mengadakan Deklarasi Kebangsaan Anti Radikalisme yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (29/08).

Dalam laporan kepanitiaan, Nuhayati Eka Saputri menyampaikan acara yang mengusung tema “Upaya Pelajar Karanganyar memahamkan Pancasila melawan Radikalisme”, kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMK/SMA/MA/MAK di Kabupaten Karanganyar. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme untuk Indonesia.

Narasumber dalam kegiatan ini Bupati Karanganyar, Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos, Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi serta Moh. Adib Amrullah seorang Penulis dan Founder of Benawa Sekar Academia Indonesia dari Tuban, Jawa Timur. Tak hanya itu, seluruh panitia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh peseta yang hadir.
“Kami seluruh panitia mengucapkan banyak terima kasih dan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir untuk mengikuti kegiatan dialog kebangsaan ini,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi, Moh. Adib Amrullah mengatakan Indonesia harus berpegang teguh pada pancasila dan menghargai umat beragama agar dapat mencegah adanya radikalisme.

Komandan Kodim 0727 Karanganyar menyampaikan tentang analisis sejarah penting untuk memahami pancasila. “Pancasila adalah benteng untuk melawan radikalisme,” Ujarnya.

Tak hanya Moh Adib dan Letkol Inf Andi Amin, namun Kapolres Karanganyar juga turut memberikan materi kepada peserta mengenai apa itu radikalisme dan upaya pencegahan radikalisme.

Dalam sambutan dan pengarahan Bupati Karanganyar menyampaikan generasi muda adalah tumpuan masa depan. Pelajar karanganyar harus mulai meningkatkan literasi dan membaca.
“Jangan belajar agama di medsos, karena tidak ada gurunya sehingga jadi menyesatkan, oleh karena itu  belajarlah agama dengan baik kepada yang ahlinya seperti ulama, kyai maupun yang lain”, ujarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Islam itu melindungi siapa saja, toleransi dan menghormati. “Semoga semua menjadi generasi hebat di masa depan, jadilah pelajar yang berfikir baik. Generasi yang cerdas adalah generasi yang imannya kuat dan memiliki ilmu yang kuat,” tambahnya.

Pemberian sertifikat dan cindera mata kepada narasumber sebagai penutup acara Deklarasi Kebangsaan Pelajar Anti Radikalisme.

 

Demikian DISKOMINFO (An/In/Mei).

Read More
DSC_2611

Polres Karanganyar Gelar Apel Persiapan Operasi Patuh Candi 2019

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto apel pada operasi patuh

Karanganyar. (29/8)

Karanganyar – Polres Karanganyar gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Candi 2019 di Lapangan Polres Karanganyar, Kamis (29/8). Dalam Apel dihadiri Wakil Bupati, Dandim 0727, Kepala Kejaksaan serta Kapolres Karanganyar yang bertindak selaku inspektur apel.

Operasi Patuh Candi 2019 digelar selama 2 minggu mulai dari tanggal 29 Agustus sampai 11 September 2019. Polres Karanganyar juga menggandeng stakeholder yang terkait seperti Dishub, TNI dan Kejaksaan demi kelancaran Operasi Patuh Candi 2019.

Sasaran pada Operasi Patuh Candi 2019 yakni tidak menggunakan helm SNI, anak dibawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor, melebihi batas kecepatan, mengendari dalam pengaruh alcohol, menggunakan lampu strobo, melawan arus dan angutan barang yang melebih daya angkut.

Pada Operasi kali ini menggunakan pola operasi patuh sehingga tindakan yang dilakukan 60% penegakkan hukum, 20% tindakan preventif dan 20% tinakan represif
Polres Karanganyar menyampaikan bahwa pekanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jawa Tengah mengalami peningkatan. “tapi kalo di Karanganyar sendiri untuk pelanggaran juga mengalami peningkatan, yang memyebabkan tingkat kecelakaan fatal mengalami peningkatan sebanyak lima sampai sepuluh persen” imbuhnya.

“pasti ada beberapa penyebab kecelakaan yang pertama sarana prasaran, kedua human error, kebanyakan pengemudi kurang mengantisipasi di tempat-tempat yang rawan kecelakaan’ ujar Kapolres. Sementara dengan adanya kasus-kasus tersebut pihak kepolisian samoai saat ini terus megevaluasi dengan sektor terkait seperti Dishub dengan memasang baliho, pita kejut agar pengendara sadar akan temoat tersebut rawan kecelakaan.

Sementara itu, sebelum penindakan Polres Karanganyar akan mengadakan sosialisasi, penyuluhan-penyuluhan, untuk mengurangi angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan.

Kapolres Karanganyar berharap dengan sering adanya penyuluhan dan dengan seiringnya waktu masyarakat akan lebih sadar mentaati peraturan lalu lintas. Karena sampai saat ini, kesadaran masyarakat masih kurang. “kita harus budayakan kesadaran jika tidak ada petugas maka tidak sadar, ketika ada petugas baru sadar. Kalo bisa itu ada atau tidak polisi tetap harus tertib” imbuhnya.

Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim 0727 menutup acara apel dengan mengecek seluruh kendaraan dinas yang akan dipergunakan untuk kelancaran Operasi Patuh Candi 2019.

Demikian DISKOMINFO (Tgr/Ard/Sgt)

Read More
DSC_2513

PNPM Kecamatan Tawangmangu sebar 2550 paket sembako

Kabid Dispermades bersama Danramil serta Kapolsek, menyanyikan lagu Indoneisa Raya memulai acara bazar sembako di Kecamatan Tawangmangu. (28/8)

Dalam rangka memperingati hari yang ke 11 jadi PNPM Kecamatan Tawangmangu gelar Bazar sembako pada Rabu pagi (28/8) di Aula Kecamatan Tawangmangu.

Tak hanya bazar sembako, penyerahan bantuan / Dansos Rumah Tangga Miskin (RTM), undian kelompok SPP terbaik serta undian semester turut menyemarakkan HUT PNPM Kec. Tawangmangu yang telah berdiri sejak Tanggal 8 Agustus 2008.

Ketua UPK, Sri Haryani memaparkan bahwa paket sembako diperuntukkan bagi nasabah PNPM dan jumlah yang dibagikan berdasarkan jumlah peminjam.

Sedangkan bantuan dana sosial diberikan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM), yang pada tahun 2019 berjumlah 45 orang, dengan dana yang disalurkan sebesar 123 Juta.

Dana bazar sembako bersumber dari dana operasional UPK tahun 2019, sementara dana sosial RTM bersumber dari aplikasi surplus 2018 dengan total alokasi 123 Juta dengan sasaran anggota kelompok nasabah yang kurang mampu. Bantuan yang diterima berupa material. Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembuatan jamban, perbaikan atap, perbaikan lantai dan perbaikan dinding.

Warga mengantri menunggu pembagian Bazara Sembako di halaman Kecamatan Tawangmangu. (28/8)

Dalam sambutannya Hendro Pronoto, Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat Dispermades mengucapkan selamat kepada PNPM Tawangmangu yang genap berusia 11 tahun dan diharapkan mampu lebih eksis dalam mengelola kegiatan / program kerja untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Unit Pengelola Kegiatan (UPK) adalah kegiatan yang membantu program pemerintah yakni dengan program merenovasi rumah yang tidak layak huni” imbuhnya.

Apresiasi turut diberikan kepada pengurus yang termasuk aktif dan berprestasi dalam melaksanakan kegiatan, hal itu tampak dari hasil laporan tahunan yang baik serta tidak ada tunggakan meski dengan jumlah anggota yang terbilang tidak sedikit yakni 2.550,

Selain itu PNPM Kec. Tawangmangu adalah yang paling pertama melakukan kegiatan semacam ini, kecamatan yang lain belum ada yang melaksanakan. (An/Ina,Sgt).

Read More