Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Drs Tarsa M.Pd memberikan sambutan dalam acara workshop nasional di Hotel Pondok Sari 2 Tawangmangu
KARANGANYAR – 6 Septmber 2019
Ratusan guru dari berbagai
daerah mengikuti workshop audivisual dan desain di Hotel Pondok Sari 2
Tawangmangu, Jumat (6/09). Pelatihan itu diharapkan guru bisa membuat media
pembelajaran audivisual yang menarik untuk para siswa di lingkungan
masing-masing. Sekaligus, audiovisual tersebut bisa untuk membranding atau
mencintrakan lembaga atau sekolah, dimana guru tersebut mengajar.
“Pelatihan ini sangat diharapkan oleh semua guru. Sebab
peran guru bisa memberikan pembelajaran yang lebih menarik dan mudah diterima,”
papar Ketua Penyelenggara, Sri Lahir dari ISLA (Indonesia Scholl Leader Association) sesaat sebelum membuka acara.
Pihaknya berupaya terus untuk meningkatkan kemampuan guru. Peserta saat yang hadir sekitar 90 orang dengan biaya sendiri. Bahkan, workshop kali ini diikuti oleh guru dari berbagai daerah, seperti Pelembang, Bengkulu dan sekitar Solo raya. “Menariknya, guru yang ikut ini atas inisiatif sendiri atau tidak disuruh instansi. Saya berharap Guru bisa memberikan pembelajaran terbaik bagi anak didiknya,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs Tarsa, M.Pd menyambut baik acara tersebut. Mewakili Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang berhalangan hadir, Tarsa mengapresiasi acara tersebut. Guru memang harus terus belajar agar tidak ketinggalan tehnologi. Termasuk untuk media pembelajaran juga perlu diperbaharui dari sisi tehnologinya supaya pembelajaran lebih menarik. (hr/Adt)
Bupati Karanganyar memberikan penghargaan kepada Eko Handoyo penerima Anugrah Iptek dan Inovasi kategori Labdha Kretya 2019 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat(6/9).
KARANGANYAR – Pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba Kreatifitas dan Inovasi (KRENOVA) 2019 kategori Pelajar dan Masyarakat Kab. Karanganyar dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat(6/9).
Dalam laporan penyelenggaraan, Kepala BAPERLITBANG Karanganyar Muh. Indrayanto menyampaikan Lomba Kreatifitas dan Inovasi 2019 mengusung tema “Kreatifitas Dan Inovasi Bidang Iptek menuju masyarakat Karanganyar Maju dan Berintegritas”.
Kegiatan yang diikuti pelajar dan masyarakat secara perorangan atau kelompok ini bertujuan untuk menciptakan produk guna memajukan kompetensi Kabupaten Karanganyar di bidang iptek serta meningkatkan kreatifitas dan fasilitas dalam rangka memperoleh solusi yang tepat guna menghasilkan nilai tambah aspek ekonomi dan kemajuan hidup.
Beliau juga menyampaikan hadiah pemenang serta dana motivasi bagi juara I senilai Rp. 4 Juta, Juara II Rp.3 Juta, Juara III Rp. 2 Juta untuk kategori pelajar dan Juara I Rp. 5 Juta, Juara II Rp. 4 Juta, dan Juara III Rp. 3 Juta untuk kateogi Masyarakat.
Pada kesempatan kali ini, Eko Handoyo Penerima Anugrah Iptek dan Inovasi kategori Labdha Kretya 2019 dalam sharingnya menyampaikan bahwa dari berbagai pengalaman harus terus ditingkatkan serta dikembangkan untuk menciptakan karya yang berkreasi dan inovasi. “Kami belum puas dengan hasil yang kami peroleh sekarang, karena masih banyak hal yang perlu kami kembangkan untuk menciptakan sebuah kreasi dan inovasi,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menyampaikan setiap orang harus memiliki motivasi, yang terpenting adalah memiliki keberanian untuk melawan diri sendiri tentang bagaimana caranya untuk menuju kesuksesan.
“Mumpung masih muda, berfikirlah yang kreatif dan lakukan kegiatan yang bermanfaat dan kreatif, karena kreatifitas adalah salah satu jalan menuju kesuksesan. Ikuti apa kata hatimu dan ambil mana yang cocok untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang tekait.
“Terima kasih dan selamat, semoga Allah memberikan hidayah dan petunjuk bagi anak-anak yang menang lomba untuk sukses dimasa depan,” tambahnya.
PEMENANG LOMBA KRENOVA 2019 TINGKAT PELAJAR
JUARA I Pengolahan PH Air Berbasis IOT oleh Naam Amta Muh Shinin, Bima Sakti dan Endrik Khomsiawan dari SMK N 2 Karanganyar JUARA II Mesin Pembuat Kripik Gethuk Multifungsi oleh Harianto dan Wahyu Adi dari SMK Penda 2 Karanganyar JUARA III I-Box Pengubah Asap Rokok menjadi Oksigen Beraroma Wangi oleh Rudi Susanto, Melati Lutfiah Diah Ningrum, dan Siti Nur Halimah SMA N Kebakkramat.
PEMENANG LOMBA KRENOVA 2019 TINGKAT MASYARAKAT
JUARA I Pembuatan Tangan Tirun Fungsional Sederhana Bawah Siku Oleh Deny Rahman Nur Hidayat JUARA II Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Dan Biji Cengkeh Untuk Dijadikan Pasta Gigi Orcedent Sebagai Formulasi Dan Anti Ngilu oleh Mahardhika Yusack Effendi JUARA III Sistem Hidroponik Rakit Apung oleh Agus Prayitno, S.E.
Bupati Karanganyar Juliyatmono saat melakukan tendangan ke gawang tim ASM Mojogedang di Lapangan Desa Mojogedang
Karanganyar – 6 September 2019
Pemkab Karanganyar menjalin silaturahmi dengan Tim ASM Mojogedang melalui pertandingan persahabatan sepak bola di Lapangan Desa Mojogedang, Jumat (6/9). Pertandingan ini sebagai laga selingan Turnamen Sepak Bola Mojogedang Cup II 2019.
Bapak Bupati Karanganyar, serta putra semata wayangnya Ilyas juga Kadisparpora Titis Srijawoto ikut bermain dalam laga eksibisi ini. Laga di babak pertama berjalan cukup menarik, tim Pemkab Karanganyar dibikin kuwalahan di babak pertama karena tim ASM Mojogedang bermain cukup ngotot.
Tim Pemkab yang juga diperkuat Toni Hatmoko anggota Dewan dari fraksi partai PKB ini menyuguhkan skema yang luar biasa. Babak pertama benar-benar menjadi permainan yang cukup sengit oleh kedua tim. Sore itu menjadi panggung unjuk kebolehan para pemain Pemkab Karanganyar dan juga ASM Mojogedang dalam memamerkan aksi-aksi brilian dan membuat penonton antusias menyaksikan pertandingan. Serangan demi serangan terus dilancarkan kedua tim hingga menjelang akhir babak pertama. Namun belum ada gol yang tercipta ke gawang kedua tim.
Perubahan pemain dilakukan oleh kedua tim baik Pemkab Karanganyar maupun Perangkat Desa Mojogedang. Mengawali babak kedua dengan skor 0-0 membuat tim Pemkab Karanganyar bermain lebih terbuka untuk berupaya menciptakan gol. Terbukti di babak kedua, pertahanan tim ASM Mojogedang dibuat kocar-kacir. Namun lagi-lagi pertahanan tim ASM Mojogedang yang kuat mematahkan berbagai serangan yang diluncurkan Pemkab Karanganyar. Hingga Bupati Karanganyar Juliyatmono hampir putus asa karena sulit menciptakan gol.
Setelah beberapa menit babak kedua berjalan akhirnya Tim Pemkab Karanganyar memecahkan kebuntuan melalui aksi Bupati Karanganyar yang terus berusaha hingga memberikan asist yang cukup brilian sehingga dengan mudah Arif Wahyu Wanthoex salah satu pemain Pemkab Karanganyar menendang bola ke pojok gawang lawan dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keuunggulanTim Pemkab Karanganyar atas tim ASM Mojogedang. Tim ASM Mojogedang tidak tinggal diam setelah kebobolan, upaya untuk menyamakan kedudukan terus dilakukan, namun hingga peluit panjang ditiupkan tim ASM Mojogedang tidak bisa menciptakan gol karena rapatnya pertahanan Tim Pemkab Karanganyar dan pertandingan ditutup dengan hasil 1-0 untuk kemenangan tim Pemkab Karanganyar.
Bupati Karanganyar Juliyatmono yang turut bermain di babak kedua menyampaikan kepada masyarakat Desa Mojogedang bahwa pertandingan persahabatan ini akan mempererat silaturahmi antar kedua tim dan tentunya dapat mengajak warga masyarakat untuk membudayakan hidup sehat dengan berolahraga. Bupati Karanganyar akan memberikan hadiah berupa 2 kambing kepada warga yang menyaksikan laga grand final Mojogedang Cup II pada Sabtu, 7 September 2019.
Wakil Bupati Karanganyar membawakan sebuah lagu memeriahkan HUT APSI ke 6 di Lapangan Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan
Karanganyar, 04 September 2019
Bertempat di Lapangan Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan, HUT APSI (Asosiasi Pengusaha Sound Indonesia) ke 6 digelar secara meriah dan besar-besaran. Panggung yang megah, dan tentunya sound system yang menggelegar disuguhkan ke masyarakat. Semakin lengkap dengan ditampilkannya bintang-bintang dangdut ternama seperti Lintang Giovani dan Vivi Voletha.
Ini adalah tahun kedua dilaksanakannya peringatan HUT APSI di daerah. Kebetulan untuk kali ini, pelaksanaan HUT di jalankan oleh pengurus APSI cabang Tawangmangu, Karangpandan, Matesih dan Ngargoyoso. Salah satu maksud dan tujuan acara ini adalah untuk mempererat persaudaraan pengurus APSI dengan masyarakat.
Acara dihadiri oleh jajaran Forkompinca Kecamatan Karangpandan dan Wakil Bupati Karanganyar. Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Karanganyar mengapresiasi penyelenggaraan HUT APSI. H. Rober Christanto menghimbau masyarakat, jika membutuhkan jasa sound system bisa menggunakan jasa dari pengusaha yang tergabung di APSI. Karena kualitasnya sudah terjamin.
Perayaan HUT APSI diwarnai dengan pesta kembang api dan Wakil Bupati Karanganyar juga menyumbangkan sebuah lagu berjudul Sewu Kutho.
Kegiatan Senam dan Jalan Sehat ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Taruna Bakti, Desa Malanggaten.
Karanganyar, 01 September 2019 Semarak HUT RI yang ke 74 terlihat sangat meriah di Desa Malanggaten. Diawali dengan senam sehat, warga Desa Malanggaten bergerak mengikuti jalan sehat. Titik start dan finish berada di Lapangan Desa Malanggaten. Kegiatan yang meriah ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Taruna Bakti. Selain dukungan dari warga, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan yang luar biasa dari perangkat Desa Malanggaten. Kepala Desa Malanggaten, Sunarto, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini. Dua ekor kambing dan lima unit sepeda menjadi doorprize yang paling diincar oleh warga. Dan satu yang menarik adalah, perangkat desa dan anggota keluarga perangkat desa dan panita tidak berhak memperebutkan doorprize. Karena, doorprize hanya untuk warga.
Sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Kepala Dispermades Prov. Jateng pada Rakor P3MD Prov. Jateng, Rabu (3/9) kemarin.
Karanganyar,
Rapat koordinasi program pembangunan masyarakat desa digelar Pemprov Jateng di Lor in Hotel Rabu (4/9). Kegiatan ini untuk membangun komunikasi dan jejaring guna peningkatan dan kemajuan masyarakat di pedesaan.
Rakor program pembangunan masyarakat desa dengan mengusung tema bergerak bersama untuk SDM unggul di desa diikuti 350 peserta berasal dari perwakilan OPD, Bappeda masing masing kabupaten di Jateng serta para pendamping desa.
Kepala Dispermades propinsi Jateng, Sugeng riyanto mewakili Gubernur Jateng menyatakan forum atau rakor ini diharapkan menjadi media diskusi dan evaluasi berbagai program. Selain itu diharapkan muncul terobosan baru untuk menekan angka kemiskinan di Jateng.
“Angka kemiskinan di Jateng menurun sekitar 10 persen. Diharapkan dengan adanya program atau terobosan baru angka kemiskinan turun menjadi satu digit,”katanya.
Ditambahkannya dengan adanya dana desa dari pemerintah pusat dapat membantu percepatan pembangunan di pedesaan. Pihaknya pun berharap pihak desa dapat transparan dan tertib administrasi dalam pengelolaan dana desa.
“Libatkan masyarakat dalam pengawasan anggaran. Fokuskan pada pembangunan infrastrukur guna mempercepat pemberdayaan masyarakat desa,”pesannya.
Demikian Diskominfo (dn/ind)
Kepala Disdagnakerkop Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki memberikan statmen saat buruh melakukan orasi di depan gedung wakil rakyat
KARANGANYAR – 3 September 2019
Rencana Pemerintah untuk merevisi UU No 13 Tahun 2003
tentang ketenagakerjaan mendapatkan penolakan dari serikat buruh di Bumi
Intanpari. Para buruh menilai jika revisi itu dilakukan maka kesejahteraan para
buruh akan semakin jauh dari harapan. Oleh karena itu, para buruh mendatangi
gedung wakil rakyat untuk meminta dewan meminta DPR RI ikut menolak revisi UU
No 13 tahun 2003.
“Kami
ingin UU No 13 tahun 2003 itu tidak direvisi. Kedatangan kami meminta dewan,
untuk membuat surat ke DPR RI yang intinya buruh Karanganyar menolak revisi UU
ketenagakerjaan tersebut,” papar Ketua DPD KSPN Karanganyar, Haryanto.
Dia
menambahkan saat ini yang jauh lebih penting adalah penegakkan hukum terhadap
UU No 13 tahun 2003 tersebut. Contoh kasus, soal outsourcing pada kenyataanya
banyak perusahaan melanggar. Memperkerjakan karyawan yang sudah dua tahun lebih
namun tetap dioutsourcing. Padahal itu pekerjaan yang sifatnya tetap akan
tetapi tidak juga segera diangkat. “Kita ingin penegakan hukum ketanagakerjaan UU
13 tahun 2003 tersebut. Padahal dalam Pasal 59 ayat 7 UU tersebut jelas disebutkan
kalau perusahaan menyalahi aturan ayat 1-6 atau tidak memenuhi standar
outsorcing maka buruh itu harus ditetapkan sebagai karyawan tetap,” imbuhnya.
Sementara
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Tenaga kerja, dan Koperasi
(Disdagnekerkop) Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mengatakan pihaknya akan
melihat permasalahan ini terlebih dahulu.
Khususnya terkait rencana revisi UU No 13 tahun 2003. Namun demikian,
jika ada buruh yang menyampaikan aspirasi pihaknya tetap akan menerima. “Kita rangkul
bersama mereka apa yang menjadi keluhan mereka. Yang terpenting dalam
pelaksanaanya berjalan dengan damai,” imbuh Waluyo Dwi Basuki.
Di gedung DPRD, para buruh
diterima oleh Ketua Sementara DPRD Karanganyar, Bagus Selo dan Wakil Sementara,
Anung Marwoko dan beberapa anggota dewan lainnya. (hr/adt)
Bupati Kareanganyar didampingi Asisten I & asisten II dalam acara audiensi dengan Kementrian Perekonomian cluster padi khususnya padi organik, Selasa(03/09/19)
Karanganyar – 3
September 2019
Sehubungan dengan pasca pertemuan Bupati Karanganyar dengan
Kementrian Bidang Perekonomian, perwakilan dari Kementrian Koordinator bidang
perekonomian RI, Deputi bidang
koordinasi pangan dan pertanian asisten deputi agribisnis selenggarakan
audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk membahas mengenai
pengembangan cluster pangan dan pertanian khususnya padi.
Yuli Wilanti. Spi. MP selaku Koordinator bidang pertanian
agribisis sampaikan maksud dan tujuan kerjasama ini ialah untuk mengupdate
perkembangan cluster pertanian khususnya padi di Kabupaten Karanganyar sesuai
arahan dari Menteri Perekonomian, Selasa(03/09/19).
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono sampaikan bahwa di
Karanganyar ada Desa Gentungan di Kecamatan Mojogedang kemarin sudah di support
oleh pemerintah berupa pupuk. Di Gentungan konsen dengan beras organik, karena
memang Pemkab ingin konsen dengan beras organik agar bisa menghasilkan dengan
kualitas bagus dengan harga jual yang tinggi.
“ Pemerintah itu tugasnya membantu memfasilitasi agar ada
nilai lebih bagi petani, kampung organik insya Allah warganya sudah lebih
melonjak dari sisi perekonomiannya dengan adanya beras organik disana. Kalau
yang mengeluh itu berarti tidak berhasil “, jelas orang nomor satu di Bumi
Intanpari ini.
Pemerintah akan berusaha membantu mengatasi masalah yang
dihadapi petani, walau nantinya harus membeli alat apapun dengan modal
berapapun beras organik di Gnetungan harus dihimpun dengan bagus dan ga boleh
di jual sendiri-sendiri. 132 Ton sekali panen untuk beras organik ini.
Kalaupun natinya harus sedikit diberi sentuhan teknologi
agar harga jual lebih naik lagi ya tidak apa, toh semua diupayakan agar harga
jualnya tinggi, tegas Bupati Juliyatmono.
Bumdes perlu ditata sedemikian rupa supaya pasca panen
petani tidak bingung bagaimana menjualnya, ini juga bertujuan supaya
pendampingan dari semua pihak bisa lancar dan harapannya bisa ditiru di daerah
yang lainnya juga.
“ Teknologinya nyambung, masyarakatnya nyambung, kampungnya
akan jadi kampung wisata pertanian di Gentungan “. Besok ada agenda bersih
sungai di Gentungan sekaligus akan dicanangkan sebagai Kampung Organik.(Ard/Tgr)
Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan dialam acara Malem Pentas Seni BUdaya Desa Waru Kebakkramat, Minggu(01/09/19)
Karanganyar – 01 September
2019
Gelaran Ketoprak Pasewa menjadi hiburan bagi masyarakat Desa
Waru Kecamatan Kebakkramat dalam malam pentas seni memperingati HUT Kemerdekaan
RI ke 74 di tahun 2019, Minggu(-1/09/19). Desa Waru sendiri memang terkenal
dengan banyaknya kesenian asli dari warganya. Ini menjadikannya Desa yang akan
dicanangkan oleh Bupati Karanganyar sebagai Desa berkesenian.
“ Orang kalau suka seni hidupnya tidak akan kremungsung
(tergesa-gesa). Hidup rukun dengan saling menghargai dan menghormati menjadi
modal utama terjalinya hubungan masyarakat yang baik. Karena kehidupan dalam
masyarakat butuh gotong royong.
Bupati ikut bangga karena acara ini terselenggara dengan
baik atas semua kinerja gotong royong masyarakat Desa Waru, guyub rukun menjadikan
Waru menjadi desa berkesenian yang akan di resmikan Bupati Karanganyar
bertepatan dengan HUT Kabupaten Karanganyar.(Ard/Tgr)
Sambutan Sekretaris Daerah Karanganyar, Sutarno mewakili Bupati Karanganyar dalam Peresmian Ruang Kelas TPQ, Play Group, RA, dan IPHI Mart di Komplek Gedung IPHI Karanganyar, Rabu (4/9)
KARANGANYAR – Ruang Kelas TPQ, Play Group, RA, dan IPHI Mart resmi di resmikan oleh Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Karanganyar Drs. Sutarno di Komplek Gedung IPHI, Rabu(4/9).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua
IPHI wilayah Provinsi Jateng Drs. H Muhtar Hadi, Ketua IPHI Karanganyar, Kepala
Kemenag, Ormas Islam Karanganyar, Wali murid,
Ketua IPHI daerah dan cabang se Kabupaten Karanganyar, dan Takmir Masjid
Agung beserta Yayasan Pendidikan Masjid Agung Karanganyar.
Dalam laporan kegiatan, Abdul
Muid selaku Ketua IPHI Karanganyar menyampaikan ucapan terima kasih atas
kehadiran para tamu undangan yang hadir pada kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meresmikan TPQ,
Play group, RA, dan IPHI Mart serta menyambut tahun baru Hijriyah 1441 H.
Dalam sambutannya, Kepala
Kementrian Agama Kabupaten Karanganyar Muhammad Nasir mengucapkan terima kasih
kepada IPHI yang tanggap untuk kelangsungan pendidikan di Karanganyar karena
pembangunan Masjid Agung.
“Selamat atas peresmiannya,
semoga Allah selalu memberikan hidayah, semoga yang diberi tanggung jawab bisa
amanah dan dapat meneruskan pembangunan seperti yang di cita-citakan,”
tuturnya.
Ketua IPHI wilyah Provinsi Jawa
Tengah, Drs. H. Muhtar Hadi dalam sambutannya menyampaikan selalu adanya
perubahan positif di Karanganyar, bukan lagi dimotivasi namun real kegiatan yang
ada di pengurus daerah menjadi cukup ala
an dijajaran IPHI Indoneia. “IPHI yang rel akan bisa mencerahkan dan memajukan
serta memberi motivasi dalam pemberdayaan dalam semua lini dan pemanfaatan
serta kesempurnaan,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Sutarno selaku
Sekretaris Daerah yang mewakili Bupati Karanganyar menyampaikan atas nama
pemerintah mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas peran serta IPHI atas
partisipasi pembangunan Masjid Agung yang rencana akan dilaksanakan mulai tahun
2019 sampi tahun 2021.
“Saya berpesan kepada pengurus
IPHI, untuk TPQ, RA, Play Group proses administrasinya harus disesuaikan
seperti yang kemarin agar tidak timbul masalah,” tambahnya.
Acara ini diakhiri dengan pemotongan pita oleh Sekretaris Daerah Sutarno sebagai simbol peresmian Ruang kelas TPQ,RA dan Play Group serta IPHI Mart.