Category: Berita

_DSC6960

Upacara Pembukaan JUMPARA PMR Ke XII PMI Kabupaten Karanganyar

Bupati yang di dampingi Wakil Bupati Karanganyar Melakukan Tinjauan ke Stand-Stand

 

 

 

KARANGANYAR – Ribuan Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Mula, Madya dan Wira se-Kabupaten Karanganyar mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumpara) PMR ke XII Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar di Lapangan Tuban Kecamatan Gondangrejo Karanganyar, Kamis (17/10).

Kegiatan dalam meningkatkan jejaring antar organisasi PMR itu diikuti oleh 75 kontingen dari jenjang SD, SMP dan SMA yang ada di Karanganyar yang berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 17 Oktober sampai tanggal 19 Oktober 2019. Selama tiga hari para peserta akan mengikuti berbagai macam kegiatan seperti sarasehan Jumbara, kewirausahaan sosial, aksi cepat tepat, wahana kepalangmerahan dan lain-lain.

Ketua PMI Karanganyar, Timotius Suryadi menyampaikan, kegiatan ini untuk saling meningkatkan jejaring antar organisasi PMR se-Kabupaten Karanganyar. Juga saling meningkatkan keterampilan dan bekal kecakapan untuk membantu sesama. “Membantu sesama itu kan menggembirakan, dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap kemanusiaan dengan kesadaran, tulus dan ikhlas,” katanya.

Meskipun para peserta sudah dilatih di sekolah masing-masing, dengan kegiatan ini ditambahkan lagi. Timo menjelaskan, kegiatan Jumbara ini merupakan agenda yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Selain tingkat kabupaten, Jumbara juga diadakan di tingkat provinsi setiap dua tahun sekali. “Melalui kegiatan ini mengenalkan sejak dini tentang kepedulian terhadap sesama. Menerima perbedaan dalam kehidupan, jangan sampai terkotak-kotak oleh perbedaan. Bagaimana bersinergi bersama dengan semangat kemanusiaan,” ungkap Timo.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap kepada para peserta supaya menggunakan kesempatan ini untuk memperluas jaringan pertemanan dan memperkuat solidaritas keluarga besar PMI. “Jumbara PMR merupakan ajang untuk berjumpa saling berbagi pengetahuan, keterampilan, sikap dan pengalaman serta menjalin persahabatan. Harapaannya akan terlahir relawan muda PMI yang memiliki wawasan luas dan berkarakter sehingga menjadi generasi emas yang pontesial,” terangnya. (in/an)

Read More
WhatsApp Image 2019-10-15 at 13.31.29

Jadi Tuan Rumah Indonesia Open X-Sports Championship IOXC 2019, Karanganyar Tampilkan Sesuatu Yang Istimewa

Karanganyar bakal tampil all out dalam mempersiapkan kejuaraan Indonesia Open X-Sports Championship IOXC 2019

KARANGANYAR – 15 Oktober 2019

 

Kabupaten Karanganyar menjadi tuan rumah kejuaraan Indonesia Open X-Sports Championship (IOXC) ke-11 yang akan diselenggarakan pada 25-27 Oktober 2019. Guna persiapan gelaran event tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar rapat koordinasi IOXC di Ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (15/10).

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto menyampaikan, target peserta kejuaraan IOXC 2019 diikuti sekitar 500 peserta dari 13 negara.

Ada beberapa cabang yang diperlombakan seperti skateboard, BMX, freestyle soccer, dan freestyle basketball. Adapun pelaksanaannya bertempat di Alun-Alun Karanganyar. “Arena yang digunakan ukurannya 17 meter x 40 meterx 7 meter. Kita menyediakan pengadaan alat. Kalau penyelenggaraannya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Jangka panjangnya, arena (knockdown) bisa digunakan untuk altet-atlet di Karanganyar,” ungkap Titis.

Ia menambahkan sebenarnya pihaknya sudah mempersiapkan tempat atau arena bermain bagi atlet olahraga ekstrem di komplek Gedung Wanita Karanganyar, akan tetapi karena direncanakan akan dibangun teater di tempat tersebut akhirnya tidak jadi.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan Kemenpora ini menjadi wadah bagi millenial yang mempunyai bakat luar biasa. “Memberikan pesan positif kepada kaum millenial, kita bisa berbuat, kita bisa berprestasi dan diakui. Serta memberikan harapan,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya juga sudah mempersiapkan berbagai hal seperti keamanan dan fasilitas pendudung lainnya. Pasca digelarnya kejuaraan IOXC ini, Pemkab Karanganyar akan menyediakan arena bermain bagi para pemuda untuk menyalurkan bakatnya. “Ini sekaligus mewadahi anak-anak yang sejak lama meminta lapangan (arena bermain), pasca event akan kita siapkan tempatnya. Karena arena yang digunakan ini knockdown atau bongkar pasang. Tinggal kita cari tempatnya untuk bermain,” tutur Juliyatmono.

Ia mengungkapkan dalam kejuaraan IOXC ini, selain diramaikan atlet asal luar daerah juga akan diramaikan atlet-atlet lokal. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2019-10-16 at 08.00.01 (1)

OPD Diminta Tata Anggaran 2020 Sejak Awal

 

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memimpin rapat Koordinasi Operasional Kegiatan di Ruang Podang 1

 

KARANGANYAR – 16 Oktober 2019

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta masing-masing Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk menata anggaran 2020 sejak awal. Perencanaan yang matang akan membuahkan pekerjaan terarah, terukur dan lancar.

“Sejak awal ditata dengan baik, agar pekerjaannya berjalan lancar, selesai dan tidak ada masalah,”papar Juliyatmono saat memimpin rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan di ruang Podang 1 Kantor setda.

Orang nomor satu di Karanganyar juga mengingatkan manakala ada anggaran pada tahun 2019 ini ada kesulitan untuk ditanyakan kepada pihak terkait. Di samping itu, bupati juga mengingatkan jika memang ada anggaran yang dalam kuran waktu tiga bulan terakhir ini tidak dapat terlaksana juga tidak perlu dilaksanakan. Namun sebaliknya, jika memang mampu yang dikerjakan. “Untuk tahun 2019, mulai diidentifikasi mana anggaran yang bisa terlaksana dan mana yang tidak. Jangan setengah-setengah,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
20191015_103513

Pembangunan Kantor Desa Ngemplak Karangpandan

Diskominfo

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto saat memberi arahan pada acara peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Ngemplak 

Karanganyar – Pembangunan kantor Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan mulai dilaksanakan. Pelaksanaan pembangunan kantor desa tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto.

Turut hadir pula Camat Karangpandan, Kades Ngemplak, unsur TNI dan Polri serta para tamu undangan.

Dalam sambutan pembukaan serta laporannya, Wijianto selaku Kades Ngemplak mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan kantor desa yang dipimpinnya itu. Beliau juga berharap agar dalam pelaksanaan nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar dari awal hingga akhir.

Dijelaskan pula bahwa, pagu anggaran pembangunan kantor Desa Ngemplak ini sebesar Rp 359.700 juta. Dana yang tersedia sebesar Rp 50 juta berasal dari PAD Desa Ngemplak Th 2019 dan Rp 100 juta dari sumbangan Kabupaten, sedangkan kekurangan dana sebesar Rp 209.700 akan diambilkan dari anggaran penetapan Tahun 2020.

Rencananya pembangunan akan berlangsung dua tahap, tahap pertama dilaksanakan pada Bulan Oktober hingga Desember sedangkan tahap kedua akan dimulai di awal Tahun 2020.

Rober Christanto dalam sambutan dan arahannya berharap agar pembangunan kantor desa ini berjalan lancar tanpa kurang satu apapun sehingga keberadaannya dapat memberikan kebanggaan dan manfaat bagi warga sekitar, tak lupa beliau juga berjanji akan menyiapkan kekurangan dana yang dibutuhkan di anggaran penetapan Tahun 2020.

” Semua warga harus terlibat dalam pembangunan Kantor Desa Ngemplak serta mempunyai rasa memiliki Gedung ini sehingga nanti bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial disana ” Pungkasnya.

Untuk menutup rangkaian kegiatan Wakil Bupati Karanganyar, Camat Karangpandan dan unsur TNI bergantian meletakkan batu pertama pendirian kantor Desa Ngemplak. (An/Ina)

 

 

 

Read More
WhatsApp Image 2019-10-15 at 10.44.17(1)

60 Peserta Perhimpunan Jasa Kontruksi Ikuti MUSCAB ke-IX  di BPC Gapensi Kabupaten Karanganyar

Sambutan oleh Kepala DPUPR dalam acara Muscab ke IX BPC Gapensi Kab. Karanganyar di Aula Sekretariat Kantor BPC. Selasa (15/10)

KARANGANYAR- Kebersamaan Dalam Berorganisasi Untuk Menuju Era Milineal merupakan tema yang di usung pada Musyawarah Cabang ( Muscab) ke-IX tahun 2020/2025 BPC Gapensi Kabupaten Karanganyar yang dibuka oleh Ketua Panitia Penyelenggara, Wardoyo, Selasa (15/10/2019) di Aula Sekertariat BPC Gapensi Karanganyar, Kecamatan Tasikmadu yang diikuti  Ketua BPC Gapensi Se- Soloraya, Ketua Kadin Kabupaten Karanganyar, , Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Ketua BPD Jateng, dan segenap pengurus BPC Gapensi Kabupaten Karanganyar.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BPC Gabungan Penyedia Jasa Kontruksi ( Gapensi) Karanganyar, Aris Setiawan menyampaikan bahwa BPC Gapensi Karanganyar saat ini memiliki anggota kurang lebih 60 orang, dalam perjalanan masa bakti dalam kurun selama 5 tahun banyak mendapat kendala atau keterlambatan, tetapi karena kerjasama antara jajaran pengurus dan anggota hal tersebut dapat terlewati dengan lancar. Harapannya untuk BPC Gapensi Karanganyar harus bisa meningkatkan kinerja demi tujuan yg  diharapkan bersama.

“ Kami berharap semoga kedepan Gapensi lebih maju dan lebih handal sehingga apa yang dicita-citakan  kedepan dapat tercapai sesuai dengan harapan kita bersama,” tuturnya.

Dalam sambutannya Ketua Kadin Kabupaten Karanganyar menghimbau Pengurus dan anggota BPC Gapensi Karanganyar tersebut supaya bekerja secara profesional dengan visinya merangkul seluruh perusahaan-perusahaan  yang bergerak dibidang konstruksi, mengkoordinir semua usaha dibidang konstruksi dan sebagai wadah para jasa konstruksi.

“Kalau kita tidak maju berjuang siapa lagi karena sekarang semuanya serba online, maka dengan kondisi apapun kita harus mandiri dengan membuat terobosan-terobosan yang baru, “ ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar yang diwakili Kepala DPU PR, Edhy Sriyatno ST MT menghimbau supaya BPC Gapensi Karanganyar lebih kompak.

“ Harapanya setelah Muscap ada pengurus-pengurus yang baru terkait dengan transformasi pengurus , kami berharap supaya pengurus-pengurus yang baru supaya betul-betul bisa ngayomi anggotanya,  rukun dan  kompak itu menjadi landasan utama, “ jelasnya.

Demikian Diskominfo (ind/dn/jannah).

Read More
DSC_8128

Resmikan Gedung PWRI Karanganyar 1, Bupati Juliyatmono Berharap Bangunan Ini Nyaman Digunakan Anggota Dan Masyarakat

Bupati Karanganyar H. JUliyatmono simbolis memotong pita tanda diresmikannya gedung kantor PWRI Cab. Karanganyar 1 di Desa Jungke , Sabtu(12/10).

Karanganyar – 12 Oktober 2019

Bantuan sebesar seratus juta dari APBD Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk pembangunan gedung sekretariat PWRI cabang Karanganyar 1 kini hampir 100 persen selesai tahap pembangunannya. Anggota PWRI pantas berbangga diri lantaran kantor sekretariat yang dulunya masih nebeng kini sudah memiliki kantor sendiri yang langsung secara pribadi diresmikan Bupati Karanganyar, Sabtu(12/10/19).

Dengan harapan semoga gedung ini bisa sangat bermanfaat bagi anggota PWRI, selain digunakan untuk pertemuan anggota PWRI, gedung ini juga bisa digunakan bagi anggota PWRI yang punya hajat. Bahkan warga masyarakat sekitar pun bisa menggunakannya, walaupun bangunan belum seratus persen jadi, ucap ketua PWRI saat sampaikan pidato sambutannya.

“ Totalnya biaya pembangunan itu seratus enam puluh juta, sudah dibantu Pemerintah seratus juta. Sisannya pengurus mengupayakan iuran dari swadaya anggota PWRI “, jelasnya.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono yang hadir secara pribadi untuk meresmikan mengaku sangat bangga, pada akhirnya Pemerintah bisa ikut andil dalam membantu PWRI agar punya kantor sekretariat sendiri, tidak nebeng lagi, jelas orang nomor satu di Bumi Intanpari ini.

Lahan kosong yang dimiliki Pemkab di lingkungan Desa Jungke ini memang sudah direncanakan akan di prioritaskan untuk PWRI, sisa lahan nantinya akan dibangun juga oleh Pemkab untuk fasilitas masyarakat sekitar. Bisa jadi lapangan volley atau mungkin dibangunkan lagi gedung pertemuan untuk warga.

Besar harapan Bupati Karanganyar anggota PWRI ikut andil membantu pemerintah dalam memberikan pengertian kepada warga di sekitarnya dalam upaya pencegahan bahaya radikalisme. (Ard/Tgr)

Read More
DSC_8170

Karanganyar Bersholawat Menjadi Tajuk Rangkaian Perayaan HUT TNI Ke 74

Bupati Dan Wakil Bupati Karanganyar beserta Kapolres dan Dandim 0727 Karanganyar hadiri Pengajian Kabar Gus Ali Gondrong deng tajuk ” Karanganyar Bersholawat” sebagai rangkaian perayaan HUT TNI Ke 74 di Lap. Jatipuro, Minggu(13/10).

Karanganyar – 13 Oktober 2019

Bertempat di Lapangan Kecamatan Jatipuro, Gus Ali Gondrong mengawali dengan memimpin do’a para jama’ah yang hadir untuk membuka pengajian akbar dengan tajuk “ Karanganyar Bersholawat” sebagai rangkaian perayaan HUT TNI Ke 74, Minggu(13/10/19).

Pengajian akbar ini menjadi pemikiran Bupati Karanganyar H. Juliyatmono kepada Komandan Kodim 0727, beliau ingin pada perayaan HUT TNI ke 74 ini bisa sama seperti ketika perayaan HUT Bhayangkara yang juga mengundang Gus Ali dengan tajuk yang sama yaitu Karanganyar Bersholawat.

Karanganyar Bersholawat ingin di familiar kan oleh Bupati Juliyatmono, nantinya akan menggelar hal serupa di Kecamatan yang lain juga. Ini sebagai upaya agar kondusifitas warga Karanganyar yang ia pimpin bisa terus terjaga kerukunannya walau perbedaan dalam keyakinan beragama berbeda – beda.

“ Supoyo adem ayem lan tentrem Karanganyar iki, Sholawatan terus sampai nanti semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar bisa bergantian menggelar pengajian akbar seperti ini “, jelas Bupati saat berkesempatan untuk memberikan tausiyah singkat.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_5312

Sosialisasi Kesiapan Pilkades Serentak Tahun 2020 Kabupaten Karanganyar

Paparan mengenai Persiapan Pelaksanaan Pilkades Oleh Kepala Bagian Pemerintah Desa, Senin (14/10) di Ruang Podang I, Kantor Setda Kabupaten Karanganyar

KARANGANYAR – Panitia penyelenggara pilkades di 7 desa diminta mencermati data calon pemilih. Permasalahan pelik potensial muncul akibat penyalahgunaan data kependudukan.

“Mentang-mentang merantau maka tidak dimasukkan ke daftar calon pemilih. Itu tidak benar, biarkan apa adanya. Semua warga yang berdomisili atau tidak berdomisili dicermati,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam launching tahapan Pilkades (7) tujuh desa, Senin (14/10).

Ia juga meminta jangan terjadi pergantian panitia penyelenggara Pilkades di tengah tahapan. Adapun tahapannya dibagi persiapan (Oktober-November 2019), pencalonan dan penjaringan balon kepala desa (Desember 2019-Februari 2020), pemungutan suara (November 2019-Maret 2020) serta penetapan kades terpilih (Maret-April 2020). Pilkades di tujuh desa itu di Desa Berjo, Ngargoyoso, Desa/Kecamatan Karangpandan, Desa Gebyog, Mojogedang, Desa Tuban, Gondangrejo, Desa Dawung, Matesih, Desa Pendem, Mojogedang, serta Desa Kaling, Tasikmadu. Bupati mewanti wanti penggunaan kotak suara tidak boleh menampilkan identitas dusun. Itu mengantisipasi pemetaan basis massa calon dengan cara mengacak kotak suara.

“Jumlah kotak suara tidak boleh sama dengan jumlah dusun,” katanya.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Desa Setda Pemkab Karanganyar, Timotius Suryadi mengatakan tahapan pemungutan suara cukup rawan. Perlu dicermati pendataan calon pemilih per dusun, penyusunan dan penetapan DPS, pengumumannya, perbaikan DPS, pendaftaran pemilih tambahan hingga pengumuman DPT.

“Pantarlih harus kroscek ke wilayah,” katanya.

Sejumlah kerawanan lain seperti pendaftar kurang dari dua orang atau malah lebih dari 5, perhitungan suara imbang dan sebagainya.

“Semuanya sudah diantisipasi sesuai Perbup tentang Kepala Desa. Termasuk kemungkinan masuknya warga luar desa. Aturannya, harus berdomisili minimal 6 bulan sebelum DPS disahkan,” katanya.

Dalam penyelenggaraan, Pemkab mengalokasikan dana sekitar Rp 70 juta per desa. Dana itu dipakai untuk honorarium, pengadaan ATK hingga kebutuhan pelantikan.

Demikian Diskominfo (in/an/janah).

Read More
WhatsApp Image 2019-10-14 at 12.41.53

Mahasiswa Biologi FKIP UNS adakan Lawu Birdwatching

Camat Ngargoyoso, Edi Sukiswandi memberikan sambutan dalam lawu birdwatching di Ngargoyoso

KARANGANYAR – 10 Oktober 2019

Ratusan Mahasiswa Biologi FKIP UNS mengadakan Lawu Birdwatching Competition 2019 di Tahura Ngargoyoso. Mahasiwa itu ingin mendata burung dan melakukan serangkaian kegiatan untuk menyelamatkan lingkungan.

            “Terima kasih, adik adik semua datang ke Ngargoyoso untuk mengadakan Lawu Birdwatching di Ngargoyoso. Silahkan belajar dan mempelajari keanegaragaman burung di Tahura ini,” papar Camat Ngargoyoso, Edi Sukiswandi yang mewakili Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara tersebut (11/10).

            Dia menambahkan Ngargoyoso ini menjadi tujuan wisata utama di Karanganyar. Sebab disini banyak tumbuh-tumbuhan dan aneka ragam kekayaan binatang terutama burung. Diharapkan dengan Lawu Birdwatching, kelestarian hutan akan tetap terjaga. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2019-10-14 at 12.26.52

DKK Cek Makanan dan Obat Ilegal kepada Sejumlah Pedagang di Karanganyar

Tim DKK Karanganyar melakukan pengecekan makanan dan obat ilegal di Karanganyar

KARANGANYAR – 10 Oktober 2019

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar melalui tim satgas pemberantasan makanan dan obat ilegal memberikan pembinaan kepada sejumlah penjual di toko ritel dan swalayan yang ada di Kabupaten Karanganyar, Kamis (10/10). Kabid Sumber Daya Kesehatan DKK Karanganyar, Ita Kusumawati menyampaikan, dua tim menyebar di sejumlah toko ritel dan swalayan yang ada di Tawangmangu, Karangpandan, Karanganyar Kota dan Palur. “Ini sifatnya pembinaan.

Apakah didapatkan peredaran obat ilegal dan makanan yang tidak sesuai peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, setelah dilakukan pembinaan ini nantinya akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev). Seusai dilakukan sosialisasi, dari Satnarkoba Polres Karanganyar dan Satpol PP akan melakukan penindakan. Ia menjelaskan, toko ritel dilarang menjual obat yang mengandung prekursor secara bebas tanpa adanya izin dari toko obat. “Tim saya mengecek di Tawangmangu dua toko dan di Karangpandan satu ritel modern. Selain obat, ada panganan ilegal atau makanan belum punya nomor registrasi. Juga ada yang kadaluwarsa, dan kemasan penyok,” terangnya

            Ita mengungkapkan, bagi pedagang yang kedapatan menjual makanan yang tidak layak jual akan membuat surat pernyataan untuk mengembalikannya kepada distributor.

Sedangkan obat yang tidak seharusnya diperjualkan secara bebas, pedagang harus mengurus izin toko obat ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karanganyar.

Sementara itu pemilik toko ritel modern di Karanganyar Kota, Dewi Subekti menuturkan, setelah dicek petugas ditemukan obat yang tidak boleh diperjual belikan secara bebas dan makanan yang kemasannya penyok atau rusak. “Makanan nanti diretur atau dikembalikan. Kalau obat-obatan, harus izin dulu apabila mau menjualnya,” tuturnya. (hr/ard)

Read More