Category: Kesehatan & Olahraga

Pelatihan & Pendidikan Pembina PMR Madya / Wira PMI Kabupaten Karanganyar

PMI Kabupaten Karanganyar mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Pembina PMR Madya / Wira se – Kabupaten Karanganyar.

Pelatihan tersebut diselenggarakan mulai tanggal 7 s/d 9 Oktober 2013 yang bertempat di Aula Markas PMI Kabupaten Karanganyar yang diikuti oleh sejumlah sekolah baik tingkat SLTP maupun tingkat SLTA dengan peserta sebanyak 55 peserta pembina PMR yang terdiri dari 30 Pembina PMR Madya dan 25 Pembina PMR Wira se – Kabupaten Karanganyar.

Tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk menyegarkan kembali pengetahuan dan ketrampilan para pembina PMR sehingga selalu Up Date dengan situasi dan  kondisi terkini. Pelatihan ini adalah merupakan salah satu Program Kerja PMI Kabupaten Karanganyar Tahun 2013, yang dibiayai oleh anggaran dan pendapatan dan belanja PMI Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si berpesan kepada seluruh peserta agar terus menggelorakan semangat dan jiwa relawan sebagai modal awal gerakan PMI. ” Dengan semangat tersebut diharapkan KSR / PMR bisa terus mengabdi dan melayani masyarakat Kabupaten Karanganyar”, tandasnya. Bahaya bencana yang selalu mengancam setiap saat, setiap waktu dan setiap tempat, PMR / KSR dituntut untuk selalu tanggap. Dengan pelatihan ini, maka kesiapsiagaan para relawan dapat terus terjaga dan diharapkan dapat diajarkan di sekolah masing-masing sehingga akan muncul relawan-relawan muda untuk bisa mengakses setiap kejadian di setiap wilayah.   (Humas)

Read More

Disnakan Perketat Pengawasan Sirkulasi Kambing dan Sapi

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar bersiap memperketat pengawasan sirkulasi hewan ternak, khususnya kambing dan sapi, menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pasalnya, tingginya angka sirkulasi sapi dan kambing dari berbagai daerah menjelang masa kurban membuat hewan ternak rawan tertular penyakit.

Kepala Disnakan Karanganyar, Sumiarto, menjelaskan terdapat lebih kurang 80.000 ekor sapi serta ratusan ribu kambing dan domba yang dihasilkan peternak di Bumi Intan Pari. Menurutnya, jumlah tersebut dapat mencukupi seluruh kebutuhan hewan kurban dalam lebaran haji mendatang. Namun, pihaknya tidak dapat mencegah mekanisme pasar yang mengakibatkan adanya pertukaran hewan ternak dari Karanganyar ke daerah lain, maupun sebaliknya.

“Biasanya, menjelang Idul Adha banyak pedagang yang membeli ternak dari Karanganyar untuk dijual ke daerah lain. Sebaliknya, pedagang di Karanganyar justru membeli ternak dari daerah lain. Mekanisme seperti itulah yang tidak bisa kami kendalikan, karena itu termasuk permainan pasar, ” terang dia saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (12/9/2013).

Antraks

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Disnakan Karanganyar, Sri Ambarwati, menegaskan perdagangan ternak antar daerah rawan memicu terjadinya penularan penyakit hewan. Salah satu penyakit yang dikhawatirkan timbul akibat tingginya sirkulasi ternak yakni antraks.Virus itu pernah menyerang puluhan sapi di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, dua tahun silam.

Guna mencegah penyebaran virus antraks, Disnakan  rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak, khususnya sapi, di wilayah Gondangrejo setiap tahunnya.“Terakhir, kami melakukan vaksinasi pada April lalu. Kami hanya memberikan vaksin kepada ternak di daerah endemik, supaya virus tidak menyebar di daerah lain yang aman. ”

Selain antraks, Disnakan juga mewaspadai keberadaan cacing hati dalam tubuh sapi ataupun kambing dari berbagai daerah yang masuk ke Kabupaten Karanganyar.

Lebih lanjut, Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Karanganyar, Sutardi, menyatakan seluruh hewan ternak yang masuk ke Karanganyar wajib disertai dengan surat pengantar dari daerah pemasok. “Kami akan mengecek setiap kali ada hewan ternak yang masuk untuk memastikan apakah hewan-hewan itu sehat atau tidak,” kata dia.

Selain itu, Disnakan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat penampungan maupun lapak pedagang di biasa tersebar di pinggir-pinggir jalan pada H-7 Idul Adha. Empat orang dokter hewan serta belasan mantrai hewan juga diterjunkan di 17 kecamatan untuk memantau kesehatan hewan kurban hingga masa penyembelihan berlangsung.

Read More

Dokter Umum Masih Kurang 12.000 Orang

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti

Karanganyar, Senin (09/09/2013).

Jumlah dokter umum dan spesialis di Indonesia masih kurang. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan hingga akhir 2012, Indonesia kekurangan sebanyak 12.000 orang dokter umum. Sementara, dalam satu tahun jumlah lulusan dokter hanya mencapai 7.000 orang.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti menjelaskan hal itu saat seminar nasional Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) dalam rangka Dies Natalis APIKES-AKBID Mitra Husada Karanganyar, di gedung Dakwah Muhammadiyah, Sabtu (07/09) kemarin.

“Kekurangan ini masih menjadi masalah utama kita, maka dari itu kami terus memrioritaskan penambahan tenaga,” ucap Ali.

Pihak Kemenkes menargetkan tahun 2014 sudah bisa selesai. Tentunya sasaran target itu tidak pada kekeurangan tenaga dokter umum saja. “Semoga pemenuhan target dari kekurangan dokter umum ini dapat terpenuhi di tahun depan,”katanya.

Bila target yang dicanangkan itu, lanjut Ali, sebelumnya telah ditunjang dengan persiapan maksimal selama dua tahun terakhir. “Perhitungan kami, untuk dokter umum di tahun 2014 sudah tidak kurang lagi, tetapi distribusinya yang masih menjadi masalah,” katanya.

Selain itu, untuk dokter spesialis, jumlah kekurangan masih cukup banyak. Kemenkes sampai saat ini belum berani menjamin untuk memenuhi kekurangannya pada tahun 2014.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menjelaskan, pemerataan tenaga kesehatan sampai saat ini masih menjadi kendala di daerah.

“Untuk tenaga dokter di Karanganyar tidak kurang sama sekali, hanya kurang merata. Ada sekitar 300 dokter yang bertugas di wilayah kota, sementara yang di desa masih sangat minim,” jelas Cucuk.

Untuk mengatasi maslah tersebut, Dinkes telah berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Karanganyar, dengan itu diharapkan para dokter bersedia ditugaskan ke daerah-daerah yang jauh dai pusat kota.pd  

Read More

Ratusan Itik Mati, Diduga Terserang Flu Burung

Lebih kurang 400 itik milik para peternak di Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar , berangsur-angur mati sejak sepekan terakhir.

Unggas-unggas tersebut diduga terserang virus avian influenza (A1) atau yang dikenal sebagai flu burung. Sebab, ratusan itik milik 10 peternak tersebut menunjukkan gejala terserang flu burung, seperti mata keruh, terjadi kebutaan, angka kematian tinggi, dan unggas cenderung suka berputar-putar.

Mendapati kejanggalan itu, para peternak segera mengirim laporan kepada Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Karanganyar pada Sabtu (24/8/2013). Pasalnya, kasus tersebut bukan yang kali pertama terjadi di Desa Gondangmanis.

“Desa itu memang daerah endemik, dulu juga banyak unggas mati karena terinfeksi A1. Pada kasus kematian unggas kali ini gejalanya juga sama dengan kematian unggas yang terjadi beberapa waktu lalu,” terang salah seorang anggota staf Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Karanganyar, Fathurrahman.

Berdasarkan analisa serta riwayat penyebaran flu burung di Desa Gondangmanis, Fathurrahman yang juga dokter hewan menduga ratusan itik tersebut telah terserang virus A1. Guna memastikan dugaan itu, petugas Disnakkan Karanganyar telah mengambil sampel bangkai itik untuk melakukan uji laboratorium pada Selasa (27/8/2013).

“Sampelnya sudah dibawa di Jogja karena kami tidak memiliki alat uji virus A1, namun kami belum dapat memastikan kapan uji laboratorium akan selesai. Sebenarnya laporannya masuk kepada kami pada Sabtu lalu, tapi tim laboratorium baru bisa datang ke Karanganyar kemarin [Selasa], ” imbuhnya.

Selain mengambil sampel bangkai itik, Disnakkan juga telah mengimbau peternak untuk tidak menjual maupun mengonsumsi unggas yang sakit. Peternak juga diminta memisahkan unggas yang sehat dan sakit supaya virus tak kian menyebar. “Sebagian itik yang sakit masih hidup, tapi kami sudah mewanti-wanti peternak supaya itik yang sakit dikarantina agar tidak menulari yang lain. Kalau ada unggas yang mati mendadak juga harus segera dikubur,” jelas Fathurrahman.

Kendati hasil uji laboratorium belum keluar, Disnakkan telah mengantisipasi penyebaran virus flu burung dengan memberikan larutan disinfektan kepada para peternak di Desa Gondangmanis.

Selanjutnya, mereka diimbau rutin menyemprotkan disinfektan di kandang serta lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran virus yang juga dapat menginfeksi tubuh manusia itu. Jika hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa itik-itik tersebut positif terserang virus A1, Disnakkan akan segera melakukan vaksinasi kepada unggas di Desa Gondangmanis.

Read More

GOR Karanganyar Resmi Milik Pemkab

Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Karanganyar yang menelan anggaran mencapai Rp 6,8 miliar telah diserahkan ke Pemkab Karanganyar. Selanjutnya pengelolaan GOR tersebut telah resmi menjadi milik Pemkab.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komite Pembangunan GOR, Nur Halimah. “Dari komite sudah kita serahkan dan laporkan ke Bupati. Jadi saat ini masih menunggu peresmian oleh Bupati,” kata Halimah.

Dijelaskannya, pada peresmian nanti sekaligus penunjukan untuk pengelola GOR. Tapi sejauh ini ia tidak mengetahui siapa yang bakal mendapat amanah untuk mengelola GOR tersebut. “Kalau pengelolanya siapa kita tidak tahu, itu kewenangan Bupati,” katanya.

Meski belum diresmikan, Halimah menolak kalau GOR tersebut dikatakan sebagai proyek yang terbengkalai. Karena, sebelum diresmikan pengelolaan berada di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar. “Tidak (terbengkalai), sudah ada yang memanfaatkan kok, meski hanya lingkup internal,” ucapnya.

Terkait kelanjutan pembangunan GOR, Halimah menjelaskan hal itu tergantung pada proses pengajuan proposal ke pemerintah pusat. “Dana pembangunan pertama kan dari pusat, nanti kelanjutannya juga bagaimana proposalnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Langgeng Widodo, Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Karanganyar, menyayangkan kondisi GOR yang terbengkalai karena Pemkab belum menunjuk siapa yang berhak mengelolanya. “Mestinya setelah masa pemeliharaan rampung, GOR segera diserahkan ke komite pembangunan yang sudah ditunjuk Pemkab untuk mengelolanya,” terangnya.

Sumber : http://joglosemar.co

Read More

Jumlah Kasus DBD di Karanganyar Melonjak 300%

Jumlah kasus penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Karanganyar melonjak hingga sekitar 300 persen.

Kasus penderita penyakit DBD pada 2012 lalu sebanyak 76 kasus sementara pada tahun ini sekitar 300 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan peningkatan jumlah penderita DBD dipengaruhi kondisi cuaca saat masa pergantian musim. Diperkirakan jumlah kasus penyakit DBD bakal bertambah hingga akhir tahun.

“Musim pancaroba sangat mempengaruhi bertambahnya jumlah kasus DBD. Diperkirakan jumlah kasus DBD bisa mencapai 400 lebih hingga akhir tahun,”.

Selain kondisi cuaca, peningkatan jumlah penderita DBD dipengaruhi siklus lima tahunan yang puncaknya pada pertengahan tahun ini. Menurutnya, peningkatan jumlah kasus penyakit DBD terjadi di lima kecamatan endemis penyakit DBD. Kelima kecamatan tersebut yakni Colomadu, Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu dan Kebakkramat.

Warga yang berdomisili di wilayah endemis penyakit DBD diminta mewaspadai penularan penyakit DBD. Tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegypti harus dilakukan pengecekan. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit menular tersebut.

Bila terdapat kasus penyakit DBD yang menyerang warga maka petugas langsung turun lapangan untuk mencegah agar tak terjadi penularan terhadap warga lainnya. Wilayah yang diserang penyakit DBD akan dilakukan pengasapan atau fogging. Pihaknya juga akan mengoptimalkan para juru pemantau jentik (jumantik) di setiap desa.

Read More

DKK Karanganyar Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menemukan sejumlah makanan mengandung formalin dan rhodamin B yang masih dijual bebas di pasar tradisional.

Makanan berformalin dan mengandung rhodamin B itu diketahui setelah dilakukan uji laboratorium pada sampel yang diambil dalam inspeksi mendadak (sidak) DKK di Pasar Gondangrejo dan Pasar Karangpandan, Senin (29/7/2013).

“Berdasarkan hasil sidak hari ini [Senin], kami menemukan 11 jenis makanan yang tidak layak konsumsi, seperti mie basah dan teri asin yang berformalin, serta cendhol, kerupuk, dan roti yang mengandung rodhamin B,” urai Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkul Munir.

Munir mengatakan sebagian besar makanan berformalin dan mengandung rhodamin B justru merupakan jajanan tradisional yang banyak dicari masyarakat selama Ramadan. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan. Menurutnya, para pedagang secara otomatis tak akan lagi menjual makanan berbahaya jika masyarakat tak meminati.

“Makanan yang tidak sehat itu dapat terlihat dari penampilannya, misalnya cendol yang warnanya terlalu mencolok atau mie yang terlalu kenyal. Kalau kelihatan berbahaya jangan dibeli, jadi pedagang juga akan enggan menjual,” tambah dia.

Lebih lanjut, Munir menjelaskan pihaknya tak memiliki wewenang menarik makanan berbahaya dari para pedagang. Oleh karena itu, DKK hanya bisa memberi arahan bagi para pedagang untuk tak lagi menjual makanan berbahaya kepada masyarakat. “Kami hanya bisa memberi pembinaan dan mengimbau agar makanan tak layak konsumsi itu jangan dijual lagi sebab bukan kami yang berwenang menarik,” jelasnya.

Selama bulan Ramadan, DKK Karanganyar telah melakukan sidak di tujuh pasar tradisional, yaitu di Pasar Dadapan Matesih, Pasar Matesih dan Pasar Nglano pada Senin (15/7/2013), Pasar Jungke dan Pasar Tegalgede pada Rabu (10/7/2013), serta Pasar Karangpandan dan Pasar Gondangrejo pada Senin (29/7/2013).

Berdasarkan sidak di tujuh pasar tersebut, DKK menemukan 21 jenis makanan dan minuman mengandung bahan tambahan yang dilarang, 12 jenis makanan mengandung rhodamin B, tujuh jenis makanan berformalin, serta dua jenis makanan mengandung borak. Selain itu, DKK juga mendapati makanan kemasan tanpa label, makanan dengan kemasan rusak, serta telah kadaluarsa.

Read More
DSC_0001

Ikuti Senam Pagi Dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan

Ilustrasi Senam

Ilustrasi Senam

Karanganyar. Direncanakan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dengan Bupati Karanganyar, Rina Iriani akan senam pagi bersama, di ALun-alun Karanganyar, Jumat (28/06), pukul 06.00 WIB. Untuk itu masyarakat dapat berpartisipasi mengikuti senam tersebut.

Read More
DSC_0166

Dinkes Adakan Lomba Balita Sehat

Karanganyar, Kamis (09/05/2013)

Lomba Balita Sehat merupakan salah satu cara menekan angka kematian Ibu dan Bayi

Lomba Balita Sehat merupakan salah satu cara menekan angka kematian Ibu dan Balita

Untuk menekan angka kematian Ibu dan Balita, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar adakan Lomba Balita Sehat, di Aula Dinkes Karanganyar, Rabu (08/05). Kegiatan itu rutin diadakan setiap tahun.

Agung Respati, Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga Dinkes Karanganyar, mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan lomba yang diakan ditingkat Kecamatan. “Yang maju sekarang ini merupakan perwakilan dari masing-masing Kecamatan,” ujar Agung Respati.

Lomba itu dibagi dalam dua kelompok umur, yakni kelompok umur 6-24 bulan yang diikuti sebanyak 19 balita, dan kelompok umur 25-59 bulan sejumlah 21 balita.

Tak hanya balita yang ikut lomba, tetapi Ibu dari balita tersebut juga masuk dalam kriteria penilaian juri. Adapun kriteria penilaian antara lain, pengukuran fisik, kemudian kuisioner gizi, penilaian kesehatan Ibu, pemeriksaan gigi balita, pemeriksaan fisik. Selain itu juga kuisioner, pemberdayaan perempuan, PKK, dan Psikologi.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, belum optimalnya tingkat kesadaran Ibu saat hamil didominasi oleh wanita karir. Kesibukan Ibu dalam pekerjaan membuat kesehatan bayi yang dikandung agak kurang diperhatikan.

“Untuk itu, kami secara insentif memberikan penyuluhan melalui pos kesehatan terpadu (Posyandu) di setiap RT, desa, maupun tingkat Kecamatan. Namun, secara umum, tingkat kesadaran Ibu saat hamil sudah baik tetapi belum optimal,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan, petugas di puskesmas terus mensosialisasikan pentingnya pengetahuan kesehatan Ibu dan Bayi, agar pemahaman bisa lebih meningkat. pd

Read More

Perusahaan Diminta Perhatikan Keselamatan Kerja

Karanganyar, Rabu (06/02/2013).

Pemerintah Kabupaten Karanganyar meminta kepada seluruh perusahaan yang berada di wilayah Karanganyar untuk mengoptimalkan keselamatan dan kesehatan kerja untuk karyawan. Guna memantau keselamatan pekerja, Pemkab berjanji akan melakukan pengawasan ekstra ke semua perusahaan di sana.

Penegasan itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi dalam apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Delta Dunia Textile, Karanganyar, Selasa (5/2) kemarin. Samsi yang mewakili Bupati Karanganyar, Rina Iriani meminta kepada semua pihak untuk lebih mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Pertimbangannya, resiko kecelakaan bagi pekerja industri sangat tinggi. Hal ini ditunjang dengan penggunaan mesin-mesin yang sangat memungkinkan bisa menimbulkan kecelakaan. “Setiap hari pekerja berhadapan dengan  mesin industri yang berkekuatan besar. Lengah sedikit saja tentu akan berisiko terhadap kecelakaan kerja,” kata dia.

Samsi berharap, perusahaan juga harus punya andil dalam memberikan keselamatan kerja bagi para karyawan. Pihaknya menegaskan kepada semua perusahaan di Bumi Intanpari untuk menekan semaksimal mungkin kasus kecelakaan kerja. “Di tempat industri, kecelakaan kerja itu dapat diminimalkan,” ujarnya.

Guna mewujudkan hal itu, fasilitas produksi di semua perusahaan industri harus sesuai standar. Dengan begitu, lanjut dia, keselamatan para pekerja lebih terjamin. Selain dari sisi mesin, para pekerja juga harus diwajibkan mengenakan alat pengaman standar saat bekerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sumarno berjanji akan melakukan pengetatan dalam hal pengawasan keselamatan para pekerja. “Kami akan meningkatkan pemantauan sekaligus memberikan sosialisasi terhadap seluruh perusahaan. Ini penting sebab menyangkut keselamatan dan kesehatan para pekerja,” kata dia.

.pd

Read More