Category: Kesehatan & Olahraga

DSC_6623 copy

Hidupkan Lagi Tanaman Obat Keluarga

Karanganyar, Jumat (06/06/2014)

Tanaman obat keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga

Tanaman obat keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga

Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbangkes menghimbau seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak terkait untuk menghidupkan kembali kegiatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dilengkapi penyuluhan oleh jajaran kesehatan. Utamanya tentang cara memanfaatkan tumbuhan obat yang baik dan benar guna pemeliharaan kesehatan, kebugaran, dan pengobatan terhadap penyakit sehari-hari.
“Kegiatan produksi minuman sehat dengan pengembangan TOGA dapat menambah penghasilan keluarga, seperti minuman jahe merah, wedang secang, beras kencur, teh temulawak dan teh pelangsing,” kata Kepala Badan Litbangkes Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) lalu.
Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, menurut WHO sekitar 25 persen obat modern atau obat konvensional berasal dari tumbuhan obat, seperti artemisin untuk obat malaria yang berasal dari tanaman artemisia annua .
“Rencananya tahun 2015 nanti Indonesia akan mampu mulai proses produksi artemisinin. Selain itu juga sylibum marianum untuk hepatoprotektor, thymus vulgaris untuk expectoran, dan stevia rebaudiana untuk pemanis alami non kalori,” ungkapnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan, bahwa warga dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat.
“Penggunaan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat sangat baik. Selain itu dapat dijadikan usaha kecil, menghijaukan lingkungan seperti apotek hidup,” tandasnya. pd

Read More
DSC_0107 copy

Banyak Rumah Tangga Manfaatkan Pelayanan Tradisional

Karanganyar, Kamis (05/06/2014)

Pelayanan kesehatan tradisional makin diminati warga

Pelayanan kesehatan tradisional makin diminati warga

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 sebanyak 30,4 persen rumah tangga di Indonesia memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional diantaranya 77,8 persen rumah tangga memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional tanpa alat, dan 49 persen rumah tangga dengan ramuan.
Kepala Badan Litbangkes Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, menuturkan pelayanan kesehatan tradisional ramuan dikenal luas di Indonesia sebagai jamu dan secara empiris digunakan dalam upaya promotif, preventif bahkan selanjutnya berkembang ke arah kuratif dan paliatif.
“Indonesia secara konsisten mengangkat kesehatan tradisional ke dalam Sistem Kesehatan Nasional. Saat ini telah ada regulasi dan kebijakan mengenai pengobatan tradisional,” kata Tjandra Yoga Aditama, usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) siang.
Dia menambahkan, Peraturan Menteri Kesehatan No 003 tahun 2010 tentang Saintifikasi Jamu yang antara lain mengatur penyediaan data dan informasi tentang jamu mendukung Jamu Evidence Based Decision Making dalam upaya pengintegrasian jamu dalam pelayanan kesehatan.
“Program saintifikasi jamu mencakup etnofarmakologi, formulasi, pre klinik dan klinik. Jamu saintifik digunakan untuk terapi komplomenter di fasilitas pelayanan kesehatan dan dijadikan pilihan masyarakat jika menginginkan untuk mengonsumsi jamu saja sebagai subyek dalam preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif dan paliatif,” ujarnya.
Saat ini, telah tersedia dua jamu saintifik, yakni untuk hipertensi ringan dan asam urat. Tahun 2014 ini rencananya akan diperoleh tambahan tiga jamu saintifik, yakni osteoartritis, haemorroid dan dispepsia.
“Ada 24 formula jamu untuk menjadi kandidiat formula jamu saintifik, yaitu 19 jamu untuk klinik pre kost dan formula jamu untuk uji klinik multicenter,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0008 copy

Jamu Akan Di Produksi Massal

Karangayar, Kamis (05/06/2014)

Jamu akan di produksi massal

Jamu akan di produksi massal

Kerjasama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan perusahan farmasi milik negara sedang dilakukan penjajakan untuk memproduksi massal lima jenis jamu berstandar ilmiah.
Kepala Badan Litbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan jamu hipertensi dan asam urat mengawali tawaran produksi massal ramuan tradisional ke perusahaan farmasi.
“Untuk tahun ini Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar sedang memproses sertifikasi jamu pengobat sakit sendi, wasir dan perut kembung,” jelas Tjandra Yoga Aditama.
Selain itu, pihaknya mengajak BUMN yang bergerak di bidang farmasi yakni Kimia Farma untuk memproduksi massal lima jenis jamu ini. “Dua diantaranya sudah mendapat sertifikat lulus uji ilmiah,” katanya usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) siang.
Awalnya, seluruh produk itu berupa ramuan herbal turun-temurun tanpa riset dan pengujian ilmiah. Metode ilmiah diterapkan di laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu untuk menguji khasiat, mutu, dan jaminan keamanan bagi pasien.
Lebih lanjut Tjandra menuturkan, Kemenkes melalui Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) Tumbuhan Obat Indonesia yang terdiri pakar farmasi dan kesehatan diberi kepercayaan untuk riset tanaman obat.
Kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap jamu terus dimantapkan supaya pemakaiannya masuk dalam sistem kesehatan nasional. Dengan cara yang sama, kepercayaan ini juga dibagun bagi masyarakat luar negeri.
“Perlunya sinergitas pemerintah pusat, pemda, kalangan pengusaha dan akademisi guna mewujudkannya,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0273 copy

Ratusan Crosser Ikuti Kejurda Grasstrack

Seorang crosser ikut bertanding di Kejurda Grasstrack di Sirkuit Telaga Mulyo, Jatiyoso yang diikuti sebanyak 320 crosser

Seorang crosser ikut bertanding di Kejurda Grasstrack di Sirkuit Telaga Mulyo, Jatiyoso yang diikuti sebanyak 320 crosser

Karanganyar, Senin (21/04/2014)
Ratusan crosser dari berbagai daerah bersaing memperebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar 2014 dalam Kejuaraan Daerah Grasstrack, yang berlangsung di Sirkuit Telogo Mulyo, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Minggu (20/04) dengan hadiah total Rp 55 juta.
Ajang olahraga itu diikuti 320 pembalap yang berlaga di 16 kelas seperti bebek standar, eksebisi spesial engine, selain itu ada satu kelas VIP, untuk para Muspida Kabupaten Karanganyar.
Dalam laga tersebut, mereka dituntut menunjukan kemampuan dalam melibas lintasan sepanjang 1,3 kilometer. Sirkuit yang berada di perbukitan sangat menantang, selain itu ada juga track panjang, kondisi basah, tanjakan, semi trabas, maupun tikungan.
Para ‘crosser’ pemula dan juara bertahan asal Karanganyar cukup memberi kepuasan para pencinta olahraga otomotif, misalnya Setiawan Syah yang memenangkan juara umum Kejurda 2013 seri pemula. Selain pembalap usia 13 tahun itu, tercatat sebanyak 30 peserta remaja menapaki Kejurda kali ini sebagai batu loncatan menuju laga profesional.
Wakil Ketua Panitia Kejurda Grasstrack Championship 2014 Sudrajad mengatakan, perlombaan ini merupakan kelanjutan tahap kualifikasi sehari sebelumnya. “Kejurda ini diikuti dari berbagai daerah seperti Jateng, DIY, Jatim, Jabar dan Aceh. Ada pula asal Papua,” ujarnya.
Tak ketinggalan pula, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, dan Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol Inf. Edy Basuki juga turut berlomba dalam kelas VIP dengan melibas empat putaran
“Sirkuitnya cukup menantang, sehingga menguji adrenalin kita untuk menaklukannya. Namun sebaiknya diperbaiki lagi ,” kata Juliyatmono usai bertanding di kelas VIP.
Bupati juga mengapresiasi adanya perlombaan ini, selain bisa mencari bibit-bibit potensial pembalap juga mengerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Dia juga mengharapkan diselenggarakan menjadi agenda tahunan. pd

Read More
DSC_0273 copy

Jumat Jadikan Hari untuk Berolahraga

DSC_0273 copy

Karanganyar, Senin (03/03/2014)

Sesuai dengan kebijakan baru Bupati Karanganyar pada hari Jumat setiap pegawai di Kabupaten Karanganyar dihimbau untuk melakukan aktivitas olahraga dihari tersebut.

Kebijakan tersebut ditepati oleh Bupati dan Wakil Karanganyar, Juliyatmono dan Rohadi Widodo dengan aktivitas dua kegiatan olahraga di pagi hari.

Diawali dengan pembukaan perlombaan tenis lapangan, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (28/02) pagi,  yang diikuti oleh Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Eddy Basuki, Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi, beberapa Kepala Sekolah dan penghobi tenis lapangan, yang diadakan oleh Bank Daerah dalam rangkaian HUT Bank Daerah Karanganyar ke-45 yang jatuh pada tanggal 15 maret mendatang.

Selanjutnya Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana dan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  mengikuti kegiatan jalan sehat yang diadakan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), dimana acara jalan sehat tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam perayaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kepala Dinsosnakertrans, Sumarno, mengatakan bahwa kegiatan jalan sehat ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam perayaan bulan K3 yang diantaranya yaitu apel bendera di PT Jamu Air Mancur, sosialisasi berlalulintas dengan Polres Karanganyar, donor darah dengan perolehan darah sebanyak 67 kantong,  sosialisasi AIDS di lingkungan SKPD di Kabupaten Karanganyar serta jalan sehat.

Bupati menekankan tentang pentingnya berolahraga serta selalu menjaga keselamatan baik dalam kegiatan apapun seperti berkendara, bekerja atau kegiatan apapun yang memiliki resiko.

“Olahraga sangat penting bagi kita semua, karena hal ini berhubungan dengan kesehatan jasmani dan rohani kita terutama bagi kita para pegawai yang aktivitas berolahraganya kurang. Imbangi dengan berolahraga, agar pikiran dalam bekerja menjadi sehar” ungkap Juliyatmono.

Pada tenis lapangan, pasangan Bupati-Wakil Bupati Karanganyar berhasil menundukkan pasangan Dandim 0727/Karanganyar dengan Sekda Samsi.(humas karanganyar)

Read More
DSC_0068

EMPAT ATLET KARANGANYAR RAIH MEDALI EMAS DI MYANMAR

DSC_0068

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat pimpin audiensi dengan National Paralympic Commite ( NPC Kab. Karanganyar) di Ruang Garuda 1 Setda Kab. Karanganyar, Rabu Pagi (26/02)

Dalam   kejuaraan National Paralympic Committe (NPC) yang dilaksanakan di Myanmar bulan November tahun 2013 kemarin, atlet karanganyar meraih medali emas untuk cabang olahraga volly duduk dan cabang olahraga lompat jauh. Pagi ini Bupati  Juliyatmono didampingi Sekda Kab. Karanganyar dan Djatmiko selaku Ketua KONI Cabang Karanganyar menerima rombongan Altet NPC di Ruang Garuda I Kantor Setda Kab.Karanganyar. Rabu Pagi (26/02)

   “Tujuan kami kesini selain untuk bersilaturahim, kami mempunyai beberapa permohonan kepada Bupati, yakni NPC meminta bantuan dua kursi roda bagi Atlet Difabel dan permohonan kedua yakni mohon kiranya kepada Bupati untuk memberikan pekerjaan kepada Atlet difabel yang berprestasi dikaca Internasional ini ” jelas Nano Suparno selaku Ketua NPC Kab. Karanganyar

   Sementara itu Bupati Juliyatmono memberikan tanggapan mengenai permohonan tersebut, untuk dua kursi roda khusus altet difabel akan disediakan oleh lembaga terkait. “ Untuk pengadaan dua kursi roda telah saya serahakan kepada Dinas Sosial dan akan kami(pemerintah) sanggupi, sedangkan untuk permohonan pekerjaan akan disesuaikan dengan bakat dan minat Atlet serta kondisi yang memungkinkan.” Tanggapan Juliyatmono. Pada kesempatan tersebut hadir Ka.Disdikpora,Ka.Dinsos, Kabag.Kesra Kab. Karanganyar.ds/ind

Read More
DSC_0060

Karanganyar Tuan Rumah Kerjuda INKAI Jateng Tahun 2014

DSC_0060

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memukul kendi sebagai tanda dibukanya KEJURDA INKAI se-Jawa Tengah.(DANPOMPAM IV DIPONEGORO CUP V), Gor RM. SAID Sabtu siang (22/02)

Kejurda INKAI yang merupakan agenda rutin tiap tahun FORKI Pengprov Jateng kali ini diadakan di GOR Raden Mas Said, Sabtu-Minggu, 22-23 Februari 2014. Kejuaran ini mempertandingkan 2 jenis pertandingan yaitu : kata (jurus) dan kumite (pertarungan) baik perorangan dan beregu yang diikuti oleh 24 kontingen kabupaten/kota se Jawa Tengah dengan total 683 atlit baik putra maupun putri di semua kelas dan kategori. Sabtu (22/02)

“ Pegang prinsip Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake (menang tanpa memojokan lawan)”, itulah pesan Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada atlit yang akan bertanding. Selaku Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan apresiasinya kepada Pengprov INKAI Jawa Tengah dan DANPOMDAM IV Diponegoro dan Pengurus Cabang INKAI Karanganyar atas kerjasamanya hingga terlaksana Kejurda INKAI Jawa Tengah Tahun 2014 kali ini di Kabupaten Karanganyar.

Kejurda INKAI Jawa Tengah “DANPOMDAM IV Diponegoro CUP V” memperebutkan Piala Bergilir INKAI Jawa Tengah dan Piala Tetap Bupati Karanganyar serta uang pembinaan sebesar Rp. 3.500.000,- Ad/Ds

Read More
DSC_0023

Saling Smash, Pasangan Juli/Rohadi Menangi Pertandingan

Bupati  Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat berolahraga bulutangkis di Balai Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Jumat (21/02)

Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat berolahraga bulutangkis di Balai Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Jumat (21/02)

Karanganyar, Sabtu (22/02/2014).
Pertandingan bulutangkis persahabatan antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan Pemerintah Kecamatan Jenawi berlangsung seru.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Trengguli, Jenawi , Jumat (21/02) pagi juga dihadiri Bupati  Juliyatmono dan Wakil Bupati  Karanganyar Rohadi Widodo. Bahkan kedua pimpinan itu memenangi dalam dua pertandingan bulutangkis.
Pada pertandingan pertama, pasangan Bupati Karanganyar Juliyatmono dengan Wakil Bupati Rohadi Widodo memenangi melawan pasangan Camat Jenawi Agus Hartanto-Sekretaris Camat Edi Sarwoko dengan angka 15-7 dan 15-17.
Pertandingan yang berlangsung seru bahkan sering terjadi saling smash menambah alotnya perolehan nilai. Namun, satu demi satu nilai yang diraih akhirnya pasangan Juliyatmono/Rohadi Widodo menang.
Selanjutnya, pada pertandingan kedua. Lagi-lagi pasangan itu memenangi pertandingan melawan pasangan Kapolsek Jenawi AKP. Agus Setiyono-Modin Balong Sularno, dengan angka 15-3 dan 15-5.
“Dengan berolahraga seperti ini, tentunya dapat merekatkan hubungan antara Pemerintah Kabupaten dengan Kecamatan,” kata Juliyatmono.

Tidak hanya sekedar berolahraga, tambahnya namun dapat menjadi media saling bertukar pikiran, sehingga ada hubungan yang sinergis dalam pembangunan. pd

Read More
Venue Pon 2020 (2)

Tahun 2020, Dua Venue PON XX Berpusat di Karanganyar

Venue Pon 2020 (2)

Juliatmono Bercengkrama Dengan Nugroho, Ketua Rombongan Tim Penjaringan dan Penyaringan PON, Rabu Pagi [12/02]

Rohadi Widodo, Wakil Bupati Karanganyar menyambut tim penjaringan dan penyaringan PON Pusat,sambutan ini berkenaan dengan pelaksanaan PON ke XX tahun 2020 di jawa tengah. Acara ini berhubungan dengan tinjauan ke beberapa venue pelaksanaan kegiatan PON yang berada didaerah Kab. Karanganyar yakni venue untuk perlombaan Paralayang dan Sepeda Gunung. (Rabu, 12/02)

“Dalam pelaksanaan PON ke-XX yang bertempat di Jawa Tengah ini, terdapat 11 Kabupaten yang menjadi pusat pelaksanaan PON dan Kab.Karanganyar menjadi salah satu dari ke-11 Kabupaten terpilih ” ungkap I Nugroho selaku Ketua Rombongan Tim Penjaringan dan Penyaringan PON pusat.

Venue Pon 2020 (1)

Rohadi Widodo Wabup Karanganyar Saat Menyambut Tim Penjaringan dan Penyaringan PON XX di Ruang Anthurium Rumdin Bupati Karanganyar, Rabu Pagi [12/02]

Kegiatan ini bertujuan untuk menyurvei secara nyata beberapa venue yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan PON ke- XX tahun 2020 yang diantaranya terdapat di Kab. Karanganyar.

“Kami akan meninjau venue-venue tersebut secara langsung dan keputusan ini akan ditetapkan tanggal 8 Maret 2020 dimana dari 6 Provinsi, Jawa Tengah menjadi tuan rumah PON ke-XX tahun 2020.” Lengkapnya. ad+v3+in

Read More
pendidikan gratis jatiyoso jatipuro (2)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar Berikan Pendidikan Gratis

pendidikan gratis jatiyoso jatipuro (2)

Juliatmono Serap Aspirasi Warganya di Gedung PGRI Kec. Jatiyoso, Rabu Pagi [12/02]

Pemerintah Kabupaten Karanganyar tahun ini memberikan Pendidikan gratis bagi siswa SD,SMP,SMA dan SMK Negeri se Kabupaten Karanganyar. Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan mulai awal tahun 2014 Pemkab Karanganyar  melarang sekolah-sekolah tersebut memungut biaya yang sifatnya non personal seperti uang gedung dan uang kesiswaan (SPP).

“ Kami telah mengalokasikan dana sebesar Rp.18 Miliyar untuk diberikan bantuan kepada sekolah yang rusak ”  kata Juliyatmono, rabu (13/02) di Gedung PGRI Kecamatan Jatiyoso saat mengadakan Sosialisasi Pendidikan dan Kesehatan Gratis Sekaligus Pembinaan PNS di Lingkungan UPT PUD NFI dan SD serta Puskesmas se-Kecamatan Jatiyoso dan Jatipuro.

 

pendidikan gratis jatiyoso jatipuro (1)

Juliatmono Berikan Pengarahan Kepada PNS se Kec. Jatipuro di Aula Kec. Jatipuro, Rabu Siang [12/02]

Selain itu bagi mereka yang lulus SMA akan diberikan Pendidikan gratis ke Perguruan Tinggi Negeri  manapun, sebab dapat meningkatkan minat melanjutkan di bangku kuliah.  Dan dalam kesempatan tersebut Juliyatmono menuturkan tentang Program Kesehatan bagi siswa di bangku SD dengan memberikan bantuan setiap minggunya Susu dan satu butir telur. ad+sp

Read More