Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Karanganyar Kemungkinan PascaPilkada

Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Karanganyar kemungkinan diberangkatkan ke Tanah Suci seusai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karanganyar pada September 2013.

Langkah ini dilakukan agar para calon jemaah haji bisa menggunakan hak pilih saat Pilkada Karanganyar.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Karanganyar, Museri, mengatakan pihaknya bakal mengirim surat ke Kanwil Kemenag Provinsi Jateng yang berisi permintaan pengunduran jadwal pemberangkatan calon jemaah haji. Pasalnya, kelompok terbang (kloter) dari embarkasi haji Solo mulai diberangkatkan pada 17 September 2013.

“Kemungkinan para calon jemaah haji diberangkatkan ke Tanah Suci setelah pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Karanganyar,” katanya, saat ditemui, Selasa (28/5/2013).

Sementara sesuai surat edaran (SE) dari Kementerian Agama bahwa jadwal pelunasan biaya perjalanan ibdah haji mulai 22 Mei-12 Juni 2013. Bagi calon jemaah haji yang telah melunasi Biaya Perjalanan Haji Indonesia (BPIH) namun gagal berangkat diberi kesempatan selama dua tahun. Artinya, calon jemaah haji yang telah melunasi pada tahun ini namun berhalangan ke Tanah Suci bakal diberi kesempatan hingga 2015.

Apabila calon jemaah haji tidak dapat berangkat untuk menunaikan ibadah haji hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap batal. Calon jemaah haji harus melakukan pendaftaran mulai dari awal hingga diberangkatkan ke Mekah.  “Pembayaran langsung ke bank, setelah melunasi BPIH para calon jemaah haji diwajibkan melakukan registrasi ulang,” jelasnya.

Berdasarkan data Kemenag Karanganyar, calon jemaah haji di Karanganyar sebanyak 551 orang. Jumlah calon jemaah haji meningkat dibanding tahun lalu yaitu sebanyak 501 orang.

Pihaknya bakal menyeleksi berkas administrasi para calon jemaah haji secara ketat. Para calon jemaah haji yang diberangkatkan ke Mekah harus memiliki identitas diri Karanganyar.

Sementara seorang calon jemaah haji asal Tasikmadu, Suprapto, menjelaskan dirinya bakal menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Dia mengaku sudah melakukan pendaftaran namun belum melunasi BPIH. Menurutnya, besaran BPIH bervariasi tergantung embarkasi pemberangkatan haji. Rata-rata besaran BPIH sekitar 3.527 dolar AS atau senilai Rp33 juta.

Read More

Tanah Urukan Perumahan Jadi Sarang Tikus

Maraknya pembangunan perumahan di beberapa tempat di Desa Baturan, Kecamtan Colomadu, Karanganyar akhir-akhir ini dinilai berdampak terhadap populasi tikus setempat.

Karena tanah uruk yang digunakan untuk meratakan tempat dibilai sering dimanfaatkan tikus untuk membuat sarang.

“Sekarang ini ada kira-kira 5 hektare tanaman padi di Baturan yang rusak diserang hama tikus. Jumlah kerusakan itu memang tidak satu blok, tetapi kalau disatukan jumlahnya mencapai kira-kira 5 hektare itu,” ujar Kasi Ekonomi dan Pembangunan Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Sumari ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (1/4/2013).

Menurut dia kendati serangan hama tikus pada sejumlah tanaman padi milik para petani setempat masih terkendali, serangan berlangsung sepanjang tahun. Hal itu terjadi karena hama tikus membuat sarang pada tanah-tanah uruk yang banyak terdapat di beberapa kawasan yang dijadikan kompleks perumahan.

Hal lain yang dinilai menjadi penyebab langgengnya serangan hama tikus di desanya antara lain akibat pola tanam tak serentak, areal persawahan tersekat-sekat perumahan dan sebagainya. Kondisi tersebut dinilai menjadi habitat memadai bagi hama tikus.

Pada bagian lain, akibat serangan hama tikus tersebut, ujar dia, para petani menderita kerugian kira-kira Rp15 juta. Karena padi yang diserang tidak semuanya padi tua siap dipanen.

“Tanaman padi yang diserang tikus itu bervariasi ada yang 45 hari, tapi juga ada yang siap dipanen. Namun tanaman padi milik sejumlah petani juga ada yang disarang hama lain yaitu sundep. Meskipun tidak parah, hal ini juga memengaruhi hasil panen menjadi tidak maksimal,” kata dia.

Secara terpisah salah seorang petani setempat, Nyoto, 62, membenarkan banyaknya hama tikus di sawahnya. Hama ini biasanya menyerang tanaman padi pada malam hari. Kendati hama tikus banyak terdapat di sawah-sawah di Baturan, dia tetap menanam padi. Sebab dia mengaku hanya itu yang bisa dilakukan untuk mencari nafkah.

“Ini di tebing-tebing seperti ini banyak dihuni tikus. Untuk menanggulangi serangan hama tikus, kami menggunakan obat-obatan yang kami peroleh dari kelompok tani,” kata dia. Iskandar

Tanah urukan di dekat areal sawah yang diratakan menggunakan alat berat di Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, kemarin, disinyalir menjadi sarang hama tikus.

Read More

Tanah 40 keluarga Tergusur Proyek Waduk Gondang

Camat Kerjo, Bambang Djatmiko, mengatakan proses pihak Kementerian Pekerjaan Umum telah merampungkan proses pembebasan lahan milik warga. Kini, pihaknya masih menunggu realisasi proyek pembangunan Waduk Gondang. “Pembebasan lahan milik warga sudah selesai, sekarang tinggal menunggu realisasinya saja,”.

Proyek pembangunan Waduk Gondang dilaksanakan di Desa Ganten dan Gemolan, Kecamatan Kerjo. Lahan milik warga yang berdomisili di Kecamatan Kerjo yang terkena proyek pembangunan waduk itu seluas 37 m2. Rinciannya, 21 keluarga di Desa Gemolan dan satu keluarga di Desa Ganten. Sementara selebihnya lahan tanah milik warga Kecamatan Ngargoyoso.

Sebenarnya, beberapa lahan tanah milik desa setempat dan PTPN IX, Batu Jamus juga terkena proyek pembangunan waduk. Tanah milik desa yang terkena proyek pembangunan waduk seluas enam m2. Sementara lahan tanah milik PTPN IX seluas 33 m2.

“Tanah milik desa masih diurus karena harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jateng,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto, menjelaskan Pembangunan Waduk Gondang diperkirakan dimulai pertengahan 2013. Waduk ini mampu mencukupi kebutuhan air bagi 4.630 hektare lahan pertanian di sekitar Kecamatan Kerjo, Ngargoyoso dan sebagian wilayah Kabupaten Sragen.

Saat ini, Detail Engineering Design (DED) tengah direvisi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pihaknya menargetkan proyek pembangunan waduk dimulai pertengahan tahun ini. “Revisi DED sudah kelar, kami masih menunggu koordinasi dengan Kementerian [Kementerian Pekerjaan Umum],” jelasnya.

Read More
DSC_0014

Pemkab Karanganyar Awasi Penggunaan Air Tanah

Sosialisasi Hemat Energi dan Air, di ruang Podang I, Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Selasa (05/03)

Sosialisasi Hemat Energi dan Air, di ruang Podang I, Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Selasa (05/03)

Karanganyar, Rabu (06/03)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menghimbau kepada pelaku usaha untuk melakukan penghematan air tanah. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Energi Sumber  Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 15 Tahun 2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah dan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karanganyar Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Air Tanah.

Mereka diminta melakukan penghematan karena per enam bulan sekali akan dilakukan penghitungan atau rekapitulasi penggunaan salah satu sumber daya alam (SDA) itu. Perhitungan itu dilakukan per semester, yakni periode Juli-Desember dan Januari-Juni. Merujuk dari Permen ESDM itu, pelaku usaha harus bisa melakukan penghematan rata-rata 10 persen.

Apabila melebihi 10 persen dari total penghematan, bupati/ walikota setempat akan memberikan surat pemberitahuan I dan II terkait pemborosan kepada pemilik usaha. Jika selama kurun waktu setahun masih juga tidak mengalami peningkatan, maka pemerintah akan memberikan disinsentif berupa pengumuman di media massa.

“Jika sanksi administrasi yakni berupa teguran sebanyak tiga kali tidak juga digubris, maka izinnya akan dicabut,” jelas Kepala Seksi Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Aris Martopo dalam Sosialisasi Penghematan Energi dan Air di Podang 1, Sekretariat Daerah Karanganyar, Selasa (05/03).

Data Pemkab Karanganyar menyebutkan jika ada 350 pelaku usaha di 17 kecamatan. Di mana, untuk mencukupi kebutuhan air bersih, mereka tidak bekerja sama dengan PDAM Karanganyar, melainkan menggunakan air tanah. pd

Read More
DSC_0022

Karanganyar Waspadai Dini Tanah Longsor

Penjelasan penyebab tanah longsor di daerah Tlobo, Jatiyoso, Karanganyar

Penjelasan penyebab tanah longsor di daerah Tlobo, Jatiyoso, Karanganyar

Karanganyar, Kamis (28/02/2013).

Curah hujan yang tinggi merupakan salah satu penyebab terjadinya tanah longsor, tetapi tanah longsor merupakan proses alam yang kadang-kadang didahului oleh adanya gejala awal yang sangat mungkin dapat kita ketahui, dan dapat dijadikan dasar untuk melakukan tindakan antisipasi untuk mencegah atau mengendalikan terjadinya longsor.

“Ada enam faktor penyebab tanah longsor, yakni kemiringan lereng, jenis dan susunan tanah atau batuan, keadaan air, dan penggunaan lahan. Selain itu juga vegetasi, serta gempa atau getaran,” jelas Sulastoro,  saat Sosialisasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor, di Balai Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Rabu (27/02).

Lereng yang curam berpotensi lebih besar untuk longsor dibanding dengan lereng yang landai. Kemiringan lebih dari 40% tergolong berpotensi untuk longsor. “Perubahan fungsi lahan juga dapat memperbesar resiko terjadinya tanah longsor,” kata dia.

Kewaspadaan dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya korban jika ada bencana tanah longsor. Untuk itu ada beberapa gejala atau tanda tanah longsor yang mudah dikenali oleh masyarakat, seperti tanah mengalami retak-retak berbentuk lurus, memanjang, ataupun melengkung. Banyak pohon yang semula tumbuh tegak berubah menjadi miring tidak beraturan. Kabel atau kawat listrik juga telepon mengendor, terjadi amblesan tanah pada satu atau beberapa bidang tanah, dan lantai bangunan atau dinding tembok mengalami retak-retak.

“Daun pintu atau jendela macet, terjadinya penyempitan alur sungai akibat tebing bergerak, serta terjadi penyempitan jarak antara rumah dengan tebing di dekatnya,” kata Sulastoro.

Dosen Fakultas Teknik UNS itu menjelaskan, ada beberapa cara sederhana untuk mengelola tanah longsor, seperti membuat saluran drainasi yan baik dan benar, menutup retakan tanah, penggunaan lahan, dan kesadaraan masyarakat terhadap lingkungan. “Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor harus selalu melakukan langkah-langkah nyata dengan memantau gerakan tanah, dan perbaikan sistem penyaluran air hujan maupun air permukaan,” tandasnya.pd

Read More

Tanah Longsor Landa 3 Kecamatan di Karanganyar

Musibah tanah longsor kembali terjadi di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Kamis (14/2/2013) malam.
Informasi yang dihimpun, Jumat (15/2/2013), bencana longsor terjadi di Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Ngargoyoso. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut tapi kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Camat Jenawi, Agus, mengungkapkan longsor terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di Dusun Jetis RT 002/RW 001 Desa Menjing. Sebanyak empat rumah milik warga setempat rusak cukup parah. Dua rumah di antaranya milik Mariman Atmo, satu rumah milik Suratno dan satu rumah lagi milik Ny Kasmi. “Satu rumah hancur total,” katanya.

Selain itu tanah pekarangan milik tiga warga setempat juga mengalami kerusakan. Diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp265.500.000. Pekarangan yang rusak milik Dimin, Sutarmi dan Sukiman. “Taksiran kerugian materiil tersebut belum dihitung juga terhadap kerusakan tanaman maupun perabot rumah tangga milik warga,” imbuhnya.

Agus menerangkan, hujan deras mengguyur Jenawi pada Kamis sore hingga malam hari. Bencana tanah longsor juga terjadi di Kerjo dan Ngargoyoso kendati tidak separah di Jenawi. Sebagian rumah warga di Kerjo rusak ringan tertimpa material tanah yang longsor. Sedangkan longsor di Ngargoyoso terjadi di tanah pekarangan milik warga.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengakui telah terjadi musibah longsor di beberapa kecamatan. Namun yang paling parah terjadi di Jenawi dengan rusaknya empat rumah warga dan beberapa pekarangan. Tim BPBD sudah melakukan pengecekan lokasi longsor untuk mengantisipasi bencana susulan.

Lebih jauh lagi Heru kembali meminta masyarakat lereng Gunung Lawu utamanya di daerah rawan longsor supaya bersiaga bila turun hujan deras lebih dari dua jam. Dia meminta warga memprioritaskan keselamatan diri dengan bersiap keluar rumah di awal terjadinya bencana.

“Kami terus pantau kondisi daerah rawan longsor di lereng Lawu,” tegasnya.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

Tanah Ambles di Guyon Capai 10 cm

Pergerakan tanah di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu semakin dirasakan masyarakat sekitar. Berdasarkan pengamatan alat peringatan dini atau early warning system tanah di sekitar lokasi ambles mencapai 10 cm.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan seluruh alat peringatan dini yang dipasang di lokasi rawan tanah longsor dinyalakan secara terus-menerus. Langkah ini dilakukan untuk memantau pergerakan tanah saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Alat peringatan dini yang berjumlah 14 unit dinyalakan selama musim penghujan,”.

Selain itu, jalur evakuasi menuju balai Desa Tengklik mengalami kemiringan sekitar 15 derajat. Artinya, pergerakan tanah bisa terjadi sewaktu-waktu apalagi saat terjadi hujan lebat selama lebih dari dua jam.

Pihaknya telah menyiapkan sukarelawan serta sarana dan prasarana untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor. Apabila terjadi tanah longsor, maka para sukarelawan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap warga sekitar.

“Sukarelawan maupun sarana dan prasarana telah disiapkan, mereka akan bergerak cepat menuju lokasi jika terjadi bencana tanah longsor,” jelasnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama berjam-jam maka warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sementara Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jati Wibowo, menyatakan ada beberapa titik lokasi yang rawan tanah longsor antara lain Dusun Guyon, Desa Tengklik, Dusun Mogol, Desa Ledoksari. Selama ini, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD Karanganyar untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor.

Read More

JALAN TOL SOLO-KERTOSONO: Alat Berat Bongkar Rumah Warga Jetak

Sejumlah rumah warga Dusun Jetak, Wonorejo, Gondangrejo, dibongkar, beberapa hari terakhir menyusul dilanjutkannya pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker).

Pada Selasa (23/10), pembongkaran rumah warga sudah hampir rampung. Satu alat berat berupa ekskavator dioperasikan untuk merobohkan rumah-rumah permanen warga. Proses pembongkaran rumah menjadi tontonan warga dan pengguna Jl Solo-Purwodadi yang sedang melintas.

Informasi yang diperoleh di lokasi pembongkaran terdapat dua bangunan besar yang belum bisa dirobohkan pelaksana proyek. Dua bangunan itu yakni Masjid At Takwa dan sekolah luar biasa (SLB). Pelaksana proyek memasang pagar dari seng sebagai pembatas area masjid dengan lahan proyek.

Kepala Desa (Kades) Wonorejo, Suhud Ansori, mengungkapkan dua bangunan tersebut belum dirobohkan lantaran belum ada ganti rugi. Proses pemberian ganti rugi/kompensasi masih dalam tahap pengurusan berkas-berkas. “Tanah masjid ini tanah wakaf, prosesnya masih berjalan. Selain masjid, ada juga SLB yang belum akan dibongkar waktu dekat ini,” katanya.

Mengenai pembongkaran rumah, Suhud menjelaskan, ada enam bangunan yang disasar. Enam pemilik rumah sudah mendapatkan ganti rugi/kompensasi sejak beberapa waktu lalu. Artinya, dia menegaskan, warga pemilik rumah tidak memprotes langkah pembongkaran rumah itu. “Ada enam rumah yang dibongkar. Warga tidak keberatan karena sudah dapat ganti rugi,” imbuhnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Karanganyar, Any Indrihastuti, menjelaskan secara prinsip pembebasan lahan di Gondangrejo tidak ada masalah. Di sisi lain menurut dia bakal ada tiga interchange atau jalur masuk dan keluar jalan tol Soker, ke wilayah Karanganyar. Tiga interchange tersebut di Desa Ngasem dan Klodaran, Colomadu serta Desa Kemiri, Kebakkramat.

Interchange tol Soker diyakini bisa berdampak positif bagi wilayah di sekitarnya. Utamanya untuk meningkatkan geliat ekonomi masyarakat. Seperti potensi pengembangan usaha warung makan hingga melonjaknya harga tanah milik warga. Any menargetkan pembebasan seluruh lahan untuk jalan tol Soker rampung tahun depan, bersamaan dengan selesainya masa jabatan Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR.

Read More

30.000 Bidang Tanah di Karanganyar Belum Bersertifikat

Sebanyak 30.000 bidang tanah atau sekitar 11,3 persen tanah di wilayah Karanganyar belum bersertifikat.

Sementara kasus sengketa tanah di Karanganyar sebanyak tujuh kasus. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karanganyar, Aris Widarko Budiharjo, mengatakan total tanah di seluruh Karanganyar seluas 440.000 bidang tanah.

Sementara bidang tanah yang telah bersertifikasi sebanyak 410.000 bidang tanah. Mayoritas bidang tanah yang belum bersertifikat terletak di pedesaan.

“Ini hanya estimasi saja, kami tetap berupaya agar seluruh bidang tanah di Karanganyar bersertifikat,” ujarnya seusai launching layanan anggota masyarakat (Layangmas) berbasis Geo KKP di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (19/10/2012).

Menurutnya, dengan menerapkan sistem database berbasis Geo KKP maka dapat diketahui letak, pemilik dan status bidang tanah secara jelas. Sehingga tidak terjadi sengketa tanah yang disebabkan beberapa faktor seperti administrasi yang tumpang tindih dan warisan. Selain itu, seluruh bidang tanah harus terdaftar dalam Geo KKP sehingga mempercepat pelayanan administrasi pengurusan sertifikat tanah. Sebab sistem berbasis Geo KKP menggunakan peta satelit sehingga dapat memantau seluruh bidang tanah di setiap wilayah.

Sementara Kepala BPN, Hendarman Supanji, menyatakan penerapan sistem berbasis Geo KKP akan dilakukan di seluruh Indonesia. Pihaknya juga melakukan pendataan mengenai luas lahan pertanian di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menginventarisir lahan pertanian yang telah beralih fungsi menjadi perumahan atau sektor industri.

Dengan adanya sistem berbasis Geo KKP, dia berharap tidak ada permasalahan pertanahan seperti sengketa tanah di Indonesia. Berdasarkan data BPN, terdapat sekitar 4.000 kasus sengketa yang tersebar di seluruh Indonesia. Kasus sengketa tanah terletak di 100.000.000 bidang tanah di Indonesia.

Read More

Hujan Lebat, 1 Rumah Ambruk Rata dengan Tanah

Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Karanganyar sehari penuh, Sabtu kemarin (3/12) membuat rumah milik seorang janda tua, Ny Sukini (55) di Dukuh Gadon Rejo RT 2 RW XV Desa Gebyok Kecamatan Mojogedang, Karanganyar ambruk rata dengan tanah.
Rumah semi permanen yang terbuat dari anyaman bambu berukuran 10 kali sembilan meter tersebut diduga roboh pada pukul 17.30 WIB karena tidak kuat menahan lebatnya hujan yang terus mengguyur Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Kerugian akibat robohnya rumah tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Salah seorang saksi sekaligus tetangga korban, Supar (43) mengungkapkan bahwa hujan lebat tersebut telah turun sejak pagi. “Persisnya saya tidak paham detailnya, pas melihat keluar rumah ternyata rumah Sutini sudah rata dengan tanah,” ungkapnya  di lokasi kejadian, Minggu (4/12).
Dirinya menambahkan saat hujan lebat yang melanda hampir di seluruh Karesidenan Surakarta tersebut, warga lebih memilih tinggal diam di rumah masing – masing karena tidak bisa melanjutkan aktivitas. “Saya rasa, tidak ada yang melihat langsung kejadian ambruknya rumah itu selain empunya rumah,” tandas dia.
Dalam rumah tersebut selain dihuni oleh Ny Sukini juga dihuni oleh ibu kandungnya, Sukiyem (70) serta neneknya Mariyem (95) yang sempat tertimpa kayu atap yang runtuh.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Aji Pratama Heru Kristianto membenarkan kejadian tersebut. Dibantu dengan warga, akhirnya relawan berhasil mengevakuai korban ke tempat yang aman. “Meski rata dengan tanah, tapi semua korban selamat,” kata dia.
Mengenai total kerugian, dirinya menambahkan mencapai sekitar belasan juta rupiah dari taksiran kerusakan seluruh isi bangunan rumah dan perangkat rumah tangga yang turut hancur dalam insiden tersebut.
Dirinya mengimbau kepada warga di Kabupaten Karanganyar untuk senantiasa mewaspadai hujan lebat yang dapat menyebabkan bencana. “Kalau ada gejala atau kejadian bencana, masyarakat bisa melaporkan ke saluran hotline 0271 495997, 0271 3120005 dan 085229614151. 24 jam selalu siaga,” imbuh dia.

Read More