Satu Jemaah Haji Asal Karanganyar Meninggal Dunia

Karanganyar, Senin (19/09/2016)

Satu jemaah Haji dari Kabupaten Karanganyar meninggal dunia di Tanah Suci. Tini binti Diro Sentono, (54), Kloter 20, beralamat  Beji, RT. 02 RW. 08, Kecamatan Tawangmangu, pada 17 September 2016.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Mustain Ahmad Minggu (18/09) menginformasikan almarhumah meninggal diduga terkena serangan jantung.

“Sebenarnya almarhumah bukan termasuk jemaah resiko tinggi (risti). Tidak ada yang perlu dirisaukan berdasar catatan kesehatannya. Dugaan sementara karena serangan jantung,” kata Mustain.

Mustain juga menginformasikan jenazah telah disalatkan usai menunaikan salat subuh di Makah, waktu setempat. Kemudian dimakamkan di kompleks permakaman khusus bagi jemaah haji di Tanah Suci.

“Sudah mendapat persetujuan suaminya, Sutono yang mendampinginya menjalankan rukun Islam kelima itu dan izin keluarga di rumah,” katanya.

Dia juga menjelaskan, seluruh rukun haji sudah dikerjakan oleh almarhumah. Rencana pulang ke Tanah Air tanggal 25 September 2016.

“Saat itu, sedang berada di kamar Hotel Al Sa’awi Makah pada Sabtu pukul 15.30 waktu setempat. Sedang duduk di tempat tidur, tiba-tiba mengeluh lemas dan pingsan. Dokter yang datang memeriksanya menyatakan sudah meninggal dunia,” katanya.

Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil laporan Certificate Of Death (COD) otoritas berwenang. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh Mustain dari keluarga di rumah duka, almarhumah pernah dirawat di RS akibat serangan jantung beberapa waktu lalu.

Kementerian Agama kini memproses asuransi dan akan memberikan fasilitas penjemputan dari debarkasi ke rumah duka bagi suaminya, Sutono. Ibadah haji pasangan suami istri ini merupakan kali kedua setelah 2004 silam. pd

Read More
KOM_4326

Siap Bertolak Ke Tanah Suci, 471 Calhaj Karanganyar Jaga Kesehatan Fisik

kominfo

Bupati Karanganyar memberikan sambutan saat pembukaan Manasik Haji Kab Karanganyar Tahun 2016, Gedung Wanita (26/7)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada pembukaan manasik haji menghimbau kepada seluruh jama’ah Calon Haji Kab. Karanganyar yang berjumlah 471 orang untuk selalu menjaga kesehatan fisik guna kelancaran ibadah haji, Selasa (26/07/2016) di Gedung Wanita Karanganyar.

“Semoga dengan adanya manasik dapat memberikan banyak manfaat dan menumbuhkan kekompakan bagi jama’ah calon haji khususnya Kab. Karanganyar. Ada dua hal penting yang ingin saya sampaikan pada para jama’ah, yakni untuk selalu jaga kesehatan fisik dan berdo’alah selalu di tanah suci,” pesannya.

Ditambahkannya bahwa penyelenggaraan kegiatan manasik haji ini merupakan wujud perhatian Pemerintah kepada jama’ah calon haji Karanganyar.

“Untuk memuliakan tamu allah SWT, semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan sampai kembalinya lagi ke tanah air,”tutur Bupati.

Sementara itu, laporan Kepala Bagian Kesra Setda Karanganyar, Sugeng Raharto mengatakan, keseluruhan jama’ah calon haji Kab. Karanganyar berjumlah 471 jama’ah. Yang terbagi menjadi dua kloter yakni kloter 20 berjumlah 355 jama’ah dan kloter 56 berjumlah 116 jama’ah.

Ia juga menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan manasik haji ini adalah untuk mempermudah calon haji memahami ibadah haji secara teoritis dan praktis sehingga diharapkan dapat memandu jama’ah dengan baik , lancar, tertib dan menjadikan kemabruran haji jama’ah.

“Kloter 20, jama’ah calhaj akan diberangkatkan Tanggal 15 Agustus 2016, pukul 21.00 WIB sudah masuk di asrama haji Donohudan sedangkan kloter 56 akan berangkat Tanggal 30 Agustus 2016 pukul 07.00 WIB. Dan untuk pamitan haji akan dilaksanakan pada Tanggal 9 Agustus 2016 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,” jelas Kabag Kesra.

Rencana pelaksanaan latihan manasik haji akan dimulai besok, Rabu (27/07/2016) di Edupark dilanjutkan Kamis (27/07/2016) di Masjid Agung Karanganyar untuk latihan miqot, thowaf, sai, wukuf arofah, lempar jumroh mina.

Pada kesempatan tersebut, petugas Haji untuk bidang kesehatan, dr. Partini menghimbau kepada seluruh jama’ah calhaj yang siap berangkat untuk selalu menjaga kesehatan karena tahun 2016 ini di tanah suci akan bertepatan dengan musim panas yang diprediksi mencapai 52 derajat celcius.

Untuk Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Karanganyar ada tiga orang yakni H. Sriyanto (Kemenag), Hj. Siti Sofyah (Dinas Peternakan) dan Anung Purwoko (Dewan). Demikian Dishubkominfo (ad/ind)

Read More
aku copy

Tol Soker : 25 Bidang Tanah Belum di Bebaskan

royek pembangunan jalan tol di wilayah Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, terhenti sementara, karena masih ada bidang tanag yang belum dibebaskan, Rabu (17/02) foto : prada

royek pembangunan jalan tol di wilayah Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, terhenti sementara, karena masih ada bidang tanag yang belum dibebaskan, Rabu (17/02) foto : prada

Karanganyar, Rabu (17/02/2016) 

Proyek jalan tol Solo-Mantingan yang melewati Kabupaten Karanganyar terdapat 25 bidang tanah yang belum dibebaskan. Bidang tanah tersebut berada di wilayah Dusun Plosorejo, Banyu Bening dan Jurang kambil Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo.

Di Desa Jeruksawit, karena ada lahan yang belum dibebaskan, maka pembangunan jalan tol itu sebagian terputus, sehingga tidak bisa menghubungkan jalan yang sudah selesai dibangun.

“Dari 25 bidang tanah itu terdiri 24 bidang milik warga dan 1 makam,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo Mantingan 1, Waligi.

Di Kabupaten Karanganyar, lanjut Waligi terdapat 49 bidang tanah yang melewati proyek tol dari Solo hingga Mantingan.  Semua itu di Kecamatan Gondangrejo berada di  Desa Wonorejo, Jatikuwung, Jeruk Sawit, dan Karangturi. Sedangkan di Kecamatan Kebak Kramat berada di Desa Kemiri dan Waru.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat pertemuan dengan warga yang terkena proyek tol tersebut, Rabu (17/02) di Balai Desa Jeruk Sawit, mengatakan belum di lakukan pengerjaan konstruksi pada lahan yang belum dibebaskan tersebut.

“Bidang tanah yang belum di ketahui pemiliknya akan di konsinyasi atau di titipkan pengadilan. Jika suatu saat pemilik lahan datang langsung bisa diambil ke pengadilan meminta uang hasil lahan yang telah di hitung,” kata Bupati.

Selain itu, Juliyatmono juga mengharapkan proses penggantian tanah desa yang di gunakan untuk gaji perangkat desa uangnya belum terserap dan mendapatkan tanah ganti,  maka mekanismenya harus di percepat.

“Jangan terlalu lama. Sesuai peraturan yang ada, jika belum mendapatkan di Desa tersebut, bisa diperoleh desa lain di kecamatan yang terdekat,” kata Bupati.

Untuk pembebasan tanah tersebut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan tim Appraisal (penilai tanah) independen. Di rencanakan, dalam satu minggu tim sudah bisa menentukan harga tanah.

Diharapkan pembangunan jalan tol ini selesai dan bisa di gunakan pada lebaran tahun ini, dan juga diharapkan dapat memajukan perekonomian Kabupaten Karanganyar.mi

Read More
aku copy

Paskibrata Digembleng 21 Hari

Latihan keras Paskibrata selama 21 hari, di kawasan Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Kamis (06/08)

Latihan keras Paskibrata selama 21 hari, di kawasan Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Kamis (06/08)

Karanganyar, Kamis (06/08/2015)
Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air (Paskibrata) Kabupaten Karanganyar mendapat latihan keras dan disiplin selama 21 hari, dimulai sejak 24 Juli sampai puncak acara pada 17-18 Agustus 2015.

Terdapat 75 peserta didik tingkat SMA sederajat, yang terpilih dari sejumlah sekolah di Kabupaten Karanganyar, menjadi regu pengibar bendera pusaka pada upacara peringatan hari kemerdekaan RI ke 70 tahun.

“Mereka menjalani latihan setiap hari selama 7,5 jam mulai 06.30 WIB-14.00 WIB, di kawasan Alun-alun Kabupaten Karanganyar, dengan pelatih dari Kodim 0727/Karanganyar,” ujar Joko Sutrisno, Koordinator Pembina Paskibrata Kabupaten Karanganyar, Kamis (06/08).

Mereka nanti akan dipilih menjadi pasukan dengan formasi 17 8 45 . Pada tahun ini terdapat 90 orang meliputi regu paskibrata dan pelatih.

“Pada empat hari terakhir, semuanya masuk asrama di balai pelatihan Bangsri,” kata Joko Sutrisno.

Ditempat yang sama, Kapten Rusdy Pasiops Kodim 0727/Karanganyar mengatakan dari hari ke hari, kesiapan regu Paskibrata semakin baik.

“Materi kita berikan baris berbaris, tata upacara, kedisiplinan, bela negara, dan nasionalisme. Fisik juga kita benahi agar tangguh,”katanya.

Di Kabupaten Karanganyar, untuk tahun ini regu Paskibrata diberikan makanan dan minuman bergizi sebelum latihan dimulai. Selain itu juga diberikan 2 stel seragam dan sepatu. pd

Read More
DSC_0013 copy

Warga Gempolan Akan Direlokasi ke Tanah Kas Desa

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi, tengah) saat melihat kondisi di salah satu rumah penduduk, Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi, tengah) saat melihat kondisi di salah satu rumah penduduk, Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02)

Karanganyar, Jumat (13/02/2015)
Berdasarkan hasil koordinasi antara pihak perangkat desa (Perdes) Gempolan dan Kecamatan Kerjo, 16 kepala keluarga (KK) yang tinggal di lokasi rawan longsor bakal dipindahkan ke tanah kas desa setempat. Keputusan ini sehubungan dengan instruksi Bupati Karanganyar Juliyatmono untuk merelokasi warga yang berdomisili di area rawan longsor.
Kepala Desa (Kades) Gempolan, Sukiman mengatakan telah mencari lokasi yang cocok untuk 16 KK tersebut. Akhirnya, pihaknya mengajukan lahan milik kas desa sebagai pengganti lahan yang nantinya digunakan untuk membangun rumah mereka.
Dia menceritakan lokasi yang baru itu tidak jauh jaraknya dari rumah mereka yang rawan longsor yakni sekitar 200 meter. “Kalau dirata-rata per rumah nanti luasnya 200 meter persegi, paling total sekitar 3.600 meter persegi. Nanti bentuknya adalah swakelola. Warga mendapatkan hak pakai. Sedangkan untuk rumah sebelumnya tetap menjadi hak warga. Tapi semuanya terserah warga setuju atau tidak,” kata dia, Kamis (12/2).
Lokasi yang lama menurutnya memang sudah tidak layak. Pasalnya, sesekali ada getaran dan ditakutkan mengakibatkan adanya longsoran. Oleh karena itu, sebelum musibah terjadi, Pemkab melakukan langkah antisipatif.
Camat Kerjo, Tri Widoyo menegaskan penggunaan tanah kas desa untuk relokasi tersebut baru rencana. “Kalau warga yang bersangkutan setuju, maka saya akan segera melaporkannya ke Bupati,” katanya. pd

Read More
DSC_0665 copy

Banyak Rekahan Tanah, Gubernur Jawa Tengah Minta Warga Di Relokasi

Karanganyar, Kamis (29/01/2015)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membandingkan tinggi kursi dengan kedalaman amblasan tanah, Rabu (28/01) di depan rumah Wagiman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membandingkan tinggi kursi dengan kedalaman amblas tanah, Rabu (28/01) di depan rumah Wagiman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta agar warga yang menempati area rawan longsor, di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar segera di pindahkan tempat tinggalnya.

Di lokasi itu, terdapat 12 rumah warga yang rawan bencana tanah longsor. Bahkan rumah milik Wagiman, RT 2 RW 3, halaman depan, dan teras sudah amblas sekitar satu meter. Selain itu, di dalam rumah juga terdapat rekahan lantai dan dinding.

Gubernur Ganjar Pranowo, yang saat itu didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo meminta agar warga di tempat itu segera direlokasi. “Tingkat pergeseran tinggi, suka tidak suka, mau tidak mau, ya pindah. Teryata warga punya tanah diatas. Pemerintah akan membuatkan rumahnya,” ujar Ganjar Pranowo, Rabu (28/01) petang saat di lokasi.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan, Pemerintah akan membiayai pembangunan rumah 12 warga itu dengan dana Rp. 45 juta per rumah, yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BNPB Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. “Disini masih terdapat budaya gotong royong. Masih ada bagian rumah yang bisa dipakai,” jelasnya.

Di area lokasi rawan bencan itu, terdapat alat Early Warning System yang bisa berfungsi untuk mendeteksi gerakan tanah, sehingga warga dan pendamping bisa memantau kondisi setiap saat. “Tinggal menghitung hari saja. Jangan sampai seperti peristiwa di Jemblung, Kabupaten Banjarnegara terulang disini,” katanya. pd

Read More
DSC_0224

Market Mutasi Tanah Karanganyar Peringkat Ke Dua Se Jawa Tengah

DSC_0225

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memimpin Rapat di Aula DPPKAD Karanganyar, Jumat Pagi 19/12

Bupati Karanganyar didampingi Kepala DP2KAD Kab. Karanganyar menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Jum’at pagi (19/12) di Aula DP2KAD Karanganyar yang dihadiri Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) se Kab. Karanganyar, Badan Pertanahan Nasional (BPN), 17 Camat se Kab. Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut Drs. Juliyatmono, MM selaku Bupati Karanganyar meminta BPN untuk lebih meningkatkan pelayanan publik. “ Kita perlu membangun persepsi bersama, karena di era sekarang kita dituntut transparan, cepat, efektif dan efisien. Kita jangan hanya mengejar keuntungan semata, melainkan hal tersebut lebih untuk menertibkan kita. Maka itu, Saya di sini meminta kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar pelayanan publik segera dibenahi. Yang memang bisa dikerjakan dengan cepat, ya dipercepat bukan malah dilama-lamain, pelayanan BPN itu harus cepat, tertib dan akurat,” terang Juliyatmono dihadapan para peserta Rakor.

Disampaikan pula terkait dengan Hak Kepemilikan Tanah, mulai sekarang masyarakat tidak harus repot-repot ke Pengadilan Negeri dengan usia 18 tahun. “ Berdasar data resmi dari BPN, Karanganyar peringkat ke dua se Jawa Tengah setelah Semarang terkait Mutasi Tanah. Maka saya minta PBB sebagai tanggung jawab Pemerintah untuk tertib,” pesan Juliyatmono.

Sementara itu Kepala DP2KAD Karanganyar Drs. Sumarno, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan guna menindaklanjuti perintah Bupati tentang Pejabat Pembuat Akte Tanah yang perlu diperhatikan, yakni BPHTB dalam RAPBD 2014 ditarget 17 M dan tahun depan 2015 ditarget 11 M, terakhir BPHTB tahun ini dicek telah masuk 13 M.

“Saya berterima kasih kepada para Camat dan Notaris yang telah melaporkan secara lengkap sebelum jatuh tanggal 10 terkait dengan mutasi tanah. Karena berdasar Perda yang akan datang, untuk Camat dan Notaris yang melaporkan mutasi Tanah terlambat alias lebih dari Tanggal 10, akan dikenakan denda sebesar 250 ribu rupiah,” terang Sumarno.

Ditambahkan pula bahwa masukan dari Camat tentang PBB sementara ini masih mengenakan NJOP ( Nilai Jual Objek Pajak). ad

Read More
DSC_0134 copy

Pemkab Karanganyar Beri Santunan Bagi Warga Korban Tanah Longsor

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah) didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo (kiri) dan Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana menyerahkan santunan kepada salah satu warga yang terkena bencana alam tanah longsor, di desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Senin (06/01)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah) didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo (kiri) dan Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana menyerahkan santunan kepada salah satu warga yang terkena bencana alam tanah longsor, di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Senin (06/01)

Karanganyar, Selasa (07/01/2014)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan santunan langsung kepada warga yang mengalami kerugian akibat tanah longsor di desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

Pemberian santuan itu langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Kapolres Karanganyar AKBP. Martireni Narmadiana, Senin (06/01) siang.

Painem, (65), warga RT 05 RW 01, Dusun Tegal Rejo mengalami kaki memar sebelah kanan menerima santunan dua juta rupiah. Hujan yang turun sejak Minggu sore mengakibatkan talud yang ada diatas rumahnya roboh sehingga menimpa rumahnya, akibatnya bagian samping mengalami rusak berat. “Saat itu pukul 03.00, Senin (06/01), mbah Painem sedang menjalankan ibadah shalat,” jelas Camat Tawangmangu Yopi Ekojati Wibowo.

Selain itu kandang ternak milik Paiman, juga warga Tegalrejo, tertimpa longsor berakibat rusak. Talud kandang sepanjang 12 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter ambrol, akibatnya ternak sapi dan kambing di dalam kandang ikut jatuh.”Kaki salah satu kambing patah. Namun untungnya ternak lainnya masih bisa terselamatkan,” kata Yopi. Dari Pemkab Karanganyar Paiman menerima bantuan sebesar dua juta rupiah.

Warga lain yang mendapatkan bantuan sebanyak satu juta rupiah yakni Mariman mengalami kerugian ternak kambing mati satu, selain itu bagi Suwaji yang akibat tanah longsor talud didekat rumahnya rusak.

“Saat musim hujan kita harus meningkatkan kewaspadaan dan sigap jika terjadi bencana alam. Apalagi Karanganyar merupakan daerah rawan bencana,” ungkap Bupati Juliyatmono. pd         

Read More

Gerbang Tol Soker di Desa Ngasem akan Digeser

Proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) akan mengalami sedikit perubahan dari rencana awal. Pintu masuk tol yang awalnya berada di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, nantinya bakal digeser sedikit ke sisi utara.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Karanganyar, Any Indrihastuti belum lama ini. Menurutnya, penggeseran pintu tol itu juga berdampak pada dibatalkannya penggusuran tanah kas Desa Ngasem. Tapi belum bisa dipastikan apakah penggeseran itu akan berdampak pada penggusuran lahan baru milik warga atau tidak. “Kami masih menunggu informasi lebih jauh mengenai hal itu,” katanya.

Terkait alasan pergeseran pintu gerbang tol itu, Any belum bisa menjelaskan karena belum mendapat informasi dari pelaksana proyek. Selain itu, pembebasan lahan seluas 35 meter persegi juga akan dilakukan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu yang rencananya akan digunakan sebagai interchange tol Soker.

Any menjelaskan untuk wilayah Karanganyar yang akan dilalui tol Soker ini akan dibangun tiga interchange, yakni di Desa Ngasem dan Klodran, Kecamatan Colomadu dan Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat.

Sementara itu, perkembangan proyek pembangunan tol sudah mencapai sekitar 80 persen. Beberapa lahan yang berada di Desa Jatikuwung dan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo yang sebelumnya alot, kini sudah selesai dibebaskan. “Sementara untuk Desa Karangturi yang juga masuk Kecamatan Gondangrejo belum, memang agak alot,” ujar Any.

Diungkapkannya, pembebasan lahan mulai berjalan lancar setelah P2T menawarkan harga baru yang telah disetujui oleh tim appraisal. Harga baru tersebut meningkat cukup signifikan yakni sekitar 200 persen. Seperti yang terjadi di Desa Jatikuwung, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 800.000 per meter persegi.

Camat Colomadu, Joko Budi Utomo saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui rencana pergeseran pintu gerbang tol Soker di Desa Ngasem tersebut. Begitu juga terkait pembebasan lahan baru yang akan digunakan untuk interchange, ia juga mengaku belum mendapat informasi. “Tapi sejauh ini pembebasan lahan di Kecamatan Colomadu sudah beres semua. Untuk perkembangan itu akan saya cek dulu,” katanya.

Read More

LAYANGMAS

Layanan Anggota Masyarakat atau LAYANGMAS adalah layanan informasi Kabupaten Karanganyar berbasis data spasial (peta), kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar.

Read More