aku copy

Dengan Mekanisasi Pertanian, Tenaga Kerja Lebih Efisien

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama beberapa pejabat saat memanen padi hasil tanam jajar Indo Jarwo Transplater, Senin (13/07) di persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama beberapa pejabat saat memanen padi hasil tanam  Indo Jarwo Transplater, Senin (13/07) di persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (14/07/2015)
Penggunaan alat pertanian modern ternyata lebih efektif dan efsien. Dengan menggunakan transplater (tanam padi) lebih menghemat tenaga kerja pertanian.

Menurut Tota Suhendrata, Peneliti Utama di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah menuturkan sistem tanam jajar legowo 2:1 mempercepat fase tanam.

“Cukup tenaga 2 sampai 3 orang. Beda dengan sistem manual, dalam satu hektar bisa 15 orang. Apalagi saat ini sulit mencari tenaga tanam,” ujar Tota Suhendrata dalam acara panen percontohan Sistem Jajar Legowo 2:1, Senin (13/07) di areal persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dengan menggunakan varietas Inpari 31 dan 33, ternyata tahan terhadap wereng batang cokelat. Umur tanaman sekitar 107 hari setelah sebar dan 112 hari.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pada kesempatan itu, menganjurkan untuk menggunakan mekanisasi pertanian persawahan.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan memberikan bantuan alat-alat pertanian berupa mesin transplater, hands traktor, penggiling padi, mesin panen, dan pompa air. Karena biaya produksi lebih hemat,” katanya.

Bupati juga menghimbau agar masyarakat yang punya lahan harus ikut Gapoktan. “Dapat pupuk saja harus ada RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kebutuhan Kelompok). Sumber air untuk irigasi juga dibenahi agar air lebih lancar,” ucapnya.

BPTP Jawa Tengah bekerja sama dengan Gapoktan Marbakti Tani, melakukan uji coba pada lahan percontohan seluas 2,4 hektar memakai jarak tanam Indo Jarwo Transplater 20x15x40, dan manual jajar legowo 2:1 20x10x40. Inovasi teknologi tanam padi sistem tanam jajar legowo 2:1, mulai ditanam 10 April 2015.

Ditempat yang sama, Lurah Bejen Ali Qodri menuturkan BPTP Jawa Tengah bekerjasama dengan tujuh pemilih lahan yang tersebar di Kelurahan Bejen.

“Minggu kemarin, dari hasil ubinan rata-rata hasil panen sebanyak 8,5 Kilogram/meter. Konversi satuan hektar sebesar 8,5 ton gabah panen,” ujarnya. pd

Read More
ATT_1427957202562_IMG-20150401-WA0000 copy

Beras Hitam Karanganyar Diminati Untuk Komoditas Ekpor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melihat produk beras hitam yang sudah dikemas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melihat produk beras hitam pada kemasan

Karanganyar, Kamis (02/04/2015)
Beras hitam dari Karanganyar, rupanya diminati Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dijadikan komoditas ekspor. Saat ini, pemenuhan berbagai syarat agar beras hitam Karanganyar bisa diekspor sedang dipersiapkan. Bahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung hasil pengemasannya, Selasa (31/01) di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan.
Rencananya, beras yang harganya di pasaran mencapai Rp 30.000/ kilogram itu diekspor ke Taiwan. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Danik Sih Handayani mengatakan, beras hitam yang bakal diekspor berasal dari Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kecamatan Karangpandan.
“Perwakilan dari Poktan tersebut, beberapa waktu lalu diundang ke Kementan, sebagai calon eksportir beras hitam. Saat ini sedang dalam proses melengkapi syarat-syarat sebagai eksportir,” tuturnya, Rabu (01/04).
Dispertanbunhut juga sudah diminta untuk membantu pemenuhan syarat yang dibutuhkan, agar proses menjadi eksportir bisa segera selesai. “Permintaan agar kami membantu proses untuk bisa mengekspor beras hitam, disampaikan langsung Menteri Pertanian, saat berkunjung ke Karanganyar,” katanya.
Beras hitam, lanjut Danik, termasuk salah satu produk pertanian unggulan yang dimiliki Bumi Intanpari. Lahan pertanian komoditas yang ditanam secara organik tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Karangpandan, Karanganyar dan Mojogedang.
Total lahan yang dipakai untuk mengembangkan beras hitam, saat ini seluas 90 hektar. Yang paling luas di Karangpandan mencapai 60 hektar, sementara di Karanganyar dan Mojogedang masing-masing 15 hektar. Di mana, tiap hektar lahan, rata-rata menghasilkan tujuh ton beras dalam satu kali masa tanam.
Soal harga beras hitam jauh lebih mahal dibanding harga beras putih, pihaknya beralasan jika beras varietas unggul itu mengandung sejumlah khasiat. Beras ini bagus untuk penderita diabetes, karena kadar kalorinya terendah dibandingkan beras putih dan merah.
Selain itu, mengonsumsi beras hitam juga bisa mencegah kanker karena kandungan antosianin yang tinggi, mencegah penyakit jantung karena kandungan seratnya tinggi, obat anemia karena banyak mengandung zat besi, hingga mencegah penuaan dini. pd

Read More
aku

Hasil Panen Padi di Karanganyar Diatas Rata-rata

Saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo

Saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo

Karanganyar, Sabtu  (07/03/2015)
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Winny Dian Wibawa menegaskan Presiden RI Joko Widodo menginginkan semua daerah khususnya di Jateng bisa swasembada pangan dalam hal ini beras.
“Kabupaten Karanganyar berpotensi bisa swasembada pangan. Sebab hasil panen mencapai 9,6 ton/ hektar dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata di Jawa Tengah yang hanya Rp 8,8 ton/ hektar,” kata Winny Dian Wibawa, saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.
Dengan capaian di Desa Karangrejo yang terbilang cukup memuaskan dan berpotensi bisa swasembada pangan. Pihaknya akan terus memantau hasil panen berikutnya.
Lebih lanjut, hasil panen masing-masing daerah mulai dari tingkat desa harus dilaporkan ke tingkatan atas hingga pemerintah pusat. “Dengan demikian, data tersebut bisa menunjukkan daerah mana yang bisa swasembada atau tidak,” katanya.
Di lokasi yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap petani tetap memaksimalkan potensi alam berupa sawah yang mereka miliki, sembari meningkatkan kualitas pertanian agar capaian panen kembali memuaskan.
Saat panen padi itu, bisa menghasilkan 9,6 ton padi. Jumlah tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil panens sebelumnya yang hanya 5,2 ton/ hektare.
Ketua Kelompok Tani Sri Sadono, Muhammad Fahrudin mengatakan kelompoknya hanya menggarap 34 hektar sawah. Sementara itu, sisanya seluas 31 hektar digarap oleh Kelompok Tani Rukun Makmur.
“Ini luar biasa. Dulu hanya 5,2 ton/ hektare dan sekarang bisa 9,6 ton/ hektar,” kata dia, kemarin.
Menurutnya, hasil yang sangat baik tersebut berhubungan dengan iklim yang ada saat ini. “Gaya bercocok tanam dari para petani juga mempengaruhi. Mereka belajar teknik bercocok tanam dan lebih paham bagaimana cara merawat padi,” katanya. pd

Read More
DSC_0017 copy

Bantu Tingkatkan Swasembada Pangan, TNI AD Dampingi Petani

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka latihan kader pertanian bagi danramil dan babinsa, Senin (09/02) di Aula PT Indo Acidatama, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka latihan kader pertanian bagi danramil dan babinsa, Senin (09/02) di Aula PT Indo Acidatama, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat

Karanganyar, Senin (09/02/2015)
Untuk menjadikan swasembada pangan tahun 2017. Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Bupati Juliyatmono telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, pada 20 Januari 2015.
Pada acara Latihan Kader Pertanian Bagi Danramil dan Babinsa Dalam Rangka Peningkatan Swasembada Pangan Di Wilayah Kodim 0727/Karanganyar, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo mengatakan pelatihan selama tiga hari dari Senin-Rabu (09-11/02). Ada 177 Babinsa dan 17 Danramil se Kabupaten Karanganyar, dan 20 orang dari mahasiswa UNS
“Pelatihan ini meliputi teori dan praktek budidaya padi, jagung, dan kedelai (Pajali). Juga diajarkan cara membuat pestisida nabati dan pupuk organik,”jelas Supramnaryo, Senin (09/02) di Aula PT. Indo Acidatama, Desa Kemiri Kecamatan Kebakkramat.
Kabupaten Karanganyar, kata Supramnaryo, setiap tahun surplus beras sebesar 100 ribu ton. Tahun 2015 ini harapnya bisa naik sebesar 30 persen. “Jadi dalam mencapai produksi swasembada pangan petani, babinsa, dan petugas pendamping bisa saling bahu membahu,” jelas Supramnaryo.
Dia menjelaskan ada berbagai cara untuk meningkatkan target produksi dari pembukaan sumber baru, sistem tanam jajar legowo, penyehatan tanah dengan bahan organik, perbaikan jaringan irigasi, pola tanam dan tanam serentak, dan pendampingan kelompok tani dan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air).
Sementara itu diitempat yang sama Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan kehadirian jajaran TNI AD ini, masyarakat punya harapan hasil pertanian bisa produktif.
“Kita apresiasi atas dukungan untuk meningkatkan swasembada pangan. Dengan upaya tersebut panen bisa tiga kali setahun, dapat diwujudkan,” kata Bupati Juliyatmono.
Juliyatmono juga meminta jika ada lahan persawahan yang hanya bisa panen satu sampai dua kali setahun, Dispertanbunhut Karanganyar agar bisa memfasilitasi dengan membuat irigasi lebih lancar.
“Setiap panen yang biasanya bisa enam ton, bisa naik menjadi 7,5 ton dengan menggunakan bibit yang baik dan mengurangi pupuk kimia,” katanya. pd

Read More
aku copy

Tunjang Swasembada Beras, Dibangun Saluran Irigasi 2000 Hektar

Karanganyar, Rabu (20/01/2015)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten

Untuk menunjang tercapainya swasembada panganberupa beras, jagung dan kedelai di Indoenesia. Di wilayah Kabupaten Karanganyar dibangun saluran irigasi sepanjang 2000 hektar.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan Pemerintah Pusat antara Kementerian Pertaniaan dan TNI Angkatan Darat telah mentargetkan dalam dua tahun Indonesia swasembada pangan.

“Untuk mendukung mencapai target. Pembangunan saluran-saluran irigasi dengan besaran untuk satu hektar dengan biaya satu juta rupiah,” ujar Bupati Juliyatmono saat acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Bupati Karanganyar dan Dandim 0727/Karanganyar serta Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier Di Wilayah Kabupaten Karanganyar, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten.

Pengelolaan saluran irigasi itu dikelola bersama antara 30 kelompok Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dengan Babinsa. “Pembuatan saluran-saluran irigasi dapat mengaliri sawah dengan baik, lancar dan tidak ada kebocoran. Sehingga Kabupaten Karanganyar bisa meningkatkan surplus beras,” kata Bupati.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Supramnaryo mengatakan Pemkab Karanganyar pada tajun 2015 mendapat alokasi perbaikan saluran irigasi sebanyak 2000 hektar.

“Setiap satu hektar satu juta rupiah, jadi mendapatkan dana Rp. 20 Miliar,” ungkapnya.
Di tanya tentang surplus beras, Kabupaten Karanganyar pada tahun 2014 total produksi mencapai 280 ribu ton. Tahun ini produksi pertanian meningkat 4000 ton.
“Direncanakan tahun 2015 ini peningkatan produksi bisa surplus sekitar 100 ribu ton gabah kering, pada lahan produktif seluas 23.618 hektar,” ujar Supramnaryo. pd

Read More
DSC_0066

Kelompok Tani Ternak Mendapat mendapat Bantuan dana Hibah

DSC_0064

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Meninjau Ternak Sapi Sesaat Setelah Acara Pemberian Hibah Selesai, Selasa Siang 09/12

DSC_0051

Pemberian Simbolis Bantuan Hibah II Oleh Bupati Karanganyar

Bertempat di Aula Kandang Komunal Kelompok Tani Ternak Andini Lestari, pada Selasa 09/12, Bantuan hibah tahap II tersebut diberikan langsung oleh Bupati Karanganyar Julyatmono kepada 63 kelompok tani ternak dengan jumlah total sebesar Rp.1.597.500.000. Hadir dalam acara tersebut wakil bupati karanganyar, beserta SKPD terkait.

 Dalam sambutannya Bupati Karanganyar mengatakan bahwa untuk tahun 2014 ini Pemkab Karanganyar menggulirkan dana sebesar 12.678.000.000 pada 418 kelompok yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar dalam kerangka pengembangan pembangunan ekonomi, sektor pertanian termasuk didalamnya peternakan dan perikanan yang memiliki peran strategis saling terkait dan berkesinambungan. Hal ini merupakan sumber daya alam yang potensial dan aset yang sangat menunjang dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Manfaatkan dengan benar dan optimal dana hibah ini, karena kelompok penerima bertanggung jawab terhadap fisik maupun keuangan atas pemanfaatan dana hibah tersebut”, harap Juliyatmono.

Sementara itu Sumijarto Kadinas Peternakan dan Perikanan Kab. Karanganyar melaporkan bahwa bantuan hibah pemberdayaan kelompok ternak dan ikan tahap 1 telah disalurkan kepada 183 kelompok sebesar Rp. 5.183.000.000 pada tanggal 18 September 2014 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, sedangkan untuk tahap 2 baru diberikan hari ini tadi (Selasa, 09/12).

“Untuk hibah tahap ke 3 sampai saat ini masih dalam proses SK Bupati dan pemberkasan”, tambah Sumijarto

Disampaikan juga pada laporannya, Kelompok Tani Ternak Andini Lestari pada tahun 2014 ini memperoleh juara 1 tingkat Propinsi Jawa Tengah kelompok ternak sapi potong dan akan maju mewakili propinsi Jawa Tengah ke tingkat nasional 2015. Atas prestasi ini, KTT Andini Lestari mendapat bantuan hibah alat dan mesin pertanian chopper dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prop. Jateng. ad

Read More
DSC_0040 copy

Lomba Asah Terampil Bagi Gapoktan

Karanganyar, Kamis (30/10/2014)

Enam kelompok maju ke babak final Asah Terampil Gapoktan, Kamis (30/10) di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Enam kelompok maju ke babak final Asah Terampil Gapoktan, Kamis (30/10) di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Enam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maju final pada Lomba Asah Terampil Kelompok Tani se Kabupaten Karanganyar, yang diselenggarakan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Karanganyar, di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kamis (30/10).

Supramnaryo, Kepala BP4K Kabupaten Karanganyar menuturkan pada kegiatan final ini merupakan hasil dari babak penyisihan yang dilakukan seleksi di tingkat Kecamatan. Selain itu juga menyambut HUT ke 97 Kabupaten Karanganyar.

“Lomba ini meliputi beberapa babak, mulai pertanyaan wajib, lemparan, rebutan, dan praktek. Pada babak praktek, peserta diminta untuk okulasi bibit pohon durian dan membuat biopestisida,” ujar Supramnaryo saat ditemui di sela-sela lomba.

Setelah melalui rangkaian babak lomba. Akhirnya sebagai pemenang juara satu dengan nilai 1540, Gapoktan Tani Maju, Desa Ganten, Kecamatan Kerjo. Juara dua, Makarti Tani, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar dengan perolehan nilai 1330. Disusul, juara tiga Karya Tani, Desa Dawung, Kecamatan Matesih dengan nilai 1110.

Selanjutnya sebagai Juara Harapan satu, Gapoktan Bangun Karyo Tani, Desa Jati, Kecamatan Jaten. Harapan dua, Ngudi Makmur, Desa Kebak, Kecamatan Jumantono, dan Harapan tiga Bumi Lestari, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan. Masing-masing memperoleh nilai 1090, 980, dan 930.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan mengatakanasah terampil ini merupakan salah satu metode penyuluhan untuk menyebarkan teknologi pertanian sekaligus mengetahui seberapa besar hal itu mampu diadopsi para kelompok tani.

“Saya harapkan para kelompok tani, penyuluh dan lembaga terkait mampu mewujudkan pertanian yang lebih maju dan penuh kreatifitas secara terus menerus,” ujar Bupati Juliyatmono.

Lebih lanjut, Bupati mengajak untuk mendorong tumbuhnya wirausaha pertanian yang handal, mampu menyajikan berbagai produk hasil kegiatan kelompok tani yang ditangani secara modern, memiliki nilai tawar dan nilai jual yang lebih baik.pd

Read More
gue copy

Tim Juri, Kunjungi GP3A Tirta Manunggal Karsa

Karanganyar, Jumat (24/10/2014)

Tim juri GP3A saat tinjauan lapangan di lahan persawahan Tirta Manunggal Karsa, di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kamis (23/10) pagi

Tim juri GP3A , Yanuar J Purwanto (tengah) saat tinjauan lapangan di lahan persawahan Tirta Manunggal Karsa, di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kamis (23/10) pagi

Tim Juri Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Tingkat Nasional mengadakan penilaian dan kunjungan langsung diberbagai tempat di wilayah Kecamatan Kebak Kramat, dan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut sebagai kelanjutan dari lomba yang berlangsung di Bandung, 26-29 Agustus 2014, karena berhasil masuk lima besar terbaik nasional.

Tim diterima langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo di Kantor GP3A Tirta Manunggal Karsa, di Desa Nangsri, Kecamatan Kebak Kramat. Kunjungan mereka untuk melihat langsung adminitrasi, wirausaha pupuk, Rumah Pintar Petani (RPP),peninjauan saluran irigasi, dan persawahan, Kamis (23/10).

Yanuar J Purwanto, Koordinator Tim Penilai GP3A menuturkan kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat kegiatan program-program petanian, sistem pertanian, dan kelembagaan. “Kami ingin mengetahui kehebatan GP3A Tirta Manunggal Karsa ini. Seberapa baik kegiatan-kegiatan pertanian yang dilakukan,” ujar Yanuar. pd

Read More
DSC_0074 copy

Tumpeng Organik Meriahkan Hari Tani di Karanganyar

Karanganyar, Kamis (25/09/2014)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kiri) saat memberikan tumpeng ke petani di peringatan Hari Tani Kabupaten Karanganyar 2014, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (24/09) malam.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kiri) saat memberikan tumpeng ke petani di peringatan Hari Tani Kabupaten Karanganyar 2014, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (24/09) malam.

Sejumlah tumpeng organik diarak oleh kelompok tani se-Kabupaten Karanganyar, Rabu (24/09) malam, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Karanganyar. Tidak hanya itu, perwakilan siswa SMP se-Bumi Intanpari juga menyelenggarakan workshop tentang pengolahan sampah organik dan melakukan deklarasi serta pembentukan Komunitas Pemuda Organik (Pernik). Rentetan kegiatan tersebut dilakukan guna memperingati Hari Tani 2014 di Karanganyar.

Pantauan di lapangan memperlihatkan tumpeng yang terdiri dari sayuran dan bahan makanan organik diarak oleh para petani. Usai diarak, tumpeng-tumpeng tersebut dibagikan kepada petani dan warga yang menghadiri acara tersebut. Dengan penuh syukur, para petani, sesepuh serta warga berbaur menyantap tumpeng.

Salah seorang warga yang menghadiri acara tersebut, Seno mengungkapkan baru kali pertama menghadiri acara semacam itu. Dirinya berharap Karanganyar mampu menghasilkan bahan pangan dengan kualitas bagus dan bisa mencukupi kebutuhan warga. “Acaranya sangat menarik,” katanya.

Sementara itu, selain memperingati Hari Tani, acara tersebut juga diharapkan bisa menggugah kesadaran para generasi muda untuk memanfaatkan potensi-potensi yang ada. Di antaranya sampah yang bisa diolah menjadi pupuk organik.

Saat menghadiri acara tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan saat ini kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi hasil pertanian organik cukup tinggi. “Hasil pertanian organik bisa membuat tubuh kita tetap sehat, dan banyak dimintai” jelasnya.pd

Read More
DSC_0149 copy

Gubernur Jateng Resmikan RPP

Karanganyar, Senin (05/05/2014)

Gubernur Jawa Tengah saat mencoba menanam bibit padi dengan mengunakan alat pertanian transplanter

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  saat mencoba menanam bibit padi dengan mengunakan alat pertanian transplanter

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan Rumah Pintar Petani (RPP) di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Minggu (04/05) pagi.
Rumah Pintar Petani merupakan sarana adanya penjual dan pembeli agar harga dipasaran tidak jatuh. Terdapat pula segala macam kebutuhan petani, seperti modal, bibit, pupuk, tata cara pengairan, pupuk, dan alat-alat pertanian.
“Misalkan saja harga jagung di tingkat lokal jatuh, namun bisa dijual skala nasional atau internasional harga bisa jauh lebih tinggi,” ujar Ganjar.
Acara itu juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, Direktur Bulog, Sutarto Alimoeso, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.
Gubernur Ganjar menuturkan dengan adanya RPP ini diharapkan bisa ada meeting point antara pembeli dan pembeli.
“Kami terus mendorong agar petani bisa lebih kreatif dalam berbagai hal di sektor pertanian,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menanam bibit padi dengan mengunakan rice transplanter di area persawahan.
Bupati Juliyatmono pada kesempatan itu menuturkan melalui program ini, tentunya dapat memberikan pelayanan prima kepada para petani dalam pemenuhan kebutuhannya.
“Dengan memanfaatkan segala bentuk potensi dan menggalang kerjasama dengan berbagai pihak, kita wajib optimis bahwa petani sejahtera,” tandasnya.pd

Read More