LOGO EXPO 2022 res (1)

Karanganyar Expo 2022

 

PAMERAN PRODUK UNGGULAN PERTANIAN DAN UMKM TAHUN 2022

DALAM RANGKA HARI JADI KABUPATEN KARANGANYAR KE-105

GOR RM.SAID KARANGANYAR, 10-13 NOVEMBER 2022

 

  1. Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 003.3/5.458.1.8 tentang Pedoman Peringatan Hari Jadi Ke-105 Kabupaten Karanganyar Tahun 2022, dengan tema besar “KARANGANYAR MAJU DAN MANDIRI”
  2. Penyelenggaraan Pameran dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-105 mengambil segmen Produk Unggulan Pertanian dan UMKM, dengan mengusung slogan, “Produk Unggulan Pertanian dan UMKM untuk Karanganyar Maju dan Mandiri”
  3. Pameran Produk Unggulan Pertanian dan UMKM tahun 2022 dilaksanakan pada 10 – 13 November di GOR RM.SAID Karanganyar (belakang Gedung DPRD)
  4. Peserta terdiri dari para pelaku usaha, sektor UMKM, dan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Karanganyar
  5. Peserta dari sektor pertanian dilaksanakan secara kordinatif melalui jejaring kelompok tani, sarpras dan usaha bidang pertanian, serta PPL di wilayah Kecamatan.
  6. Peserta dari sektor UMKM dilaksanakan terbuka bagi UMKM di wilayah kab. Karanganyar sesuai dengan ketentuan oleh panitia
  7. Pendafaran calon peserta pameran sektor UMKM dapat dilakukan dengan mengisi link sebagai berikut: http://bit.ly/pamerankra2022

Read More
dispertan

Dinas Pertanian dan Pangan

Dasar Hukum

Peraturan Bupati Kabupaten Karanganyar Nomor 104 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pertanian dan Pangan

Tugas dan Fungsi

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang pertanian dan bidang pangan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Dinas.

Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Kepala Dinas mempunyai fungsi :

  • Perumusan kebijakan teknis bidang pertanian dan pangan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang pertanian dan pangan;
  • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pertanian dan pangan;
  • Pelaksanaan administrasi; dan
  • Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya

Uraian tugas sebagaimana tersebut diatas , sebagai berikut  :

  • Penyusunan kebijakan teknis bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  • Pelaksanaan koordinasi teknis bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  • Penyusunan kebijakan teknis bidang perkebunan;
  • Pelaksanaan koordinasi teknis bidang perkebunan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang perkebunan;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang perkebunan;
  • Penyusunan kebijakan teknis bidang pangan;
  • Pelaksanaan koordinasi teknis bidang pangan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang pangan;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang pangan;
  • Penyusunan kebijakan teknis bidang sarana prasarana pertanian;
  • Pelaksanaan koordinasi teknis bidang sarana prasarana pertanian;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang sarana prasarana pertanian;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang sarana prasarana pertanian;
  • Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya

Struktur Organisasi

Susunan Organisasi Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan terdiri dari :

a. Kepala Dinas

b. Sekretariat, membawahi :

  • Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
  • Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

c. Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultural, membawahi :

  • Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultura
  • Seksi Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura
  • Seksi Usaha Tani dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura.

d. Bidang Pangan, membawahi :

  • Seksi Kedaulatan Pangan
  • Seksi Ketahanan Pangan
  • Seksi Keamanan Pangan

e. Bidang Kehutanan, membawahkan :

  • Seksi Sarana Pertanian
  • Seksi Prasarana Pertanian
  • Seksi Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian

f. Unit Pelaksana Teknis Daerah

g. Kelompok Jabatan Fungsional

Alamat

[unitkerja id = 14]

Daftar Pejabat

[pejabat id = 14]

Read More
DSC_6554 edit

Gorong-gorong Di Rapikan, Akses Jalan, dan Lampu Penerangan

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono langsung melakukan pengecekkan di lapangan terkat akses jalan untuk pertanian di Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, (29/08)

 

KARANGANYAR – 30 Agustus 2018

Keinginan warga Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar diwujudkan Pemkab Karanganyar terkait dampak pembangunan jalan tol. Yakni merapikan gorong-gorong saluran air dengan ditalud, menambah akses jalan untuk angkut hasil pertanian dan pupuk, serta penerangan jalan di sekitar jembatan fly over. Perhatian pemerintah itu langsung disambut tepuk tangan dari warga Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat.

            “Apa yang menjadi tanggung jawab JSN, tanggung jawab mereka. Sedangkan tanggungjawab Pemda akan tetap kami lakukan agar hasil pertanian masyarakat bisa terus maksimal,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai menemui warga dan mengecek lokasi di Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat.

            Dia menambahkan gorong-gorong atau selokan air di sisi utara fly over akan dirapikan. Supaya air yang meluap disaat curah hujan tinggi tidak melebar ke areal pertanian. Kemudian, di sisi gorong-gorong dibuatkan akses jalan agar petani bisa melakukan pemupukan dan mengangkut hasil pertanian. “Sudah saya cek, dan bisa dibuatkan akses jalan. Dalam waktu dekat, Pemkab akan membuatkan akses jalan untuk mengangkut hasil pertanian,” imbuhnya.

            Selain itu, akses jalan di bagian selatan fly over juga akan dilakukan. Sebab, para petani bisa mengangkut hasil pertanian dan proses pemupukan supaya lancar. Nanti, menurut Juliyatmono pagar jalan tol ditarik ke dalam sedikit dan di luar pagar akan dibuatkan akses jalan. Supaya petani yang berada di sisi selatan fly over juga optimal. “Termasuk kami juga akan memasang lampu penerangan. Supaya semuanya aman dan nyaman melewati jalan tersebut,” tambah Juliyatmono. (Hr/Adt)

Read More
DSC_3479

Kelompok Tani Organik Terima Bantuan Motor

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat mencoba motor roda tiga untuk bantuan Kelompok Tani Organik.

Karanganyar, Kamis (11/05/2017)

Kelompok Tani pertanian organik sebanyak tujuh kelompok mendapatkan bantuan alat pertanian berupa motor angkut roda tiga, dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Pemberian alat pertanian itu diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (10/05) di Terminal Wisata Karangpandan, di dampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo.

“Bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2017 ini baru bisa diberikan untuk tujuh dari 15 kelompok tani organik di Kabupaten Karanganyar, sisanya mudah-mudahan diberikan lewat APBD Perubahan tahun ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Supramnaryo.

Motor angkut roda tiga itu diberikan untuk Kelompok Tani (Poktan) Mulyo 1, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang. Poktan Makaryo II, Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang. Poktan Pandan Sari, Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang. Poktan Anugerah, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih. Poktan Konco Tani, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.

“Adapula Kelompok Tani Rukun Makmur I, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi dan Poktan Gemah Ripah, Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan. Motor itu digunakan untuk pengangkutan pupuk oranik dan beras oranik,” kata Supramnaryo.

“Saya meminta agar bantuan itu jangan dijual, apalagi harga satu unit motor itu Rp. 25 juta. Dirawat dengan baik dan digunakan semestinya agar produksi pertanian organik meningkat,” kata Bupati.

Bupati juga menekankan pertanian organik di Kabupaten Karanganyar ditekuni dengan serius. Berkaitan dengan pemasaran produknya, jika ada kendala bisa disampaikan melalui Pemerintah.

“Sesama penjual saya minta rukun agar harga pasar tidak rusak agar sehingga daya tawar tinggi. Kesulitan pemasaran bisa disampaikan ke Pemerintah,” katanya.

Pada kesempatan dan ditempat itu, Bupati juga meresmikan Kios organik khusus beras dan sayuran oranik untuk melayani kebutuhan masyarakat. Pengemasannya terlihat baik, bersih, dan menarik pembeli.(pd)

Read More
LOGO HARI JADI KE-100 FIX

Logo Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Karanganyar ke-100

Filosofi Logo

Burung Derkuku


Siluet burung derkuku yang terbang kearah depan didalam angka 100 menggambarkan semangat perjuangan Raden Mas Sa’id untuk “ keMAJUan “ Kota Karanganyar.

Monumen Tri Dharma

Monumen Tri Dharma merupakan monumen perjuangan Raden Mas Said yang mengandung arti :

Bagian kaki berbentuk jenjang (trap) bersusun sembilan yang diapit oleh tiga gelung sebagai perlambang hukum abadi umat manusia yaitu : lahir – berkarya – mati sebelum hidup kekal dialam baka Lukisan tangan-tangan yang bergetar menggambarkan dukungan rakyat terhadap RM Said. Tugu bersegi delapan dengan pahatan yang melukiskan kobaran api perjuangan yang tampak terputus-putus diartikan belum menyatunya tekad karena masih disertai watak duniawi sebagai pembawaa usia muda.

Siluet Hasil Bumi

Burung derkuku yang membawa hasil bumi ( yang
membentuk huruf “th” )
 memiliki arti pertanian dan perkebunan yang melimpah dikota ini. Kota yang terletak dilereng gunung Lawu ini memiliki tanah yang subur sehingga hasil pertanian dan perkebunan dikabupaten Karanganyar sangat melimpah. Dengan demikian kabupaten karanganyar dapat memasok hasil pertanian dan perkebunan keberbagai daerah diIndonesia. sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang “ SEJAHTERA “ .

Siluet Gunung Lawu dan Candi

selain sebagai simbol keanekaragaman budaya Karanganyar, di Kabupaten Karanganyar ini juga mempunyai banyak pesona wisata yang sangat elok dan menawan yang mampu menarik minat para wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga dapat menambah pendapatan daerah dikota ini.

Angka 100

 

Menunjukkan HUT ke-100 Kab. Karanganyar.

Teks Karangnyar Maju dan Sejahtera

Tulisan “Karanganyar Maju dan Sejahtera” melambangkan perwujudan salah satu visi misi Pemerintah Kabupaten Karanganyar periode kepemimpinan 2013 -2018.

Warna Hitam

 

Elegan, misterius, namun Atraktif.

Warna Hijau

 

Tumbuh, berkembang, dan subur.

Warna Kuning

logo-hut-kra-99-kuning

 

Kemakmuran, kejayaan dan semangat.

 

Read More
DSC_0023

Indeks Tanam 2,2 dalam Setahun, Wabup Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sawah

 

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan arahannya pada acara Sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Pendopo RD Bupati, Rabu (5/4).

Karanganyar, Rabu 5 April 2017

Berupaya menjaga kelestarian sawah di wilayah  Karanganyar agar senantiasa meningkat, terlebih dengan adanya penambahan pembangunan waduk gondang di Kerjo untuk penyaluran sumber daya air tiga puluh persen ke wilayah Mojogedang dan daerah sekitarnya, diharapkan dapat menambah indeks tanam.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo pada sosialisasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi melalui Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI), Rabu (5/4/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Alhamdulillah, indeks tanam kita sampai hari ini masih 2,2 artinya dalam satu tahun rata-rata 2,2 kali tanam. Mudah-mudahan produktifitas terus meningkat dengan adanya pembangunan waduk Gondang di Kerjo dan diikuti pembangunan waduk  Jelantah, Tlobo di Jatiyoso sehingga dibawah wilayah Jatiyoso diharapkan jauh lebih makmur lagi dan lahan pertanian yang hanya dapat ditanam satu kali saja bisa menjadi dua sampai tiga kali tanam,”harap Wabup saat menyampaikan arahannya.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, tentunya keberadaan pupuk menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian dinas pertanian dan pangan untuk menindak lanjuti, agar pupuk senantiasa siap selalu, hanya saja ada beberapa kendala di wilayah atau masyarakat yang belum masuk di Gapoktan atau kelompok tani sehingga sekitar dua puluhan persen petani kita belum memiliki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

“Kami berharap kelompok tani dan Gapoktan ini mampu menambah jumlah anggotanya di masing-masing wilayahnya, sehingga semuanya bisa mendapatkan RDKK, karena riil dimasyarakat dibutuhkan seperti kebutuhan pupuk dan kebutuhan tani lainnya,”terangnya.

Ia juga mengatakan dengan adanya TNI masuk untuk mengawal kedaulatan pangan ada dampak positif, kerjasama yang bagus ini untuk ditingkatkan baik di tingkat distributor, agen maupun pengecer supaya tidak ada yang menimbun ataupun memainkan pupuk.

“Kalau macem-macem menimbun, kami sampaikan kepada Dandim untuk segera di atasi. Sehingga dengan ketersediaan pupuk dapat mempermudah masyarakat meningkatkan produktifitas dan berinovasi,”tandasnya.

Ditambahkannya, di akhir tahun dan awal tahun berdasar prosentase Kementerian  Desa Tertinggal untuk bisa mengakses kawasan pertanian khususnya untuk pertanian organik. Di Karanganyar sendiri ada lima belas desa penghasil padi organik mulai dari Jenawi, Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Matesih.

“Ini merupakan inovasi pertanian, ada beras hitam, beras merah, beras mentik susu, beras mentik wangi dan dipasarkan di mall-mall, supermarket dengan kemasan yang bagus bisa mencapai harga 40.000 sampai 50.000 rupiah/kg nya. Begitu juga dengan sawah tidak identik menghasilkan padi, tetapi orang yang berkunjung untuk berfoto selfie di area persawahan dan ini bisa menjadi agrowisata,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, mengatakan pihaknya menghimbau khususnya Dinas Pertanian untuk mendata seluruh kelompok tani maupun diluar kelompok tani guna mendapatkan RDKK.

“RDKK yang dikroscek dengan NIK, SPPT PBB baik kelompok tani maupun diluar kelompok tani,”jelasnya.

Sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari Tim KP3 Provinsi Jawa Tengah, Tim komite Kartu Tani dan Produsen Pupuk Petrokimia dan Pusri Provinsi Jawa Tengah.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
web

Pemkab Karanganyar-UNS Teken Perjanjian Kerja Sama

Penandatangana perjanjian kerja sama antara Pemkab Karanganyar dengan UNS Surakarta

Karanganyar, Kamis (30/03/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menjalin perjanjian kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam sektor pertanian, meliputi agrowisata, pertanian organik dan tanaman pisang.

Kerja sama itu meliputi pengembangan pertanian organik di Desa Mojogedang, Kecamatan Mojogedang. Pengembangan sentra pisang di Desa Jenawi, Kecamatan Jenawi, pengembangan agrowisata di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo dan di Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dari Pemkab Karanganyar dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Supramnaryo, sedangkan dari UNS oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Bambang Pujiasmanto. Disaksikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Rabu (29/03) malam, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Lingkup perjanjian itu meliputi kegiatan studi kelayakan, penyusunan desain, pengolahan lahan, penyediaan bibit, pendampingan dalam penanaman dan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi, serta hal lain yang berkaitan dengan perjanjian.

Bupati Karanganyar mengatakan di Kabupaten Karanganyar tetap mempertahankan hampir 26 ribu hektar untuk lahan lestari dan masih surplus beras diatas 300 ribu ton di tahun 2016.

“Di Kabupaten Karanganyar juga ada waduk Gondang dan saat ini masih dalam hal penyelesaian pembangunan. Baru saja Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla menanam pohon durian di sabuk waduk,” kata Bupati Karanganyar.

Selain itu, Bupati juga mengatakan ada lima kecamatan menjadi basis pertanian organik yakni Mojogedang, Jenawi, Kerjo, Karangpandan, dan Matesih. Bahkan di Kabupaten Karanganyar juga ada produksi beras hitam yang sudah masuk pasar ekspor.

“Ada lima kelompok tani yang sudah mempunyai sertifikat beras organik dan ini akan kita kembangkan, nilai lebih bagus dan menjanjikan mempunyai keunggulan nilai jualnya,” katanya.

Ditempat yang sama, Dekan Fakultas Pertanian UNS, mengatakan Kabupaten Karanganyar mempunyai potensi pertanian yang banyak dikembangkan. Bahkan telah dimulai dengan pengembangan sentra pisang di Kecamatan Jenawi pada tahun kemarin.

“Tahun ini mewujudkan sentra pisang dan ada keinginan makanan olahan dari bahan pisang dari Kabupaten Karanganyar dan menghasilkan nilai tambah,” kata Dekan Fakultas Pertanian UNS.

Untuk pengembangan agrowisata di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo dalam waktu dekat ini akan dicanangkan penandatanganan prastasi.

“Nantinya dibuat seperti farm house di tempat lain. Adapula  lahan di Kecamatan Jatiyoso yang bisa dikembangkan perkebunan kakao, bisa juga untuk agrowisata,” katanya.(pd)

Read More
DSC_0790

Study Banding Pemanfaatan Lahan Kritis, DPRD Kediri Kunjungi Karanganyar

Kominfo

Menerima Kunjungan Kerja DPRD Komisi B dan Komisi C Kabupaten Kediri di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar,  Selasa (7/3).

Karanganyar, Selasa 7 Maret 2017

DPRD Kabupaten Kediri melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar. Dalam kunjungannya, rombongan Komisi B dan Komisi C DPRD Kediri melakukan study banding terkait pemanfaatan lahan kritis di bumi intan pari, Selasa (7/3/2017) di ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kunjungan DPRD Kabupaten Kediri diterima Sekretaris Daerah Karanganyar didampingi Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Karanganyar serta jajaran Kepala OPD Karanganyar.

Rombongan kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Iskak menyampaikan beberapa hal terkait masalah perkembangan pertanian lahan kritis di Kabupaten Kediri, pembangunan perumahan dan penanganan masalah kekumuhan.

Iskak menjelaskan lahan kritis di Kabupaten Kediri sekitar 5700 meter persegi dengan total wilayah 1386 kilometer persegi.

“Ada kekhawatiran, karena kadar kesuburan tanah hanya 2,2 persen sedangkan kadar kesuburan tanah minimal lima persen,”katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan lahan pertanian merupakan ciri Negara agraris  yang potensinya luar biasa. Sedangkan perumahan lahan masih cukup luas tetapi penataannya kurang maksimal dan perda juga baru dibuat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi menanggapi hal tersebut mengatakan setiap rumah meninggalkan dua masalah yakni Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan Lahan untuk makam sebagai fasilitas umum.

“Tahun ini, pengembang harus menyerahkan fasum dan sertifikatnya ke pemerintah,”terangnya dihadapan Anggota Dewan Komisi B dan Komisi C DPRD Kediri.

Ia menjelaskan pembangunan perumahan sudah menggunakan Perbup dan diselesaikan sekaligus dengan tata ruangnya. Perlu diketahui untuk luas Kabupaten Karanganyar semula 7737860 Hektar sedangkan berdasar peta terbaru dari BPN Pusat untuk sekarang Kabupaten Karanganyar bertambah luas wilayahnya menjadi 82317,43 hektar.

“Untuk Karanganyar kita masih punya lahan saving 6000 hektar, ketahanan pangan kita juara, maka untuk penataan ruang berani kita lakukan,”katanya.

Ditambahkan Samsi bahwa tahun kemarin Karanganyar surplus beras 139925 ton sehingga aman untuk pangan. Tata ruang untuk lahan kering menuju ke industri mendapat respon positif dari masyarakat dan tahun ini pembangunan jambanisasi di Karanganyar selesai. Demikian Diskominfo (ft/ind)

Kominfo

Kegiatan ditutup dengan tukar menukar cinderamata dari masing-masing Kabupaten, Selasa (7/3)

 

 

 

Read More
aku

Karanganyar Miliki Kampung Jajar Legowo

Bupati Karanganyar Juliyatmono memanen padi dengan alat pertanian Combine Harvester, Rabu (09/11) di area persawahan Desa Jati, Kecamatan Jaten.

Bupati Karanganyar Juliyatmono memanen padi dengan alat pertanian Combine Harvester, Rabu (09/11) di area persawahan Desa Jati, Kecamatan Jaten.

Karanganyar, Rabu (09/11/2016)

Kabupaten Karanganyar yang terkenal dengan pertanian dan hasil pertanian yang cukup banyak, pada akhir tahun 2016 ini memiliki Kampung Jajar Legowo (Jarwo) Super, yang berada di area persawahan Desa Jati, Kecamatan Jaten.

Menandai Kampung Jarwo Super itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi WIdodo, dan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Tengah, Suryo Bandindro memanen padi dengan alat pertanian Combine Harvester, Rabu (09/11).

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah mengatakan, pada prinsipnya, sistem tanam padi jajar legowo yang merupakan cara bertanam padi dengan jarak 2:1, atau 4:1, memanipulasi curahan sinar matahari agar terserap maksimal ke tanaman padi di lahan terbatas dengan mengatur jarak barisan.

 “Petani yang menerapkan sistem Jarwo, lebih mudah merawat tanaman baik dalam pemupukan maupun penyemprotan pestisida. Bahkan dengan sistem ini, produksi gabah bisa meningkat 1 ton per hektar dari hasil secara konvensional,” katanya.

Dia juga menjelaskan, sebanyak  27 ton beras dari petani Jawa Tengah dikirim ke Provinsi lain, seperti di Kalimantan, Aceh, Riau dan Sumatera Barat, dan jarwo ini perlu dikembangkan karena alih fungsi lahan, sehingga perlu insentifikasi diantaranya Jajar Legowo.

Sementara itu, ditempat yang sama Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan sebaiknya, hasil panen padi Jajar Legowo ini ada sebagian disimpan dirumah, jangan sampai di jual semuanya.

“Mari kita bersedekah agar padi tetap subur, jaga terus wilayah pertanian di Kabupaten Karanganyar karena termasuk penyangga ketahanan pangan,” kata Bupati.

Hasil dari jajar legowo, kata Ketua Kelompok Tani Rukun Makaryo, Hari Susanto mengatakan penerapan teknologi ini yang menggunakan sistem terbaru, dengan mekanisasi pertanian, tanam dan panen dengan mesin pertanian untuk menghemat biaya tenaga kerja.

“Teknologi ini juga banyak keunggulan dari sisi peningkatan hasil. Hasil ubinan jarwo super rata-rata hasil 9,6 ton/hektar, dengan tanpa jarwo super rata-rata 7,4 ton/hektar,” katanya.

Dia mengklaim bahwa teknolgi ini lebih unggul sehingga dapat meningkatan hasil pertanian di Kabupaten Karanganyar.pd

Read More
aku-2

Aksi Peringatan Hari Tani Tahun 2016

Pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

Pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

Karanganyar, Minggu (25/09/2016)

Hari Tani Tahun 2016 di Kabupaten Karanganyar diperingati dengan cukup meriah, bahkan berlangsung selama empat hari berturut-turut, dengan mempertontonkan berbagai seni budaya lokal.

Ketua Panitia Hari Tani Desa Pendem Tahun 2016, Ponco Yulianto mengatakan, peringatan ini berlangsung selama empat hari berturut-turut, dimulai dari 22-25 September 2016, di Dusun Mranggen, Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang.

“Ada Festival Budaya Lokal Desa Pendem, Festival Dolanan Anak, pentas Ketoprak, teater, geguritan, sarasehan monolog, dan pagelaran reog ponorogo,” kata Ponco Yulianto, Jumat (23/09) malam saat di jumpai di lokasi acara.

Tahun ini, lanjut Ketua Panitia, peringatan itu mengambil tema “Jagad Tala”, atau Rumah Lebah,  karena banyak filosofi lebah yang diambil manfaatnya.

“Kami mengambil tema ini agar masyarakat mempunyai semangat kebersamaan, saling bekerjasama, dan lebah juga menghasilkan madu yang banyak diambil manfaatnya,” katanya.

Selain itu, pada pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

“Pentas itu sebagai hiburan tontonan dan menjadi tuntutan masyarakat setempat, dalam hal keunggulan pertanian organik,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyampaikan harapan sektor pertanian di Kabupaten Karanganyar semakin maju.

“Di Kabupaten Karanganyar ada empat Kecamatan yang sebagian tanah pertanian memakai sistem organik, yakni Mojogedang, Matesih, Karangpandan, dan Jenawi. Hasilnya lebih bagus dan mahal,” katanya.pd  

Read More