DSC_0179

Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1436H Kab. Karanganyar

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Menjadi Imam Sholat Idul Adha 1436H di Lapangan Selokaton

????????????????????????????????????

Suasana Sholat Idul Adha 1436H di Lapangan Selokaton Gondangrejo Yang Diimami Oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Saat Menyampaikan Khotbah Seusai Sholat Idul Adha 1436H Di Lapangan Selokaton Gondangrejo

kominfo

Penyerahan Hewan Kurban Oleh Bupati Karanganyar didampingi Wakil Bupati Karanganyar Kepada Panitia Kurban Desa Selokaton Gondangrejo

Gema takbir terdengar begitu meriah disuarakan oleh sekitar 2000an orang yang memadati Lapangan Selokaton Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar sebelum Sholat Idul Adha 1436 H dilaksanakan Kamis Pagi (24/09). Ada yang beda dalam pelaksanaan sholat kali ini, yaitu dengan hadirnya Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar beserta pimpinan SKPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Bertindak sebagai Imam Sholat yaitu Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Khotib Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.

Dalam khotbahnya seusai sholat, Rohadi Widodo menyampaikan tiga hal yaitu manusia selaku umat Allah untuk senantiasa berdoa, berusaha dan berkorban untuk sesama sesuai perintah Allah.

“banyak pembelajaran yang dapat kita peroleh dari Nabi Ibrahim”, tambah Rohadi

Dalam rangka menyambut Idul Adha 1436 H / 2015 M di Kabupaten Karanganyar telah dilaksanakan beberapa kegiatan seperti kemarin rabu malam (23/09) telah dilaksanakan Rampak Beduk dan Gema Takbir di halaman Masjid Agung Karanganyar. Sedangkan total hewan korban sendiri berjumlah 4.213 sapi dan 10.068 kambing yang tersebar di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. ad

Read More
DSC_0079_2

Rangkaian Kegiatan Menyambut Idul Adha 1436 H / 2015 M Kabupaten Karanganyar

DSC_0079_2

Pelaksanaan Idul Adha 1435 H / 2014 M (dok. dishubkominfo)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul adha 1436 H/2015 M akan melaksanakan beberapa kegiatan sebagai berikut:

  1. Pada malam hari raya Idul Adha di Masjid Agung Karanganyar akan diselenggarakan Takbir bersama dengan rampak bedug yang diikuti Forkompinda/Kepala Badan/Dinas/Instansi/Bagian Umat Islam dilingkungan Kota Kecamatan Karanganyar dan kelompok pengajian/TPQ.
  2. Pelaksanaan Sholat Idul Adha Tahun 1436 H/2015 M Tingkat Kabupaten Karanganyar akan dilaksanakan besok pada Hari Kamis  Tanggal 24 September 2015, pukul 06.00 Wib yang bertempat di Alun alun Karanganyar.
  3. Setelah selesai pelaksanaan sholat Idul Adha akan dilanjutkan penyembelihan hewan qurban di halaman Masjid Agung Karanganyar.
  4. Bagi Badan/Dinas/Kantor/Instansi/Bagian/Direktur/Pimpinan BUMN, BUMD Kabupaten Karanganyar yang akan berqurban dapat menyerahkan hewan qurbannya kepada Panitia Hari Besar Islam Kabupaten Karanganyar pada Tanggal 23 september 2015 di Masjid Agung Karanganyar.
  5. Kepada semua Camat agar memonitor pelaksanaan sholat Idul Adha serta penyembelihan hewan qurban di wilayahnya dan melaporkan pelaksanaannya kepada Bupati Karanganyar.

Read More
DSC_0041 copy

DISNAKKAN Temukan Kambing Kurban Belum Layak Jual

Karanganyar, Kamis (02/10/2014)

Petugas dari Dinas Peternakan dan perikanan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar saat memeriksa kelayakan kambing kurban, disepanjang jalan Papahan, Rabu (01/10) pagi.

Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar saat memeriksa kelayakan kambing kurban, di sepanjang jalan Papahan, Rabu (01/10) pagi.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar menemukan hewan kurban jenis kambing yang belum layak dari sisi umur dijual oleh warga. Hal ini diketahui saat tim pengawas lapangan Disnakan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (01/10).

Selain itu, petugas juga mendapati hewan kurban sakit. Kondisi hewan kurban itu diperkirakan lantaran lokasi di mana kambing itu dijajakan kurang layak. Harusnya, hewan ditempatkan di kandang atau lokasi teduh. Namun, saat ini hewan hanya ditempatkan di tepi jalan yang panas.

“Dari dua lokasi yang dipantau, sudah ada 13 ekor kambing belum layak dijual untuk kurban. Meski tidak layak, namun ternyata hewan tersebut sudah banyak yang laku,” katanya Staf Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakkan Karanganyar, Faturrahman.

Dilanjutkannya, lokasi yang dijadikan tempat sidak tidak berada di pasar melainkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Lawu di wilayah Jaten, Karanganyar Kota, Tasikmadu, Jalan Adi Sucipto, dan Adi Soemarmo Colomadu.

Hewan yang layak menurut Faturrahman minimal berusia dua tahun dan terlihat giginya. Bagi kambing yang belum memenuhi syarat tersebut, Disnakkan meminta para pedagang tidak menjualnya. “Kambing harus berusia minimal dua tahun dan terlihat giginya,” lanjut dia. Faturrahman menambahkan petugas juga menemukan kambing berpenyakit mata yang langsung ditangani di lokasi dengan mengoleskan salep dan cairan obat mata.

Salah seorang PKL yang menawarkan kambing di Jalan Lawu Papahan, Mario, menuturkan penjualan jelang Idul Adha cukup bagus. Sekitar tiga sampai empat ekor kambing asal peternakan Wuryantoro, Wonogiri ini laku terjual tiap hari.

“Paling mahal mencapai Rp 3,1 juta per ekor. Tentu saja yang bagus dan beratnya sampai setengah kuintal. Kalau ukuran biasa, paling murah Rp 1,8 juta per ekor,” kata dia.

Ditanya mengenai lokasi penjualan, dia menyatakan tepi jalan lebih cocok lantaran banyak orang yang melintas dan dimungkinkan bisa terjual lebih banyak dibandingkan menjual di kampung. “Sebagian pembeli menitipkan dulu kambingnya i sini sampai menjelang Idul Adha. Setelah itu, hewan-hewan itu baru diambil,” katanya. pd

Read More

Harga Sapi Melambung

Kendati Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban masih sekitar 25 hari lagi, harga  sapi telah melambung tinggi. Bahkan kenaikan harga tahun ini dinilai jauh lebih tinggi daripada tahun 2012.

“Kalau dibanding tahun lalu kenaikan harga sapi tahun ini mencapai 30 persen atau sekitar Rp3 juta per ekor. Karena itu tidak heran kalau tahun ini hingga H-26 Idul Adha, pembeli sapi masih sepi,” ujar salah seorang pedagang sapi di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Yanto, 36, ketika ditemui  di kediamannya, Rabu (18/9/213).

Menurut dia saat ini dia memiliki 15 ekor sapi jenis jawa dan metal. Dari jumlah itu lima di antaraya sudah laku dipesan konsumen. Harga sapi miliknya berkisar antara Rp13 juta sampai Rp17 juta per ekor. Dia menjelaskan tahun lalu dia berhasil menjual 25 ekor sapi. Namun pada Idul Adha tahun ini dia untuk semetara baru menyetok 15 ekor sapi.

“Pada Idul Adha sekarang ini konsumen rata-rata mencari sapi yang berharga Rp12 jutaan. Karena dana yang mereka miliki dari hasil urunan beberapa orang rata-rata sekian itu. Dulu harga sapi yang sekarang dijual Rp12 juta itu bisa dibeli kira-kira Rp9 juta per ekor.”

Dia menuturkan sapi dagangannya dibeli dari pasar hewan di kawasan Sumberlawang, Sragen. Selain harga relatif murah, karena belum banyak jatuh ke tangan bakul, sapi dari Sumberlawang banyak berasal dari desa yang masih sehat.

Sepinya pembeli juga dirasakan salah seorang pedagang sapi lainnya di Gawanan, Suparno, 65, yang ditemui secara terpisah. Kendati demikian dia optimistis 10 hari menjelang Idul Adha sapi dagangannya bakal banyak diserbu pembeli. “Sekarang ini sapi saya ada 25 ekor, dari jumlah itu sembilan di antaranya sudah laku. Namun pemilik sapi itu belum mengambil, karena sengaja dititipkan di tempat saya. Nanti sapi ini baru akan diambil pada Idul Adha,” papar dia.

Dia menilai sepinya pembeli menjelang Idul Adha akibat banyaknya penjual sapi secara musiman di berbagai tempat. Karena itu dia juga mengaku tak berani banyak menyetok sapi sebagai dagangan. Karena itu dia berharap semakin dekat dengan pelaksanaan Idul Adha akan banyak masyarakat yang membeli sapi untuk kurban.

Dia menjelaskan harga sapi miliknya berkisar Rp12 juta sampai Rp15 juta per ekor. Suparno menjamin sapi dagangannya yang dikulak dari pasar hewan di Kalioso sehat.

Read More

Disnakan Perketat Pengawasan Sirkulasi Kambing dan Sapi

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar bersiap memperketat pengawasan sirkulasi hewan ternak, khususnya kambing dan sapi, menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pasalnya, tingginya angka sirkulasi sapi dan kambing dari berbagai daerah menjelang masa kurban membuat hewan ternak rawan tertular penyakit.

Kepala Disnakan Karanganyar, Sumiarto, menjelaskan terdapat lebih kurang 80.000 ekor sapi serta ratusan ribu kambing dan domba yang dihasilkan peternak di Bumi Intan Pari. Menurutnya, jumlah tersebut dapat mencukupi seluruh kebutuhan hewan kurban dalam lebaran haji mendatang. Namun, pihaknya tidak dapat mencegah mekanisme pasar yang mengakibatkan adanya pertukaran hewan ternak dari Karanganyar ke daerah lain, maupun sebaliknya.

“Biasanya, menjelang Idul Adha banyak pedagang yang membeli ternak dari Karanganyar untuk dijual ke daerah lain. Sebaliknya, pedagang di Karanganyar justru membeli ternak dari daerah lain. Mekanisme seperti itulah yang tidak bisa kami kendalikan, karena itu termasuk permainan pasar, ” terang dia saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (12/9/2013).

Antraks

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Disnakan Karanganyar, Sri Ambarwati, menegaskan perdagangan ternak antar daerah rawan memicu terjadinya penularan penyakit hewan. Salah satu penyakit yang dikhawatirkan timbul akibat tingginya sirkulasi ternak yakni antraks.Virus itu pernah menyerang puluhan sapi di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, dua tahun silam.

Guna mencegah penyebaran virus antraks, Disnakan  rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak, khususnya sapi, di wilayah Gondangrejo setiap tahunnya.“Terakhir, kami melakukan vaksinasi pada April lalu. Kami hanya memberikan vaksin kepada ternak di daerah endemik, supaya virus tidak menyebar di daerah lain yang aman. ”

Selain antraks, Disnakan juga mewaspadai keberadaan cacing hati dalam tubuh sapi ataupun kambing dari berbagai daerah yang masuk ke Kabupaten Karanganyar.

Lebih lanjut, Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Karanganyar, Sutardi, menyatakan seluruh hewan ternak yang masuk ke Karanganyar wajib disertai dengan surat pengantar dari daerah pemasok. “Kami akan mengecek setiap kali ada hewan ternak yang masuk untuk memastikan apakah hewan-hewan itu sehat atau tidak,” kata dia.

Selain itu, Disnakan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat penampungan maupun lapak pedagang di biasa tersebar di pinggir-pinggir jalan pada H-7 Idul Adha. Empat orang dokter hewan serta belasan mantrai hewan juga diterjunkan di 17 kecamatan untuk memantau kesehatan hewan kurban hingga masa penyembelihan berlangsung.

Read More

Kambing Muda Serbu Karanganyar

Sepekan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1432 H, Petugas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menemukan sejumlah hewan ternak kambing yang masih belum memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai hewan kurban alias poel saat menggelar pemeriksaan di tempat penjualan hewan kurban, Senin (31/10).
Seksi Kesehatan Hewan, Disnakkan Karanganyar Fathur Rahman menjelaskan setidaknya ada 10 ekor kambing yang masih belum cukup umur (belum poel) ditemukan pada dua titik penjual kambing di ruas Jalan Raya Jaten. “Pertumbuhan usia kambing untuk menjadi poel memang bisa terjadi dalam beberapa hari, namun jika belum poel berarti tidak bisa disembelih saat kurban mendatang,” jelas dia di sela-sela pemeriksaan.
Fathur menambahkan cara termudah untuk melihat kambing sudah berumur poel atau belum yakni dengan tanggalnya gigi depan. Atau juga melihat dari umurnya, untuk kambing poel biasanya berumur lebih dari satu setengah tahun. “Kita berharap para pembeli lebih jeli untuk memilih hewan kurban, dan jangan terpaku kepada harga hewan ternak yang murah. Dicek dahulu poel atau belum. Jika tidak malahan nantinya tidak bisa digunakan untuk kurban karena menyalahi aturan agama,” seloroh dia.

Read More