DSC_3070

Kunjungi Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Untuk Menanam Pohon Dan Resmikan Museum Atsiri

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rober Cristanto dan Camat Tawangmangu Rusdianto saat akan melaksanakan penanaman pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu Karanganyar

Karanganyar – 12 Februari 2020

Pernyataan itu disampaikan oleh Ganjar saat mengikuti aksi penanaman bersama ratusan relawan di Bukit Mongkrang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/2/2020).

“Kemarin saya agak kaget ketika diomongkan, Pak Ganjar ngelawak, hutannya sudah rusak baru mau ditanaman. Lah wong sudah rusak, nggak mau ditanam, lha anda maunya apa? Karena itu sudah rusak maka ayo ditanam,” katanya disela aksi penanaman pohon.

Kepada pihak Perhutani, Ganjar meminta supaya mengajak partisipasi masyarakat seperti LMDH atau kelompok peduli lainnya ketika ada pemnfaatan lahan. Sehingga ketika ada pemanfaatan lahan hutan yang sifatnya membuka ruang semisal untuk pariwisata atau sebagainya, partisipan-partisipan tersebut bisa diajak.

“Kurangi sesedikit mungkin nebang, syukur nol. Sehingga kalau kita mau buat ruang-ruang katakan untuk pariwisata, dan pemanfaatan sebagainya.

Tolong meliuk saja, mengikuti kontur. Tidak perlu merubah. Nah ini yang kita harapkan bisa berjalan. partisipan-partisipan itu bisa diajak, masyarkakat bisa diajak sehingga tidak sinis yang muncul,” terangnya.

Sambungnya, sampai Maret ini digalakkan menanam pohon, Menurutnya. upaya penghijauan dari pemerintah terhitung masih kecil. Ia berharap menanam pohon bisa menjadi tradisi.

“Kita tradisikan, kalau bisa ada anak lahir, meminta surat keterangan, suruh tanam. Ada yang menikah, suruh tanam, ada yang lulus sekolah, naik pangkat, suruh tanam. Lha yang mau kawin lagi, suruh tanam 2 hektare,” ungkapnya.

Dalam aksi penanaman pohon tersebut, disiapkan sebanyak 3.000 bibit pohon berbagai jenis seperti ringin, aren, beringin dan gayam. Selain diikuti berbagai komunitas dan para relawan. Wakil Bupati, Rober Christanto, Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi dan Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Andi Amin Latama turut hadir meramaikan aksi penanaman pohon.

Wabup Karanganyar, Rober Christanto mengungkapkan, penanaman pohon ini bentuk kepedulian terhadap alam. Pihaknya juga turut mensosialisasikan gerakan menanam pohon tidak hanya di sekitar lereng Gunung Lawu saja tapi di seluruh wilayah Karanganyar.

“Kita sosialisasikan kepada masyarakat, tidak hanya di sini tapi di seluruh Karanganyar. Wilayah lereng Gunung Lawu ini harus tetap kita jaga,” pungkasnya.

Masih dalam kunjungannya di Kabupaten Karanganyar, Gubernur Ganjar juga meresmikan Museum Atsiri yang baru saja selesai tahap pembangunannya dan sudah bisa dikunjungi wisatawan.

Museum atsiri menjadi jadi salah satu wahana dalam Edukreasi Rumah Atsiri di Kecamatan Tawangmangu Karanganyar ini menyajikan sejarah mulai dari berdirinya Rumah Atsiri hingga proses pembuatannya.

Ganjar berharap masyarakat mau untuk berkunjung ke Edukreasi Rumah Atsiri ini, karena selain bisa membuat rileks dengan suasana yang syahdu, masyarakat juga pastinya akan mendapat ilmu pengetahuan tentang minyak atsiri. (Ard/Tgr)

Read More
_DSC2270

Ganjar Pranowo, Target Keuangan PT BKK Jateng Kembali Normal Dalam 2 Tahun

 

 

Karanganyar – 12 Agustus 2019

Kasus PD BKK Pringsurat Temanggung membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan perombakan besar-besaran. Melalui tangan dinginnya, Ganjar menggabungkan seluruh PD BKK se Jateng menjadi entitas perbankan baru bernama PT BKK Jateng Perseroda.

Sebanyak 27 BKK se Jateng tergabung dalam entitas tersebut. Namun, saat ini kondisi keuangan PT BKK Jateng masih belum stabil, karena dalam kondisi merugi. “Istilahnya ini nglungsugi, jadi lahir kembali. Tentu ini memiliki harapan besar untuk semakin baik, meskipun saat terbentuk masih merugi sekitar Rp170 miliar,” ungkap Ganjar kepada RRI usai saat memberikan pembinaan pengurus PT BKK Jateng di Dewangsa Lor Inn Colomadu, Senin (12/08/2019).

Ganjar menargetkan, selama dua tahun keuangan di PT BKK Jateng akan normal atau mencapai Break Even Point (BEP). Ia yakin kepengurusan baru dapat mewujudkan target itu. “Apalagi aset PT BKK Jateng ini sangat besar, mencapai Rp 2,1 triliun. Dengan aset sebesar itu, ritme kerja, tujuan dan paradigma yang sama, maka saya yakin target itu tercapai dan PT BKK Jateng akan menjadi bank yang lebih besar,” tegasnya.

Banyak hal lanjut Ganjar yang dapat dilakukan oleh PT BKK Jateng menjadi bank yang sehat dan besar. Meski begitu, ia meminta agar kehadiran PT BKK bisa ikut menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat bawah.

“Saya minta persoalan di level bawah dibereskan dengan inovasi dan produk-produk PT BKK Jateng. Persoalan di desa-desa, UKM, pedagang kaki lima, pedagang pasar, petani, nelayan dan sebagainya. Persoalan perumahan dan seni budaya juga harus mendapat perhatian,” pungkasnya.

Direktur Utama PT BKK Jateng, Kusnanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan inventarisir baik aset, sumber daya manusia dan bisnis di perusahaan tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk menciptakan sejumlah produk baru yang memang dibutuhkan masyarakat.

“Kami akan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Waktu dua tahun yang diberikan pak Gubernur sebagai pemegang saham untuk BEp memang tidak lama, namun kami optimis bisa mewujudkannya,” kata dia.

Upaya untuk mengejar ketertinggalan tersebut lanjut dia juga terus dilakukan. Dalam waktu sebulan setelah lahir, yakni tepatnya 2 Juli 2019, pihaknya berhasil melakukan efisiensi hingga Rp 7 miliar.

“Akan terus kami kejar ketertinggalan ini. Kami optimis bisa menjadi bank yang besar dan masuk lima besar nasional,” tukasnya.

Sambutan dan pengarahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Pada awal sambutan Gubernur Jateng, menayangkan sebuah cuplikan video saat Gubernur Jateng kunjungan Indonesia. Festival di negara Rusia yang memperlihatkan suatu karya produk dalam negeri berupa karung goni yang dibuat oleh Roro Kenes. Produk ciptaan dalam negeri tersebut dinilai oleh orang asing sebagai barang high branded yang dihargai senilai 8 Dollar.

Dalam sambutannya, “BKK memiliki kompetitor yaitu rentenir yang punya kecepatan untuk menarik nasabah” ujar Gubernur Jateng. Hal itu menjadi kelemahan BKK yang tidak bisa cepat dalam menarik nasabah, namun BKK memiliki kelebihan sebagai Bank milik Pemda yang memiliki data pasar bidang sector informal yang mampu dijadikan nasabah seperti pedagang kaki lima, pedagang pasar dan tukang parkir. Sehingga gubernur jawa tengah berharap BKK mampu menggunakan metode tersebut untuk menarik nasabah dengan cepat.

Pembukaan pembinaan pegawai BKK jateng juga diisi dengan sesi tanya jawab dari pegawai BKK yang langsung dijawab oleh gubernur jawa tengah yang berkaitan dengan peningkatan BKK.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga berharap agar pegawai BKK siap dalam menghadapi segala tantangan. “BKK harus mampu memanfaatkan peluang untuk mempromosikan program BKK di kelompok yang memiliki potensi tapi ada masalah dan memberikan solusi dari masalah itu” imbuhnya.

Demikian DISKOMINFO (Tgr/Ard/Sgt)

Read More
WhatsApp Image 2019-06-07 at 1.08.25 PM

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo Gelar Open House Idul Fitri 1440 H di Tawangmangu

Read More
DSC_6115

Ganjar Pranowo : Inginkan Segalanya Mudah dan Murah Bagi Masyarakat

Diskominfo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog bersama pedagang pasar Matesih dalam rangakaian kunjungannya di Kabupaten Karanganyar didampingi Sekda Karanganyar dan Kepal;a Disperindagkop, rabu(01/08)

Karanganyar, 01 Agustus 2018

Dalam rangakaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Karanganyar, Pasar Matesih menjadi salah satu tempat yang di kunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada, Rabu (01/08).

Sehubungan dengan bantuan keuangan Tahun anggaran 2016 sebesar 10 Milyar, Gubenur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo meninjau pasar Matesih yang telah usai melakukan revitalisasi dan rehab bangunan pasar.

Didampingi Sekda Karanganyar dan Kepla Disperindagkop juga perwakilan dari Bank Jateng, Gubernur Jawa Tengah langsung berdialog bersama para pedagang pasar Matesih yang sudah lama antusias menanti kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam dialognya kepada para pedagang pasar Matesih, Ganjar menjelaskan bahwa dia sudah memerintahkan kepada Pemerintah di bawahnya untuk terus memantau harga komoditas agar tidak terjadi lonjakan yang sangat signifikan dan memberatkan para pedagang karena dampak terburuknya adalah konsumen (masyarakat).

Salah satu pedagang sembako bernama Larsih, mengutarakan harga kebutuhan masyarakat yang saat ini melonjak drastis harganya adalah tepung terigu. Harga yang biasannya normal setiap satu saknya sekitar 180ribu, kini melonjak mencapai 280ribu dan paling turun hanya sekitar 255ribu.

Susahnya mendapatkan rabuk juga menjadi persoalan yang di tanyakan para pedagang kepada Gubernur Ganjar. Dan beliau pun geram karena sudah mengultimatum para pengusaha rabuk dan pemerintah di daerah untuk terus memantau tentang susahnya masyarakat mendapatkan rabuk. Bahkan sampai beliau menanyakan kapan bu Larsih ini mau beli rabuk, Pak Ganjar akan ikut secara diam-diam untuk mengetahui dimana dan siapa yang masih menyusahkan masyarakat untuk mendapatkan rabuk.

Di tengah kunjungannya di pasar Matesih ini pula, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga melaunching program baru dari kerjasama pemerintah Provinsi dan Bank Jateng, yaitu meberikan pinjaman modal tanpa jaminan untuk para pedagang dengan angsuran bunga sangat rendah. Ganjar juga mengharapkan dengan adanya program ini para pedagang tidak mencari pinjaman modal usaha kepada Bank Plecit lagi.

Demikian Diskominfo (Ard/Adt/Adi)

Read More
web

SLB Anugerah Butuh Fasilitas dan Tempat Layak

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat berkunjung di SLB Anugerah,Tohudan, Colomadu.

Karanganyar, Sabtu (10/06/2017)

Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah, yang terletak di Dusun Kepoh, Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, membutuhkan fasilitas, tempat yang layak, agar guru dan Anak kebutuhan Khusus (ABK) di sekolah tersebut dapat belajar dengan tenang.

Perintis SLB Anugerah, Eko Setiyoasih, pada saat kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (09/06) siang, menuturkan pihaknya meminta kepada pemerintah agar diberi kemudahan dalam perizinan, karena sudah 8 tahun berdiri.

“Untuk operasional sehari-hari, ada saja yang memberikan sembako. Namun gaji guru tidak tentu. Jika ada yang memberi dari donatur yang dibagi,” kata Eko Setiyoasih.

Eko juga membutuhkan ahli terapi dan banyak guru, namun dia tidak bisa memberi gaji setiap hari. Hanya mengandalkan relawan-relawan untuk mendidik ABK di sekolah itu. Saat ini terdapat 13 orang guru yang mengajar.

“Disini kami punya 86 ABK dari semua jenis keistimewaan, berasal dari luar Karanganyar, ada juga dari luar jawa. 37 yang ikut asrama, yang dapat perhatian dari orang tua baru 10,” katanya.

Karena banyak ABK disitu, dan luas sekolah tidak begitu luas, pihaknya berencana untuk memperluas gedung. Namun terkendala izin pendirian yag belum ada dan dana.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat dilokasi menjelaskan ada permintaan dari pengurus agar sekolah bisa berdiri dengan izin sekolah, namun terkendala ada syarat minimum luasan dan sebagainya, itu tidak punya.

“Ada alternatif didepan sekolah ada tanah kas desa. Apakah boleh dihibahkan atau pinjam pakai. Jika bisa, nanti kami akan membangun gedung ini. Yang penting tidak berhenti, yang ada dipakai dulu,” katanya.

Ganjar juga berharap, opsi yang paling bagus adalah hibah.  Jika tidak bisa, ya pinjam pakai. Yang penting operasional tetap berjalan.

Pada kunjungan itu, tampak hadir Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Karanganyar.(pd)

Read More
dsc_1397

Karanganyar Tuan Rumah Peringatan Hari Pramuka ke-55

Bupati Karanganyar  mendapatkan penghargaan Lencana Karya Bhakti, sebagai Ketua Mabicab Karanganyar pada Peringatan Hari Pramuka ke-55.

Bupati Karanganyar mendapatkan penghargaan Lencana Karya Bhakti, sebagai Ketua Mabicab Karanganyar pada Peringatan Hari Pramuka ke-55, yang disematkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Karanganyar, Kamis (08/09/2016)

Kabupaten Karanganyar menjadi tuan rumah pada peringatan Hari Pramuka ke-55 Tingkat Jawa Tengah, yang dipusatkan di lapangan Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kamis (08/09) pagi.

Tampak hadir pada peringatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, Budi Prayitno, Mabicab dan Ketua Kwarcab Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan tamu undangan lainnya.

Bupati Karanganyar juga mendapatkan penghargaan Lencana Karya Bhakti, sebagai Ketua Mabicab Karanganyar. Sedangakan, Wakil Bupati Karanganyar, mendapatkan Lencana Melati, sebagai Ketua Harian Mabicab Karanganyar dari Kwarda Jawa Tengah.

Pada saat memberikan sambutan, Gubernur Jawa Tengah mengatakan, diakui bahwa pramuka sebagai organisasi yang tetap konsen dalam pendidikan karakter, dengan berbagai cara, metode, sistem yang diberlakukan dan bertumpu pada kode kehormatan melalui satya dan dharma pramuka, karakter anak-anak bisa terbentuk.

“Contohya pada Estafet Tunas Kelapa (ETK)  dalam prakteknya anak-anak peserta didik berbaris sekitar lima Kilometer, sebagian membawa bendera merah putih dan tunas kelapa. Pada ETK kali ini teks pesan saya selaku Kamabida, bendera morse dan lainnya, semua diarak dengan baik,” kata Ganjar Pranowo.

Disiplin menjadi roh peserta didik pramuka di Jawa tengah. Gubernur meminta tolong, agar ditingkatkan dan digelorakan, tidak hanya anggota pramuka namun juga masyarakat Jawa Tengah untuk di tulari hal yang baik dan kebaikan.

“Gerakan pramuka menjadi magnit yang luar biasa dan tingkatkan, maksimalkan, maka akan memberdayakan masyarakat yang kreatif,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Karanganyar menjadi tuan rumah peringatan Hari Pramuka pada tahun ini.

“Saya laporkan juga kepada Gubernur, pada peringatan ini ditanam sebanyak 9.999 tunas kelapa, untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 99, dan pada tahun 2017 akan diakan Kemah Bhakti  selama 360 hari,” katanya.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah juga memberikan bantuan bedah rumah sebanyak 50 rumah, dan dari Baznas Karanganyar sebanyak 10 rumah dengan masing-masing bantuan Rp. 10 juta, keseluruhan tersebar di Kabupaten Karanganyar.pd

Read More
gue

H-10 Lebaran, Pengerjaan Jalan Dihentikan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat peresmian Masjid Nur Rahman, Dusun Kedungringin, Desa Waru, Kecamatan Kebak kramat, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/06) sore.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat peresmian Masjid Nur Rahman, Dusun Kedungringin, Desa Waru, Kecamatan Kebak kramat, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/06) sore.

Karanganyar, Minggu (19/06/2016)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak akan meneruskan pengerjaan jalan pada H-10 mendekati lebaran tahun 2016 ini, jika beresiko terhadap keamanan pengguna jalan saat perjalanan mudik maupun arus balik nanti.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebelum peresmian Masjid Nur Rahman, Dusun Kedungringin, Desa Waru, Kecamatan Kebak kramat, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/06) sore.

“Perbaikan maupun pembangunan ruas jalan di Jawa Tengah akan dihentikan pada H-10 menjelang Lebaran, meskipun pekerjaan belum selesai seratus persen. Daripada berisiko terhadap keamanan, kondisi jalan, dan sebagainya,” kata Ganjar Pranowo.

Ganjar menambahkan, untuk mengejar tenggat waktu hingga H-10, kontraktor pelaksana proyek sudah diminta untuk menambah shift pekerjaan, sehingga penyelesaian pekerjaan bisa lebih optimal.

“Sebelum ke Karanganyar, saya lewat dari Jepara, lewat jalur Purwodadi, pekerjaan terus dikebut. Pengecoran jalan sudah separo. Makanya saya minta kontraktor untuk mempercepat pekerjaan, tapi tetap pakai hitungan. Saatnya nanti berhenti pada H-10, sampai titik mana, ya sudah berhenti dulu,” jelasnya.

Ganjar juga menuturkan, ruas-ruas jalan di Jateng secara umum sudah dipersiapkan untuk arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Termasuk Jalan tol Pejagan-Pemalang yang diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu, akan difungsikan,” katanya.

Dikatakan lebih lanjut, jalan-jalan tembus, jalan alternatif, difungsikan semua. Termasuk jalan baru yang belum lengkap sarana prasarana pendukungnya, seperti marka jalan belum lengkap, penerangan jalan dan rambu-rambu masih kurang, tetap difungsikan sebelum dan sesudah Lebaran.

“Yang belum lengkap sarana prasarananya, nanti dibantu petugas untuk pengaturan. Rambu-rambu sementara juga ada. Insya Allah, pekan depan jalan-jalan alternatif sudah siap,” ujarnya. pd

Read More
DSC_1625

Ganjar Larang Fly Over Palur Dicorat-coret

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai syukuran pemanfaatan fly over palur, yang di hadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranow, Jumat (22/04) di bawah Fly Over Palur

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai syukuran pemanfaatan fly over palur, yang di hadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (22/04) di  Fly Over Palur

Karanganyar, Sabtu (23/04/2015)

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melarang jembatan layang Palur dicorat-coret sehingga terlihat kotor dan tidak enak dipandang mata. Beberapa waktu lalu, saat kunjungan ke Tawangmangu, dia mengaku saat melewati dan melihat sendiri berbagai macam vandalisme di dinding dua sisi sebelah utara dan selatan.

Hal tersebut diungkapkan saat Gubernur Ganjar Pranowo, saat menghadiri tasyakuran pemanfaatan Fly Over Palur, Jumat (22/04) malam, dengan mementaskan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, di  Fly Over Palur.

“Saya minta kepada masyarakat untuk menjaga, merawat, kebersihan dan keindahan. Jangan ada corat-coret sehingga terkesan tidak bersih,” katanya.

Ganjar juga menjelaskan kepada ribuan masyarakat yang ikut menonton pagelaran wayang kulit itu, setelah dibuat dan selesai jembatan layang yang melintasi rel kereta api di Palur itu lalu-lintas menjadi lancar, dan mengurangi kemacetan.

“Tempat ini merupakan wajah dua Kabupaten, yakni Karanganyar dan Sukoharjo. Disini pula bisa dijadikan tempat wisata yang baik, indah dan menarik, seperti untuk foto-fotoan,” katanya.

Hal senanda juga dikatan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta kepada warga untuk menjaga kebersihan dan melarang adanya tulisan dan gambar yang tidak baik.

“Sudah kami bersihan corat-coret dan telah dicat. Jembatan layang ini adalah kebanggaan dan impian kita semua, dibuat dengan anggaran besar. Mari kita sama-sama menjaganya,” katanya.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon, Pendowo Kumpul, itu dihadiri juga Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, dan puluhan  tamu undangan. pd

Read More
IMG-20160224-WA0029

Gubernur Membuka Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi bidang Kehumasan (BAKO HUMAS Provinsi jawa Tengah)

IMG-20160224-WA0028

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuka rapat Sinkronisasi dan Koordinasi bidang Kehumasan, Rabu (24/2)

Karanganyar, 24 Februari 2016

Gubernur Jawa Tengan Ganjar Pranowo membuka rapat sinkronisasi dan koordinasi bidang kehumasan di Hotel Syariah, Surakarta. Acar tersebut di hadiri 35 perwakilan dari Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, hadir pula Wakil Wali Kota Surakarta.

Dalam sambutannya Gubernur Ganjar Pranowo, komunikasi itu penting untuk membangun informasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat .

Pola komunikasi kehumasan dimana Humas sebagai penyampai informasi harus senantiasa mengikuti perkembangan situasi yang sedang terjadi di masyarakat luas dan senantiasa untuk terus menginformasikan kegiatan Pemerintah dengan menggunakan media yang ada seperti sosial media, TIK dan Gettering. Selain itu humas harus bisa melayani masyarakat secara langsung dengan baik dan dapat bekerja secara profesional, sehingga informasi dapat di sampaikan kepada masyarakat luas.

Dishubkominfo Karanganyar (umi)

Read More