DSC_0256

Iwan Fals Ajak Menanam Pohon

Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon.

Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon.

Karanganyar, Sabtu (28/11/2015)
Musisi kawakan Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon, untuk melestarikan hutan.

“Kita semua tidak bisa hidup tanpa alam. Karena itu pula, saya sampaikan ke manajemen, setiap konser harus ada kegiatan penanaman pohon. Sekarang, banyak anak muda yang sadar untuk menjaga lingkungan. Mereka banyak yang terlibat dalam kegiatan penanaman,” kata Bang Iwan.

Ajakan tersebut disampaikan setelah musisi itu menanam pohon liwung di Taman Endemis Wukir Mahendra Gunung Lawu, di kawasan Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (27/11) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Karanganyar Juliyatmono.

“Dalam keadaan apapun, jangan mengganggu pohon. Saya sebagai muslim diajarkan, bahwa setiap daun itu berdzikir dan bertasbih.” pesannya.

Gubernur Ganjar Pranowo, yang hadir di acara penanaman itu juga berpesan, agar pohon yang sudah ditanam dirawat dan dijaga, untuk kelestarian alam.

“Saya titip pesen, iki diopeni. Jangan ditanam, terus ditinggal. Jangan dibiarkan hidup sendiri. Tapi dirawat dengan baik. Dan kita semua berharap, agar ke depan tidak terjadi kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu lagi. Salam rimba lestari,” tandasnya.

Sedangkan Bupati Juliyatmono mengatakan, penanaman itu merupakan kampanye untuk menggelorakan semangat menjaga lingkungan.

“Iwan Fals diajak ke sini, karena dia musisi yang juga concern dengan persoalan lingkungan. Ini kampanye, agar semua masyarakat menanam pohon untuk generasi ke depan,” katanya.

Kedatangan Iwan Fals di Karanganyar itu untuk menggelar konser musik di Alun-Alun Karanganyar, Sabtu (28/11) malam ini, dalam puncak peringatan HUT Karanganyar ke-98. Penanaman pohon itu merupakan rangkaian dari kegiatan konsernya di Bumi Intanpari.

Pada acara itu, juga ditanam ribuan bibit pohon dari 17 jenis seperti damar, eukaliptus, kayu putih, beringin, liwung, dan tontrok.pd

Read More
DSC_0158

Ribuan Penyuluh Hutan Datangi Jambore

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan salah satu peserta jambore penyuluh

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan salah satu peserta jambore penyuluh

Karanganyar, Kamis (12/11/2015)
Jambore Penyuluh Kehutanan diadakan di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar di ikuti sekitar 1000 an penyuluh kehutanan dari 20 provinsi di Indonesia, berlangsung dari Selasa-Rabu (10-11/11) kemarin.

“Jambore ini dengan mengadakan temu karya untuk mengangas kelembagaan penyuluh kehutanan kedepan dan membina kemitraan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM),” ujar Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto, Rabu (11/11) di lapangan Bener, Tawangmangu.

Bahkan, lanjut Sugeng Riyanto, terdapat 600 orang penyuluh dari luar jawa mendatangi jambore tersebut.

“Kegiatan ini juga diiisi dengan pentas wayang kulit semalam suntuk, Selasa (10/11) malam, dan ini nanti juga ada penanaman pohon di turus jalan dari Tawangmangu sampai Cemoro Kandang sepanjang lima kilometer,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengucapkan terima kasih dengan adanya jambore tersebut karena dapat memberikan semangat inspirasi bagi kita semua.

“Pada kesempatan ini saya juga mengajak agar keanekaragaman hayati perlu dijaga kelestarian bersama,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir mengajak untuk mengembalikan hutan yang rusak dan terbakar di Indonesia.

“Sistem hendaknya diperbaiki agar kebakaran hutan tidak terjadi lagi. Sumber daya manusia mampu melakuan itu yakni penyuluh kehutanan,” katanya. pd

Read More
DSC_0051

Mbah Wiji Senang Dapat Bantuan RTLH

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan mbah Wiji (paling kiri) di rumahnya, RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan mbah Wiji (paling kiri) di rumahnya, RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (12/11/2015)
Raut muka bahagia terpancar dari seorang wanita tua di sebuah rumah yang sederhana bercat kuning. Dialah Wiji, umur 80 tahun, bertempat tinggal di RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Rumah yang ditinggali sendirian oleh Mbah Wiji karena suami dan keduan anaknya telah meninggal dunia, mendapat bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinisi Jawa Tengah sebesar Rp. 7 juta, yang dicairkan pada bulan Sepetember 2015.

“Dana sebesar itu diperuntukkan merehab atap, lantai dan dinding dengan pengelolaan kelompok masyarakat,” kata Kepala Desa Ngadiluwih, Supriyanto Widodo.

Setelah rehab selesai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengunjungi rumah berukuran 4×6 meter, Rabu (11/11) di lokasi.

Setelah selesai berbincang denga mbah wiji, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan di Jawa Tengah masih ada sekitar 2 juta RTLH

“Ada skenario untuk mempercepat pembangunan yakni dengan anggaran provinsi dan pusat jika berbagi bisa mempercepat, dan dengan bantuan CSR,” katanya.

Ganjar juga menuturkan saat ini lagi dibuat Perda CSR untuk mempercepat pembangunan tanpa bergantung pada anggaran Negara. pd

Read More
DSC_0146

Ganjar Pulang Kampung, Resik-resik Tawangmangu

Melihat sampah di sekitar selokan

Melihat sampah di sekitar selokan

Karanganyar, Minggu (01/11/2015)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pulang kampung di tanah kelahiran di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar sejak Jumat (30/10) malam hingga Sabtu (31/10).

Ganjar yang datang setelah datang malam hari dari perjalanan dari Kabupaten Purworejo menyempatkan diri untuk melihat pentas wayang kulit semalam suntuk, dengan dalang Ki Manteb Sudharsono, dan mengambil lakon Kresno Gugah, di terminal Tawangmangu.

“Kulo niku lahir ceprot woten mriki, ari-ari kulo teseh teng mriki,” katanya saat menceritakan kepada penonton.

Lantas, keesokan pagi, pria kelahiran Karanganyar, 28 oktober 1968 ini bersama ratusan warga di lereng Gunung Lawu itu kerja bakti bersih-bersih lingkungan, Sabtu (31/10)

“Ini masih ada sampah, mari-mari dibersihan, tapi jangan dibakar ya,” katanya.

Dia juga menanam bibit pohon Sapu Tangan di sebelah barat Polsek Tawangmangu. Setelah dari situ, dilanjutkan keliling dengan dibonceng sepeda motor melihat resik-resik itu hingga Cemoro Kandang.

Setelah beberapa saat, rombongan dengan puluhan sepeda motor itu kembali turun untuk melihat simulasi kebakaran di lapangan Bener. Disitu ribuan warga sudah menanti kehadiran Ganjar Pranowo.

Ganjar juga berkesempatan mencoba alat pemadam api “Fire Block” dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.

Alat tersebut cukup ampuh untuk memadamkan bara api sedang, cukup melemparkan alat berbentuk bulat berisi cairan kimia itu ke api, kemudian beberapa saat ada ledakan kecil untuk memadamkannya, seketika api pun padam. pd

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan warga Tawangmangu

Saat berdialog dengan warga Tawangmangu.

Ganjar melempar Fire Block untuk memadamkan api

Ganjar melempar Fire Block untuk memadamkan api

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat melihat produk UMKM bersama Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo di lapangan Bener, Tawangmangu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat melihat produk UMKM bersama Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo di lapangan Bener, Tawangmangu

Read More
aku

Ganjar Mengajar Tentang Bencana Alam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar tentang bencana alam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar tentang bencana alam

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kabupaten Karanganyar setelah peresmian Hunian Tetap (Huntap) di Kecamatan Jenawi, dilanjutkan Ganjar Mengajar yang diikuti sekitar 300 pelajar dari SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar.

Di depan para pelajar, Ganjar mengatakan Jawa Tengah banyak terjadi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan.

“Tidak sadar, perilaku kita mendorong terjadi bencana, seperti menebang pohon semaunya sendiri, membiarkan sampah mengunung, aliran sungai tersumbat, dan banyak penyakit,” katanya, Senin (11/10) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia juga mencontohkan beban sungai sangat banyak, air baku tidak bisa digunakan, saat hujan banjir, maupun saat kemarau kekeringan.

“Sebenarnya masalah yang di sungai itu bisa karena pendangkalan. Tanah berasal gunung yang dibawa air, karena erosi tidak ada akar pohon yang menahan,” ujarnya.

Dalam konteks bencana bisa dicegah dari awal, seperti bersih-bersih sungai, menanam pohon, pohon dirawat dan jangan menebang pohon, dan ikuti tata ruang.

“Kita berupaya untuk mengurangi bencana, misal ada tanggul rusak maka segera diperbaiki,” ujarnya.

Tanda-tanda jika akan terjadi bencana, lanjutnya bisa diketahui dengan ilmu titen dan teknologi, misalnya gunung berapi akan meletus, bisa dengan tanda-tanda alam.

“Hewan-hewan di gunung turun, suhu air di sungai di gunung bisa naik,” katanya.

Pada kesempatan itu, para pelajar juga dikenalkan alat-alat penanggulangan bencana, seperti alat penjernih air, cara mendirikan tenda, dan cara menolong korban bencana. pd

Read More
au

Resmikan Huntap, Gubernur Ganjar Merasa Kagum

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa kagum begitu turun dari mobil melihat keberhasilan pembangunan rumah program relokasi tanah longsor, di Kecamatan Jenawi.

“Wah ini bangunan tertata rapi, bagus-bagus,” kata Gubernur Ganjar Pranowo, setelah peresmian di Hunian Tetap (Huntap) korban tanah longsor, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Minggu (11/10) siang.

Lantas, Ganjar bersama Deputi 1 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bernadus Wisnu Wijaya, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melihat dari dekat sekitar 30 rumah warga itu yang berdiri di atas tanah seluas 12.900 meter persegi.

“Ini hebat, bisa menjadi contoh daerah lain. Mau pindah saja sudah dua jempol, karena ada orang yang terkena bencana pindah saja tidak mau,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi kepedulian Pemkab Karanganyar dalam menanggulangi bencana, dengan cara masyarakat diberi edukasi pengurangan risiko bencana bahwa tempatnya mempunyai potensi bencana sangat tinggi.

“Akan saya kampanyekan keberhasilan di Karanganyar ini. Mudah-mudahan menjadi contoh pengurangan risiko, karena Jawa Tengah ini supermarketnya bencana,” katanya.

Untuk diketahui biaya pembangunan setiap rumah mendapatkan bantuan dana Rp 20 juta dari APBN ditambah Rp 15 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Rp 10 juta dari APBD Kabupaten Karanganyar.

Program relokasi korban bencana alam di Kabupaten Karanganyar terealisasi dua tahapan. Tahap pertama, pembangunan 96 unit yang berada di Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Tawangmangu dengan total biaya Rp. 1,92 miliar.

“Tahap dua mendanai pembangunan 65 unit rumah sebesar Rp. 1,3 miliar di Jenawi, Kerjo dan Colomadu,” katanya.

Bupati Juliyatmono menjelaskan pula pada kesempatan itu untuk salah satu wujud lain mengurangi risiko bencana, Pemkab Karanganyar akan mengiatkan kegiatan menanam pohon.

“Bulan November nanti akan ada aksi menanam pohon di lereng Gunung Lawu,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa lokasi huntap ini aman dan baik, jadi tidak perlu ada kekhawatiran.

Ditambahkan oleh Bernardus Wisnu Wijaya, pembangunan hunian relokasi tersebut menjadi contoh sinergitas masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana.

“Ini contoh masyarakat dan pemerintah yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya. pd

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi

Read More
DSC_0119

Ganjar Ajak Untuk Jateng Responsif, Kompetitif dan Inovatif

Upacara Hari Jadi ke 65 Provinsi Jawa Tengah di selenggarakan di Kabupaten Karanganyar berjalan khidmat

Upacara Hari Jadi ke 65 Provinsi Jawa Tengah di selenggarakan di Kabupaten Karanganyar berjalan khidmat

Karanganyar, Minggu (16/08/2015)
Peringatan Hari Jadi ke 65 Provinsi Jawa Tengah yang setiap tahun diperingati 15 Agustus, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk Responsif, Kompetitif dan Inovatif.

Hal itu merupakan menjadi tema peringatan hari jadi Provinsi yang terbentuk pasca kemerdekaan yakni pada 15 Agustus 1950.

“Sebagai warga Jawa Tengah yang senantiasa cinta, bangga dan ingin terus berkontribusi pada pembangunan di Jawa Tengah, marilah peringatan ini kita jadikan momentum penting mengenang masa lalu dan melakukan instropeksi untuk peningkatan intervensi pembangunan demi kemajuan di masa depan,” ajak Ganjar Pranowo, saat sambutan Upacara Peringatan Hari Jadi ke 65 yang dibacakan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sabtu (15/08) di halaman Setda Kabupaten Karanganyar.

Gubernur Jawa Tengah juga menjelaskan berkat kegotong royongan, kebersamaan dan kesengkuyungan yang semakin mantap dari waktu ke waktu, setapak demi setapak, telah berhasil melangkah ke depan menuju harapan yang dicita-citakan, Berdaulat di Bidang Politik, Berdikari di bidang Ekonomi dan berkepribadian di Bidang Kebudayaan.

“Berbagai infrastruktur di Jawa Tengah kondisinya sermakin baik dan memadai. Namun memang belum semuanya. Ke depan, terus kita perkuat sinergi membangun infrastruktur Jawa Tengah hingga menjadi baik,” kata Rohadi Widodo saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah.

Di Kabupaten Karanganyar upacara peringatan itu diikuti Forkopimda, dan PNS dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Karanganyar dan berjalan dengan khidmat. pd

Read More
DSC_0081

Ganjar Pranowo Open House di Tempat Kelahiran

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri, Siti Atikoh Supriyanti dan keluarga saat menyalami tamu di acara halal bihalal warga Tawangmangu, Senin (20/07) pagi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri, Siti Atikoh Supriyanti dan keluarga saat menyalami tamu di acara halal bihalal warga Tawangmangu, Senin (20/07) pagi.

Karanganyar, Senin (20/07/2015)
Berbeda dengan tahun-tahun lalu, pada kesempatan Lebaran Tahun 2015 ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan untuk mengadakan open house di tempat kelahiran, yakni RT 03/RW 02, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Acara halal bihalal itu dikemas dengan sederhana. Makanan dan minuman yang disuguhkan untuk para tamu juga terlihat biasa saja.

Sebelum acara dimulai, terlihat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menyambut kedatangan Bupati Karanganyar Juliyatmono berserta istri, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo beserta istri, Forkopinda Kabupaten Karanganyar, Sekda Karanganyar Samsi beserta istri, dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karanganyar.

Sesaat kemudian terlihat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri menyambut tamu dari Pemkab Karanganyar itu. Turut diundang ratusan tetangga tempat kelahirannya.

Acara halal bihalal di rumah itu dimulai pukul 09.30. Diawali dengan ucapan selamat datang dari keluarga. Kemudian dilanjutkan sambutan Bupati Juliyatmono.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah, hadir di tempat kelahiran. Juga mewakili masyarakat Kabupaten Karanganyar mengucapkan terima kasih, karena sudah banyak bantuan untuk pembangunan yang diberikan untuk Kabupaten Karanganyar. Ada banyak salah, kami mohon maaf lahir batin,” kata Juliyatmono.

Kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo dengan menceritakan tentang masa kecil di tempat tersebut. Dia juga mengenalkan satu persatu keluarga besar yang juga hadir.
“Ada keinginan greng batin, tidak bisa meninggalkan tempat masa kecil,” kata Ganjar Pranowo.

Ganjar juga mengucapkan minta maaf, lahir dan batin. Dua tahun ini memimpin Jawa Tengah ada banyak salah dan kekurangan.

“Ini menyejukkan hati, setelah kira-kira 46 tahun buat saya pribadi lahir disini dan ada berdiri disini,” katanya. pd

Read More
gue (2) copy

Menteri Koordinator PMK Luncurkan 5 Saintifik Jamu

Menteri Koordinator PMK Puan Maharani didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Kepala Balitbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama, saat peluncuran lima saintifik jamu, Selasa (31/03) di Aula B2P2TOOT Tawangmangu, Karanganyar.

Menteri Koordinator PMK Puan Maharani didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Kepala Balitbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama, saat peluncuran lima saintifik jamu, Selasa (31/03) di Aula B2P2TOOT Tawangmangu, Karanganyar.

Karanganyar, Rabu (01/04/2015)
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meluncurkan lima jamu saintifik jamu, yang dihasilkan dari berbagai tanaman obat.
Produk saintifik jamu tersebut yaitu hiperurisemi untuk asam urat, hipertensi ringan, dispepsia untuk nyeri lambung, hemoroid untuk wasir dan osteoartritis untuk nyeri sendi.
Didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, Menko PMK Puan Maharani secara resmi meluncurkan ke lima produk jamu itu, Selasa (31/03) di Aula Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
“Kami meminta segera di patenkan produk jamu ini, dengan berkoordinasi Kemenkumham untuk melakukan hak paten tanpa proses yang panjang,” kata Puan.
Dia juga segera berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM agar produk jamu yang dinikmati masyarakat, untuk segera mematenkannya agar tidak diklaim oleh negara lain.
Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah yang mempunyai banyak tanaman mulai dari bunga, tanaman obat dan pertanian. Puan Maharani berharap untuk bisa dikembangkan balai jamu di banyak tempat di Indonesia.
“Di B2P2TOOT bisa melakukan satu produk yang nantinya bermanfaat bagi Indonesia bukan hanya di derah saja. Kementerian juga telah menerapkan minum jamu bersama dan di pertemuan-pertemuan tertentu,” katanya.
Lebih lanjut, dia menuturkan untuk membangkitkan lagi keinginan seluruh masyarakat minum jamu bersama tidak dengan dipaksa satu atau dua bulan saja tetapi terus menerus. Kedepannya disetiap airport, pelabuhan dan gerbang-gerbang masuk Indonesia akan ada konter jamu untuk memperkenalkan.
Sementara itu, ditempat yang sama, Tjandra Yoga Aditama menjelaskan peluncuran lima saintifik jamu secara nasional itu masing masing terdiri dari beberapa campuran misalnya untuk hiperpircemi atau asam urat campuran dari daun kepel, daun sempuyung dan kayu secang karena tidak mungkin hanya terdiri dari satu tanaman obat saja.
“Di tahun depan kami akan mengembangkan lagi saintifik jamu untuk hepatoprotektor dan hiperkolestrol” menurut Tjandra.
Pengembangan riset tanaman obat dan jamu pada tahun 2012 mencapai 20 persen etnis. Sebanyak 209 dari 1.068 etnis di 26 provinsi luar Jawa Bali. “Terdapat 15.773 ramuan, 19.739 tanaman obat, 1.324 pengobat tradisional, 13.369 herbarium, analisis lanjut 20 species lanjut untuk DNA, 26 buku Ristoja Provinsi luar Jawa Bali, dan 1 buku Ristoja Nasional,” jelasnya.
Di tahun 2015 terdapat 110 etnis di 32 Provinsi dan tahun 2018 sekitar 250 etnis di 34 provinsi.pd

Read More
DSC_0381

Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah ke – 16 Jawa Tengah

DSC_0381

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Membuka Muswil Pemuda Muhammadiyah Ke-16 Jateng di Kab Karanganyar, Sabtu Pagi 07/02

DSC_0373

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Sambutan Selamat Datang Kepada Peserta Muswil Pemuda Muhammadiyah Ke-16 Jateng

DSC_0370

Deretan Tamu VIP Muswil Pemuda Muhammadiyah Ke-16 Jateng di Kab. Karanganyar

Upacara pembukaan Muswil pemuda Muhammadiyah ke 16 Jateng diadakan pada hari sabtu 7 Februari 2015 di Alun-alun Karanganyar. Acara ini dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain Gubernur Jateng, hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Pimwil Pemuda Muhammadiyah Jateng, Forkompinda Karanganyar dan tokoh-tokoh alumni pemuda Muhammadiyah seperti mantan Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Thohari.

Dalam sambutannya Gubernur Jateng Ganjar menyampaikan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus memberikan dorongan untuk berpartisipasi dan memberikan contoh yang baik dengan pemilihan pimpinan dengan cara musyawarah. Pembinaan dan regenerasi yang dimulai sejak dini menjadi pemuda dan pemudi bermoralitas diharapkan mampu membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan di masyarakat.

“Dengan nama musyawarah maka jangan ada voting. Musyarawah dan mufakat dengan memilih pimpinan terbaik. Jangan berebut”, pesan Ganjar

Menurut Pimwil Pemuda Muhammadiyah Jateng Rohmanto mengatakan Muswil tahun 2015 ini mempunyai agenda pokok yaitu memilih ketua dan wakil ketua masa periode 2015 – 2019. Adapun peserta Muswil Pemuda Muhammadiyah Ke-16 Jateng terdiri dari 35 kabupaten dan kota, 481 pimpinan cabang Jawa Tengah dengan total peserta 1800. Serangkaian acara telah dilalui mulai dari rapinwil, muswil dengan tiga agenda pokok evaluasi program kerja, penyusunan program kerja dan pemilihan ketua dan wakil ketua. ad

Read More