KOM_6780 37

Germas Kunci Sukses UHH Karanganyar Meningkat

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo mengikuti senam Gemu Fa Mi Re bersama peserta senam SSI di Alun-Alun Karanganyar, Sabtu Pagi (20/5)

Karanganyar, Sabtu 20/5/2017

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo beserta Sekda Karanganyar dan Kepala OPD hadiri peringatan Hari Lansia Ke-22 Tahun 2017 Kabupaten Karanganyar di Alun-Alun Karanganyar, Sabtu Pagi (20/5). Dalam acara tersebut sekaligus dicanangkan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat) dan Gebyar Prolanis.

Kurang lebih 1200 peserta lansia yang tergabung dalam SSI (Senam Sehat Indonesia) di masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar tampak antusias mengikuti apel sekaligus senam bersama Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengajak kepada lansia untuk senantiasa berkontribusi produktif, dimana usia sudah tidak menjadi kendala lagi. Ini dibuktikan dengan Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Karanganyar makin tahun meningkat mencapai rata-rata 72,9 tahun.

“Hidup sehat itu mudah yaitu dengan menggerakkan tubuh dan selalu senyum selain itu rajin mengkonsumsi sayuran”, kata Juliyatmono

Ditambahkan lebih lanjut Juliyatmono mengatakan Kabupaten Karanganyar sebagai Kabupaten Peduli Lansia telah berupaya maksimal dalam memberikan perhatian kepada Lansia. Program-program seperti posyandu lansia, senam lansia, pendampingan rohani dan pemberian jatah hidup adalah salah satu dari sekian program yang telah dijalankan. Atas perhatian yang luar biasa ini kepada lansia, Menteri Sosial RI memberikan penghargaan kepada Bupati Karanganyar sebagai Pejabat yang peduli terhadap lansia pada tahun 2016 lalu.

Sementara itu Iskandar Ketua Panitia peringatan  Hari Lansia Ke-22 melaporkan bahwa acara ini terselenggara atas kerjasama antara Pemkab Karanganyar dalam hal ini Dinas Sosial beserta BPJS Karanganyar, Barada SSI Karanganyar dan Formi Karanganyar. Selain apel dan senam bersama, pada hari ini juga diadakan acara gebyar Prolanis oleh BPJS Karanganyar yang bertujuan untuk mengajak warga Karanganyar berperilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin memeriksakan kesehatan secara periodik. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
DISKOMINFO 2017

TENAGA KONTRAK HARUS DISERTAKAN MENJADI ANGGOTA BPJS KETENAGAKERJAAN

Karanganyar, Kamis 23 Maret 2017

DISKOMINFO

Buapati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan dalam acara sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Pernyataan ini disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada acara sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan pada hari Rabu, 22 Maret 2017.

Bertempat di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Utama Surakarta mengadakan Sosialisasi tentang pelaksanaan program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi para Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Kontrak dengan Perjanjian Kerja (TKPK) yang bekerja di seluruh OPD di Pemkab Karanganyar. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari surat yanag telah dilayangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Utama Surakarta kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Sosialisasi yang dibuka oleh Suwilwan Rachmat yang menjabat Kepala Kantor Cabang Utama BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, menyampaikan baru sekitar 1.007 perusahaan dan 92.877 tenaga kerja di Kabupaten Karanganyar yang sudah dilindungi oleh program-program yang telah diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap dengan didaftarkannya para perkerja penyelenggara Negara khususnya Pemkab Karanganyar itu bisa menjadi contoh dan diikuti oleh para pemberi kerja selain penyelenggara Negara.

Bupati dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemkab Karanganyar, guna melindungi para pekerja khususnya para THL sehingga dalam bekerja dia akan lebih semangat dan all out. Banyak manfaat yang akan diperoleh para THL apabila sudah terdaftar sebagai anggota BPJS Jaminan Sosial, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kematian. Dalam kesempatan ini Juliyatmono, Bupati Karanganyar juga menginstruksikan kepada seluruh OPD yang ada di Pemkab Kabupaten Karanganyar untuk segera  mendata para pekerja THL nya agar program ini segera terealisasi.

“Bagi OPD yang mempunyai tenaga harian lepas atau non PNS harus menyertakan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Iurannya yang membayar APBD,” kata Juliyatmono.

Acara ini juga dihadiri seluruh OPD dan juga Camat yang ada di Pemkab Karanganyar serta berbagai tamu undangan. Demikian Diskominfo (kris/adit/rz)

Read More
KOM_6561

Rakor Percepatan Program JKN-KIS, Kabupaten Karanganyar Menuju UHC 2019

Kominfo

Sekretaris Daerah Kab. Karanganyar, Drs. Samsi, Msi Membuka Sosialisasi BPJS Kesehatan di Ruang Podang I Setda Karanganyar, Kamis (09/2)

Karanganyar, 09 Februari 2017

Sebanyak 482.957 penduduk Karanganyar belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS) berdasar Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari OPD terkait. Hal tersebut menjadi latar belakang perlunya rakor ini diselenggarakan sebagai upaya dalam rangka Kabupaten Karanganyar menuju Universal Health Coverage (UHC) yang ditargetkan rampung pada 1 Januari 2019. Hadir dalam rakor tersebut Sekda Karanganyar Samsi, Assisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Surakarta, OPD terkait dan 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya Samsi mengapresiasi terhadap kinerja BPJS Kesehatan terkait penerbitan kartu peserta layanan BPJS Kesehatan yang bisa satu hari jadi. Namun demikian diharapkan BPJS meningkatkan pelayanan terutama dalam sosialisasi ke masyarakat Karanganyar, hal ini didasari atas banyaknya informasi yang simpang siur dan kasus-kasus peserta BPJS dalam memperoleh hak-haknya selaku pemegang kartu BPJS. Pengawasan terhadap fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan baik tingkat pertama dan lanjutan meski intensif dilakukan supaya hak-hak peserta layanan kesehatan JKN-KIS terpenuhi dengan baik.

“Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta Wakil Bupati Rohadi Widodo sangat mendukung sekali terkait kesehatan masyarakat, dan sudah menjadi salah satu misi pembangunan Kabupaten Karanganyar 2013-2018 yaitu kesehatan gratis”, ujar Samsi

Untuk itu diharapkan kepada para Camat untuk memfasilitasi kegiatan BPJS Kesehatan dimana akan dilaksanakan BPJS Kesehatan Mobile yang akan langsung terjun ke 17 Kecamatan dimana 1 minggu sebanyak 2 kali akan dilaksanakan sosialisasi sekaligus jemput bola pendaftar yang menyasar kepada kelompok masyarakat yang belum terdaftar kedalam layanan KIS maupun KIS.

Sementara itu Agus Purwono Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Surakarta dalam paparannya menjelaskan BPJS Kesehatan selain gencar adakan sosialisasi juga akan menerapkan sistem dropbox dimasing-masing kantor kecamatan dan tempat layanan strategis untuk mensukseskan target 107 juta penduduk Indonesia mendapatkan layanan jaminan kesehatan  (demikian Diskominfo, ad)

Read More
kra (3)

27 Ribu Penduduk Belum Rekam KTP-EL

Penduduk yang belum melakukan perekaman KTP -El diwajibkan untuk segera perekaman hingga tanggal 30 September 2016

Penduduk yang belum melakukan perekaman KTP -El diwajibkan untuk segera perekaman hingga tanggal 30 September 2016

Karanganyar, Rabu (31/08/2016)

Sebanyak 27 ribu penduduk Kabupaten Karanganyar belum melakukan rekam Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Karanganyar, Suprapto, saat di temui di Kantornya, Selasa (30/08).

“Dari data Pusat ada 27 ribu yang belum rekam KTP El. Untuk itu, saat ini kami telah membuat surat undangan bagi yang belum, untuk rekam di Kecamatan masing-masing sesuai alamat,” kata Suprapto.

Khusus Kecamatan Jaten bisa dilayani di Kantor Kecamatan setempat dan Kantor Dispendukcapil Kabupaten Karanganyar. “Bagi warga di Kecamatan Karanganyar juga bisa ke kantor kami,” kata Suprapto.

Dia juga menjelaskan pelayanan masyarakat itu buka pada jam kerja dan hingga hari Sabtu. Jika memungkinkan ada tambahan jam kerja. Hal itu untuk menyelesaikan penduduk yang belum rekam.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mewajibkan yang belum rekam KTP El untuk segera melakukan perekaman hingga tanggal 30 September 2016 ini. Jika belum, maka akan dinonaktifkan data kependudukan. Sehingga tidak bisa di akses layanan publik Imigrasi, BPJS, Bank, SIM, dan Korlantas. Namun jika ingin diaktifkan, harus melakukan perekaman terlebih dahulu. pd

Read More

BPJS Harus Segera Disosialisasikan

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyambut gembira adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang rencananya bakal diterapkan pada tahun 2012. Rencananya pada tahap awal pemerintah akan mengalihkan program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang saat ini dijalankan Kementerian Kesehatan kepada BPJS.
“BPJS dengan Jamkesmas itu berbeda. Kalau Jamkesmas masih ada perbedaan sekali antara orang kaya dan miskin. Untuk BPJS semua sama. Pelayanan kesehatan antara orang kaya dan miskin sama. BPJS ini mengorangkan orang,” tutur Rina saat membuka acara diskusi panel yang diadakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Karanganyar, Selasa (15/5).
Rina berharap sebelum gedoknya BPJS ini, Undang-undang tentang BPJS dapat tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat. Ia berharap para Direktur Rumah Sakit dan juga Dinas Kesehatan mulai melakukan sosialisasi tentang keberadaan BPJS.
Jika sudah tersosialisasi dengan baik maka masyarakat nantinya tahu siapa saja yang akan mendapatkan jaminan kesehatan secara gratis. Rina menjelaskan bahwa jika memungkinkan, kabupaten Karanganyar bisa membentuk BPJS lebih cepat dari tahun yang telah ditentukan. “Kalau bisa kita bentuk saja BPJS di tahun 2013. Kalau bisa lebih cepat, kenapa kita harus menunggu tahun 2014,” jelas Rina.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, menyatakan bahwa ada tiga tahapan peralihan Jamkesmas menjadi BPJS. “Tahun 2012 akan dilakukan penugasan pengelolaan manajemen kepesertaan Jamkesmas kepada PT. Askes. Di 2013 ini akan ada transisi  pembentukan BPJS. Awal Januari 2014 akan ada pengalihan program Jamkesmas kepada BPJS Kesehatan,” jelas Cucuk, Selasa (15/5).

Read More