Category: Seni Budaya

kra

Fabriek Fikr 2 Manfaatkan Ruang Bekas PG Colomadu

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Minggu (20/11/2016)

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar, seperti di atas bekas mesin giling dan tempat yang dulu digunakan pabrik yang berdiri tahun 1861 itu.

Tahun ini, ada pertunjukan dance performance  tentang sekelompok anak muda Papua, selain latihan menari, mereka juga harus berlatih memasak untuk hidup hemat di Jakarta. Pada pertunjukan ini, di dalam ruang pabrik PG Colomadu, mereka menggelar cara-cara berlatih memasak, mulai dari cara tradisional, yang disebut Bakar Batu Papua, hingga ketrampilan memasak kuliner modern.

Ada pula pertunjukan Painting Performance, bila di Singapura berbentuk pertunjukan melukis tunggal, maka di Fabriek Fikr 2 ini, Sardono W Kusuma melibatkan empat hingga lima orang pelukis muda yang melukis interaktif dengan tiga penari yang ketika bergerak, rambut panjangnya akan berubah menjadi kuas yang mencambuk kanvas dan melelehkan warna-warna.

Selain itu ada Pantomime, di Fabriek Fikr tahun ini,sekelompok aktor pantomime merefleksikakan peristiwa yang disorot oleh Charlie Chaplin pada masa tersebut di atas mesin Pabrik Gula Colomadu.

Pertunjukan visual Video Mapping  dengan memanfaatkan tembok besar bangunan PG Colomadu yang mengangkat tema Pabrik dan Dimensi. Dibagian dalam pabrik, dinding disepanjang ruang Stasiun Masakan diisi dengan visual video mapping bertema Water and Particle . Sementara itu diruang listrik, bertema Cosmic and Electric           

Selanjutnya adapula Expanded Cinema, dengan mempertunjukan film-film karya Sardono W Kusuma, berbicara tentang dokumentasi kehidupan seni dan upacara adat di beberapa tempat yang dibuat tahun 1968 hingga 1973, seperti Nias, Batak, Jakarta, Bali, Keraton Surakarta, Candi Borobudur, Paris dan Osaka.

Kemudian Tony Broer, kali ini mendirikan tenda di dalam Pabrik. Dia ingin mengurung tubuhnya di dalam sebuah ruang, selama 10 hari, menikmati prosesnya hidup di ruang yang begitu kecil hingga pertunjukan tiba.

Sardono W Kusuma, saat dijumpai di lokasi, Sabtu (19/11) mengatakan tahun ini setelah Fabriek Fikr 1 Tahun 2015 mengadakan pertunjukan lagi. Berbeda dengan tahun lalu,  tahun ini ditampilkan proses bagaimana orang teater bekerja.

“Seperti prosesnya ditampilkan lukisan, bagaimana pelukis bekerja. Memberikan ruang anak-anak muda kreatif. Pertunjukan dibuka dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB,” katanya.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik, mengatakan di ranah global kreatifitas sudah menjadi sumber pendapatan baru buat berbagai bangsa untuk maju perekonomian. Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber kreatifitas yang beragam.

“Tugas besar kita adalah secara terencana bisa membentuk ekosistem hadirnya kegiatan-kegiatan yang bertaraf Internasional, itu sungguh menarik,” katanya.

Badan Ekonomi Kreatif ingin mendukung sesuatu yang sudah dirintis oleh pelaku setempat itu sendiri,supaya berkelanjutan. “Jangan menciptakan yang baru menyaingi apa yang sudah dirintis oleh pelaku itu sendiri, tapi kita mendukungnya,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan banyak pemikiran-pemikiran yang luar biasa.

“Masih ingat dalam benak saya, seperti yang pernah dikatakan Mas Don (Sardono W Kusuma), untuk membangun sebuah theater tidak perlu membangun gedung yang mewah dan megah, tapi justru seperti hal ini menjadi sebuah budaya dengan menampilkan seni dari berbagai daerah,” katanya.

Selain itu, dengan acara ini orang yang tidak paham seni secara bagus harapannya dengan adanya pertunjukan ini, bisa hadir dan menikmati karya seniman-seniman.pd

Read More
aku

999 Penari Akan Tampil di Upacara Hari Jadi Karanganyar

Saat latihan di gladi bersih upacara peringatan Hari Jaid Kabupaten Karanganyar ke 99, sebanyak 999 penari akan tampil di acara puncak, Jumat (18/11).

Saat latihan di gladi bersih upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 99, sebanyak 999 penari akan tampil di acara puncak, Jumat (18/11) pagi.

Karanganyar, Kamis (16/11/2016)

Tari kolosal yang mengisahkan Nyi Ageng Karang dan perjuangan Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) akan ditampilkan oleh 999 penari pelajar dari beberapa Sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Karanganyar.

Acara puncak memperingati Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 99 akan diselenggarakan di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Jumat (18/11) pagi. Dengan dihadiri Forkopimda, tamu undangan dan masyarakat.

Saat gladi bersih, Rabu (15/11), Penata Tari, Ari Kuntarto mengatakan, kelompok penari itu terbagi menjadi beberapa peran. Ada yang memerankan sebagai pasukan berkuda, rakyat, cundrik, gendewo, kelompok watang, pasukan belanda, dan pesilat. Terdapat pula peran Nyi Ageng Karang, dan Pangeran Sambernyawa.

“Tari kolosal ini mengisahkan perjuangan Raden Mas Said dibantu 40 punggawa baku melawan Belanda dengan taktik gerilya, dengan spirit perjuangan TIJI TIBEH (Mati Siji Mati Kabeh, Mukti Siji Mukti Kabeh),” katanya.

Juga ada pelepasan 99 burung derkuku, sebab Nyi Ageng Karang pernah berkata, “Barang siapa memakan burung derkuku ini, kelak menjadi pemimpin baru,” dan ternyata yang memakan burung itu adalah Pangeran Sambernyawa.

Diceritakan pula, RM Said melihat rakyat yang tertindas setelah itu mengembara dan bertemu Nyi Ageng Karang, lalu bercerita tentang semedinya yang ternyata berisi ilmu dan petuah nasehat tentang perjuangan.

Selain itu, pada acara puncak mendatang, tata cara upacara mengunakan bahasa jawa, gending, dan pakaian jawa yang dipakai peserta upacara. Tak hanya itu saja, juga ada atraksi aero modelling dari Lanud Adi Sumarmo, dan rekor untuk manusia kembar.pd

Read More
dsc_0004

Khitanan Massal dan Festival Rebana, Meriahkan Hari Jadi Karanganyar

Kominfo

Tim medis saat melakukan proses khitan massal, di Aula Masjid Agung Karanganyar, Selasa (15/11).

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99, Pemkab Karanganyar bekerjasama dengan bersama Baznas Karanganyar menggelar acara Khitanan massal dan Festival Rebana Modern, Selasa pagi (15/11), di kompleks Masjid Agung Karanganyar.

Hadir dalam acara tersebut  Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda, , Sekda Karanganyar serta jajaran SKPD Karanganyar.

Adapun tim medis tergabung dalam PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) yang meliputi perawat dari RSUD, PKU Muhammadiyah Karanganyar, Puskesmas kecamatan. Jumlah peserta ynag mengikuti Khitanan Massal ini mencapai 220 anak.

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Festival Rebana Modern / Qasidah.

Sementara itu, Bupati Karanganyar  Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan bahwa khitan ini dilakukan selain wajib hukumnya bagi laki-laki juga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

“Semoga dengan khitan ini membawa kebarokahan kepada kita semua, utamanya anak-anak kita yang memang sudah siap dikhitan. Tujuannya agar bersih dan sehat,” tutur Bupati dihadapan para peserta khitan yang rata-rata anak-anak kelas II dan III sekolah dasar  dari 17 Kecamatan se Karanganyar.

Kominfo

Unjuk kebolehan : Penampilan group Al Mukminat dari Kecamatan Jaten.

Ditempat yang sama usai kegiatan khitan massal, dilanjutkan Festival Rebana Modern yang diikuti 17 grup dari masing-masing kecamatan se Kabupaten Karanganyar. Tiap peserta diharuskan membawa dua lagu, yakni lagu wajib dan lagu bebas. Peserta diwajibkan membawakan lagu wajib yaitu lagu Yaa Robbi Barik dan lagu bebas pilihan peserta.

Demikian Dishubkominfo (ind/ft/ir)

Read More
dsc_0067

SMA Muhammdiyah 1 Karanganyar Deklarasikan Anti Narkoba

Kominfo

Deklarasikan bersama Anti Narkoba, P4GN Karanganyar berkerjasama dengan Jawa Pos Radar Solo dan SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar mengadakan latihan Jurnalistik di halaman SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar pada Senin pagi, (14/11).

dsc_0056

Dalam rangka memberantas narkoba dikalangan pelajar khususnya di Kabupaten Karanganyar, P4GN Karanganyar berkerjasama dengan Jawa Pos Radar Solo dan SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar mengadakan latihan Jurnalistik di halaman SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar pada Senin pagi, (14/11). Kegiatan ini akan berlangsung 14 November-30 Desember 2016 dengan tema “Kreatif tak perlu zat adiktif”.

Demikian Dishubkominfo.

Read More
dsc_0215

Tingkatkan Keamanan, Pemkab Gelar Lomba Siskamling Antar Kecamatan

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Siskamling (Sistem Keamanan Keliling), Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan lomba Siskamling antar kecamtan se Kabupaten Karanganyar, Sabtu malam (12/11), di Halaman Taman Pancasila Karanganyar. Kegiatan Lomba diadakan oleh Badan Kesbangpol Karanganyar bekerjasama dengan Polres  Karanganyar.

Lomba Siskamling ini masih dalam rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Forkompinda, jajaran SKPD, Tokoh Masyarakat Karanganyar, Para peserta lomba Siskaling dan warga Karanganyar.

Kategori penilaian  meliputi dari segi penampilan, vocal, interpretasi, dan  interaktif (Tanya jawab mengenai Siskamling). 17 kecamatan se Kab. Karanganyar ikuti lomba tersebut,  tiap kelompok berjumlah 25 anggota. Rute lomba, start halaman depan Polres Karanganyar menuju Halaman Taman Pancasila Karanganyar.

Kominfo

Bupati Karnganyar Juliyatmono dalam sambutannya di Lomba Siskamling antar kecamatan se Kabupaten Karanganyar, Sabtu malam (12/11), di Halaman Taman Pancasila Karanganyar.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan bahwa pengetahuan tentang Siskamling itu wajib diketahui oleh masyarakat, untuk menjaga keamanan sebuah desa.

“Yang penting bukan juaranya melainkan kekompakan dan spotrifitas tetap dijaga”, tegasnya.

Demikian Dishubkominfo (ft/ir)

Read More
dsc_0697

Berantas Pungli, Pemkab Karanganyar Bentuk Satgas Saber Pungli

Kominfo

Bupati Karanganyar bersama Wakil Bupati Karanganyar dan Forkopimda pada Pengukuhan Satgas Saber Pungli, Kamis (10/11/2016), di ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam upaya memberantas aksi pungli, Pemkab Karanganyar membentuk tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Tim yang dibentuk ini merupakan gabungan dari beberapa instansi seperti Pemkab, Kejaksaan, Pengadilan, Polres dan Kodim 0727 Karanganyar.

Pembentukan ini ditandai dengan pengukuhan tim Satgas Saber Pungli di ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (10/11/2016). Anggota tim yang terdiri dari gabungan instansi ini dikukuhkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam pengukuhan tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karanganyar.

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya di acara Pengukuhan Satgas Saber Pungli.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan pembentukan tim satgas saber pungli ini sebagai tindak lanjut dari instruksi presiden untuk memberantas aksi pungli disegala bidang terkhusus pada pelayanan publik.

Ia berharap tiap anggota Satgas dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik dalam membersihkan Karanganyar dari aksi pungli. Setiap anggota satgas diminta untuk melek teknologi karena sangat diperlukan dalam operasi pemberantasan pungli terutama terkait dengan data, dimana data harus benar-benar akurat.

“Anggota tim harus kompak dan melek teknologi dan juga tim harus mengedukasi masyarakat untuk preventif/tindakan pencegahan pungli. Jangan sampai terjadi tindakan tangkap tangan”, tandas Juliyatmono saat menyampaikan arahannya dihadapan tim satgas saber pungli.

Sebelum pengukuhan,  Pemkab dan Forkopimda Karanganyar menandatangani nota kesepakatan sebagai komitmen bersama memberantas pungutan liar.

Demikian Dishubkominfo (ind/ira/vi2)

Read More
dsc_0610

Meriahkan HUT Karanganyar, 500 Siswa Ikuti Lomba Olahraga Tradisional

Masih dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99, Federasi Olahraga rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Karanganyar menyelenggarakan lomba olahraga tradisional yang diikuti sekolah tingkat SMP/SMA/SMK di lingkungan Karanganyar.

Adapun olahraga tradisional yang dilombakan, diantaranya tarik trambang, balap karung, lomba bakiak dan igrang.

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono mencoba igrang, pada Lomba Tradisional.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono  dalam sambutannya berharap dengan diadakannya berbagai lomba olahraga tradisional memeriahkan HUT Karanganyar ke-99 ini, semoga dapat terlaksana dengan meriah, lancar dan tertib.

“Semoga ini dapat menjadi agenda rutin sebagai salah satu cara kita melestarikan olahraga tradisional. Kepada para Juri, saya pesan untuk tetap fair dalam menilai dan kepada peserta tetap jaga sportifitas. Meskipun lomba ini akan ada piala dan uang pembinaan, tetapi yang terpenting adalah rasa kebersamaan dan kekompakan kita,” terang Juliyatmono saat membuka Lomba Olahraga tradisional.

Ditambahkannya, agar generasi muda kita ditanamkan nilai-nilai Tri Dharma RM. Said yakni Rumangsa Handarbeni yang berarti memiliki tanggung jawab, Wajib Melu Hangrungkebi ikut menjaga wilayah serta Mulat Sarira Hangrasa Wani untuk selalu mawas diri.

“Tri Dharma akan membentuk generasi-generasi muda yang kuat, beretika, cinta tanah air, merasa memiliki dan bertanggung jawab sehingga menjadikan generasi yang berkarakter dan berkualitas,” tandas Bupati.

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliy6atmono saat membuka Lomba Balap Karung yang diikuti oleh siswi SMP, Selasa (8/11), di Alun-alun Karanganyar.

Kominfo

Lomba bakiak Latih Kekompakan

Sementara itu, Ketua FORMI Karangayar, Sumarno, dalam laporannya menyampaikan berbagai lomba olahraga tradisional diikuti kurang lebih 500 siswa siswi sekolah tingkat SMP/SMA/SMK yang berlangsung satu hari, Selasa (08/11/2016) di Alun alun Karanganyar sebagai lokasi lomba.

Di hari yang sama masih dalam rangkaian jelang HUT Karanganyar, usai membuka lomba Tradisional dilanjutkan dengan Seminar Membedah Potensi Ekowisata Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber, Bambang Jasnanto, warga Karanganyar sekaligus Dosen Sekolah Pariwisata di Bandung dan Aulia Emkatani sebagai Putri Daerah Karanganyar Lulusan Terbaik Pasca Sarjana Jurusan Manajemen Sumber Daya Pengairan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengatakan bahwa Karanganyar memang telah lama dikenal sebagai Bumi Intan Pari yang berarti tanah kaya akan industri, pertanian, perkebunan serta pariwisatanya.

“Sekarang ini kita tengah membangun terminal wisata di Karangpandan yang kita namakan Terminal Bangun Makuto Romo yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas baik dari segi armadanya, penginapan/hotel, pusat oleh-oleh, disediakan pula toilet yang berjumlah 60 buah dan fasilitas lainnya sebagai daya tarik wisatawan,”katanya.

Selanjutnya Sumarno, selaku Kepala Disdikpora Karanganyar menyampaikan tujuan dari kegiatan seminar ini adalah untuk mengetahui potensi dan daya tarik wisata di Kabupaten Karanganyar.

Demikian Dishubkominfo (Tim)

Read More
vi

Peringati Hari Jadinya ke-99, Pemkab Karanganyar Hadirkan Dua Dalang Kondang

vi

Dua dalang kondang tersebut yakni Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto yang mengambil lakon “Semar Mboyong Wisnu Manunggal,” Senin malam (7/11), di Plaza Alun-alun Karanganyar. Acara tersebut dihadiri oleh Forkompinda Kabupaten Karanganyar, Jajaran SKPD di lingkup Pemkab Karanganyar, Organisasi Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Karanganyar dan tamu undangan dari Kabupaten Kota Se Subosukawonosraten dalam hal ini Bupati Sragen hadir secara pribadi. Selain itu tampak hadir pula Ketua Ormas Islam, Guru Berprestasi, PNS purna tugas, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Anggota DPR RI, Ketua Partai Politik Kabupaten Karanganyar, para sesepuh dan pini sepuh dari Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan bahwa pagelaran Wayang kulit ini diadakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99 tahun, yang diperingati setiap 18 November, sekaligus peringatan Hari Wayang Dunia yang jatuh setiap tanggal 7 November. Wayang kulit sebagai warisan budaya luhur harus tetap dilestarikan dan sebagai generasi muda wajib untuk nguri-nguri budaya.

“Mudah-mudahan suasana yang membahagiakan dan menggembirakan ini, membawa semangat baru menuju karanganyar yang lebih baik di masa yang akan datang, karena nama Karanganyar itu di ilhami oleh Nyi Ageng Karang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi meyampaikan, kegiatan untuk peringati hari jadi Kabupaten Karanganyar yang ke-99 ini, tidak berhenti di kegiatan wayang kulit saja, juga akan ada kegiatan nikah massal dan khitanan massal, tetapi untuk kegiatan nikah massal sampai malam ini belum ada pendaftarnya, sedangkan untuk khitanan massal banyak yang sudah mendaftar.

 Terkait pentas wayang kuliat ini selain menghadirkan dua dalang kondang, dihadirkan pula bintang tamu yakni Gareng Semarang, Ciblek Banyumas beserta pesinden yang berjumlah 99, yang menyimbolkan Ulang Tahun Kabupaten Karanganyar yang ke-99.

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan), memberikan perangko kepada pemenang lelang bersama Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (tengah) dan Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi (kiri), Di Plaza Alun-alun Karanganyar, Selasa malam (8/11).

Dalam acara tersebut di launching prangko edisi Hari Jadi Kabupaten Karanganyar Ke-99 yang bergambarkan Bupati Karanganyar untuk kemudian di lelang dimana hasilnya akan disalurkan untuk jambanisasi bagi warga Karanganyar. dalam lelang tersebut berhasil dikumpulkan uang sejumlah 65,9 juta.

Demikian Dishubkominfo (pd/ad/ir/vvi/amal)

Read More
upload

Malam Ini Pentas Wayang Kulit, Dua Dalang dan 99 Sinden

upload

Karanganyar, Senin (07/11/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar malam ini akan mengadakan pentas wayang kulit semalam suntuk, Senin (07/11) di Plasa Alun-alun Karanganyar. Namun tak seperti biasanya, pada acara itu, yang akan memainkan wayang menghadirkan dua dalang kondang dan 99 sinden.

Panitia acara, Sarno, mengatakan dua dalang kondang itu yakni, Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto dengan mengambil lakon “Semar Mboyong Wisnu Manunggal”.

“Diceritakan Semar sebagai pamong, karena Negara Pancawati, Ngastino, Ngamarto ada huru-hara, untuk itu agar keadaan bisa tentram kalau bisa memboyong semar itu sebagai pamong,” kata Sarno, Senin (07/11) saat ditemui di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Dua dalang kondang itu akan memainkan wayang bergantian, di layar berukuran panjang 12 meter. Masyarakat diharapkan bisa menonton pagelaran budaya tersebut.

Wayang kulit semalam suntuk itu diadakan sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99 tahun, yang diperingati setiap 18 November, dan peringatan Hari Wayang Dunia, setiap tanggal 7 November.

Panitia sedang mempersiapkan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan dua dalang dan 99 sinden

Panitia sedang mempersiapkan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan dua dalang dan 99 sinden, Senin (7/11)

Sedangkan jumlah sinden itu disesuaikan dengan tahun peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Seperti pada tahun lalu, jumlah sinden yang ikut dalam pentas wayang kulit sebanyak 98 orang. Hari ini, selain sinden, juga ada bintang tamu Gareng dari Semarang dan pelawak Ciblek dari Banyumas.pd

Read More
dsc_0023

Wujudkan Aparatur yang Kompeten, Kemendagri Siapkan Diploma IV Fakultas Hukum dan Kependudukan

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat meyampaikan sambutan pada kegitan Kunker bersama Kemendagri dan Disdukcapil se Solo Raya, di Ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (3/11/2016).

Untuk mewujudkan aparatur yang kompeten khususnya di pendataan kependudukan, Kemendagri bersama Disdukcapil se Solo Raya akan membuka Diploma IV Fakultas Hukum dan  Kependudukan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Bina Aparatur Kemendagri, Joko Mursito pada kegiatan Kunjungan Kerja, di Ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (3/11/2016).

Pada Kunjungan kerja tersebut Pemkab Karanganyar dalam hal ini Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan dukungan penuh, karena data merupakan sesuatu yang amat sangat strategis karena harus valid dan akurat.

”Nantinya akan ada seleksi internal atau rekomendasi. Baik yang PNS maupun THL berkesempatan kuliah lagi. Diharapkan lulus dari D4 dapat menerapkan ilmunya sehingga benar-benar membentuk tenaga yang kompeten untuk data yang valid dan akurat”, ujar Juliyatmono dalam membuka acara Kunker bersama Kemendagri.

Sementara itu Direktur Bina Aparatur Kemendagri, Joko Mursito, dalam sambutannya menyatakan, maksud dan tujuan kunjungan ini yaitu bekerjasama dan mendukung penuh yang nantinya akan membuka Fakultas Hukum dan Kependudukan sebagai kampus pendukung yang menyiapkan aparatur yang siap bekerja di Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil).

“Nantinya juga akan ada recruitmen dan karena ini mencakup nasional, maka Pemerintah Kabupaten perlu mendukung kegiatan ini”, terangnya dihadapan peserta dari Disdukcapil se Solo Raya.

Demikian Dishubkominfo (ind/ir)

Read More