Category: Pertanian

aku-2

Aksi Peringatan Hari Tani Tahun 2016

Pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

Pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

Karanganyar, Minggu (25/09/2016)

Hari Tani Tahun 2016 di Kabupaten Karanganyar diperingati dengan cukup meriah, bahkan berlangsung selama empat hari berturut-turut, dengan mempertontonkan berbagai seni budaya lokal.

Ketua Panitia Hari Tani Desa Pendem Tahun 2016, Ponco Yulianto mengatakan, peringatan ini berlangsung selama empat hari berturut-turut, dimulai dari 22-25 September 2016, di Dusun Mranggen, Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang.

“Ada Festival Budaya Lokal Desa Pendem, Festival Dolanan Anak, pentas Ketoprak, teater, geguritan, sarasehan monolog, dan pagelaran reog ponorogo,” kata Ponco Yulianto, Jumat (23/09) malam saat di jumpai di lokasi acara.

Tahun ini, lanjut Ketua Panitia, peringatan itu mengambil tema “Jagad Tala”, atau Rumah Lebah,  karena banyak filosofi lebah yang diambil manfaatnya.

“Kami mengambil tema ini agar masyarakat mempunyai semangat kebersamaan, saling bekerjasama, dan lebah juga menghasilkan madu yang banyak diambil manfaatnya,” katanya.

Selain itu, pada pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

“Pentas itu sebagai hiburan tontonan dan menjadi tuntutan masyarakat setempat, dalam hal keunggulan pertanian organik,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyampaikan harapan sektor pertanian di Kabupaten Karanganyar semakin maju.

“Di Kabupaten Karanganyar ada empat Kecamatan yang sebagian tanah pertanian memakai sistem organik, yakni Mojogedang, Matesih, Karangpandan, dan Jenawi. Hasilnya lebih bagus dan mahal,” katanya.pd  

Read More
kom_8464

Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan, Pemerintah Galakkan Konsumsi Makanan Lokal

 

kominfo

Rakor Ketahanan Pangan, Kamis (15/9) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam rangka menjamin ketersediaan pangan di Indonesia umumnya dan Jawa tengah khususnya, Karanganyar sebagai salah satu Kabupaten surplus beras dan serap gabah petani, Kamis (15/9/2016) melalui Kantor Ketahanan Pangan Karanganyar bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Kodim 0727 Karanganyar dan Sub Divre Bulog Surakarta mengadakan rapat koordinasi Serap Gabah Petani (SERGAP) untuk Ketahanan Pangan.

Rakor yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar ini dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati, Rohadi Widodo didampingi Kepala Badan Penyuluh Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar, Bambang Harsono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghimbau perlunya pendataan akurat hasil panen gabah petani.

“ Jawa Tengah melampau target surplus beras, begitu juga Karanganyar sudah surplus beras dan serapan gabahnya, patut kita syukuri dan banggakan. Tetapi perlu saya ingatkan Kantor Ketahanan Pangan khususnya agar diadakan pendataan ulang yang lebih akurat hasil panen gabah petani dari segi penyalurannya, jumlah gabah yang dapat diserap bulog, minimal untuk rumah tangga petani terpenuhi,”pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati berharap harga dari petani juga ikut untuk ditingkatkan demi meningkatkan kesejahteraan petani.

“ Panen petani sudah baik hanya saja perlu pengawasan terhadap serapan panen, cadangan masyarakat supaya tidak kesulitan pangan. Selain itu, perlu  terus disosialisasikan penggalakkan kepada masyarakat agar juga mengoptimalkan makanan lokal selain beras untuk menjaga kestabilan ketahanan pangan,”pungkasnya.

Sementara itu, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Witono mengatakan Kebijakan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan nasional. Mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan merupakan hal mendasar yang sangat besar arti dan manfaatnya untuk mendukung pelaksanaan kebijakan terkait penyelenggaraan pangan di Indonesia.

 “Mandiri, diversifikasi pangan menjadi sangat penting untuk menghindari import pangan. Galakkan makanan lokal seperti ketela, umbi, jagung sebagai pengganti beras,”ujar Witono.

Ia juga mengatakan pentingnya pola makan yang sehat demi mewujudkan generasi cerdas. Di Indonesia sendiri 37 persen pertumbuhan badan anak-anak lebih pendek (cutting) karena pola makan kurang sehat

“Negara Jepang telah menerapkan pola makan bergizi pada warganya seperti nasi 50 gram, ikan 100 gram dan sayuran 250 gram dan itu terbukti penduduk yang cerdas. Indonesia terrmasuk 17 urutan dari bawah yang bergizi rendah,”terangnya.

Untuk itu perlu perhatian kita semua. Salah satunya dengan pencanangan gemar makan sayur sejak usia dini dengan cara mengenali sayuran dilingkungan keluarga dan sekolah mulai dari menanam sampai mengonsumsi.

Dalam rakor tersebut, dilaporkan bahwa serap gabah di Jawa Tengah sudah mencapai 93,8 persen. Hasilnya telah melampaui target, diharapkan September tahun ini target satu juta ton dapat tercapai. Jawa Tengah sendiri telah mengirimkan 3000 ton beras ke propinsi di luar Jawa. Untuk target tahun depan Pemprov. Jawa Tengah mencapai 50.000 sampai 100.000 ton beras.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
DSC_4303

Tingkatkan Swasembada Beras, Petani Diberi Alat Pertanian

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berjaket hitam) saat mengemudikan traktor 4 roda di areal persawahan Dusun Sanggrahan, Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berjaket hitam) saat mengemudikan traktor 4 roda di areal persawahan Dusun Sanggrahan, Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten.

Karanganyar, Selasa (09/08/2016)

Pemerintah Pusat memberikan bantuan kepada petani di Kabupaten Karanganyar berupa Alat Mesin Pertanian (Alsintan) guna meningkatkan swasembada beras di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Melalui APBN Tahun 2016 telah diberikankan bantuan hibah kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar berupa traktor roda empat sebanyak satu unit. Traktor roda dua sebanyak 66 unit.

“Ada juga pompa air sebanyak 70 unit, kendaraan roda 3 untuk peternakan sebanyak satu unit, dan handspayer sebanyak 235 unit,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan, Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo.

Dia juga menjelaskan, hasill pertanian di lahan seluas 23 ribu hektar di Kabupaten Karanganyar bisa diandalkan dengan menyumbang ketahanan pangan nasional. Tahun 2015, surplus 3 ribu ton dan tahun ini diperkirakan melebihi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan secara langsung dan simbolis kepada perwakilan penerima di area persawahan Dusun Sangrahan, Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten, Senin (09/08) pagi.

Bupati Juliyatmono menjelaskan dengan adanya mekanisasi pertanian terbukti efektif membantu petani bercocok tanam daripada secara tradisional. Petani juga diminta untuk bisa mengoperasikan alsintan sehingga tidak terlalu bergantung operator.

“Dengan adanya alsintan ini diharapkan, menyederhanakan proses bercocok tanam. Bantuan ini  jangan dijual, tapi dikelola dengan baik bantuan dari Pemerintah Pusat ini,” kata Bupati Karanganyar.pd

Read More
DSC_0073

Bupati : 45 Hari KKN, Mahasiswa Harus Berani Ingatkan Warga Jam Wajib Belajar

kominfo

Jam wajib belajar harus ditanamkan di rumah-rumah penduduk, Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya, Kamis (14/07/2016).

Sejumlah 251 Mahasiswa Sebelas Maret Surakarta akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kab. Karanganyar yang tersebar di empat Kecamatan yakni Kec. Gondangrejo (Desa Wonosari, Desa Jeruksawit), Kec. Jenawi, Kec. Jaten ( Desa Jaten, Desa Brujul) dan Kec. Ngargoyoso ( Desa Jatirejo).

“ KKN ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan setiap mahasiswa untuk mengakhiri masa studinya. KKN dilakukan dua kali dalam setahun. Dari jumlah 251 mahasiswa meliputi 167 putri dan 84 putra yang terbagi menjadi tiga kategori yakni regular dari UNS sejumlah 200 mahasiswa, 41 Mahasiswa dari IBM dan BMKG serta 10 Mahasiswa dari Ternate. KKN akan dilaksanakan satu setengah bulan di empat Kecamatan,” terang Hendro Saputro selaku Koordinator KKN UNS.

Penerimaan Mahasiswa KKN Thematik Integratif UNS tersebut diterima langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar yang didampingi Kepala Bappeda, Kamis (14/07/2016) di Pendopo Rumdin Bupati Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan kepada segenap Mahasiswa KKN untuk terus memotivasi masyarakat pentingnya menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk kehidupan masa depan lebih baik.

“ Saya harapkan adik-adik mahasiswa ini, berani untuk selalu mengingatkan warga di jam wajib belajar, yang dimulai bakda maghrib. Selain untuk berkumpul keluarga juga mewajibkan anak-anak untuk belajar karena waktu semacam itu adalah waktu yang berkualitas. Sehingga tidak ada anak yang masih keluyuran diluar, orang tua juga dapat mendampingi,” ujar Juliyatmono dihadapan Mahasiswa KKN.

Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan mulai SD sampai dengan SMU/SMK adalah gratis, jadi tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“ Kalau masih ada yang tidak sekolah berarti kulturnya yang harus dirubah. Selama 45 hari, ini adalah tugas adik-adik untuk selalu menyemangati masyarakat pentingnya pendidikan. Kehadiran mahasiswa KKN ini untuk memotivasi generasi muda untuk kedepan lebih baik terlebih kami selaku Pemerintah telah memberikan beasiswa sebesar 2,5 juta rupiah kepada sejumlah siswa di Kab. Karanganyar yang melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi,” tuturnya.

kominfo

Wabup Rohadi widodo : Kenali wilayah dan keberagaman masyarakat di lokasi KKN nantinya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati, Rohadi Widodo menekankan pentingnya mengenali lingkungan tempat KKN. Berinteraksi dengan masyarakat sekitar menjadi suatu yang sangat penting karena kondisi masyarakat yang beragam.

“Lakukan pendekatan-pendekatan dengan tokoh masyarakat, Kepala Desa maupun perangkat desa lainnya. Potensi-potensi apa yang bisa diunggulkan di desa tersebut. Kenali permasalahan-permasalahan yang timbul dimasyarakat dan mencoba untuk mencari apa yang dapat dijadikan solusinya. Jangan malu untuk berinteraksi dengan masyarakat. Karena dari interkasi tersebut skill, organisasi dan manajeman kalian dapatkan,” kata Rohadi Widodo.

kominfo

Bupati dan Wakil Bupati (tengah) foto bersama dengan mahasiswa KKN dan Dosen Pembimbing UNS.

Demikian Dishubkominfo (ind)

Read More
KOM_2900

Tanam Jagung Sukseskan Ketahanan Pangan Nasional

KOMINFO

Dandim 0727 Karanganyar Bersama Sekda Karanganyar Menanam Bibit Jagung, Rabu Pagi (29/06)

Kodim 0727 Karanganyar bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam rangka mensukseskan ketahanan pangan melakukan penanaman bibit jagung biji 2 (Bisi Z) di bumi perkemahan Cakrapahlawasri yang mempunyai luas 12 ha, Rabu Pagi (29/06). Penanaman dilakukan dilahan kosong seluas 3ha di lokasi buper tersebut dengan melibatkan unsur pramuka dan petani lokal.

Dandim 0727 Karanganyar, Letkol CZI Santy Karsa Tarigan dalam sambutannya mengatakan bahwa selain mendukung program pemerintah dalam mensukseskan ketahanan pangan, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi percontohan bagi petani jagung lainnya di wilayah karanganyar.

“Dengan menggunakan bibit jagung unggul nantinya hasil bisa maksimal sehingga kesejahteraan petani meningkat dan ketersediaan pangan cukup”, harap Letkol CZI Santy Karsa Tarigan dihadapan anggota pramuka dan petani lokal.

Sementara itu Sekda Karanganyar Samsi mengatakan bahwa buper cakrapahlawasri yang luasnya 12 ha tersebut pemanfaatannyan belum maksimal sehingga masih banyak lahan kosong.

“Selain Jagung, buper cakrapahlawasri sudah ditanami pohon pisang dan tanaman keras”, jelas Samsi

Demikian Dishubkominfo Karanganyar (ad/pd)

Read More
aku

BMKG : Sekolah Iklim Untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dengan Deputi Klimatologi BMKG, R Mulyono R Prabowo, dan pejabat melakukan penanaman jagung, seusai pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 KKN Tematik, Senin (27/06) di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono,  Deputi Klimatologi BMKG, R Mulyono R Prabowo, dan pejabat lainnya melakukan penanaman jagung, seusai pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 KKN Tematik, Senin (27/06) di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo.

Karanganyar, Selasa (28/06/2016)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengadakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 dan KKN Tematik, dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian khususnya padi, jagung, kedelai (Pajale).

Kegiatan kerjasama dengan BMKG Stasiun Klimatologi Stasiun Semarang dengan Fakultas Pertanian UNS berlangsung di Kabupaten Karanganyar.

Saat membuka SLI 3 di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Deputi Klimatologi, BMKG, R Mulyono R Prabowo, mengatakan hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan khususnya pajale, Senin (26/06).

Hadir pada acara tersebut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dan Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof Dr. Bambang Pujiasmanto, MS.

“SLI ini memberikan pemahaman cuaca dan informasi iklim khususnya pertanian, kepada para petani,” kata Deputi Klimatologi, BMKG.

Dia juga menjelaskan,  SLI sebagai implementasi pelaksanaan informasi cuaca iklim yang berbasis dampak dan resiko. Di lapangan para petani dapat memanfaatkan informasi, kira kira kapan waktu tanam mulai, komoditas yang sesuai dengan pola iklim, dan varietasnya apa.

“Kapan mulai tanam, kalau kondisi cuaca iklim yang mempunyai pengaruh, apakah awal atau mundur, dan komoditasnya bagaimana,” katanya.

Perlu di ketahui, lahan pertanian di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo adalah sawah tadah hujan. Disini cocok  untuk tanaman polowijo atau jagung.

“Dengan masa tumbuh jagung atau palawijo pada akhir masa tanam, pada saat sebelum masa penghujan, sehingga hasil produksi dapat berkontribusi lebih baik,” katanya.

Para peserta SLI 3 diikuti sebanyak 30 orang berasal dari petani setempat dan mahasiswa UNS.  Pada pelaksanaannya akan membedakan antara lahan yang tidak memperhatikan,  dengan yang memperhatikan cuaca iklim.

Di lokasi tersebut yang dijadikan lahan untuk praktek seluas 2000 meter. Dengan masa panen jagung selama empat bulan, harapannya pada pertengahan bulan Oktober tahun ini sudah bisa dipanen.pd

Read More
DSC_9808

Petani Bawang Putih dan Jeruk Dapat Bantuan Sarana Produksi dan Budidaya

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat menyerahkan bantuan kepada petani bawang putih Tawangmangu, Kamis (23/06)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat menyerahkan bantuan kepada petani bawang putih Tawangmangu, Kamis (23/06)

Karanganyar, Jumat (24/06/2016)

Petani bawang putih dan jeruk di Kabupaten Karanganyar, tahun anggaran 2016 mendapatkan bantuan untuk sarana produksi dan budidaya dari Kementerian Pertanian RI.

Pemberian tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, di Lapangan Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kamis (23/06) siang.

“Di tahun ini, kita mendapatkan bantuan untuk pengembangan kawasan bawang putih seluas 150 hektar di Tawangmangu, sarana produksi dan budidaya bawang putih,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanamana Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, diseusai acara.

Supramnaryo menjelaskan, pengembangan bawang putih terletak di Gondosuli seluas 30 hektar, Blumbang seluas 40 hektar, Kalisoro seluas 40 hektar, dan Tengklik seluas 40 hektar.

“Petani di empat kawasan itu juga mendapatkan sarana budidaya berupa bantuan sepeda motor roda tiga dengan jumlah total 20 unit, pompa air sebanyak 42 unit, spayer electrik 300 unit, dan cultivator 30 unit,” katanya.

Sedangkan untuk sarana produksi bawang putih, Pemerintah Pusat memberikan bantuan berupa benih bawang putih sebanyak 45 ton, pupuk urea 15 ton, pupuk NPK 45 ton, Pupuk SP 22,5 ton, Pupuk KCL 22,5 ton dan pupuk organik 450 ton.

Dia juga menjelaskan, produksi komoditas holtikultura di Kabupaten Karanganyar di tahun 2015 khusus bawang putih, dengan luas panen 114.

“Hasil produksi 1.618 ton. Dengan rata rata sebanyak 14,2 ton/hektar,” katanya.

Sedangkan untuk komoditas jeruk, diberikan bantuan untuk pembuatan kebun buah skala orchad, seluas 30 hektar, berada di Desa Tengklik, dengan pemberian sarana produksi berupa 15.000 batang bibit jeruk, dan pupuk.

Bupati Juliyatmono pada acara itu mengatakan dari beberapa jenis bantuan untuk membudidayakan bawang putih diharapkan Tawangmangu menjadi penghasil yang besar.

“Bantuan ini sangat besar manfaatnya. Saya minta untuk dikelola dengan baik. Apalagi dalam sekali tanam dalam setahun, menghasilkan sekitar Rp. 300 juta/hektar dengan harga 1 Kilogram Rp. 20 ribu,” katanya. pd

Read More
DSC_0470

PETANI TEBU DAPAT BANTUAN TRAKTOR DAN TRUK

Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar saat menyerahkan kunci secara simbolis kepada petani tebu di Plasa Alun-Alun Karanganyar, Jumat (10/6)

Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar mencoba traktor yang akan di serahkan kepada petani tebu di Plasa Alun-Alun Karanganyar Jumat(10/6)

Karanganyar, Jumat  10 Juni 2016

Petani Tebu yang bergabung dalam koperasi Petani Tebu mendapatkan bantuan dri Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang diserahkan Bupati Karanganyar didampingi Wakil Bupati Karanganyar di Plaza Alun Alun . Bantuan tersebut antara lain Traktor roda 4 jumlah 7 unit, Truk bak kayu jumlah 6 unit, Mesin pompa air 9 unit dan  Hand Brig berjumlah 24 unit.

 Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan agar bantuan tersebut dapat  digunakan untuk meningkatkan produktivitas tebu di mana kualitas gula yang dihasilkan dari pabrik gula Tasikmadu sangat bagus kualitasnya. Lebih lanjut  dengan adanya pabrik gula yang sudah berumur ratusan tahun kedepannya bisa dijadikan  cagar budaya dan tempat wisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika ( ch/ft )

Read More
DSC_0141

Kebakramat Kembangkan Budidaya Bawang Merah Brebes

DSC_0141

DSC_0168

Ternak Lele Dumbo dengan metode terpalisasi.

kominfo

Sayuran organik berupa sawi, kubis, salad.

kominfo

Bawang merah varietas brebes yang tahan terhadap hujan , akan dikembangkan di Desa alastuwo dan kemiri, Kecamatan Kebakramat.

Karanganyar, Selasa 12 April 2016

Bertempat di Aula BP4K Kecamatan Kebakramat sebanyak 155 Penyuluh Pertanian mengikuti Bimbingan Teknik terkait peningkatan sumber daya manusia para pemangku penyuluhan , Selasa (12/4).

Kepala BP4K, Bambang Harsono dalam laporannya mengatakan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk meningkatan potensi bagi penyuluh di Kecamatan Kebakramat dalam memberikan penyuluhan bagi kemajuan pertanian.

“Penyuluh ini bertugas  memberikan nasehat bagi petani, untuk kemajuan pertanian khususnya di Kebakramat ini. Jumlah 115 penyuluh pertanian di Kebakramat ini sebenarnya belum ideal untuk itu kami berdayakan penyuluh dari swasta dan swadaya . Dengan harapan, keberadaan penyuluh ini dapat mengimbangi kegiatan-kegiatan pertanian, perikanan dan kehutanan,” terang Bambang Harsono.

Sementara itu menurut Bupati Juliyatmono, kita harus mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan seorang penyuluh dan  petani. Supaya kerja penyuluh di lapangan lebih semangat begitu pula sebaliknya para petani juga memahami apa yang disampaikan penyuluh.

“Petani bisa semangat jika penyuluh sewaktu dilapangan itu difasilitasi. Dan petani yang pintar kita berikan prestasi sehingga petani dan penyuluh itu sama-sama termotifasi. Karena kalau antara petani dan penyuluh bisa dikoordinasikan dengan baik pasti akan menghasilkan hasil yang baik pula,” ujar Juliyatmono.

Juliyatmono juga menambahkan sebaiknya tempat tinggal penyulah mempunyai apa saja untuk contoh masyarakat agar ilmu yang dimiiki dapat langsung dipraktekkan, sebgai contoh memiliki obipet, memiliki ternak ikan (lele), ternak sapi dan beberapa sayuran organik.

kominfo

salah satu cara menanam padi dengan transplanter.

Sebelumnya diwaktu dan tempat yang sama Bupati Juliyatmono meninjau teknik menanam padi menggunakan mesin transplanter yang berada di sawah seluas 4000 m2 dan melihat budidaya bawang merah (varietas brebes dan probolinggo),  sayuran organik berupa sawi, salad, kubis serta budidaya lele dumbo dilahan seluas 2000 m2, yang keseluruhan  milik BP4K Kecamatan Kebakramat.

Salah satu penyuluh pertanian BP4K kecamatan Kebakramat, Osep Setiawan mengatakan Kebakramat akan mengembangkan budidaya bawang merah varietas brebes karena banyak keunggulannya, yakni tahan hujan, perawatannya lebih mudah, dan hasilnya juga bagus berbeda dengan bawang merah varietas probolinggo meski menghasilkan anakan banyak tetapi lebih cepat menua.

“Hanya butuh 62 hari untuk bisa dikonsumsi sedangkan untuk penanaman untuk menjadi bibit butuh 70 hari, yang terpenting varietasnya tahan hujan. Selain bawang merah brebes, kami juga akan mengembangkan budidaya kubis dan sawi sebagai sayuran organik,” kata Osep Setiawan saat memberikan keterangan.

Dishubkominfo Karanganyar (ind/kbl)

Read More
DSC_0209 copy

Jenawi Dijadikan Sentra Pisang

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Karanganyar, Kamis (07/04/2016)

Kecamatan Jenawi di Kabupaten Karanganyar dijadikan sentra pisang, sebagai salah satu wilayah yang menjadi sentra buah-buahan. Seperti buah duku di Kecamatan Matesih, jambu di Kecamatan Ngargoyoso, durian di Kecamatan Jumantono, Jumapolo, dan Jatipuro, kakao di Jatiyoso.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan kerja sama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan sentra pisang di Kecamatan Jenawi.

“Setelah adanya pengembangan ini, diharapkan adanya kunjungan wisata kawasan pisang di Kecamatan Jenawai. Namun tidak menutup kemungkinan bisa dikembangkan di Kecamatan lain, seperti di Kecamatan Tawangmangu, tetapi pasar pisang ada di Jenawi,” kata Bupati Karanganyar sesuai acara Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian, dalam rangka Lustrum ke 8 UNS, di halaman Kecamatan Jenawai, Kamis (07/04) pagi.

Sementara itu, ditempat yang sama Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S, mengatakan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat oleh Fakultas Pertanian untuk pengembangan pisang.

“Karena pisang di Indonesia ada yang impor, kita ingin buah itu bisa expor dengan mengembangkannya dan mengajak masyarakat untuk menanam pisang,” katanya.

Dia juga menjelaskan karena Pemkab Karanganyar memiliki sentra pengambangan pisang, maka UNS serius mendukung program itu sehingga menghasilakn produk unggulan serta mensejahterakan masyarakat.

“Pisang bisa berdimensi banyak, bisa obat, makanan, sosial ekonomi dan pendidikan,” katanya.

Fakultas Pertanian, UNS saat ini telah menghasilkan varietas pisang jenis Semar (Sebelas Maret), sebagai hasil riset dari laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi.

“Kualitas jenis Semar ini lebih baik, buah lebih bagus dan pertahanan lebih baik. Umur 9 bulan sudah bisa dipanen,” katanya.

Ditambahkan pula oleh Dekan Fakultas Pertanian, UNS, Prof. Dr. Ir. Bambang Puji Asmanto, MS, sebanyak 3.250 bibit pisang jenis Raja dan Cavendish diberikan untuk warga, dan nantinya juga akan diberikan 4.000 bibit.

“Berbagai koleksi jenis pisang ada disini. bahkan pisang yang tidak disukai sebagai untuk menyilangkan,” katanya. pd

Read More