Category: Pertanian

DSC_0228

Jaga Kelestarian Populasi Sapi Di Kabupaten Karanganyar, Disnakan Larang Pemotongan Sapi Betina Produktif

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka ‘Sosialisasi Pencegahan Pemotongan Ternak Betina Ruminansia Produktif Di Kabupaten Karanganyar’ di Ruang Podang 2 Setda Kabupaten Karanganyar, Kamis (8/6).

Karanganyar, Kamis 08 Juni 2017

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar melakukan sosialisasi terhadap para peternak dan penjagal mengenai pelarangan pemotongan sapi betina produktif, Kamis (08/06/2017) di ruang Podang II Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para peternak dan penjagal untuk lebih memahami tentang aturan-aturan yang berkaitan dengan pelarangan pemotongan ternak sapi betina produktif sehingga keberadaan populasi sapi di Karanganyar berkembang dan bertambah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Disnakan Karanganyar, Sumijarto mengatakan populasi sapi betina di Karanganyar tergolong tinggi yakni mencapai enam puluh ribu ekor. Dan untuk tahun depan Disnakan menargetkan sapi betina produktif capai 15.700 ekor dan diharapkan 70 persen buntingnya dari jumlah populasi tersebut.

Ditambahkannya, selain sosialisasi untuk menjaga populasi sapi betina produktif, Disnakan juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga Rumah Pemotongan Hewan (RPM) dan hasilnya tidak ada sapi betina produktif yang dipotong.

“Kami lakukan sidak di tiga RPH dan hasilnya nol pelanggaran. Semoga dapat terus dipelihara sehingga populasi sapi berkembang, pelaku usaha dapat berjalan lancar dan dapat menyediakan daging yang sehat,aman, halal dengan harga yang tidak terus melambung tinggi,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap dengan adanya sosilaisasi pencegahan pemotongan ternak betina ruminansia produktif, Karanganyar dapat menjadi Kabupaten swasembada daging.

Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan drh. Slamet dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah sebagai narasumber. Ia menyampaikan sapi potong berperan sebagai penghasil daging, sumber pendapatan, sarana investasi, tabungan, fungsi sosial, sumber pupuk,tenaga kerja dan pemanfaatan limbah pertanian.

“ UU No. 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasal  18 ayat 2 yaitu ternak ruminansia betina produktif dilarang disembelih karena merupakan penghasil ternak yang baik, kecuali untuk keperluan penelitian, pemuliaan atau pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan.

Lebih lanjut, ia mengatakan upaya meningkatkan produktivitas dengan melaksanakan kegiatan intensif dan penyelamatan pemotongan ternak ruminansia betina produktif.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
IMG_2356

Peningkatan Produksi Gula Prioritas Pemerintah

KOMINFO

Bupati Karangnayar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus ucapat selamat datang kepada rombombongan Komisi IV DPRRI

Karanganyar, 8 Juni 2017

Produksi gula nasional terus mengalami penurunan tiap Tahunnya. Saat ini dari 8 Pabrik Gula (PG) milik PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) hanya tinggal 5 yang beroperasi. Hal ini menarik perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah – masalah yang melilit produksi tebu.

Dalam hal ini Komisi IV DPRRI mengadakan kunjungan ke Pabrik Gula Tasikmadu, Kamis (8/6). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetehaui lebih lanjut tentang problematika yang terjadi pada pengolahan gula. Pada acara ini revitalisasi pabrik merupakan pokok diskusi utama, sebagai cara untuk meningkatkan produksi gula.

Tampak hadir pada acara ini seluruh fraksi dari komisi IV DPRRI, Dirut PTPN IX, dan Dirjen Perkebunan. Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan langsung menyambut rombongan.

Dalam sambutannya Bupati mengharapkan agar PG. Tasikmadu tetap difungsikan dan ditingkatkan dalam kapasitas produksinya. Lahan di sekitar Pabrik masih mendukung untuk di jadikan perkebunan tebu. “Disekitar pabrik masih banyak lahan kosong tanah kas desa juga masih luas, lahan – lahan itu masih bisa menyuplai tebu bila di optimalkan,” tutur Juliyatmono dalam sambutannya. Selain itu Juliyatmono juga menegaskan bahwa pertanian di Karanganyar merupakan penyangga kebutuhan pangan di Jawa Tengah.

Sementara itu menurut Edhy Prabowo selaku Ketua Komisi IV DPPRI pabrik gula harus di optimalkan, karena pasar sudah jelas. Untuk kebutuhan gula nasional sendiri sekitar 5 juta ton lebih, sedangkan produksi gula nasional baru mencapai 2 juta ton. Maka dari itu perlu ada peningkatan produksi untuk menutup kekurangan itu. Program utama Pemerintah saat ini adalah swasembada pangan maka dari itu peningkatan produksi gula juga merupakan prioritas Pemerintah saat ini. Demikian DISKOMINFO(yoga/irsyad)

Read More
KOM_7055

Kebijakan Pemerintah Terkait Program Subsidi Rasta

KOMINFO

Kepala BPS Karanganyar Memberikan Sosialisasi Tentang Data Statistik

Karanganyar, 23 Mei 2107

Pemerintah akan meberikan subsidi harga penjualan beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Hal ini dilakukan Pemerintah dalam rangka mengurangi beban pengeluaran MBR. Melalui program Pemerintah ini diharapkan dapat menanggulangi kemiskinan.

Untuk melaksanakan Program itu perangkat desa dan lurah se- Kabupaten Karanganyar diberikan pelatihan. Pelatihan ini berlangsung di aula BKK Tasikmadu, Selasa pagi (23/5). Pelatihan ini dilaksanakan agar Program Rasta dapat berjalan dengan benar sesuai prosedur terbaru.

Program Beras Sejahtera (Rasta) Kabupaten Karanganyar untuk Tahun 2017 adalah 56.802 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan untuk besaran Rasta yang di bagikan kepada MBR adalah 15 kg/bln dengan harga tebus sebesar Rp. 1.600,00. Program Rasta Tahun 2017 ini akan dilaksanakan secepatnya setelah data KPM siap. Sedangkan koordinasi penyaluran akan dilakukan oleh Kementrian Sosial melaui Dinas Sosial.

Sedangkan yang berhak menerima Rasta ini adalah keluarga dari RT dengan kondisi sosial ekonomi 25% terendah berdasarkan data terpadu Penanganan Fakir Miskin. Data tersebut didapat dari survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang di update setiap 3 tahun sekali. Demikian DISKOMINFO(yoga)

Read More
DSC_3479

Kelompok Tani Organik Terima Bantuan Motor

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat mencoba motor roda tiga untuk bantuan Kelompok Tani Organik.

Karanganyar, Kamis (11/05/2017)

Kelompok Tani pertanian organik sebanyak tujuh kelompok mendapatkan bantuan alat pertanian berupa motor angkut roda tiga, dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Pemberian alat pertanian itu diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (10/05) di Terminal Wisata Karangpandan, di dampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo.

“Bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2017 ini baru bisa diberikan untuk tujuh dari 15 kelompok tani organik di Kabupaten Karanganyar, sisanya mudah-mudahan diberikan lewat APBD Perubahan tahun ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Supramnaryo.

Motor angkut roda tiga itu diberikan untuk Kelompok Tani (Poktan) Mulyo 1, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang. Poktan Makaryo II, Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang. Poktan Pandan Sari, Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang. Poktan Anugerah, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih. Poktan Konco Tani, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.

“Adapula Kelompok Tani Rukun Makmur I, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi dan Poktan Gemah Ripah, Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan. Motor itu digunakan untuk pengangkutan pupuk oranik dan beras oranik,” kata Supramnaryo.

“Saya meminta agar bantuan itu jangan dijual, apalagi harga satu unit motor itu Rp. 25 juta. Dirawat dengan baik dan digunakan semestinya agar produksi pertanian organik meningkat,” kata Bupati.

Bupati juga menekankan pertanian organik di Kabupaten Karanganyar ditekuni dengan serius. Berkaitan dengan pemasaran produknya, jika ada kendala bisa disampaikan melalui Pemerintah.

“Sesama penjual saya minta rukun agar harga pasar tidak rusak agar sehingga daya tawar tinggi. Kesulitan pemasaran bisa disampaikan ke Pemerintah,” katanya.

Pada kesempatan dan ditempat itu, Bupati juga meresmikan Kios organik khusus beras dan sayuran oranik untuk melayani kebutuhan masyarakat. Pengemasannya terlihat baik, bersih, dan menarik pembeli.(pd)

Read More
KOM_6150

Tetap Jiwai PANCASILA

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berbaju putih) menyerahkan insentif kepada Ketua RT/RW se Kecamatan Mojogedang didampingi Asisten Pemerintahan (berbaju batik ungu) Selasa malam (9/5)

Karanganyar, 10 Mei 2017

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada saat menyampaikan sambutan pada acara pembinaan dan penyerahan insentif bagi Ketua RT/RW se wilayah Kecamatan Mojogedang Selasa malam (9/5) di Balai Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang. Ikut hadir pada acara tersebut Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Forkompinca serta Kepala Desa dan Bendahara Desa yang ada di wilayah Kecamatan Mojogedang.

Dalam sambutannya Juliyatmono menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar menghargai dan memperhatikan peran penting dan kerja keras Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Mojogedang dalam membantu jalannya pemerintahan di Kabupaten Karanganyar. Untuk itu pada malam tersebut Bupati Karanganyar menyerahkan insentif secara simbolis kepada Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Mojogedang. Pemberian insentif ini diharapkan akan menggairahkan Ketua RT/RW untuk melayani warganya dengan lebih baik. Sejumlah 467 Ketua RT dan 159 Ketua RW menerima insentif berupa uang sejumlah Rp. 1.500.000,- dipotong pajak penghasilan (PPh) 6 %.

Disampaikan pula oleh Bupati Karanganyar bahwa saat ini jalan-jalan di Kabupaten Karanganyar sudah bagus sehingga bisa menjadi daya pikat bagi orang luar Karanganyar untuk datang berkunjung ke Kabupaten Karanganyar. Tidak hanya untuk rekreasi karena memang pesona Kabupaten Karanganyar yang lain dari yang lain dibandingkan wilayah se Solo Raya tetapi juga untuk membeli produk-produk dari sini yang merupakan penghasil hasil bumi yaitu buah dan sayur yang bermutu.

Juliyatmono mengingatkan supaya kita semua, terutama Ketua RT/RW terus menjiwai Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Setiap sila dari Pancasila harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya supaya kehidupan kita semakin baik.

“Saya hanya titip, Ketua RT/RW supaya Pancasila kembali digiatkan karena dasar hidup kita di Indonesia ini adalah Pancasila. Setiap apa yang dilakukan agar menjiwai nilai-nilai Pancasila,” harap Juliyatmono.

“Semua hidup rukun, tidak perlu menilai orang lain. Biar Tuhan yang menilai kita masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut Juliyatmono mengharapkan supaya kerja bakti, gotong royong terus digiatkan agar  lingkungan bersih. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) supaya kita wujudkan bersama.

Sementara itu Plh. Camat Mojogedang, Murdatmo melaporkan bahwa capaian pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kecamatan Mojogedang adalah 98%, sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah terlaksana 30%.  Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
DSC_0071

130 Mahasiswa Univet Ditarik dari lokasi KKN

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya pada penarikan mahasiswa KKN Univet di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (06/4).

Karanganyar, Kamis 6 April 2017

Penarikan sejumlah 130 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Veteran Bantara Sukoharjo yang tersebar di tiga belas desa di Kecamatan Gondangrejo secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (6/4/2017).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar didampingi Sekretaris Daerah, Rektor Univet Bantara Sukoharjo dan Kepala Baperlitbang Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo yang telah merampungkan KKN selama dua bulan yang tersebar di tiga belas desa. Kegiatan yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam mengabdikan dirinya ditengah-tengah masyarakat.

“Mahasiswa secara langsung belajar mandiri, mengasah skill dan tentunya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat sekitar,”tutur Bupati saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut ia mengatakan keberadaan mahasiswa KKN memberikan motivasi kepada masyarakat pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan pendidikan yang tinggi akan merubah pola pikir dan merubah hidup seseorang menjadi baik dan lebih baik lagi.

“Semoga apa yang telah dirintis untuk dapat dikembangkan dengan baik, mampu merubah pola pandang akan pentingnya belajar, pola hidup sehat. Karena ilmu itu lebih penting dari harta yang dimiliki, dengan ilmu pula derajat kita dinaikkan,”terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menghimbau untuk menjaga citra Univet, karena almamater yang menyertai sukses kita semua di masa depan.

Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ir. Ali Mursyid, WN.MP berharap kerjasama yang terjalin dengan baik antara Pemerintah dan Univet dapat terus berjalan.

“Alhamdulillah mahasiswa kami telah selesai melaksanaka KKN dan secara resmi kami tarik untuk kembali belajar ke Kampus. Semoga kepercayaan masyarakat kepada mahasiswa KKN Univet lebih baik lagi,”ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Karanganyar bersama Rektor Univet dan rombongan berkesempatan untuk melihat berbagai stand hasil kreasi dan inovasi mahasiswa KKN Univet, mulai dari kuliner produk lokal, kerajinan mebel, kerajinan tangan dari limbah rumah tangga sampai pupuk organik. Demikian Diskominfo (ft/ind).

 

 

 

 

 

 

               

 

Read More
DSC_0023

Indeks Tanam 2,2 dalam Setahun, Wabup Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sawah

 

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan arahannya pada acara Sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Pendopo RD Bupati, Rabu (5/4).

Karanganyar, Rabu 5 April 2017

Berupaya menjaga kelestarian sawah di wilayah  Karanganyar agar senantiasa meningkat, terlebih dengan adanya penambahan pembangunan waduk gondang di Kerjo untuk penyaluran sumber daya air tiga puluh persen ke wilayah Mojogedang dan daerah sekitarnya, diharapkan dapat menambah indeks tanam.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo pada sosialisasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi melalui Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI), Rabu (5/4/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Alhamdulillah, indeks tanam kita sampai hari ini masih 2,2 artinya dalam satu tahun rata-rata 2,2 kali tanam. Mudah-mudahan produktifitas terus meningkat dengan adanya pembangunan waduk Gondang di Kerjo dan diikuti pembangunan waduk  Jelantah, Tlobo di Jatiyoso sehingga dibawah wilayah Jatiyoso diharapkan jauh lebih makmur lagi dan lahan pertanian yang hanya dapat ditanam satu kali saja bisa menjadi dua sampai tiga kali tanam,”harap Wabup saat menyampaikan arahannya.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, tentunya keberadaan pupuk menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian dinas pertanian dan pangan untuk menindak lanjuti, agar pupuk senantiasa siap selalu, hanya saja ada beberapa kendala di wilayah atau masyarakat yang belum masuk di Gapoktan atau kelompok tani sehingga sekitar dua puluhan persen petani kita belum memiliki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

“Kami berharap kelompok tani dan Gapoktan ini mampu menambah jumlah anggotanya di masing-masing wilayahnya, sehingga semuanya bisa mendapatkan RDKK, karena riil dimasyarakat dibutuhkan seperti kebutuhan pupuk dan kebutuhan tani lainnya,”terangnya.

Ia juga mengatakan dengan adanya TNI masuk untuk mengawal kedaulatan pangan ada dampak positif, kerjasama yang bagus ini untuk ditingkatkan baik di tingkat distributor, agen maupun pengecer supaya tidak ada yang menimbun ataupun memainkan pupuk.

“Kalau macem-macem menimbun, kami sampaikan kepada Dandim untuk segera di atasi. Sehingga dengan ketersediaan pupuk dapat mempermudah masyarakat meningkatkan produktifitas dan berinovasi,”tandasnya.

Ditambahkannya, di akhir tahun dan awal tahun berdasar prosentase Kementerian  Desa Tertinggal untuk bisa mengakses kawasan pertanian khususnya untuk pertanian organik. Di Karanganyar sendiri ada lima belas desa penghasil padi organik mulai dari Jenawi, Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Matesih.

“Ini merupakan inovasi pertanian, ada beras hitam, beras merah, beras mentik susu, beras mentik wangi dan dipasarkan di mall-mall, supermarket dengan kemasan yang bagus bisa mencapai harga 40.000 sampai 50.000 rupiah/kg nya. Begitu juga dengan sawah tidak identik menghasilkan padi, tetapi orang yang berkunjung untuk berfoto selfie di area persawahan dan ini bisa menjadi agrowisata,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, mengatakan pihaknya menghimbau khususnya Dinas Pertanian untuk mendata seluruh kelompok tani maupun diluar kelompok tani guna mendapatkan RDKK.

“RDKK yang dikroscek dengan NIK, SPPT PBB baik kelompok tani maupun diluar kelompok tani,”jelasnya.

Sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari Tim KP3 Provinsi Jawa Tengah, Tim komite Kartu Tani dan Produsen Pupuk Petrokimia dan Pusri Provinsi Jawa Tengah.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
web

Pemkab Karanganyar-UNS Teken Perjanjian Kerja Sama

Penandatangana perjanjian kerja sama antara Pemkab Karanganyar dengan UNS Surakarta

Karanganyar, Kamis (30/03/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menjalin perjanjian kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam sektor pertanian, meliputi agrowisata, pertanian organik dan tanaman pisang.

Kerja sama itu meliputi pengembangan pertanian organik di Desa Mojogedang, Kecamatan Mojogedang. Pengembangan sentra pisang di Desa Jenawi, Kecamatan Jenawi, pengembangan agrowisata di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo dan di Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dari Pemkab Karanganyar dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Supramnaryo, sedangkan dari UNS oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Bambang Pujiasmanto. Disaksikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Rabu (29/03) malam, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Lingkup perjanjian itu meliputi kegiatan studi kelayakan, penyusunan desain, pengolahan lahan, penyediaan bibit, pendampingan dalam penanaman dan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi, serta hal lain yang berkaitan dengan perjanjian.

Bupati Karanganyar mengatakan di Kabupaten Karanganyar tetap mempertahankan hampir 26 ribu hektar untuk lahan lestari dan masih surplus beras diatas 300 ribu ton di tahun 2016.

“Di Kabupaten Karanganyar juga ada waduk Gondang dan saat ini masih dalam hal penyelesaian pembangunan. Baru saja Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla menanam pohon durian di sabuk waduk,” kata Bupati Karanganyar.

Selain itu, Bupati juga mengatakan ada lima kecamatan menjadi basis pertanian organik yakni Mojogedang, Jenawi, Kerjo, Karangpandan, dan Matesih. Bahkan di Kabupaten Karanganyar juga ada produksi beras hitam yang sudah masuk pasar ekspor.

“Ada lima kelompok tani yang sudah mempunyai sertifikat beras organik dan ini akan kita kembangkan, nilai lebih bagus dan menjanjikan mempunyai keunggulan nilai jualnya,” katanya.

Ditempat yang sama, Dekan Fakultas Pertanian UNS, mengatakan Kabupaten Karanganyar mempunyai potensi pertanian yang banyak dikembangkan. Bahkan telah dimulai dengan pengembangan sentra pisang di Kecamatan Jenawi pada tahun kemarin.

“Tahun ini mewujudkan sentra pisang dan ada keinginan makanan olahan dari bahan pisang dari Kabupaten Karanganyar dan menghasilkan nilai tambah,” kata Dekan Fakultas Pertanian UNS.

Untuk pengembangan agrowisata di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo dalam waktu dekat ini akan dicanangkan penandatanganan prastasi.

“Nantinya dibuat seperti farm house di tempat lain. Adapula  lahan di Kecamatan Jatiyoso yang bisa dikembangkan perkebunan kakao, bisa juga untuk agrowisata,” katanya.(pd)

Read More
KOM_1983

Bupati : Masalah Pertanahan Perlu Sinergitas Semua Pihak

kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya pada lepas sambut Kepala Kantor Pertahanan Karanganyar, Jum’at (24/3).

Karanganyar, Jum’at 24 Maret 2017

Masalah pertanahan perlu adanya sinergi dengan berbagai pihak. Karena koordinasi antar satuan kerja akan memudahkan kelancaran dalam penyelesaian masalah tanah di Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut dikatakan Bupati Karanganyar pada Lepas Sambut Kepala Kantor Pertanahan Karanganyar, Jum’at (24/3/2017) di Hotel Taman Sari, Karanganyar.

Lebih lanjut Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan program Layanan Anggota Masyarakat (Layangmas) berbasis geopasial hasil kerjasama Pemkab dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karanganyar sekarang ini sudah bisa diakses melalui internet.

“Untuk pelayanan, masyarakat sudah bisa online ke layangmas.karanganyarkab.go.id,”jelasnya.

Ditambahkannya, Layanmas ini menjadi inovasi pemerintah sebagai evaluasi Pemkab dalam peningkatan pelayanan publik, dan Layangmas ini meraih peringkat sepuluh besar di Indonesia.

Abadikan Gambar : Bupati Karanganyar, Juliyatmono (paling kiri), Kepala BPN Karanganyar yang lama, Dwi Purnama beserta isteri, Kepala BPN Karanganyar yang baru, Priyanto beserta isteri dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (paling kanan).

Sementara itu, sambutan Kepala BPN terdahulu, Dwi Purnama, untuk pekerjaan mega proyek di Karanganyar sepenuhnya tuntas seperti pembangunan waduk Gondang, jalan tol. Pihaknyapun mengapresiasi Pemkab yang telah menghibahkan Kaldek 1,8 miliar untuk pengarsipan secara elektronik.

“Terima kasih atas kerjasamanya ikut berperan proses dalam pertanahan. Tetap pererat koordinasi, karena kita harus berpedoman pada aturan-aturan Pemerintah daerah,”ujarnya.

Dikatakannya terkait dengan legalisasi aset lima ribu bidang diperlukan dorongan penyiapan dokumen, karena kita tetap memerlukan dukungan dokumen desa, untuk itu perlu segera disukseskan.

“Target kita 12.500 bidang, 1300 bidang sudah kita selesaikan tanah kas desa. Sedangkan aset-aset desa yang telah beralih menjadi kalurahan, tujuh puluh persen sudah selesai. Dan masih perlu untuk didorong terus,”pesannya dihadapan Kepala BPN Karanganyar yang baru.

Selanjutnya Kepala BPN Karanganyar yang baru, Priyanto menyikapi terhadap progress, pekerjaan siap untuk menyelesaikan.

“Pada intinya kami tetap butuh dukungan dari Pemda terkait kegiatan pertanahan. Dan kami siap selesaikan untuk penyiapan data yuridis dan fisik. Mohon support dan kerjasamanya,”tandasnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
KOM_9587

Menteri Pertanian Sergap Gabah di Karanganyar

kominfo

Menteri Pertanian Andi Amran bersama Bupati Karanganyar Juliyatmono (topi, tiga dari kanan) saat mengunjungi Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Rabu Sore (8/3)

Karanganyar, 8 Maret 2017

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta Aster KASAD Mayjend TNI Komarudin Simanjutak, Komisi IV DPR RI Agustina Wilujeng dan Direktur SDM Perum Bulog Wahyu Supriono lakukan kunjungannya di Desa Kaliwuluh Kecamatan Kebakkramat, Rabu Sore (8/3) dalam rangka percepatan penyerapan gabah petani (Sergap) untuk menjaga kedaulatan pangan nasional.

Amran mengatakan serapan gabah yang hanya 2000 ton perhari dua minggu lalu, kini bisa mencapai 14.000 ton perhari. Tentu saja kenaikan yang cukup signifikan sebesar 700 % ini merupakan hasil kerja keras kita. Sedangkan target yang hendak dicapai nasional sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo sebesar 4 juta ton pertahunnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh Amran selama 6 (enam) bulan, yakni bulan Maret sampai dengan Agustus kedepan Kementerian Pertanian bersama tim antara lain Bulog dan pihak terkait lainnya akan menyerap panen dari petani.

“beras gabah oleh petani yang dikirim ke Bulog pasti akan diterima dan dihargai Rp. 3.700 berlaku di seluruh Indonesia,” ucap Amran.

Hal ini sesuai Permentan 3/2017 harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) dengan kadar air 25-30 persen ditetapkan sebesar 3.700 secara nasional.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono yang juga turut hadir bersama Ketua DPRD Karanganyar Sumanto dan Dandim 0727 Karanganyar Letkol CZI Santy Karsa Tarigan mengatakan bahwa Kabupaten Karanganyar mengalami surplus padi sebesar 140000 ton. Diharapkan kepada Kementerian Pertanian untuk terus memberikan bantuannya kepada para kelompok tani untuk semakin meningkatkan produksi padi ditahun mendatang.

“sumber kehidupan ada dipertanian, untuk itu kami mohon dengan bantuan yang diterima, petani semakin bersemangat dalam menanam”, harap Juliyatmono

Sebelum meninggalkan lokasi acara di Balai Desa Kaliwuluh Kebakkramat, Amran memberikan bantuan kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Karanganyar. adapun bantuan tersebut seperti Traktor Roda roda 4 dan 2 sebanyak 30 unit, pompa air 23 unit, Rice Transplanter 3 unit, combain baik besar sedang dan kecil sebanyak 8 unit, cornseller 8 unit, power thresher 8 unit, rehabilitasi jaringan irigasi 500 Ha, irigasi perpipaan 2 unit, DAM parit 5 unit dan 25 ton benih padi untuk 1000 Ha. Demikian DISKOMINFO (kris/ad/yoga)

Read More