Category: Pertanian

DSC_6468

Dharma Tirta Pulo Makmur Ikuti Lomba P3A Tingkat Provinsi

kominfo

Suasana penerimaan kunjungan Tim Penilai Propinsi Jawa Tengah Lomba OP Partisipatif P3A di Kantor Dharma Tirta Pulo Makmur Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat, Selasa Pagi (20/03)

Karanganyar – Tim penilai dari Propinsi Jawa Tengah lakukan penilaian langsung ke lapangan di Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Pulosari, Kebakkramat. Tim yang terdiri Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Jawa Tengah serta Praktisi Sumber Daya Air diterima langsung Staf Ahli Bupati Karanganyar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Didik Joko Bakdono didampingi Kepala Perangkat Daerah terkait di Kantor P3A Dharma Tirta Pulo Makmur, Selasa Pagi (20/03).

P3A Dharma Tirta Pulo Makmur memiliki luas tanam wilayah kerja sebesar 187 Ha dimana pada Masa Tanam 1 dan 2 ditanami Padi sedangkan pada masa tanam 3 sebanyak 184 Ha ditanami Padi dan 3 Ha ditanami tanaman palawija. Dari luas tanam tersebut pada tahun 2017 menghasilkan padi sebanyak 6,641 Ton/Ha pada Masa Tanam 1, sedangkan masa tanam 2 sebanyak 7,296 Ton/Ha dan masa tanam 3 sebesar 8,624 Ton/Ha.

Dalam sambutannya mewakili Pjs Bupati Karanganyar, Didik menyampaikan terima kasih atas kedatangan tim dan berharap supaya hasil tindak lanjut dari kunjungan penilaian oleh tim dari Propinsi Jawa Tengah dapat segera direspon oleh Dharma Tirta Pulo Makmur dan dinas terkait.

Sementara itu Ketua Tim Penilai lomba, Sutrisno, memaparkan maksud dan tujuan lomba yakni untuk meningkatkan apresiasi dan kepedulian Pemerintah maupun masyarakat terhadap jaringan irigasi. Peran masyarakat tani melalui perkumpulan petani pemakai air sangat penting dalam upaya pemeliharaan jaringan irigasi.

“Tim akan melihat langsung sekaligus melakukan penilaian dengan melihat beberapa aspek seperti aspek Kelembagaan, aspek ekonomi finansial, aspek teknis pertanian, aspek jaringan utama dan aspek pemeliharaan jaringan tersier”, imbuh Sutrisno

Demikian Diskominfo (ad/yg/karin/imas)

Read More
DSC_0030

Grand Design Perlu Dibuat Dan Dioptimalkan

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo memberikan tanggapan terhadap pemandangan fraksi tentang laporan keterangan pertanggungjawaban bupati tahun anggaran 2017

KARANGANYAR – 16 Maret 2018

Untuk lebih mengoptimalkan kartu tani perlu membuat grand design pertanian di Karanganyar. Grand design yang dimaksud pendataan pertanian melalui jaringan komputer. Jika masyarakat atau dewan akan mengecek petani A misalnya, maka akan dengan cepat diketahui saat ini dia menanam apa dan luas lahanya berapa. Sehingga dengan cepat bisa diketahui.

“Harapan kita ke depan perlu grand desain agar bisa diketahui dengan cepat dan tepat. Kabupaten Karanganyar merupakan gudangnya pertanian. Prinsipnya pemerintah hadir untuk mempermudah,” papar Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo dalam penyampaian tanggapan bupati Karanganyar terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Karanganyar tahun Anggaran 2017 Kamis (22/03).

Dia menambahkan dalam inventaris data disebutkan petani X di kelompok x sedang menanam apa, akan diketahui dengan baik. Termasuk kebutuhan pupuk dan luas lahan sudah tertera jelas dalam grand desain tersebut. Yang jelas, tambah Anggoro Kartu Tani itu diberikan untuk mempermudah proses pelayanan dalam memperoleh pupuk dan permodalaan. “Tentu saja, implementasi di lapangan akan banyak persoalaan. Saya akui itu pasti ada, karena hal itu barang baru. Dahulu saat gojek dan go food awal hadir juga banyak orang pesimis tapi ke depan malah juga bisa mengerti,” tambahnya.

Bagaimana dengan petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani, Anggoro berjanji akan membantu sepanjang bisa menujukkan identitas orang Karanganyar. Menurut Anggoro hal utama keberhasilan kartu tani adalah sosialisasi. Sebab permasalahan muncul umumnya karena ketidaktahuaan sehingga perlu digenjarkan dengan sosialisasi.  “Di sisi lain saya juga sudah membuat form surat aduan. Jika tidak puas, silahkan ngebel di nomor aduan saya tetap akan tanggapi,” imbuhnya. (hr/ft/Ind)

Read More
DSC_3950

Kartu Tani Mudahkan Dapatkan Pupuk Subsidi

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, memberikan mesin EDC secara simbolis kepada pengecer pupuk subsidi untuk kartu tani

Karanganyar, Selasa (13/03/2018)

Petani Kabupaten Karanganyar yang mengunakan kartu tani mendapatkan pupuk subsidi dengan mudah,  dan merupakan sebagai alat bantu penyaluran kepada petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan jumlah kelompok tani di Karanganyar sebanyak 1.167 kelompok, dan jumlah petani ada 62 ribu orang yang telah terdaftar.

“Alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Karanganyar tahun 2018 adalah Urea 20 ribu ton, SP36 sebanyak 5.285 ton, ZA sebanyak 7.700 ton, NPK ada 17.500 ton, petroganik ada 8500 ton,” kata Supramnaryo.

Hal tersebut dikatakan oleh Supramnaryo saat acara Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kartu Tani di Kabupaten Karanganyar tahun 2018, Selasa (13/03) pagi, di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR).

Lebih lanjut, dia mengharapkan dengan adanya Kartu Tani itu penyaluran diharapkan mencapai enam tepat, yakni tepat mutu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat dan tepat waktu.

Penyaluran dengan kartu tani ini, di Kabupaten Karanganyar terdapat 183 pengecer pupuk subsidi, dan disediakan alat  Electronic Data Capture (EDC) untuk mengetahui jumlah alokasi pupuk yang dimiliki petani.

“Jadi petani membeli pupuk subsidi dengan Kartu Tani, tinggal gesek di mesin EDC. Jumlah alokasi terlihat,” katanya.

Ditempat yang sama, tim gubernur Percepatan Pembangunan Jawa Tengah, Sunaryo merupakan perubahan alokasi pupuk terbuka menjadi tertutup. Dengan demikian ada masa transisi cara baru.

“Hari ini bisa menginventarisir permasalahan yang dihadapi apa saja, petani, kelompok tani, distrubusi pupuk, alokasi pupuk,” katanya.

Sementara itu Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, mengatakan apabila ada petani yang belum ikut gapoktan, maka segera bisa ikut anggota agar memudahkan mendapatkan pupuk subsidi dari Kartu Tani.

“Apabila ada kesulitan tentang kartu tani ada nomor aduan. Jumlah alokasi pupuk juga mencukupi. Saya yakin di Kabupaten Karanganyar tidak ada kendala,” kata Pjs Bupati Karanganyar.

Pjs Bupati juga meyakinkan bahwa Pemerintah hadir untuk menampung keluhan dari petani, untuk di selesaikan bersama . “Kita hadir ditengah-tengah. Jika ada yang belum ikut anggota apa kendala penyebabnya,” pungkasnya

Disela-sela acara diberikan secara simbolis mesin EDC kepada pengecer pupuk  bersubsidi.(pd)

Read More
DSC_4560

Perlu Mesin Pengering Dan Pemilah,  Pemerintah Pusat Akan Fasilitasi

 

Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  (KPDT), Ahmad Erani Yustika melihat pengemasan beras merah dan putih di Balai Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan

KARANGANYAR – 2  Maret 2018

Kedatangan Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  (KPDT) ke Karangpandan, Karanganyar tidak disia-siakan Pemkab Karanganyar. Kesempatan yang  baik itu, Pemkab Karanganyar meminta mesin pengering dan pemilih untuk beras merah dan putih. Sebab kedua mesin itu sangat dibutuhkan petani di Karanganyar.

“Jika musim penghujan seperti ini, petani perlu mesin pengering. Sebab harga beras jatuh karena ketika diselep pasti pecah. Sehingga petani saat ini butuh alat pengering,” papar Sekretaris Desa (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Drs Samsi M.Si saat bersama dirjen Pembangunan Kawasan Perdesan KPDT, Ahmad Erani Yustika pada peresmian Rice Milling Unit Di Desa Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan Jumat (02/03).

Samsi menambahkan jika menggunakan alat pengering tersebut maka akan sangat membantu para petani. Sebab dengan alat pengering tidak perlu kawatir dengan musim hujan. Selain itu, petani di Karanganyar memerlukan mesin pemilah. Sebab, petani kesulitan jika akan memilah antara beras merah dan putih. “Bercampurnya beras merah dan putih disebabkan dua hal. Tercampur di sawah karena angin atau tercampur saat berjemur. Dengan alat tersebut bisa sangat membantu petani di Karanganyar. Kami sudah diskusi dengan UNS namun pendanaan terlalu berat sehingga saya berharap kepada pemerintah pusat untuk membantu,” tambahnya.

Sedangkan Pemkab Karanganyar sendiri, menurut Samsi telah membantu transportasi untuk petani yakni motor roda tiga. Namun petani justru memilih truk atau pick up karena bisa memuat lebih banyak.

Terkait permintaan tersebut, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesan KPDT, Ahmad Erani Yustika akan memfasilitasi. Sebab kedatanganya ke Kabupaten Karanganyar juga untuk membuktikan kesungguhan masyarakat Karanganyar.  “Entah sedikit atau banyak, kita akan tindaklanjuti permintaan tersebut. Kami datang ke Karanganyar dengan kesungguhan dan ketulusan,” imbuhnya.

Dia menambahkan  setiap tahun anggaran untuk desa terus mengalami peningkatan.  Tahun 2018 ini dana untuk ke desa mencapai Rp 60 triliun. Di sisi lain jumlah desa juga mengalami peningkatan. Di tahun 2015 jumlah desa di Indonesia  sebanyak 74.054 desa. Di tahun 2016 jumlah desa bertambah menjadi 74.754 desa. Dan tahun 2017 naik lagi menjadi 74.910 desa. Kemudian di tahun 2018 menjadi 74.950 desa. “ Tahun 2018 ini dananya mencapai Rp  60 trilun. Kurang lebih setiap desaakan menerima sekitar Rp 800 juta. Dan di tahun  2019 akan bertambah lagi jumlahnya dan tingga menyepati nominalnya saja,” imbuhnya.

Yang lebih penting lagi, dana desa di tahun 2018 bukan hanya pembangunan fisik saja akan tetapi juga untuk memperdayakan masyarakat desa. Dana desa itu sesuai Permendes No 19 tahun 2017 prioritas pemanfaatnnya bisa digunakan untuk membangun kawasan pedesan. Maksudnya adalah lebih dari satu desa melakukan kerjasama membangun wilayah. Misalnya program padat karya atau program yang lain. “Intinya dana tersebut bisa dipergunakan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Melalui program padat karya dan pelayanan dasar lainya seperti kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” imbuhnya. (Hr/Adt)

Read More
DSC_1574

Dispertan Bagikan 21 Ribu Bibit Kelapa Genjah

DISKOMINFO

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Karanganyar  Siti Maisyaroch menyampaikan sambutan pada sosialisasi pembagian bibit kelapa Genjah di Ruang Podang II Setda Karanganyar, Senin (12/2).

Karanganyar, Senin 12 Februari 2018

Dinas Pertanian membagikan 21 ribu batang pohon kelapa pasa para petani di Kabupaten Karanganyar. Pembagian ini diharapkan para petani mampu memanfaatkan lahan perkebunan sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga.

Pembagian bibit kelapa kepada Kelompok tani diserahkan secara simbolis di Podang II Kantor Sekretariat Kabupaten Karanganyar, Senin (12/2). Pembagian bibit ditujukan pasa para kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Bibit pohon kelapa sensiri yang dibagikan merupakan jenis kelapa genjah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo mengatakan pemberian bibit ini dimaksudkan untuk mengenalkan petani kelapa jenis genjah. Diharapkan dengan pembagian bibit ini petani mampu memanfaatkan lahan kosong.

“Optimalkan lahan perkebunan dengan tanaman bermanfaat,”katanya.

Sementara itu sambutan Bupati Karanganyar yang diwakilkan Asisten Pembangunan Setda Karanganyar, Siti Maesaroh meminta para petani sapat mengembangkan jenis kelapa ini. Karena selain menghasilkan buah kelapa, olahan kelapa juga dapat mengangkat perekonomian warga.

“Semoga nantinya para petani kelapa si Karanganyar dapat bertambah dan diharapkan Karanganyar nantinyamenjadi sentra kelapa,”pintanya.

Bantuan bibit kelapa jenis genjah merupakan bentuk kerjasama PT. Sari Kelapa dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar.

Demikian Diskominfo (ft/ind)    

Read More
DSC_8772

Pemkab Karanganyar Adakan Festival Durian

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan perwakilan Forkopimda memegang durian di Festival Durian Karanganyar 2018

Karanganyar, Jumat (05/01/2018)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Festival Durian 2018 yang diikuti puluhan peserta dan bagi yang menang juara 1,2 dan 3 mendapatkan penghargaan berupa piala dan uang, Kamis (04/01) pagi, di Terminal Wisata Mbangun Makutoromo, Karangpandan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan 25 peserta berasal dari petani yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Lomba ini ada setelah dua tahun berturut-turut vakum, karena merosotnya produksi durian yang disebabkan musim,”kata Supramnaryo.

Lebih dari itu, juga menemukan dan mengenalkan pohon durian lokal dari Karanganyar, dengan harapan kedepan ada penamaan varietas unggul yang akan diajukan ke Kementerian Pertanian dan akan dijadikan pohon induk bagi perbanyakan bibit.

Kali ini, pihak penyelenggara mengandeng juri dari latar belakang pakar holtikultura, dan pakar buah. Hasilnya, mereka memutuskan juara 1 yakni Wando, dari Mranggen, Pendem, Mojogedang. Juara 2, Wardoyo, dari Pablengan, Matesih, dan Juara 3 yakni Paino, Gendon, Jumantono.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat pembukaan mengatakan dengan adanya festival ini dapat lebih mengenalkan produk durian lokal dari Karanganyar, apalagi Kecamatan penghasil durian.

“Kalau kita lihat, banyak pedagang durian saat musim, berjualan yang strategis, ada pula di desa-desa yang banyak dicari pembeli. Rasa dan aroma khas menjadi incaran penyuka durian,”katanya.

Diakhir acara, ada lelang durian yang dimasukkan di tengok . Sebanyak 38 tengok ditawarkan dengan harga yang berbeda. Ada berisi 10 durian laku Rp. 600 ribu, bahkan ada pula yang sampai Rp. 1,2 juta. (pd)

Read More
DSC_0050

Pemkab Gelontorkan  7,7 Miliar untuk 128 Kelompok Ternak di Karanganyar

KOMINFO

Wakil Bupati Rohadi Widodo saat memberikan pengarahan di hadapan para penerima bantuan hibah ternak tahap 4 tahun 2017

 

 

Karanganyar, Jum’at 29 Desember 2017

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Karanganyar menggelontorkan dana hibah senilai Rp7,7 miliar untuk 128 kelompok ternak di wilayah Karanganyar. Diharapkan dana bantuan ini dapat lebih mengembangkan kelompok ternak serta menghidupi ekonomi masyarakat, Jum’at (29/12) pagi.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dalam sambutan pada kegiatan penyerahan dana hibah tahap 4 mengatakan bantuan yang telah diterima melalui rekening untuk segera dibelanjakan dengan benar sesuai dengan proposal yang diajukan.

“Uang yang diterima tidak ada potongan sedikitpun, utuh. Belanjakan untuk membeli sapi, itik, ikan, kambing untuk lebih mengembangkan kelompok ternak. Jangan untuk lainnya,”terangnya.

Ia menekankan untuk segera dibuat Surat Pertanggung Jawabannya (SPJ) agar administrasi tertib, barang yang dibelanjakan juga ada dan sesuai sehingga semua berjalan dengan lancar.

“Karena tertib administrasi kaitannya dengan BPK supaya tidak menimbulkan masalah yang beresiko hukum,”tegas Wabup.

Sementara itu laporan Kepala Disnakan Karanganyar, Sumijarto mengatakan total bantuan 7,7 miliar untuk 128 kelompok ternak di 16 kecamatan 41 desa di wilayah Karanganyar. Dengan perincian Tahap I untuk  25 kelompok ternak Rp1,9 miliar, Tahap II untuk 28 kelompok ternak Rp2,9 miliar, Tahap III untuk 24 kelompok ternak Rp1,2 miliar dan Tahap IV untuk 51 kelompok ternak Rp2,4 miliar.

“Jumlah kelompok ternak yang belum menerima ada 2 kelompok ternak dengan total senilai Rp70 juta karena secara administarsi kurang lengkap.”jelasnya.

Dikatakan total bantuan Rp7,7 miliar ini jumlahnya sama dengan jumlah ternak sapi sebanyak 513 ekor. Untuk sapi harga berkisar 15 juta rupiah/ekornya.

Demikian Diskominfo (adt/ind)

 

 

 

 

 

Read More
DSC_0188

Bupati Ajak Pakan Ternak Dicampuri Pupuk Organik

BANTUAN ; Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sertifikat organik kepada kelompok tani.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – Kamis 28 Desember 2017

Beberapa waktu lalu, Bupati Karanganyar kedatangan tamu dari Korea, Mr Lee. Profesor dari negeri Ginseng tersebut memaparkan tentang pupuk organik dicampur dengan pakan ternak ayam. Hasilnya luar biasa, ayam pedaging  yang biasa panen setelah 35 hari namun ketika dicampuri pupuk organik dapat dipanen 28 hari. Selain itu, dagingnya seperti ayam kampung dan cangkang telurnya lebih keras.

“Penelitian yang dilakukan profesor Lee tersebut perlu dicoba di Karanganyar. Sebab hasilnya luar biasa dan mampu dikembangkan peternak,” papar Bupati  Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara bantuan hibah dibidang pertanian di Aula Bank Jateng Kamis (28/12)

Dia menambahkan pupuk organik bisa juga diterapkan pada buah-buahan. Tentu hasilnya juga akan lebih baik. Termasuk juga untuk padi sangat bagus di ujicoba. Pihaknya menyatakan petani di Karanganyar ini semua sudah ahli. Kendalanya hanya pada pemasaran.   Sebab bantuan obat, traktor dan pupuk sudah dibantu oleh Pemkab Karanganyar. Hanya saja pada saat panen, harganya turun drastis. “Petani kita itu sudah pintar. Hanya pada permasalahaan pada pemasaraan. Makanya saya berharap Dinas Pertanian dan Pangan mampu bersinergi mengatasi masalah ini. Supaya masyarakat Karanganyar lebih sejahtera,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Karanganyar memberikan dana hibah kepada 15 kelompok tani di Karanganyar dengan besaranya berbeda-beda. Besarnya dana mulai dari Rp 15 Juta sampai Rp 125 Juta. Selain itu, Pemkab juga memberikan bantuan kendaraan roda tiga untuk  8 kelompok tani. Diharapkan bantuan kendaraan roda tiga itu dapat dipergunakan untuk mengangkut hasil pertanian. “Kami juga memberikan bantuan sarana prasarana pendukung budidaya pertanian. Seperti Appo, Cultivator, pompa air, Handspayer kepada 15 kelompok tani. Saya berharap bantuan tersebut dapat lebih meningkatkan kesejahteran  petani di Karanganyar, “ papar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Supramnaryo.

Dia menambahkan ada dua kelompok tani yang mendapatkan sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman. Yakni untuk kelompok tani Pandan Sari di Desa Pendem, Kecamatan Mojogendang untuk tanaman padi organik dan Kelonpok tani Taruna Tani Sumber Mulyo di Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu untuk tanaman padi, sayur dan palawija. Sertifikat ini membuktikan dua kelompok tani itu telah berhasil mengembangkan budidaya sistem pertanian organik. (hr/f3a)

Read More
DSC_0853

Kelapa untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Warga

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutan pada acara Seminar Peluang Usaha Agrobisnis Kelapa di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (18/12).

Karanganyar, Senin 18 Desember 2017

Buah yang banyak tumbuh di iklim tropis seperti Indonesia ini ternyata memiliki potensi dikembangkan untuk menambah penghasilan. Hal ini diungkapkan Profesor Wisnu Gardjito ketika tampil sebagai pembicara dalam kegiatan Peluang Usaha Agrobisnis Kelapa dan Agro Industri Kelapa, Senin (18/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menurutnya kelapa sangat banyak memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi penambah penghasilan. Mulai dari batang, buah hingga daun kelapa semua dapat dimanfaatkan baik diolah menjadi makanan, minuman, perawatan wajah, kesehatan hingga aneka perabot rumah tangga.

“Kelapa merupakan pohon kehidupan sehingga saya jatuh cinta pada kelapa,”terangnya.

Disampaikannya tidak sedikit petani kelapa sering mengalami kebingungan usai memanen kelapa. Sehingga hasil yang dimanfaatkan kurang maksimal. Padahal kelapa terutama airnya memiliki banyak manfaat.

“Air kelapa itu ibarat air suci setelah zam-zam karena memiliki cairan yang bagus untuk tubuh karena kandungannya sama dengan plasma darah,”tuturnya.

Ditambahkannya air kelapa juga mempunyai banyak fungsi seperti detok atau penawar racun hingga dibuat sebagai gula semut atau yang lebih dikenal dengan sebutan gula jawa yang sangat baik dikonsumsi penderita diabet.

Profesor Wisnu mengatakan bahwa dirinya memiliki 1600 formula mengolah kelapa. Selain menanam bibit kelapa yang benar, mengolahnya hingga memasarkannya ke pasar lokal maupun luar negeri.

“Kelapa mempunyai banyak manfaat sehingga mampu menambah penghasilan jika kita mampu mengelolanya dengan baik,”jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi kegiatan seminar ini. Diharapkan seminar ini mampu menambah pengetahuan dan menjadi motivasi para warga Karanganyar terutama petani untuk benar-benar menggeluti potensi agrobisnis kelapa.

Bupati juga menghimbau warga untuk mulai memanfaatkan lahannya ditanami pohon kelapa. Apalagi bibit kelapa ini pertumbuhannya relatif cepat yakni dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun sudah berbuah.

“Ayo lahane dho ditanami kelopo supoyo dho ndhang sugih mergo kelopo (Ayo lahannya ditanami kelapa supaya cepat kaya karena kelapa). Karena kelapa memberikan banyak potensi nilai ekonomis. Ke depan mudah-mudahan Karanganyar bisa menjadi sentra kelapa,”harap Juliyatmono.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

Read More
DISKOMINFO

Penanaman Pohon Salah Satu Cara Tanggulangi Bencana

KOMINFO

Sekda Karanganyar bersama Direktur Bina Investasi Infrastruktur Ditjen Bina Konstruksi Kementrian PUPR menanam pohon durian untuk penghijauan area Waduk Gondang, Selasa (28/11)

Karanganyar, 29 November 2017

Penanganan sampah dan penghijauan merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana alam. Pemkab Karanganyar, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PUPR dan tim Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) melaksanakan penghijauan di Waduk Gondang, Kerjo, Selasa (28/11). Acara ini di gelar dalam rangka Hari Bakti ke-72 PU dengan tema Gerakan Peduli Mitigasi Bencana.  Pada acara ini Bupati Karanganyar diwakili oleh Sekda Kabupaten Karanganyar Drs. Samsi, M.Si.

BBWSBS bersama rombongan mendapat alokasi 2.850 batang bibit pohon. Bibit pohon didistribusikan ke tujuh lokasi, yakni Waduk Gondang, Waduk Pondok Ngawi, Waduk Kedung Bendo, Bendungan Colo, Waduk Gongseng, Waduk Tukul, dan Waduk Wonogiri.

Pada kesempatan ini PLH BBWSBS Yunitta menyampaikan penghijauan merupakan bagian dari melaksanakan tugas dan fungsi BBWSBS, yakni konservasi sumber daya air, daya guna, daya rusak, dan sistem informasi sumber daya air.

“Melibatkan masyarakat itu wajib. Lebih efektif lagi melibatkan pemerintah dan masyarakat. Pohon yang dipilih buah-buahan supaya masyarakat dapat mengambil manfaat setelah lima tahun. Masyarakat merawat dan diberikan kebebasan menikmati hasil,” kata Yunitta.

Hal senada disampaikan Direktur Bina Investasi Infrstruktur Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Masrianto. Pada kesempatan itu, Masrianto membacakan sambutan Menteri PUPR RI, M. Basuki Hadimoeljono

“Isu sampah dan penghijauan untuk meminimalkan bencana alam. Dua program itu merupakan investasi kehidupan dan kelestarian lingkungan hidup untuk mendukung keberlangsungan hidup. Mari dukung gerakan menanam pohon dan pascapenanaman untuk mewujudkan lingkungan berkualitas. Semoga upaya ini memberikan manfaat pengelolaan sumber daya air,” ujar dia saat membacakan sambutan.

Sementara itu, Sekda Karanganyar, Samsi, mengapresiasi langkah BBWSBS menghijauan Waduk Gondang. Menurut dia, hal itu sejalan dengan rencana kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menjadikan Waduk Gondang sebagai salah satu objek wisata baru di Karanganyar.

“Setelah ini kami akan rakor terkait pemanfaatan Waduk Gondang. Apa yang boleh kami lakukan dan tidak mengganggu operasi waduk. Pemberdayaan ekonomi. Ini akan menjadi tempat wisata yang indah,” ujar dia

Pada kesempatan itu, Masrianto dan Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, menanam pohon durian di Waduk Gondang. Dia berharap gerakan penghinjauan dilakukan berkelanjutan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Masyarakat sekitar pun diharapkan ikut ambil bagian pada program tersebut. DEMIKIAN DISKOMINFO(adt/yoga)

Read More