Category: Pertanian

IMG-20190305-WA0011

Panen Raya Padi Organik Desa Ngadiluwih Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – 5 Maret 2019

 

Desa Ngadiluwih baru saja memgadakan panen raya, Selasa (5/3). Padi yang dipanen merupakan padi organik. Camat Kecamatan Matesih, Mulyono., S.H., M.M., mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Ngadiluwih bersama kelompok Tani Cempaka bekerjasama dengan PT. Rumah Organik Indonesia juga Tani Muda Indonesia melaksanakan kegiatan padi organik. Luas tanah yang ditanami padi organik ada sekitar 25 hektar. Kegiatan ini selain untuk launching panen raya padi organik, namun juga peresmian jembatan yang berada di Dusun Dungjangan, Desa Ngadiluwih. Mulyono selaku camat di Kecamatan Matesih juga meminta bupati untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada masyarakat Desa Ngadiluwih, khususnya yang berprofesi petani agar bersemangat untuk bertani.

Rusdiyanto Purwadi., S.E selaku Kepala Desa Ngadiluwih juga menuturkan bahwa warga Desa Ngadiluwih dan Tani Muda Indonesia sepakat untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas pertanian di Ngadiluwih dengan sebaik – baiknya. Saat ini ada sekitar 59 anggota yang sudah bergabung di kelompok Tani Muda Indonesia. Desa ngadiluwih juga sudah ditetapkan sebagai Desa Wilayah Organik oleh Kementrian Pedesaan. Dengan ditetapkannya Desa Ngadiluwih sebagai Desa Wilayah Organik, maka diharapkan pertanian di seluruh Desa Ngadiluwih semakin maju. Dengan penerapan sistem organik ini, padi yang ditanam pun juga tidak mudah roboh dan lebih tahan hama wereng.

Ada beberapa kendala yang ditemui oleh Pemerintah Desa Ngadiluwih untuk memulai menanam padi organic, yaitu tentang pandangan masyarakat bahwa system organik akan menurunkan pendapatan petani. Namun, Pemerintah Desa Ngadiluwih dan para petani anggota Tani Muda Indonesia optimis akan mendapatkan hasil yang baik dan maksimal.

“Kami telah melakukan pengubinan untuk melihat berapa tonase pendapatan yang akan di dapat oleh petani. Gambaran yang diperoleh sekitar 9,8 ton per hektarnya”, ujar Rusdiyanto.

Dalam sambutannya, Bupati Juliyatmono berjanji akan mencari cara untuk menjual padi organic dari Desa Ngadiluwih. Beliau akan menghimbau agar masyarakat Karanganyar untuk membeli produk lokal yang dihasilkan oleh masyarakat dan berusaha agar petani – petani di Kabupaten Karanganyar semakin sejahtera.

Diskominfo (in/an/sr)

Read More
DSC_0053

130 Cangkir Kopi Gratis Dalam Festival Kopi Karanganyar Lawu Maret Mendatang

Foto bersama Bupati Karanganyar bersama Komunitas Kopi Karanganyar dan IKA FIB Undip dalam Audiensi di Ruang Garuda, Setda Kabupaten Karanganyar

 

Karanganyar – 12 Februari 2019

Komunitas kopi Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Universitas Diponegoro, berencana akan menyediakan 13 kedai kopi dengan kurang lebih 100 cangkir kopi disetiap kedainya disekitar Air Mancur Alun-alun Kabupaten Karanganyar bulan Maret mendatang.

Selasa, (12/02) di Ruang Garuda Setda Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar melakukan audiensi bersama 15 orang dari komunitas kopi Karanganyar, dan 5 orang dari IKA FIB, serta didampingi oleh UPT Kabupaten Karanganyar untuk membahas rencana Festival Kopi Karanganyar Lawu yang akan dilaksanakan awal Maret mendatang.

Kegiatan yang dimaksudkan untuk mengangkat Kopi Karanganyar Lawu agar memiliki branding yang baik dihadapan pencinta kopi ini merupakan biji kopi pilihan yang didapat dari petani kopi yang ada di daerah Tawangmangu, Jatiyoso, dan Ngargoyoso. Selain pendampingan budidaya penanaman dengan baik, IKA FIB Undip nantinya juga akan mengajarkan bagaimana cara mengemas kopi sebaik mungkin kepada para petani kopi. Identitas geografi juga akan dicantumkan pada label kemasan dengan tujuan untuk menguatkan bahwa Kopi Karanganyar Lawu menjadi kopi yang memiliki filosofi dan makna yang kuat untuk menarik pembeli.

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono berharap dengan adanya Festival Kopi Karanganyar anak muda yang bertani juga memiliki prospek kerja yang baik.

 

Demikian Diskominfo (ind/dn/mt)

Read More
IMG-20190204-WA0020

Bupati Karanganyar Lakukan Kunjungan Lapangan Perkembangan Klaster Bisnis Padi Organik

diskominfo

Sambutan dan Pengarahan dari Bupati Karanganyar

Karanganyar – 4 Februari 2019

Beras organik kini sudah mulai berkembang pesat di lingkungan masyarakat, meskipun harganya jauh lebih tinggi dari beras biasa. Masyarakat yakin bahwa beras organik merupakan makanan yang lebih aman dibanding dengan beras biasa. Senin, (04/2) Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M. M. melakukan kunjungan lapangan dalam rangka pengembangan klaster bisnis padi dengan sistem organik Desa Gentungan, di Balai Desa Gentungan Mojogedang.

Kunjungan lapangan yang dihadiri oleh bupati, wakil bupati beserta jajaran pemerintah daerah tersebut merupakan salah satu dari 15 desa yang ada di Karanganyar yang telah melakukan pengembangan padi organik.

Camat Mojogedang, Sutrisno menyampaikan bahwa ada 2 dusun dari 5 dusun yang ada di Kecamatan Mojogedang yang telah menanam padi organik. Padi tersebut dipasarkan di berbagai wilayah seperti Surabaya. Selain penanaman padi organik, rencanaya Desa Gentungan juga akan memanfaatkan embung sebagai tempat wisata, disana pengunjung dapat bermain turbing selain itu untuk biaya retribusi akan digratiskan. Sutrisno berharap bahwa Desa Gentungan akan menjadi desa mandiri sekaligus desa wisata percontohan.

Dalam sambutan pengarahannya, Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa apa yang dilihat dan didengar oleh masyarakat harus sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Masyarakat Desa Gentungan dapat bekerja sama dengan 15 desa di Kabupaten Karanganyar yang lainnya untuk menghasilakan padi organik dengan jumlah yang lebih banyak, sehingga produksinya meningkat dan hasil pendapatan juga ikut meningkat. “Petani di 15 desa nantinya juga bisa bekerja sama dengan BUMDes lalu membagi hasil sama rata” imbuhnya. Dengan adanya kerja sama tersebut pemerintah nantinya akan terus memfasilitasi alat-alat produksi.

 

Demikian Diskominfo (in/dn/mt)

Read More
DSC_9778

Pelatihan Pertanian bersama BAZNAS dan OISCA Karanganyar

diskominfo

Bupati Karanganyar Memberikan Pengarahan Pada Peserta Wirausaha Remaja Masjid Di OISCA

Karanganyar – Senin, 21 Januari 2019

Pada hari Jumat (18/1) kemarin, telah terlaksana pembukaan Pelatihan Wira Usaha Remaja Masjid Bidang Pertanian di Aula OISCA Karangpandan, Karanganyar. Pelatihan ini diadakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan bekerjasama dengan OISCA Karangpandan. Pelatihan ini juga dihadiri oleh Bupati Karanganyar untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan tersebut.

Pelatihan Wira Usaha Remaja Masjid Bidang Pertanian dibuka pada pukul 09.15 oleh Bupati Karanganyar. Dalam acara ini diikuti oleh sekitar 40 peserta anggota Remaja Masjid dari 4 kecamatan di Karanganyar, yaitu Kecamatan Tawangmangu, Kecamatan Karangpandan, Kecamatan Ngargoyoso, dan Kecamatan Jenawi. Kegiatan pelatihan pertanian ini berlangsung selama 2 hari dan diisi dengan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat, seperti olahraga, ibadah, dan praktik bertani. Seluruh biaya ditanggung oleh BAZNAS dan diambil dari zakat yang ditampung di BAZNAS. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengembangkan potensi pertanian dan keahlian bertani para anggotanya. Sebelumnya, BAZNAS Karanganyar sudah mengadakan pelatihan dalam bidang ekonomi dan otomotif.

Bupati Karanganyar juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada BAZNAS karena telah berinisiatif untuk mengadakan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Beliau juga berharap agar kegiatan ini bisa bermanfaat untuk seluruh umat dan masyarakat.

Diskominfo (an/in/and/sr)

Read More
DSC_8470

Beda Tapi Bisa Rukun

Kominfo

Aji Pratomo Heru Camat Jaten secara simbolis menyerahkan bibit pohon kepada relawan untuk di tanam di bantaran sungai Bengawan Solo

Karanganyar – 15 September 2018

Penanaman pohon dan  gelaran pasar murah oleh GBI Keluarga Allah yang bekerja sama dengan Forkopimca Jaten juga relawan dari berbagai kalangan digelar di lapangan Gunung wijil desa Ngringo Kecamatan Jaten, Sabtu(15/09).

Acara yang bertajuk “ Beda Tapi Rukun “ tercetus karena momentum situasi masayarakat Indonesia sekarang ini yang mudah sekali terpecah belah.

Kepala Desa Ngringo sendiri mengaku senang, dalam pidato sambutannya beliau menyampaikan dengan tegas mau diadakan beberapa kali pun acara seperti ini, warga Desa Ngringo akan selalu siap karena maksud dan tujuannya sangat baik, dan initerbukti antusias dari warganya yang berbondong-bondong hadir memadati lokasi acara.

Pendeta Ubaje Tanto Setyawan dari GBI keluarga Allah sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, dan sangat tidak menyangka bahwa acaranya akan seramai ini mendapat antusias dari warga. “ Suasana  sangat kondusif dan luar biasa yaitu suasana kerukunan, temanya pun juga sangat luar biasa yaitu Beda Tapi Bisa Rukun dan itu sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini “ ucap beliau saat ditemui tim liputan.

Beliau juga berharap acara semacam ini bisa dicontoh daerah-daerah lain agar kerukunan ada dimana-mana dan negara kita akan menjadi negara yang kuat dengan kerukunan dari berbagai perbedaan.

Aji Pratomo Heru Camat Jaten saat di wawancari tim liputan mengaku bangga dengan event seperti ini, karena beliau melihat antusias warganya yang luar biasa walaupun Bupati Karanganyar yang dijadwalkan hadir dalam acara tersebut berhalangan dan mewakilkan kepadanya. Beliau juga  menjelaskan disamping acara pasar murah, sejak awal orang nomer satu di Kecamatan Jaten ini mencanangkan untuk penanaman pohon di bantaransuangai Bengawan Solo.

Aliran sungai Bengawan Solo yang ada di Ngringo ini sering mendapat luapan, dan setelah diselidiki bersama teman-teman relawan ternyata sudah terjadi banyak abrasi. Ada sekitar 600 bibit pohon yang di tanam yang terbagi menjadi dua tahap penanaman. Tahap pertama sudah ditanam sebanyak 350 pohon dan hari ini akan ditanam lagi 250 bibit pohon.

“ Menanamnya itu mudah, yang sulit itu adalah perawatan pasca penanaman “ ucap beliau. Ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama, dengan adanya petugas piket menyirami tanaman dari relawan, ini akan bisa mengantisispasi banyaknya pohon yang mati pasca tanam akibat tidak di rawat.

Di akhir prosesi penanaman di bantaran sungai Bengawan Solo, tim relawan juga melanjutkan aksi kegiatan memungut sampah yang ada di lokasi pasar murah lapangan Gunung Wijil dan juga di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo.

Demikian Diskominfo (Kris/Ard)

Read More
DSC_7138

Segorogunung Ngargoyoso Siap Juara Nasional Hatinya PKK

Kominfo

Bupati Karanganyar saat menyambut Tim Verifikasi Lapangan Lomba Pemanfaatan Pekarangan (Hatinya PKK) Tingkat Nasional di ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati, (30/08).

Karanganyar, 30 agustus 2018

Masuk lima besar nasional Lomba Pemanfaatan Pekarangan (Hatinya PKK) dalam rangka hari kesatuan gerak PKK ke-46, Desa Segorogunung Kecamatan Ngargoyoso siap menyambut tim penilai verifikasi lapangan dari PKK pusat dan siap untuk jadi juara nasional.

Kedatangan tim penilai verifikasi lapangan Bapak Johan Susmono dan Ibu Ida dan rombongan PKK dari Provinsi Jawa Tengah disambut dengan hangat di ruang Anthurium oleh Bupati Karanganyar beserta jajaran pada, Jum’at(30/08).

Segorogunung Ngargoyoso akan bersaing dengan empat desa dari kota-kota lain, akan tetapi memang potensi Segorogunung ini lebih sangat menarik dan memungkinkan untuk masuk nominasi menjadi juara nasional Hatinya PKK. Ini disampaikan oleh Wakil Ketua 3 Tim Penggerak PKK Prov. Jawa Tengah Ibu Rini Sri Puryono.

Kominfo

Sambutan Bupati Karanganyar

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab jikalau sampai nantinya Segorogunung ini benar-benar menjadi juara nasional. Dengan pekikan semangat “ Segorogunung….Juara Satu..!!! “ orang nomor satu di bumi intan pari ini sangat yakin kalau Segorogunung memang layak untuk jadi juara satu.

 

 

 

Kominfo

Sambutan Ketua Penggerak PKK Kab. Karanganyar

Hj. Siti Khomsiyah Juliyatmono, A.Md selaku ketua penggerak PKK Kabupaten Karanganyar dalam pidato sambutannya mengaku sangat bangga bahwa Segorogunung yang merupakan salah satu desa binaannya bisa melenggang masuk lima besar Lomba kategori Pemanfaatan Pekarangan dan sangat berpotensi untuk menjadi juara. (Ard/Adi)

 

Read More
DSC_6115

Ganjar Pranowo : Inginkan Segalanya Mudah dan Murah Bagi Masyarakat

Diskominfo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog bersama pedagang pasar Matesih dalam rangakaian kunjungannya di Kabupaten Karanganyar didampingi Sekda Karanganyar dan Kepal;a Disperindagkop, rabu(01/08)

Karanganyar, 01 Agustus 2018

Dalam rangakaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Karanganyar, Pasar Matesih menjadi salah satu tempat yang di kunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada, Rabu (01/08).

Sehubungan dengan bantuan keuangan Tahun anggaran 2016 sebesar 10 Milyar, Gubenur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo meninjau pasar Matesih yang telah usai melakukan revitalisasi dan rehab bangunan pasar.

Didampingi Sekda Karanganyar dan Kepla Disperindagkop juga perwakilan dari Bank Jateng, Gubernur Jawa Tengah langsung berdialog bersama para pedagang pasar Matesih yang sudah lama antusias menanti kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam dialognya kepada para pedagang pasar Matesih, Ganjar menjelaskan bahwa dia sudah memerintahkan kepada Pemerintah di bawahnya untuk terus memantau harga komoditas agar tidak terjadi lonjakan yang sangat signifikan dan memberatkan para pedagang karena dampak terburuknya adalah konsumen (masyarakat).

Salah satu pedagang sembako bernama Larsih, mengutarakan harga kebutuhan masyarakat yang saat ini melonjak drastis harganya adalah tepung terigu. Harga yang biasannya normal setiap satu saknya sekitar 180ribu, kini melonjak mencapai 280ribu dan paling turun hanya sekitar 255ribu.

Susahnya mendapatkan rabuk juga menjadi persoalan yang di tanyakan para pedagang kepada Gubernur Ganjar. Dan beliau pun geram karena sudah mengultimatum para pengusaha rabuk dan pemerintah di daerah untuk terus memantau tentang susahnya masyarakat mendapatkan rabuk. Bahkan sampai beliau menanyakan kapan bu Larsih ini mau beli rabuk, Pak Ganjar akan ikut secara diam-diam untuk mengetahui dimana dan siapa yang masih menyusahkan masyarakat untuk mendapatkan rabuk.

Di tengah kunjungannya di pasar Matesih ini pula, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga melaunching program baru dari kerjasama pemerintah Provinsi dan Bank Jateng, yaitu meberikan pinjaman modal tanpa jaminan untuk para pedagang dengan angsuran bunga sangat rendah. Ganjar juga mengharapkan dengan adanya program ini para pedagang tidak mencari pinjaman modal usaha kepada Bank Plecit lagi.

Demikian Diskominfo (Ard/Adt/Adi)

Read More
DSC_0006

Pemberdayaan P3A/GP3A Se-Kabupaten Karanganyar Tahun 2018

DISKOMINFO

Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi memberikan pengarahan dihadapan ketua P3A dan GP3A dan petugas operasional lapangan di Aula Panti Asuhan Aisiyah, Selasa (24/7). 

Karanganyar, Selasa 24 Juli 2018

Pelaksanaan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A) Se Kabupaten Karanganyar Tahun 2018 dihadiri sekitar 200an petani yang bertempat di Aula Panti Asuhan Aisyiah pada Selasa (24/07). Acara tahunan ini bertujuan untuk memandirikan lembaga / organisasi, kemampuan teknis pengelolaan irigasi dan teknis usaha tani, dan pengelolaannya serta kemampuan kewirausahaan sehingga terwujud P3A/GP3A yang lebih berdaya dan mandiri dalam pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi partisipatif.

Sambutan sekaligus pengarahan oleh Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengapresiasi terselenggaranya kegiatan semacam ini. Dalam kegiatan ini adalah yang pertama menambah pemahaman, silaturahmi dan pengalaman. Karanganyar mempunyai potensi pernah mendapat juara tingkat nasional yaitu juara kedua dan semoga akan lahir juara-juara lain, bicara tentang pengembangan wilayah, wilayah dikaranganyar ini tidak akan habis jika dijaga pertaniannya dengan protek 26000 ha harus dipertahankan menjadi lahan tani. Karanganyar ini merupakan penyandang kota solo yang solo tidak muat larinya ke Karanganyar baik industri ataupun perumahan. Kabupaten Karanganyar setahun lagi akan menjadi hebat dengan diresmikannya waduk Gondang tahun ini, bisa sebagai penyangga kekurangan air bagi petani. Struktur Air dimanapun air itu yang utama dan yang pertama digunakan untuk minum, setelah itu baru untuk pembangkit listrik dan yang ketiga sebagai sarana umum seperti pariwisata.

Sementara itu, PLT Kabag Perekonomian Nurrohmah  melaporkan bahwa kegiatan ini berlangsung 3 hari pembinaan dan kunjungan lapangan ke Cilacap pada tanggal 30 dan 31 Juli. Berkunjung ke P3A Jatimulyo Desa Cigati Cimanggu Cilacap. Tujuan diadakan pembinaan ini adalah agar P3A lebih mandiri.

Demikian Diskominfo (F3a/Ina)

Read More
KOMINFO

Kelompok Tani Ternak Subur Lestari Wakili Karanganyar di Lomba  Tingkat Propinsi

Kandang ternak Kelompok Tani Subur Lestari yang akan di nilai oleh Tim Penilai Provinsi

Karanganyar, Kamis 12 Juli 2018

Kelompok tani ternak subur lestari Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu terpilih mewakili Kabupaten Karanganyar untuk lomba kelompok tani ternak berprestasi tingkat Jawa Tengah.

Pengolahan kompos dan peningkatan populasi menjadi andalan pemaparan dari kelompok ternak subur lestari maju. Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Subur Lestari, Hendrik Mulyoto saat memaparkan dihadapan tim penilai kelompok ternak berprestasi dari Propinsi Jawa Tengah di Sekretariat Kelompok Tani Subur Lestari Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu, Rabu (11/7) kemarin.

Menurut Hendrik, dengan memanfaatkan luas area sekitar 4000 meter persegi dari tanah kas Desa Pandeyan. Populasi sapi kelompok ternak terus mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Hal ini dikarenakan peternak rutin menjaga kebersihan kandang dan kesehatan sapi.

“Awalnya tahun 2015 berjumlah 36 ekor kemudian tahun 2016 meningkat menjadi 82 sapi dan untuk 2017 mencapai 112 ekor. Kenaikan mencapai 30 persen,”terangnya.

Ditambahkannya peningkatan jumlah populasi dari kelompok ternak subur lestari bekerjasama dengan tim kesehatan dari Dinas Peternakan.

“Untuk sapi kita rutin melakukan pemeriksaan secara berkala. Pengobatan diluar kemampuan para peternak biasanya ditangani langsung di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan),”katanya.

Hendrik mengatakan produk yang dihasilkan dari kelompok tani subur lestari yakni anakan sapi atau pedhet. Ini sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah dan meningkatkan populasi ternak sapi.

“Pemeliharaan sapi dikalangan p[eternak hampir rata-rata dengan penggemukan. Hasilnya selain untuk pemenuhan daging di Karanganyar juga peningkatan kesejahteraan anggotanya,”jelasnya.

Ia juga menjelaskan untuk hasil limbah populasi sapi telah diolah dengan baik. Hasilnya berupa pupuk organik atau kompos.”Kita terus melakukan pembinaan terhadap para anggota. Apalagi permintaan pupuk organik terus meningkat di masyarakat,”terangnya.

Demikian Diskominfo (yg/ind)

 

Read More
DSC_8162

Dandim 0727/Kra Tanam Padi IR64 Bersama Penyuluh

 

 

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf M.I. Mochtar memberikan sambutan dalam rangka Pembinaan Ketahanan Pangan Nasional. Jumat pagi (13/04)

Karanganyar, 13 April 2018

Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri, Kodim 0727 Karanganyar adakan penanaman padi jenis IR64 di lahan demplot Desa Wonolopo Kecamatan Tasikmadu, Jumat Pagi (13/04). Penanaman dilakukan dilahan milik Kepala Dusun Wonolopo, Sardi, dengan luas 1 hektar.

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Infantri Muhammad Ibrahim Mochtar, berharap melalui program ini dapat meningkatkan kapasitas produksi padi sekitar kurang lebihnya 2 ton beras dalam lahan seluas 1 Ha tersebut. Pengolahan lahan menggunakan sistem Jarwo tidak menggunakan transplanter mengingat kontur lahan demplot dan dibantu dengan pupuk organic sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal.

“Hasil panen nantinya dapat dinikmati warga sekitar dan sebagian akan disimpan di Gudang Bulog untuk antisipasi kebutuhan pangan apabila terjadi bencana”, Ujarnya

Letkol Inf M.I. Mochtar menambahkan dalam lahan 1 HA ditargetkan akan menghasilan produksi padi sebanyak 8 hingga 9 ton. Dari produksi tersebut akan disisihkan 2,5 Ton untuk stok pangan Kodim 0727/KRA dan sisanya sebagai cadangan beras yang akan dititipkan di Gudang Bulog untuk ketahanan pangan nasional apabila sewaktu-waktu di wilayah tertentu terjadi bencana alam.

Selain menanam padi, Kodim 0727/KRA juga menyiapkan lahan sayuran di Rumah Pangan Lestari yang terletak di Makodim 0727/KRA dengan menggunakan polybag sejumlah 150 tanaman.

Sementara itu, Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Riyanto Sujudi, mengatakan Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian dan Pangan siap bersama-sama dengan Kodim 0727/KRA mensukseskan program ini melalui pendampingan dan pembinaan ketahanan pangan dengan menerjunkan Penyuluh Pertanian Lapangan.

Demikian Diskominfo (Ad/Karina/Imas)

Read More