Category: Pertanian

DSC_0105

Puluhan Pejabat Ikuti Lomba Merangkai Buah dan Sayur

Siti Chomsiah Juliyatmono saat menilai peserta lomba merangkai buah dan sayur yang diikuti 70 pejabat.

Siti Chomsyiah Juliyatmono saat menilai peserta lomba merangkai buah dan sayur yang diikuti 70 pejabat.

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 tahun 2014, diadakan berbagai kegiatan lomba, salah satunya yaitu lomba merangkai buah dan sayur yang diikuti sekitar 70 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan untuk memeriahkan HUT Republik Indonesia ini diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Karanganyar terlihat sangat menarik. Para pejabat abdi negara terlihat antusias dalam ajang lomba itu. Terlihat para peserta nampak serius, namun ada juga yang santai merangkai buah dan sayur dalam waktu penjurian satu jam.

Ketua DWP Persatuan Kabupaten Karanganyar, Siti Chomsyiah Juliyatmono menuturkan, lomba ini diadakan diikuti dari Kepala SKPD, Pimpinan BUMD, dan Camat di Kabupaten Karanganyar.

“Adapun kategori penilaian yaitu perpaduan buah dan sayur, keseimbangan warna, harus utuh tidak boleh dipotong, ditusuk, diukir, harus menggunakan produk lokal Karanganyar. Selain itu juga harga tidak boleh lebih dari Rp 50.000,00”, terang Siti Chomsyiah Juliyatmono, saat ditemui di lokasi lomba di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Karanganyar, Kamis (07/08)

Selain itu juga, peserta diberi waktu untuk merangkai merangkai buah dan sayurnya selama 60 menit, dan peserta tidak diperbolehkan untuk saling membantu maupun saling pinjam-meminjam alat.

Lomba merangkai buah dan sayur tersebut dimenangkan oleh Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut), Siti Maesyaroh sebagai juara satu, diurutan kedua Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, dr. Cucuk Heru Kusumo dan juara ketiga ditempati Plt Kepala Kesbangpol Muh Indrayanto. Sementara juara harapan satu sampai tiga secara berurutan yaitu Camat Tawangmangu, Titik Umarni, Camat Tasikmadu, Suhardi, Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Susamti.

Read More
panen sidenuk (2)

Panen Padi Sidenuk

panen sidenuk (1)

Penyerahan Bantuan Kepada Petani

Bertempat di desa Plosorejo Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo beserta SKPD terkait melaksanakan Panen Padi Sidenuk Teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-berbasis Organik) pada Rabu Pagi (23/07).

Dalam sambutannya Juliyatmono mengatakan rasa optimisnya bahwa petani di wilayahnya tertarik menanam Sidenuk dikarenakan benih tersebut cocok ditanam di wilayah yang kurang air seperti di wilayah Jumantono, Jatiyoso, Jatipuro dan Jumapolo serta sebagian di Tasikmadu dan Kebakkramat sedangkan di Matesih sendiri yang merupakan percontohan termasuk air nya cukup baik dikarenakan ada irigasi teknis.

Sementara itu Agus dari Kelompok Tani Rejo III melaporkan bahwa kegiatan demplot dilaksanakan pada masa tanam II dengan luas 10 Ha yang berlokasi di dua tempat Desa Klagon dan Desa Plosorejo. Para petani di dua desa itu menggunakan varietas  Sidenuk yang berasal dari penangkar benih Kerja Boyolali dengan total 250 Kg dan pupuk HUMIKA (Human Acid) asli Indonesia. Dari hasil yang diperoleh, para petani yakin ketahanan pangan nasional akan tercapai dengan target surplus 10 juta ton. ad

Read More
DSC_0149 copy

Gubernur Jateng Resmikan RPP

Karanganyar, Senin (05/05/2014)

Gubernur Jawa Tengah saat mencoba menanam bibit padi dengan mengunakan alat pertanian transplanter

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  saat mencoba menanam bibit padi dengan mengunakan alat pertanian transplanter

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan Rumah Pintar Petani (RPP) di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Minggu (04/05) pagi.
Rumah Pintar Petani merupakan sarana adanya penjual dan pembeli agar harga dipasaran tidak jatuh. Terdapat pula segala macam kebutuhan petani, seperti modal, bibit, pupuk, tata cara pengairan, pupuk, dan alat-alat pertanian.
“Misalkan saja harga jagung di tingkat lokal jatuh, namun bisa dijual skala nasional atau internasional harga bisa jauh lebih tinggi,” ujar Ganjar.
Acara itu juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, Direktur Bulog, Sutarto Alimoeso, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.
Gubernur Ganjar menuturkan dengan adanya RPP ini diharapkan bisa ada meeting point antara pembeli dan pembeli.
“Kami terus mendorong agar petani bisa lebih kreatif dalam berbagai hal di sektor pertanian,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menanam bibit padi dengan mengunakan rice transplanter di area persawahan.
Bupati Juliyatmono pada kesempatan itu menuturkan melalui program ini, tentunya dapat memberikan pelayanan prima kepada para petani dalam pemenuhan kebutuhannya.
“Dengan memanfaatkan segala bentuk potensi dan menggalang kerjasama dengan berbagai pihak, kita wajib optimis bahwa petani sejahtera,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0146 copy

Mentan Berikan Bantuan Alat Pertanian

Karanganyar, Jumat (25/04/2014)

Menteri Pertanian Suswono, melihat alat-alat pertanian saat melakukan kunjungan di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kabupaten Karanganyar, Kamis (24/04)

Menteri Pertanian Suswono (berbatik cokelat), melihat alat-alat pertanian saat melakukan kunjungan di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kabupaten Karanganyar, Kamis (24/04)

Kementerian Pertanian memberikan bantuan alat-alat pertanian untuk petani di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat berupa sarana pengolah hasil holtikultura sebesar Rp. 150 juta terdiri dari pemarut biofarmaka, perajang, pemasak jamu instan, penepung biofarmaka, pengering biofarmaka, handsiller, dan timbangan.
Selain itu, bantuan revitalisasi pengilingan padi sebesar Rp. 200 juta berupa rise milling unit (RMU) dua unit, mesin vacum viller, pembersih beras, dan pengayak menir.
Penyerahan bantuan langsung diberikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, saat di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kabupaten Karanganyar, Kamis (24/04) siang.
Setelah memberikan bantuan, Mentan Suswono menuturkan pada tahun lalu produksi beras dalam negeri mencapai 70 juta ton. Dengan menggunakan alat-alat pertanian modern bisa meningkatkan hasil produksi.
“Alat-alat pertanian jangan sampai mangkrak apalagi harganya mahal. Dengan menggunakan alat modern bisa memanen padi di lahan seluas satu hektar dalam waktu dua jam,” katanya.
Suswono juga menghimbau petani agar pandai dalam mengolah lahan pertanian, selain itu juga lebih baik menggunakan pupuk organik yang nantinya hasil panen bisa dibeli lebih mahal.
Dia juga menjelaskan, saat ini Pemerintah telah menganggarkan subsidi pupuk sebesar Rp. 18 triliun. Namun dana sebanyak itu hanya cukup untuk pengadaan pupuk 7,6 juta ton, padahal kebutuhannya bisa mencapai 9,5 juta ton.
“Hal itu karena biaya produksi naik. Namun kalau petani membutuhkan pupuk, maka harus dipenuhi. Kalau terjadi kekurangan ya dipenuhi saja. Nantinya kita akan upayakan ada tambahan di APBN Perubahan,” jelasnya.
Dia juga meminta kepada Pemkab, jika terjadi kelangkaan pupuk bagi petani agar bisa memenuhi kebutuhannya. Suswono juga meminta petani agar tidak perlu panik dengan adanya kelangkaan akhir-akhir ini. “Kebutuhan pupuk petani kami akan membantu,” ujarnya.pd

Read More
DSC_3057

Pemkab Karanganyar Awasi Peredaran Pupuk

Karanganyar, Kamis (24/04/2014)
Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengawasi ketat peredaran pupuk bersubsidi. Hal itu dilakukan karena di kalangan petani mengeluhkan kelangkaan pupuk dalam beberapa bulan terakhir.

Saat Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi bersama pengecer, distributor, gapoktan. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten (Dispertanbunhut) Karanganyar , Siti Maisyaroh, menuturkan penyaluran pupuk di Kabupaten Karanganyar mengalami ketidak lanc

ilustrasi

ilustrasi

aran dikarenakan ada pengurangan jumlah alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2014 berkurang sekitar 20 persen dibanding tahun 2013, banyak petani yang belum masuk di kelompok tani sehinga pelayanan pembelian pupuk di tingkat pengecer tanpa Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Selain itu kurangnya petani mengunakan pupuk organik dan masih ada ketergantungan pada pupuk kimia. Terdapat pengecer yang hanya melayani tetangga dekatnya, sedangkan lainnya tidak terlayani,” ujar Siti Maisyaroh, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (23/04) pagi.

Dia meminta kepada seluruh Penyuluh Petani Lapangan (PPL) agar petani yang belum ikut kelompok tani diminta masuk ke gapoktan, pengencer pupuk bersubsidi agar benar-benar mematuhi peraturan yang berlaku dengan penertiban adminitrasi agar tidak terjadi penyimpangan.

“Petani dapat menggunakan pupuk organik dan tidak tergantung pada pupuk kimia” himbaunya.
Ditempat yang sama juga dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi, dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Supramnaryo.

Bupati Juliyatmono akan menindak tegas apabila ada oknum yang bertindak curang, bahkan bisa diberikan sangsi berupa penghentian ijin operasi. “Pupuk sangat vital dan berpengaruh pada kelangsungan hidup bagi petani. Untuk itu, jangan sampai berbuat curang dalam memenuhi pupuk untuk petani,” ujarnya.

Tahun ini pengurangan kuota pupuk meliputi Urea dari tahun 2013 sekitar 21.000 ton, namun tahun sekarang menurun hanya 18.600 ton. Sedangkan untuk pupuk ZA dari 7200 ton menjadi 5700 ton, dan phonska dari 11.000 ton menjadi 9600 ton.pd

Read More
DSC_0207 copy

Durian 11 Kilogram Jadi Primadona

Para juri Festival Durian Karanganyar 2014 saat menilai durian yang dilombakan

Para juri Festival Durian Karanganyar 2014 saat menilai durian yang dilombakan

DSC_0207 copy

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengangkat durian jumbo seberat 11 kilogram

Karanganyar, Sabtu (08/03/2014)

Ratusan warga Karanganyar memadati Balai Desa Matesih, Kabupaten Karanganyar dan berpartisipasi dalam Festival Durian Karanganyar 2014, Sabtu (08/3) pagi. Dari belasan jenis durian yang dilombakan, buah berduri tajam seberat 11 kilogram menjadi pusat perhatian masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 07.30 pagi itu berisi perlombaan durian bagi perorangan, instansi pemerintahan maupun organisasi. Panitia memiliki kriteria penilaian buah berbau menyengat tersebut. Di antaranya bentuk, bobot buah, tekstur daging, kematangan, warna daging buah dan lainnya. Data dari panitia menyebutkan ada 43 peserta lomba.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dsipertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengungkapkan acara tersebut menjadi salah satu program dinasnya dan sebagai upaya pengenalan komoditi durian dari Karanganyar. Pasalnya, wilayah Karanganyar terkenal sebagai daerah penghasil durian varietas unggul. “Ada tujuh kecamatan menjadi sentra penghasil durian. Yakni Kecamatan Matesih, Jatipuro, Jumapolo, Jumantono, Ngargoyoso, Mojogedang, Tawangmangu,” kata dia.

Tidak hanya itu, panitia juga melakukan pelelalangan durian dan terbuka untuk masyarakat umum. Dalam acara lelang itu, petani durian melelangnya per keranjang atau buah. Nilainya pun bervariasi antara Rp 1 juta hingga Rp 2,6 juta/ keranjang.

Hanya saja, dari puluhan keranjang yang siap dilelangkan, durian super jumbo dan memiliki berat 11 kilogram merebut perhatian semua pihak. Tak terkecuali Bupati Karanganyar Juliyatmono yang membuka acara festival tersebut. Ditemani Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo begitu terkesima dengan ukuran durian yang sangat besar. Alhasil, Juliyatmono membeli dengan uang Rp 1 juta untuk memilikinya.

“Ini salah satu potensi Kabupaten Karanganyar dan harus tetap dilestarikan. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan acara ini. Dengan harapan, durian dari Karanganyar bisa dikenal oleh masyarakat umum sehingga berdampak pada kesejahteraan para petani,” katanya.

Usai pelaksanaan lomba dan lelang, masyarakat berduyun-duyun mengambil dan menyicipi durian unggulan Bumi Intanpari. Bahkan, durian yang dilombakan ludes dimakan oleh warga. pd

 

Read More
DSC_8189 copy

Yuuuuk, Ikuti Festival Durian

ilustrasi lomba durian

ilustrasi lomba durian

Karanganyar, Senin (04/03/2014)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) akan mengadakan Festival Durian Karanganyar Tahun 2014.

Gelaran yang akan berlangsung di Balai Desa Matesih, dimulai pukul 07.00, Sabtu (08/03) direncanakan dibuka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Kepala Dispertanbunhut Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch, menuturkan lomba ini terbuka untuk umum baik perorangan, instansi pemerintah, atau perusahaan swasta, Senin (04/03) saat di jumpai dikantornya. “Peserta tidak dipungut biaya. Untuk penjurian dan pemotretan, jumlah buah yang dikirim minimal tiga buah, berasal dari satu pohon, disertai foto pohon buahnya dengan ukuran 3R,” kata Siti.

Dia juga menambahkan buah yang dinilai yakni buah yang didaftarkan dan dikirimkan pada saat hari berlangsungnya lomba dan dalam kondisi baik.

Bagi juara I akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 4 juta rupiah, juara II sebesar Rp. 3 juta rupiah, dan bagi juara III mendapatkan uang sebesar Rp. 2 juta rupiah, dan pemenang juga mendapatkan piagam. “Penilaian dilakukan oleh Juri tingkat kabupaten. Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat,” tandasnya. pd

 

Read More
DSC_8257

Kabupaten Karanganyar Adakan Festival Durian

DSC_8257

Bupati Karanganyar, Kapolres Karanganyar dan Dandim 0727 Karanganyar saat hadiri Festival Durian di Lapangan Tugu, Genengan, Jumantono, Minggu Pagi (23/02)

Buah durian dengan ciri dan bau khasnya telah menjadi daya tarik bagi para penikmat durian. Tak hanya itu, rasa yang manis dengan sedikit pahit merupakan rasa durian yang kerap dicari masyarakat.  Dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Festival Durian untuk tingkat Kecamatan dilapangan Tugu, Dusun Genengan, Kecamatan Jumantono. Minggu (23/02).

Kegiatan yang melibatkan petani durian se-Kecamatan Jumantono ini diikuti sebanyak 58 peserta perlombaan difestival durian dimana acara ini cukup menarik perhatian masyarakat. Selain perlombaan, Kardi selaku ketua panitia pelaksana mengatakan dalam festival ini diharapkan Pemerintah Kab. Karanganyar dapat meresmikan daerah dari pemenang lomba buah durian sebagai Desa wisata buah durian di Kecamatan Jumantono.

“Kriteria penilaian berdasarkan dari ketebalan, kekenyalan dan warna dari daging durian serta dari besarnya ukuran buah durian.” Terang Wiji Suparmanto perwakilan Disperindagkop Kab. Karanganyar yang menjadi salah satu juri dalam festival durian tersebut.

Darmi warga Dusun Genengan Kecamatan Jumantono akhirnya menjadi pemenang perlombaan dengan perolehan skor 285 dan berhak atas hadiah LCD TV 21 inc + Sertifikat + Uang Tunai dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Karanganyar. “Setelah bu Darmi keluar menjadi pemenang perlombaan, maka saya resmikan Dusun Genengan sebagai Desa wisata buah durian di tingkat Kecamatan serta Bu Darmi akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Pertanian untuk penanaman bibit unggul tersebut”. Lengkap Juliyatmono. ch/ds

Read More
DSC_0084

Ketua DPD RI : Produksi Pertanian Harus Ditingkatkan

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman (kanan) saat menjadi pembicara saat sarasehan dengan para petani, di Sekolah Tani Karanganyar, di  Dusun Ringin, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Selasa (28/01) sore.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman (kanan) saat menjadi pembicara di sarasehan dengan para petani, di Sekolah Tani Karanganyar, di Dusun Ringin, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Selasa (28/01) sore.

Karanganyar, Rabu (29/01/2014)

Saat ini, Indonesia tengah dilanda krisis pangan dengan mengimpor produksi pertanian seperti kedelai dan beras. Hal itu menyebabkan kesejahteraan petani tidak meningkat.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI , Irman Gusman mengemukakan pernyataan itu saat menghadiri sarasehan dengan kalangan petani di Sekolah Tani Karanganyar, Dusun Ringin, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Selasa (28/01) sore.

“Hendaknya sebagai negara agraris harus memaksimalkan potensi pertanian. Sebab mayoritas penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani,” kata Irman Gusman.

Menurutnya, Pemerintah sebaiknya memperhatikan sektor pertanian, sehingga nantinya ketahanan pangan bisa kuat dan maju.”Dengan begitu tingkat kesejahteraan petani bisa meningkat,” ujarnya.

Dia juga menceritakan keberhasilan Selandia Baru. Para petani di negara itu sanggup hidup makmur.” Sektor pertanian di sana bisa menghasilkan ternak 30 sampai 40 juta. Selain itu  juga produk pertanian yang menjadi penopang utama dari pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengemukakan sektor pertanian di sini merupakan produk unggulan.  Dengan luas tanah sawah sekitar 22,130,32 hektar terdapat berbagai potensi pertanian seperti bawang, ketela, padi, dan wortel. pd

Read More
gue

Hasil Panen Ubi Jalar Melimpah

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo (berbaju hijau) saat menimbang hasil panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo (berbaju hijau) saat menimbang hasil panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Karanganyar, Senin (27/01/2014)

Komoditi pertanian menjadi sektor unggulan bagi Kabupaten Karanganyar seperti halnya ubi jalar yang tersebar di berbagi Kecamatan.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan kehutanan (Dispertanbunhut) akan terus menjadikan ubi jalar produk unggulan.

“Ubi sebagai komoditi pertanian yang sangat mudah karena tidak banyak memerlukan perawatan,” kata Bupati Juliyatmono  disela-sela acara panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Juliyatmono menambahkan kedepan akan dibuat zonasi wilayah produk pertanian, dengan begitu pengelolaannya mudah dan cepat.”Saat orang akan mencari produk pertanian dengan mudah mendapatkannya. Misal di Nglebak ubi, maka ingatannya kesini,” ujar nya dengan didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.

“Hasil panen rata-rata mencapai sekitar 50-58 ton per hektar. Sedangkan setiap satu hektar rata-rata dipunyai satu sampai tiga petani,” kata Bupati.

Dari sisi ekonomi, setiap satu hektar menghasilkan Rp. 50 juta dengan ongkos produksi sekitar Rp. 25 juta. Dengan begitu, perolehan laba bersih rata-rata Rp. 25 juta. Itu untuk empat bulan masa tanam, maka rata-rata dalam satu bulan menghasilkan pendapatan Rp. 1 juta.

Dengan hasil Rp 50 juta perhektare dan ongkos produksi Rp 25 juta, maka hasil bersih yang diperoleh rata-rata Rp 25 juta. Itu untuk empat bulan masa tanam, sehingga rata-rata sebulan menghasilkan pendapatan Rp 1 juta.

Selain di Tawangmangu, sentra komoditi ubi jalar di Karanganyar juga terdapat di wilayah Kecamatan Karangpandan, Matesih, Jenawi, Ngargoyoso, dan Jatiyoso. Sedangkan varietas yang banyak ditanam dengan menggunakan varietas Prambanan.

Yang cukup mengagumkan yaitu luas lahan untuk ditanami ubi jalar di wilayah Kecamatan Tawangmangu saat ini ada sekitar 250 hektar, sedangkan di Desa Nglebak sendiri mencapai kurang lebih 50 hektar.

Ditempat yang sama Kepala Dispertanbunhut Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch menjelaskan hasil panen ubi jalar sebagian besar dipasok untuk industri di Yogyakarta. “Untuk dijadikan bahan pembuat saos maupun pasta. Selain itu hasil pertanian ini untuk UMKM penghasil makanan dan kue kering di Kecamatan Tawangmangu,” jelas Siti. pd

Read More