Category: Pertanian

aku copy

Tunjang Swasembada Beras, Dibangun Saluran Irigasi 2000 Hektar

Karanganyar, Rabu (20/01/2015)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten

Untuk menunjang tercapainya swasembada panganberupa beras, jagung dan kedelai di Indoenesia. Di wilayah Kabupaten Karanganyar dibangun saluran irigasi sepanjang 2000 hektar.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan Pemerintah Pusat antara Kementerian Pertaniaan dan TNI Angkatan Darat telah mentargetkan dalam dua tahun Indonesia swasembada pangan.

“Untuk mendukung mencapai target. Pembangunan saluran-saluran irigasi dengan besaran untuk satu hektar dengan biaya satu juta rupiah,” ujar Bupati Juliyatmono saat acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Bupati Karanganyar dan Dandim 0727/Karanganyar serta Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier Di Wilayah Kabupaten Karanganyar, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten.

Pengelolaan saluran irigasi itu dikelola bersama antara 30 kelompok Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dengan Babinsa. “Pembuatan saluran-saluran irigasi dapat mengaliri sawah dengan baik, lancar dan tidak ada kebocoran. Sehingga Kabupaten Karanganyar bisa meningkatkan surplus beras,” kata Bupati.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Supramnaryo mengatakan Pemkab Karanganyar pada tajun 2015 mendapat alokasi perbaikan saluran irigasi sebanyak 2000 hektar.

“Setiap satu hektar satu juta rupiah, jadi mendapatkan dana Rp. 20 Miliar,” ungkapnya.
Di tanya tentang surplus beras, Kabupaten Karanganyar pada tahun 2014 total produksi mencapai 280 ribu ton. Tahun ini produksi pertanian meningkat 4000 ton.
“Direncanakan tahun 2015 ini peningkatan produksi bisa surplus sekitar 100 ribu ton gabah kering, pada lahan produktif seluas 23.618 hektar,” ujar Supramnaryo. pd

Read More
DSC_0029

Manisnya Duku Matesih

Karanganyar, Selasa (16/12/2014)

DSC_0029

Letak Kabupaten Karanganyar yang wilayahnya sebagian berada di lereng Gunung Lawu mempunyai berbagai potensi buah-buahan dan sayuran. Seperti salah satunya di Kecamatan Matesih, merupakan salah satu penghasil buah duku. Tepatnya di desa Plosorejo, sabagai salah satu sentra penghasil buah duku.

Salah satu warga setempat, Eko Supriyadi mengatakan di desanya rata-rata warga mempunyai pohon duku. Ada yang mempunyai lima hingga 10 pohon di pekarangan rumanya.
“Ciri khas buah duku dari sini terasa lebih manis, jumlah biji sedikit, dan kulitnya lebih kuat sehingga tidak mudah membusuk,” jelas Eko Supriyadi, Senin (15/12) sore saat di temui di rumahnya.

Di desa ini, lanjut Eko, mudah menjumpai pohon duku dengan diameter cukup besar, antara 60 sampai 100 cm dengan ketinggian mencapai diatas 30 meter. Usia pohon duku di sini ini rata-rata sudah berumur ratusan tahun.

“Pohon duku yang berdiameter besar, sudah ada sebelum mereka menghuni pekarangan tersebut. Sebagai contoh, untuk duku dengan diameter 60 cm usianya bisa mencapai 100 tahun. Jadi mereka mewarisi pohon duku itu dari nenek moyang mereka turun temurun,” jelasnya.

Masyarakat di desa Ploserejo mendapatkan penghasilan tambahan lumayan disamping profesi pokoknya sebagai petani. Untuk satu pohon duku saja bisa menghasilkan antara satu sampai lima kuintal buah duku. “Jika per kilonya harga tengkulak Rp. 15.000,00 saja, maka mereka mendapatkan hasil 1,2 juta hingga 7,5 juta untuk sekali musim panen,” kata Eko.

Selain di desa Plosorejo, setidaknya ada tiga desa di kecamatan Matesih sebagai sentra tanaman duku, yaitu di desa Gantiwarno, desa Dawung, desa Pablengan, desa Matesih, dan desa Koripan. Tempat ini sangat berpotensi sebagai sentra budidaya tanaman duku. Kedepan, Karanganyar akan memiliki ikon baru yang lebih menonjol dalam bidang agrowisata khususnya dalam hal produksi buah duku. pd

Read More
DSC_0066

Kelompok Tani Ternak Mendapat mendapat Bantuan dana Hibah

DSC_0064

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Meninjau Ternak Sapi Sesaat Setelah Acara Pemberian Hibah Selesai, Selasa Siang 09/12

DSC_0051

Pemberian Simbolis Bantuan Hibah II Oleh Bupati Karanganyar

Bertempat di Aula Kandang Komunal Kelompok Tani Ternak Andini Lestari, pada Selasa 09/12, Bantuan hibah tahap II tersebut diberikan langsung oleh Bupati Karanganyar Julyatmono kepada 63 kelompok tani ternak dengan jumlah total sebesar Rp.1.597.500.000. Hadir dalam acara tersebut wakil bupati karanganyar, beserta SKPD terkait.

 Dalam sambutannya Bupati Karanganyar mengatakan bahwa untuk tahun 2014 ini Pemkab Karanganyar menggulirkan dana sebesar 12.678.000.000 pada 418 kelompok yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar dalam kerangka pengembangan pembangunan ekonomi, sektor pertanian termasuk didalamnya peternakan dan perikanan yang memiliki peran strategis saling terkait dan berkesinambungan. Hal ini merupakan sumber daya alam yang potensial dan aset yang sangat menunjang dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Manfaatkan dengan benar dan optimal dana hibah ini, karena kelompok penerima bertanggung jawab terhadap fisik maupun keuangan atas pemanfaatan dana hibah tersebut”, harap Juliyatmono.

Sementara itu Sumijarto Kadinas Peternakan dan Perikanan Kab. Karanganyar melaporkan bahwa bantuan hibah pemberdayaan kelompok ternak dan ikan tahap 1 telah disalurkan kepada 183 kelompok sebesar Rp. 5.183.000.000 pada tanggal 18 September 2014 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, sedangkan untuk tahap 2 baru diberikan hari ini tadi (Selasa, 09/12).

“Untuk hibah tahap ke 3 sampai saat ini masih dalam proses SK Bupati dan pemberkasan”, tambah Sumijarto

Disampaikan juga pada laporannya, Kelompok Tani Ternak Andini Lestari pada tahun 2014 ini memperoleh juara 1 tingkat Propinsi Jawa Tengah kelompok ternak sapi potong dan akan maju mewakili propinsi Jawa Tengah ke tingkat nasional 2015. Atas prestasi ini, KTT Andini Lestari mendapat bantuan hibah alat dan mesin pertanian chopper dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prop. Jateng. ad

Read More
DSC_0093 copy

Toga Desa Ngunut Dinilai Tim PKK Provinsi Jawa Tengah

Karanganyar, Jumat (28/11/2014)

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan (kedua dari kanan) didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, (baju kuning) saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim Evaluasi Penilaian Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Jawa Tengah meninjau langsung kondisi hasil toga (Tanaman Obat Keluarga) di Kabupaten Karanganyar yang diwakili Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono.

Rombongan tim dipimpin langsung Tuty Hendrawan, Wakil Ketua IV Pengerak PKK Provinsi Jawa Tengah, meninjau lahan toga di belakang Kantor Kepala Desa Ngunut, poliklinik kesehatan desa (PKD) yang sudah menggunakan saintifikasi jamu, pos pengumpulan jamu, dan lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut. Mereka disambut oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Ketua Tim PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono.

“Apotek hidup seperti toga dapat dimanfaatkan keluarga sebagai obat penaggulangan penyakit dan juga membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan,” ujar Tuty Hendrawan, Jumat (28/11) di Kantor Kepala Desa Ngunut.

Lebih lanjut ditambahkan, sistem pengobatan ini murah, mudah dan cepat. Yang dapat di tanam di kebun maupun pekarangan rumah dalam mememenuhi obat keluarga. “Toga juga berfungsi sebagai bahan obat bagi keluarga dan tambahan penghasilan keluarga,” kata nya.

Sementara itu, Siti Komsiah Juliyatmono mengatakan masyarakat Desa Ngunut mempunyai gerakan menanam toga di pekarangan dan di kebun rumah mereka. Warga desa juga mempunyai pastisipasi dalam membangun desa wisata toga. “Terdapat tanaman toga seperti jahe, kunir, temu lawak dan dewa. Kalau berasal dari daun ketepang dan daun salam. Sedangkan dari akar yakni teki dan alang-alang,” ujar Siti Komsiah.

Dalam mengembangkan hasill toga, juga mendapatkan pendampingan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar.

Saat ini sudah terdapat pusat pelatihan dengan pelatihan pembuatan instan, jamu gendong dan makanan ringan. Selain itu juga ada warung herbal, pondok herbal, dan jamu gendong. pd

Read More
DSC_0040 copy

Lomba Asah Terampil Bagi Gapoktan

Karanganyar, Kamis (30/10/2014)

Enam kelompok maju ke babak final Asah Terampil Gapoktan, Kamis (30/10) di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Enam kelompok maju ke babak final Asah Terampil Gapoktan, Kamis (30/10) di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Enam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maju final pada Lomba Asah Terampil Kelompok Tani se Kabupaten Karanganyar, yang diselenggarakan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Karanganyar, di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kamis (30/10).

Supramnaryo, Kepala BP4K Kabupaten Karanganyar menuturkan pada kegiatan final ini merupakan hasil dari babak penyisihan yang dilakukan seleksi di tingkat Kecamatan. Selain itu juga menyambut HUT ke 97 Kabupaten Karanganyar.

“Lomba ini meliputi beberapa babak, mulai pertanyaan wajib, lemparan, rebutan, dan praktek. Pada babak praktek, peserta diminta untuk okulasi bibit pohon durian dan membuat biopestisida,” ujar Supramnaryo saat ditemui di sela-sela lomba.

Setelah melalui rangkaian babak lomba. Akhirnya sebagai pemenang juara satu dengan nilai 1540, Gapoktan Tani Maju, Desa Ganten, Kecamatan Kerjo. Juara dua, Makarti Tani, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar dengan perolehan nilai 1330. Disusul, juara tiga Karya Tani, Desa Dawung, Kecamatan Matesih dengan nilai 1110.

Selanjutnya sebagai Juara Harapan satu, Gapoktan Bangun Karyo Tani, Desa Jati, Kecamatan Jaten. Harapan dua, Ngudi Makmur, Desa Kebak, Kecamatan Jumantono, dan Harapan tiga Bumi Lestari, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan. Masing-masing memperoleh nilai 1090, 980, dan 930.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan mengatakanasah terampil ini merupakan salah satu metode penyuluhan untuk menyebarkan teknologi pertanian sekaligus mengetahui seberapa besar hal itu mampu diadopsi para kelompok tani.

“Saya harapkan para kelompok tani, penyuluh dan lembaga terkait mampu mewujudkan pertanian yang lebih maju dan penuh kreatifitas secara terus menerus,” ujar Bupati Juliyatmono.

Lebih lanjut, Bupati mengajak untuk mendorong tumbuhnya wirausaha pertanian yang handal, mampu menyajikan berbagai produk hasil kegiatan kelompok tani yang ditangani secara modern, memiliki nilai tawar dan nilai jual yang lebih baik.pd

Read More
gue copy

Tim Juri, Kunjungi GP3A Tirta Manunggal Karsa

Karanganyar, Jumat (24/10/2014)

Tim juri GP3A saat tinjauan lapangan di lahan persawahan Tirta Manunggal Karsa, di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kamis (23/10) pagi

Tim juri GP3A , Yanuar J Purwanto (tengah) saat tinjauan lapangan di lahan persawahan Tirta Manunggal Karsa, di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kamis (23/10) pagi

Tim Juri Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Tingkat Nasional mengadakan penilaian dan kunjungan langsung diberbagai tempat di wilayah Kecamatan Kebak Kramat, dan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut sebagai kelanjutan dari lomba yang berlangsung di Bandung, 26-29 Agustus 2014, karena berhasil masuk lima besar terbaik nasional.

Tim diterima langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo di Kantor GP3A Tirta Manunggal Karsa, di Desa Nangsri, Kecamatan Kebak Kramat. Kunjungan mereka untuk melihat langsung adminitrasi, wirausaha pupuk, Rumah Pintar Petani (RPP),peninjauan saluran irigasi, dan persawahan, Kamis (23/10).

Yanuar J Purwanto, Koordinator Tim Penilai GP3A menuturkan kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat kegiatan program-program petanian, sistem pertanian, dan kelembagaan. “Kami ingin mengetahui kehebatan GP3A Tirta Manunggal Karsa ini. Seberapa baik kegiatan-kegiatan pertanian yang dilakukan,” ujar Yanuar. pd

Read More
DSC_0627 copy

Bawang Merah Jenis Rubaru Dikembangkan di Karanganyar

Karanganyar, Minggu (12/10/2014)

Menristek, Gusti Muhammad Hatt (berbatik, tengah) didampingi Bupati Karanganyar, Juliyatmono (ketiga dari kanan) saat akan menanam bawang merah jenis Rubaru, di Dusun Ngranten, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Sabu (11/10)

Menristek, Gusti Muhammad Hatt (berbatik, tengah) didampingi Bupati Karanganyar, Juliyatmono (ketiga dari kanan) saat akan menanam bawang merah jenis Rubaru, di Dusun Ngranten, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Sabu (11/10)

Bawang merah varietas baru jenis Rubaru asal Madura, mulai dikenalkan dan dikembangkan di Kabupaten Karanganyar. Pengembangan itu dilakukan di kebun petani wilayah Dusun Ngranten, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Budidaya bawang merah jenis baru itu langsung dikenalkan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI, Gusti Mohammad Hatta. Dalam penjelasannya, bawang merah tersebut sudah diujicoba di wilayah Jawa Barat dan berhasil.

“Sebenarnya bawang merah kenis ini sudah kami coba di Bandung. Dan hasilnya memang bagus. Oleh karena itu, kami pun mencobanya di Karanganyar. Hal ini juga didukung oleh wilayah dan iklim din mana bawang ini ditanam,” kata dia, Sabtu (11/10) di lokasi penanaman bawang merah.

Dikatakan Menristek, bawang merah tersebut memiliki keunggulan. Selain warnanya menarik, Rubaru juga dapat memberikan nilai tambah bagi para petani. “Bawang ini bila digoreng memiliki warga yang lebih menarik dibandingkan jenis lain. Bawang ini ketika ditimbang pun juga lebih berat jika dibandingkan dengan jenis lainnya,” ujarnya.

Saat di Kabupaten Karanganyar, Menristek Gusti Muhammad Hatta juga mengunjungi Stasiun Lapangan Kebun Tlogo Dlingo, dan Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2TOOT), di Tawangmangu. pd

Read More
DSC_0074 copy

Tumpeng Organik Meriahkan Hari Tani di Karanganyar

Karanganyar, Kamis (25/09/2014)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kiri) saat memberikan tumpeng ke petani di peringatan Hari Tani Kabupaten Karanganyar 2014, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (24/09) malam.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kiri) saat memberikan tumpeng ke petani di peringatan Hari Tani Kabupaten Karanganyar 2014, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (24/09) malam.

Sejumlah tumpeng organik diarak oleh kelompok tani se-Kabupaten Karanganyar, Rabu (24/09) malam, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Karanganyar. Tidak hanya itu, perwakilan siswa SMP se-Bumi Intanpari juga menyelenggarakan workshop tentang pengolahan sampah organik dan melakukan deklarasi serta pembentukan Komunitas Pemuda Organik (Pernik). Rentetan kegiatan tersebut dilakukan guna memperingati Hari Tani 2014 di Karanganyar.

Pantauan di lapangan memperlihatkan tumpeng yang terdiri dari sayuran dan bahan makanan organik diarak oleh para petani. Usai diarak, tumpeng-tumpeng tersebut dibagikan kepada petani dan warga yang menghadiri acara tersebut. Dengan penuh syukur, para petani, sesepuh serta warga berbaur menyantap tumpeng.

Salah seorang warga yang menghadiri acara tersebut, Seno mengungkapkan baru kali pertama menghadiri acara semacam itu. Dirinya berharap Karanganyar mampu menghasilkan bahan pangan dengan kualitas bagus dan bisa mencukupi kebutuhan warga. “Acaranya sangat menarik,” katanya.

Sementara itu, selain memperingati Hari Tani, acara tersebut juga diharapkan bisa menggugah kesadaran para generasi muda untuk memanfaatkan potensi-potensi yang ada. Di antaranya sampah yang bisa diolah menjadi pupuk organik.

Saat menghadiri acara tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan saat ini kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi hasil pertanian organik cukup tinggi. “Hasil pertanian organik bisa membuat tubuh kita tetap sehat, dan banyak dimintai” jelasnya.pd

Read More
gue copy

Karanganyar Budidayakan Padi Hibrida

Karanganyar, Kamis (18/09/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menuai padi hibrida, di dusun Plesungan, desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kamis (18/09)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menuai padi hibrida, di dusun Plesungan, desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kamis (18/09)

Benih padi hibrida tengah dibudidayakan di wilayah Karanganyar. Hasilnya, Kelompok Tani Maju, Kecamatan Karangpandan mampu memproduksi 11 ton padi hibrida per hektar. Hal itu terbukti saat diselenggarakannya panen raya di Dusun Plesungan, Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (18/09) pagi. Kelompok tani yang mempunyai total luas lahan 75 hektar di tiga lokasi merupakan satu-satunya pengguna bibit padi jenis hibrida.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroh mengungkapkan sempat mengalami kesuitan dalam melakukan sosialisasi jenis padi tersebut. ”Memang jarang sekali petani atau kelompok tani yang menggunakan padi jenis hibrida. Kelompok Tani Maju Kecamatan Karangpandan merupakan satu-satunya yang mau membudidayakannya,” kata dia.

Padi jenis hibrida, menurut Siti memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis padi lainnya. Salah satunya masa tanam yang hanya membutuhkan waktu 100 hari. Hal ini jauh lebih singkat dibandingkan dengan jenis lainnya yang mencapai 120-125 hari di tiap masa tanamnya. “Padi jenis hibrida hanya butuh 100 hari dari masa tanam hingga panen. Selain itu kuantitasnya juga lumayan yakni 11 ton/ hektar,” ujarnya.

Hanya saja, pihaknya mengaku masih mengacu pada kuantitas padi. Sedangkan untuk rasa memang masih memerlukan penyempurnaan. “Kami masih mengejar kuantitas produksi. Kalau rasanya memang tidak seenak padi jenis lainnya. Tapi kalau bicara bentuk, padinya tetap mentes,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, memanen perdana padi hibrida tersebut, selanjutnya menuai padi dari yang dipanen secara simbolis. “Hendaknya berniat yang baik sebelum menanam padi, jangan mengeluh. Berdoa semoga melimpah hasilnya. Dan diperhatikan padinya, agar tidak ada wereng,” ujar Bupati Juliyatmono. pd

Read More
cabai

Harga Cabai Merosot, Petani Karanganyar Susah Balik Modal

Petani cabai di Kecamatan Matesih

Petani cabai di Kecamatan Matesih

Petani cabai di Kecamatan Matesih, Karanganyar, mengeluhkan harga cabai merah yang terus merosot.

Harga cabai merah di tingkat pengepul hanya Rp3.500 per kilogram, padahal sebeumnya mencapai Rp15.000 per kilogram.

“Kalau dihitung-hitung, total penjualan cabai sebanyak 5 kuintal hanya laba sedikit sekali. Untuk menutup biaya pengolahan tanah, pembelian bibit, perawatan, dan pemupukan sudah hampir tidak balik modal,” kata dia, saat dijumpai wartawan, di lahan pekarangannya, Minggu (25/8/2014).

Prapto mengatakan panen terakhir lalu adalah panen terburuk selama satu tahun. “Kalau begini yang rugi di tingkatan petani. Di pasaran, memang pembeli bersyukur karena bisa beli lombok murah. Padahal yang saya tanam ini bibit berkualitas. Cabainya besar, pedas, dan berisi,” urai dia.

Guna menutup biaya produksi, kata Prapto, ia mengandalkan penjualan tomat merinda yang ditanam selang-seling dengan cabainya.

Petani cabai di Karangpandan, Sastro, mengatakan berdasar informasi dari para pedagang cabai merah di sejumlah pasar, penurunan harga cabai disebabkan masa panen serentak.

Stok cabai yang melimpah di pasaran, kata dia, memengaruhi harga jual. Sebaliknya jika stok cabai sedikit, harga jualnya pun ikut naik.

Read More