Category: Pertanian

aku copy

Program GP-PTT di Tiga Kecamatan, Rata-Rata 9,2 Ton GKP

Menggunakan mekanisasi pertanian Combine Harvester bisa lebih cepat dan hemat untuk panen padi, Rabu (12/08) pagi.

Menggunakan mekanisasi pertanian Combine Harvester bisa lebih cepat dan hemat untuk panen padi, Rabu (12/08) di area Persawahan Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat

Karanganyar, Rabu (12/08/2015)
Kementerian Pertanian RI melalui Program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), di Kabupaten Karanganyar yang dilakukan di Kecamatan Jaten, Tasikmadu dan Kebakkramat menghasilkan panen padi rata-rata 9,2 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Purwanto, Anggota Kelompok Tani Makmur, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, mengatakan terdapat area persawahan seluas 150 hektar di desa tersebut dan terdapat enam kelompok tani.

“Disini terdapat kelomok tani Tani Makmur, Margo Makmur, Margo Mulyo 1, Margo Mulyo 2, Ngudi Makmur 1, dan Ngudi Makmur 2,” jelasnya.

Keenam kelompok tani itu mendapatkan bantuan berupa pupuk urea per hektar 150 kg, phonska 300 kg, petroganik 7,6 kuintal, benih 25 kg per hektar, pupuk organik pomi dan BK.

“Untuk di Desa Nangsri ditanami padi jenis Ciherang dan Sidenuk. Sekali panen bisa laku Rp. 13 juta dari sebelumnya Rp. 9 juta,” kata Purwanto.

Dia juga mengatakan dari hasil ubinan enam kelompok per enam meter persegi bisa dihasilkan rata-rata 5,7 Kilogram. “Ubinan keseluruhan tiap hektar bisa rata-rata 9,1 ton. Bantuan biaya tanam per hektar Rp. 500 ribu,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Supramnaryo mengatakan, program GP-PTT di Kecamatan Jaten 1000 hektar, Tasikmadu 500 hektar, Kebakkramat 1000 hektar.
“Dari hasil yang telah dilaksanakan di Kebakkramat ada 700 hektar telah dipanen. Rata-rata provitas 9,1 ton/hektar gkp. Jaten 375 hektar, 8,6 gkp, tasikmadu 475 9,62 ton/hektar gkp. Dari hasil tesebut rata-rata ke tiga kecamatan adalah 9,2 ton gkp,” katanya saat panen dengan mengunakan Combine Harvester, di Desa Nangsri, Selasa (11/08).

Sementara itu di lokasi yang sama Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan, dengan mekanisasi pertanian menggunakan Combine Harvester satu hektar bisa selesai dalam waktu tiga jam.

“Ini lebih hemat dan efisien. Untuk penanaman juga sudah menggunakan mekanisasi pertanian sehingga bisa meningkatkan produktivitas,” katanya.

Wabup juga menjelaskan hitungan rata-rata dari BPS Karanganyar pada masa tanam 1 sekitar 6,4 ton per hektar, naik 0,2 persen dari sebelumnya 6,2 ton per hektar.

“Pusat menginginkan penambahan jumlah produktivitas 20 persen. Target sebelumnya 42.000 hektar, menjadi 50.000 hektar. Ini harus dilakukan dengan berbagai langkah,” katanya.

Menambahkan pola tanam. Sehingga luasan lahan pertanian bisa bertambah. Sawah di Kabupaten Karanganyar seluas 22.000 hektar.

“Indek luasan harus ditambah dari 2,1 menjadi 2,4,” katanya. pd

Read More
aku copy

Dengan Mekanisasi Pertanian, Tenaga Kerja Lebih Efisien

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama beberapa pejabat saat memanen padi hasil tanam jajar Indo Jarwo Transplater, Senin (13/07) di persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama beberapa pejabat saat memanen padi hasil tanam  Indo Jarwo Transplater, Senin (13/07) di persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (14/07/2015)
Penggunaan alat pertanian modern ternyata lebih efektif dan efsien. Dengan menggunakan transplater (tanam padi) lebih menghemat tenaga kerja pertanian.

Menurut Tota Suhendrata, Peneliti Utama di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah menuturkan sistem tanam jajar legowo 2:1 mempercepat fase tanam.

“Cukup tenaga 2 sampai 3 orang. Beda dengan sistem manual, dalam satu hektar bisa 15 orang. Apalagi saat ini sulit mencari tenaga tanam,” ujar Tota Suhendrata dalam acara panen percontohan Sistem Jajar Legowo 2:1, Senin (13/07) di areal persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dengan menggunakan varietas Inpari 31 dan 33, ternyata tahan terhadap wereng batang cokelat. Umur tanaman sekitar 107 hari setelah sebar dan 112 hari.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pada kesempatan itu, menganjurkan untuk menggunakan mekanisasi pertanian persawahan.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan memberikan bantuan alat-alat pertanian berupa mesin transplater, hands traktor, penggiling padi, mesin panen, dan pompa air. Karena biaya produksi lebih hemat,” katanya.

Bupati juga menghimbau agar masyarakat yang punya lahan harus ikut Gapoktan. “Dapat pupuk saja harus ada RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kebutuhan Kelompok). Sumber air untuk irigasi juga dibenahi agar air lebih lancar,” ucapnya.

BPTP Jawa Tengah bekerja sama dengan Gapoktan Marbakti Tani, melakukan uji coba pada lahan percontohan seluas 2,4 hektar memakai jarak tanam Indo Jarwo Transplater 20x15x40, dan manual jajar legowo 2:1 20x10x40. Inovasi teknologi tanam padi sistem tanam jajar legowo 2:1, mulai ditanam 10 April 2015.

Ditempat yang sama, Lurah Bejen Ali Qodri menuturkan BPTP Jawa Tengah bekerjasama dengan tujuh pemilih lahan yang tersebar di Kelurahan Bejen.

“Minggu kemarin, dari hasil ubinan rata-rata hasil panen sebanyak 8,5 Kilogram/meter. Konversi satuan hektar sebesar 8,5 ton gabah panen,” ujarnya. pd

Read More
DSC_0087 copy

KTT Andini Lestari Maju Tingkat Nasional Lomba Peternak Sapi

KTT Andini Lestari mewakili Provinsi Jawa Tengah maju tingkat Nasional, Selasa (07/07/2015).

KTT Andini Lestari mewakili Provinsi Jawa Tengah maju tingkat Nasional lomba Manajemen Usaha Kelompok Peternak Sapi Potong, Selasa (07/07/2015).

Karanganyar, Rabu (08/07/2015)
Kelompok Tani Ternak (KTT) Andini Lestari maju mewakili Provinsi Jawa Tengah pada lomba Manajemen Usaha Kelompok Peternak Sapi Potong Tingkat Nasional Tahun 2015.

Ketua KTT Andini Lestari Sujoko Kiswanto mengatakan kelompoknya memiliki jumlah anggota sebanyak 43 orang, dengan usaha pokok kelompok pembibitan dan pengemukan. Selain itu juga pembuatan pupuk organik dan sebagian budidaya ikan lele, dan cacing.

“Di KTT ini populasi ternak sapi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yakni sebanyak 88 ekor tahun 2013, tahun 2014 sebanyak 115 ekor dan sebanyak 142 ekor tahun 2015,” ujar Sujoko Kiswanto, Selasa (07/07/2015) saat paparan dihadapan tim penilai tingkat nasional di lokasi kandang ternak, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

Lebih lanjut, dia mengatakan terdapat keunggulan dari kelompok tani tersebut, seperti pemanfaatan gas dari digester biogas kandang komunal telah tersalurkan pada tujuh rumah tangga, budidaya cacing memanfaatkan limbah kotoran sapi, budidaya lele memanfaatkan limbah kotoran sapi dengan di campur bahan lain sebagai makanan alternatif, dan budidaya sayuran organik di polybag dan lahan pertanian memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai pupuk.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Tim Penilai Wignyo Sadwoko mengatakan tim memverifikasi KTT Andini Lestari yang saat ini mengikuti tataran penilaian tingkat nasional masuk 10 besar.

“Ini rutin setiap tahun dilakukan, karena sebagai bentuk kepedulian apresiasi pemerintah terhadap peternak yang sudah mau melaksanakan pemeliharaan dan sudah mengelola usaha peternakan dengan baik,” katanya.

Hadir juga Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengatakan semangat dan aura mudah-mudahan bisa juara satu tingkat nasional. Sehingga menjadi dorongan semangat warga Karanganyar di bidang usaha ternak sapi.

“Pengelolaan usaha ternak sapi diharapkan ada multiplayer efek yang bermanfaat,” ujarnya. pd

Read More
DSC_1239

Pemberdayaan P3A / GP3A Se Kabupaten Karanganyar

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Memberikan Pengarahan Kepada Petani Pemakai Air di Aula Panti Asuhan Aisyiah

Pelaksanaan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A) Se Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 dihadiri sekitar 200an petani bertempat di Aula Panti Asuhan Aisyiah pada Kamis Pagi (04/06). Acara tahunan ini bertujuan untuk memandirikan lembaga / organisasi dalam bidang teknik, sosial, ekonomi, kelembagaan dan pembiayaan melalui perkuatan terhadap organisasi, kemampuan teknis pengelolaan irigasi dan teknis usaha tani, kemampuan keuangan dan pengelolaannya serta kemampuan kewirausahaan sehingga terwujud P3A/GP3A yang lebih berdaya dan mandiri dalam pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi partisipatif.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dalam sambutannya mengatakan air merupakan sumber kehidupan. Air yang ada sekarang tidak dapat berkurang maupun bertambah, hanya saja sering munculnya kekeringan disebabkan oleh tidak tepatnya penggunaan dan pengelolaan air. Semakin banyaknya pohon yang ditebang juga akan berdampak pada kandungan air yang ada didalam tanah.

Penanaman padi yang baik, didukung dengan pengelolaan irigasi air dan pupuk yang tepat akan memberikan hasil panen yang maksimal. Dengan luas lahan pertanian Karanganyar mencapai 22000 Ha dan rata-rata menghasilkan 6,2 ton diharapkan mampu menghasilkan 2 kali lipatnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Karanganyar Timotius melaporkan bahwa kegiatan ini berlangsung 2 hari dengan model pemberian materi dan hari terakhir kunjungan lapangan. Adapun pemateri yang akan ditampilkan adalah Dhanik Sih Handayani dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kab. Karanganyar, Agung Respati dari DPU Karanganyar dan Mulyono Herlambang dari CV. Multi Global Arindo dan IOSCA Karanganyar. ad

Read More
DSC_0021

Sistem Three In One, Hasilkan Panen Padi 12 Ton/Hektar

Sistem Three In One, sedang di uji coba pada areal sawah seluas empat hektar, Minggu (10/05)

Sistem Three In One, sedang di uji coba pada areal sawah seluas empat hektar, Minggu (10/05)

Karanganyar, Minggu (10/05/2015)
PT Indo Acidatama, Kebakkramat tengah uji coba mengembangkan sistem tanam padi Three In One. Sistem itu telah berhasil dikembangkan di Kalimantan Barat. Metodenya dengan satu lubang tanam langsung ditanam 20-30 bibit padi atau Hazton, dengan mengunakan pembenah tanah hayati dan pupuk hayati.
“Disana, berhasil menghasilkan panenan 12 ton/hektare dengan 8-10 bibit. Sebelum dengan menggunakan sistem Hazton hanya 8 ton/hektar untuk jenis padi Situbangedit,” kata Direktur Agro PT Indo Acidatama, Lukas Yoyok Nurcahya, saat acara tanam padi, Sabtu (09/05)
Sedangkan padi Ciherang dengan menggunakan Hazton, bisa menghasilkan 15 ton/hektar dengan 15-20 bibit padi.”Sebelum mengunakan Hazton hanya bisa mencapai 8-10 ton/hektar Gabah Kering Panen,” kata Yoyok panggilan akrabnya.
Pengembangan sistem tanam baru itu juga bekerja sama dengan Faklutas Pertanian UNS, sebagai peneliti perkembangan tanaman padi itu.
“Kami mencoba pada tahap awal di tanah sawah seluas empat hektar, namun juga di menanam sistem konvensional sehingga hasilnya bisa dibandingkan. Target panen sekitar tiga bulan kedepan,” katanya.
Dia menambahkan sistem tanam baru itu dikembangkan oleh PT Indo Acidatama Kebakkramat, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian UNS yang akan bertindak sebagai peneliti perkembangan tanaman tersebut. Tahap pertama ditanam di areal percobaan seluas empat hektare.
Pada acara itu, juga dilangsungkan menanam padi oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda, dan beberapa tamu undangan.
“Dengan sistem ini semoga yang dilakukan bisa berhasil dengan bagus dan bisa dikembangkan. Kita juga bangga sebab hasil panen padi di Karanganyar bisa melampaui target. Untuk itu saya mendorong untuk memanfaatkan lahan sebaik mungkin,” kata Juliyatmono.pd

Read More
ATT_1427957202562_IMG-20150401-WA0000 copy

Beras Hitam Karanganyar Diminati Untuk Komoditas Ekpor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melihat produk beras hitam yang sudah dikemas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melihat produk beras hitam pada kemasan

Karanganyar, Kamis (02/04/2015)
Beras hitam dari Karanganyar, rupanya diminati Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dijadikan komoditas ekspor. Saat ini, pemenuhan berbagai syarat agar beras hitam Karanganyar bisa diekspor sedang dipersiapkan. Bahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung hasil pengemasannya, Selasa (31/01) di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan.
Rencananya, beras yang harganya di pasaran mencapai Rp 30.000/ kilogram itu diekspor ke Taiwan. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Danik Sih Handayani mengatakan, beras hitam yang bakal diekspor berasal dari Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kecamatan Karangpandan.
“Perwakilan dari Poktan tersebut, beberapa waktu lalu diundang ke Kementan, sebagai calon eksportir beras hitam. Saat ini sedang dalam proses melengkapi syarat-syarat sebagai eksportir,” tuturnya, Rabu (01/04).
Dispertanbunhut juga sudah diminta untuk membantu pemenuhan syarat yang dibutuhkan, agar proses menjadi eksportir bisa segera selesai. “Permintaan agar kami membantu proses untuk bisa mengekspor beras hitam, disampaikan langsung Menteri Pertanian, saat berkunjung ke Karanganyar,” katanya.
Beras hitam, lanjut Danik, termasuk salah satu produk pertanian unggulan yang dimiliki Bumi Intanpari. Lahan pertanian komoditas yang ditanam secara organik tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Karangpandan, Karanganyar dan Mojogedang.
Total lahan yang dipakai untuk mengembangkan beras hitam, saat ini seluas 90 hektar. Yang paling luas di Karangpandan mencapai 60 hektar, sementara di Karanganyar dan Mojogedang masing-masing 15 hektar. Di mana, tiap hektar lahan, rata-rata menghasilkan tujuh ton beras dalam satu kali masa tanam.
Soal harga beras hitam jauh lebih mahal dibanding harga beras putih, pihaknya beralasan jika beras varietas unggul itu mengandung sejumlah khasiat. Beras ini bagus untuk penderita diabetes, karena kadar kalorinya terendah dibandingkan beras putih dan merah.
Selain itu, mengonsumsi beras hitam juga bisa mencegah kanker karena kandungan antosianin yang tinggi, mencegah penyakit jantung karena kandungan seratnya tinggi, obat anemia karena banyak mengandung zat besi, hingga mencegah penuaan dini. pd

Read More
DSC_0057 copy

20 Traktor Diserahkan Ke Petani

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mencoba traktor diberikan ke petani, Rabu (25/03) di halamam Setda Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mencoba traktor diberikan ke petani, Rabu (25/03) di halamam Setda Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Kamis (26/03/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono menyerahkan 20 unit hand tractor kepada petani yang tergabung di kelompok tani.
Ke 20 traktor ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat yang diserahkan Presiden Joko Widodo di Kabupaten Sukoharjo beberapa waktu lalu.
Juliyatmono mengatakan, pemberian ini merupakan hasil seleksi kelompok tani. “Kita cek keberadaan kelompok tani, anggota dan keaktifan,” kata Juliyatmono, Rabu (25/03) setelah acara pemberian traktor, di halaman Setda Karanganyar.
Dia menambahkan, pemberian ini dipercepat karena masa tanam ke dua, kebetulan mulai panen sehingga jangan terlalu lama apalagi masih musim hujan.
“Satu desa ada satu traktor,cukup ideal. Karena dengan menggunakan traktor volume luas bisa dipercepat dengan mesin itu,” kata Juliyatmono.
Ditempat yang sama Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan, mengawasi efektifitas traktor dan penggunaannya. “Babinsa saya tugaskan untuk mengawasi agar tidak disalah gunakan. Harapan produktifitas cepat meningkat,”katanya.
Dari 17 kecamatan se Kabupaten Karanganyar, ada tiga unit traktor untuk satu kecamatan yang areal persawahan luas dan pengelolaan alat pertanian itu diserahkan ke kelompok tani.pd

Read More
DSC_0485

Kabupaten Karanganyar Menuju Swasembada Pangan

DSC_0485

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Sambutan Pengarahan Saat Tanam Padi Bersama Kodim 0727 Karanganyar

DSC_0470

Dandim 0727 Karanganyar Letkol Infantri Marteen Pasundan Menerima Bantuan Secara Simbolis Dari PT Acidatama Tbk. Yang Ditujukan Untuk Petani

DSC_0505

Acara Tanam Padi Bersama Forkompimda Kab. Karanganyar

Untuk mensukseskan swasembada pangan khususnya Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) dalam tempo tiga tahun, Kabupaten Karanganyar mengadakan penanaman lahan percontohan di Jumantono pada Rabu (18/03) bersama TNI dan petani. Keterlibatan pihak swasta sangat tinggi hal ini terbukti PT. Acidatama tbk memberikan sejumlah bantuan kepada Kodim 0727 untuk petani. Bantuan tersebut terdiri dari paket saprodi untuk 2 Ha sawah di setiap desa penghasil padi dan 6 liter pupuk cair organik serta 2 liter dekomposer.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan Pemerintah, TNI dan Petani harus saling bekerjasama agar swasembada tercapai. Komunikasikan kepada pemerintah masalah yang dihadapi, kami siap membantu. Saya berharap TNI berperan mendampingi petani dengan baik. Dijelaskan pula tahun ini kabupaten karanganyar mendapatkan target produksi padi sebesar 314.079 ton GKG, hal ini berarti mendapat kenaikan target produksi sebesar 41.752 ton GKG dibanding produksi padi kabupaten karanganyar pada tahun 2014 yang mencapai 272.927 ton GKG.

Sementara itu menurut Supramnaryo Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar untuk mencapai swasebada maka berkiblat pada Permentan no 140 tahun 2015 tentang upaya khusus peningkatan padi jagung dan kedelai terdapat strategi dasar. Strategi dasar yaitu dengan meningkatkan produktifitas dan indeks pertanaman melalui peningkatan ketersediaan air irigasi, benih, pupuk dan alsintan. Kemudian memfasilitasi pendampingan , melaksanakan kegiatan Rehab Jaringan Irigasi Teknis (RJIT), Peningkatan Optimasi Lahan (POL) dan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT).

“Dengan strategi tersebut dan semangat dari seluruh insan yang perduli terhadap pertanian maka kita berharap target yang telah dibebankan kepada Kabupaten Karanganyar dapat terwujud”, tambah Supramnaryo.

Komandam Kodim 0727 Letkol Infantri Marteen Pasundan berpesan agar danramil dan babinsa berperan dalam mengawasi pendistribusian pupuk. Pasalnya setiap akan panen petani sulit mendapatkan pupuk karena stok di pengecer habis. ad

Read More
aku

Hasil Panen Padi di Karanganyar Diatas Rata-rata

Saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo

Saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo

Karanganyar, Sabtu  (07/03/2015)
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Winny Dian Wibawa menegaskan Presiden RI Joko Widodo menginginkan semua daerah khususnya di Jateng bisa swasembada pangan dalam hal ini beras.
“Kabupaten Karanganyar berpotensi bisa swasembada pangan. Sebab hasil panen mencapai 9,6 ton/ hektar dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata di Jawa Tengah yang hanya Rp 8,8 ton/ hektar,” kata Winny Dian Wibawa, saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.
Dengan capaian di Desa Karangrejo yang terbilang cukup memuaskan dan berpotensi bisa swasembada pangan. Pihaknya akan terus memantau hasil panen berikutnya.
Lebih lanjut, hasil panen masing-masing daerah mulai dari tingkat desa harus dilaporkan ke tingkatan atas hingga pemerintah pusat. “Dengan demikian, data tersebut bisa menunjukkan daerah mana yang bisa swasembada atau tidak,” katanya.
Di lokasi yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap petani tetap memaksimalkan potensi alam berupa sawah yang mereka miliki, sembari meningkatkan kualitas pertanian agar capaian panen kembali memuaskan.
Saat panen padi itu, bisa menghasilkan 9,6 ton padi. Jumlah tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil panens sebelumnya yang hanya 5,2 ton/ hektare.
Ketua Kelompok Tani Sri Sadono, Muhammad Fahrudin mengatakan kelompoknya hanya menggarap 34 hektar sawah. Sementara itu, sisanya seluas 31 hektar digarap oleh Kelompok Tani Rukun Makmur.
“Ini luar biasa. Dulu hanya 5,2 ton/ hektare dan sekarang bisa 9,6 ton/ hektar,” kata dia, kemarin.
Menurutnya, hasil yang sangat baik tersebut berhubungan dengan iklim yang ada saat ini. “Gaya bercocok tanam dari para petani juga mempengaruhi. Mereka belajar teknik bercocok tanam dan lebih paham bagaimana cara merawat padi,” katanya. pd

Read More
DSC_0017 copy

Bantu Tingkatkan Swasembada Pangan, TNI AD Dampingi Petani

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka latihan kader pertanian bagi danramil dan babinsa, Senin (09/02) di Aula PT Indo Acidatama, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka latihan kader pertanian bagi danramil dan babinsa, Senin (09/02) di Aula PT Indo Acidatama, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat

Karanganyar, Senin (09/02/2015)
Untuk menjadikan swasembada pangan tahun 2017. Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Bupati Juliyatmono telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, pada 20 Januari 2015.
Pada acara Latihan Kader Pertanian Bagi Danramil dan Babinsa Dalam Rangka Peningkatan Swasembada Pangan Di Wilayah Kodim 0727/Karanganyar, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo mengatakan pelatihan selama tiga hari dari Senin-Rabu (09-11/02). Ada 177 Babinsa dan 17 Danramil se Kabupaten Karanganyar, dan 20 orang dari mahasiswa UNS
“Pelatihan ini meliputi teori dan praktek budidaya padi, jagung, dan kedelai (Pajali). Juga diajarkan cara membuat pestisida nabati dan pupuk organik,”jelas Supramnaryo, Senin (09/02) di Aula PT. Indo Acidatama, Desa Kemiri Kecamatan Kebakkramat.
Kabupaten Karanganyar, kata Supramnaryo, setiap tahun surplus beras sebesar 100 ribu ton. Tahun 2015 ini harapnya bisa naik sebesar 30 persen. “Jadi dalam mencapai produksi swasembada pangan petani, babinsa, dan petugas pendamping bisa saling bahu membahu,” jelas Supramnaryo.
Dia menjelaskan ada berbagai cara untuk meningkatkan target produksi dari pembukaan sumber baru, sistem tanam jajar legowo, penyehatan tanah dengan bahan organik, perbaikan jaringan irigasi, pola tanam dan tanam serentak, dan pendampingan kelompok tani dan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air).
Sementara itu diitempat yang sama Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan kehadirian jajaran TNI AD ini, masyarakat punya harapan hasil pertanian bisa produktif.
“Kita apresiasi atas dukungan untuk meningkatkan swasembada pangan. Dengan upaya tersebut panen bisa tiga kali setahun, dapat diwujudkan,” kata Bupati Juliyatmono.
Juliyatmono juga meminta jika ada lahan persawahan yang hanya bisa panen satu sampai dua kali setahun, Dispertanbunhut Karanganyar agar bisa memfasilitasi dengan membuat irigasi lebih lancar.
“Setiap panen yang biasanya bisa enam ton, bisa naik menjadi 7,5 ton dengan menggunakan bibit yang baik dan mengurangi pupuk kimia,” katanya. pd

Read More