Category: Pertanian

DSC_0035

Bantuan Traktor Tahap Satu Diserahkan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyerahkan bantuan mesin traktor secara simbolis dari Kementerian Pertanian RI, Kamis (24/03)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyerahkan bantuan mesin traktor secara simbolis dari Kementerian Pertanian RI, Kamis (24/03)

Karanganyar, Kamis (24/03/2016)
Bantuan untuk petani berupa traktor dari Pemerintah Pusat diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Kamis (24/03) di area persawahan Gubung Tani Sido Makmur, Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Dalam acara itu, diserahkan secara simbolis lima unit traktor kepada petani oleh Bupati Juliyatmono, didampingi Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, dan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo.

Sebanyak 40 unit traktor itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI.

“Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) itu diberikan Gapoktan/Poktan yang berada di wilayah Kecamatan Colomadu, Jaten, Kerjo, Tasikmadu, Mojogedang, Kebakkramat, Gondangrejo, Karanganyar, Karangpandan, dan Matesih,” kata Supramnaryo.

Ditempat yang sama, juga dilangsungkan panen raya padi oleh Bupati Karanganyar dan Letkol Inf Marthen Pasunda dengan menggunakan alat Combine Harvester (mesin panen padi).

Seusai panen, Lurah Jungke, Jamil mengatakan luas sawah di Kelurahan Jungke sebesar 120 hektar, sedangkan yang dipanen tahun ini seluas 115 hektar. “Hasil ubinan yang baru saja dilakukan, ternyata dalam 1 hektar dapat menghasilkan 8,8 ton padi,” katanya.pd

Read More
DSC_0012 – Copy

Dapat Bantuan Pemerintah, Hasil Panen Jagung Hibrida Meningkat

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanen jagung hibrida, di lahan kelompok tani Sri Rejeki, Dusun Ngori, Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Senin (22/02) siang.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanen jagung hibrida, di lahan kelompok tani Sri Rejeki, Dusun Ngori, Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Senin (22/02) siang. Foto : prada

Karanganyar, Senin (22/02/2016)
Kelompok tani Sri Rejeki mengadakan panen raya jagung hibrida di lahan pertanian yang berada di Dusun Ngori, Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Senin (22/02) siang. Hasilnya meningkat dari sebelum mendapat bantuan dari PemerintahPusat.

Pemerintah memberikan bantuan melalui APBN tahun 2015 sebesar Rp. 54.450.000, untuk luas lahan 25 hektar tanaman jagung, oleh petani itu terasa sangat membantu dan bermanfaat. Produksi sebelum mendapat bantuan hasilnya 7,5 ton per hektar pipil kering.

“Setelah mendapat bantuan ini dan baru saja di ubin dengan ukuran 2,5 X 2,5 meter, hasilnya rata-rata 10,23 kilogram tongkol panen, atau 9,3 ton hektar pipil kering. Jadi meningkat 1,8 ton per hektar,” kata Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Karno.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memanen padi hibrida tersebut bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Setelah memanen jagung, Wakil Bupati mengatakan kedepannya para petani Jumapolo bias mengembangkan jagung jenis jagung putih. Karena di balik manfaatnya sebagai campuran nasi dan juga dapat di konsumsi penderita diabetes jagung putih juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Harga jualnya tinggi, sampai pada Rp. 11.000/kilogram, berbeda dengan jagung pada biasanya hanya laku Rp. Rp.3000-Rp.4000 per kilogramnya. Dengan dana Rp100 juta per dapok, di harapkan bisa mengembangkan hasil tani,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati menyanggupi untuk memberikan bantuan satu unit mesin pemipil jagung, yang diinginkan oleh kelompok tani itu.mi

Read More
12360393_744003569063127_1734569947023252820_n

Penghijauan Dalam Rangka Memperingati Hari Juang Kartika 2015

12360393_744003569063127_1734569947023252820_n

Para peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan Penghijauan Karanganyar Ijo Royo-royo Rabu (16/12/2015)

Karanganyar, Rabu 16 Desember 2015

Dalam rangka memperingati hari juang kartika 2015 Kodim 0727 Karanganyar bekerja sama dengan DPD LDII Karanganyar mengadakan penghijauan lingkungan dengan tema “ Menuju Karanganyar Ijo Royo-Royo Rabu (16/12/2015). Dengan sasaran Hutan Rakyat di Wilayah Kecamatan Tawangmangu, Matesih, Jatiyoso, Jatipuro danJumantono.

Jenis tanaman yang akan di tanam adalah tanaman keras yang terdiri dari jati, sengon, jambu mete, gemelina, akasia dan mahoni dengan jumlah 10.000 (sepuluh ribu) batang tanaman. Sebelum melaksanakan kegiatan tersebut Kodim 0727 Karanganyar dengan DPD LDII Karanganyar melaksanakan kegiatan seremonial Rabu (16/12/2015)di Ponpes Al-Hidayah Ganoman Desa Koripan, Matesih, Karanganyar.

Maksud dan tujuan kegiatan tersebutadalah agar memberikan pemahaman kepada warga masyarakat tentang arti pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan sebagai warisan generasi mendatang selain itu juga untuk mencegah kerusakan alam lingkungan dari bahaya tanah longsor dan banjir dan dapat mensukseskan program pemerintah kabupaten Karanganyat agar ijo royo-royo.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh banyak peserta di antaranya pemuda LDII sebanyak 40 orang, Relawan TSBG 40 orang, Pondok Pesantren 40 orang, Kodim/TNI 100 orang, Danramil 17 orang, Und Sekda 1 orang, Kemenag 2 orang, Kesbangpol 2 orang, Lingkungan Hidup 2 orang, Pertanian 2 orang, Kepala Desa (Koripan, Girilayu, Karangbangun, Karanglo, Bandardawung, Sepanjang), FKUB 10 orang, PDAM 2 orang, Camat Matesih, Camat Tawangmangu, Polsek Matesih 5 orang, Koramil Matesih 10 orang, dan pihak lainnya yang membantu kegiatan tersebut.Wn/Tt

Read More
aku

Target Surplus Beras, Petani Diberi Alat Pertanian

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan secara simbolis alat pertanian

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan secara simbolis alat pertanian

Karanganyar, Kamis (25/11/2015)
Untuk mencapai surplus beras Nasional, Kabupaten Karanganyar sebagai salah satu lumbung beras memberikan bantuan alat-alat pertanian bagi Gapoktan di wilayah Bumi Intanpari.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo secara simbolis menyerahkan alat-alat pertanian berupa transplater, hand tractor, dan pompa air, Kamis (26/11) saat Tasyakuran Panen Padi Masa Tanam III di areal persawahan di Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengharapkan agar petani tidak mudah menjual lahan pertaniannya. Dia juga meminta agar setiap dua tahun sekali di selinggi tanaman lain seperti cabe,dan bawang untuk memutus siklus hama penyakit.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Supramnaryo mengatakan bantuan itu berupa 25 unit transplanter, 34 hand tractor, dan 25 unit pompa air.

“Sumber dana alat-alat pertanian itu berasal dari APBN,” kata Supramnaryo.

Selanjutnya, Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda mengatakan, TNI AD mengambil peran mendampingi petani danm menyertai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan intansi terkait untuk membantu petani supaya sejahtera agar ketahanan pangan Nasional terjaga.

“Dengan adanya Upaya Khusus (Upus) harapnya ada surplus beras, saat ini hasil pertanian di Indonesia masih memenuhi kebutuhan masyarakat, namun jika ada beras impor tidak digunakan selama masih bisa menghasilkan sendiri,” katanya.

Untuk mencapai itu, maka capaian hasil penen harus ditingkatkan lagi dan pertanian mendapatkan perhatian serius dengan memberikan bantuan alat pertanian, pupuk, bibit, dan sistem pengairan.

“Ini merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah untuk petani sehingga tercapai surplus beras,” jelasnya.pd

Read More
DSC_0071

20 Ribu Hektar Sawah Dapat Jatah Asuransi

Kabupaten Karanganyar mendapat jatah 20.000 hektar sawah untuk diasuransikan

Kabupaten Karanganyar mendapat jatah 20.000 hektar sawah untuk program  Asuransi Pertanian

Karanganyar, Jumat (23/10/2015)
Dari tujuh Kabupaten di Jawa Tengah tahun 2015, Kabupaten Karanganyar mendapat jatah dari Pemerintah Pusat seluas 20.000 hektar sawah mendapatkan asuransi pertanian.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah Kuspriyanti, Kamis (22/10) saat Sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Asuransi itu bermanfaat bagi petani yakni mendapat ganti rugi bila usahanya gagal panen dikarenakan kebanjiran, kekeringan maupun organisme penggangu tanaman,” kata Kuspriyanti.

Lokasi Asuransi Usaha Tani Padi dilaksanakan pada sawah irigasi, dengan prioritas wilayah sentra produksi padai dan wilayah penyelenggaraan UPSUS padi dan atau terletak dalam satu hamparan dalam satu kecamatan atau wilayah sekunder.

“Ganti rugi ini diberikan dengan syarat apabila umur umur tanaman setelah melewati 10 hari setelah tanaman, dan luas kerusakan mencapai lebih 75 persen pada setiap luas petak alami,” katanya.

Kuspriyanti lebih menjelaskan harga pertanggungan ditetapkan sebesar Rp. 6.000.000 per hektar. Sedangkan total premi asuransi sebesar Rp. 180.000 per hektar.

“Pemerintah memberikan bantuan premi sebesar Rp. 144,000,00 per hektar dan petani hanya membayar Rp. 36,000,00 per hektar,” katanya.

Selain itu, jika luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari satu hektar, maka besarnya premi dihitung secara proposional.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Danik Sih Handayani, menambahkan pembayaran ganti rugi atas klaim paling lambat 14 hari kalender sejak Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan, dan melalui pemindah bukuan ke rekening Tertanggung. pd

Read More
DSC_0180

Peringatan Hari Tani Di Mojogedang Kab Karanganyar

kominfo

Salah satu pertunjukan seni tradisional Desa Pereng Mojogedang yang ditampilkan pada peringatan Hari Tani Desa Pereng Mojogedang, Senin Malam (29/09)

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Sampaikan Sambutan Di Hadapan warga Desa Pereng

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memotong Tumpeng untuk kemudian diserahkan kepada perwakilan petani

Hari Tani Nasional yang diperingati tiap tanggal 24 September telah berlalu, namun semangat warga di Mojogedang Karanganyar tidak pernah surut untuk merayakannya. Hal ini terbukti dengan diselenggarakannya Peringatan Hari Tani di Lapangan Desa Dani Desa Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, pada Senin Malam (29/09). Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono yang didampingi oleh Kepala SKPD terkait di liingkup Pemerintahan Kabupaten Karanganyar, para Camat di 17 Kecamatan yang ada di Kab. Karanganyar,  Kades / Kadus se Kecamatan Mojogedang, serta warga desa Pereng.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam awal sambutannya mengapresiasi atas terselenggaranya acara pada malam hari ini dan diharapkan peringatan Hari Tani Nasional mampu menyemangati para Petani terkhusus yang ada di Kecamatan Mojogedang. Dikatakan pula bahwa kedepan usaha dibidang pertanian dan pangan mampu mensejahterakan petani, dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat akan larangan impor beras menjadikan petani organik desa Pereng terkhusus varietas beras hitam berpeluang untuk merambah pasar ekspor.

“beras hitam di Singapura dihargai 35.000/Kg, untuk itu Pemerintah Kab. Karanganyar akan berupaya untuk mencarikan peluang bagi petani untuk menjual hasil taninya ke pasar ekspor”, jelas Juliyatmono

Juliyatmono juga menyinggung dengan adanya pohon jati yang berusia 400 tahun di desa Pereng, Mojogedang yang akan memancing animo masyarakat luar untuk melihatnya. Untuk itu Pemerintah Karanganyar akan membangun objek wisata yang disitu yang bertujuan  menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat sekitarnya.

Sementara itu Camat Mojogedang Tyas Ngambar Widyowati saat ditemui disela acara menceritakan bahwa kegiatan ini harusnya dilaksanakan tepat tanggal 24 September lalu, namun karena hari tersebut berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha 1436H maka baru sekarang diadakan.

“Dengan adanya Peringatan Hari Tani malam ini, petani diharapkan termotivasi untuk lebih memaksimalkan potensi yang ada”, terang Tyas Ngambar. ad

Read More
DSC_0160

Juliyatmono : “ Optimis Karanganyar Capai Swasembada Pangan”

DSC_0160

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Sambutan Pengarahan di Hadapan Peserta Rakor Dewan Ketahanan Pangan, Senin Siang (28/09)

DSC_0141

Sadi, Kabid Ketersediaan Pangan BKP Prop Jateng Saat Menyampaikan 3 Kebijakan Pokok Nasional Dalam Menghadapi Situasi Pangan Global

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu Lumbung Pangan untuk Tingkat Jawa Tengah bahkan Nasional. Hal ini disampaikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan, Senin (28/09/15) di Gedung Pandusita PG. Tasikmadu Sondokoro.

“Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat ini tengah mencanangkan tercapainya swasembada pangan di daerah-daerah khususnya Jawa Tengah dalam rangka mewujudkan Kedaulatan Pangan. Maka untuk itu, fokus pemerintah agar pangan tersedia dengan baik. Nah, Karanganyar kita ini merupakan salah satu Lumbung pangan, karena setiap panen padi mampu menghasilkan 9,6 ton/hektar dan lebih tinggi dibandingkan di daerah lain di Jawa Tengah yang rata-rata hanya 8,8 ton/hektar. Saya optimis Karanganyar cukup bisa bahkan dapat melebihi target pencapaian swasembada pangan,” terang Juliyatmono dihadapan peserta Rakor.

“Untuk itu, saya minta SKPD terkait di Karanganyar seperti Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan, Kantor Ketahanan Pangan, BP4K dan Dinas Kesehatan untuk selalu bersinergi guna mewujudkan kedaulatan pangan khususnya di Karanganyar. Begitu pula untuk bantuan kepada Kelompok Tani, agar diberikan bibit dan benih varietas unggul supaya panen lebih maksimal hasilnya dan berkualitas ” tutur Bupati saat menghimbau kepada stake holder agar lebih teliti dan akurat mengenai data terkait luas lahan yang dapat dikelola dan hasil panen yang dicapai.

Sementara itu, Sadi Kabid Ketersediaan Pangan yang mewakili Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Tengah mengatakan kegiatan ini memiliki posisi yang sangat strategis sebagai upaya pencapaian target swasembada pangan tahun 2015. Berdasar UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

“Guna menghadapi situasi pangan secara global, Pemerintah mengeluarkan tiga kebijakan pokok strategi ketahan pangan nasional yakni : Peningkatan kualitas lahan dengan penerapan teknologi (irigasi, varietas), pengembangan pola konsumsi produksi yang sesuai dengan kapasitas pangan nasional melalui program diversifikasi pangan serta kebijakan stok dan ekspor impor pangan.”, Terang Sadi

Masih dalam kesempatan yang sama Uning Sri Wahyuni, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Karanganyar melaporkan kegiatan ini bertujuan untuk menyamaikan persepsi guna mewujudkan ketahanan pangan di Kab. Karanganyar sekaligus meminimalisir kendala yang dihadapi guna pencapaian ketahanan pangan di wilayah Karanganyar.

Acara menghadirkan nara sumber diantara nya : Sumpramnaryo (Kepala Distanbunhut Karanganyar) yang menyampaikan materi tentang produksi tanaman pangan Kabupaten Karanganyar dalam mendukung ketahanan pangan, Ani Dwiyanti (Dinas Kesehatan Karanganyar) terkait ketersediaan pangan dan gizi serta Bambang Harsono (Kepala BP4K Karanganyar) yang membahas swasembada Pajale (Padi, Jagung dan Kedelai) dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ad+Ind

Read More
DSC_0065

Buka Pelatihan ke 31, OISCA Cetak Kader Pembangunan Masyarakat

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat melihat hasil pertanian holtikultura dari alumni OISCA Training Center Karangpandan

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat melihat hasil pertanian holtikultura dari alumni OISCA Training Center Karangpandan

Karanganyar, Jumat (18/09/2015)
Organization for Industrial, Spiritual, and Cultural Advancement (OISCA) Karanganyar membuka pelatihan untuk ke 31. Pelatihan itu diikuti sebanyak 18 orang siswa pelajar.

Pada pembukaan pelatihan wirausaha muda agribisnis ke 31, di Kantor dan Asrama OISCA Karanganyar, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kamis (17/09) dikenalkan peserta pelatihan. Mereka tidak saja dari Kabupaten Karanganyar, namun ada yang berasal dari perwakilan Kabupaten/Kota di Provinsi NTT, Maluku Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“OISCA Training Center Karanganyar mengabdi kepada masyarakat untuk meningkatkan SDM dengan mencetak kader-kader di bidang pertanian, wirausaha, lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan,” kata Direktur OISCA TC Karanganyar Mulyono Herlambang.

Di tempat tersebut, terdapat pelatihan maupun tempat pemagangan untuk pemuda-pemudi yang tertarik di bidang pertanian, SMK Pertanian, dan mahasiswa Perguruan Tinggi dalam kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL).

“Bagi siswa pelatihan reguler berlangsung selama sembilan bulan. Kalau untuk PKL bisa empat bulan,” katanya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyematkan topi ke siswa sebagai tanda pembukaan pelatihan

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyematkan topi ke siswa sebagai tanda pembukaan pelatihan

Selain pelatihan pertanian holtikultura, OISCA TC Karanganyar juga melaksanakan program pelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan CFP (Children’s Forest Program), PFP (People’s Forest Program), dan penghijauan mangrove.

Dijelaskan pula, dari tahun 1983 sampai tahun 2014/2015 telah ada siswa reguler tercatat 611 alumni, magang 3.044 alumni, dan tamu 12.631 orang.

“Untuk pelatihan ke 31 ini diikuti peserta reguler 18 orang, dan 46 peserta PKL maupun magang,” ujar alumni OISCA Nishi Training Center Jepang itu.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka pelatihan ke 31 mengatakan, OISCA Karangpandan telah menghasilkan generasi hebat dibidang agribisnis.

“Bisnis itu bisa dikembangkan secara terus menerus. Kedepan Kabupaten Karanganyar menjadi contoh menghasilkan produk agribisnis yang baik,” katanya. pd

Read More
aku

Gapoktan Terima Bantuan 25 Mini Combine Harvester

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mencoba untuk panen padi mengunakan mini combine harvester, Jumat (28/08)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mencoba untuk panen padi mengunakan mini combine harvester, Jumat (28/08)

Karanganyar, Sabtu (29/08/2015)
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Karanganyar mendapatkan bantuan Mini Combine Harvester dari Pemerintah Pusat.

Penyerahan secara simbolis diberikan Bupati Karanganyar Juliyatmono, didampingi Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda, di areal persawahan Dusun Jikut, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Jumat (28/08) kepada Ketua Gapoktan Sayuk Karyo 2 Parno, Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang.

“Ke 25 mesin pertanian itu diperuntukkan Kecamatan Kerjo 2 unit, Gondangrejo 3 unit, Jaten 3 unit, Jumapolo 1 unit, Tasikmadu 5 unit, Colomadu 1 unit, Kebakkramat 3 unit, Karanganyar 2 unit, Jatipuro 1 unit, Mojogedang 1 unit, Matesih 1 unit, dan Karangpandan 2 unit,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Supramnaryo, saat dilokasi.

Bupati Juliyatmono mengatakan pemerintah pusat sudah banyak memberikan alat-alat pertanian untuk kelompok tani, bertujuan mengurangi biaya pertanian.

“Supaya ada hasil untuk mensejahterakan keluarga petani.Petani bisa panen itu senang sekali, namun jika dihitung-hitung proses bertani ternyata tidak ada labanya. Apalagi sekarang ini sudah susah mencari tenaga menanam padi,” katanya.

Dia meminta agar alat pertanian itu untuk dirawat dengan baik, jangan cepat rusak. Alat ini untuk mempercepat dan memudahkan memanen padi. pd

Read More
DSC_0233

Juliyatmono : “Tetap jadikan Karanganyar lumbung pangan Jawa Tengah dan Nasional”

????????????????????????????????????

Bupati Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Dandim 0727 Karanganyar Letkol.Inf. Mathen Pasunda saat mencoba traktor pertanian dihalaman Kantor Setda Karanganyar, Jum’at (21/08)

Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar menerima bantuan alat pertanian dari APBN Pusat berupa traktor dan pompa air. Alat bantu pertanian ini diperuntukkan kepada sejumlah usaha tani yang tersebar di wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Jumlah traktor tanaman pangan merk Yanmar yang kami terima ada 29 unit dan 13 unit pompa air. Bantuan ini dari APBN Pusat dan sudah berbadan hukum. Traktor akan kami bagikan ke kelompok tani guna membantu mengolah lahan tanaman yang memang sudah mencapai 85 persen sehingga meningkat seratus persen, seperti di wilayah Karangpandan, Tasikmadu, Jaten, Jumapolo, Jumantono. Dan untuk daerah kurang air seperti Gondangrejo, Jatipuro, Mojogedang akan kami serahkan bantuan pompa air agar panen tetap baik dan meningkat,” terang Supramnaryo selaku Kepala pertanian Karanganyar saat menyampaikan laporannya dihadapan Bupati Karanganyar, Jum’at (21/08) di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Selanjutnya Bupati Karanganyar yang didampingi Wakil Bupati dan Dandim 0727 Karanganyar dalam hal ini menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau dimana banyak daerah kekurangan air, dengan bantuan dari pusat ini khususnya pompa air tetap dapat memperlancar pengairan.

“Saya harap dengan bantuan pompa air ini irigasi tetap lancar, panen melimpah karena sekarang ini kita sudah memasuki musim kering. Semoga untuk kedepannya kita bisa mendapat bantuan berupa transpalanter guna membantu petani terus meningkatkan hasil panennya,” harap Bupati dihadapan para Kelompok Usaha Tani. “ semuanya agar ditata dengan baik, agar panen tetap stabil bahkan kita berharap untuk terus meningkat dan Karanganyar tetap menjadi lumbung pangan Jawa Tengah dan Nasional,” tambah Juliyatmono. ind/ft

Read More