Category: Pertanian

WhatsApp Image 2025-09-29 at 07.43.02

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III di Karanganyar Dukung Swasembada Pangan Nasional 2025

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati H. Adhe Eliana, S.E. mendampingi Kapolda Jawa Tengah serta Ketua DPRD Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III di Dusun Ngijo Kulon, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program panen raya jagung serentak yang digelar di seluruh Indonesia dalam rangka mendukung target swasembada pangan tahun 2025. Panen di Karanganyar menjadi momentum penting untuk menunjukkan potensi sektor pertanian, khususnya jagung, sebagai salah satu komoditas strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Selain panen raya, kegiatan juga dirangkai dengan bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan beras SPHP bagi masyarakat sekitar dengan harga terjangkau. Kehadiran bazar ini disambut antusias oleh warga, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menegaskan bahwa swasembada pangan hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang erat antara petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. “Panen raya ini adalah bukti nyata bahwa Karanganyar siap menjadi bagian dari upaya besar bangsa untuk mewujudkan kedaulatan pangan,” ujarnya.

Kehadiran Kapolda Jawa Tengah dan Ketua DPRD Jawa Tengah menunjukkan dukungan penuh lintas sektor terhadap program strategis nasional ini. Pemerintah Kabupaten Karanganyar pun berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui pendampingan, penyediaan sarana produksi, serta perluasan akses pasar bagi para petani.

Read More
WhatsApp Image 2025-09-18 at 14.40.03

Panen Bawang Putih di Pancot Lampaui Target, Bupati Karanganyar Dampingi Dirjen Hortikultura

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, S.E., mendampingi Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura, Dr. Muhammad Agung Sunusi, S.P., M.Si., dalam kegiatan Panen Bawang Putih Bersama Program Kemitraan Pelaku Usaha Penerima PPPK 2025 di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, pada Kamis (18/9/2025).

Acara panen ini dihadiri oleh kelompok tani bawang putih setempat yang selama ini menjadi bagian dari program kemitraan. Panen kali ini mencatat hasil yang menggembirakan dengan ubinan mencapai 23,365 ton per hektare, melebihi target perkiraan awal. Hasil ini membuktikan bahwa sentra budidaya bawang putih Pancot mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi dengan dukungan program pemerintah dan kerja keras para petani.

Dalam sambutannya, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan para petani yang konsisten mengembangkan komoditas bawang putih, sehingga dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bupati Karanganyar juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. “Panen kali ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama pemerintah dengan petani dan pelaku usaha dapat memberikan hasil positif. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan produksi pertanian di Karanganyar,” ujarnya.

Kegiatan panen bersama ini ditutup dengan sesi dialog antara petani, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian, guna merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan bawang putih ke depan, khususnya di wilayah Tawangmangu yang memiliki potensi besar sebagai sentra hortikultura nasional.

Read More
DSC00768

Smart Farming Budidaya Jamur Kuping, Inovasi Pertanian di Desa Karangbangun oleh Tim PPK Ormawa KSI FP UNS

Karanganyar, 6 September 2025 – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Studi Ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan sosialisasi dan praktik penerapan smart farming pada budidaya jamur kuping di Balai Posyandu Dusun Karanganyar, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Karanganyar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program PPK Ormawa yang mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pembelajaran Kemahasiswaan, Kemendiktisaintek. Tim pelaksana terdiri dari 15 mahasiswa Fakultas Pertanian UNS yang diketuai oleh Muhammad Ziaul Haq Faiz dengan pendampingan dosen Raden Kunto Adi, S.P., M.P.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, berasal dari Kelompok Taruna Tani (KTT) Sumber Gede dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lismatu Bhakti. Turut hadir jajaran pimpinan UNS, di antaranya Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. selaku Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, S.P., M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FP UNS, serta perangkat desa Karangbangun bersama penyuluh pertanian lapangan Kecamatan Matesih.

Materi utama disampaikan oleh Yusuf Fadlila Rachman, S.Kom., M.Kom., dosen D3 Teknik Informatika Sekolah Vokasi UNS, yang menjelaskan konsep smart farming, parameter penting dalam budidaya jamur, hingga pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk monitoring dan kontrol otomatis. “Penerapan IoT mampu menghadirkan monitoring real-time, kontrol otomatis, serta produksi yang lebih konsisten dibandingkan metode konvensional,” ungkap Yusuf.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi, yang menyoroti efisiensi penggunaan IoT, pengendalian suhu kumbung, hingga biaya implementasi sistem. Salah satu anggota KTT Sumber Gede, Mustofa, menyampaikan bahwa teknologi ini sangat membantu petani karena mampu menggantikan penyiraman manual, sehingga lebih efektif dan efisien.

Pemerintah Desa Karangbangun menyambut positif kegiatan ini dan berharap penerapan teknologi pertanian cerdas dapat meluas ke masyarakat desa secara lebih luas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta berkontribusi pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur Berkelanjutan), poin 12 (Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Selain menjadi media penerapan ilmu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Read More
WhatsApp Image 2025-08-06 at 20.01.46

Lomba Cipta Menu B2SA Dorong Kreativitas Pangan Lokal dan Ekonomi Masyarakat

Karanganyar — Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Rabu, 6 Agustus 2025. Acara dibuka dengan laporan dari Plt. Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, E. Wihartomo, S.Pt, M.M., yang menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang memenuhi prinsip B2SA, serta mendorong kreativitas dalam menyusun menu sehat berbahan baku lokal.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar, dengan penilaian meliputi penyusunan menu berdasarkan prinsip B2SA dan tampilan sajian (plating) yang sesuai. Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Rober Christanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk mendorong peran aktif TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah. “Para ibu adalah garda terdepan dalam membentuk kebiasaan makan sehat di keluarga. Dengan lomba ini, kami berharap ibu-ibu mampu menyusun menu yang beragam, bergizi, dan memanfaatkan bahan lokal secara optimal,” tuturnya.

Pengumuman pemenang dilakukan oleh Koordinator Dewan Juri, Lilis Setyowati, S.Pd., dengan hasil sebagai berikut:

– Juara 1: Kecamatan Tasikmadu (total nilai 284)
– Juara 2: Kecamatan Gondangrejo (total nilai 264)
– Juara 3: Kecamatan Kerjo (total nilai 260)
– Harapan 1: Kecamatan Tawangmangu (total nilai 245)
– Harapan 2: Kecamatan Jenawi (total nilai 235)
– Harapan 3: Kecamatan Jaten (total nilai 225)

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., turut hadir memberikan arahan sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta dan tim penggerak kecamatan. “Kreativitas dalam penyajian menu hari ini sangat luar biasa. Selain mendukung pola makan sehat, potensi kuliner lokal ini juga bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat di setiap kecamatan. Harapannya, kegiatan seperti ini tak hanya berhenti pada kompetisi, tapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap semangat kemandirian pangan dan inovasi berbasis potensi lokal terus ditumbuhkan demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Read More
WhatsApp Image 2025-06-24 at 07.44.41

88 Mahasiswa KKN PPM UGM Siap Berkontribusi di Enam Desa di Kabupaten Karanganyar

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) menerima sebanyak 88 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN PPM UGM), yang akan melaksanakan kegiatan di enam desa yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Senin (23/6/2025).

Penyerahan mahasiswa KKN berlangsung di Aula Baperlitbang Karanganyar dan diterima langsung oleh Kepala Baperlitbang Dwi Cahyono, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta para dosen pembimbing lapangan dari UGM.

Dosen Pembimbing Lapangan, Wahyu Dwi Saputro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN UGM Periode II Tahun 2025 melibatkan lebih dari 8.000 mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk Kabupaten Karanganyar, sebanyak 88 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Jatiyoso.

“Kami menitipkan mahasiswa selama 50 hari ke depan di Kabupaten Karanganyar. Mohon doa dan dukungan agar mereka dapat berkontribusi dalam program pembangunan serta mendapatkan pengalaman berharga yang bermanfaat untuk masa depan,” ungkap Wahyu.

Adapun rincian lokasi penempatan mahasiswa adalah sebagai berikut:

Kecamatan Ngargoyoso

Desa Ngargoyoso dan Desa Segorogunung: 30 mahasiswa

Tema: Pariwisata dan Digitalisasi Desa

Kecamatan Jatiyoso

Desa Tlobo dan Desa Karangsari: 28 mahasiswa

Tema: Optimalisasi Sumber Daya Pertanian

Desa Wonorejo dan Desa Wonokeling: 30 mahasiswa

Tema: Pengembangan Kopi dan Wisata Berbasis Geotracking

 

Kepala Baperlitbang Karanganyar, Dwi Cahyono, dalam sambutannya menekankan pentingnya komunikasi dengan masyarakat setempat dan tokoh-tokoh desa guna memastikan kelancaran kegiatan.

“Kenali lingkungan dan budaya masyarakat. Libatkan tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan agar program yang dijalankan bisa berjalan dengan baik. Kami juga menantikan masukan dan rekomendasi dari mahasiswa sebagai kontribusi nyata untuk pembangunan daerah,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, keselamatan, dan pola makan selama menjalani KKN.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap kegiatan KKN ini tidak hanya memberi manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan semangat pengabdian para mahasiswa.

Read More
WhatsApp Image 2025-06-10 at 15.15.57

” PANEN MELON PREMIUM “

Karangpandan, Melon dengan jenis THE BLUES HAMI yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Dayufarm Desa Dayu Kecamatan Karangpandan sudah memasuki masa panen.



‎Ditanam di atas tanah seluas 100×120 m² sekitar 600 pohon melon menghasilkan melon premium yang siap dipasarkan dengan rasa manis yang alami dan memiliki tekstur krunchy (renyah berair) dan tingkat kemanisan 15 hingga 17% brix, tanpa obat dan pemanis kimia.

‎Karena merupakan melon premium, market melon ini bukan pasar tradisional tapi supermarket atau toko buah modern.

‎Dibangunnya greenhouse untuk pembuahan melon ini karena adanya program ketahanan pangan di Desa Dayu, sehingga para petani berinisiatif untuk mendirikan Dayufarm Greenhouse ini.

‎Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan E. Wihartomo, S.Pt,. M.M dalam sambutannya menyampaikan, karena ini panen perdana, harus ada peremajaan dan berjalan continue supaya tidak hanya sekali panen akan tetapi terus bisa berkembang.

‎Semoga adanya Dayufarm Greenhouse ini bisa meningkatkan perekonomian petani di Desa Dayu.

Read More
WhatsApp Image 2025-05-28 at 09.02.21

Tanam Bawang Putih Bersama, Wujud Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha Majukan Petani Lokal

Karanganyar – Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar kegiatan Tanam Bawang Putih Bersama dalam rangka program kemitraan pelaku usaha penerima PPRK (Pertimbangan Penetapan Rencana Kebutuhan) 2025, Selasa (27/05) pagi, di Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E., perwakilan Kementerian Pertanian, pimpinan perusahaan importir, kelompok tani, hingga perwakilan dari Bank Indonesia dan pelaku industri hortikultura nasional.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor dan mendorong swasembada bawang putih nasional.
“Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih di era 1980-an hingga 1990-an, dan kini semangat itu kembali kita bangun. Program ini telah dimulai sejak 2017 dan terus bergulir melalui berbagai skema, baik APBN maupun non-APBN,” jelasnya.
Tahun 2019, produksi nasional sempat menyentuh angka 88 ribu ton, meski kemudian menurun selama masa pandemi. Pada 2024, produksi kembali meningkat menjadi 39 ribu ton. Kabupaten Karanganyar sendiri saat ini menduduki peringkat kelima di Jawa Tengah dan ketujuh secara nasional dalam produksi bawang putih.
“Tawangmangu memiliki varietas unggul ‘Tawangmangu Baru’ dan kini sedang dikembangkan varietas baru bernama ‘Berkah’ oleh putra daerah, Bapak Mulyono Herlambang,” tambahnya.
Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Menteri Pertanian, kegiatan tanam dengan skema non-APBN ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 20 ton per hektare. Oleh karena itu, kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi sangat krusial.
Musim tanam Mei–Juni 2025 mencakup:
•Karanganyar: 109 hektare
•Wonosobo: 100 hektare
•Bima NTB: 165 hektare
Di Karanganyar, kemitraan dilakukan oleh PT Agrindo Nusantara Jaya (59 ha, 12 kelompok tani) dan PT Langgeng Rejeki Indonesia (50 ha, 12 kelompok tani). Program ini juga akan diperluas ke Temanggung, Magelang, dan daerah lainnya pada musim tanam Oktober–Desember.
Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian dan semua pihak yang terlibat.
“Wilayah dataran tinggi Karanganyar sangat cocok untuk pengembangan komoditas ini. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami optimis ekosistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan dapat terwujud,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar siap mendukung dari sisi regulasi, pendampingan teknis, hingga fasilitasi kemitraan agar petani semakin sejahtera.

Read More
musrem 1

Musrenbang RPJMD Kabupaten Karanganyar Tahun 2025 – 2029

KARANGPANDAN – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 di Anaya Azana Boutique Hotel, Karangpandan, Rabu (30/04) siang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M. yang juga sekaligus menjadi narasumber utama.

Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah pembangunan lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan kolaboratif demi mewujudkan Karanganyar yang unggul, terintegrasi, dan berdaya saing.

“Perencanaan adalah kunci keberhasilan. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Seluruh elemen, mulai dari DPRD, OPD, camat, lurah, hingga tokoh masyarakat, harus bergandeng tangan mewujudkan visi bersama untuk Karanganyar yang lebih baik,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan tujuh program unggulan RPJMD yang menjadi fondasi pembangunan daerah ke depan. Di antaranya adalah layanan berobat cukup dengan KTP, pendidikan gratis, PBB nol persen untuk rumah ibadah dan warga kurang mampu, serta penyediaan sembako murah dan integratif.

Selain itu, program pupuk murah dan irigasi lancar juga menjadi prioritas. Pemerintah telah mengusulkan pembangunan dan revitalisasi saluran irigasi untuk mendukung Karanganyar sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Kita juga fokus pada perluasan lapangan kerja. BLK akan disiapkan untuk melatih SDM sesuai kebutuhan investor. Pemerintah hadir untuk menghubungkan dunia usaha dengan masyarakat,” terangnya.

Beliau menambahkan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp100 juta per desa setiap tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan lokal.

Dalam forum tersebut, hadir pula Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E., pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Kepala OPD, para camat, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta penyandang disabilitas yang difasilitasi juru bahasa isyarat.

Bupati Rober berharap RPJMD ini benar-benar menjadi dokumen perencanaan yang partisipatif dan responsif terhadap tantangan zaman. Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus bersinergi dan membangun Karanganyar secara bersama-sama.

“Seluruh komponen masyarakat harus berpikir dan bertindak demi Karanganyar. Dengan semangat gotong royong dan sinergi, saya yakin kita bisa menciptakan masa depan Karanganyar yang lebih cerah,” pungkasnya.

Read More
tanam 3

Gerakan Tanam Padi Serentak 14 Provinsi, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

KARANGANYAR – Gerakan tanam padi serentak yang dilaksanakan pada 14 provinsi di Indonesia menjadi salah satu langkah nyata untuk mendukung ketahanan pangan di tanah air. Acara ini dibuka secara daring oleh Menteri Pertanian, dengan diikuti oleh kepala daerah melalui video conference. Di pusat acara yang bertempat di Banyu Asin, Sumatra Selatan, Presiden Prabowo Subianto turut hadir untuk memberikan arahan langsung.

Di Kabupaten Karanganyar, gerakan tanam padi serentak ini dihadiri oleh Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, S.E. Acara tersebut berlangsung di lahan pertanian wilayah Jungke, yang menjadi simbol semangat gotong royong untuk mewujudkan swasembada pangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung para petani. “Pemerintah saat ini sangat fokus pada ketahanan pangan, salah satunya melalui program swasembada pangan. Harapan kami dengan gerakan tanam padi serentak ini, kita dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia menuju swasembada, di mana kebutuhan pangan dapat tercukupi dalam segala keadaan,” ujar Wakil Bupati.

 

Wakil Bupati juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berupaya mempermudah akses petani terhadap berbagai fasilitas pendukung, seperti pupuk murah dan irigasi yang lancar. “Kami terus berkomunikasi dengan petani di Kabupaten Karanganyar mengenai kondisi terkini terkait kebutuhan pupuk dan alat pertanian. Sejak tahun lalu, akses terhadap pupuk telah semakin mudah, dan kami berharap bisa terus mendukung agar hasil pertanian semakin meningkat,” tambahnya.

Selain itu, Wakil Bupati Karanganyar juga menyampaikan bahwa mereka telah mengusulkan beberapa alat pertanian canggih kepada pemerintah pusat, termasuk alat tanam padi dan alat panen yang lebih efisien. “Kami telah mengirimkan dokumen-dokumen terkait alat pertanian tersebut kepada pemerintah pusat, dan alhamdulillah beberapa kabupaten sudah mulai mendiskusikan tahap-tahap implementasi,” ujarnya.

Acara gerakan tanam padi serentak ini menjadi momen penting untuk membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memberikan dukungan penuh kepada petani Indonesia untuk menciptakan ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dan menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan ekonomi negara.

Read More
musyawarah 1

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah: Meneguhkan Posisi Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional

Klaten, 22 April 2025 – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Wilayah dengan tema “Meneguhkan Posisi Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional” diselenggarakan pada hari Rabu, 22 April 2025, bertempat di Pendopo Kabupaten Klaten. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari pemerintah provinsi dan kabupaten serta instansi terkait dalam sektor pangan.

Gubernur Jawa Tengah, H. Ahmad Lutfi, bersama Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Bupati Karanganyar, Bupati Klaten, Bupati Sragen, Bupati Wonogiri, Bupati Boyolali, Bupati Sukoharjo, Walikota Solo, dan Forkopimda dari kabupaten/kota se-Karisidenan Surakarta turut hadir dalam acara ini. Musrenbang ini menjadi ajang untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian di wilayah Jawa Tengah, dengan tujuan menjadikan provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, para kepala daerah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar daerah serta merumuskan kebijakan dan program yang mendukung ketahanan pangan. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki Jawa Tengah serta meningkatkan produktivitas dan distribusi pangan secara efisien.

Acara ini juga menjadi ajang untuk menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di wilayah masing-masing. Musrenbang ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat dan berdaya saing di tingkat nasional.

Read More