Category: Pariwisata

web (2)

Pemkab Karanganyar Kelola Tiga Kawasan Wisata

Penandatanganan antara Eka M Ruskanda (KKPH Perum Perhutani KPH Surakarta) (tengah) dan Titis Sri Jawoto (Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar) (kanan), di saksikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (kiri)

Karanganyar, Sabtu (22/07/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai awal bulan Agustus tahun 2017 mengelola dan melestarikan hutan tiga kawasan wisata alam di lereng Gunung Lawu, yakni Sekipan, Pringondani, dan Puncak Lawu (Cemoro Kandang, Cetho dan Sukuh).

Pengelolaan dan pelestarian hutan itu diserahkan dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani Surakarta kepada Pemkab Karanganyar, dalam hal ini Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

Serahterima pengelolaan itu dilakukan di Bumi Perkemahan Sekipan, Kalisoro, Tawangmangu, Jumat (21/07), ditandai dengan penandatanganan antara Eka M Ruskanda (KKPH Perum Perhutani KPH Surakarta) dan Titis Sri Jawoto (Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar), di saksikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo.

Di salah satu butir Berita Acara Serah Terima, menyebutkan disamping luas tanah yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) di tahun 2016, juga aset yang ada diatasnya, dan jenis jumlahnya.

Titis Sri Jawoto, mengatakan mulai 1 Agustus 2017 pengelolaan sepenuhnya oleh Pemkab Karanganyar tentu bersinergi dengan Perum Perhutani, karena batas secara fisik belum ada, namun batas dan luas telah disepakati.

“Yang paling kami tekankan, kami tetap pegang etika. Siapapun yang telah bekerja di pengelola lama tetap di sinergikan dengan kami, jadi jangan kuatir,” katanya.

Ditempat yang sama, Eka M Ruskanda, mengatakan nanti di perinci lagi termasuk aset-aset, batas-batas fisik, dan petak berapa saja yang masuk dalam pengelolaan.

“Tradisinya di kelola oleh kami, akan diserahkan. Tim bersama akan merinci lagi batas-batasnya, awal Agustus tahun ini sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, dengan pengelolaan oleh Pemkab Karanganyar dibuat lebih baik, seperti perbaikan jalan dan gapura masuk  menuju Sekipan juga akan dibuat lebih baik.

“Nantinya tempat disini akan dibuat semakin menarik. Kami juga optimis tingkat kunjungan semakin banyak, apalagi disekitarnya sudah ada tempat rekreasi,”kata Rohadi Widodo.

“Saya contohkan, bisa dibuat rumah pohon, lokasi yang menarik bisa untuk foto selfi , dengan begitu pengunjung semakin banyak,” katanya. (pd)

Read More
DSC_0776

Karanganyar Menjadi Salah Satu Tujuan Travel Heritage 2017

KOMINFO

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi mewakili Bupati Karanganyar saat membacakan sambutan dalam acara Travel Heritage di Hotel Taman Sari Karanganyar, Rabu (19/07).

Karanganyar, Rabu 19 Juli 2017

Banyaknya tempat wisata bersejarah di Kabupaten Karanganyar menarik perhatian dari Balai Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPWBCB DIY).

Pemilihan Kabupaten Karanganyar sebagai tujuan Travel Heritage 2017 bukanlah pemilihan asal-asalan, namun dilatarbelakangi kesejarahan yang dimiliki Kabupaten Karanganyar dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Keraton Yogyakarta.

Hal tersebut dikatakan Sekretariat Daerah Karanganyar, Samsi selaku mewakili Bupati  saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka Sarasehan Travel Heritage 2017 Karanganyar, Rabu (19/07/2017) di Hotel Tamansari Karanganyar.

“Pasalnya cikal bakal Keraton Kasultanan Yogyakarta dimulai dengan penandatangan Perjanjian Giyanti yang merupakan kesepakatan antara VOC, pihak Mataram diwakili oleh Sunan Pakubuwana III dan kelompok Pengeran Mangkubumi,”tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Perjanjian yang ditandatangani pada Tanggal 13 februari 1755 ini secara de facto dan de jure menandai berakhirnya Kerajaan Mataram.  Selanjutnya  wilayah Mataram dibagi menjadi dua, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Nama Giyanti diambil dari lokasi penandatanganan perjanjian ini, yaitu di Desa Giyanti yang berada di Dukuh Kerten Desa Jantiharjo di sebelah tenggara kota Karanganyar.

“Diwilayah Kabupaten Karanganyar banyak sekali peninggalan sejarah yang sungguh luar biasa, terdapat 37 warisan cagar budaya yang terdaftar di Kabupaten Karanganyar. Termasuk Candi Sukuh dan Candi Cetho yang pada tahun 1955 telah diusulkan masuk warisan dunia UNESCO,”terangnya.

Ditambahkannya dengan adanya hubungan Yogyakarta  dan Karanganyar, melalui Travel Heritage dari Balai Pelestarian Warisan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan DIY menggandeng Pemkab Karanganyar dalam hal ini Disdikbud Karanganyar dan Disparpora Karangayar,  diharapkan kegiatan ini dapat menyosialisasikan pentingnya kesadaran dalam melestarikan cagar budaya di kedua daerah.

Pada kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Dian lakshmi Pratiwi, SS, MA dari Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Tarsa, M.Pd Kepala Disdikbud Karanganyar dan Tokoh budayawan Ir. Yuwono Sri Suwito.

Sementara itu salah satu narasumber, Dian lakshmi Pratiwi selaku Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan DIY menjelaskan makna Travel Heritage ini merupakan nama/judul/identitas kegiatan pemanfaatan cagar budaya melalui promosi pelestarian dalam segala bentuk kreatifitasnya presentasinya, baik bersifat publikasi, sosialisasi, kampanye maupun misi pelestarian lainnya yang dilaksanakan secara terpadu, tersistem dan berkelanjutan.

“Tujuan Travel Heritage ini untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik terhadap pelestarian cagar budaya dengan membangun networking/jejaring yang saling memberi dan memperoleh manfaat dari kegiatan ini,”jelasnya dihadapan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), Guru Sejarah, Jajaran Dinas terkait serta Pelajar.

Demikian Diskominfo Karanganyar (ft/ind)

Read More
web

59 Jip Jelajah Pesona Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono beserta isteri (urutan pertama) dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan isteri (urutan kedua) saat melintasi kawasan kebun teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. di acara Jelajah Pesona Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (14/07/2017)

Deru suara mesin dari puluhan mobil penggerak roda empat (4 WD) memecah keheningan di pagi buta, di Edupark, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu. Mereka berkumpul dan menjelajah berbagai tempat-tempat wisata di Kabupaten Karanganyar, Jumat (14/07) pagi.

Berbagai jenis 59 mobil itu mulai bergerak pelan menuju tujuan pertama, yakni Kebon Jambu, masih di desa yang sama dengan jarak sekitar 400 meter dari titik pemberangkatan, untuk melihat matahari terbit.

Tampak juga Bupati Karanganyar Juliyatmono dan isteri, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo beserta isteri, berada di urutan depan. Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar bahkan menyetir sendiri mobil yang dikendarai, uniknya yang dikemudikan adalah jenis American Jeep, setir di sebelah kiri.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Bendungan Gondang, Kecamatan Kerjo. Disana, peserta melewati medan yang menarik. Melewati aliran sungai, jalan berdebu, naik turun dan berbatu. Selanjutnya menuju Kawasan Kebun Teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Ditempat yang sejuk itu disuguhkan teh hangat khas Kemuning.

Menariknya lagi, rombongan juga menyaksikan paralayang. Di kawasan Kemuning memang ada tempat latihan paralayang bagi atlet-atlet, bahkan pernah menjadi tempat lomba kejuaraan nasional.

Setelah istirahat beberapa saat, perjalanan mulai dilanjutkan melalui Kawasan Air Terjung Jumog, lantas menuju Terminal Wisata Bangunmakhutoromo Karangpandan, dan selesai di Edupark lagi.

Ketua Jelajah Pesona Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan rute yang ditempuh menghindari jalur ekstrem dan memilih medan aman. Sepanjang perjalanan pun kecepatan maksimal 30 kilometer/jam, dengan jarak tempuh 71 kilometer.

“Pesertanya sendiri dari PNS Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Karanganyar, dan komunitas. Jelajah pesona ini peserta bisa lebih banyak menikmati alam,” kata Titis yang juga menjabat Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar.

Sejumlah komunitas mobil ikut meramaikan, seperti American Jeep, 15 (inch) Land Cruiser Wheels, Taft Diesel Indonesia (TDI), Katana Owners Club (KOC), dan sebagainya.

“Tadi kami jalan santai, jalur juga aman. Jadi tidak banyak kendala di perjalanan. Hanya mengandalkan kekuatan mesin,” kata Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat istirahat di Terminal Bangunmakhutoromo.

Read More
KOM_9318

Hari Pertama Masuk Lerja, Sejumlah OPD Karanganyar Adakan Halal Bihalal Bupati : DPU Harus Jadi Leader Pembangunan infrastruktur Karanganyar

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutan dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Besar DPU-PR di Halaman DPU-PR Karanganyar, Senin (3/7).

Karanganyar, Senin 03 Juli 2017

Bupati Karanganyar meminta DPUPR untuk meningkatkan kinerja dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karanganyar. Karena DPUPR merupakan garda terdepan pembangunan di Karanganyar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menghadiri pembinaan dan halal bihalal di halaman DPUPR, Senin (03/07/2017) pagi.

Menurut Bupati sebagai instansi terdepan dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karanganyar, DPUPR harus terus meningkatkan pelayanan dan kinerjanya. Salah satunya dengan menggandeng konsultan yang berkualitas dalam pembangunan.

“Pilih dan jalin kerjasama dengan konsultan yang baik dan berkualitas di masing-masing kecamatan, jangan asal-asalan, tp kualitas infrastruktur harus diperhatikan,”ujarnya.

Tetap perhatikan kualitas bahan dan bangunan, sehingga anggaran biaya yang dihabiskan untuk pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan masyarakat. Karena semakin padat masyarakat menggunakan fasilitas umum semakin tinggi tuntutanya,”tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga  menghimbau agar para ASN di DPUPR juga semakin meningkatkan kinerjanya dan untuk selalu menjaga kekompakan satu sama lain. Karena teamwork yang bagus akan menghasilkan kerja yang baik.

“Sesama ASN harus dapat bekerjasama supaya hasil yang dicapai maksimal,”tandasnya.

Demikian Diskominfo Karanganyar (adt/ind)

 

Read More
web (2)

Terminal mBangun Makuthoromo Jadi Titik Nol Pariwisata

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, saat melihat kios di Terminal Wisata mBangun Makhutoromo Karangpandan.

Karanganyar, Senin (19/06/2017)

Terminal Wisata mBangun Makuthoromo Karangpandan, dijadikan titik nol pariwisata Kabupaten Karanganyar, karena sebagai tempat transit wisatawan yang akan menuju ke berbagai lokasi wisata.

“Wisatawan dapat diarahkan ke objek wisata, bisa ke arah Tawangmangu, Ngargoyoso dan Giri Bangun. Semua orang yang menikmati wisata bisa kumpul di sini. Bis wisata dan mobil pribadi masuk transit di terminal wisata,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Untuk menarik wisatawan, Pemkab Karanganyar telah menggandeng sejumlah pihak ketiga untuk mengisi kios-kios yang ada di terminal itu. Ada kios suvenir, produk kaos lokal, batik, makanan ringan, kesehatan, buah dan sayur, dan bahkan terdapat cafe kopi. Selain itu, wisatawan dapat menikmati berbagai jenis kuliner lokal Kabupaten Karanganyar.

“Saya minta terminal ini disiapkan dengan baik, air juga diantisipasi, jangan sampai habis. Di sini dengan produk lokal lebih diutamakan. Karena wisata tidak bisa dikelola satu bagian saja, tapi bersama-sama,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Sabtu (17/06) saat peresmian outlet di tempat itu.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan, untuk lebih mengenalkan dan memudahkan pariwisata Kabupaten Karanganyar, pihaknya akan membuat aplikasi wisata dan Pusat Informasi Wisata yang modern.

“Itu lebih mengenalkan ke wisatawan. Mencakup harga di kuliner, hotel, tempat wisata, angkutan wisata. Kami punya target tahun ini 2,5 juta wisatawan, tahun lalu realisasi 1,4 juta,” kata Titis.(pd)

Read More
KOM_6851

Peran Vital Ketua RT/RW

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan insentif kepada Ketua RT/RW Kecamatan Tawangmangu didampingi Wakil Bupati (20/5)

Karanganyar, 21 Mei 2017

Sebagai wujud perhatian dan penghargaan terhadap peran vitalnya Pemerintah memberikan insentif kepada Ketua RT/RW di Kabupaten Karanganyar.

Sabtu malam (20/5) Bupati Karanganyar menyampaikan pembinaan sekaligus insentif bagi Ketua RT/RW se Kecamatan Tawangmangu bertempat di Balai Desa Karanglo, sedangkan untuk Kecamatan Karanganyar dilaksanakan pada Minggu malam (21/5) di Balai Kelurahan Bejen.

Sejumlah 347 Ketua RT dan 100 Ketua RW Kecamatan Tawangmangu hadir dan menerima pembinaan serta insentif masing-masing Rp.1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dipotong pajak penghasilan (PPh) 6%, sedangkan di  Kecamatan Karanganyar diberikan insentif bagi 500 Ketua RT dan 162 Ketua RW.

Dalam sambutannya Juliyatmono menghimbau karena peran Ketua RT/RW sangat vital maka Pemerintah mohon dukungannya supaya ikut menciptakan kerukunan di lingkungan masing-masing serta terus menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

“Ketua RT/RW mohon dukungannya supaya guyub, rukun, yang paling pokok saat ini Ssupaya Pancasila dikuati lagi sehingga negara Indonesia ini yang terdiri dari bermacam suku, etnik, agama terus dijaga. Penjaga yang paling depan itu adalah Ketua RT/RW,” kata Juliyatmono.

Kerja bakti, pertemuan rutin di tiap-tiap RT harus terus digalakkan karena ini merupakan wujud dan bagian dari kerukunan.

Pemerintah Kabupaten terus akan  berupaya supaya pembangunan merata, semua jalan bagus. Tahun ini program Kabupaten adalah “Karanganyar Maju dan Sejahtera”. Bertepatan dengan hari jadi yang 100 tahun, diharapkan semua rumah memiliki jamban dan layak huni. Pemerintah menyediakan anggaran 12 miliar untuk hal ini.

Yang menjadi cita-cita kita bersama adalah supaya Karanganyar bisa menjadi daerah tujuan pendidikan, daya tarik wisata dan lain-lain. Untuk itu pemerintah berupaya akan membangun Perguruan Tinggi yang besar di Karanganyar dan menggarap Ngargoyoso supaya menjadi daya tarik wisata kelas dunia.

Di samping itu disampaikan pula bahwa Selasa, 23 Mei 2017 Desa Karanglo akan maju dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah, sehingga mohon dukungannya supaya bisa menang dan maju tingkat Nasional.

Mengenai masalah pendidikan Juliyatmono tetap berkomitmen untuk tetap mengusahakan sekolah gratis bagi SD – SMA/SMK meskipun sekarang ini SMA/SMK menjadi kewenangan Provinsi. Sebagai wujud perhatian akan ada hadiah bagi anak-anak sekolah yang berprestasi. Yang mendapatkan nilai 100 pada Ujian Nasional untuk mata pelajaran Matematika SD akan diberi hadiah Rp.100.000, sedangkan yang bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri akan mendapatlkan bantuan Rp.2.500.000.

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan juga keberhasilan pembangunan selama kepemimpinan Juliyatmono dan Rohadi Widodo oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Disampaikan bahwa Karanganyar sudah mendapatkan 3 kali opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK dan Predikat Kabupaten yang terbaik kedua tingkat nasional.  Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
aksi sadar wisata (1)

Tumbuhkan Rasa Nyaman Wisatawan, Karanganyar Gelar Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona

kominfo

Sekda Karanganyar Samsi saat memberikan sambutan kegaiatan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona, Kamis Pagi (18/5)

Karanganyar, Kamis 18/5/2017

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan gerakan Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Sapta Tirta Pablengan, Matesih, Kamis Pagi (18/05). Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pelaku usaha wisata tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi X Laila Istiana Diana Savitri, Kepala Bidang Destinasi Wisata Kemenpar RI Roni Astuti, Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi dan OPD terkait serta Forkompinca Kecamatan Matesih.

Pemahaman yang kurang terhadap nilai manfaat pariwisata bagi masyarakat dan wilayah setempat ditengarai seringkali memunculkan iklim yang kurang kondusif. Hal ini mendorong Kemenpar RI untuk bersama-sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling bersinergi dalam mendorong keberhasilan pengembangan kepariwisataan di wilayahnya untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan domestik di tahun 2019.

Sementara itu Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi yang hadir mewakili Bupati Karanganyar menyambut baik acara ini. Kabupaten Karanganyar yang terkenal dengan sebutan BUMI INTANPARI (Industri, Pertanian dan Pariwisata) tahun 2017 ini tumbuh wisata-wisata lokal baru, konsentrasi wisata sekarang tidak hanya di wilayah Tawangmangu, tetapi sudah kedaerah sekitar seperti Ngargoyoso, Jenawi dan Jatiyoso. Kabupaten Karanganyar yang diberkahi alam yang luar biasa memiliki semua jenis wisata yang bisa ditawarkan kepada wisatawan, seperti wisata alam, wisata religi, wisata rekreasi maupun wisata ekstrim.

“Akses jalan kesemua lokasi wisata sudah ditata dan dilebarkan demi kenyaman wisatawan”, ujar Samsi

Ditambahkan lebih lanjut oleh Samsi, memperingati 100 tahun hari jadi Karanganyar pada bulan November, Pemkab Karanganyar akan menyelenggarakan offroad tingkat nasional. Untuk itu dimohon dukungan semua pihak untuk menyukseskan acara tersebut.

Sementara itu, Laila Istiana DPR RI Komisi X saat memberikan materi kepada pelaku wisata mengatakan destinasi wisata yang ada di Karanganyar bersih dan aman serta nyaman. Dengan kondisi tersebut, potensi wisata di Karanganyar akan menjadi destinasi wisatawan dari berbagai daerah. Kesiapan masyarakat lokal harus mampu menjadi daya tarik lebih dengan keramahtamahannya.

“Kunci sukses untuk mendongkrak kunjungan wisatawan yaitu dengan 3A (aksesbilitas, amenitas, dan atraksi). Potensi wisata yang nyaman adalah yang mampu mendatangkan kembali wisatawan dan wisatawan tersebut mengajak sanak sodara serta koleganya”, jelas Laila Istiana

Tahun 2017 ini Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan roadshow Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona ke 68 destinasi wisata di seluruh Indonesia dan Kabupaten Karanganyar merupakan salah satunya. Dalam aksi tersebut selain diisi dengan pemateri oleh nara sumber, juga diadakan kerja bakti untuk bersama-sama membersihkan tempat wisata Sapta Tirta Pablengan Matesih. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
KOM_6270

Tanamkan Nilai Budaya, BPNB DIY Gelar Pemutaran Film Dokumenter

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka acara Sosialisasi dan Penayangan Film Dokumenter di Hotel Taman Sari Karanganyar, Rabu (10/05)

Karanganyar, 10 Mei 2017

Menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi muda, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pemutaran film dokumenter, Rabu (10/5/2017) di hotel Taman Sari Karanganyar.

Pemutaran film dokumenter yang mengusung tema Penguatan Karakter Jatidiri Bangsa Melalui Peristiwa Sejarah dan Budaya  dihadiri Bupati Karanganyar dan Tokoh Budayawan Ki Manteb Sudharsono serta diikuti lebih kurang 150 siswa siswi perwakilan SMP/SMA se Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya sekaligus membuka, menyampaikan bahwa nilai-nilai budaya bangsa harus terus dijaga dan dipertahankan.

“Jika kita mengkhianati budaya berarti kita mengkhianati apa yang diciptakan/dilahirkan Tuhan di tanah air kita. Untuk itu lahirlah istilah Ibu Pertiwi yang harus kita jaga. Terlebih Indonesia lahir berbagai kerajaan, salah satunya sejarah kerajaan Sriwijaya-Majapahit yang memiliki peradaban yang hebat,”tuturnya.

Bupati menghimbau pada siswa siswi supaya menjadi generasi muda yang memiliki kepribadian budaya, berdaulat dibidang politik yang tetap memegang etika. Sebagai pelajar untuk tetap belajar yang baik, cintai budaya, hormati orang tua dan orang yang lebih tua serta ukir pretasi dengan menghasilkan karya inovatif baik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi maupun seni budaya.

“Atas nama pemerintah, sebagai salah satu bentuk perhatian kepada warisan budaya, kami telah mengkaderisasi dalang-dalang cilik di Karanganyar untuk dapat melestarikan budaya wayang yang benar-benar warisan budaya leluhur kita, jangan sampai di akui Negara lain,”pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut disampaikan juga sambutan Kepala BPNB DIY, Christriyati Ariani, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan kerjasama BNPB DIY dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar dalam rangka memberi penanaman nilai-nilai budaya terhadap siswa siswi.

“Melalui lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dapat membentuk karakter anak. Dan salah satu upaya efektif membentuk karakter anak agar tertanam nilai-nilai budaya melalui pemutaran film dokumenter,”terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan banyak keteladanan yang dapat diambil yang kemudian diterapkan generasi kita dalam kehidupan sehari-hari melalui keberhasilan tokoh-tokoh yang berperan pada tayangan film dokumenter tersebut.

“Kami sebagai BPNB DIY bertugas di tiga wilayah yakni di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk Jawa Tengah sendiri lokasi yang kami pilih adalah Kabupaten Karanganyar, karena dari sini banyak lahir para tokoh sejarah, budayawan,”katanya.

Dengan pemutaran film dokumenter diharapkan dapat menumbuhkan motivasi kepada generasi muda. Anak-anak dapat mengetahui sejarah dan mengenal tokoh-tokoh di dalamnya.

“Tayangan film dokumenter telah diputar di enam kota/kabupaten yakni Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Surabaya dan Karanganyar,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Tarsa mengatakan ini merupakan salah satu tindak lanjut instruksi Presiden RI Joko Widodo yang menanamkan pentingnya pendidikan karakter dikalangan pelajar kita. Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

  

Read More
KOM_6150

Tetap Jiwai PANCASILA

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berbaju putih) menyerahkan insentif kepada Ketua RT/RW se Kecamatan Mojogedang didampingi Asisten Pemerintahan (berbaju batik ungu) Selasa malam (9/5)

Karanganyar, 10 Mei 2017

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada saat menyampaikan sambutan pada acara pembinaan dan penyerahan insentif bagi Ketua RT/RW se wilayah Kecamatan Mojogedang Selasa malam (9/5) di Balai Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang. Ikut hadir pada acara tersebut Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Forkompinca serta Kepala Desa dan Bendahara Desa yang ada di wilayah Kecamatan Mojogedang.

Dalam sambutannya Juliyatmono menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar menghargai dan memperhatikan peran penting dan kerja keras Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Mojogedang dalam membantu jalannya pemerintahan di Kabupaten Karanganyar. Untuk itu pada malam tersebut Bupati Karanganyar menyerahkan insentif secara simbolis kepada Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Mojogedang. Pemberian insentif ini diharapkan akan menggairahkan Ketua RT/RW untuk melayani warganya dengan lebih baik. Sejumlah 467 Ketua RT dan 159 Ketua RW menerima insentif berupa uang sejumlah Rp. 1.500.000,- dipotong pajak penghasilan (PPh) 6 %.

Disampaikan pula oleh Bupati Karanganyar bahwa saat ini jalan-jalan di Kabupaten Karanganyar sudah bagus sehingga bisa menjadi daya pikat bagi orang luar Karanganyar untuk datang berkunjung ke Kabupaten Karanganyar. Tidak hanya untuk rekreasi karena memang pesona Kabupaten Karanganyar yang lain dari yang lain dibandingkan wilayah se Solo Raya tetapi juga untuk membeli produk-produk dari sini yang merupakan penghasil hasil bumi yaitu buah dan sayur yang bermutu.

Juliyatmono mengingatkan supaya kita semua, terutama Ketua RT/RW terus menjiwai Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Setiap sila dari Pancasila harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya supaya kehidupan kita semakin baik.

“Saya hanya titip, Ketua RT/RW supaya Pancasila kembali digiatkan karena dasar hidup kita di Indonesia ini adalah Pancasila. Setiap apa yang dilakukan agar menjiwai nilai-nilai Pancasila,” harap Juliyatmono.

“Semua hidup rukun, tidak perlu menilai orang lain. Biar Tuhan yang menilai kita masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut Juliyatmono mengharapkan supaya kerja bakti, gotong royong terus digiatkan agar  lingkungan bersih. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) supaya kita wujudkan bersama.

Sementara itu Plh. Camat Mojogedang, Murdatmo melaporkan bahwa capaian pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kecamatan Mojogedang adalah 98%, sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah terlaksana 30%.  Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
KOM_4289

Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyanyi duet bersama Endah Laras dalam acara Resepsi Hari Kartini, Kamis 20 April 2017

Dengan tema tersebut Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan peringatan Hari Kartini ke-138 Tahun 2017. Acara yang digelar untuk memperingati hari bagi Perempuan Indonesia itu diadakan di Pendopo Rumah DInas Bupati Kamis malam, 20 April 2017. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan beberapa lomba bagi istri Kepala OPD, istri Asisten Sekda, istri Camat dan istri Kepala BUMD di Kabupaten Karanganyar.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tarsa kegiatan lomba bagi istri Kepala OPD dan BUMD tersebut yaitu Lomba Menyanyi dan Baca Puisi. Babak penyisihan sudah diadakan pada Hari Rabu, 19 April 2017. Dari lomba tersebut diambil 4 (empat) besar atau 4 (empat) terbaik yang ditampilkan pada acara final malam itu.

Dalam laporannya Tarsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan yang terbilang mendadak tersebut.

Disampaikan pula oleh Tarsa malam itu di samping sebagai acara final bagi lomba Menyanyi dan Baca Puisi sekaligus juga resepsi peringatan Hari Kartini tahun 2017. Semua pejabat beserta istri diundang untuk ikut memeriahkan acara tersebut. Dalam acara final tersebut ditampilkan 4 (empat) besar Lomba Menyanyi dan 4 (empat) besar Lomba Baca Puisi.

“Untuk babak final malam ini yang bertindak sebagai juri adalah seluruh hadirin. Semua hadirin menjadi juri. Jadi pemilihan pemenang lomba adalah dengan cara siapa yang terbanyak mendapatkan pilihan dari hadirin,” demikian kata Tarsa.

Acara resepsi malam itu terbilang sukses dan meriah. Bahkan untuk mendukung lebih semarak acara malam itu Panitia secara khusus mengundang penyanyi yang sudah melanglang buana ke mancanegara yakni Endah Laras. Penyanyi bertubuh besar dengan ciri khas ukulelenya ini berhasil mengajak duet Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Tak ketinggalan pula ada juga para perempuan muda yang tergabung dalam Komunitas Puisi Palur menampilkan kebolehannya membacakan puisi.

Setelah para finalis menampilkan kemampuannya dalam menyanyi dan baca puisi, hadirin diminta memilih sesuai pendapatnya masing-masing siapa yang terbaik.dengan memilih nomor undian peserta.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang malam itu didaulat mengumumkan pemenang lomba sekaligus menyampaikan sambutannya.

Dalam sambutannya Juliyatmono mengapresiasi kegiatan ini karena dapat menyalurkan bakat-bakat yang ada pada ibu-ibu baik itu baca puisi, menyanyi dan lain-lain.  Bahkan beliau mengaku kagum dengan penampilan para finalis yang begitu menghayati dan ekspresif. Beliau juga berpesan untuk terus meningkatkan kulaitas hidup kita serta kualitas keluarga kita dengan terus mengasah kemampuan dan bakat yang ada pada kita.

“Tidak hanya pada hari Kartini, tapi beberapa bulan sekali akan kita beri ruang bagi kaum perempuan untuk menyalurkan bakat, bisa meampilkan kebolehannya,” kata Juliyatmono.

Hasil pilihan hadirin, pemenang Lomba Menyanyi berturut-turut dari Juara 1 sampai 4 adalah: Ibu Dwi Cahyono (istri Camat Kerjo), Ibu Suwanto (istri Direktur Bank Jateng Cabang Karanganyar), Ibu Suprapto (istri Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) dan Ibu Edi Sukiswandi (istri Camat Ngargoyoso)

Untuk Lomba Baca Puisi pemenangnya berturut- turut dari Juara 1 sampai 4 adalah: Ibu Yopi Eko Jati Wibowo (istri Camat Colomadu), Ibu Agus Cipto Waluyo (istri Kepala Badan Kesbangpol), Ibu Heru Suprihati (Direktur Bank Daerah) dan Ibu Sarwanto (istri Camat Jatipuro). Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More