Category: Berita

DSC_0018

20 KK Terima Bantuan Korban Bencana

Karanganyar, Kamis 12 Nopember 2015
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Kamis (12/11/2015) bertempat di ruang Podang Kantor Setda Karanganyar pada pemberian bantuan sosial dan keuangan bagi korban bencana khususnya di wilayah Karanganyar pada bulan kejadian Mei sampai dengan September Tahun 2015.
“ Dasar pemberian bantuan adalah bencana alam yang terjadi pada bulan Mei sampai dengan September Tahun 2015 merupakan bantuan tahap III yang sebelumnya telah disampaikan pada bulan Februari ( tahap I), Agustus ( Tahap II) dan November ini (tahap III). Harapan kami, setelah November tidak ada bantuan lagi dalam artian ini merupakan bantuan yang tersisa, karena kita berharap Desember jangan ada bencana di Kabupaten Karanganyar,” jelas Nugroho selaku Kepala BPBD Karanganyar saat menyampaikan laporannya.
Ia juga memaparkan ada tiga kategori yang akan diberikan bantuan dengan total penerimaan bantuan sebesar Rp.39.000.000,-.
“Para korban bencana alam tanah longsor, angin putting beliung, kebakaran maupun banjir sejumlah 20 KK dengan jumlah penerimaan Rp. 39 juta yang terdiri dari tiga kategori, diantaranya : Kategori rumah rusak ringan sebesar @Rp. 750.000,- ( ada 6 KK), Kategori rumah rusak sedang sebesar @ Rp. 1.500.000,- (ada 5 KK), Kategori rumah rusak berat @ Rp. 3.000.000,- ( ada 9 KK).
Domisili terdiri dari 11 Kecamatan dengan total keseluruhan 20 KK yakni Kecamatan Tawangmangu (2 KK), Matesih (2 KK), jaten (3 KK), Karangpandan (1 KK), Tasikmadu (3 KK), Ngargoyoso (1 KK), Karanganyar (3 KK), Gondangrejo (1 KK), Kebakramat (2 KK), Colomadu (1 KK), Jumapolo (1 KK).
“ Diharapkan dengan adanya pemberian bantuan ini dapat memberikan semangat untuk kembali mandiri sekaligus mewujudkan perhatian dari Pemerintah untuk mengurangi beban kepada masyarakat yang terkena bencana,” imbuhnya.
Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono yang didampingi Wakil Bupati Rohadio Widodo saat menyampaikan arahannya mengatakan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah sebagai bukti kepedulian.
“ Adanya bantuan ini tidak langsung serta merta didapat karena harus melalui proses tertib administrasi, harus di cek dulu, di data yang rusak dan penyebab kerusakannya. Maka untuk itu, semoga bantuan yang hari ini akan diberikan dapat meringankan beban. Meskipun sedikit, semoga dapat mencukupi dan keluarga selalu diberikan kesehatan dan saya himbau untuk selalu berhati-hati, karena penyebab kerusakan bukan hanya musibah tetapi dari kelalaian manusia/human erorr” tutur Bupati dihadapan para penerima bantuan.

DSC_0018
Selanjutnya pada kegiatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan kepada 20 korban bencana alam oleh Bupati Karanganyar. ind/ft

Read More
DSC_0121 (2)

220 UKM Ramaikan Karanganyar Expo

Pemukulan Kentongan tanda resmi dibukanya Karanganyar SoloRaya Creatif Expo 2015 yang berlangsung mulai Tanggal 11 November sampai dengan 15 November 2015 di Alun Alun Karanganyar

Karanganyar, Kamis 12 November 2015

Salah satu agenda pada serangkaian memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-98, Disperindagkop & UMKM Karanganyar bekerjasama dengan Kadin Solo Raya menggelar Karanganyar SoloRaya Creatif Expo yang berlangsung 11 November sampai dengan 15 November 2015, di Alun Alun Karanganyar.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk sarana promosi produk-produk unggulan berbasis industri kreatif dengan tujuan memperkuat posisi Karanganyar sebagai sektor pariwisata di Jawa Tengah sekaligus menanamkan rasa cinta pada produk dalam negeri. Total peserta sebanyak 220 stand wirausaha mandiri baik dari Karanganyar maupun Solo sekitarnya yang menampilkan berbagai komoditas seperti handicraf, makanan produk lokal, penjualan on line, batik. Untuk pengunjung tidak dipungut biaya karena kami ingin mengetahui seberapa besar antusias pengunjung yang datang, sehingga transaksi jual bali dapat menggeliatkan roda perekonomian masyarakat khususnya pada usaha kecil menengah,” terang Kepala Disperindagkop&UMKM Karanganyar, Larmanto saat menyampaikan laporan kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bakorwil II Jawa Tengah, Ketua Kadin se Solo Raya, Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Karanganyar, Jajaran SKPD Karanganyar, Danlanud adi Soemarmo Disperindagkop se Soloraya serta UMKM se Solo Raya.

Sementara itu Ketua Kadin se Solo Raya, Gareng S. Haryanto menyampaikan bahwa Solo Raya kreatif Expo tahun ini yang ke-3 dan bertepatan dengan Hari Jadi Ke-98 Kabupaten Karanganyar.

“Semoga kegiatan ini meningkatkan perekonomian se Solo Raya serta menyaring produk-produk unggulan se Solo Raya,” harapnya.

Selanjutnya dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa pelaksanaan Karanganyar Solo Raya Creatif Expo 2015 ini merupakan salah satu mewujudkan Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni menciptakan 10.000 wirausahawan mandiri.

“Saya mengapresiasi dan bangga atas pelaksanaan Karanganyar Expo ini. Dan saya melihat baik dari peserta UMKM maupun pengunjung sangat antusias. Alhamdulillah awal dari kegiatan ini berjalan sukses. Ini merupakan wujud salah satu misi menciptakan 10.000 wirausahawan mandiri. Semoga dapat memberi semangat baru agar pelaku usaha bisa tumbuh dan berkembang yang nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru,” tutur Bupati disambut riuh para hadirin.

Coba Melukis : Bupati Karanganyar Juliyatmono disalah satu stand berkesempatan melukis di atas kain.

Juliyatmono dan Rohadi Widodo mengunjungi salah satu stand batik.

Wakil Bupati Rohadi Widodo memperlihatkan kerajinan keris yang berlapis emas.

Acara Karanganyar Solo Raya Creatif Expo 2015 resmi dibuka dengan pemukulan kentongan dan pemotongan bunga melati, Rabu malam (11/11/2015) dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai stand Usaha Kecil Menengah. Ind/ft

Read More
DSC_0158

Ribuan Penyuluh Hutan Datangi Jambore

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan salah satu peserta jambore penyuluh

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan salah satu peserta jambore penyuluh

Karanganyar, Kamis (12/11/2015)
Jambore Penyuluh Kehutanan diadakan di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar di ikuti sekitar 1000 an penyuluh kehutanan dari 20 provinsi di Indonesia, berlangsung dari Selasa-Rabu (10-11/11) kemarin.

“Jambore ini dengan mengadakan temu karya untuk mengangas kelembagaan penyuluh kehutanan kedepan dan membina kemitraan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM),” ujar Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto, Rabu (11/11) di lapangan Bener, Tawangmangu.

Bahkan, lanjut Sugeng Riyanto, terdapat 600 orang penyuluh dari luar jawa mendatangi jambore tersebut.

“Kegiatan ini juga diiisi dengan pentas wayang kulit semalam suntuk, Selasa (10/11) malam, dan ini nanti juga ada penanaman pohon di turus jalan dari Tawangmangu sampai Cemoro Kandang sepanjang lima kilometer,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengucapkan terima kasih dengan adanya jambore tersebut karena dapat memberikan semangat inspirasi bagi kita semua.

“Pada kesempatan ini saya juga mengajak agar keanekaragaman hayati perlu dijaga kelestarian bersama,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir mengajak untuk mengembalikan hutan yang rusak dan terbakar di Indonesia.

“Sistem hendaknya diperbaiki agar kebakaran hutan tidak terjadi lagi. Sumber daya manusia mampu melakuan itu yakni penyuluh kehutanan,” katanya. pd

Read More
DSC_0051

Mbah Wiji Senang Dapat Bantuan RTLH

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan mbah Wiji (paling kiri) di rumahnya, RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan mbah Wiji (paling kiri) di rumahnya, RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (12/11/2015)
Raut muka bahagia terpancar dari seorang wanita tua di sebuah rumah yang sederhana bercat kuning. Dialah Wiji, umur 80 tahun, bertempat tinggal di RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Rumah yang ditinggali sendirian oleh Mbah Wiji karena suami dan keduan anaknya telah meninggal dunia, mendapat bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinisi Jawa Tengah sebesar Rp. 7 juta, yang dicairkan pada bulan Sepetember 2015.

“Dana sebesar itu diperuntukkan merehab atap, lantai dan dinding dengan pengelolaan kelompok masyarakat,” kata Kepala Desa Ngadiluwih, Supriyanto Widodo.

Setelah rehab selesai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengunjungi rumah berukuran 4×6 meter, Rabu (11/11) di lokasi.

Setelah selesai berbincang denga mbah wiji, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan di Jawa Tengah masih ada sekitar 2 juta RTLH

“Ada skenario untuk mempercepat pembangunan yakni dengan anggaran provinsi dan pusat jika berbagi bisa mempercepat, dan dengan bantuan CSR,” katanya.

Ganjar juga menuturkan saat ini lagi dibuat Perda CSR untuk mempercepat pembangunan tanpa bergantung pada anggaran Negara. pd

Read More
DSC_0378

Karanganyar Mengenang Toto Salmon

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Membawakan Lagu Keroncong Mengenang Maestro Keroncong Toto Salmon, Senin Malam (10/11)

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Senin malam (09/11) tadi digelar lagu-lagu keroncong mengenang maestro lagu keroncong Toto S. Salmon yang notabene adalah asli Karanganyar. Disaat hidupnya, Toto Salmon meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Tahun 1998 kategori Album Keroncong Tradisional Terbaik dengan “Album Emas”.

Bupati Karanganyar Juliyatmono acara mengenang lagu keroncong Toto S. Salmon dapat mewujudkan rasa bangga akan musik keroncong yang merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia dan kita sebagai generasi penerus wajib untuk melestarikan. ch

Read More
DSC_0527

Hari Pahlawan Sebagai Barometer Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Membacakan Sambutan Menteri Sosial RI Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-70 Di Kabupaten Karanganyar, Setda Karanganyar (10/11)

kominfo

Peletakan Bunga Oleh Kapolres Karanganyar AKBP. Mahedi Surindra, SH, S. IK Selaku Inspektur Upacara Tabur Bunga di TMP Dharma Tunggal Bhakti Karanganyar

kominfo

Forkompinda Karanganyar Saat Tabur Bunga Hari Pahlawan 2015

Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015 Ke-70 Kabupaten Karangayar berlangsung khidmat, Selasa pagi (10/11/2015) di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM dan sebagai Komandan Upacara dari Kodim 0727 Karanganyar Kapten Infanteri Suwandi.
Upacara diikuti oleh Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar, Organisasi Pemuda, Karyawan/wati PNS dilingkungan Karanganyar, Mahasiswa serta Pelajar.

Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa penyelenggaraan peringatan Hari Pahlawan selalu menjadi penting, karena dapat digunakan sebagai barometer tentang seberapa kuat keyakinan kita terhadap nilai-nilai kejuangan dari suatu proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, juga sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang untuk mewujudkan kemerdekaan dan menjaga tetap utuhnya negara kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 ini difokuskan untuk membangun kesadaran dan ingatan kolektif seluruh bangsa Indonesia sebagai representasi pengakuan, penghormatan, dan penghargaan dari nilai-nilai kejuangan untuk diimplementasikan dalam kehidupan bernegara pada waktu kini dan akan datang.

Hari Pahlawan tahun 2015 ini mengusung tema “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku”. Makna dari tema tersebut adalah untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.

Saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan, produktifitas bangsa. Mulai dari terjadinya konflik intoleransi antar umat beragama, berkembangnya faham radikalisme, tawuran antar kampung maupun antar pelajar, maraknya penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan sebagainya. Keadaan ini jauh dari apa yang dicita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa yang telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada kita semua.

Marilah kita renungkan sekali lagi, langkah besar Bapak Bangsa kita seperti Soekarno, Mohammad,Hatla, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Mudzakkir, Agus Salim, Abikusno Tiokrosoejoso, AA Maramis, dan Ahmad Subarjo yang terhimpun dalam Panitia Sembilan BPUPKI. Mereka telah mewariskan lima norma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi Pancasila sebagai dasar negara,’sebagai ideologi pemersatu bangsa, juga sebagai spirit kegotong-royongan dalam bermasyarakat dan bernegara.

Langkah besar dan semangat kepahlawanan para pendiri bangsa itulah yang perlu di-diseminas ikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penguatan semangat dalam menghadapi setiap tantangan dan ujian yang dihadapi negeri ini. Untuk itu marilah momentum ini kita jadikan satu langkah baru untuk membangun keyakinan dan optimisme kita sebagai warga bangsa untuk dijadikan landasan revolusi karakter bagi bangsa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.

Usai pelaksanaan Upacara dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bakti, Karanganyar, Jawa Tengah. Selaku Inspektur Upacara Tabur Bunga Kapolres Karanganyar AKBP. Mahedi Surindra, SH, S. IK.

Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar diikuti peserta Upacara melakukan tabur bunga sebagai tanda penghormatan atas perjuangan mereka yang telah mendahului kita dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sampai darah penghabisan dan gugur sebagai Syuhada’. Ad/ind

Read More
DSC_0003

Expo Se Solo Raya Diikuti 200 Stan Ekonomi Kreatif

Sejumlah pekerja menyelesaikan persiapan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar

Sejumlah pekerja menyelesaikan persiapan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Selasa (10/11/2015)
Penyelenggaraan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar diikuti sekitar 200 stan produk ekonomi kreatif.

Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar Larmanto bahwa penyelenggaraan expo itu berlangsung 11-14 November 2015, dengan menghadirkan pelaku UMKM dari eks Karesidenan Surakarta.

“Ada 80 stan gratis untuk UKM berupa kerajinan tangan, makanan olahan, pertanian agro, multi produk, pelayanan info masyarakat dan pakaian/batik,” kata Larmanto, Selasa (10/11) saat ditemui di kantornya.

Untuk 120 stan dari 200 stan dari peserta expo mandiri yang dikelola rekanan pihak event organizer.

“Setiap stan UKM berukuran 3×3 meter dengan fasilitas satu meja, satu kursi, listrik dan ruangan ber-AC,” katanya.

Dia juga mengatakan tak hanya produk ekonomi kreatif saja yang dipamerkan, namun juga alat utama sistem pertahanan (Alutsista) milik TNI.

“Ada stan khusus Military Expo 2015, rencananya dari Kopassus Group-2 Kartosuro, Brigif 6/2 Kostrad Palur, Kivkavser 2/BS Yogyakarta, Korem Warastratama Surakarta, Pusdik Topografi, dan Solo America Jeep yang bertujuan untuk memamerkan Alutsista TNI AD kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya tak menargetkan khusus, namun kunjungan penonton dan nilai transaksi dapat tercapai sebanyak-banyaknya. pd

Read More
DSC_0241

Bimtek Penyusunan APBDesa

kominfo

Bupati Karanganyar Saat Memberikan Sambutan Pengarahan Dihadapan Peserta Bimtek, Senin (09/11)

Dengan diterapkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri Nomor 113 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, maka perlu dipersiapkan sumber daya manusia terkhusus bagi Pengelola Keuangan Desa dalam penyusunan APBDesa. Atas dasar tersebut, Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar pada Senin (09/11) bertempat di Graha Pindusita Agro Sondokoro mengadakan bimbingan teknis penyusunan APBDesa. Bimtek yang diikuti oleh Sekdes, Bendahara Desa dan Perangkat Desa di lingkup Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan dilangsungkan selama 5 hari yaitu mulai tanggal 9 – 12 November dan 16 November 2015 terbagi menjadi 5 angkatan.

Adapun materi yang akan diterima oleh peserta adalah penyusunan APBDesa Tahun 2016 berdasarkan Permendagri 113 Tahun 2014, Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) dan Rencana Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) serta praktek penyusunan APBDesa Tahun 2016 berdasarkan Permendagri 113 Tahun 2014 yang akan disajikan oleh BAPPEDA Kabupaten Karanganyar dan Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan. ad

Read More
DSC_0347

Karanganyar Usulkan Hari Wayang Nasional

Pentas Wayang kulit dengan dalang Ki Entus Susmono (ke dua dari kiri), Ki Manteb Sudarsono (ke dua dari kanan) di apit Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kiri) dan Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan)

Pentas Wayang kulit dengan dalang Ki Entus Susmono (ke dua dari kiri), Ki Manteb Sudarsono (ke dua dari kanan) di apit Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kiri) dan Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan)

Karanganyar, Minggu (08/11/2015)
Kabupaten Karanganyar mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia, agar setiap tanggal 7 November ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional

“Hal itu didasari karena pada 7 November 2003 UNESCO telah memberikan penghargaan pengakuan secara resmi wayang adalah hasil karya agung bangsa Indonesia yang tidak diakui dan dijiplak negara lain,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Sabtu (07/11) saat di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.

Peringatan pengakuan dari UNESCO itu, di Kabupaten Karanganyar dimeriahkan dengan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan menghadirkan dua dalang, yakni Ki Manteb Sudarsono dan Ki Entus Susmono, juga sebagai Bupati Kabupaten Tegal dengan mengambil lakon Bondan Pakso Jandhu, dan 98 sinden sesuai umur Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar juga mengatakan jika tanggal 7 november di tetapkan sebagai hari wayang nasional dan Undang-Undang Kebudayaan segera dapat di tetapkan oleh Pemerintah Pusat, maka Pemerintah punya kewajiban, memelihara, menjaga dan membiayai kesenian yang ada di Indonesia, sehingga pelaku budaya bisa sejahtera.

“Pentas ini juga memperingati Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 98, yang diperingati setiap 18 November,” kata Juliyatmono.

Di Kabupaten Karanganyar terdapat dalang kondang Ki Manteb Sudarsono terkenal dengan sabetan wayang dan dalang-dalang wayang kulit lainnya . Tak hanya itu saja, sudah banyak dalang cilik yang jago memainkan wayang.pd

Read More
DSC_0172

Membaca, Pilihan Hidup Agar Lebih Baik

 

PESAN dan KESAN Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo pada Pembukaan Pameran dan Bazar Sejuta Buku Tahun 2015 Karanganyar, Jum’at (06/11/2015) di Gor Nyi Ageng Karang.

Bazar buku murah ramai dikunjungi pengunjung. Kegiatan bazar ini digelar selama satu minggu kedepan (06/11 s/d 12/11/2015)

Karanganyar, Jum’at 06 November 2015

Bertempat di Gor Mini Nyi Ageng Karang Kabupaten Karanganyar, Kantor Perpustakaan dan Arsip Karanganyar menggelar Pameran dan Bazar Sejuta Buku yang berlangsung mulai hari ini Jum’at (06/11 s/d 12/11/2015). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Kepala Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Tengah, Kepala Perpustakaan dan Arsip Subosukowonosraten serta Jajaran SKPD Karanganyar.

Dalam paparannya Kepala Perpustakaan dan Arsip Kab. Karanganyar, Susamti mengatakan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya Pameran ini adalah untuk memotivasi budaya gemar membaca dan cinta buku sehingga dapat merangsang tumbuhkembang masyarakat akan gemar membaca, mendekatkan masyarakat dengan buku, menyediakan buku dengan harga murah dan terjangkau serta menggalang kerjasama dengan masyarakat, Praktisi Pendidikan, Bisnis dan Perpustakaan.

“ Pameran dan Bazar Sejuta Buku Tahun 2015 yang mengusung tema “Karanganyar Maju dengan Membaca Buku” merupakan salah satu kegiatan pada serangkaian agenda menyambut hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-98.

Kegiatan Pameran buku ini melibatkan Perusahaan Penerbit Buku, Lembaga Pendidikan dan sekolah. Dan akan berlangsung selama ssatu minggu kedepan yakni mulai Tanggal 06 November sampai dengan 12 November 2015. Adapun pustaka buku yang disediakan diantaranya: pustaka buku dari tingkat Sekolah Dasar, buku mewarnai tingkat PAUD/TK, buku bercerita. Dan kami juga akan mengadakan final lomba karya tulis ilmiah serta workshop mendongeng untuk Guru-Guru TK se Kabupaten Karanganyar pada hari Minggu (15/11/2015) besok. Target kami dengan diselenggarakannya Bazar sejuta buku ini adalah menarik sebanyak-banyaknya jumlah pengunjung dan jumlah transaksi buku yang terjual,”  terang Susamti pada saat menyampaikan laporan kegiatan.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik dan mengapresiasi diadakannya Pameran sekaligus Bazar Buku oleh Perpustakaan dan Arsip Karanganyar. Dan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tiap tahunnya.

????????????????????????????????????

Membaca merupakan pilihan hidup agar lebih baik, Bupati saat menyampaikan sambutannya.

“ Betapa pentingnya hidup ini dengan membaca. Dalam ajaran Islam “iqro” yang artinya bacalah sedang secara filosofinya “jendela” karena dengan jendela kita dapat melihat lingkungan sekitarnya, mengetahui keadaan secara umum sehingga membaca ini menjadi wajib bagi kita semua. Hanya saja yang membedakan adalah pada frekuensinya. Bagi masing-masing orang, lama tidaknya membaca itu berbeda-beda, karena Tuhan menciptakan penglihatan, pendengaran dan hati dalam membaca dimensinya untuk pertanggungjawaban. Dari aspek sosial membaca itu agar bermanfaat bagi sesama sedangkan dari segi agama merupakan kehatia-hatian kita dalam mengucap/melakukan sesuatu harus ada ilmunya. Maka membaca merupakan pilihan hidup agar lebih baik, Ibarat buku adalah lentera yang dapat melihat dunia dengan terang tanpa diselimuti rasa kegelapan,” tutur Bupati yang disambut tepuk tangan hadirin.

????????????????????????????????????

Bupati Juliyatmono saat memecah GENTONG KEBODOHAN tanda dibukanya Pameran dan Bazar Sejutra Buku.

Bupati Juliyatmono juga menghimbau kepada semua pihak untuk terus menyukseskan Jam Wajib Belajar bagi anak-anak.

“ Saya himbau terus sukseskan Jam Wajib Belajar yang dimulai dari waktu maghrib hingga Isya’, tidak perlu lama-lama yang terpenting rutin. Anak-anak harus diberikan rasa optimis untuk hari esok. Ada kampung Inggris di daerah Jawa Timur. Nah, di daerah Karanganyar ini, kita memiliki Kampung Matematika di Tawangmangu, karena memang anak-anak disana nilai matematikanya tinggi. Maka untuk itu, mudah-mudahan dengan adanya pameran buku ini dapat menginspirasi, karena dengan gemar membaca kita semua menjadi orang-orang yang mulia,” pesannya.

Ia menyampaikan pentingnya keberadaan Perpustakaan di Desa agar masyarakat dapat merubah pola hidup menjadi lebih baik dan berpendidikan.

“Keberadaan perpustakaan di Desa-Desa, Dusun-Dusun, Dukuh-Dukuh itu penting sekali agar masyarakat dapat bersikap/berperilaku ada teori/ilmunya sehingga perpustakaan harus ada. Misalkan Perpustakaan Desa menyediakan Cara memilih bibit unggul agar panen yang dihasilkan berkualitas dan melimpah,” terang Bupati Juliyatmono.

Buku yang bermanfaat sebagai JENDELA DUNIA.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan piala sekaligus uang pembinaan oleh Bupati kepada Juara Perpustakaan dan Arsip Desa.

ABADIKAN GAMBAR : Bupati, Wakil Bupati foto bersama Para Juara Perpustakaan dan Arsip Desa.

Untuk Kategori Perpustaan Desa sebagai Juara I ( Desa dawung Kecamatan Matesih), Juara II ( Desa Gaum Kecamatan Tasikmadu), Juara III ( Desa Menjing Kecamatan Jenawi) sedangkan Kategori Arsip Desa sebagai Juara I ( Desa Malangjiwan Kecamatan Colomadu), Juara II ( Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan), Juara III ( Desa tlogo Kecamatan Jatiyoso). ind

Read More