Category: Berita

DSC_6911

Karanganyar Menjadi Tuan Rumah Kejurnas Pencak Silat

 

 

Kepala Disparpora Karanganyar membuka Kejurnas dengan pemukulan gong tanda pertandingan dimulai, Jumat (27/04)

Karanganyar, 27 April 2018

            Kejurnas bertajuk UNS Open VIII akan berlangsung mulai 27 April hingga 29 April 2018 di GOR Raden Mas Said Karanganyar. Mengusung tema “Dengan Semangat Usia Dini, Kita Tingkatkan Prestasi Pencak Silat Indonesia Menuju Kancah Dunia”, kejuaraan ini diikuti oleh 709 peserta yang merupakan anggota perguruan seni beladiri pencak silat dibawah naungan IPSI yang tercatat sebagai siswa SD/MI  Se-Indonesia yang masih bersekolah dibuktikan dengan raport satu semester terakhir.

Kejurnas ini terselenggara sebagai wujud melestarikan budaya bangsa Indonesia dan pembinaan prestasi dibidang olahraga. UNS Open VIII terbagi dalam 13 kelas pertandingan yang akan memperebutkan juara umum pesilat terbaik putra dan putri serta juara satu dua dan tiga dimasing-masing kelas.

Sambutan sekaligus membuka Kejurnas, Pjs Bupati Karanganyar diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga, Titis Sri Jawoto, menyampaikan beberapa pesan kepada para peserta antara lain beriman dan bertakwa, berbakti kepada orangtua, belajar yang tekun memanfaatkan waktu, mengasah ketrampilan serta sikap dan perilaku yang baik.

“Jaga sportivitas dan menjaga sikap baik selama mengikuti Kejurnas,” pesannya.

Sementara itu, Mohamad Rusdiyanto, Ketua IPSI Karanganyar, mengatakan kejurnas dapat terlaksana dengan baik dan memberikan kesempatan kepada para peserta kategori SD/MI dan dapat melahirkan atlet-atlet terbaik di Indonesia.

“Semakin banyak gesekan pertandingan semakin meningkatkan kualitas ilmu tanding,” ujarnya.

Demikian Diskominfo (ad/imas/karina)

Read More
IMG_0262

Mabes TNI lakukan Cek Lokasi TMMD Di Desa Karang

Wakil Asisten Pengamaan Kasad, Brigjen TNI Makmur Umar mendengarkan paparan dari Dandim 0727 terkait TMMD ke 101 di Desa Karang

KARANGANYAR – 26 April 2018

Markas Besar TNI melakukan cek lapangan terkait pelaksanaan TMMD ke 101 di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan. Pengecekan itu untuk mengetahui sejauh mana sasaran atau target yang sudah ditentukan. Namun yang lebih penting lagi, TNI melalui program TMMD bisa membantu pemerintah kabupaten (pemkab) Karanganyar mensejahterakan masyarakatnya.

“Kami sudah menerima laporan paparan dari dari Dandim 0727 terkait TMMD di Desa Karang. Ada yang sudah 100 persen ada yang belum karena juga program ini baru akan berakhir 3 Mei Mendatang,” papar Wakil Asisten Pengamaan Kasad, Brigjen TNI Makmur Umar usai memberikan pengarahaan kepada anggota dan masyarakat Desa Karang di Balai Desa setempat (26/4).

Dia menambahkan ada beberapa saasaran yang dilaksanakan dalam TMMD di Desa Karang. Yakni pengecoran jalan. Awalnya makadam nam

Wakil Asisten Pengamaan Kasad, Brigjen TNI Makmur Umar memaparkan maksud dan tujuan dari kedatangannya ke Desa Karang

un saat ini dicor. Kemudian membuat gorong-gorong dan talud. Menurut Makmur, sasaran pelaksanaan TMMD ini bukan TNI yang menentukan akan tetapi dari masyarakat. “Membangun itu gampang dan yang susah itu perawatannya. Kami menyerahkan ke Pemkab untuk perawatan. Sebab jalan ini sudah memudahkan masyarakat dalam menjual hasil buminya ke kota,” tambahnya.

Lebih jauh lagi, Makmur mengatakan kedatangaanya ke Desa Karang juga untuk silaturahmi. Sebab dengan silaturahmi akan banyak rejeki dan dipanjang umur.   Menurutnya TMMD 101 sudah dilaksanakan 38 tahun yang lalu. Awalnya program TMMD ini 1980 pencetusnya Panglima angkatan darat saat itu. Hal ini juga kegiatan mendambartikan ke masyarakat. (hr)

Read More
DSC_9301

KUNJUNGAN KERJA DPRD PROVINSI KOMISI B

Diskominfo

Anggota DPRD Provinsi dari komisi B kunjungi pemerintah Karanganyar sekaligus menunjau destinasi wisata baru Eks Pabrik Gula De’ Tjolomadoe pada, Kamis (26/04)

Karanganyar, 26 April 2018

Bertempat di Eks pabrik gula Colomadu yang kini sudah di sulap menjadi De’ Tjolomadoe, pemerintah Kabupaten Karanganyar menyambut kunjungan kerja dari DPRD Provinsi komisi B. Hadir mewakili Pjs Bupati Karanganyar adalah Asisten 1 Pemerintahan, Bachtiar Syarif di dampingi Staf Ahli bidang 1, Kadiskominfo, Kadispora dan Kadisperindagkop Kabupaten Karanganyar pada, Kamis (26/04).

Pada kunjungan kerja kali ini beberapa anggota DPRD Provinsi dari komisi B ini sekaligus ingin meninjau proyek pembangunan eks pabrik gula colo madu yang sudah berubah total menjadi De’ Tjolomadoe.

Menurut Khamim Irfani salah satu perwakilan DPRD Provinsi Komisi B dari fraksi PKB, De’ Tjoloemadoe ini menjadi salah satu titik destinasi wisata, yang sudah hampir 10 tahun off dari operasi dan sekarang sudah menjadi daya tarik wisata untuk Kota Solo, ini merupakan aset BUMN, sudah banyak pabrik gula yang merugi, dan De’ Tjolomadoe ini menjadi salah satu aset yang dijadikan destinasi wisata. Beliau berharap ada beberapa pabrik gula yang di support pemerintah untuk bisa berproduksi lagi dan ada yang di benahi untuk menjadi destinasi wisata.

Kamim Irfani juga memberi masukan, di De’ Tjolomadoe ini ada beberapa tempat yang masih mempertahankan bangunan lama yang masih benar-benar asli bangunan tua yang harus di jaga dan di perbagus untuk lebih menarik pengunjung datang ke De’ Tjolomadoe.

 

Sekian Diskominfo (Ardi)

 

Read More
WhatsApp Image 2018-04-26 at 3.52.14 PM (1)

Rawan Longsor, BPBD Gladi Penanggulangan Bencana

 

Gladi Penanggulangan bencana di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo terlihat para korban luka ringan sedang dilakukan perawatan

KARANGANYAR – 26 April 2018

Dusun Kesongo dan Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo rawan bencana tanah longsor. Saat ini saja, sudah ada retakan  tanah yang mengacam enam rumah. Jika hujan turun, warga diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Untuk lebih mempersiapkan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan gladi penanggulangan bencana. Tujuannya, jika sewaktu-waktu terjadi bencana masyarakat sudah siap.

“Gladi penangulangan bencana ini untuk mempersiapkan warga masyarakat untuk bisa cepat dan tanggap ji

Mobil dapur umum juga siap membantu memasak secara cepat dan mudah

ka bencana tanah longsor terjadi. Gladi mencakup evakuasi, penanganan korban, tenda darurat dan dapur umum,” papar Kepala BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko di sela-sela simulasi bencana.

Simulasi penanggulangan bencana itu diceritakan terjadi longsor kecil, selanjutnya warga membersihkan. Di saat membersihkan tersebut, tiba-tiba longsor besar terjadi dan memakan korban. Kemudian, warga menyelematkan korban luka-luka dan membawa jenazah ke ambulan. Selanjutnya warga yang lain membuat dapur umum. “Kami sengaja memilih daerah ini karena Dusun Sidomulyo dan Desa Kesongo adalah daerah rawan tanah longsor. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pelajaraan kepada masyarakat dan aparatur desa setempat untuk sigap dan tanggap jika terjadi bencana,” imbuhnya,

Menurut Bambang tanggung jawab bencana bukan hanya ada pada pemerintah. Namun juga masyarakat dan dunia usaha harus lebih siap. Personel yang terlibat dalam gladi ini sebanyak 500 orang. Partisipasi masyarakat setempat sangat luar biasa. Secara umum Bumi Intanpari merupakan daerah rawan bencana ta

Dapur umum didirikan untuk mendukung logistik pada saat terjadi bencana juga disiapkan

nah longsor.

Sementara Kades Gempolan, Sukiman mengatakan sangat menyambut baik gladi penanggulangan bencana ini. Pasalnya masyarakat lebih tahu bagaimana cara menanggulangi bencana alam. Sedangkan masyarakat sangat antusias untuk ikut menyaksikan dan terlibat. Di Desa Gempolan memang rawan bencana longsor. Setidaknya ada retakan tanah di desa Gempolan sebanyak 3 kali. “Pada 2007, 2014 dan 2016 terus mengalami keretakan. Di tahun 2007 Di desa Kami kejadian tanah longsor dan ada 3 orang meninggal. Kemudian 2014 di Sidomulyo terjadi retakan lagi. Kami sudah melakukan relokasi kepada para warga yang rawan terjadi bencana,” imbuhnya. (hr)

Read More
DSC_0383

Pemkab Gelar Bimtek Standar Kompetensi Jabatan

 

Bimtek dihadiri oleh Asisten 3 dan Kepala Bagian Organisasi Sekda Karanganyar, Selasa(24/04)

KARANGANYAR, 24 April 2018

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar bimbingan teknis Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Gelaran bimtek tersebut diikuti 35 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang diadakan selama dua hari pada tanggal 24-25 April 2018 berlangsung di Ruang Podang I Kantor Bupati Karanganyar.

Asisten Administrasi Setda Karanganyar, Sutarno mewakili Pjs Bupati Karanganyar mengatakan setiap OPD ada THL untuk keseluruhan mencapai 6000 pegawai. Sedangkan untuk sekda terdapat 170 pegawai. Menurut  Sutarno untuk ABK dibutuhkan 90 pegawai dengan menganut ketentuan azas yang terkait ABK atau SKJ yang ditetapkan oleh BKN. “kita harus mempersiapkan lebih dini kepada semua OPD dan kewajiban Kabag organisasi yang harus memberikan informasi dan pemahaman kepada setiap staff tentang ketentuan atau arah organisasi untuk ASN yang akan datang,” tuturnya.

Kepala bagian Organisasi Sekretaris Daerah, Dwi Amperawati menyampaikan bintek ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi dan mempersiapkan untuk penyusunan tentang SKJ dan ABK di OPD masing-masing,  Lebih lanjut ia mengatakan biaya bintek dibebankan oleh APBD Kabupaten Karanganyar tahun 2018. (Imas/Karin)

Read More
DSC_0024

Kunker DPRD Komisi D Bojonegoro di Karanganyar

 

Diskominfo

Asisten 1 Pemerintahan Karanganyar, Bachtiar syarif memberikian sambutan dalam Kunjungan kerja DPRD Kab.Bojonegoro di ruang Podang 1 Kantor Setda Kabupateb Karanganyar, Selasa(24/04)

Karanganyar, 24 April 2018

Kunjungan kerja Kabupaten Bojonegoro di Bumi Intanpari berlangsung di Ruang Podang I di Kantor Bupati Karanganyar, Selasa siang (24/04).

Acara dihadiri Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarief, Anggota DPRD Komisi D Kabupaten Bojonegoro beserta jajarannya.

Pjs Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarief, mengatakan  secara aktif wilayah Kabupaten Karanganyar memiliki 17 Kecamatan meliputi 162 desa dan 15 kelurahan, dengan luas 77.780 hektar. Kabupaten Karanganyar memiliki slogan dikenal dengan INTANPARI (Industri, Pertanian dan Pariwisata) yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah seperti seni dan budaya yang tidak memiliki oleh daerah lain.

“Semoga hubungan dapat terjalin antara Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Bojonegoro,” harapnya.

Sementara itu, DPRD Komisi D Kabupaten Bojonegoro menyampaikan maksud dan tujuan antara lain pertama memenuhi ingatan pada saat kunjungankerja ke Kabupaten Karanganyar dengan mengunjungi Tawangmangu dan berziarah ke makam  Ibu Tien dan Pak Soeharto, kedua Kabupaten Bojonegoro masih kalah dengan Kabupaten Karanganyar mengenai pembangunan infrastruktur, ketiga untuk berguru dan menambah pengetahuan terkait pembangunan umbung dan saluran irigasi.

“Semoga kunjungan ini mengarah ke visi misi yang jelas tentang pembangunan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga Bojonegoro,” harapnya.

Demikian Diskominfo (Ardi,imas,karin)

Read More
IMG-20180426-WA0035

GOW Karanganyar Gelar Seminar Beretika

Sekda Karanganyar beserta Ketua GOW Karanganyar dan Narasumber dalam Seminar Etika dan Komunikasi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/04)

Karanganyar, 26 April 2018

            Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Karanganyar dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-139 menggelar Seminar Nasional dengan tema Etika dan Komunikasi yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/04).

Pjs Bupati Karanganyar yang diwakili Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, mengatakan hasil survey di era modern orang yang mengenyam pendidikan sekolah setinggi apapun hanya mendongkrak orang sukses sebesar 20 persen selebihnya adalah attitude atau sikap, tingkah laku dan etika.

Samsi juga mengatakan bekali anak dengan penampilan baik, dalam kehidupan sehari-hari pun etika dan komunikasi harus dilakukan dengan penuh pengertian satu dengan yang lainnya.

Sementara itu, Ketua GOW Karanganyar, Siti Nurhayati, menyampaikan penyelenggaraan kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan lifeskill anggota, untuk meningkatkan ekonomi produktif dan untuk meningkatkan nilai jual ekonomi serta mengetahui cara beretika dengan baik dan benar melalui seminar ini.

“Sebagai tokoh perempuan yang tergabung dalam GOW bagaimana kita meninggalkan nama baik bukan nama buruk yang harus diukir untuk generasi kedepan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan dasar teori etika dan komunikasi itu sangat penting untuk diketahui dalam sebuah organisasi dan meningkatkan kualitas profesi diri sendiri.

Dalam seminar tersebut, Elizabeth Sudira selaku narasumber sekaligus Duta Bahasa Nasional mengatakan saat berdiskusi dengan seorang ibu sebenarnya saat ini sedang menyelamatkan sebuah generasi, karena dari ibulah pengetahuan etika yang pertama dan terpenting yang diterima oleh anak.

“Orang tua mempunyai peran yang penting dalam tumbuh kembang seorang anak karena tingkah laku anak baik ataupun tidak merupakan cerminan dari orang tuanya,” tambahnya.

Demikian Diskominfo (ind/karina)

Read More
WhatsApp Image 2018-04-26 at 3.03.56 PM

Kemah Kebangsaan, Gugah Nasionalisme Dan Perkuat Persatuan

 

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi memberikan bingkisan kepada salah satu peserta Kemah Kebangsaan di Desa Sewurejo, Kecamatan MOjogedang

KARANGANYAR – 24 April 2018

Untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, serta menggugah nasionalisme, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar kemah kebangsaan antar umat beragama. Kemah ini terasa sangat istimewa karena diikuti oleh 187 peserta dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Terlebih lagi, kemah ini diikuti antar agama di bumi Intanpari dengan mengusung tema, dengan kemah kebangsaan antar umat beragama kita mantapkan Karanganyar yang rukun, toleransi, kondusif menuju pilkada yang Damai

“Kemah kebangsaan ini sudah berlangsung kali ke lima. Selain untuk memperkuat persatuan, kami terus menggugah rasa nasionalisme pemuda di Karanganyar,” papar Sekretaris Daerah, Samsi mewakili Pj Bupati Karanganyar Priyo Anggoro Budi Raharjo saat pembukaan Kemah Kebangsaan di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Selasa (24/4)

Menurut Samsi pembangunan manusia seutuhnya harus terus dilakukan dan ditumbuhkan di kalangan pemuda. Sebab penjajahan saat ini bukan fisik akan tetapi lebih kompleks. Yakni penjajahan intelektual, budaya dan tehnologi. Maraknya media sosial sering kali muncul berita hoax yang menimbulkan keributan dan keresahaan di masyarakat. “Diperlukan kecerdasan emosional, intelektual, dan sepiritual untuk menghadapi berita-berita hoax seperti ini. Apalagi pada musim pilkada serentak seperti ini, berita-berita palsu tanpa sember yang jelas menyeruak dan menyebar,” imbuhnya.

Menghadapi itu semua, menurut Samsi diperkukan kecerdasan intelektual, emosional, dan spriritual. Jangan sampai mendapatkan informasi kemudian menyebarkan tanpa sumber yang jelas. Dia menambahkan perbedaaan dalam pilkada itu adalah hal yang biasa. Lantas jangan sampai perbedaan itu memecah kerukunan diantara masyarakat.

Sementara Kebag Kesra Setda Karanganyar, Agam Bintoro mengatakan program ini sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan Pemkab Karanganyar. Kemah kebangsaan antar umat beragama seperti ini, menurutnya manjadi satu-satu dan pertama di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Sekda Karanganyar diminta melakukan pemaparan tentang kemah kebangsaan tersebut. Pihaknya terus meningkatkan kualitas kemah kebangsaan terutama dari sisi materi. Yakni mater

Peserta Kemah Kebangsaan tengah melakukan diskusi masalah kebangsaaan

i wawasan nusantara, wirausaha dan materi yang lainnya. “Peerta ada 187 orang dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Rinciannya 1 anggota kwartir cabang, 3 orang Islam, 2 orang Kresten, 2 Katolik, dan Hindu serta Budha masing-masing satu orang,” tambahnya.

Terkait tema yang diangkat, Agam mengatakan pilkada damai adalah mengajak semua berpartisipasi pada saat hari pencoblosan nanti. Pihaknya menekankan untuk tidak golput. (Hr/Ft)

Read More
DSC_8981

SMK 2 Karanganyar Maju Lomba TUB PBB Tingkat Propinsi

 

Sekda Samsi melepas siswa Lomba TUB PBB Tingkat Propinsi di halaman Kantor Bupati Karanganyar, Selasa pagi(24/04)

Karanganyar, Selasa 24 April 2017

Lomba Baris Berbaris SMA/SMK dan MA Negeri/Swasta tingkat Propinsi Jawa Tengah akan diikuti oleh 6 Kabupaten/Kota, antara lain Kabupaten Banyumas, Kabupaten Salatiga, Kabupaten Pati, Kabupaten Karanganyar, Kota Magelang dan Kota Tegal. Lomba tersebut akan berlangsung selama 3 hari, 24 – 26 April 2018 di GOR USM Semarang.

Kabupaten Karanganyar sendiri diwakili oleh kontingen SMK Negeri 2 Karanganyar yang sebelumnya telah lolos mengikuti lomba serupa di tingkat Kabupaten dan Karesidenan. Kontingen yang berjumlah 25 orang terdiri atas 21 pemain, 3 pendamping, dan 1 pelatih bertolak ke Semarang setelah di lepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi di Halaman Kantor Bupati Karanganyar, Selasa Pagi (24/04).

Dalam sambutannya Sekda Karanganyar Samsi mengatakan Kabupaten Karanganyar dalam setiap kesempatan mengikuti perlombaan selalu mendapatkan perhatian dari peserta maupun dewan juri dikarenakan memang Kabupaten Karanganyar sering mendapatkan juara dalam setiap kejuaraan yang diikuti.

“Sebelum berangkat lomba jangan lupa pamit kepada orang tuan untuk mendapatkan restu”, pesan Samsi

Diakhir sambutannya, Samsi berpesan kepada kontingen selamat bertanding dan ditiap-tiap peserta agar mempunyai jiwa besar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Bakda Harsana melaporkan bahwa lomba kali ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, kesehatan jasmani dan rohani serta kreativitas pemuda. Selain itu, untuk kegiatan lomba TUB PBB, kontingen dari Kabupaten Karanganyar telah teranggarkan dalam APBD Karanganyar. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
DSC_0007

BIMTEK PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

Diskominfo

Asisten 1 Pemerintahan Kabupaten Karangfanyar hadir mewakili Pjs Bupati Karanganyar dalam acara Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan Desa di Hotel Tamansari, Selasa (24/04)

Karanganyar, 24 April 2018

Kabag Pemerintahan Desa Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan Desa tahun 2018 yang diikiuti oleh sekretaris desa se Kabupaten Karanganyar dengan jumlah 162 peserta digelar di Hotel Tamansari pada, Selasa (24/04).

Kabag Pemerintahan Desa, Timotius Suryadi dalam sambutanya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Bimbingan Teknis Perencanan Pembangunan Desa ini antara lain untuk Menciptakan kesamaan visi, misi dan pola pikir dalam melaksanakan pemerintahan desa yang tertib dan aman, Menciptakan aparatur pemerintahan desa yang mampu menyusun perencanaan desa sesuai dengan kewenangan desa, Meningkatkan pemahaman aparatur desa mengenai tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan meliputi penyusunan LPJMDes dan penyusunan RKPDes, Forum untuk komunikasi, tukar pengalaman dan juga koordinasi antara aparatur pemerintahan desa dalam hal ini sekretaris desa supaya bersinergi dalam kebersamaan menjawab tantangan kesulitan pekerjaan ,dan memenuhi aspirasi masyarakat. Sedangkan untuk materi pada BimTek Perencanaan Pembangunan Desa kali ini adalah ;

  1. Kebijaksanaan umum penyelenggaraan pemerintahan desa
  2. Pengelolaan keuangan desa
  3. Perencanaan keuangan desa penyusunan ( RAPBDES)
  4. Perencanaan pembangunan partisipatif desa
  5. Penyusunan RKPDes dan LPJMDes

Kabag Pemerintahan Desa Kabupaten Karanganyar juga menyampaikan bahwa untuk tahun sebelumnya pelaksanaan seperti ini juga diadakan akan tetapi dengan sasaran yang berbeda yaitu KAUR perencanaan se Kabupaten Karanganyar.

Hadir dalam acara Bimbingan Teknis Perencanaan pembangunan desa kali ini adalah Asisten 1 Pemerintahan Kabupaten Karanganyar, Bachtiar Syarif yang dalam hal ini mewakili Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Raharjo.SH. Msi. Dalam pidato sambutannya Asisten 1 Pemerintahan Bachtiar Syarif menyampaikan, bahwa acara seperti ini merupakan kegiatan yang strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparat desa dalam menyusun LPJMDes dan RKPDes.

Menurut Bachtiar syarif, BimTek ini juga berguna untuk membuka wawasan, membangun kesepahaman serta meningkatkan kompetensi aparat desa dalam menyelenggarakan pembangunan desa yang diatur sesuai dengan undang-undang no 6 tahun 2014 tentang Desa, yang terkandung maksud bahwa desa sebagai ujung tombak pemerintahan terbawah milik otonomi dalam mengatur pembangunan kesejahteraan, meningkatkan kualitas hidup rakyatnya secara merata dan berkeadilan dalam memperhatikan potensi serta keanekaragaman budaya desa masing-masing.

Demikian Diskominfo (Ardi)

Read More