Category: Berita

DSC_0542

10 Perguruan Pencak Silat Semarakkan DPRD Cup III Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – 8 Maret 2019

Masih dalam rangka hari ulang tahun DPRD Kabupaten Karanganyar yang ke-68, DPRD Karanganyar mengadakan kejuaraan pencak silat untuk merebutkan DPRD Cup III. Acara yang dibuka oleh Ketua DPRD Karanganyar  H.Sumanto Rabu, (6/03) di Gor RM. Said Karanganyar diikuti oleh 10 perguruan pencak silat yang siap bertanding selama 2 hari dari hari Rabu sampai Kamis.

Dalam sambutannya Ketua DPRD Karanganyar berharap semoga kejuaraan pecak silat bisa dijadikan cara untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Selain untuk memupuk prestasi yang baik namun juga bisa sebagai ajang untuk saling bersilaturahmi antar satu perguruan dengan perguruan lainnya. “Semoga kejuaraan-kejuaraan yang lain juga akan diadakan untuk melatih atlet-atlet meraih prestasi” tuturnya.

Ketua panitia melaporkan ada 13 wasit dan 8 juri dalam kejuaraan pecak silat tersebut, ada 115 peserta dari 10 perguruan pencak silat kategori dewasa.

Demikian Diskominfo (ind/dn/mt)

Read More
DSC_5710

HUT DEKRANASDA Ke – 39 : Pengrajin Harus Jaga Kualitas Produknya

Kominfo

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Karanganyar Ibu Hj. Siti Khomsiah saat momentum pemotongan tumpeng dan diserahkan ke salah satu peserta .

 

Karanganyar – 06 Maret 2019

Ramah tamah digelar seiringan dengan memperingati perayaan HUT Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) Ke – 39 di ruang Anthurium rumah dinas Bupati Karanganyar, Rabu(06/03).

Hadir secara pribadi Ketua Dekranasda Kabupaten Karanganyar Ibu Hj. Siti Khomsiah Juliyatmono didampingi dinas terkait yaitu Kepla Disperindagkop dan Plt Kabag Perekonomian. Sebagai Ketua Dewan, Hj. Siti Khomsiah Juliyatmono berharap bagian perekoniam bisa menyerap aspirasi dari pelaku kerajinan atau pengrajin. Semua untuk kemajuan pengrajin itu sendiri, tegasnya.

Biasanya kendalanya ada di pemasaran, ajang promosi harapanya nanti bergiliran agar bisa tertata memenuhi permintaan pasar. Menghasilkan produk-produk yang bermutu, dan menjaga kualitas produk  sebagai harapan ketua Dekranasda Kabupaten Karanganyar ini.

Kominfo

Sambutan Ibu Hj. Siti Khomsiah Juliyatmono dalam acara DEKRANASDA Kab . Karanganyar, Rabu(06/03)

“ Harus bisa seperti negara China, bikin produk yang bagus dan harganya terjangkau sehingga banyak peminatnya di pasaran “, jelasnya.

Bahkan ajang promosi ini harus tepat sasaran, agar omset yang dicapai bisa maksimal. Pameran-pameran yang diikuti harus disesuaikan oleh pengrajin.

Karanganyar timur sangat berkembang wisatanya, itu bisa dijadikan pasar untuk para pengrajin. Souvenir-souvenir khas dari Kabupaten Karanganyar harus segera muncul, agar wisatawan yang berkunjung tidak bingung apa khas souvenir karanganyar.

Harapanya pertemuan sprti ini untuk menyampaikan unek2 dr pengrajin, kendalannya apa silahkan disampaikan agar bisa segera diakomodir dan diatasi.

Selamat ultah ke 39 Dekranasda, semoga cita-cita semua pengrajin terkabul, barokah usahanya, lancar usahanya.(Ard)

Read More
IMG-20190305-WA0011

Panen Raya Padi Organik Desa Ngadiluwih Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – 5 Maret 2019

 

Desa Ngadiluwih baru saja memgadakan panen raya, Selasa (5/3). Padi yang dipanen merupakan padi organik. Camat Kecamatan Matesih, Mulyono., S.H., M.M., mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Ngadiluwih bersama kelompok Tani Cempaka bekerjasama dengan PT. Rumah Organik Indonesia juga Tani Muda Indonesia melaksanakan kegiatan padi organik. Luas tanah yang ditanami padi organik ada sekitar 25 hektar. Kegiatan ini selain untuk launching panen raya padi organik, namun juga peresmian jembatan yang berada di Dusun Dungjangan, Desa Ngadiluwih. Mulyono selaku camat di Kecamatan Matesih juga meminta bupati untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada masyarakat Desa Ngadiluwih, khususnya yang berprofesi petani agar bersemangat untuk bertani.

Rusdiyanto Purwadi., S.E selaku Kepala Desa Ngadiluwih juga menuturkan bahwa warga Desa Ngadiluwih dan Tani Muda Indonesia sepakat untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas pertanian di Ngadiluwih dengan sebaik – baiknya. Saat ini ada sekitar 59 anggota yang sudah bergabung di kelompok Tani Muda Indonesia. Desa ngadiluwih juga sudah ditetapkan sebagai Desa Wilayah Organik oleh Kementrian Pedesaan. Dengan ditetapkannya Desa Ngadiluwih sebagai Desa Wilayah Organik, maka diharapkan pertanian di seluruh Desa Ngadiluwih semakin maju. Dengan penerapan sistem organik ini, padi yang ditanam pun juga tidak mudah roboh dan lebih tahan hama wereng.

Ada beberapa kendala yang ditemui oleh Pemerintah Desa Ngadiluwih untuk memulai menanam padi organic, yaitu tentang pandangan masyarakat bahwa system organik akan menurunkan pendapatan petani. Namun, Pemerintah Desa Ngadiluwih dan para petani anggota Tani Muda Indonesia optimis akan mendapatkan hasil yang baik dan maksimal.

“Kami telah melakukan pengubinan untuk melihat berapa tonase pendapatan yang akan di dapat oleh petani. Gambaran yang diperoleh sekitar 9,8 ton per hektarnya”, ujar Rusdiyanto.

Dalam sambutannya, Bupati Juliyatmono berjanji akan mencari cara untuk menjual padi organic dari Desa Ngadiluwih. Beliau akan menghimbau agar masyarakat Karanganyar untuk membeli produk lokal yang dihasilkan oleh masyarakat dan berusaha agar petani – petani di Kabupaten Karanganyar semakin sejahtera.

Diskominfo (in/an/sr)

Read More
DSC_5311

Panen Lombok di Ganten, Kerjo, Petani Undang Bupati Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memanen lombok petani di Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Karanganyar

 

KARANGANYAR – 1 Maret 2019

Meski harga cabe di pasaran cenderung merosot, namun petani cabe di Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar panen raya. Acara panen raya itu mengundang bupati Karanganyar, Juliyatmono untuk melakukan panen.

“Lombok punya kita jenis tampar. Harganya relatif stabil yang sekitar Rp 8000- Rp 10.000. Yang jatuh itu adalah harga cabe rawit,” papar Kelompok Tani Rejeki Makmur, Sutarto.

Dia menambahkan ke depan tetap akan menanam hortikultura jenis lombok. Selama ini, tingkat pemasarannya diarahkan ke Pasar Sragen, dan Pasar Karangpandan. Selain itu, juga ke resto-resto di Karanganyar dan Kecamatan Kerjo. “Untuk pemasaran masih kita lakukan sendiri dengan menjual ke pasar daerah Sragen. Sebagian juga ke resto atau rumah makan di sekitar Kecamatan kerjo,” imbuhnya.

Tidak coba ke perusahaan besar, Sutarto menjawab hal itu pernah dilakukan tapi ditolak. Sebab kualitas kontrol dan harga di perusahaan besar sangat ketat sehingga petani belum mampu ke arah tersebut.

Sementara, BUpati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik panen cabe jenis tampar. Hal itu bisa terus dilakukan agar petani semakin sejahtera. Termasuk pendirian rumah makan bisa ‘bergayung sambut dengan panen lombok. “Saya yakin petani disini akan lebih sejahtera. Bumi karanganyar ini berkah, sehingga Allah pasti memberikan jalan bagi hambanya yang berusaha,” imbuhnya. (hr/Adt)

Read More
IMG-20190228-WA0009

Penarikan Mahasiswa KKN-DIK UMS Di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – 1 Maret 2019

Sebanyak 204 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) baru saja selesai melaksanakan kegiatan KKN-DIK di Kabupaten Karanganyar. Penarikan mahasiswa KKN-DIK dilaksanakan pada hari Jumat (1/3) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dan dilakukan langsung oleh Bupati Juliyatmono. Seperti yang diketahui bahwa 204 mahasiswa tersebut disebar ke dua kecamatan di Karanganyar, yaitu Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kerjo. Dua perwakilan mahasiswa dari masing – masing kecamatan bertanggungjawab untuk memberikan laporan langsung kepada bupati.

Dari Kecamatan Karanganyar, laporan dipresentasikan oleh Mohammad Afriansyah. Dia menekankan bahwa kegiatan – kegiatan KKN merujuk pada 7 bidang. Bidang – bidang tersebut adalah yang pertama bidang pendidikan yang sesuai dengan dasar pendidikan mereka. Yang kedua, bidang kesehatan dengan membantu posyandu dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kesehatan. Yang ketiga, bidang dakwah dengan mengajar TPA dan mengadakan pengajian. Yang keempat, bidang sosial dan kebudayaan dengan menginisiasi kegiatan – kegiatan baru yang belum pernah ada di lingkungan masyarakat. Yang kelima adalah bidamg pariwisata dengan mengembangkan potensi wisata di tempat KKN. Yang keenam adalah bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dan yang terakhie adalah bidang keamanan.

Selanjutnya dari Kecamatan Kerjo diwakilkan oleh Dhora Ayu Martadiningsih. Dhora mengatakan bahwa mereka tidak hanya terpaku dengan kegiatan di bidang pendidikan saja, namun juga terjun langsung ke masyarakat dan membuat inovasi – inovasi baru yang cukup menarik.

“Di sini selain di dunia pendidikan, kami juga berinteraksi langsung kepada masyarakat dengan membuat inovasi – inovasi terbaru yang belum ada di Kecamatan Kerjo. Diantaranya kami menciptakan krupuk “biduan” (biji durian), manisan kulit ari durian, nugget biji durian, dan abon kulit durian”, paparnya.

Alasan mereka membuat inovasi olahan dari limbah durian karena mereka berhasil melihat potensi limbah durian di Kecamatan Kerjo dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah tersebut. Tujuan dibuatnya inovasi olahan tersebut adalah diharapkan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat Kecamatan Kerjo, khususnya di Desa Gempolan karena akan segera dibuka Waduk Gondang. Olahan – olahan dari limbah durian tersebut bisa dijadikan oleh – oleh khas masyarakat Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo. Namun, sayangnya krupuk biduan dibuat dengan cara manual sehingga masih memiliki tekstur yang keras. Hal ini mendorong Dhora dan teman – teman untuk meminta dukungan dari bupati mengenai programnya dan masyarakat Kecamatan Kerjo untuk mengembangkan inovasi dari limbah durian yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS.

Prof. Dr. Harun Djoko Prayitno., M.H yang mewakili Rektor UMS yang tidak bisa hadir mengatakan bahwa seluruh mahasiswa KKN-DIK yang berada di Kabupaten Karanganyar dapat belajar banyak pengalaman, salah satunya dengan membuat krupuk “biduan”. Beliau yang juga selaku Dekan FKIP menyampaikan banyak terimakasih dan berharap kegiatan KKN-DIK yang telah dilakukan menjadi kegiatan yang bermanfaat, yang dapat mendewasakan, dan membentuk kepribadian mahasiswa agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Bupati Juliyatmono mewakili pemerintah juga menyampaikan terimakasih kepada Dekan FKIP dan UMS karena telah diberi kepercayaan sebagai tempat KKN-DIK 2019.

“Terimakasih atas kepercayaannya dan semoga bisa menjadi motivasi untuk masyarakat Kerjo dan Karanganyar. Satu – satunya KKN yang paling bagus dan yang paling hebat dari perguruan tinggi mana pun, baru kali ini dari UMS”, ujarnya.

Beliau juga memuji ide dan karya yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS. Bupati berjanji akan menindaklanjuti inovasi yang dibuat mahasiswa tersebut dan akan mengapresiasi keinginan mahasiswa, khususnya di Kecamatan Kerjo dengan memberikan alat untuk membuat krupuk dari limbah durian.

 

Diskominfo (in/an/sr)

 

Read More
DSC_5590

“Coffe Culture Fest”, Bagikan Kopi Gratis Dan Ngopi Bareng Bupati Karanganyar

Kominfo

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar beserta rombongan Forkopimda saat momentum ” Sruput Bareng Kopi Karanganyar Lawu ” bersama Ikatan Alumni FIB UNDIP dalam acara Coffe Culture Fest di Pelataran Alun-alun Karanganyar, Sabtu(02/03).

KARANGANYAR – 02 Maret 2019

Bupati Karanganyar Juliyatmono ungkapkan kebanggaannya kepada kaum milenial yang berkecimpung sebagai petani kopi dan pengusaha kedai kopi di Karanganyar. Hal tersebut menurutnya, para kaum milenial di Karanganya turut me-branding Kopi Karanganyar Lawu. Pernyataan itu diungkapkannya Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat menghadiri acara festival Kopi Karanganyar Lawu yang diselenggarakan di pelataran selatan Air Mancur Alun-alun Karanganyar, Sabtu (2/3/2019) malam.

Ratusan warga Karanganyar yang kebanyakan terdiri dari kaum milenial tampak antusias menyemarakkan acara bertajuk Sruput Kopi Karanganyar Lawu gratis bersama Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto malam itu.

Acara malam itu terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Karanganyar beserta Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Universitas Diponegoro Semarang. Sebanyak 10 kedai kopi memberikan secangkir kopi secara cuma-cuma kepada para pengunjung yang datang.

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono sat memberikan sambutan dalam acara Coffe Culture Fest

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Kopi Karanganyar Lawu ini akan terus dikembangkan melalui anak muda dan kelompok tani. “Perlu diketahui produksi kopi kita memang masih kurang, karena kedai-kedai kopi (Karanganyar) ini cukup aktif. Per harinya rata-rata bisa menjual 50 sampai 100 cangkir kopi. Ini cukup menjanjikan dari segi ekonomi,” terangnya.

Harapannya, festival semacam ini tidak hanya digelar setahun sekali. “Kita akan lihat momentum-momentum tertentu, supaya kopi ini bisa populer,” imbuhnya.

Kopi Karanganyar Lawu mempunyai sejarah panjang. Juliyatmono yakin dengan branding kopi tersebut, mampu membangkitkan perekonomian khususnya di wilayah Karanganyar. “Saya bangga karena ini anak-anak muda, kelompok taninya (kopi) juga hidup. Mereka sudah mengembangkan itu, maka kita akan angkat kopi ini,” tandasnya.

Ketua IKA FIB Undip Semarang, Agustina Wilujeng, menuturkan, ini adalah cara kita (IKA FIB Undip dan Pemkab Karanganyar) untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Karanganyar. “Jadi kita memilih Kopi Karanganyar Lawu melalui pertimbangan khusus. Memang sesuatu ini (Kopi Karanganyar Lawu), rasanya luar biasa, mantap,” ungkapnya. Ke depannya selain branding kopi ini, sekaligus juga menggali sejarah tentang kopi yang ditanam di lereng Gunung Lawu ini. Mulai dari budayanya dan sejarahnya.

Sementara itu, Ketua Karanganyar Coffee Society, Bimo Aji S mengungkapkan, terbentuknya komunitas ini berawal pasca Festival Kopi Karanganyar Lawu yang pertama. “Karena kita punya kopi juga dan dalam sejarahnya pernah berjaya, secara ekonomi juga bagus. Akhirnya kita tergerak untuk memulai menghidupkan kopi ini lagi,” jelasnya.

Selain branding Kopi Karanganyar Lawu, para pegiat kopi yang terdiri dari pemilik kedai kopi di Karanganyar dan sekitarnya juga memberikan pembinaan kepada para petani kopi yang ada di Karanganyar. “Kita mengajak, ayo budidaya (kopi) lagi. memberikan pemahaman cara penanaman, perawatan sampai pasca panen,” ujarnya. Sampai saat ini kopi produksi miliknya, selain dipasarkan di kedai-kedai kopi wilayah Karanganyar, juga dipasarkan lewat online.

“Sekarang sudah sampai Taiwan, jenisnya kopi arabica. Keunggulan dari arabica itu yang jelas rasa asamnya cenderung soft,” imbuhnya.

Adapun pemilik kedai Doff Coffee, Dofi Meihantoro, mengatakan, untuk sampai saat ini produksi kopi di Karanganyar rata-rata mencapai 120 kg-170 kg pertahun.Sementara kebun yang ada di Karanganyar hanya ada 6 kebun. “Padahal setiap perkebunan dikatakan mampu mencukupi kebutuhan kopi di daerahnnya itu minimal memproduksi kopi 1-2 ton pertahun,” ungkapnya.

Dengan jalinan kerjasama anatara petani kopi bersama Dispertan Karanganyar, PTPN IX, juga IKA FIB Undip bisa membranding Kopi Karanganyar Lawu itu sendiri. “Dapat dilihat antusiasme warga Karanganyar cukup tinggi malam ini, dari kesadaran ini mulai bangkit juga semangat petani untuk menanam kopi,” tandasnya.(Ard/Tgr).

 

Read More
DSC_0435

Ratusan Atlet Panah Ramaikan DPRD Cup

Karanganyar, Senin 4 Maret 2019

Ratusan Atlet Panahan Junior dari beberapa wilayah di Jawa Tengah mengikuti lomba panahan yang diselenggarakan dalam rangka HUT DPRD Karanganyar ke-68, Sabtu (2/3/2019) kemarin.

Kejuaraan panahan berlangsung di lapangan GOR Raden Mas Said Karanganyar. Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto dan Pj. Sekda Karanganyar, Sutarno membuka acara secara simbolik dengan melepaskan busur pagi itu.

Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Karanganyar, Sujarno mengatakan, sebanyak 267 atlet mengikuti lomba Panahan Tingkat Jawa Tengah dalam menyambut HUT DPRD Karanganyar ke-68. Peserta terbagi beberapa kategori terdiri dari tingkat SD kelas 1-3 sejumlah 57 Atlet. SD kelas 4-6 sejumlah 121 Atlet, SMP sejumlah 55 Atrlet dan SMA sejumlah 34 Atlet.

Diharapkan dari kegiatan ini muncul atlet berbakat yang dapat berbicara di tingkat nasional dan internasional.

“Kejuaraan ini untuk melihat potensi atlet-atlet junior. Semoga dapat menambah pengalaman dan muncul atlet nasional,”katanya.

Adapun total hadiah yang diperebutkan masing-masing kategori sejumlah 36 juta rupiah.

Lomba ini berlangsung selama dua hari terhitung mulai Sabtu (2/3/2019) sampai Minggu (3/3/2019).

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_0493

Kemeriahan Warnai Millenial Lawu Color Run dalam rangkaian Millenial Safety Festival 2019 di Karanganyar

Para peserta Color Run bersiap di garis start

Karanganyar, 03 Maret 2019

Minggu (03/03) pagi sekira pukul 06.00 Alun-Alun Karanganyar sudah dipadati ratusan anak muda yang akan mengikuti color run yang diadakan oleh Satlantas Kabupaten Karanganyar. Kegiatan Millenial Lawu Color Run ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Millenial Safety Festival 2019. Kegiatan ini bermaksud untuk mengkampanyekan budaya aman dan tertib dalam berlalulintas. Karena menurut hasi evaluasi, kecelakaan di jalan raya didominasi oleh kaum millenial.

Tak ketinggalan, Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar hadir menyemarakkan acara ini. Bupati Karanganyar bertindak membuka start lomba lari yang penuh warna ini. Sebelum membuka start, Bupati Karanganyar sempat berpesan dan menhimbau para pemuda di Karanganyar untuk tertib berlalu lintas. Tidak urakan dan menjaga kesopanan dalam berkendara. Khususnya bagi pemilik kendaraan motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar dan membuat berisik lingkungan, merupakan tindakan yang mengganggu kenyamanan warga dan dinilai norak.

Bupati Karanganyar membuka start

Yang lebih menarik adalah, Bupati Karanganyar mengahdiahi finisher pertama dengan uang tunai sebesar 1juta rupiah. Selain itu, untuk 100 finisher pertama mendapatkan medali yang disediakan panitia. Namun, untuk mencapai garis akhir peserta diharuskan mengumpulkan tiga warna bubuk yang ditaburkan saat berlari. Adapun rute yang ditempuh dan check point adalah peserta harus mendapatkan warna hijau di depan GSI, kemudian dilanjutkan berlari menuju depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar untuk mendapatkan bubuk warna kuning dan terakhir adalah warna hijau d depan bundaran batas kota.

 

Para peserta berlari dengan dilempari color powder sebagai tanda telah melewati check point

Setelah menempuh rute sejauh kurang lebih 5KM, para peserta berkumpul didepan panggung yang juga merupakan garis akhir. Dalam kegiatan itu turut dibacakan deklarasi Safety Riding. Setelah itu para peserta dihibur oleh penampilan NDX.

Demikian Diskominfo. (Ard/tgr)

Read More
DSC_5361

Festival Musik Keroncong Meriahkan HUT DPRD Karanganyar

Karanganyar , 1 Maret 2019

Halaman parkir DPRD Karanganyar disulap menjadi panggung bertabur penyanyi pada Jumat malam (01/03). Puluhan group musik keroncong memadati halaman parkir DPRD Karanganyar untuk berkompetisi dalam Festival Keroncong. Meriahnya kegiatan ini dapat dilihat dari antusiasme warga Karanganyar yang berduyun-duyun hadir walaupun diwarnai rintik hujan.

Turut hadir dalam festival ini jajaran forkopimda Karanganyar dan beberapa anggota DPRD Karaganyar. Tak ketinggalan ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, tampak menikmati alunan musik keroncong yang syahdu.

Dalam kesempatan malam itu, Sumanto mengungkapkan bahwa perhelatan ini adalah perhelatan terakhir yang bisa dia hadiri. Karena ditahun 2019 ini, merupakan tahun terakhir dia menjabat sebagai ketua DPRD Karanganyar dan akan melanjutkan kompetisi di ajang pemilihan dewan tingkat provinsi.

“Saya berharap, dari tahun festival ini tetap ada. Saya harap dengan adanya festival ini, generasi muda dapat meneruskan dan melestarikan musik keroncong. Hal ini dilihat dari banyaknya peserta yang masih muda turut berkompetisi dalam ajang ini.” ungkap Sumanto.

Musisi muda ramaikan Festival Musik Keroncong

Rangkaian HUT DPRD Karanganyar akan ditutup dengan Pergelaran Ketoprak pada 9 Maret 2019 mendatang yang menampilkan Kirun sang legenda ketoprak sebagai bintang tamunya.

Sumanto memberikan sambutan

Demikian Diskominfo. (kris/tgr)

 

Read More
DSC_0005

Pemkot Tegal Lakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Karanganyar

Diskominfo

Sambutan Bupati Dalam Kungker Kabupaten Tegal

Karanganyar – 1 Maret 2019

Kunjungan kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dengan tujuan menjalin silaturahmi sekaligus bertukar informasi dengan Bupati Karanganyar dilakukan di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati, Jumat (1/3).

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono M.M. mengucapkan selamat datang kepada Pemkot Tegal yang telah meluangkan waktu untuk datang ke Karanganyar. Semoga kunjungan kerja dari Pemkot Tegal bisa bermanfaat untuk saling belajar bersama sekaligus menjalin silaturahmi. Dalam sambutannya Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa Karanganyar adalah Kabupaten di Jawa Tengah yang berada di paling timur. Selain pesona alam yang indah, Kabupaten Karanganyar juga memiliki wisata sejarah seperti makam raja-raja dan candi. Bupati Karanganyar juga menyampaikan bahwa Karanganyar merupakan kabupaten yang memiliki sanitasi terbaik nomor 2 se-Indonesia.

Drs. H. Muh. Nursholeh selaku Wali Kota Tegal berterima kasih kepada Kabupaten Karanganyar yang telah menyambut rombongan dari Tegal dengan luar biasa. “Semoga kunjungan ini dapat dijadikan pembelajaran, agar Pemkot Tegal bisa meniru sisi positif dari Kabupaten Karanganyar” ujarnya.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan sharing mengenai Pelaksanaan Pengendalian Barang dan Jasa antar kedua daerah.

 

Demikian Diskominfo (ind/dn/mt)

Read More