Category: Berita

20191107_093428

Festival Buku Sambut Hari Jadi Karanganyar ke 102

Diskominfo

Penyerahan plakat BI corner dilanjutkan foto bersama

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono membuka acara Festival Buku Karanganyar sekaligus meresmikan BI Corner di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Karanganyar, Kamis (7/11).

Menurutnya dengan kegiatan ini turut menggelorakan kembali ketertarikan dan pentingnya membaca buku. Pemerintah memfasilitasi dengan melakukan penataan di Disarpus Karanganyar supaya tempat ini nyaman bagi masyarakat. Beliau juga berharap membaca buku menjadi tradisi masyarakat di Kabupaten Karanganyar.

“Semakin banyak membaca, pintu sukses akan terbuka. Gunakan tempat ini untuk membaca, berdiskusi. Membaca sama dengan mengolah data, kalau data yang diperoleh semakin banyak, outputnya juga akan bagus. Menciptakan SDM unggul,” katanya.

Selain melakukan penataan dan penambahan fasilitas di Disarpus, dikatakan Juliyatmono tidak menutup kemungkinan meletakan pojok baca di tempat pelayan publik. “Misalnya di Disdukcapil, sambil menunggu bisa membaca buku,” ungkapnya.

Sambungnya, penting untuk mengenalkan perpustakaan yang sudah didesain senyaman mungkin dan representatif kepada masyarakat. “Bagaimana membaca itu menjadi tradisi bagi masyarakat,”ujarnya.

Kepala Disarpus Karanganyar, Bambang Harsono mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka menyongsong Hari Jadi ke-102 Kabupaten Karanganyar. Mengambil tema mewujudkan Karanganyar Maju berintegritas dengan membaca buku, ia berharap dapat memotivasi gerakan gemar membaca dan mendekatkan masyarakat untuk mencintai buku.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Sapta Hermawati menegaskan, perpustakaan memiliki peran vital dalam meningkatan SDM. Mengingat perpustakaan menjadi tempat pengumpulan sumber informasi, ilmu pengetahuan serta pusat kegiatan masyarakat setempat.

“Perpustakaan yang hebat bukan hanya gedungnya yang megah tapi perpustakaan hebat itu bagaimana dapat mengubah cara pandang masyarakat untuk meningkatkan kualitas masyarakat,” ungkapnya.

Dalam peresmian BI Corner di Disarpus Karanganyar itu, turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Bambang Pramono. Dijelaskannya, dengan BI Corner semoga dapat meningkatkan SDM unggul di Karanganyar. “Kita ingin membantu pemerintah dalam meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di daerah-daerah,” jelasnya.

Di BI Corner itu disediakan rak buku, tv, komputer serta sofa. Selanjutnya terkait pengelolaan dan pemeliharaan akan diserahkan kepada Disarpus Karanganyar. “Apa yang sudah kami berikan akan terus dievaluasi (pengelolaannya),” paparnya. (in/an)

Read More
WhatsApp Image 2019-11-06 at 21.48.10

2200 Anak TK Konser Angklung di Alun-Alun Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto bernyanyi dan berjoget bersama-sama anak-anak TK di Plasa Alun-Alun Karanganyar

 

 

KARANGANYAR – 7 Nopember 2019

Ribuan anak TK, PAUD  Kabupaten  Karanganyar menggelar konser music angklung di Plaza Alun-alun. Konser tersebut juga digelar dalam rangka hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 102. Acara tersebut tampak istimewa ketika Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga ikut bernyanyi dan berjoget bersama ribuan anak-anak dari Bumi Intanpari.

“Saya meminta sebelum berangkat ke sekolah, sarapan pagi terlebih dahulu dan minum susu. Supaya tumbuh cerdas, kuat, hebat dan mendapatkan apa yang dicita-citakan,” papar Juliyatmono di sela-sela murid TK.

Acara anak hebat tersebut, bertambah seru manakala orang nomor satu di Karanganyar tersebut mendekat ke anak-anak. Semua anak-anak mengangkat angklungnya untuk dibunyikan. Bersama wakil BUpati Karanganyar, Rober Cristanto kemudian naik diatas panggung dan menyanyikan, gundul-gundul pancul, padang bulan dan lagu maju tak gentar. Dalam pesannya, Bupati Karanganyar mendoakan semua anak berhasil dan memperoleh apa yang dicita-citakan. “Anak-anak Karanganyar harus hebat. Jika di PAUD dan TK harus gembira sekolahnya. Bermain dan bersuka cita, agar anak tumbuh kembang dengan kasih sayang yang baik,” Imbuhnya. (hr/ard)

Read More

Polres Karanganyar Gelar Apel Konsolidasi

Karanganyar,

Polres Karanganyar menggelar apel konsolidasi berakhirnya Operasi Mantab Brata Candi 2018 di halaman Mapolres Karanganyar, Rabu (6/11).

Kegiatan ini menandai berakhirnya operasi pengamanan Pileg dan Pilpres 2018 lalu. Operasi konsolidasi diikuti jajaran TNI/Polri, sejumlah ormas dan instansi terkait di lingkungan Pemkab Karanganyar. Apel dipimpin langsung Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi.

Pada kesempatan tersebut Kapolres menyampaikan amanat dari Kapolda Jawa Tengah Irjen.Pol Ryco Amelza Dahniel. Dalam amanatnya, Kapolda mengapresiasi pengamanan Pileg dan Pilpres yang berjalan dengan aman dan damai.

“Terima kasih kepada semua pihak. Kondusifitas ini dapat terwujud berkat kerjasama dari semua instansi terkait dan peran serta seluruh elemen masyarakat,”ujar Kapolda.

Ditambahkannya apel konsolidasi ini juga digelar dalam rangka mengecek dan mengevaluasi seluruh kegiatan selama pelaksanaan Operasi Mantab Brata Candi 2018. Pihaknya pun mengingatkan semua pihak dapat merencanakan operasi lebih matang, mengingat perayaan Natal dan tahun baru sudah dekat.

“Pengamanan agenda tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Mari rencanakan operasi dengan matang sehingga hasilnya dapat maksimal,”katanya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_2195

Menyambut Hari Jadi Karanganyar ke-102 PASOKA gelar Pengukuhan


Sambutan Ketua Panitia dalam acara Pengukuhan PASOKA di Lapangan Desa Karangpandan, Selasa (05/11/2019). (more…)

Read More
DSC_6099

Sulap Tempat Kumuh Jadi Tempat Rekreasi

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Chistanto beserta Camat Jaten dan Kepala DPUPR Karanganyar hadir dalam acara Peresmian Program KOTAKU Taman Jumog, Kecamatan Jaten, Selasa (05/11/2019). (more…)

Read More
_DSC7797

Cegah Sejak Dini Penyakit Tak Menular DKK Bantu Alat Deteksi untuk 140 Desa

    DiskominfoSambutan Bupati Karanganyar pada acara Advokasi Posbindu PTM di Pendopo Rumdin Bupati, Senin (4/11)

KARANGANYAR – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar memberikan alat deteksi dini penyakit tidak menular ke 140 desa/kelurahan di Rumah Dinas Bupati, Senin (4/11).

Melalui alat itu, masyarakat dapat lebih mudah memeriksakan kondisinya dan melakukan antisipasi sejak dini.
“Dari seluruh penyakit yang ditangani medis, 21 persen itu diabetes dan 26 persen hipertensi. Ketahuannya setelah muncul gejala penurunan kondisi tubuh. Alangkah baiknya tahu kondisi itu sebelum memburuk,” kata Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo.

Alat deteksi dini itu berisi pengukur tekanan darah, timbangan digital serta pengukur digital untuk gula darah sewaktu, asam urat dan kolesterol. Diharapkan, alat tersebut dimanfaatkan merata meski terbatas. Misalnya dipinjamkan ke PKK, posyandu lansia dan di berbagai kesempatan perkumpulan warga.
“Sebelumnya sudah ada pengadaan ke desa/kelurahan lain. Ini yang kedua. Idealnya sampai ke dusun-dusun,” katanya.

Sebelum acara penyerahan secara simbolis alat deteksi dini, para tamu undangan diminta memeriksakan diri di stan-stan tersedia. Dari 120 orang, sebanyak 72 diantaranya terdeteksi menderita kolesterol di atas ambang batas.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan peralatan yang sudah diterima kades, hendaknya didistribusi secara adil.
“Itu bukan untuk kades. Tapi buat warganya. Jadi pergunakan secara bijak. Semoga bisa membantu warga membuat pilihan. Atasi sejak dini begitu tahu dirinya sakit,” katanya. (in/an)

 

 

 

 

 

Read More

Road Race Bupati Cup 2019, Diikuti 500 Pembalap

 

KARANGANYAR – 3 Nopember 2019

Road Race Bupati Cup 2019 diikuti 500 pembalap dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa barat. Bahkan di kelas bebek matic ada pembalap perempuan, Fisichella dari Purwodadi Jawa Tengah. Meskipun tidak sampai finis, namun Fisichella mendapatkan hadiah karena satu-satunya pembalap wanita yang mengikuti kejuaraan bergensi di Alun-alun Karanganyar tersebut.

“Kegiatan juga dalam rangka hari jadi Karanganyar ke 102. Animo masyarakat untuk melihat juga luar biasa. Silahkan bermain di sirkuit Alun-Alun di setiap tahunnya,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka acara road race yang berlangsung 2-3 Nopember 2019.

Ini merupakan salah satu event spektakuler dengan memperlombakan sebanyak 24 kelas yang terdiri dari berbagai kategori. Seperti open, pemula, wanita lokal hingga fun race. “Kita sajikan selama 2 hari. Sabtu fokus QTT semua kelas dan Race untuk beberapa kelas,” jelas Danung, salah satu dari panitia penyelenggara.

Menariknya, Karanganyar Road Race Bupati Cup 2019 sedikit berbeda dari gelaran balap motor di Jawa Tengah biasanya. Selain menyajikan juara umum kategori kelas poin, event ini juga akan menyuguhkan kelas poin khusus Jateng. Ini yang baru dan pastinya sebagai bentuk kepedulian terhadap talenta pembalap Jawa Tengah. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2019-11-02 at 22.06.40 (3)

Grand Final Bola Voly Kreatif 2, Pemainnya Lokal Kualitasnya Nasional

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan dalam turnamen Bola Voly Kreatif Cup di Dusun Kayuapak, Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu

 

 

KARANGANYAR – 2 Nopember 2019

Grand Final Bola Voly Kreatif 2 di Dusun Kayuapak, Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu berlangsung istimewa. Sebab pemainnya memang lokal namun kualitas menasional atau tidak kalah dengan pemain-pemain baik tingkat nasional. Diharapkan dengan ajang ini bisa melahirkan atlet bidang olahraga bola voly yang handal.

“Saya berharap acara ini menjadi tempat untuk membina dan mencari atlet-atlet handal bidang bola voly. Sebab ajang seperti perlu rutin dilakukan agar talenta-talenta juara dan unggulan di bidang bola voly bisa muncul,” ujar Juliyatmono.

Grand Final menampilkan CVC Manggung dan Blockid dari Sroyo. Di partai puncak perebutan posisi 1 dan 2 juga mempertemukan Starheryus Sroyo dan Aska, Karanganyar Kota. Acara tersebut juga diikuti oleh 32 tim dari berbagai club di Karanganyar. “Acara mampu menghadirkan hiburan dan melahirkah atlet handal. Saya akan lakukan kegiatan setiap satu tahun sekali,” ujar Nanang Harjanto. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2019-11-04 at 08.48.21 (1)

Ratusan Orang Ikuti Napak Tilas Raden Mas Said

Bendera start dikibarkan oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto sebagai tanda dimulainya napak tilas perjuangan Raden Mas Said di Desa Tlobo, Kecamatan Jatipuro

Salah satu peserta, Kepala DInas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto

 

 

KARANGANYAR –  4 Nopember 2019

Ratusan orang mengikuti napak tilas sejarah kepahlawanan Raden Mas Said tahun 2019 dimulai dari Lapangan Desa Jatisobo, Jatipuro menuju Lapangan Tlobo, Desa Karangsari, Jatiyoso. Jalan kaki sejauh 30 KM itu untuk mengingatkan kembali perjungan Raden Mas Said atau Mangkunegara Pertama dalam merebut kemerdekaan. Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan jalan kaki sejauh 30 Km adalah Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawato.

“Napak tilas ini adalah memontem bagi kita untuk melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu kita. Terutama perjuangan Raden Mas Said yang dalam merebut kemerdekaan bangsa,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan napak tilas sejarah kepahlawanan Raden Mas Said.

Bupati menambahkan perjuangan Raden Mas Said tidak lepas dari Karanganyar. Sebab, Pangeran Samber Nyawa tersebut salah satu pendiri dan cikal bakal Kabupaten Karanganyar. Ajaran tridarma masih aktual sampai kapanpun, yakni  Rumongso Melu Handarbeni, Wajib Melu Hanggrungkebi, Mulat Sariro Hangroso Wani. Tri darma itu semangat dan sejalan dengan Slogan Karanganyar Maju dan Berintegritas. “Integritas adalah berani, jujur, tanggungjawab, setia untuk mewujudkan Karanganyar yang lebih maju lagi.                 Pertumbuhan ekonomi di Karanganyar tertinggi di Jawa Tengah dan nasional. Sekaligus angka kemiskinan mengalami penurunan. Selamat berjuang,” tambahnya. (hr/adt)

Read More
IMG-20191102-WA0018

Dirjen Kebudayaan kementrian pendidikan dan kebudayaan dukung penuh pengembangan kesenian

Diskominfo

Sambutan Direktur Jenderal kebudayaan kementrian pendidikan dan kebudayaan, Restu Gunawan, M.Hum

Karanganyar-Dalam rangka melestarikan kesenian tradisional dan memperingati hari wayang, Direktorat jenderal kebudayaan kementrian pendidikan dan kebudayaan bekerjasama dengan SMK N 8 Surakarta dan Pemerintah Desa Dawung adakan pentas seni siswa dan pagelaran wayang kulit.

Acara digelar di Lapangan Desa Dawung pada 2 November 2019, turut hadir pada kesempatan tersebut Direktur jenderal kebudayaan kementrian pendidikan dan kebudayaan, Restu Gunawan, M.Hum serta Kasubdit Program evaluasi dan dokumentasi, Kuat Prihatin.

Bupati Karanganyar yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tarsa menyampaikan bahwa pada Tanggal 7 November mendatang dalam rangka memperingati hari wayang dunia dan nasional Pemerintah Kabupaten Karanganyar adakan pagelaran wayang kulit dengan menghadirkan 17 dalang kondang, salah satunya Ki Mantep Sudarsono.

Ditambahkan bahwa dirinya akan terus berkomitmen untuk memperbanyak festival kesenian karena dengan itu penampilan anak bisa tersalur, semangat dalam berlatih jadi tinggi serta bisa mengekspresikannya dalam pertunjukan.

” Apabila penampilan siswa saat pementasan masih kurang sempurna harus dimaklumi karena mereka bukan seniman, dan semangatnya harus selalu dipupuk dan senantiasa didukung agar timbul rasa percaya diri. Karena semua seniman sukses dulunya pasti pernah merasakan kegagalan” terangnya.

Kuat Prihatin, dalam laporannya menerangkan bahwa sejak Tahun 2012 pihaknya telah melakukan kegiatan untuk mensupport atau mendukung pengembangan kesenian yaitu dengan pemberian bantuan fasilitasi sarana kesenian di sekolah-sekolah.

Dari Tahun 2012 sampai 2018 kurang lebih 4.600 sekolah di seluruh Indonesia telah terfasilitasi, dibanding dengan jumlah total sekolah sebanyak 280 ribu bisa dikatakan bahwa yang dilakukan oleh pemerintah baru seujung kuku, namun pihaknya akan terus berupaya mendorong kemajuan kesenian di sekolah-sekolah, upaya yang telah dilakukan untuk mempercepat akselerasi pemenuhan fasilitasi sekolah sebanyak 280 ribu tersebut, mulai Tahun 2019 pemberian bantuan ini dilakukan secara langsung di daerah lewat Dana Alokasi Khusus ( DAK )

Ditempat yang sama, Restu Gunawan mengungkapkan bahwa beberapa kali kunjungannya ke sekolah-sekolah yang telah difasilitasi selalu mendapati kalau bantuannya bertahun-tahun tidak dipergunakan dengan alasan sayang, bahkan masih ada yang terbungkus plastik. Untuk itu beliau menghimbau agar bantuan pemerintah bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Bukan perkara tampil-tampilan tetapi kita ingin memastikan bantuan dari pemerintah betul-betul digunakan oleh anak-anak kita karena dalam proses pendidikan kesenian itu sangat penting” ungkapnya.

Ditambahkan dengan berkesenian bisa menambah rasa percaya diri anak, misalnya saat tampil di sebuah pertunjukan, selain itu juga dapat memupuk rasa toleransi karena saat berada diatas panggung sudah tidak ada lagi yang namanya perbedaan suku ataupun agama. (An/Ina)

Read More