Category: Berita

IMG-20200203-WA0006

Enam Desa di Kecamatan Kerjo Jadi Lokasi KKN Mahasiswa APEKA dan UNIVET Sukoharjo

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan arahannya dihadapan mahasiswa KKN, Senin (3/1).

Karanganyar,

Enam desa di Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) dan Universitas Veteran (UNIVET) Sukoharjo. Diharapkan melalui program kuliah kerja nyata para mahasiswa mampu memberikan dampak langsung pada masyarakat sekitar.

Kabupaten Karanganyar kembali menjadi tempat untuk para mahasiswa dari APEKA dan UNIVET Sukoharjo. Penerimaan para mahasiswa ini di Kabupaten Kranganyar diterima langsung Bupati Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (3/2).

Wakil Rektor III Univet Sukoharjo, Dr. Shodiqin mengatakan untuk KKN periode dua ini sebanyak 66 mahasiswa akan melakukan kuliah kerja nyata yang akan disebar di enam desa di Kecamatan Kerjo.

“Para mahasiswa akan KKN mulai 3 Februari sampai dengan 3 April 2020. Semoga nantinya kehadiran para mahasiswa dapat memberi manfaat bagi masyarakat setempat,”tuturnya.

Ditambahkannya selama dua bulan melakukan KKN para mahasiswa harus mampu menampilkan produk-produk lokal yang berpotensi dan diharapkan menjadi ikon bagi masyarakat desa setempat,”ujarnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyatakan terima kasih atas dipilihnya kembali Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi KKN. Diharapkan melalui praktek KKN mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.

“KKN merupakan ajang bagi mahasiswa berbaur dengan masyarakat di pedesaan. Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,”ujarnya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_2228

Otot Kawat Balung Wesi, Kalau Ingin Sehat Senamlah SSI Setiap Pagi

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan ucapan selamat pasca pelantikan pengurus BARADA SSI Karanganyar

 

Karanganyar – 02 Januari 2020

Pelantikan Pengurus Badan Penyelenggara Daerah (BARADA) Senam Sehat Indonesia (SSI) Kabupaten Karanganyar masa bakti Tahun 2020-2025 digelar di Pendopo rumah dinas Bupati Karanganyar, Minggu(02/02/20).

Ketua SSI Kabupaten Karanganyar Sri Suryanti. S.Sos sampaikan bahwa total anggota SSI di Karanganyar mencapai 4.872 anggota yang memiliki KTA resmi dari 122 sasana di 17 Kecamatan yang ada di Karanganyar.

“ Semboyan kami NEGARA SEHAT NEGARA KUAT, kalau ingin sehat senamlah saat ini karena hari esok adalah penyakit “, jelas Sri Suryanti.

Sementara itu, Budi Prayitno. M.Si selaku Pengurus SSI Provinsi Jawa Tengah jelaskan bahwa Anggota SSI di Kabupaten Karanganyar ini merupakan yang terbanyak se Jawa Tengah. Ini membuktikan bahwa di Karanganyar banyak yang ingin sehat.

Menurut Budi Prayitno, senam SSI adalah senam dengan metode Movement Meditation. Semacam gerakan meditasi, melakukan gerakan dengan tenang dan fokus seperti halnya bermeditasi. Dengan harapan siapa saja yang ikut malakukan senam SSI ini semakin sehat.

“ Ada kurang lebih 18 gerakan dalam senam SSI, namun melakukan senam dengan gerakan dasar saja bila dilakukan dengan baik dan benar pasti badan akan sehat “, jelas Budi Prayitno.

Dengan anggota yang rata-rata sudah lansia, maka melakukan gerakan senam SSI harus secara bertahap untuk menuju gerakan yang benar. Budi Prayitno juga menyebut Badan Penyelenggara Kecamatan(BARACAM) menjadi ujung tombak SSI, karena setiap sasana bisa lebih mudah dalam mengamati dan memantau juga mengecek anggotanya  apakah sudah benar atau belum gerakannya.

Sambutan dan pengarahan Bupati Karanganyar

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono yang hadir secara pribadi dalam pelantikan BARADA SSI  ini sampaikan harapan agar siapa saja yang ikut senam SSI ini semakin sehat, semakin bugar dan semakin produktif.

SSI lebih mengarah ke kontemplasi, dzikir atau gerakan yang berpusat pada fokus dengan konsentrasi tinggi. Kaena musik dalam senam ini hanya sebatas membantu mendampingi untuk memusatkan konsentrasi. Jika konsentrasi baik maka akan membawa badan yang sehat.

Bupati juga menjanjikan akan menghelat senam SSI masal se Jawa Tengah  di Tahun 2021 mendatang, dan pastikan Karanganyar siap menjadi tuan rumah.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_2164

EXPO CAMPUS FORMAKA : Berharap Lahirnya Generasi Muda Sukses Melalui Aktifis

Heri Mulyadi Kabid di Disdikbud yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar saat memberikan bantuan dari Bupati Karanganyar kepada paniti FORMAKA

Karanganyar – 31 Januari 2020

Dengan tujuan mengenalkan perguruan tinggi bagi siswa-siswi kelas XII di Karanganyar, Forum Mahasiswa Karanganyar yang akrab isebut FORMAKA gelar EXPO CAMPUS di Gedung Wanita Karanganyar selama kurang lebih tiga hari. Pembukaan rangkaian EXPO CAMPUS diawali dengan acara Talk Show pada Jum’at(31/01/20).

Dengan mengususng tema “ Membangun Generasi Berprestasi Aktif Kreatif” FORMAKA berharap Talk Show ini bisa membuka wawasan siswa-siswi yang akan lulus SMA, apalagi event EXPO CAMPUS ini di ikuti 30 Pergeruan Tinggi. Dengan pembicara Prof.Dr.H. Ravik Karsidi guru besar UNS juga Agus Supriyono seorang Coreografer juga Enterpreuner muda, mudah-mudahan ini bisa menginspirasi generasi muda sebelum menginjak dunia perguruan tinggi.

Arrum Permatasari mahasiswi semester 6 IAIN Surakarta selaku ketua panitia sampaikan maksud dan tujuan digelarnya event EXPO CAMPUS FORMAKA ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada generasi muda agar nantinya di bangku kuliah bukan hanya pandai dari sisi akademik saja, tapi juga bisa pandai berorganisasi, enterpreuner, dan bisa mengembangkan sosial media juga.

Selain itu Arrum juga jelaskan event ini mewadahi untuk adik-adik SMA agar tidak bingung untuk menentukan pilihan akan melanjutkan kuliah dimana setelah lulus SMA nantinya.

“ Biar ga bingung mau nglanjutin kuliah dimana setelah SMA, mau ambil jurusan apa nantinya. Karena biasanya siswa-siswi datang ke EXPO CAMPUS ini ngajak orang tuanya agar bisa lebih detail mencari info kampus yang diminati “, jelas Arrum.

Sementara Heri Mulyadi Kabid PKK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam hal ini hadir mewakili Bupati Karanganyar sampaikan ucapan terimakasih karena FORMAKA sudah membantu kinerja Pemerintah dalam mensosialisasikan Perguruan Tinggi ke adik-adiknya yang akan lulus SMA agar tidak perlua jauh-jauh dateng langsung ke kampus.

Pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan EXPO CAMPUS Oleh FORMAKA ini,  Pemerintah juga sangat mempedulikan generasi muda. Buktinya sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Karanganyar selalu memberikan reward bagi anak Karanganyar yang bisa masuk diterima di perguruan tinggi. Bahkan reward langsung diberikan oleh Bupati Karanganyar.

“ Tumpahkan semua ide-idemu untuk melakukan inovasi dan gagasan-gagasan yang luar biasa “ tambah Heri diakhir sambutannya.

Prof. Ravik Karsidi juga Agus Supriyono sebagai pembicara pun berharap dengan adanya event EXPO CAMPUS dari FORMAKA ini bisa memunculkan generasi muda yang bertalenta bukan hanya dari sisi akdemik saja, melalui kegiatan yang posisiti seperti ini harapanya akan muncul aktifis yang sukses.

“ Biasanya mahasiswa yang aktif dalam organisasi akan menjadi orang sukses setelah lulus dari perguruan tinggi “, tegas Prof Ravik.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_9383

Capai Laba Rp 5,5 Miliar, BKK Tasikmadu Berubah Jadi PT

Sambutan Bupati Karanganyar dalam peresmian BKK Karanganyar di Kecamatan Jatiyoso, 03/01

KARANGANYAR – Status BPR/BKK Tasikmadu Karanganyar berubah dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi PT BPR/BKK Tasikmadu. Dengan berubah menjadi PT, modal dasar yang semula hanya Rp 30 Miliar, kini menjadi Rp 68 miliar maksimal sumbangan dari Pemprov Jateng dan Pemkab Karanganyar. “Gerak Setelah menjadi PT pun bisa lebih maksimal, dan lebih dituntut inovasi untuk menghasilkan laba dan terutama untuk menggeliatnya ekonomi rakyat Karanganyar ke depan,” papar Direktur Utama BPR/BKK Tasikmadu Didik Darmadi, Jumat (03/01) saat peresmian Kantor Cabang Jatiyoso. Dia menambahkan BPR/BKK Tasikmadu tahun 2019 ini menghasilkan laba Rp 5,5 miliar, jauh diatas target yang hanya Rp 4,1 miliar. Asetnya sudah mencapai Rp 235 Miliar, dengan kredit Rp 202 Miliar dan pihak ketiga Rp 204 miliar. Hal ini bisa dikatakan sebuah prestasi dan kerjas keras yang dilakukan seluruh karyawan BPR/BKK Tasikmadu, sehingga bisa menghasilkan prestasi yang bagus. Ke depan paling tidak dengan hasil yang baik itu akan menjadi semangat agar terus meningkatkan inovasi. Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan ke depan lembaga keuangan dituntut bisa lebih berinovasi. Misalnya dengan memberikan bantuan kredit tanpa bunga untuk menolong masyarakat agar bisa berhubungan dengan bank. “Saya akan membebaskan atau memutihkan IMB bagi rumah-rumah di Karanganyar. Sebab IMB saat ini menjadi salah satu syarat mengambikl kredit di bank. Nantinya, meski bangunan sudah berdiri puluhan tahun sebelumnya, akan kami berikan IMB gratis,” imbuhnya.

Bupati Karanganyar menyerahkan simbolis bantuan CSR kepada penerima

Menurutnya, IMB bisa menjadi jaminan kredit tanpa bunga maksimal Rp 2 juta bagi masyarakat berpenghasilan renda untuk modal berusaha. Nantinya, dia harus mengembalikan kredit tanpa bunga tapi harus menabung di bank tersebut. Sehingga meski kredit tanpa bunga namun bank memperoleh uang tabungan yang diputar untuk nasabah yang lainnya. Jadi, sama-sama untung. “Ini salah satu bentuk inovasi yang bisa dilakukan sekaligus menolong masyarakat. Jangan meremehkan kredit tanpa bunga yang hanya maksimal Rp 2 juta, namun bagi orang tertentu bisa menjadi modal yang lumayan untuk berusaha,” tandasnya. (hr/tgr)

Read More
IMG-20200131-WA0014

Kantor Kecamatan Matesih Resmi Tempati Gedung Baru

Diskominfo

Sambutan Wakil Bupati Karanganyar,  Rober Christanto.

Karanganyar- Pengajian dalam rangka tasyakuran kantor baru Kecamatan Matesih telah dilaksanakan pada Jumat siang (31/01/20).

Para tamu undangan tampak memadati aula Kecamatan Matesih, yang terletak di lantai dua gedung baru ini. Hadir pula Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto didampingi Camat Matesih.

Camat Matesih, Ardiansyah, mohon ijin bergabung menjadi keluarga besar warga Matesih, dengan jabatan baru yang diamanahkan sebagai camat, maka dukungan dari berbagai elemen masyarakat pun sangat diharapkannya untuk lebih memajukan Kecamatan Matesih.

Lebih lanjut dilaporkan, bahwa pembangunan kantor ini telah selesai Bulan Desember 2019, dengan total anggaran yang terserap sebesar 3,5 M.

Disampaikan pula bahwa situasi Kecamatan Matesih saat ini aman terkendali, kerja sama dengan forkompinca terus dilakukan dalam menjaga kondusifitas wilayah dari berbagai permasalahan serta bencana.

“Terimakasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang telah memberikan fasilitas kantor baru, dengan adanya bagunan ini akan lebih memotivasi dan memberikan semangat untuk menjadikan Kecamatan Matesih lebih baik kedepannya” ungkap Ardiansyah.

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengucapkan rasa syukur atas pembangunan kantor baru ini, yang mana difasilitasi dengan adanya aula yang cukup representatif.

Untuk itu, dihimbau agar pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan.

” Gedung baru, perangkat baru harus lebih bersemangat menjadikan Matesih lebih hebat, lebih baik dan lebih maju” pungkasnya. ( An/in)

Read More
20200130_101920

Silaturahmi ulama, umaro dan masyarakat kecamatan jaten

Diskominfo

Sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono

Karanganyar – Salah satu agenda kerja MUI Kecamatan Jaten Tahun 2020-2021 adalah silaturahmi ulama, umaro dan masyarakat Jaten, yang dilaksanakan di Aula Gedung Kantor Kecamatan Jaten pada Kamis (30/01/20).

Kegiatan silaturahmi yang telah tertuang dalam keputusan Raker MUI ini, diadakan secara periodik, dilaksanakan di desa-desa se Kecamatan Jaten, seperti diungkapkan oleh Kuswadi, Ketua MUI Kec. Jaten.

Camat Jaten Ajipratomo Heru Kusumo, dalam sambutannya menyampaikan kondisi di wilayahnya kondusif, tidak ada gesekan-gesekan yang terjadi antara umat beragama.

Lebih lanjut disampaikan terkait isu 27 kucing yang mat karena Virus Corona di wilayahnya, pihaknya menegaskan bahwa hal itu hoax.

“27 kucing mati itu bukan karena Virus Corona, telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait yakni tim dokter, puskesmas maupun dinkes, penyebabnya adalah ketidaktahanan binantang terhadap perubahan cuaca yg ekstrim, jadi berita-berita seperti ini harus ditangkal sedini mungkin untuk kenyamanan masyarakat” imbuhnya.

Ditempat yang sama Ketua MUI Kab Karanganyar, Abdul Muid, menambahkan bahwa pihaknya memberikan apresiasi serta mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan kegiatan ini, yang merupakan tindak lanjut atau realisasi dari pengukuhan yang dulu dilaksanakan di Gedung DPRD.

Diungkapkan bahwa, Kecamatan Jaten tidak hanya sekali melaksanakan kegiatan seperti ini, namun banyak kegiatan keagamaan lain juga telah digelar di Jaten, hal ini menandakan bahwa fungsi MUI berperan dalam mewadai seluruh Ormas Islam di Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono turut menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kegiatan keagamaan seperti ini terus tumbuh berkembang dan berjalan dengan baik.

” Kultur masyarakat Indonesia sangat dipengaruhi oleh tokoh alim ulama ataupun kyai-kyai yang menjadi panutan dilingkungan masing-masing, belum banyak yang secara independen belajar sendiri, jadi akan sangat strategis apabila Ormas Islam dan MUI menumbuhkan dan merutinkan kegiatan-kegiatan keagamaan agar bisa menambah pemahaman ilmu agama ” harapnya. (An/In)

Read More
_DSC3170

Ingin Jadi Kabupaten Layak Anak, Komisi 4 DPRD Kediri Belajar Di Karanganyar

Karanganyar – 29 Januari 2020

Anggota Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kediri berkunjung ke Kabupaten Karanganyar guna kunjungan kerja terkait ingin belajar mengenai bagaimana Kabupaten Karanganyar bisa mendapatkan predikat sebagai Kabupaten Layak Anak. Rombongan diterima langsung oleh Sekda Karanganyar Sutarno di ruang Podang 1 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Rabu(29/01/20).

Terkait dengan kedatangan rombongan komisi 4 DPRD Kediri, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Sekda Sutarno ucapkan banyak terimakasih. Selanjutnya Sekda Sutarno menjelaskan biografi Kabupaten Karanganyar juga visi dan misi dari Bupati Karanganyar, dan juga sampaikan bahwa pada tahun 2019 Kabupaten Karanganyar mendapatkan Predikat Kabupaten Layak Anak.

“ Monggo silahkan bertanya mencari informasi apa saja yang dibutuhkan, agar nanti selepas kunjungan ini pulang ke Kediri sudah ada gambaran untuk dikerjakan agar Kabupaten Kediri juga bisa mendapat predikat layak anak “, jelas Sekda Sutarno.

Mudofir. S.H selaku pimpinan rombongan anggota komisi 4 DPRD Kab. Kediri sampaikan maksud dan tujuan pada kesempatan kunjungan ke Karanganyar kali ini. Sehubungan dengan akan disusunnya raperda yang baru, salah satunya adalah Kediri ingin menjadi Kabupaten layak anak.

“ Maka dari itu kita datang ke karanganyar yang sudah menyandang predikat Kabupaten layak anak, kita ingin banyak belajar dan mencari informasi apa saja yang harus dikerjakan agar mendapat predikat Kabupaten layak anak “, jelas Mudofir.

Beberapa pertanya dilontarkan, antara lain mengenai bagaimana menyikapi regulasinya menurut undang-undang, ada juga pertanyaan masih adakah pekerja informal anak-anak di Karanganyar, berikutnya muncul pertanyaan pula apa brand yang digunakan Karanganyar sehingga mendapat predikat Kabupaten layak anak, dan juga berapa anggaran yang digunakan untuk program Kabupaten layak anak ini, juga hambatannya apa saja?

Plt. Asisten Pemerintahan Karanganyar Hadid menjelaskan, predikat yang diperoleh Karanganyar masih pratama untuk Kabupaten layak anak, masih ada beberapa instrumen pendukungnya seperter raperdanya masih belum selesai semua, jelasnya.

Sekda Sutarno juga jelaskan bahwa indikatornya adalah sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, dan taman layak anak. Beberapa dinas terkait membantu mengerjakan indikatornya dengan baik juga, ada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan juga Baperlitbang..

“ Taman ramah anak menjadi prioritas Bupati saat itu, juga adanya kartu identitas anak(KIA) sebagai, ada juga forum anak, lembaga-lembaga terkait perlindungan anak, melibatkan masyarakat menjadi  pendukung penilaian”, terang Sekda Sutarno.(Ard/Tgr)

 

 

Read More
IMG-20200129-WA0021

Rakerda Baznas Karanganyar, Target Tercapai, Baznas Umrohkan 25 UPZ

Kominfo

Pemberian Penghargaan Bupati Karanganyar kepada Baznas Kabupaten Karanganyar, Rabu (29/1)

Karanganyar

Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karanganyar memberangkatkan 25 Unit Pengumpul Zakat di Kabupaten setempat. Pemberangkatan ini sebagai bentuk penghargaan dan memotivasi para unit pengumpul zakat bekerja maksimal dalam peningkatan pencapaian target Zakat Infaq dan Sodaqoh(ZIS) di Kabupaten Karanganyar

Hal tersebut diungkapkan Ketua Baznas Kabupaten Karanganyar Sugiarso dalam Rakerda Baznas di Hotel Taman Sari Rabu (29/01/2020).
Menurutnya pencapaian ZIS di Kabupaten Karanganyar selalu meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2019, ZIS di Kabupaten Karanganyar mencapai Rp. 18,5 milyar.

Pencapaian ini salah satunya buah kerja keras dari para unit pengumpul sedekah. Sebagai bentuk penghargaan dan memotivasi para Unit Pengumpul Zakat, Baznas memberangkatkan umroh para UPZ.

“Total ada 25 orang dengan sumber dana dari APBD,” jelasnya.

Ditambahkannya dalam rakerda ini juga merupakan wadah untuk mengevaluasi kinerja Baznas. Pihaknya menerima saran dan kritik dari berbagai elemen masyarakat dalam upaya meningkatkan pengumpulan ZIS di Kabupaten Karanganyar.

“Kita terbuka menerima masukan dan evaluasi dari berbagai pihak agar kinerja ke depannya lebih baik,” katanya.

Sementara Bupati Karanganyar yang hadir dalam rakerda menyatakan apreasiasinya atas kinerja Baznas dan seluruh unit dalam pengumpulan ZIS. Karena pencapaian tiap tahunnya mengalami peningkatan. Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat dan para Aparatur Sipil Negara(ASN) di lingkungan Pemkab Karanganyar membudayakan sedekah di kehidupan sehari-hari.

“Sedekah merupakan pembersihan dan ungkapan syukur kita. Mari terus kita budayakan,” ujarnya.
Demikian Diskominfo (ind/dn)

Read More
WhatsApp Image 2020-01-29 at 10.01.19 AM

Focus Group Discussion (FGD) Demi Suksesnya Pilkades Serentak Gelombang III Tahun 2020 Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memberikan sambutan di awal acara FGD di gedung Wirapratama I, Polres Karanganyar.

KARANGANYAR- Pemerintahan Kabupaten Karanganyar berserta jajaran mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka mensukseskan pemilihan kepala desa (pilkades) serentakan gelombang III tahun 2020 Kabupaten Karanganyar di gedung Wirapratam I, Polres Karanganyar (29/01/2020). Acara tersebut diselenggarakan sebagai salah satu antisipasi adanya black campaign atau kampanye negatif yang mungkin akan terjadi.

“Harap agar tiap-tiap calon kepala desa agar dapat mengontrol dan mengatur para pendukungnya, agar tidak terjadi gesekan-gesekan antar warga” Ujar Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, didalam sambutannya “Siap menang harus siap kalah juga.” tambahnya.

Didalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengharapkan agar pilkades gelombang III berjalan secara aman dan guyup rukun baik sebelum maupun sesudah pilkades diselenggarakan. “Semua kondisi dan suasana pendukung dipengaruhi oleh calon-calon kepala desa masing-masing, maka dari itu harus bisa menata hati dalam menghadapi masalah agar tidak terjadi gesekan-gesekan antar pendukung.” saran dari Bupati Karanganyar untuk para calon-calon kepala desa.

Di acara tersebut juga dideklarasikan kampanye damai oleh masing-masing calon kepala desa dan disaksikan oleh Bupati Karanganyar berserta jajarannya. (hr/adt/bgs)

Read More
20200129_085004

Pengurus Fatayat NU Karanganyar Gelar Seminar “Beri Asi Generasi Berprestasi”

Diskominfo

Pemberian selamat kepada 17 Kader ASI Fatayat dari 17 Kecamatan se Karanganyar

Karanganyar-Dalam rangka mendukung dan mensukseskan program kesehatan yang direncanakan maupun yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Pengurus Fatayat NU Kabupaten Karanganyar gelar seminar kesehatan.

Acara yang diadakan pada Rabu pagi (29/01/20), tersebut dihadiri 250 peserta yang berasal dari 17 pimpinan anak cabang ( 17 Kecamatan se Kab Karanganyar) bersama gabungan 30 organisasi kewanitaan lain.

Seminar yang secara khusus mendorong program penggalangan ASI eksklusif ini, membahas berbagai macam persoalan dan dinamika yang terjadi di masyarakat.

Senada dengan penjelasan Ketua Pimpinan Cabang Fatayat Kab Karanganyar, Sri Lestari Rosjid bahwa praktek dilapangan, banyak ibu bekerja atau wanita karier yang enggan memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya dengan alasan kesibukan, selain itu kurangnya kesadaran para ibu muda dalam memberikan ASI eksklusif dengan alasan takut bentuk berubah.

Hal tersebut beberapa hal yang melatar belakangi diselenggarakannya seminar “Beri ASI Generasi Berprestasi” disamping kasus permasalahan stunting yang masih banyak terjadi.

Ditambahkan oleh Sri, saat ini telah terbentuk tim kader asi Fatayat yang lakukan pendampingan ke masyarakat, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinkes Karanganyar dalam memberikan edukasi dan penyuluhan.

“Pemberian ASI merupakan akidah perempuan, harus terus mengusahakan bagaimana tetap produktif, serta memberikan ASI dan gizi yg baik bagi anak-anak” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, yang mewakili Bupati Karanganyar mengungkapkan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini, acara yang cukup strategis dan memberikan kontribusi yang besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Karanganyar.

Lebih lanjut, Cucuk juga menerima masukan terkait langkah-langkah yang menjadi keputusan yang ada di Kabupaten Karanganyar, apakah kebijakan dalam bentuk Perda ini sudah cukup efektif dalam pembangunan kesehatan masyarakat Karanganyar.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi virus baik yang bisa menular ke organisasi kewanitaan lain di Kabupaten Karanganyar, Pemkab sudah punya perda yang berisi tentang Peningkatan kualitas hidup ibu dan anak, yang didalamnya ada himbauan mewajibkan pemberian ASI eksklusif” Jelasnya. (An/in)

Read More