Category: Lingkungan Hidup

LONGSOR MENIMPA BEBERAPA TEMPAT

Akibat hujan deras yang tidak berhenti dari hari Selasa jam 20.00 WIB (21/02) sampai Rabu (22/02) dini hari mengakibatkan tanah longsor dibeberapa tempat di Karanganyar.

Diantaranya, terjadi di dusun Gerdu, desa Banjar, Kecamatan Karangpandan menimbun 4 rumah dan menewaskan satu korban meninggal dunia yaitu Reso Walimin, 60 tahun, yang tertimbun tanah. Petugas dari TNI, Polres, BPBD Karanganyar, SAR, dan dibantu warga masyarakat mengevakuasi jenazah dan membersihkan longsoran tanah. Pada hari ini juga jenazah korban akan dimakamkan. Selain itu juga longsoran menimbun jalan yang menghubungkan antar desa.

Kemudian longsor juga menutup jalan Karanganyar-Tawangmangu, tepatnya di Srandon, Tawangmangu. Akibat longsor, akses jalan Karanganyar-Tawangmangu terhambat. Petugas dari TNI,PMK dan dibantu relawan membersihkan longsoran yang menutup jalan tersebut.

Korban meninggal lainnya yakni Sukiningsih, 70 tahun, warga Drojo, desa Puntukrejo, Ngargoyoso akibat terkejut melihat sebagian rumahnya tertimbun tanah.

Read More

Hujan Deras Tumbangkan Pohon, 1.500 Burung Puyuh Mati

Hujan deras disertai puting beliung kembali terjadi di Karanganyar, Sabtu (18/2) lalu. Kali ini angin puting beliung tersebut menyapu 1.500 ternak burung puyuh di sebuah peternakan warga di Dusun Gondangmas, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan.

Ribuan ternak unggas tersebut tak terselamatkan setelah kandangnya tersapu angin puting beliung. Pemilik ternak, Rohmad pun mengaku hanya bisa pasrah dan melihat kandang unggasnya tersebut rusak parah. Rohmad mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di saat hujan deras mengguyur daerahnya. Akibat insiden tersebut, Rohmad mengaku rugi mencapai Rp 40 juta, sebab ternak burung puyuh yang baru saja dirintisnya tersebut masih dalam tahap usia pembibitan dan belum menghasilkan telur. “Kurang lebih total kerugian mencapai sekitar Rp 40 juta, belum lagi kandang saya yang tertimpa pohon besar,” papar dia.

Sementara itu, angin puting beliung juga merobohkan beberapa pohon di Dusun Sewurejo, Pojok, Mojogedang, Sabtu (18/2). Di Dusun Gondangmas, Karangpandan hujan deras juga membuat sedikitnya ada 10 rumah rusak, satu di antaranya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristianto mengatakan pohon yang tumbang tersebut berdiameter lumayan besar, sehingga menyusahkan proses pembersihan pohon. “Sebenarnya hujannya hanya turun selama sekitar satu jam, tetapi karena anginnya berhembus dengan cukup kencang sehingga banyak pohon tumbang,” ujarnya kemarin (19/2).

Ia mengatakan untuk membersihkan pohon-pohon tersebut ia mengerahkan 15 personelnya dan dibantu warga sekitar. Dengan kondisi yang masih sering hujan dan angin ini, Aji kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada.

Pasalnya kondisi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau identik ditandai dengan hujan ekstrem yang bisa merusak. “Makanya kita terus menyosialisasikan kepada warga Karanganyar agar selalu waspada,” imbuh dia.

Read More

PT DUTA INDONESIA Lakukan Penanaman 15.000 Pohon

PT Duta Indonesia Jaya selaku pengelola obyek wisata alam Grojogan Sewu, Tawangmangu melakukan gerakan penanaman 15.000 pohon. Gerakan tersebut mulai dilakukan hari ini, Rabu hingga Jumat (15-17/2/2012) mendatang.

Demikian disampaikan ketua panitia acara tersebut.  Widodo mengatakan gerakan penanaman 15.000 pohon dari berbagai jenis dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah tanam 1 milyar pohon.

“15.000 Pohon ini ditanam di atas tanah sekitar 64,3 hektare. Tanah tersebut masuk kawasan konservasi yang secara langsung berada di bawah Kementrian Kehutanan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng di Tawangmangu,” ujarnya.

Widodo kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar kawasan obyek wisata Grojogan Sewu dan seluruh unsur Muspika Tawangmangu.

Read More

ANGIN RIBUT Menerjang, Puluhan Pohon Tumbang

Puluhan pohon dan baliho di Karanganyar tumbang setelah diterjang hujan disertai angin kencang yang melanda Bumi Intanpari pada Minggu (12/2/2012) sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan, hujan disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Hal ini menyebabkan pohon-pohon di sepanjang jalan raya Solo-Karanganyar tumbang. Angin tidak hanya menumbangkan pepohonan, namun juga beberapa baliho yang sudah rapuh ikut tumbang.

Akibat kejadian itu arus lalu lintas dari Palur menuju Karanganyar Kota sempat menjadi tersendat. Kendaraan yang melintas baik dari arah Solo maupun Karanganyar berjalan merambat. Mereka berusaha menghindari pepohonan yang tumbang di jalanan. Aparat kepolisian bersama tim Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan evakuasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aji Pratama Heru pohon dan baliho yang tumbang tersebar di beberapa wilayah.

Read More

BPBD Gelar Latihan Gabungan

Sekitar 50 relawan bencana dari berbagai daerah di Surakarta mengikuti pelatihan yang dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar di Hutan Bromo Mojogedang, Karanganyar,  Sabtu (11/2).
Kepala BPBD Karanganyar, Aji Prata Heru Kristianto mengatakan kebanyakan para relawan terutama di Karanganyar belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait penanggulangan dan mengatasi tanggap bencana. Kebiasaan selama ini, relawan berangkat menjadi relawan hanya bermodal semangat saja. “Maksudnya menolong, tetapi justru dengan minimnya pengetahuan dan skill di lapangan justru membahayakan jiwa mereka sendiri dan juga orang lain. Karena itulah diadakan pelatihan ini,” ujarnya di sela-sela latihan Latihan Gabungan.
Pelatihan yang menggandeng instruktur dari Pusat Pendidikan Topografi (Pusdiktop) TNI Angkatan Darat Kota Surakarta ini diadakan Jumat (10/2) hingga Sabtu (11/2).
Dalam pelatihan ini mereka fokus berlatih penanggulangan terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor serta menentukan titik kooordinat korban, evakuasi korban secara benar, pendistribusian logistik hingga tanggap darurat bencana. “Total ada 50 peserta dari berbagai elemen mulai dari SAR Karanganyar, AGL, Tagana bahkan BPBD Sukoharjo pun turut andil,” paparnya.
Tujuan utama pelatihan ditambahkan Heru yakni untuk menyamakan visi dan misi pelaksanaan tanggap bencana. Pasalnya selama ini setiap relawan bergerak sendiri-sendiri tanpa ada koordinir langsung dan berkesinambungan. Sehingga berbahaya bagi jiwa relawan sendiri.
Kepala Instruktur Pusdiktop Surakarta, Mayor Hasto Sudibyo Lukito mengatakan yang terpenting dalam pelatihan ini adalah latihan navigasi darat dengan penentuan titik koordinat korban dan memasukkannya pada GPS Global Postioning System. Dengan data-data tersebut mereka dapat membuat rencana penanggulangan bencana.

Read More

Selamatkan DAS Pemkab tanam Pohon Bambu

Pemerintah kabupaten karanganyar kian serius menyelamatkan daerah bantaran sungai yang kini mulai terkikis oleh hunian. Kepla Dinas Pertanian, Perkunan, tanaman pangan dan kehutanan Karanganyar Siti Maesyaroch, ia mengatakan akan melakukan gerakan terpadupenyelamatan daerah resapan air, terutama daerah aliran sungai DAS atau bantaran. Penyelamatan bantaran sungai ini dilakukan karena semakin banyaknya hunmian yang berkembang didaerah tersebut.

Daerah bantaran sungai sudah banyakterkikis oleh hunian. Padahal sesuai UU Konservasi  bantaran tidak boleh untuk hunian. Tapi selama ini warga nekat tetap membangunnya. Pihaknya akan menanam pohon bambu disejumlah DAS.  Selain itu , pihaknya juga memprihatinkan kurangnya fungsi konservasi pohon di daerah bantaran. Jenis pohon yang cocok untuk ditanam di daerah bantaran, pohon bambu dan aren sebagai tanaman yang tahan hantaman air. Selama ini tutur siti, meski banyak manfaatnya , bambu dan aren lebih diangap sebagai tanaman liar yang kurang dipedulikan,kelestarian juga kurang diperhatikan dengan ditebangitiada henti. Padahal pohon bambu dan aren memiliki manfaat bagi ekosistem DAS Dasar.

Rumpu bambu yang kuat bisa menjadi penangkal erosi dan banjir serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar DAS. Penanaman pertama sebagai obyek percontohan akan dilakukan di bantaran sungai di ngringo, jaten dalam waktu dekat ini. Penanaman ini akan dilakukan Bupati Rina Iriani.

Read More

Pramuka Tanam Seribu Pohon

Sekitar seribu pohon jenis glodog pecut ditanam oleh anggota Pramuka dari tingkat SD, SMP dan SMA di Karanganyar di seputaran Kecamatan Jumapolo, Rabu (21/12). Penanaman pohon dilakukan guna mengajak generasi muda khususnya pramuka di Karanganyar untuk mencintai lingkungan hijau yang bersih, indah dan asri.

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono mengatakan dengan semakin banyak menanam pohon, maka dapat meningkatkan jumlah air hujan yang terserap dalam tanah. Sehingga sumber daya air dapat terjaga. “Selain itu tentu akan menambah keindahan lingkungan di sekitar, karena banyak pepohonan yang rindang,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara tersebut di Kecamatan Jumapolo, Rabu (21/12).

Dirinya juga menambahkan sangat bangga, karena ternyata Pramuka dapat menjadi bagian gerakan menanam pohon di Karanganyar. Menurutnya semakin dini mengajarkan menanam pohon tentunya akan lebih baik. “Kita berharap ini akan terus berkesinambungan, tidak berhenti disini,” imbuh dia.

Read More

Bupati Jamin Nasib Pemulung di TPA Jumantono

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menjamin tidak ada pekerja dan pemulung di TPA Jumantono yang dipecat atau tidak diperbolehkan memulung lantaran kerja sama pengelolaan sampah dengan PT Eco, investor dari Korea.

Menurutnya, adanya kerja sama dengan investor Korea tersebut selain dapat menghemat APBD sekitar Rp 4 miliar dari upah pekerja dan pengelolaan sampah, nantinya setelah 25 tahun ke depan pengelolaan tersebut akan dikembalikan lagi kepada Pemkab Karanganyar. “Mereka tetap bekerja di sana seperti biasanya, hanya nanti beda pengelolanya,” ujarnya seusai membuka Semiloka radikalisme dan terorisme di Taman Sari Hotel, Selasa (22/11).

Mengenai keluhan para pemulung yang merasa takut tidak dapat memulung lagi di sana. Dirinya berjanji akan tetap mengusahakan agar para pemulung yang mata pencahariannya mengumpulkan sampah plastik tersebut tetap bisa bekerja seperti biasanya.

Pengelolaan sampah di TPA Desa Sukosari Kecamatan Jumantono itu, sambung Rina rencananya PT Eco akan mendirikan sebuah pabrik pengelolaan sampah yang dapat mengolah sampah sekitar 1000 ton per hari. Setelah pabrik tersebut jadi, pihaknya meminta agar kabupaten di seputaran Karanganyar dapat membuang sampah di Kabupaten Karanganyar. “Idealnya sebenarnya butuh lahan 4 hektare, sekarang baru ada 3,3 hektare tetapi mereka pun sudah setuju,” tandasnya.

Sesuai Jadwal, lanjut dia, pabrik pengolahan sampah tersebut direncanakan akan segera dibangun pada awal Januari 2012 dengan penambahan lahan sekitar 6.000 meter. Nantinya dia berharap dengan adanya pengolahan sampah bisa dikelola menjadi bio etanol, bio gas maupun energi listrik. Sehingga bisa menjadikan Karanganyar sebagai Kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki pengolahan sampah terpadu. “Mudah-mudahan, sebelum 17 Agustus 2012 bisa selesai, doakan aja,” pinta dia.

Sebelumnya, sejumlah pemulung di TPA Jumantono tersebut mengaku menolak pabrik pengolahan sampah, karena dengan adanya pabrik tersebut, mata pencaharian sekitar 60 pemulung sampah plastik bakal tergusur dan ditutup untuk umum.

Karena itu mereka mendesak agar pengelolaan sampah di TPA Jumantono tersebut diberlakukan seperti biasanya, tidak usah dikelola oleh investor Asing. n Sari Hardiyanto

Read More

Wacana Perda Pelestarian Hutan

Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk membuat peraturan daerah (Perda) tentang pelestarian hutan lindung di Karanganyar, mendapatkan sambutan positif dari anggota DPRD Karanganyar.

PERLINDUNGAN HUTAN Petugas dan relawan berupaya memadamkan kebakaran hutan di Cemoro Kandang, lereng Gunung Lawu, beberapa waktu lalu. Adanya Perda perlindungan hutan diharapkan membuat upaya perlindungan dan pelestarian alam menjadi lebih baik.
Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Perda tersebut perlu diadakan sebab hampir setiap tahun terjadi kebakaran hutan di Karanganyar. Mayoritas kebakaran hutan itu, salah satunya dipicu oleh kesalahan manusia atau human error. “Setiap kali musim kemarau, ada saja kebakaran hutan. Agar tidak terulang lagi pada tahun-tahun berikutnya, setidaknya Perda ini bisa menjadi alat perlindungan hukum untuk melindungi hutan di Karanganyar, terutama di lereng Gunung Lawu,” ujar Juliyatmono belum lama ini.

Meskipun saat ini sudah ada payung hukum dari pemerintah pusat yang mengatur tentang perlindungan hutan, imbuh dia, namun tidak ada salahnya bila Pemkab mengajukan rancangan Perda itu. Namun sifat Perda itu hanya sebagai alat untuk melestarikan alam dan penertiban.

Sebelumnya, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR mengusulkan untuk membuat Perda perlindungan hutan. Nantinya, Perda tersebut antara lain berisi tentang sanksi yang akan dijatuhkan bila ada oknum yang secara sengaja maupun tidak, terbukti terlibat dalam peristiwa yang bisa menyebabkan kebakaran hutan.

Kurun waktu selama dua bulan sebelum pergantian tahun, kata Juliyatmono, dirasa sangat cukup bagi Pemka untuk membuat rancangan Perda itu. Dalam proses pembuatan rancangan, Pemkab bisa mengacu pada Perda serupa yang sudah diterapkan di daerah lain. Jika memang di daerah lain belum pernah ada yang membuat Perda tentang Perlindungan Hutan, tidak ada salahnya bila Karanganyar mengawalinya.

“Justru ketika sebelumnya tidak ada daerah lain yang membuat Perda tersebut, Karanganyar bisa mengawali untuk membuatnya, sehingga malah dipakai sebagai contoh bagi daerah lain,” ungkap politisi dari Partai Golkar ini.

Read More

Tujuh Kecamatan Dihantui Longsor

Hujan yang sudah mulai mengguyur Karanganyar mengingatkan seluruh warga Karanganyar untuk kembali waspada terhadap kemungkinan bencana alam khususnya tanah longsor. Satu pekan lalu sebuah rumah di Kecamatan Ngargoyoso terkena longsoran tanah di belakang rumahnya.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto Wilayah Karanganyar musim penghujan akan dimulai bulan Oktober. “Itu berdasarkan Informasi yang saya peroleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Jawa Tengah,” tuturnya.
Heru mengatakan dari 17 Kecamatan di Wilayah Karanganyar setidaknya ada sekitar tujuh kecamatan dan sembilan desa yang masuk zona merah dan perlu diwaspadai terhadap kemungkinan terjadi longsor saat hujan tiba. “Tujuh Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kerjo, Jenawi, Ngargoyoso, Karagpandan, Matesih, Tawangmangu dan Jatiyoso,” Tandasnya.
Jika diperinci, lanjut Heru di Kecamatan Kerjo ada dua desa yakni Desa Plosorerejo dan Gempolan. Untuk Kecamatan Jenawi meliputi Desa Anggrasmanis, Trengguli, dan Gumeng. Sementara di Kecamatan Ngargoyoso, selain Desa Ngargoyoso daerah rawan longsor lainnya yakni Desa Girimulyo, Berjo, dan Dukuh. Untuk Kecamatan Karangpandan yakni Desa Karangpandan, Gerdu, dan Karang.
Sementara Kecamatan Matesih dengan daerah rawan longsornya adalah Girilayu, Koripan, sebagian Karangbangun. Selain itu, daerah rawan longsor juga tersebar di Kecamatan Tawangmangu, mulai dari Desa Gondosuli, Kelurahan Blumbang, Kelurahan Tawangmangu, Desa Plumbon, dan Desa Tengklik.
Dan khusus untuk Kecamatan Jatiyoso, daerah yang perlu diwaspadai yakni Desa Wonokeling, Wonorejo, Karangsari, dan Beruk. Terakhir, dirinya menegaskan kalau ada gejala atau kejadian bencana apapun masyarakat di Karanganyar dapat menghubungi BPBD karanganyar ke saluran hotline Heru menyampaikan, kalau ada gejala atau kejadian 0271 495997, 0271 3120005 dan 085229614151. “24 jam, pasti selalu ada petugas yang berjaga nonstop,” imbuh dia.

Read More