Category: Kesehatan & Olahraga

IMG_0026

Stop Buang Air Besar Sembarangan, Menuju Universal Akses 2019

KOMINFO

Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Sekretaris Daerah Samsi sebagai narasumber dalam acara Workshop Stakeholder Pencapaian Stop BABS di Hotel Taman Sari Karanganyar, Senin (10/7).

Karanganyar, 10 Juli 2017

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menggalakkan program Karanganyar Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan sanitasi di lingkungan masyarakat. Program ini direncanakan rampung total termasuk program universal akses pada Tahun 2019. Sedangkan untuk Karanganyar bebas BABS sendiri November 2017 ini harus sudah rampung. Adapun dana untuk program ini dialokasikan dari APBD dan bantuan Provinsi.

Program ini diawali dengan pembangunan jamban – jamban umum untuk masyarakat. Selain itu pemerintah juga akan melakukan pendampingan perubahan perilaku buang air sembarangan. Karena saat ini pemahaman masyarakat tentang hidup sehat masih rendah, hal ini diungkapkan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo ketika memimpin Workshop Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan di Hotel Tamansari, Senin siang (10/7). Selain itu Rohadi juga mengungkapkan bahwa masih banyak jamban warga yang tidak mempunyai septictank, namun kotoran langsung dibuang kesungai. Menurutnya hal itu harus segera di beri sosialisasi, karena disamping tidak sehat juga sangat mengganggu.

Saat ini prosentase masyarakat yang sudah menggunakan jamban sehat memang sudah meninggkat. Sampai dengan Juli 2017 ini sudah 97,85% masyarakat menggunakan jamban sehat, namun hal ini perlu dipercepat karena sanitasi merupakan kebutuhan utama dalam kesehatan. Data terakhir pemerintah masih ada 11.351 KK yang masih belum memiliki jamban dengan rincian 8.753 KK masih menupang dan 2.599 KK memiliki jamban tapi tidak sehat (tanpa septictank/langsung dibuang di sungai).

Demikian DISKOMINFO (yoga/ft)

 

 

 

 

Read More
WEB

Lagi, Tim Sidak Temukan Daging Tak Layak Konsumsi

Tim Sidak Dinas Perikanan dan Peternakan saat memeriksa kualitas daging di pasar tradisional

Karanganyar, Kamis (15/06/2017)

Tim Sidak daging dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar kembali menemukan daging tak layak konsumsi yang dijual di pasar tradisional. Temuan itu berupa tiga kilogram hati sapi yang sudah busuk dan daging ayam.

Temuan hati busuk tadi diketahui oleh tim sidak di Pasar Jungke, Kecamatan Karanganyar. Petugas merasa curiga saat melihat daging yang ditutupi kain. Setalah dibuka, ternyata hati yang berwarna agak kehitaman.

Lantas, petugas meneliti dengan uji lab ditempat tersebut. Hasilnya memang mengindikasikan ada pembusukan. Selanjutnya, hati tersebut disita petugas untuk dimusnahkan.

“Menurut pengakuan pedagang itu, S. Daging itu kebawa ke pasar dan akan dibawa pulang lagi,” kata petugas sidak Joko Mulyono, Kamis (15/06) pagi.

Secara kasat mata, Joko Mulyono menjelaskan, hati sapi yang busuk konsistensi lembek, berbau dan warna kusam. Jika masih segar, konsistensi kenyal, sudut-sudut tajam dan warna mengkilat.

Selain itu, petugas juga menemukan daging ayam yang tak layak konsumsi di pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu. Yakni daging yang tidak laku namun direbus dan dijual lagi. Sehingga pembusukan tidak terlalu ada.

“Tadi kalau dijual dan dimakan tidak enak rasanya. Juga berbahaya, sehingga kami juga melakukan penyitaan untuk dimusnahkan,” katanya.

Sebelumnya, Senin (12/06) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan memeriksa kualitas daging yang dijual. Hasilnya, setelah melalui pengamatan dan uji sampel, kualitas daging secara umum dinyatakan baik.

Namun tim menemukan jeroan ayam yang tidak layak konsumsi di salah satu pedagang. Daging itu diletakkan di kotak pendingin dengan berisi es didalamnya. Lantas daging tersebut disita. (pd)   

Read More
KOM_8115

Komisi D DPRD Kabupaten Majalengka Kunjungi Karanganyar

KOMINFO

Sekda Kabupaten Karanganyar saat membacakan sambutan Bupati Karanganyar pada acara Kunker DPRD Majalengka di ruang Podang II Setda Kabupaten Karanganyar, Rabu (14/6).

Karanganyar, Rabu 14 Juni 2017

Komisi D  DPRD Kabupaten Majalengka untuk bidang kesehatan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar, Rabu (14/06/2017) di ruang Podang II Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Kunjungan kerja Komisi D DPRD Kabupaten Majalengka yang dipimpin oleh dr. Hamdi tersebut diterima Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar.

Dalam kunjungan kerja ini, Samsi selaku yang mewakili Bupati Karanganyar mengapresiasi Komisi D DPRD Majalengka menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai lokasi untuk melakukan study banding. Diharapkan saling berbagi pengalaman yang diberikan nantinya bisa menjadikan ilmu untuk dapat diterapkan di Kabupaten Majalengka.

Pada kesempatan tersebut, Samsi dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab melalui Dinas Kesehatan mencanangkan program Karanganyar Sehat dengan menggandeng sejumlah pihak hingga perusahaan.

“Tahun ini Karanganyar Nol BABS dan tahun ini pula Karanganyar menggarap 3000 jamban masing-masing sebesar tiga juta rupiah, sehingga total jumlah untuk jambanisasi sebesar kurang lebih Rp. 9 miliar,”terangnya.

Samsi juga mengatakan bahwa pembangunan jambanisasi ini adalah hasil kerjasama BUMD, BUMN dan Baznas untuk CSRnya.

“Baznas Karanganyar menjadi unggulan, karena untuk perolehan ZISnya tertinggi se Jawa Tengah, yakni mampu mengumpulkan Rp. 1 miliar tiap bulannya,”ujarnya.

Lebih lanjut Samsi menyampaikan berbagai penghargaan yang diraih Kabupaten Karanganyar sebagai peringkat kedua kinerja Pemerintahan terbaik tingkat Nasional, Juara Lomba Desa untuk maju ke tingkat Nasional, penilaian opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian sebanyak tiga kali berturut-turut, penghargaan  Hukum dan HAM, penghargaan dari Kementerian Agama  untuk BAZNAS Terbaik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Tjujuk Heru Kusumo menekankan pentingnya regulasi menjadi tugas utama Dinas Kesehatan Karanganyar sekaligus mengupayakan kesehatan untuk perseorangan dan masyarakat.

“Desa Siaga sudah ada di setiap Puskesmas, yakni guna menanggulangi bencana kesehatan dan kejadian luar biasa, dengan tim gerak cepat yang terdiri dari tenaga kesehatan dan masyarakat yang berkolaborasi dengan RSUD,”jelasnya.

Ditambahkannya, dalam rangka ikut serta mengembangkan program pemerintah pusat  yakni Indonesia Sehat, di setiap Puskesmas di 17 Kecamatan di Karanganyar telah membuka layanan IVA Tes yang mana bulan lalu dikunjungi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi beserta isteri-Isteri Kabinet Kerja.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

Read More
web

Pantau Daging dan Mamin, Tim Sidak Temukan Sejumlah Temuan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat melihat makanan mentah di salah satu kios pedagang Pasar Palur.

Karanganyar, Senin (12/06/2017)

Tim Sidak makanan dan minuman dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, yang mengadakan pantuan di pasar tradisional dan supermarket, menemukan sejumlah temuan.

Dua tim itu bergerak memasuki pasar Palur, Kecamatan Jaten, Senin (12/06) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan memeriksa kualitas daging yang dijual. Sedangkan dari Dinas Kesehatan memantau kemasan, kandungan zat berbahaya, masa kadaluarsa, dan label.

Hasilnya, setelah melalui pengamatan dan uji sampel, kualitas daging secara umum dinyatakan baik. Namun tim menemukan jeroan ayam yang tidak layak konsumsi di salah satu pedagang. Daging itu diletakkan di kotak pendingin dengan berisi es didalamnya. Lantas daging tersebut disita.

“Pernah diketemukan pasar Nglano dan Karangpandan daging tidak layak konsumsi, namun dulu, tahun kemarin tidak ada,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Sumijarto.

Lantas, dari hasil pantuan makanan dan minuman, Dinas Kesehatan menemukan sejumlah makanan dengan kemasan rusak, telah kadaluarsa, tidak ada label makanan, dan mengandung zat berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat dilokasi mengatakan, ada makanan yang belum registrasi yang formal, dan mengunakan bahan berbahaya.

“Itu jadi problem bersama. Untuk mengatasinya secara terpadu, tidak bisa sendiri-sendiri, karena tidak bisa selesai. Mudah-mudahan ada langkah strategis mengendalikan itu. Minimal kepala pasar bisa berperan aktif dalam kendali itu,” kata Cucuk Heru Kusumo.

“Kita tidak mempunyai kewenangan eksekusi tapi hanya edukasi. Konsumen perlu perhatikan warna, bentuk, legalitas, kemasan secara benar, komposisi bahan, masa kadaluarsa. Dari pabrikan jika kaleng rusak perlu diwaspadai,” jelasnya.

Untuk pedagang, jika ada pemasok dikomunikasikan jika tidak mempunyai persyaratan layak konsumsi tentu dipertanyakan. Untuk yang curah, lanjut Cucuk, harus ada kejelasan, ada labelnya.

“Jika dikemas lagi menjadi kecil harus menyantumkan produksinya. Pengemas juga harus bertanggung jawab,” katanya.

Seusai dari pasar tradisonal, dilanjutkan ke supermarket terdekat. Disitu, tim Dinas Kesehatan tidak menemukan temuan, hasilnya layak konsumsi. Uji sampel bakso juga dinyatakan bebas zat berbahaya.(pd)

Read More
KOM_7114

2017, Bulan Dana PMI Karanganyar Targetkan 883 Juta Rupiah

KOMINFO

Rakor Bulan Dana PMI dipimpin langsung oleh Dandim 0727 Karanganyar Letnan Kolonel Infantri CZI Santy Karsa Tarigan, SE selaku Ketua Bulan Dana PMI Karanganyar, Selasa (30/5).

Karanganyar, Selasa 30 Mei 2017

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar di tahun 2017 menargetkan mampu mengumpulkan dana sebesar 883 juta rupiah. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang terkumpul 609 juta rupiah.

Hal tersebut dikemukakan Ketua PMI Karanganyar, Timo Tius pada Rapat Koordinasi (Rakor) Bulan Dana PMI Karanganyar, Selasa (30/5/2017) di aula Gedung PMI Karanganyar.

Menurutnya target penggalangan dana yang melebihi tahun kemarin dikarenakan potensi di Kabupaten Karanganyar.

Lebih lanjut Timo Tius mengatakan, untuk mencapai target tersebut pihaknya akan bersinergi dengan berbagai pihak seperti OPD di lingkungan Pemkab Karanganyar.

“Sinergi dengan instansi di lingkungan Pemerintahan maupun swasta akan digalakkan agar target tercapai,”terangnya.

Ditambahkannya, penggalangan dana PMI nantinya akan diperuntukkan untuk penanggulangan bencana, biaya operasional para relawan pada kegiatan-kegiatan masyarakat.

Sementara itu, Rakor yang dipimpin langsung oleh Dandim 0727 Karanganyar, Letnan Kolonel Infantri CZI Santy Karsa Tarigan, SE selaku Ketua Bulan Dana PMI Karanganyar, mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini untuk pencapaian bulan dana PMI yang nantinya digunakan untuk kemanusiaan.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

Read More
KOM_6851

Peran Vital Ketua RT/RW

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan insentif kepada Ketua RT/RW Kecamatan Tawangmangu didampingi Wakil Bupati (20/5)

Karanganyar, 21 Mei 2017

Sebagai wujud perhatian dan penghargaan terhadap peran vitalnya Pemerintah memberikan insentif kepada Ketua RT/RW di Kabupaten Karanganyar.

Sabtu malam (20/5) Bupati Karanganyar menyampaikan pembinaan sekaligus insentif bagi Ketua RT/RW se Kecamatan Tawangmangu bertempat di Balai Desa Karanglo, sedangkan untuk Kecamatan Karanganyar dilaksanakan pada Minggu malam (21/5) di Balai Kelurahan Bejen.

Sejumlah 347 Ketua RT dan 100 Ketua RW Kecamatan Tawangmangu hadir dan menerima pembinaan serta insentif masing-masing Rp.1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dipotong pajak penghasilan (PPh) 6%, sedangkan di  Kecamatan Karanganyar diberikan insentif bagi 500 Ketua RT dan 162 Ketua RW.

Dalam sambutannya Juliyatmono menghimbau karena peran Ketua RT/RW sangat vital maka Pemerintah mohon dukungannya supaya ikut menciptakan kerukunan di lingkungan masing-masing serta terus menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

“Ketua RT/RW mohon dukungannya supaya guyub, rukun, yang paling pokok saat ini Ssupaya Pancasila dikuati lagi sehingga negara Indonesia ini yang terdiri dari bermacam suku, etnik, agama terus dijaga. Penjaga yang paling depan itu adalah Ketua RT/RW,” kata Juliyatmono.

Kerja bakti, pertemuan rutin di tiap-tiap RT harus terus digalakkan karena ini merupakan wujud dan bagian dari kerukunan.

Pemerintah Kabupaten terus akan  berupaya supaya pembangunan merata, semua jalan bagus. Tahun ini program Kabupaten adalah “Karanganyar Maju dan Sejahtera”. Bertepatan dengan hari jadi yang 100 tahun, diharapkan semua rumah memiliki jamban dan layak huni. Pemerintah menyediakan anggaran 12 miliar untuk hal ini.

Yang menjadi cita-cita kita bersama adalah supaya Karanganyar bisa menjadi daerah tujuan pendidikan, daya tarik wisata dan lain-lain. Untuk itu pemerintah berupaya akan membangun Perguruan Tinggi yang besar di Karanganyar dan menggarap Ngargoyoso supaya menjadi daya tarik wisata kelas dunia.

Di samping itu disampaikan pula bahwa Selasa, 23 Mei 2017 Desa Karanglo akan maju dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah, sehingga mohon dukungannya supaya bisa menang dan maju tingkat Nasional.

Mengenai masalah pendidikan Juliyatmono tetap berkomitmen untuk tetap mengusahakan sekolah gratis bagi SD – SMA/SMK meskipun sekarang ini SMA/SMK menjadi kewenangan Provinsi. Sebagai wujud perhatian akan ada hadiah bagi anak-anak sekolah yang berprestasi. Yang mendapatkan nilai 100 pada Ujian Nasional untuk mata pelajaran Matematika SD akan diberi hadiah Rp.100.000, sedangkan yang bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri akan mendapatlkan bantuan Rp.2.500.000.

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan juga keberhasilan pembangunan selama kepemimpinan Juliyatmono dan Rohadi Widodo oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Disampaikan bahwa Karanganyar sudah mendapatkan 3 kali opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK dan Predikat Kabupaten yang terbaik kedua tingkat nasional.  Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
KOM_6780 37

Germas Kunci Sukses UHH Karanganyar Meningkat

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo mengikuti senam Gemu Fa Mi Re bersama peserta senam SSI di Alun-Alun Karanganyar, Sabtu Pagi (20/5)

Karanganyar, Sabtu 20/5/2017

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo beserta Sekda Karanganyar dan Kepala OPD hadiri peringatan Hari Lansia Ke-22 Tahun 2017 Kabupaten Karanganyar di Alun-Alun Karanganyar, Sabtu Pagi (20/5). Dalam acara tersebut sekaligus dicanangkan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat) dan Gebyar Prolanis.

Kurang lebih 1200 peserta lansia yang tergabung dalam SSI (Senam Sehat Indonesia) di masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar tampak antusias mengikuti apel sekaligus senam bersama Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengajak kepada lansia untuk senantiasa berkontribusi produktif, dimana usia sudah tidak menjadi kendala lagi. Ini dibuktikan dengan Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Karanganyar makin tahun meningkat mencapai rata-rata 72,9 tahun.

“Hidup sehat itu mudah yaitu dengan menggerakkan tubuh dan selalu senyum selain itu rajin mengkonsumsi sayuran”, kata Juliyatmono

Ditambahkan lebih lanjut Juliyatmono mengatakan Kabupaten Karanganyar sebagai Kabupaten Peduli Lansia telah berupaya maksimal dalam memberikan perhatian kepada Lansia. Program-program seperti posyandu lansia, senam lansia, pendampingan rohani dan pemberian jatah hidup adalah salah satu dari sekian program yang telah dijalankan. Atas perhatian yang luar biasa ini kepada lansia, Menteri Sosial RI memberikan penghargaan kepada Bupati Karanganyar sebagai Pejabat yang peduli terhadap lansia pada tahun 2016 lalu.

Sementara itu Iskandar Ketua Panitia peringatan  Hari Lansia Ke-22 melaporkan bahwa acara ini terselenggara atas kerjasama antara Pemkab Karanganyar dalam hal ini Dinas Sosial beserta BPJS Karanganyar, Barada SSI Karanganyar dan Formi Karanganyar. Selain apel dan senam bersama, pada hari ini juga diadakan acara gebyar Prolanis oleh BPJS Karanganyar yang bertujuan untuk mengajak warga Karanganyar berperilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin memeriksakan kesehatan secara periodik. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
DSC_0151

Introduksi Imunisasi Measles Rubella, Bupati : Karanganyar Potensi Menolak Vaksin, Dinkes dan MUI Harus Gencar Sosialisasikan ke Masyarakat

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka acara Sosialisasi dan Advokasi Vaksin Measles Rubella di Aula Rumdin Wabup Karanganyar, Senin (16/5).

Karanganyar, Selasa 16 Mei 2017

Beberapa daerah di wilayah Karanganyar karena pemahaman keyakinan sebagian warga dan kurangnya sosialisasi ke masyarakat mengenai vaksin, menyebabkan Karanganyar berpotensi menolak imunisasi.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada kegiatan kebijakan kampanye dan introduksi imunisasi measles rubella, Senin (16/5/2017) di aula Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Penolakan orang tua terhadap pemberian vaksin masih terjadi di Karanganyar, seperti di Ngargoyoso, Tawangmangu. Untuk menekan penolakan tersebut, Bupati meminta Dinkes dan MUI untuk bersinergi menyosialisasikan kepada masyarakat.

“Sosialisasi harus dilakukan secara terus menerus dan sinergi semua pihak untuk menyakinkan kepada warga , karena pemberian vaksin ini untuk menyelamatkan nyawa,”tandasnya.

Bupati mengatakan, merupakan tugas semua pihak baik Pemerintah melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk dapat menyampaikan secara gamblang mengenai kandungan vaksin, dampak maupun manfaatnya. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan keragu-raguan warga terhadap pemberian vaksin.

“Pemerintah jangan masa bodah, ini tugas kita semua untuk menyakinkan warga. Kita berbicara dhorurot, daruratnya untuk menyelamatkan nyawa. Mari lakukan gerakan serentak semua pihak, agar warga masyarakat selamat karena apa yang dilakukan pemerintah untuk melindungi warga masyarakat, karena fungsi vaksin sendiri adalah upaya pencegahan dari berbagai penyakit  yang telah melalui penelitian, uji coba, jalur yang benar/legal untuk menyelamatkan jiwa,”ajaknya.

Sementara itu dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Karanganyar, Zuhaid, Lc, M.Ud mengatakan Islam sangat mendorong pemeluknya untuk senantiasa menjaga kesehatan. Dalam prakteknya, hal tersebut bisa dilakukan melalui upaya preventif, agar tidak terkena penyakit dan berobat manakala sakit.

Disampaikannya, Komisi Fatwa MUI Pusat, Tanggal 23 Januari 2016 di Bogor, memutuskan/menetapkan kembali bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Ditambahkannya, vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram, tidak dibolehkan kecuali pada kondisi darurat (keterpaksaan jika tidak dilakukan mengancam jiwa) atau hajat (keterdesakan, jika tidak dilakukan dikhawatirkan menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang atau belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci dan ada keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.

“Seandainya seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen hingga mengancam jiwa berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

“imunisasi tidak boleh dilakukan jika berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dapat dipercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan,”imbuhnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Tjujuk Heru Kusumo menyampaikan  kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) dalam rangka meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat, memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan campak dan rubella serta menurunkan angka kejadian CRS.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

 

Read More
KOM_6150

Tetap Jiwai PANCASILA

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berbaju putih) menyerahkan insentif kepada Ketua RT/RW se Kecamatan Mojogedang didampingi Asisten Pemerintahan (berbaju batik ungu) Selasa malam (9/5)

Karanganyar, 10 Mei 2017

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada saat menyampaikan sambutan pada acara pembinaan dan penyerahan insentif bagi Ketua RT/RW se wilayah Kecamatan Mojogedang Selasa malam (9/5) di Balai Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang. Ikut hadir pada acara tersebut Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Forkompinca serta Kepala Desa dan Bendahara Desa yang ada di wilayah Kecamatan Mojogedang.

Dalam sambutannya Juliyatmono menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar menghargai dan memperhatikan peran penting dan kerja keras Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Mojogedang dalam membantu jalannya pemerintahan di Kabupaten Karanganyar. Untuk itu pada malam tersebut Bupati Karanganyar menyerahkan insentif secara simbolis kepada Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Mojogedang. Pemberian insentif ini diharapkan akan menggairahkan Ketua RT/RW untuk melayani warganya dengan lebih baik. Sejumlah 467 Ketua RT dan 159 Ketua RW menerima insentif berupa uang sejumlah Rp. 1.500.000,- dipotong pajak penghasilan (PPh) 6 %.

Disampaikan pula oleh Bupati Karanganyar bahwa saat ini jalan-jalan di Kabupaten Karanganyar sudah bagus sehingga bisa menjadi daya pikat bagi orang luar Karanganyar untuk datang berkunjung ke Kabupaten Karanganyar. Tidak hanya untuk rekreasi karena memang pesona Kabupaten Karanganyar yang lain dari yang lain dibandingkan wilayah se Solo Raya tetapi juga untuk membeli produk-produk dari sini yang merupakan penghasil hasil bumi yaitu buah dan sayur yang bermutu.

Juliyatmono mengingatkan supaya kita semua, terutama Ketua RT/RW terus menjiwai Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Setiap sila dari Pancasila harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya supaya kehidupan kita semakin baik.

“Saya hanya titip, Ketua RT/RW supaya Pancasila kembali digiatkan karena dasar hidup kita di Indonesia ini adalah Pancasila. Setiap apa yang dilakukan agar menjiwai nilai-nilai Pancasila,” harap Juliyatmono.

“Semua hidup rukun, tidak perlu menilai orang lain. Biar Tuhan yang menilai kita masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut Juliyatmono mengharapkan supaya kerja bakti, gotong royong terus digiatkan agar  lingkungan bersih. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) supaya kita wujudkan bersama.

Sementara itu Plh. Camat Mojogedang, Murdatmo melaporkan bahwa capaian pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kecamatan Mojogedang adalah 98%, sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah terlaksana 30%.  Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
web

Bupati Karanganyar Tutup Seman Widjojo Cup ke XV

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Seman Widjojo saat menyerahkan Piala Bergilir Seman Widjojo Cup ke XV kepada Juara Pertama, tim dari Surabaya.

Karanganyar, Minggu (07/04/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menutup secara resmi turnamen tenis lapangan Seman Widjojo Cup ke XV, setelah babak final antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melawan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, (07/05) sore.

“Kami sebagai tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada tim-tim yang datang dari berbagai kota, dan mengucapkan selamat kepada juara. Lomba ini juga dapat mengasah kemampuan tenis untuk mengikuti kejuaraan lain,” kata Bupati Karanganyar.

Sebagai informasi, Seman Widjojo Cup ke XV Tahun 2017 berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (06-07/05). Diikuti sebanyak 32 perserta yang berasal dari Kota dan instansi pemerintah. Sedangkan tempat lomba terbagi menjadi lima tempat, yakni, lapangan tenis Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, GOR Raden Mas Said (lapangan indoor dan outdoor), dan di BPBD Kabupaten Karanganyar.

“Turnamen ini tidak hanya sekedar lomba, namun lebih penting lagi untuk silaturahmi. Ada yang datang dari Lampung, Bandung, Surabaya, Temanggung, dan Semarang,” kata Seman Widjojo.

“Hasil dari lomba tenis dengan memakai sistem gugur itu, sebagai juara pertama Pemprov Jawa Timur, berhak mendapatkan piala bergilir, piala kejuaraan dan hadiah uang Rp. 15 juta,” kata Ketua Panitia Agus Cipto Waluyo.

Juara 2, Pemprov Jawa Barat mendapat piala dan uang Rp.12 juta, juara 3, Piala dan uang Rp. 10 juta untuk Unes EPPCS Semarang, dan 4 Karanganyar mendapat piala dan uang Rp. 8 juta.

Tahun depan,penyelenggaraan tenis tersebut akan dilombakan di Jawa Barat. Bupati Karanganyar juga menginformasikan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 100 pada tahun 2017, akan mengadakan lomba tenis lapangan dengan hadiah puluhan juta rupiah.(pd)

Read More