Category: Kesehatan & Olahraga

WhatsApp Image 2017-12-27 at 9.17.12 AM (1)

Tiga Atlet Lolos Porprov 2018

 

SEMANGAT : Bupati Karanganyar, Juliyatmono ‘membakar’ semangat peserta Kejurkab Piala Bupati untuk memberikan yang terbaik.

KARANGANYAR – Selasa, 28 Desember 2017

Tiga Atlet Bulutangkis Karanganyar lolos Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) 2018 Di Surakarta. Tiga atlet kebanggaan warga Karangany     ar itu adalah Tunggal Putra, Dinar Topik, Tunggal Putri Intan Dewi, dan ganda putri Aida Arum dan Intan Dewi.  Mereka bisa membawa pulang Emas kejuaraan yang akan digelar Oktober 2018 mendatang.

 

“Kami berharap atlet bulutangkis dari Karanganyar bisa memberikan yang terbaik.  Yakni membawa pulang emas untuk Karanganyar,” papar Gunawan, panitia Kejurkab PBSI Karanganyar Piala Bupati di Gor Nyi Ageng Karang Selasa (26/12) di saat pembukaan kejuaraan dihadapan Bupati Karanganyar.

Gunawan menambahkan Kejurkab piala Bupati tersebut akan berlangsung 26-29 Desember 2017. Serta diikuti delapan Club Bulutangkis di Karanganyar. Rincinya terdiri dari 142 atlet laki-laki dan 28 atlet perempuan. Selain itu, peserta juga ada kelompok veteran. “Dalam memperingati hari ibu. Ada atlet dari ibu-ibu sebanyak 24 peserta,” beber Gunawan.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan kejuaraan diharapkan akan memunculkan atlet-atlet bulutangkis yang hebat.  Atlet yang mampu membawa harum Karanganyar. Ajang juga diharapkan mampu mencari atlet-atlet baru yang mempunyai potensi handal. “Silahkan kejuraan ini diikuti dengan baik. Saya yakin akan banyak alet Bulutangkis yang hebat dan handal akan lahir melalui event seperti ini,” (hr)

Read More
web (2) (1)

Pengendalian Penduduk, Balong Jadi Kampung KB

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan bantuan untuk peserta KB MKJP MOP.

Karanganyar, Rabu (13/12/2017)

Desa Balong, Kecamatan Jenawi dicanangkan menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB) kategori padat penduduk oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Selasa (12/12) di halaman Kantor Kecamatan Jenawi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Karanganyar, Any Indrihastuti, mengatakan dipilihnya Desa Balong menjadi Kampung KB karena peserta akseptor KB terbanyak.

“Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Metode Opreasi Pria (MOP) se Kabupaten Karanganyar terbanyak di wilayah Jenawi. Kami juara satu se-Jawa Tengah KB MOP,” kata Any Indrihastuti, disela-sela acara.

Data pelaksanaan KB MOP di Kabupaten Karanganyar, menurutnya, sebanyak 266 di tahun, 2016. Jumlah itu menurun dibandingkan di tahun 2017 sebanyak 186 orang.

“Tadi (hari itu) ada operasi MOP 22 orang, dan rata-rata yang ikut MOP sudah tua, namun di Jumantono ada yang usia muda. Untuk operasi, ditanggani oleh dokter yang ahli tentang itu,” katanya.

Any juga optimis, capaian KB MOP sampai akhir tahun ini bisa mencapai 200 orang. Pemkab Karanganyar juga menyiapkan bantuan dana Rp. 1,5 juta untuk setiap akseptor.

“Syarat ikut MOP yakni anak minimal dua, umur anak terakhir minimal tiga tahun dan ber KTP Karanganyar,” katanya.

Kabupaten Karanganyar sampai saat ini telah memiliki 29 Kampung KB . Jumlah itu melebihi target dari Pemerintah Pusat, yakni satu kecamatan satu Kampung KB. Namun di Kabupaten Karanganyar, terdapat satu Kecamatan memiliki satu atau dua Kampung KB.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan pengendalian penduduk seperti ikut KB menjadi keharusan untuk ditaati, sebab jika tidak maka akan terjadi ledakan penduduk.

“Ikut KB dapat mensejahterakan keluarga. Keluarga yang bahagia,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.(pd)

Read More
DSC_0803

591 Kader Posyandu se Kecamatan Tasikmadu Ikuti Pembinaan

Sejumlah 591 Kader Posyandu dari 10 Desa se Kecamatan Tasikmadu mengikuti pembinaan langsung oleh Bupati di Balai Desa Suruh Tasikmadu, Senin (11/12) pagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar- Senin 11 Desember 2017

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pengarahan dan pembinaan kepada 591 Kader Posyandu se Kecamatan Tasikmadu pada Senin (11/12) di Balai Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu.

Dalam sambutannya, Juliyatmono menyampaikan terdapat tiga tugas seorang ibu yang tidak bisa tergantikan, yaitu mengadung, melahirkan, dan menyusui. Sebab ketiga hal tersebutlah Tuhan menetapkan doa ibu yag paling dikabulkan.

Juliyatmono juga berpesan kepada Kader Posyandu untuk bekerja dengan guyup rukun, serta terus semangat untuk membuat masyarakat Karanganyar sehat.

“Saya berharap untuk terus sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), stop buang air besar sembarangan (BABS) karena kotorannya akan meresap kedalam tanah dan air bersih sekalipun, namun kandungan ekolinnya banyak. Hal tersebut yang akan memberikan dampak negatif pada kesehatan, teruatama anak-anak” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Tasikmadu, Suparwoto dalam laporannya mengatakan kegiatan pembinaan ini dilakukan dalam rangka memantapkan program Bupati yang ketiga, yaitu Pendidikan gratis SD/SMP/SMA dan kesehatan gratis.

“Kader posyandu tidak semata-mata sebagai kader posyandu, melainkan sebagai kader pembangunan. Kader posyandu Desa Suruh akan maju lomba  tingkat Jawa Tengah, kita doakan semoga bisa meraih prestasi” jelas Suparwoto.

Demikia Diskominfo (idh/ppt)

Read More
WEB (2)

Karanganyar Peringati Hari AIDS

Senam bersama Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo untuk menyehatkan badan dan komitmen bersama pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (05/12/2017)

Kabupaten Karanganyar memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2017 dengan mengadakan senam sehat dan pemeriksaan Voluntary Conseling and Testing (VCT) di Waduk Gondang, Kecamatan Kerjo, Selasa (05/12) pagi.

Pada kegiatan itu tampak hadir Wakil Bupati, Rohadi Widodo didampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Forkopimda Kabupaten Karanganyar.

Seusai senam, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan tes VCT ini penting, jangan sampai tertular atau meninggalkan HIV/AIDS, apalagi orang yang terkena dapat diketahui setelah enam tahun.

“Dari test itu berasal dari semua kalangan. Jika hasilnya negatif maka di pertahankan, namun jika sudah terkena (positif) maka dijaga kesehatan dengan minum Antiretroviral (ARV) untukk memperlambat pertumbuhan virus,” kata Rohadi Widodo.

Kalau sudah terkena HIV/AIDS maka sistem kekebalan tubuh menjadi menurun hingga sampai stadium paling akut. Maka dengan itu, Wakil Bupati mengajak semua pihak untuk menjaga kesehatan.

“Ada anak umur 14 tahun yang sudah terkena AIDS, kemungkinan sudah terkena dari umur 8 tahun. Adapula penularan dari tiga orang yang masih satu garis keturunan,” kata Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga mengajak kepada masyarakat jangan mengucilkan penderita. Sebab ada penyebab orang terkena AIDS, yakni berhubungan seksual bukan pasangan, dari jarum suntik dan dari Air Susu Ibu (jika Ibu itu sudah terkena HIV/AIDS), dan produk darah dan organ tubuh.

“Kalau hanya salaman saja itu tidak bisa menyebarkan. Ciri fisik seseorang terkena tidak bisa diketahui. Hanya bisa diketahu melalui pemeriksaan darah di laboratorium,” katanya.

Rohadi Widodo juga mengajak untuk mencegah HIV dengan cara tidak melakukan hubungan seks beresiko, tidak berbagi jarum suntik, skrining darah donor dan organ tubuh, mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, dan menrapkan kewaspadaan standar (pada tenaga kesehatan).

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar, Jatmiko, mengatakan tujuan memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) ini penyebarluasan informasi tentang bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat dalam rangka mencegah penyebarannya dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

“Kita juga ingin meningkatkan dan kepedulian generasi muda terhadap HIV AIDS sebagai wujud untuk mengakhiri penyakit itu pada tahun 2030,” kata Jatmiko.(pd)  

Read More

Bupati Karanganyar Ajak Anak Konsumsi Protein

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat tebar ikan lele

Karanganyar, Jumat (01/12/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengajak anak-anak untuk mengkonsumsi protein hewani dan nabati, agar tubuh menjadi kuat dan cerdas di masa datang.

Hal tersebut dikatakan Bupati saat kegiatan Gerakan Konsumsi Protein Hewani yang diadakan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Kamis (30/11) di Waduk Kricikan, Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo.

“Untuk orang tua dibiasakan anak minum susu dan diberi makanan. Guru anak didik juga ikut mendukung gerakan ini, supaya mereka semakin cerdas,” kata Bupati Karanganyar.

Gerakan Konsumsi Protein Hewani ini ditandai dengan tebar ikan lele sebanyak 1.647 kilogram. Selain itu gerakan minum susu dengan sasaran 400 anak dari PAUD, SD/MI di wilayah setempat.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan agar membiasakan anak-anak diberi makanan yang bergizi, utamanya sebelum dua tahun diberi Air Susu Ibu (ASI) karena itu paling menyehatkan dan anak-anak mempunyai daya tahan tubuh kuat dan mencerdaskan.

“Setelah itu bisa diberi susu sapi perah atau kambing etawa, atau produk susu, selain itu juga diberi protein nabati dan hewani,” katanya.

Seusai menebar ikan, Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menjajal perahu bebek yang disediakan di tempat wisata tersebut.(pd)

Read More
WEB

Cek Kesehatan Bagi Masyarakat Terdampak Sampah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menemui masyarakat terdampak sampah di Desa Sulurejo, Kecamatan Gondangrejo.

Karanganyar, Jumat (01/12/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Sulurejo, Kecamatan Gondangrejo  yang terdampak sampah berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sekitar mereka tinggal, Kamis (30/11) pagi, di salah satu rumah warga.

“Pemeriksaan gratis ini untuk 200 orang, dari dua dusun. Tak hanya itu saja, bagi yang mempunyai Kartu Karanganyar Sehat, jika periksa di puskesmas bisa gratis,” kata Camat Gondangrejo, Junaidi Purwanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar, Edi Yusworo, mengatakan sebagai kegiatan ini sebagai rangkaian Hari Jadi ke 100 Kabupaten Karanganyar.

“Ada bhakti sosial disini, juga donor darah di Kecamatan Jumantono, pemeriksaan bagi petugas sampah, dan tebar ikan di Waduk Kricikan,” kata Edi Yusworo.

Setelah dilakukan pemeriksaan ini, lanjut Edi, secara klinis ada rekomendasi yang akan disampaikan kepada Bupati Karanganyar untuk ditindak lanjuti lebih lanjut.

“Jika ditemukan masih sehat tetap dipertahankan kesehatan, jika ditemukan mengidap penyakit akan di rujuk di layanan kesehatan yang lebih tinggi,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan volume sampah di sini banyak sekali, maka Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat rutin untuk cek kesehatan, penyakit apa saja yang diderita masyarakat terdampak.

“Misalnya saja, Bapak atau Ibu merasakan sesak nafas, pusing, mual bisa segera periksa kesehatan. Bisa di Puskesmas atau petugas kesehatan desa,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga menjelaskan di sekitar sini juga banyak kandungan ekoli yang menyebabkan kurang sehat. Namun, Bupati berjanji sebentar lagi akan dibuat sumur artesis yang dalam agar terhindar dari bakteri ekoli.

“Minimal disini ada dua sumur dalam, yang menghasilkan air bersih, mengalir lancar,” katanya.(pd)

Read More
web

Trabas Hari Jadi Karanganyar, 2000 Crosser Jajal Trek 60 KM

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Forkopimda, dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut Trabas Trail Hari Jadi Satu Abad Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Senin (20/11/2017)

Sebanyak 2000 crosser dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta, ikut  Trabas Trail Hari Jadi ke 100 Kabupaten Karanganyar, Minggu (19/11) di Lapangan Bangsri, Kecamatan Karangpandan.

Diantara crosser-crosser itu, ada Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Forkopimda, dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Jarak 60 Kilometer harus ditempuh dengan melewati 35 tanjakan ekstrim maupun ringan. Mayoritas, jalur yang dilalui berbatu dan tanah lumpur, melewati aliran sungai.

Bahkan, mulai dari titik start di Lapangan Bangsri rintangan mulai ada, berupa tanjakan setinggi dua meter, namun mempunyai sudut kemiringan cukup ektrim.

Alhasil, banyak peserta yang kesulitan naik tanjakan itu. Ada pula yang jatuh terpeleset, ada juga yang masuk ke sawah. Lumpur pun berterbangan karena roda berputar cepat.

Tahun ini, Trabas Trail Satu Abad Kabupaten Karanganyar di mulai dari Lapangan Bangsri, Kecamatan Karangpandan, lalu melewati Desa Delingan, Desa Gedong. Masuk ke kawasan hutan Bromo, Kawasan Alas Karet, lalu ke Desa Tohkuning dan finish di Lapangan Bangsri.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan sambutan mengatakan selamat datang di Kabupaten Karanganyar dan mencoba jalur trek trabas yang memacu adrenalin.

“Tahun depan semoga bisa pecah rekor untuk peserta trabas trail terbanyak di Indonesia. Kabupaten Karanganyar mempunyai panorama alam yang indah, banyak medan sulit yang semakin menantang,” kata Bupati Karanganyar.

Trabas Trail merupakan olahraga yang mempunyai adrenalin tinggi, sensasional dan menambah pertumbuhan ekonomi, khususnya otomotif.

“Kita junjung tinggi sportivitas, pertemanan dan mempererat antar komunitas trail,” kata Bupati.

Panitia juga menyediakan utama motor matik dan panggung hiburan  dengan penyanyi terkenal di titik start.(pd)

Read More
web

Bupati Karanganyar Ajak Kader Posyandu Terlibat Germas

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan jasa kader posyandu Kecamatan Tasikmadu.

Karanganyar, Selasa (14/11/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengajak kader posyandu untuk terlibat dalam program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Karanganyar, agar kesehatan lingkungan dan kebugaran tubuh terjaga.

Hal tersebut dikatakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat senam bersama ratusan kader posyandu se Kecamatan Tasikmadu, di Lapangan Desa Suruh, Selasa (14/11) pagi.

“Kabupaten Karanganyar sudah dinyatakan sukses Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS). Provinsi Jawa Tengah dan Pusat sudah mengakui kita sebagai bagian kecil Kabupaten di Indonesia pola hidupnya sehat,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati meminta kepada kader posyandu, kalau masih ada yang BABS tolong ditegur, jangan buang air besar sembarangan, ajak mereka berperilaku hidup sehat.

“Kader posyandu juga diminta untuk mengajak masyarakat  memiliki jamban sehat. Saya juga meminta agar mengiatkan perilaku hidup, seperti senam pagi, mengkonsumsi sayur dan buah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan insentif jasa kader posyandu untuk bulan Juli-September 2017 sebanyak 531 orang, dari 10 desa.

Selain Kecamatan Tasikmadu, juga diserahkan jasa kader posyandu di 17 Kecamatan se Kabupaten Karanganyar di hari yang berbeda seusai senam bersama.(pd)

Read More
web

Kabupaten Karanganyar Deklarasi Stop BABS

Kabupaten Karanganyar mendeklarasikan sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Tuntas Akses Sanitasi Menyeluruh.

Karanganyar, Senin (13/112017)

Kabupaten Karanganyar mendeklarasikan sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Tuntas Akses Sanitasi Menyeluruh, dengan di tandai pembacaan komitmen dan tanda tangan bersama para pemangku kepentingan.

Deklarasi yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu (12/11),  juga mengundang Duta Sanitasi, Ike Nurjanah. Ike sangat senang dengan adanya komitmen bersama tersebut.

“Kesadaran perilaku itu penting, dan ketersediaan fasilitas bagus, tapi juga harus terawat. Jangan sampai tidak terawat. ,” kata Ike Nurjanah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar mengatakan data dari Dinas Kesehatan tahun 2017 sudah tidak keluarga ada perilaku BABS di Kabupaten Karanganyar. Akses layak sudah mencapai 93,48 persen.

“Perlu bantuan yang terus dilakukan jambanisasi untuk 6.947 KK dan sisanya kategori mampu akan membangun sendiri,” kata Samsi.

Samsi juga menjelaskan, ini akan menjadi bagian sasaran sanitasi menyeluruh. Tahun 2017 ini Pemkab Karanganyar menganggarkan Rp. 9 Miliar untuk jambanisasi dan dukungan dari Desa, CSR, Baznas Karanganyar.

“Setelah Stop BABS dan Tuntas Akses, perlu ditindak lanjuti penyedotan tinja agar masyarakat dapat melakukan penyedotan tinja setiap tiga, empat tahun sekali,” kata Samsi.

Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis Kartu Sanitasi (KARSA) kepada empat Kepala Keluarga. Pemegang kartu itu berhak mendapat layanan sedot tinja gratis satu kali.

“Ini baru diterbitkan 2000 kartu KARSA untuk warga Kabupaten Karanganyar,” kata Samsi.

Ditempat yang sama Koordinator USDP, Mees Van Krimpen mengatakan mewakili seluruh tim dari UNDP mengucapkan selamat untuk Kabupaten Karanganyar, atas pencapaian yang penting ini, tentu dapat berbangga karena menjadi salah satu yang terdepan soal sanitasi.

“Pemerintah Daerah tidak bisa mencapai akses sanitasi universal hanya bekerja sendiri, namun butuh kerja sama dengan berbagai pihak di sektor sanitasi untuk mencapai tujuan bersama ini,” katanya.

“Kami sangat senang dengan segenap Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan pihak-pihak yang berperan dalam program ini. Karanganyar salah satu Kabupaten/Kota perintis dalam program USDP,” kata Mees Van Krimpen.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan setahun lalu telah disepakati bersama untuk tuntas sanitasi dalam satu tahun, dan ternyata bisa mencapai sasaran tersebut.

“Tinggal beberapa fisik  dan diselesaikan di tahun 2018. Kades, PKK, Dharma Wanita diperbaiki perlaku masyarakat. Cek saluran sanitasi, bagus apa tidak. Kebersihan lingkungan di jaga,” kata Bupati Karanganyar.

Bupati juga menjelaskan bicara universal akses, sanitasi, sebenarnya sederhana namun ini bicara masa depan.

“Untuk sedot tinja dari rumah ke rumah, kantor-kantor juga termasuk agar tuntas sanitasi,” katanya.(pd)

Read More
DSC_3332

KADISPARPORA : MEMAJUKAN OLAHRAGA KARANGANYAR MELALUI SARPRAS

DISPARPORA dan para Stakeholder sedang rapat untuk memajukan keolahragaan Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar – 24 Oktober 2017

Dinas Priwisata Pemuda dan Olahraga (DISPARPORA) Kabupaten Karanganyar beserta Stakeholder bidang keolahragaan, Senin Siang (24/10) mengadakan Rapat Koordinasi dan Sinkrosnisasi Kebijakan Pembangunan Olahraga di Hotel Pondok Sari 1 Tawangmangu.

Acara tersebut dihadiri oleh 50 peserta yang berlangsung selama dua hari terhitung dari tanggal 24 – 25 Oktober 2017.

Dalam sambutannya, Kepala DISPARPORA mengatakan prestasi olahraga di Indonesia dalam skala regional maupun nasional belum memunculkan prestasi yang membanggakan.

Adapun faktor yang menghambat diantaranya adalah komunikasi, dumber daya, visi dan misi, pendanaan, rekruitmen dan lain-lain.

“Demi memajukan olahraga seluruh stakeholder harus menyatukan visi dan misi serta menyatukan sinergi”, ujar Titis.

Untuk menunjang kemajuan olahraga di Kabupaten Karanganyar, perlu dibangun sarana dan prasarana yang memadai, baik itu sarana olahraga ditempat umum maupun sarana di sekolah-sekolah.

Apabila sarana dan prasarana sudah dibangun, maka pemerintah yakin akan ada bibit-bibit baru yang akan membawa nama Karanganyar menjadi lebih harum lagi, seperti atlit bulutangkis asal Karanganyar Ribkha Sugiyarto yang menjadi juara ke dua dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior di Yogyakarta.

Demikian KOMINFO (mdz/ppt/ygi)

Read More