PASAR JUMAT: Pemkab Tambah 93 Tenda

Pemkab Karanganyar menambah 93 tenda yang digunakan para pedagang di Pasar Jumat. Pasalnya, animo pedagang untuk berjualan cukup tinggi.

Pasar Jumat merupakan pasar wisata yang digelar setiap hari Jumat di sepanjang Jl Raya Lawu mulai gedung olahraga (GOR) Mini Nyi Ageng Serang hingga depan Alun-Alun Karanganyar. Pasar tersebut dipenuhi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar berbagai barang dagangan. Pasar Jumat digelar mulai pukul 06.00 WIB-14.00 WIB.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, mengatakan Pemkab Karanganyar tetap berkomitmen memfasilitasi para pedagang yang berminat berjualan di Pasar Jumat. Pasalnya, dengan adanya pasar itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pedagang yang berminat berjualan di Pasar Jumat harus mendaftar dahulu ke instansi terkait. Saat ini, jumlah tenda di Pasar Jumat sebanyak 243 buah ditambah 93 buah sehingga total tenda menjadi 336 buah.  “Pasar Jumat menjadi wisata belanja dari seluruh kalangan masyarakat. Mudah-mudahan dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Jumat (13/7/2012).

Menurutnya, pihaknya tetap mengelola dan menata tenda para pedagang agar terlihat teratur dan rapi. Pedagang dilarang berjualan di luar tenda karena dapat menimbulkan kesemrawutan di sekitar pasar.

Sementara seorang pedagang, Suparno, mendukung penambahan fasilitas berupa tenda dari Pemkab Karanganyar. Tenda tersebut senilai Rp2 juta yang dibayar secara kredit setiap bulan selama dua tahun. “Angsurannya tidak sampai Rp100.000/bulan, kami berterima kasih kepada Pemkab Karanganyar yang telah memfasilitasi tenda,” ungkapnya.

Read More

Fly Over Palur Segera Dibangun

Kesemrawutan jalan di pertigaan Palur sudah sangat meresahkan. Jalan yang menghubungkan Karanganyar, Solo, dan Sragen ini sering macet, apalagi dengan adanya perlintasan Kereta Api (KA) di jalur tersebut.
Arus lalu lintas yang semrawut tersebut rencananya akan disiasati dengan pembangunan fly over. Proyek yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 100 miliar tersebut kabarnya telah disetujui oleh pemerintah pusat. Proyek tersebut direncanakan dimulai pada pertengahan tahun ini.
Hal ini juga mendapatkan perhatian dari Satlantas Polres Karanganyar. Rencananya akan ada empat unit kamera closed circuit television (CCTV)  yang akan dipasang di perlintasan kereta api (KA) Palur. Kasat Lantas Polres Karanganyar,  AKP  Aidil Fitri Syah menyatakan bahwa pihaknya telah menentukan titik yang akan dipasang CCTV.
Menurutnya, prioritas pemasangan tersebut dilakukan untuk memantau arus lalu lintas di kawasan tersebut. Ia menjelaskan jika terjadi kemacetan, maka polisi bisa dapat segera bertindak untuk memperlancar arus kendaraan di kawasan itu. Aparat kepolisian juga disiagakan di daerah tersebut setiap pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB.
“Sambil kita menunggu realisasi fly over, kami akan mengatur lalu lintas dengan pemasangan CCTV tersebut. Semoga saja arus lalu lintas juga menjadi lebih lancar nantinya,” jelas AKP Aidil.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, masih menunggu kepastian terkait kucuran dana pembangunan fly over dari pemerintah pusat. “Kami terus lakukan koordinasi. Rencana bulan Juli nanti sudah dilakukan pengukuran lahan,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Priharyanto.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

Car Free Day Karanganyar Mulai 3 Juni

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar  memastikan akan mengadakan Car Free Day (CFD) pada, Minggu (3/6). Acara yang akan dipusatkan di daerah Papahan tersebut akan dilaksanakan mulai pukul 05.00 – 09.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto mengatakan saat CFD nanti pada hari tersebut, Jalan Lawu hingga daerah depan rumah dinas Bupati akan bebas dari kendaraan bermotor.

Sementara Bupati Karanganyar, Rina Iriani, menyatakan bahwa pelaksanaan CFD di Karanganyar mendapat respons yang baik dari berbagai pihak. “CFD ini sudah ditunggu oleh masyarakat Karanganyar, selain itu pihak Dewan juga memberikan respons positif,” ungkap Rina, Jumat (1/6).

Rina berharap penyelenggaraan CFD di Karanganyar ini akan memberikan banyak dampak positif, termasuk mengurangi pemanasan global. “Selama 4 jam area CFD tidak dilewati kendaraan bermotor, sehingga area akan lebih sejuk dan segar. Dalam area tersebut masyarakat bisa main tenis meja, senam, dan olahraga apa saja,” tambah Rina.

Rina juga berharap CFD nanti bisa berjalan lancar dan teratur, sehingga usai CFD pun area CFD tidak menjadi kotor.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM, Sundoro menyatakan sudah ada 40 pedagang siap berpartisipasi dalam CFD nanti ini. Pedagang tersebut akan ditempatkan dalam tiga titik, yaitu Alun-alun, Depan Pengadilan Negeri dan di Taman Pancasila. Pedagang yang telah mendapatkan tanda pengenal khusus dari Disperindagkop. “ Nantinya setelah pukul 09.00 WIB, sudah tidak ada lagi pedagang yang berjualan. Pedagang juga tidak diperbolehkan memakai tenda,” ungkapnya.

Read More

Seluruh PNS Diminta Turun ke Jalan

Kabupaten Karanganyar akan melakukan Launching Car Free Day (CFD), Minggu (3/6). Launching nanti dipastikan bakal dipadati oleh warga, karena semua PNS di Karanganyar di wajibkan untuk meramaikan CFD pertama di Karanganyar ini.

Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung Susanto mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya sudah menemui  seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemkab dan meminta agar para pegawainya ikut memeriahkan CFD.

Selain PNS, launching CFD rencananya bakal diikuti oleh 800 masyarakat Lanjut Usia (Lansia). Tidak hanya itu, Pemkab pun juga sudah menyiapkan empat instruktur senam yang bakal ditempatkan di empat titik terpisah sepanjang jalan bebas kendaraan tersebut.

Nunung juga mengatakan persiapan untuk launching CFD ini juga telah final. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah SKPD yang nantinya terlibat dalam pelaksanaan CFD. “Kalau persiapannya sudah 100 persen, saat ini tinggal menunggu persetujuan akhir dari Bu Bupati (Rina Iriani-red),” tandas Nunung.

Sementara, sosialisasi pelaksanaan CFD ini  jugasudah dilaksanakannya mulai dari tingkat Kecamatan hingga RT dan RW. Nunung berharap CFD perdana yang bakal dimulai pukul 05.00 hingga pukul 09.00 WIB ini dapat berlangsung meriah. Pihaknya tidak membatasi para pedagang yang ingin berjualan di sepanjang jalan yang digunakan sebagai kawasan CFD.

“Hanya saja mereka tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor, dan diperbolehkan berjualan hingga pukul 09.00 WIB saja, selanjutnya biar Satpol PP yang bertindak,” katanya.

Read More

DRPD Karanganyar Desak Pembatasan Pendirian Toko Moderen

DPRD Karanganyar mendesak agar Pemkab Karanganyar melakukan pembatasan keberadaan toko moderen yang beroperasi 24 jam. Pasalnya, dikhawatirkan dapat mematikan para pedagang pasar tradisional.

Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, mengatakan saat ini, toko modern yang beroperasi 24 jam menjamur di wilayah Bumi Intanpari. Apalagi jarak antara toko modern dengan pasar tradisional cukup dekat. Sehingga, dapat merugikan pedagang pasar tradisional. “Toko moderen yang beroperasi 24 jam harus segera ditertibkan. Kasihan para pedagang pasar tradisional yang tak bisa mengimbanginya.

Menurutnya, pendirian toko moderen tersebut segera dibatasi karena sudah menyebar di seluruh wilayah Karanganyar. Padahal sesuai Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terdapat tiga kecamatan yang menjadi zonasi pendirian toko moderen yakni Colomadu, Karanganyar dan Jaten.

Pihaknya akan memanggil instansi terkait yakni Disperindagkop Karanganyar dan BPPT Karanganyar untuk membahas permasalahan itu. “Jelas saja, kondisi ini sangat merugikan pedagang pasar tradisional. Jika dibiarkan maka seluruh pasar tradisional akan tutup karena kalah bersaing.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Karanganyar, Sundoro, menjelaskan pihaknya tengah menggodok draft peraturan bupati (perbup) tentang pendirian toko modern. Dalam draft perbup itu, jam operasional toko modern dibatasi hingga pukul 21.00 WIB setiap hari.

Pihaknya akan segera mengundang para stakeholder terutama dari pengusaha toko modern dan kalangan Dewan untuk membahas pembatasan pendirian toko modern. Intinya, Pemkab berkomitmen akan melindungi para pedagang tradisional.

“Kecuali hari Sabtu dan Minggu jam operasionalnya diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB. Kami sedang menyusun draft perbup-nya untuk membatasi pendirian toko modern,”tuturnya.

Read More

KWARRAN Gondangrejo Selenggarakan Gladian Pinru

Gerakan Pramuka Kwartir Ranting  (Kwarran) 13.16 Gondangrejo, Karanganyar menyelenggarakan Gladian Pemimimpin Regu  (Pinru), di SMP Negeri 2 Gondangrejo.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Kwarran Gondangrejo Purwanto SPd pada Sabtu kemarin pukul 15.30 WIB. Dalam amanatnya dia mengatakan generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa yang harus mulai ditanamkan jiwa kepemimpinannya sejak dini.

“Berawal dari kepemimpinan regu inilah yang kelak akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang andal,” ujar Purwanto pada rilis yang diterima.

Menurut Purwanto, gladian Pinru kali pertama dilaksanakan di Kwarran Gondangrejo setelah sukses mengadakan kegiatan Pesta Siaga Ranting pada bulan Januari yang lalu. Agenda itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan memimpin regu agar dapat dikembangkan di gugus depannya masing-masing.

Peserta Gladian Pinru ini berasal dari  Pinru/Wapinru yang berpangkalan pada Gudep Kwarran Gondangrejo sebanyak 88 anak. Mereka terdiri atas 23 anak dari SMP Negeri 1 Gondangrejo, 32 anak dari SMP Negeri 2 Gondangrejo, 15 anak dari SMP Negeri 3 Gondangrejo, 10 anak dari MTs Al Huda Gondangrejo dan 8 anak dari SMP Al Islam Gondangrejo.

Pada sela-sela kegiatan ini pula, tepatnya pada pukul 22.00 WIB diselenggarakan secara khidmat Upacara Pengukuhan Anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Gondangrejo

Read More

Pelayanan e-KTP hingga Dini Hari

Banyaknya warga yang mengantre untuk bisa melakukan rekam data e-KTP membuat Kecamatan Kebakkramat melakukan rekam data e-KTP hingga dini hari. Rekam data tersebut dilakukan pihak kecamatan hingga pukul 00.30 WIB, Kamis (10/5). Camat Kebakkramat, Sri Suboko mengatakan bahwa pihak kecamatan akan melayani semua warga yang datang untuk melakukan rekam data e-KTP.
Pihaknya sebenarnya telah menjadwalkan bahwa pelaksanaan e-KTP dilakukan mulai dari pukul 08.00-22.00 WIB. Namun karena masih banyaknya warga yang mengantre, maka proses pendataan diteruskan hingga dini hari.“ Kami tak membatasi jam pelayanan e-KTP. Dari Rabu (9/5) hingga Kamis (10/5) dini hari kami melayani sekitar 538 warga yang datang. Biasanya hanya sekitar 400-an warga per hari. Tapi hari kemarin antusias untuk melaksanakan e-KTP. Ini berkat bantuan kepala-kepala dusun,” tambah Sri.
Sri Suboko mengatakan sampai saat ini sudah ada 10.000 warga dari total seluruh warga sekitar 50.200-an warga yang melakukan e-KTP. Pihaknya berharap dari 13.000 undangan wajib e-KTP yang telah mereka sebarkan bisa direspons warganya dengan tepat waktu. Meski ia mengakui tak semua warganya bisa memenuhi undangan tersebut sesuai jadwal.
Sri juga menjelaskan warganya belum memenuhi undangan tersebut dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya karena ada yang masih dalam perantauan, sudah pindah tempat tinggal, ganda identitas, dan juga karena ada yang sudah jompo sehingga tidak bisa keluar dari rumah.
Kecamatan ini juga belum bisa memastikan kapan e-KTP di Kebakkaramat akan selesai. “Alat yang kami miliki hanya dua set. Kalau bisa kami akan menyelesaikan ini pada September nanti. Tetapi target yang kami rencanakan itu bisa saja berubah. Yang jelas lebih cepat itu akan lebih baik,”.

Read More

Pingsan Massal saat Upacara Hardiknas

Sedikitnya 50-an pelajar dari berbagai tingkatan sekolah di Karanganyar pingsan saat mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-alun Karanganyar, Rabu (2/5). Bahkan salah satu siswa terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar karena sesak napas dan tak kunjung sadar setelah pingsan beberapa lama.
Upacara bendera yang diikuti pelajar, guru, TNI, Polri serta sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Karanganyar tersebut seharusnya dimulai pada pukul 08.00 WIB, namun para peserta upacara telah dibariskan sejak pukul 06.30 WIB.
Diduga karena cuaca yang cukup terik dan terlalu lama berdiri, membuat para siswa tak kuat menahan dan akhirnya jatuh pingsan. Bahkan karena banyak yang pingsan, petugas medis dan dua buah tenda Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar yang disediakan tidak cukup menampung siswa yang pingsan. Sehingga petugas menggelar terpal tambahan untuk menampung siswa yang pingsan. “Sudah biasa mas, rata-rata mereka pingsan karena belum sarapan dari rumah. Apalagi dengan cuaca yang panas dan terlalu lama berdiri, akhirnya capek dan jatuh pingsan,” ucap Edo, salah satu petugas PMI ini , Rabu (2/5).
Sementara itu, salah satu siswa SMA yang sempat pingsan, Ningrum (18) mengaku tidak kuat mengikuti upacara hingga selesai karena belum sarapan dan berbaris lumayan lama menunggu upacara dimulai. “Tadi takut telat, akhirnya buru-buru dan belum sarapan, saat upacara baru berjalan 10 menit, kepalanya pusing dan setelah itu saya lupa,” ucap siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar ini.
Sesuai program Pemerintah Kabupaten Karanganyar  terkait Rabu Berbahasa Jawa maka upacara Hardiknas kemarin pun menggunakan bahasa jawa tak terkecuali sambutan hingga aba-aba oleh Komandan Upacara. “Upacara sampun purna, barisan saget kabibaraken, Sendika dhawuh,” ucap Rina Iriani Bupati Karanganyar kepada Kapten Inf Wuryanto, Danramil Colomadu selaku Komandan Upacara.
Kendati diwarnai insiden pingsan massal, namun secara keseluruhan upacara peringatan Hardiknas di Kabupaten Karanganyar dapat berjalan dengan lancar.

Read More

DISHUB RAZIA TRUK, Cegah Kerusakan Jalan Adisumarmo Semakin Parah

Aparat gabungan Dishubkominfo Karanganyar dan Polres Karanganyar menggelar razia tonase truk yang melintas di Jl Adisumarmo, Minggu (18/3/2012) malam. Razia tersebut terkait dengan banyaknya kendaraan berat melebihi batas tonase yang diduga kuat menjadi penyebab kerusakan jalur alternatif tersebut.

Dalam razia yang dipusatkan di sekitar Soto Sawah tersebut, aparat merazia belasan truk dan bus yang melintas di jalur tersebut. Aparat gabungan mulai menghentikan setiap truk yang lewat sejak pukul 21.45 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Tak sampai satu jam, sudah ada 12 truk yang dirazia karena tonasenya lebih dari 7 ton.

“Truk yang datang dari timur kita suruh balik ke timur, begitu pula yang datang dari barat kita suruh kembali ke barat. Nanti biar mereka memberi tahu rekan-rekannya,” kata Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung di sela-sela razia.

“Maksimal tonase 7 ton, tapi banyak yang lebih dari itu.”

Sementara itu Bupati Karanganyar Rina Iriani yang juga meninjau razia tersebut menegaskan bahwa razia ini adalah jawaban dari banyaknya komplain masyarakat atas buruknya kondisi jalur tersebut. Rina sangat menyesalkan banyaknya kendaraan berat di Jl Adisumarmo yang ikut memperburuk kondisi jalan karena biaya perbaikan jalan ini tiap tahun sangat besar.

“Saya tidak mau terus-terusan disalahkan gara-gara jalan ini,” ujar Rina di sela-sela razia. “Ini kan jalan kabupaten. Setiap kali perbaikan butuh anggaran sekitar Rp100 juta sampai Rp150 juta. Jadi kalau setahun ya sampai Rp900 juta,” lanjutnya usai menghubungi Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto.

Oleh karena itu ke depan Pemkab Karanganyar berencana untuk melakukan peningkatan jalan yang diperkirakan menelan dana Rp2 miliar-Rp2,5 miliar. Hal ini dianggap lebih efektif dari pada tiap tahun harus mengeluarkan anggaran Rp900-an juta.

Razia ini sempat mendapatkan protes dari beberapa sopir truk. Dalimin, sopir truk pasir yang datang dari Deles, Manisrenggo, Klaten, sempat ngeyel pada aparat. “Kami para sopir sering dikorbankan. Padahal truk saya kosong,” katanya di depan Rina.

Menurut Rina, dia sudah lama berencana menggelar razia seperti ini. Dia juga sudah memerintahkan Dishubkominfo untuk terus melanjutkan razia ini. Bahkan Rina juga mendukung wacana pemasangan portal jalan seandainya sudah ada aturan resminya.

“Kalau ada aturan portal, pasti saya akan segera perintahkan untuk pasang portal. Jadi maksimal tonasenya kan 7 ton,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Bus Sumber Selamat Terguling Di Kebakkramat

Bus Sumber Selamat jurusan Surabaya-Yogyakarta terguling di ruas jalan raya Solo-Sragen KM 11,8 di Kebak, Kebakkramat, Karanganyar, Rabu (14/3/2012) sekitar pukul 04.00 WIB. Kecelakaan diduga lantaran sopir bus menghindari sepeda motor yang menyeberang.

Tidak ada korban jiwa, namun belasan penumpang bus mengalami luka-luka, dua diantaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.  Kecelakaan juga sempat membuat jalur Solo-Sragen tersendat hingga beberapa jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu bus Sumber Selamat nopol W7524UY dari arah Surabaya menuju Solo melaju dengan kecepatan sedang. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) seorang pengendara motor tiba-tiba memotong jalur bus dan menyeberang jalan.

Sopir bus yang kaget spontan langsung membanting kemudi agar bus tidak menabrak pengendara sepeda motor tersebut. Namun naasnya meski berhasil menghindari tabrakan badan bus justru terguling ke jalur lambat.

“Saya coba banting setir menghindari motor. Karena ada motor nyelonong dan motong jalan. Malah bus tidak terkendali terus terguling ke jalur lambat,” ujar sopir bus Teguh.

Aparat Satlantas Polres Karanganyar berusaha mengatur arus lalu lintas di jalan raya Solo-Sragen. Banyaknya pengguna jalan yang melintas sambil melihat bodi bus yang masih terguling menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat.

Proses evakuasi badan bus baru bisa dilakukan sekitar pukul 07.00WIB setelah dua mobil derek didatangnya untuk mengangkut bus terguling tersebut.

Read More