DSC_0032 copy

Mahasiswa UNS KKN di Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima peserta KKN UNS yang akan mengabdi selama 1,5 bulan di 4 kecamatan di Karanganyar, Kamis (02/07)

Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima peserta KKN UNS yang akan mengabdi selama 1,5 bulan di 4 kecamatan di Karanganyar, Kamis (02/07) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Karanganyar, Jumat (03/07/2015)
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar.
Ketua Unit Pelaksana KKN UNS Dr. Sc.Agr. Rahayu, SP., MP mengatakan program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan periode ke tiga, direncanakan tiap semester dikirim ke Kabupaten Karanganyar.
“Peserta itu akan berada di lokasi selama 1,5 bulan. Sejumlah 220 orang, disebar di 22 desa. Setiap desa sejumlah 10 orang,” jelas Dr. Sc.Agr. Rahayu, SP., MP, Kamis (02/07) saat peserta KKN diterima Bupati Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Dia juga menjelaskan selain di desa tersebut, terdapat dua desa untuk penguatan vokasi yakni di desa Pandeyan dan Ngijo, Kecamatan Tasikmadu. Jadi total terdapat 24 desa di Kabupaten Karanganyar.
“Mereka bisa belajar dalam bersosial dan leadership melatih diri di masyarakat. Bisa menjadi motivator, fasilitator dan moderator,” ujarnya.
Sedangkan tema-tema yang dikembangkan seperti UMKM, penguatan jamu dan peternakan. “Ini merupakan stimulan bagi program berkelanjutan di masyarakat,” katanya.
Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan hendaknya mahasiswa peserta KKN bisa membangun semangat masyarakat di desa untuk memajukan desanya.
“Dengan KKN bisa menerapkan ilmu program studi yang didapatkan di Perguruan Tinggi. Sumbangkan pikiran dan tenaga bagi kemajuan desa,” katanya.pd

Read More
DSC_0021

Sistem Three In One, Hasilkan Panen Padi 12 Ton/Hektar

Sistem Three In One, sedang di uji coba pada areal sawah seluas empat hektar, Minggu (10/05)

Sistem Three In One, sedang di uji coba pada areal sawah seluas empat hektar, Minggu (10/05)

Karanganyar, Minggu (10/05/2015)
PT Indo Acidatama, Kebakkramat tengah uji coba mengembangkan sistem tanam padi Three In One. Sistem itu telah berhasil dikembangkan di Kalimantan Barat. Metodenya dengan satu lubang tanam langsung ditanam 20-30 bibit padi atau Hazton, dengan mengunakan pembenah tanah hayati dan pupuk hayati.
“Disana, berhasil menghasilkan panenan 12 ton/hektare dengan 8-10 bibit. Sebelum dengan menggunakan sistem Hazton hanya 8 ton/hektar untuk jenis padi Situbangedit,” kata Direktur Agro PT Indo Acidatama, Lukas Yoyok Nurcahya, saat acara tanam padi, Sabtu (09/05)
Sedangkan padi Ciherang dengan menggunakan Hazton, bisa menghasilkan 15 ton/hektar dengan 15-20 bibit padi.”Sebelum mengunakan Hazton hanya bisa mencapai 8-10 ton/hektar Gabah Kering Panen,” kata Yoyok panggilan akrabnya.
Pengembangan sistem tanam baru itu juga bekerja sama dengan Faklutas Pertanian UNS, sebagai peneliti perkembangan tanaman padi itu.
“Kami mencoba pada tahap awal di tanah sawah seluas empat hektar, namun juga di menanam sistem konvensional sehingga hasilnya bisa dibandingkan. Target panen sekitar tiga bulan kedepan,” katanya.
Dia menambahkan sistem tanam baru itu dikembangkan oleh PT Indo Acidatama Kebakkramat, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian UNS yang akan bertindak sebagai peneliti perkembangan tanaman tersebut. Tahap pertama ditanam di areal percobaan seluas empat hektare.
Pada acara itu, juga dilangsungkan menanam padi oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda, dan beberapa tamu undangan.
“Dengan sistem ini semoga yang dilakukan bisa berhasil dengan bagus dan bisa dikembangkan. Kita juga bangga sebab hasil panen padi di Karanganyar bisa melampaui target. Untuk itu saya mendorong untuk memanfaatkan lahan sebaik mungkin,” kata Juliyatmono.pd

Read More
DSC_0014 copy

KPU Karanganyar Jalin Nota Kesepahaman Dengan Laboratorium Sosiologi

Ketua KPU Karanganyar Sri Handoko Budi Nugroho (baju putih) menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua Laboratorium Sosiologi UNS Ahmad Zuber (kiri), Rabu (29/04)

Ketua KPU Karanganyar Sri Handoko Budi Nugroho (baju putih) menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua Laboratorium Sosiologi UNS Ahmad Zuber (kiri), Rabu (29/04)

Karanganyar, Kamis (30/04/2015)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar menjalin nota kesepahaman dengan Laoratorium Sosiologi, Universitas Sebelas Maret (UNS), berkaitan pengembangan demokrasi, selama dua tahun.
Penandatanganan antara kedua pihak itu berlangsung di Aula KPU Karanganyar, Rabu (29/04), oleh Ketua KPU Karanganyar Sri Handoko Budi Nugroho dan Ketua Laboratorium Sosilogi Ahmad Zuber. Kerjasama yang dilakukani itu mengarah ke pendidikan politik kepada masyarakat. Harapannya, pemilih lebih siap dan dewasa dalam berdemokrasi.
Sri Handoko Budi Nugroho menjelaskan, pada tahap awal akan dilakukan riset bersama, terkait animo masyarakat untuk menjadi sukarelawan politik dalam pesta demokrasi.
“Kesukarelawanan ini mendorong perkembangan demokrasi. Sebab ada masyarakat yang secara sadar dan sukarela mengajak orang di sekitarnya untuk menggunakan hak pilih dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pada pada Pemilu lalu, tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Karanganyar yang menggunakan hak suaranya bagus, mencapai 70 persen.
Sementara itu, Ketua Laboratorium Sosiologi Ahmad Zuber menuturkan, kerjasama dengan KPU tersebut salah satu upaya pengembangan demokrasi yang lebih bagus.
“Mudah-mudahan, dengan kerjasama ini, kehidupan demokrasi bisa lebih baik. Pelaksanaannya juga lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.pd

Read More
DSC_0019

Cintai KKN Sebagai Jalan Menuju Peradaban Baru

DSC_0019

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Saat Menerima Peserta KKN UNS Surakarta, Senin Pagi 05/01

DSC_0025

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Pengarahan Kepada Peserta KKN UNS Surakarta, Senin Pagi 05/01

245 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta diterima langsung oleh Bupati Karanganyar di halaman komplek perkantoran Setda Karanganyar Senin Pagi, 05/01. Hadir pula Wakil Bupati Karanganyar, Assisten Bupati, Kepala Bappeda Karanganyar dalam acara tersebut. Mahasiswa yang berasal dari 10 fakultas yang ada di UNS Surakarta itu akan berada di 4 Kecamatan yaitu Jumantono, Ngargoyoso, Tawangmangu dan Karangpandan serta disebar dalam 25 kelompok desa selama 1,5 bulan dari tanggal 5 Januari sampai dengan 18 Februari 2015.

            Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan menerima dengan baik dan memberikan apresiasinya atas terselenggaranya KKN ini. Juliyatmono berpesan agar peserta KKN jangan segan-segan dalam mengkritik Camat atau Kades / Lurah, selalu kedepankan koordinasi dengan jajaran pemerintahan yang ada dibawah jika ada kendala. Bupati Karanganyar juga siap memfasilitasi segala apa yang menjadi kebutuhan peserta KKN demi mempermudah tugas mereka selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Berikan masukan kepada masyarakat supaya berpikir maju karena mahasiswa adalah sekelompok pembaharuan bangsa dan negara. Cintai KKN sebagai upaya untuk menuju peradaban baru, jangan hanya bertujuan untuk memenuhi SKS (sistem kredit semester) saja”, pesan Juliyatmono

Sementara itu, Hendro Syahputra koordinator KKN UNS menambahkan adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk pengabdian mahasiswa yang merupakan calon pemimpin bangsa agar secara langsung merasakan kehidupan di masyarakat serta sebagai bentuk aplikasi ilmu yang telah mereka dapatkan selama ini dibangku perkuliahan. ad

Read More
DSC_0091

Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana KKN Bagi Aparatur Pemerintah

DSC_0091

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Sambutan Pengarahan Bagi Aparatur Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Bagian Hukum Setda Karanganyar mengadakan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme (KKN) Bagi Aparatur Pemerintah Kabupaten Karanganyar Tahun 2014 di Hotel Tamansari Karanganyar 29 s.d 30 Oktober 2014. Acara tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman agar Aparatur Pemerintah Kabupaten Karanganyar terbebas dari segala bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sebanyak 310 peserta diundang yang terbagi dalam 2 hari pelaksanaan, adapun target peserta yaitu Kepala SKPD termasuk Lurah, Kepala Sekolah SMP/SMA/SMK/MAN, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan, Bendaraha SKPD, Instansi vertikal dan Kepala Desa.

Bertindak sebagai moderator Kabag Hukum Setda Karanganyar Zulfikar Hadidh dan mendatangkan nara sumber hari pertama Bupati Karanganyar Juliyatmono, Sugeng Rianta Koordinator Bidang Pidana Khusus Kajati Jateng, Agung Ariyanto Polda Jateng, Hari Purwadi Akademisi  UNS. Untuk hari kedua panitia mendatangkan nara sumber Wabup Karanganyar Rohadi Widodo, Is Haryanto Dosen Hukum UNS, Perwakilah Polres dan Kajari Karanganyar. ad

Read More
DSC_0022

Karanganyar Waspadai Dini Tanah Longsor

Penjelasan penyebab tanah longsor di daerah Tlobo, Jatiyoso, Karanganyar

Penjelasan penyebab tanah longsor di daerah Tlobo, Jatiyoso, Karanganyar

Karanganyar, Kamis (28/02/2013).

Curah hujan yang tinggi merupakan salah satu penyebab terjadinya tanah longsor, tetapi tanah longsor merupakan proses alam yang kadang-kadang didahului oleh adanya gejala awal yang sangat mungkin dapat kita ketahui, dan dapat dijadikan dasar untuk melakukan tindakan antisipasi untuk mencegah atau mengendalikan terjadinya longsor.

“Ada enam faktor penyebab tanah longsor, yakni kemiringan lereng, jenis dan susunan tanah atau batuan, keadaan air, dan penggunaan lahan. Selain itu juga vegetasi, serta gempa atau getaran,” jelas Sulastoro,  saat Sosialisasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor, di Balai Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Rabu (27/02).

Lereng yang curam berpotensi lebih besar untuk longsor dibanding dengan lereng yang landai. Kemiringan lebih dari 40% tergolong berpotensi untuk longsor. “Perubahan fungsi lahan juga dapat memperbesar resiko terjadinya tanah longsor,” kata dia.

Kewaspadaan dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya korban jika ada bencana tanah longsor. Untuk itu ada beberapa gejala atau tanda tanah longsor yang mudah dikenali oleh masyarakat, seperti tanah mengalami retak-retak berbentuk lurus, memanjang, ataupun melengkung. Banyak pohon yang semula tumbuh tegak berubah menjadi miring tidak beraturan. Kabel atau kawat listrik juga telepon mengendor, terjadi amblesan tanah pada satu atau beberapa bidang tanah, dan lantai bangunan atau dinding tembok mengalami retak-retak.

“Daun pintu atau jendela macet, terjadinya penyempitan alur sungai akibat tebing bergerak, serta terjadi penyempitan jarak antara rumah dengan tebing di dekatnya,” kata Sulastoro.

Dosen Fakultas Teknik UNS itu menjelaskan, ada beberapa cara sederhana untuk mengelola tanah longsor, seperti membuat saluran drainasi yan baik dan benar, menutup retakan tanah, penggunaan lahan, dan kesadaraan masyarakat terhadap lingkungan. “Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor harus selalu melakukan langkah-langkah nyata dengan memantau gerakan tanah, dan perbaikan sistem penyaluran air hujan maupun air permukaan,” tandasnya.pd

Read More

MAHATHIR MOHAMAD Nyekar ke Makam Soeharto

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, berziarah di makam mantan Presiden Indonesia, Soeharto di Astana Giribangun, Senin (3/9/2012). Rombongan Mahathir disambut langsung oleh putri Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana beserta sejumlah kerabat lain. Sebelumnya Mahathir hadir di UNS untuk menerima gelar doktor kehormatan.

Sesampai di Astana Giri Bangun, rombongan Mahathir langsung memanjatkan doa di depan pusara Soeharto dan Ibu Tien. Doa dipimpin langsung oleh tokoh pendidikan Arief Rachman. Lebih kurang selama 15 menit rombongan bertafakur di depan pusara. Kemudian, Mahathir berbincang dengan para putri Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Tutu), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek) dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek).

Mahathir mengatakan, dia mengunjungi makam Soeharto untuk mendoakan arwahnya agar selalu berada di sisi-Nya. Menurutnya, sosok Soeharto merupakan pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat. “Pak Harto pemimpin yang bagus,” katanya, Senin sore. Dahulu, lanjut Mahathir, dia sering berunding dengan Soeharto untuk memecahkan permasalahan terutama tingkat regional ASEAN. Dia juga selalu bekerjamasa dengan Soeharto untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang.

Menurutnya, Soeharto kerap menyumbangkan ide dan gagasan cemerlang untuk kemajuan negara-negara ASEAN. Semestinya, hasil pembangunan era Soeharto dijaga oleh para generasi muda Indonesia. “Kami sering berunding berdua untuk mencari solusi permasalahan ASEAN. Dia sering memunculkan gagasan cemerlang,” ujarnya.

Sementara Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Mahathir Muhammad yang berziarah ke Astana Giri Bangun. Menurutnya, Mahathir merupakan partner Bapaknya dalam memajukan pembangunan terutama di negara-negara ASEAN.

Read More