aku

BMKG : Sekolah Iklim Untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dengan Deputi Klimatologi BMKG, R Mulyono R Prabowo, dan pejabat melakukan penanaman jagung, seusai pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 KKN Tematik, Senin (27/06) di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono,  Deputi Klimatologi BMKG, R Mulyono R Prabowo, dan pejabat lainnya melakukan penanaman jagung, seusai pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 KKN Tematik, Senin (27/06) di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo.

Karanganyar, Selasa (28/06/2016)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengadakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 dan KKN Tematik, dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian khususnya padi, jagung, kedelai (Pajale).

Kegiatan kerjasama dengan BMKG Stasiun Klimatologi Stasiun Semarang dengan Fakultas Pertanian UNS berlangsung di Kabupaten Karanganyar.

Saat membuka SLI 3 di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Deputi Klimatologi, BMKG, R Mulyono R Prabowo, mengatakan hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan khususnya pajale, Senin (26/06).

Hadir pada acara tersebut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dan Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof Dr. Bambang Pujiasmanto, MS.

“SLI ini memberikan pemahaman cuaca dan informasi iklim khususnya pertanian, kepada para petani,” kata Deputi Klimatologi, BMKG.

Dia juga menjelaskan,  SLI sebagai implementasi pelaksanaan informasi cuaca iklim yang berbasis dampak dan resiko. Di lapangan para petani dapat memanfaatkan informasi, kira kira kapan waktu tanam mulai, komoditas yang sesuai dengan pola iklim, dan varietasnya apa.

“Kapan mulai tanam, kalau kondisi cuaca iklim yang mempunyai pengaruh, apakah awal atau mundur, dan komoditasnya bagaimana,” katanya.

Perlu di ketahui, lahan pertanian di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo adalah sawah tadah hujan. Disini cocok  untuk tanaman polowijo atau jagung.

“Dengan masa tumbuh jagung atau palawijo pada akhir masa tanam, pada saat sebelum masa penghujan, sehingga hasil produksi dapat berkontribusi lebih baik,” katanya.

Para peserta SLI 3 diikuti sebanyak 30 orang berasal dari petani setempat dan mahasiswa UNS.  Pada pelaksanaannya akan membedakan antara lahan yang tidak memperhatikan,  dengan yang memperhatikan cuaca iklim.

Di lokasi tersebut yang dijadikan lahan untuk praktek seluas 2000 meter. Dengan masa panen jagung selama empat bulan, harapannya pada pertengahan bulan Oktober tahun ini sudah bisa dipanen.pd

Read More
DSC_0998

Ketahanan Keluarga Diperlukan Dalam Menangkal Dampak Negatif Teknologi

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Sampaikan Sambutannya Dihadapan Peserta Talkshow, Sabtu (28/5)

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-66, Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Karanganyar mengadakan talkshow dengan narasumber Siti Atiqoh yang juga merupakan istri dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Rektor UNS Prof Ravik Karsidi Guru Besar Sosiologi Pendidikan UNS, bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, Sabtu (28/5). Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono, Ketua TP PKK Karanganyar Siti Khomsiyah Juliyatmono dan perwakilan organisasi wanita yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Adapun tema yang diangkat dalam puncak acara HUT GOW Ke-66 kali ini adalah “dengan memperingati HUT GOW Ke-66, Kita Kokohkan Keluarga Indonesia”.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik atas terselenggaranya talkshow ini dikarenakan kemajuan teknologi sekarang telah memberikan dampak yang luar biasa yaitu penyakit-penyakit sosial untuk kita semua. Diharapkan dengan adanya acara semacam ini akan memberikan dampak positif kepada ibu untuk memahami arti penting ketahanan keluarga yang kuat, karena peran Ibu dalam mempersiapkan masa depan putra-putrinya sangatlah luar biasa.

“Pemkab Karanganyar sendiri telah memberikan himbuan kepada seluruh warga Karanganyar untuk mematikan TV mulai dari jam 19.00 – 21.00 WIB sehingga anak akan fokus pada kegiatan belajar dan orang tua wajib mendampingi”, tambah Juliyatmono

Harapan kita semua dengan pendidikan yang baik, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa akan benar-benar berkualitas dan terhindar dari dampak teknologi yang negatif.

Demikian DISHUBKOMINFO KARANGANYAR (ad)

Read More
DSC_0209 copy

Jenawi Dijadikan Sentra Pisang

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Karanganyar, Kamis (07/04/2016)

Kecamatan Jenawi di Kabupaten Karanganyar dijadikan sentra pisang, sebagai salah satu wilayah yang menjadi sentra buah-buahan. Seperti buah duku di Kecamatan Matesih, jambu di Kecamatan Ngargoyoso, durian di Kecamatan Jumantono, Jumapolo, dan Jatipuro, kakao di Jatiyoso.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan kerja sama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan sentra pisang di Kecamatan Jenawi.

“Setelah adanya pengembangan ini, diharapkan adanya kunjungan wisata kawasan pisang di Kecamatan Jenawai. Namun tidak menutup kemungkinan bisa dikembangkan di Kecamatan lain, seperti di Kecamatan Tawangmangu, tetapi pasar pisang ada di Jenawi,” kata Bupati Karanganyar sesuai acara Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian, dalam rangka Lustrum ke 8 UNS, di halaman Kecamatan Jenawai, Kamis (07/04) pagi.

Sementara itu, ditempat yang sama Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S, mengatakan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat oleh Fakultas Pertanian untuk pengembangan pisang.

“Karena pisang di Indonesia ada yang impor, kita ingin buah itu bisa expor dengan mengembangkannya dan mengajak masyarakat untuk menanam pisang,” katanya.

Dia juga menjelaskan karena Pemkab Karanganyar memiliki sentra pengambangan pisang, maka UNS serius mendukung program itu sehingga menghasilakn produk unggulan serta mensejahterakan masyarakat.

“Pisang bisa berdimensi banyak, bisa obat, makanan, sosial ekonomi dan pendidikan,” katanya.

Fakultas Pertanian, UNS saat ini telah menghasilkan varietas pisang jenis Semar (Sebelas Maret), sebagai hasil riset dari laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi.

“Kualitas jenis Semar ini lebih baik, buah lebih bagus dan pertahanan lebih baik. Umur 9 bulan sudah bisa dipanen,” katanya.

Ditambahkan pula oleh Dekan Fakultas Pertanian, UNS, Prof. Dr. Ir. Bambang Puji Asmanto, MS, sebanyak 3.250 bibit pisang jenis Raja dan Cavendish diberikan untuk warga, dan nantinya juga akan diberikan 4.000 bibit.

“Berbagai koleksi jenis pisang ada disini. bahkan pisang yang tidak disukai sebagai untuk menyilangkan,” katanya. pd

Read More
DSC_0036

Juliyatmono : Parpol Harus Semakin Dewasa

kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka Ceramah Perkembagan Politik yang dihadiri Wakil Bupati Karanganyar, Wakil Ketua Dewan, Kapolres Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar dan diikuti peserta dari berbagai elemen masyarakat, Selasa (29/3).

Karanganyar, Selasa 29 Maret 2016

Disebut sebagai negara yang demokratis tentu harus ada parameter yang jelas. Oleh karenanya Partai Politik (Parpol) harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, serta sebagai pilar dalam perkembangan politik kedepan yang lebih baik.

“Alhamdulillah, kondisi perpolitikan di Karanganyar kondusif, karena memang Karanganyar kemarin tidak mengadakan pilkada, oleh karena itu tidak ada kompetisi antar parpol dan pemerintahan masih berjalan memasuki tahun ke-3. Sebagai kader parpol, mari kita berdiskusi bersama untuk kemajuan perpolitikan kita,” terang Bupati Karanganyar, Juliyatmono  saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan Ceramah Perkembangan Politik, Selasa (29/3) di Gedung DPRD Karanganyar.

Juliyatmono juga mengatakan bahwa sesama kader parpol jangan menimbulkan konflik internal yang dapat berpengaruh pada stabilitas politik. Berkompetisilah pada saat pelaksanaan pemilu, karena itu sah untuk dilakukan.

Menurutnya kader parpol yang baik adalah kader yang dapat mengembangkan ide-ide baru  dan positif sehingga membuka pemikiran dan gagasan yang maju.

“Harusnya partai politik harus semakin dewasa, dapat memilih kader parpol yang baik. Bukan hanya memikirkan finansialnya saja untuk kepentingan kampanye,” tandasnya.

Juliyatmono menghimbau supaya menjaga kehormatan partai demi kondusifitas perpolitikan.

“Mari menjaga partai menjadi terhormat agar masyarakat lebih percaya pada perkembangan politik Negara kita. Semoga dengan kegiatan ceramah perkembangan politik ini dapat mereview, menjadikan kondisi Karanganyar selalu kondusif, berkesinambungan dan semoga diharapkan tidak ada gesekan/pertarungan terhadap pelaku-pelaku poltik praktis” pesannya dihadapan peserta meliputi Pengurus Parpol, Anggota Forum Koordinasi Kecamatan, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Tokoh Pemuda Karanganyar.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar, Muh. Indrayanto mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui informasi terkini mengenai perkembangan politik dan persoalan-persoalan yang terjadi didalam perpolitikan Indonesia khususnya di wilayah Kab. Karanganyar.

Pada kegiatan ceramah  politik tersebut menghadirkan Narasumber dari Kejaksaan Negeri Karanganyar, Teguh Subroto, mengenai  Pencegahan Tindak Korupsi pada Kebijakan Pemerintah Daerah dan Praktisi dari UNS, DR. Drajat Tri Kartono tentang Peran partai politik dan sikap masyarakat.

Dishubkominfo Karanganyar (ind/umi)

Read More
DSC_0024 – Copy copy

Mahasiswa KKN Temukan Produk Unggulan

Mahasiswa KKN UNS saat memamerkan produk hasil bumi dari lokasi KKN, Kamis (18/02) di Pendopo Rumah DInas Bupati Karanganyar.

Mahasiswa KKN UNS saat memamerkan produk hasil bumi dari lokasi KKN, Kamis (18/02) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. foto : banu

Karanganyar, Kamis (18/02/2016)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) menemukan berbagai produk unggulan. Sebanyak 212 mahasiswa itu tersebar di Kecamatan Ngargoyoso, Tawangmangu, Jumantono, Jaten dan Tasikmadu selama 45 hari.

Yang menarik, di Desa Genengan, Kecamatan Jumantono menghasilkan produk unggulan yaitu pengolahan produk dari pongge (biji) durian, mengingat daerah tersebut merupakan penghasil durian, dan banyak sampah pongge yang di buang begitu saja oleh masyarakat. Ternyata pongge, oleh mahasiswa KKN UNS, bisa diubah menjadi produk yang lebih bermanfaatnya.

“Mereka mengolah pongge menjadi tepung, lalu tepung tersebut diolah menjadi browies pongge durian, nugget pongge durian, kripik pongge durian dan cumi-cumi pongge durian,” salah satu mahasiswa KKN Edwin Fakhrul Arifin, saat menyampaikan temuan tersebut di hadapan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kamis (18/02) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Setiap daerah memiliki kreatifitas dan hasil bumi yang dapat di manfaatkan diantarnya di Kecamatan Jumantono, tepatnya di Desa Blorong telah di budidayakan bibit alpukat Varietas Unggul,” katanya.

Beberapa daerah yang memiliki hasil bumi melimpah juga tidak luput ikut menghasilkan produk-produk baru. Seperti di Kecamatan Ngargoyoso yang merupakan penghasil tomat. Tomat diolah menjadi beberapa olahan seperti selai dan sirup tomat, jambu biji menghasilkan produk olahan diantaranya kripik, sari buah, dan keripik daun jambu biji.

Selanjutnya di wilayah Kecamatan Tawangmangu, terdapat pembuatan koya dari bawang putih, pembuatan rainbow cake singkong, ada donat ubi ungu, dan pemanfaatan tepung ubi ungu menjadi tepung.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengucapkan terima kasih apa yang telah disampaikan, atas nama Pemkab Karanganyar tentunya akan menindak lanjuti hasil temuan tersebut oleh pihak terkait.

Bupati juga mengatakan, bahwa Pemkab Karanganyar akan membuat satu tempat terminal wisata. “Di Kecamatan Karangpandan akan dibuat terminal wisata. Yang akan mengisi bisa produk unggulan yang ditemukan mahasiswa tadi. Selain itu juga dijual sayur mayur yang dihasilkan dari Karanganyar,” kata Juliyatmono.mi

Read More
DSC_0019 copy

212 Mahasiswa UNS, KKN di Karanganyar

Sebanyak 212 Mahasiswa KKN UNS saat diterima di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Sebanyak 212 Mahasiswa KKN UNS saat diterima di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, sebelum ke lokasi KKN

Karanganyar, Kamis (07/01/2016)
Universitas Sebelas Maret, Surakarta mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar, diikuti sebanyak 212 mahasisiwa dari berbagai fakultas.

Seperti biasanya, para peserta diterima Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sundoro, dan beberapa camat yang wilayahnya menjadi lokasi KKN, Selasa (05/01) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Koordinator KKN UNS Wilayah Kabupaten Karanganyar Waridi Hendro Saputro mengatakan pada periode ini, mahasiswa disebar di Kecamatan Jumantono sebanyak delapan desa, Kecamatan Ngargoyoso sebanyak empat desa, Kecamatan Tawangmangu di empat desa, Kecamatan Tasikmadu sebanyak empat desa, dan Kecamatan Jaten di dua desa.

“Mereka terdiri dari Laki-laki sebanyak 81 orang, Perempuan sebanyak 131 orang. Selain dari UNS, periode ini juga diikuti enam mahasiswa dari Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara,” katanya.

Dikatakan lebih lanjut, KKN di Kabupaten Karanganyar harus mengabdi dengan melihat situasi di masyarakat apa adanya.

“Setelah ditarik dikampus, masih harus melaporkan hasil yang Anda lakukan selama 1,5 bulan. Hasil sudah berjalan atau belum,” katanya.

Menariknya, jika ada yang belum berjalan, dan dianggap mungkin masih menjadi prioritas, akan ditindak lanjuti Bupati.

Dia juga menjelaskan sebagai kelanjutan untuk wiata kuliner, ternyata banyak produk olahan yang bisa di produksi, namun belum dipatenkan.

“Rencananya, pada periode ini sudah berjalan dan sudah dipraktekkan di masyarakat akan dipatenkan,” katanya.

Saat menerima peserta, Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap mahasiswa kelak menjadi pemimpin bangsa. Bupati juga merasa senang kegiatan KKN di Kabupaten Karanganyar. Dengan begitu, masyarakat bisa terpengaruh untuk berpikiran lebih maju.pd

Read More
DSC_0163

Pencegahan Tindakan Koruptif

kominfo

Kejaksaan Negeri Karanganyar menyerahkan kaos sebagai tanda dimulainya sosialisasi Pencegahan Tindakan Koruptif, Senin (28/12/2015) di Hotel Tamansari Karanganyar.

Karanganyar, Selasa 29 Desember 2015
Masih dalam rangkaian memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember. Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar mengadakan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi, Senin (28/12/2015) kemarin di Hotel Tamansari, Karanganyar.
Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa narasumber terkait Pencegahan Tipikor dalam Pengelolaan Keuangan dan Asset oleh Bupati Karanganyar, Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Akademis Fakultas Hukum UNS, dan oleh Wakil Bupati Karanganyar Akademis UNS.

kominfo

Peserta Sosialisasi Pencegahan Tindakan Koruptif.

Asisten 1 Pemerintahan Sekda Karanganyar Nunung Susanto dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tindak korupsi terhadap aparatur pemerintah dan desa untuk membangun goverment yang sehat dan berwibawa.
“Sosialisasi pencegahan tindak korupsi akan berlangsung dua hari, Senin sampai dengan Selasa (28/12/2015 s/d 29/12/2015). Kegiatan ini diikuti kurang lebih 660 peserta yang meliputi seluruh jajaran Kepala SKPD di lingkungan Karanganyar, Kepala bagian Setda Karanganyar, PPKOM sekabupaten Karanganyar, pejabat pengadaan barang dan jasa se Kabupaten Karanganyar, Kepala Desa serta sekretaris desa se Kabupaten Karanganyar”, terang Nunung Susanto dalam laporan penyelenggaraan.
“Kepala SKPD dan Kepala desa jangan sampai ada keinginan untuk melakukan tindakan yang bersifat koruptif, utamanya ini berkaitan dengan dana desa yang segera terealisasi. Harus tertib Administrasi dibuat sesuai prosedur dan kebijakan agar tidak memunculkan masalah kedepannya” pesan Bupati saat menyampaikan arahannya dihadapan peserta.
“Saya minta segala sesuatunya utamanya yang terkait dengan administrasi untuk dapat dikomunikasikan dengan baik. Kalau tidak ingin ada masalah atau timbul keragu-raguan administrasi untuk dikonsultasikan dengan Lembaga Berbadan Hukum. Karena fungsi dari Kejaksaan ini adalah untuk membantu pemerintah dalam pencegahan tindak pidana korupsi,” tegasnya
Bupati menambahkan bahwa komunikasi dan konsultasi harus berjalan dengan baik.
“Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Pemerintah lebih baik preventif terhadap tindakan melakukan koruptif. Saya mengajak semua pihak untuk dapat mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan baik,” imbau Bupati.
Kegiatan tersebut dibuka dengan penandatanganaan Pakta Integritas oleh SKPD dan Kepala Desa sebagai komitmen bersama Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Ad/Ind/st

Read More
DSC_0045

Tahun 2016, Karanganyar Akan Memiliki Karanganyar Komando Center

????????????????????????????????????

Kepala Dishubkominfo Karanganyar Agus Cipto Waluyo bersama dua narasumber Sri Hastjarjo (Akademisi UNS) dan Joko Dwi Hastanto (Wartawan Cetak Suara Merdeka) pada Workshop Forum Kehumasan, Kamis (17/9) di Ruang Podang II Setda Karanganyar.

????????????????????????????????????

Peserta menyimak : PPID SKPD se Kabupaten Karanganyar pada Workshop Forum Kehumasan yang diadakan oleh Dishubkominfo Karanganyar.

????????????????????????????????????

Kepala Dishubkominfo Karanganyar Agus Cipto Waluyo saat menyampaikan maksud dan tujuan forum Kehumasan.

????????????????????????????????????

Peran Bidang Kominfo pada Dishubkominfo Karanganyar sebagai Humas Pemerintah untuk selalu dapat bekerjasama dan berkoordinasi yang baik dengan Media Massa sebagai Mitra Kerja dalam membantu mempublikasikan informasi.

????????????????????????????????????

Itu kuncinya : Kegiatan yang menarik untuk menjadi bahan liputan media, narasumber Wartawan Suara Merdeka Joko Dwi Hastanto saat menyampaikan materi dihadapan peserta Workshop.

????????????????????????????????????

Sri Hastjarjo (Akademisi UNS) menjelaskan Ruang Publik sebagai salah satu fungsi media untuk memberi ruang bagi anggota masyarakat untuk memperdebatkan isu-isu publik dalam semangat kesetaraan.

????????????????????????????????????

Gagasan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Tahun 2016 KARANGANYAR KOMANDO CENTER sebagai pusat informasi publikasi di wilayah Kab. Karanganyar

????????????????????????????????????

Keseimbangan : karanganyarkab.go.id sebagai website terbaik tingkat Nasional yang selalu menyampaikan berita-berita akurat terpercaya terkait kegiatan yang dilakukan Pemerintah untuk kemajuan Karanganyar sehingga menimbulkan kepercayaan masyarakat.

Karanganyar sebagai salah satu Kabupaten peraih prestasi website tiga terbaik tingkat Nasional, memotivasi Humas Dishubkominfo Karanganyar khususnya untuk terus menginformasikan kepada masyarakat terkait kegiatan yang sedang, tengah atau yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

“Alhamdulillah, kemarin website karanganyarkab.go.id mendapat juara ketiga Kabupaten-Kota (KABTA) Web Awards 2015 tingkat Nasional. Karena kita aktif meng upload informasi-informasi terkait yang tengah dilakukan oleh Pemerintah untuk kemajuan Karanganyar. Dan rencana untuk tahun 2016 kedepan ruang Garuda 2 Kantor Sekretariat Daerah akan dijadikan sebagai Karanganyar Komando Center. Dengan konsep untuk tiap area publik ada pemantauan CCTV ditunjang kesiapan data yang lengkap. Dengan konsep tersebut, informasi kita sajikan dengan baik untuk masyarakat, sehingga apa yang kita lakukan atau perbuat dapat diketahui masyarakat dengan harapan akan menimbulkan trust/rasa percaya masyarakat terhadap Pemerintahan yang tengah bekerja,” terang Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi widodo saat menyampaikan sambutannya pada Forum Kehumasan, kemarin Kamis (17/9) di ruang Podang II Setda Karanganyar.

“Dari informasi yang kita publikasikan tersebut akan ada keseimbangan antara yang diperbuat Pemerintah dan diketahui masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar Agus Cipto Waluyo menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diadakannya Forum Kehumasan ini adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang komperhensif mengenai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik (KIP) sekaligus memberdayakan keberadaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di masing-masing Dinas/Instansi Pemerintah khususnya untuk dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 80 peserta yang diikuti PPID SKPD dilingkup Karanganyar, Wartawan Media cetak/elektronik di wilayah Karanganyar serta Staf Dishubkominfo Karanganyar.

Forum Kehumasan yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Pendidikan Media Massa” tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Sri Hastjarjo dari Akademisi UNS dan Joko Dwi Hastanto dari wartawan Cetak Suara Merdeka.

Sri Hastjarjo menyampaikan tentang Media menjadi alat belajar utama tentang : 1. Efek Kultivasi media massa, media menjadi alat belajar utama tentang masyarakat dan kultur (budaya) yang ada di lingkungan khalayak, persepsi yang terbangun di benak khalayak tentang dunia ini (Worldview) sangat ditentukan oleh isi media, 2. Fungsi Media massa : Pengawasan (melaporkan apa yang terjadi dalam masyarakat), Korelasi (memberi makna pada apa yang terjadi), Pendidikan (pewarisan nilai), hiburan. Sehingga menarik perhatian khalayak kepada isu isu penting dalam masyarakat dan memberikan contoh bagaimana mengembangkan kemampuan komunikasi.

Selanjutnya Joko Dwi Hastanto menekankan pada penggunaan media untuk kepentingan apapun, terutama kepentingan mendidik masyarakat dan siapkan kemasan kegiatan yang menarik untuk menjadi bahan liputan media. Itu kuncinya. ind/ad/pcu

Read More
DSC_0088 – Copy

KKN Tematik UNS Hasilkan Produk Olahan Makanan

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (batik hijau), dan Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS (tengah, bertopi) saat meninjau stan hasil olahan mahasiswa KKN UNS, Jumat (21/08) di Pendopo Rumah Bupati Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (batik hijau), dan Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS (tengah, bertopi) saat meninjau stan hasil olahan mahasiswa KKN UNS, Jumat (21/08) di Pendopo Rumah Bupati Karanganyar

Karanganyar, Sabtu (22/08/2015)
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret melalui Unit Pengelola KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana tiga periode.

Pelaksanaan KKN UNS di Kabupaten Karanganyar periode III pada bulan Juli-Agustus 2015, terdapat 219 mahasiswa yang terbagi dalam 22 kelompok yang berlokasi di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Jumantono selama 1,5 bulan.

Ketua Unit Pelaksana KKN UNS Dr. Sc.Agr. Rahayu, SP., MP mengatakan, program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan periode ke tiga, direncanakan tiap semester dikirim ke Kabupaten Karanganyar.

“Peserta berada di lokasi selama 1,5 bulan. Sejumlah 220 orang, disebar di 22 desa. Setiap desa sejumlah 10 orang,” jelas Dr. Sc.Agr. Rahayu, SP., MP, Jumat (21/08) saat penarikkan peserta KKN diterima Bupati Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia lebih lanjut mengatakan, tema KKN Tematik kali ini antara lain Peningkatan Ekonomi, Peningkatan Ekonomi Pedesaan, Peningkatan Ekonomi Kerakyatan, Pemberdayaan UKM dan Pariwisata, Peningkatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata dan Peningkatan Pendidikan.

“Adapula tema Peningkatan Ekonomi, Sayur Organik dan Stevia, Peningkatan Ekonomi dan Holtikultura,” katanya.

Produk unggulan ekonomi kreatif dari hasil program KKN misalnya brownies ketela ungu, puding ketela ungu, inovasi timus isi kismis, nugget lele, dan dodol jambu biji merah.

Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS ditempat yang sama mengatakan, salah satu temuan kecil dari mahasiswa dan dosen menemukan biodiversitas rumput sebagai substitusi pengganti gula.

“Kalau di Indonesia kekurangan gula bisa digunakan, jika rumput itu ditanam di ketinggian tertentu dan diperkirakan bisa ditanam ratusan hektar di Kabupaten Karanganyar ,” katanya.

Konsep KKN ini berkelanjutan, bulan September-Oktober tahun 2015 ada KKN yang bekerjasama Kemenristekdikti dan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

“Jika Bupati mau, maka akan dibawa ke Kabupaten Karanganyar untuk meneruskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang sudah diidentifikasi mahasiswa, sampai selesai,” katanya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan temuan-temuan mahasiswa akan ditindak lanjuti dengan baik dan akan dikongkritkan.

“Silahkan mahasiswa KKN di Kabupaten Karanganyar berapun jumlahnya, karena dampak baiknya luar biasa. Sentuhan mahasiwa KKN di desa-desa bisa memotivasi masyarakat setempat,” katanya. pd

Read More
aku

Peran Relawan Dapat Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon saat memaparkan hasil riset yang dilakukan, Senin (27/07)

Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon saat memaparkan hasil riset yang telah dilakukan, Senin (27/07)

Karanganyar, Senin (27/07/2015)
Peran relawan dinilai sebagai salah satu penentu tingkat partisipasi masyarakat, sehingga pelaksanaan pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik dan demokratis.

Hal tersebut terungkap dari hasil riset antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Lab Sosio FISIP UNS yang diselenggarakan dari April-Juli 2015.

Pada acara Public Expose terkait penelitian Pemilu di Karanganyar. Publik Expose itu bertajuk “Pemaparan Hasil Riset Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2014 dan Pemilukada”.

Menurut Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon mengatakan kesukarelaan terbangun atas ketertarikan atau mendukung dari figur yang dikenalnya. Para relawan kemudian tergerak untuk mendukung demi sebuah harapan yang digantungkan pada calon tersebut.

“Keberadaan relawan mampu memberikan daya dukung memaksimalkan mekanisme sosialisasi terkait visi dan misi peserta Pemilu yang bertujuan pada partisipasi dalam Pemilu,” jelas Ramdhon, pada acara tersebut, Senin (27/07).

Kedepan, tambah Ramdhon, meluaskan peran relawan dalam pelaksanaan Pemilu menjadi pilihan strategis untuk memaksimalkan partisipasi politik.

“Pengelolaan relawan sedianya mesti dilakukan pasca Pemilu, sebab relawan menjadi bagian penting dalam komitmen untuk membangun demokrasi,” ujarnya.

Lebih lajut, dia menjelaskan para relawan sangat membantu KPU dalam tugas menyosialisasikan tahapan-tahapan pemilu.

“Mereka yang menjadi ujung tombak di komunitas-komunitas, bahkan di ranah sosialnya masing-masing, untuk membawa misi demokrasi dalam proses politik yang ada,” katanya.

Pada pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 lalu, penggunaan hak pilih oleh masyarakat di Kabupaten Karanganyar mencapai 78 persen. Sementara yang tidak hadir sebanyak 22 persen,

Keterlibatan relawan adalah mereka mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tanpa paksaan.

“Artinya, pada Pemilu 2014 lalu, pelaksanaan pesta demokrasi tidak dimonopoli partai. Tapi juga unsur masyarakat, dalam hal ini relawan, yang bergerak menyosialisasikan tahapan-tahapan pemilu, hingga mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Mereka juga bergerak melalui media sosial,” jelasnya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo menuturkan bahwa hasil riset ini akan menjadi tradisi di KPU sebagai dasar pertimbangkan saat merumuskan kebijakan.

“Hasil riset nantinya akan diserahkan kepada KPU RI, sehingga KPU dapat menjadikan dasar dalam membuat kebijakan berbasis penelitian”, jelas Joko Purnomo, saat dijumpai di acara tersebut. pd

Read More