WhatsApp Image 2024-08-15 at 08.17.24-1_2

Mengangkat Permasalahan Sampah di Desa, Tim KKN UNS Memberikan Kajian Akademis kepada Pemerintah Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu

 

Mahasiswa KKN UNS saat meninjau Tempat Pembuangan Sampah

 

KARANGANYAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 82 di Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar sejumlah 12 orang melakukan sebuah proyek penelitian terkait permasalahan sampah di Desa Nglebak Kec. Tawangmangu.

Adapun keluaran proyek ini bertujuan sebagai bentuk komitmen dan kepedulian tim KKN terhadap permasalahan sampah yang ada di Desa Nglebak. Melalui pendekatan akademis dan solusi praktis, tim KKN UNS berusaha memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi isu lingkungan yang telah lama meresahkan masyarakat sekitar.

Mahasiswa KKN mengawali proyek tersebut dengan melakukan wawancara terhadap setiap Kepala Dusun yang ada di Desa Nglebak. Hasil wawancara tersebut akan menjadi dasar dari tim KKN untuk menyusun kajian ini dan memberikan rekomendasi terhadap pemerintah desa.

Fernanda Rizky Prabowo selaku ketua tim KKN 82 mengatakan bahwa kajian ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Nglebak dalam merumuskan dan membentuk kebijakan yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.

Selama masa KKN mereka, tim UNS melakukan kajian mendalam mengenai permasalahan sampah di Desa Nglebak. Kajian tersebut mencakup analisis metode pengelolaan saat ini, serta dampak lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah yang tidak efektif. Selain itu, tim juga melakukan wawancara kepada kepala dukuh untuk mendapatkan perspektif langsung mengenai tantangan dan kebutuhan mereka dalam pengelolaan sampah.

Kepala Desa Nglebak, Suparti, menyambut inisiatif positif yang diusung oleh tim KKN UNS. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh tim KKN UNS. Kajian akademis ini memberikan kami wawasan baru dan solusi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi masalah sampah di desa kami. Kami akan segera menyusun rencana aksi berdasarkan rekomendasi yang diberikan dan berharap ini dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan dan kesehatan,” ungkapnya.

Seiring dengan penutupan program KKN, tim UNS berharap bahwa langkah-langkah yang diusulkan dapat segera diadopsi dan diimplementasikan. Melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan Desa Nglebak dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah secara efektif dan berkelanjutan. (KKN UNS Kel.82)-avi-

Read More
8fb747ea-7a92-44ef-a27d-5af52e71c4f4

Antisipasi Bahaya Kekeringan, KKN UNS Kelompok 71 Melakukan Pemetaan SDA Air Tanah di Plesungan Gondangrejo Karanganyar

(Pengambilan Data Geolistrik. Foto dari KKN 71 UNS)

KARANGANYAR – Permasalahan kekeringan di Desa Plesungan telah mengarah pada penurunan kualitas dan kuantitas sumber air yang tersedia, khususnya air tanah. Untuk memahami dan mengatasi masalah ini, penting dilakukan pengambilan data yang komprehensif mengenai kondisi air tanah di wilayah tersebut. KKN UNS Kelompok 71 yang berjumlah 10 anggota telah melaksanakan kegiatan pengambilan data geolistrik di Desa Plesungan. Lokasi titik pengambilan data sudah dikomunikasikan kepada perangkat Desa setempat. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memetakan struktur bawah tanah dan mengidentifikasi potensi sumber daya air tanah yang ada di wilayah tersebut.

Ardhiansyah selaku ketua KKN 71 menyatakan “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang kami pelajari di kampus ke dalam konteks nyata di lapangan. Pengambilan data geolistrik ini tidak hanya memberikan kami pengalaman praktis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Plesungan”. Banyak  tantangan yang dihadapi selama pemetaan, namun dengan kerja sama tim yang solid dan bimbingan dari Bapak Budi Legowo S.Si., M.Si selaku dosen pembimbing lapangan, seluruh tantangan tersebut berhasil diatasi.

Selain pemetaan sumber daya air, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Plesungan. Pemerintah desa dapat menggunakan data ini untuk merencanakan pembangunan infrastruktur air bersih, mengeksplorasi sumber daya air tanah lebih lanjut, serta mengembangkan strategi pengelolaan air yang lebih baik. Dengan demikian, masyarakat desa dapat menikmati akses air bersih yang lebih mudah dan berkelanjutan.

Kegiatan KKN ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam konteks pemberdayaan desa dan pengelolaan sumber daya alam. “Kami berharap hasil dari pengambilan data geolistrik ini dapat menjadi referensi yang berguna tidak hanya bagi Desa Plesungan, tetapi juga bagi penelitian dan pengembangan di bidang geologi dan hidrologi di masa mendatang,” tambah mahasiswa lainnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terjadi sinergi yang lebih kuat antara dunia akademis dan masyarakat, sehingga dapat tercipta pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat lokal. (Kelompok 71 KKN UNS)

 

 

 

Read More
DSC00609

” Birokrat Berkhidmat” Pj. Bupati Timotius Menjadi Narsum Seminar Alumni Berbagi Bersama FISIP UNS

KARANGANYAR – Kunci sukses ada 5 diantaranya adalah dikenal oleh orang yang tepat. Demikian disampaikan oleh Pj. Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si. saat menjadi Narasumber pada Kegiatan Alumni berbagi Bersama FISIP UNS dengan topik Birokrat Berhikmat di ruang FISIP UNS, Senin ( 25/3/2024 ).

Timotius disambut oleh Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti, M.Si. melalui zoom, Wakil Dekan Dr. Didik Gunawan, S.Sos. M.Si., Kaprodi S2 Magister Administrasi Publik, Dr. Rutiana Dwi Wahyunengseh, S.Sos., M.Si. dan Mahasiswa FISIP UNS.

Didepan peserta seminar, Timotius bercerita tentang pengalaman saat berkuliah di UNS sampai dengan bekerja menjadi ASN, menjadi birokrat hingga saat ini, hal itulah yang beliau harapkan dari semua peserta, untuk mencapai sebuah tujuan, harus berproses dengan sabar dan baik, menjauhkan ketakutan dan kemalasan.

Setelah materi, dilanjutkan dengan tanya jawab dengan Mahasiswa yang berasal dari penjuru Indonesia tersebut, komunikasi peserta dan narasumber berjalan dengan baik, pertanyaan dan jawaban jadi manfaat bagi semua. (Diskominfo)

Read More
IMG-20240123-WA0045

Penerimaan Mahasiswa KKN dari UNS dan USB

KARANGANYAR– Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Senin (22/01/24), Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar kembali menerima mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Universitas Setia Budi Surakarta (USB) yang akan melaksanakan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar.

Penerimaan ini merupakan salah satu upaya kerjasama dalam membangun desa bersama masyarakat. Sebanyak 385 mahasiswa akan berpartisipasi, terdiri dari 285 mahasiswa UNS dan 73 mahasiswa USB.

Pada KKN kali ini, UNS mengangkat tema kesejahteraan masyarakat, sementara USB fokus pada pemberdayaan kesehatan dan teknologi.

“Pelaksanaan KKN bagi mahasiswa UNS mempunyai beberapa tujuan, diantaranya pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan kelompok tani, optimalisasi tanaman hias bagi pengembangan wisata serta peningkatan ekonomi keluarga “, jelas Wakil Rektor I UNS Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus.

Pada kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih karena Kabupaten Karanganyar masih dipercaya untuk menggembleng para mahasiswa dalam melaksanakan KKN di wilayah Karanganyar.

Beliau juga menekankan agar setiap kelompok KKN dapat memberikan minimal satu inovasi substansial untuk kemajuan desa. Selain memberikan manfaat nyata, inovasi tersebut juga dapat dilanjutkan oleh pemerintah.
Demikian (Diskominfo)

Read More
WhatsApp Image 2020-11-01 at 10.32.58 (1)

Ditengah Pandemi, Warga Perum UNS V Galakkan Hidroponik dan Microgreen

Bupati Karanganyar, Juliyatmono sangat tertarik dengan sistem pertanian hidroponik yang dilakukan masyarakat perumahaan UNS 5 di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten

 

KARANGANYAR – Ditengah pandemi covid 19 membuat sebagian masyarakat tetap kreatif dan inovatif. Salah satunya ditunjukkan warga perumahaan UNS 5 UNS di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten dengan menggalakan hidroponik dan microgreen. Meskipun tidak memiliki lahan, namun warga tetap produktif dengan menanam sayuran dengan sistem Hidroponik atau bersusun dengan menggunakan pipa.

“Kami juga tengah mengembangkan sistem pertanian microgreen. Bahasa mudahnya, tanaman sayur mayur yang masih bayi atau usia 1 minggu bisa dipanen untuk kebutuhan konsumsi,” papar Ketua RW 23 Perumahaan UNS 5 Desa Ngringo, Anis Ridho saat memberikan sambutan dalam launching Gapuro di perumahaan setempat, Minggu (01/11).

Menurut Anis, sayur dalam sistem microgreen tidak mengandung pupuk dan pestisida sehingga aman untuk kesehatan. Bahkan, kandungan gizi, enzim, dan vitamin lebih baik. Uniknya, lagi diantara tetangga memasak kemudian dijual kepada tetangga sendiri. “Artinya saya masak dengan menggunakan sistem online saya tawarkan masakan itu kepada tetangga. Kemudian ada yang membeli sehingga kami saling mendukung diantara warga,” tambahnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berkali-kali memuji sistem pertanian yang dilakukan masyarakat perumahan UNS 5, Desa Ngringo. Dengan keterbatasan lahan namun tetap masih bisa produktif. Hal ini juga membuktikan masyarakat lebih pandai dari pemimpinnya. Dengan menggunakan sejumlah inovasi dan kreatif maka akan menghasilkan yang lebih baik. “Pak camat dan Pak lurah harus banyak belajar banyak di masyarakat perumahaan UNS 5. Saya membayangkan, jika setiap desa seperti UNS 5 maka Karanganyar akan maju dan jaya,” tambahnya.

Saking senangnya tersebut, Bupati akan memberikan bantuan jahe untuk ditanam pada masyarakat perumahaan UNS 5. Pihaknya akan mengirimkan jahe untuk ditanam 2 kwintal. Saat ini jahe emprit yang dulunya dihargai murah sekarang sudah tembus Rp 60 ribu per Kg. “Saya mengajak semua belajar dari wabah pandemi. Dengan pandemi, kita lebih memperhatikan keluarga, antar tetangga juga guyub rukun dan berhasil membuat inovasi di bidang pertanian,” tambahnya. (hr/adt)

Read More
1

Penarikan Mahasiswa KKN UNS Di Kabupaten Karanganyar

Read More
WhatsApp Image 2019-10-14 at 12.41.53

Mahasiswa Biologi FKIP UNS adakan Lawu Birdwatching

Camat Ngargoyoso, Edi Sukiswandi memberikan sambutan dalam lawu birdwatching di Ngargoyoso

KARANGANYAR – 10 Oktober 2019

Ratusan Mahasiswa Biologi FKIP UNS mengadakan Lawu Birdwatching Competition 2019 di Tahura Ngargoyoso. Mahasiwa itu ingin mendata burung dan melakukan serangkaian kegiatan untuk menyelamatkan lingkungan.

            “Terima kasih, adik adik semua datang ke Ngargoyoso untuk mengadakan Lawu Birdwatching di Ngargoyoso. Silahkan belajar dan mempelajari keanegaragaman burung di Tahura ini,” papar Camat Ngargoyoso, Edi Sukiswandi yang mewakili Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara tersebut (11/10).

            Dia menambahkan Ngargoyoso ini menjadi tujuan wisata utama di Karanganyar. Sebab disini banyak tumbuh-tumbuhan dan aneka ragam kekayaan binatang terutama burung. Diharapkan dengan Lawu Birdwatching, kelestarian hutan akan tetap terjaga. (hr/adt)

Read More
DSC_9798

Penarikan Mahasiswa KKN UNS

Read More
DSC_9798

192 Mahasiswa KKN UNS Resmi Ditarik

Bupati Karanganyar Foto bersama Wakil Rektor I UNS dan Mahasiswa KKN UNS di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis(22/08).

KARANGANYAR – Sebanyak 192 mahasiswa KKN UNS resmi ditarik dan dikembalikan kepada pihak kampus pada Kamis siang (22/08) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam melaksanakan kegiatannya para mahasiswa KKN disebar ke tiga Kecamatan yakni Kecamatan Mojogedang, Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Tawangmangu.

Wakil Rektor I UNS, Prof. Dr. Ahmad Yunus M.S, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada desa dan warga desa yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih dan belajar bersama selama 45 hari.

Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada Bupati Karanganyar karena tanpa ijin beliau KKN UNS di Karanganyar tidak akan terlaksana.

Sejumlah mahasiswa yang berada di Kelurahan Tawangmangu, mengembangkan minuman teh bagi pederita diabetes dari daun stevia. Sedangkan di Kecamatan Mojogedang kreativitas mahasiswa KKN ditunjukkan dengan pembuatan produk lampu dari bambu yang dinyalakan dengan jarigan wifi.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus dan mahasiswa UNS yang telah melakukan KKN dengan baik, sekaligus memberikan saran-saran perbaikan untuk Kabupaten Karanganyar.

“Semoga semua mahasiswa KKN UNS di Karanganyar menjadi orang yang sukses masa depannya, totalitas dan optimal bagi kemampuan profesinya. Semoga UNS semakin maju dan berkembang,” harapnya.

Demikian DISKOMINFO(An/Mei).

Read More
WhatsApp Image 2019-07-22 at 14.59.54

Mahasiswa KKN UNS, Tularkan Ilmu Tanaman Obat dan Pestisida Nabati Berbahan Dasar Bawang Putih

 

Kegiatan Mahasiswa KKN UNS di Balai Lingkungan, Nglurah, Kecamatan Tawangmangu

KARANGANYAR –  Senin 22 Juli 2019

Mahasiswa UNS yang melakukan KKN di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu mengadakan workshop tanaman obat di Balai Desa Setempat. Meski di Desa Nglurah sebagian besar masyarakat budidaya tanaman hias, namun mahasiswa UNS ingin melakukan terobosan dengan menanam tanaman obat di sela-sela tanaman hias.

“Tanaman obat sebagai sarana pengobatan terhadap penyakit dengan sistem alami atau natural,” papar Narasumber budidaya tanaman obat dari B2P2TOOT, Heru Sudrajad  dalam acara workshop tanaman obat di Pendopo Lingkungan Nglurah, Senin (22/07)

Dalam kesempatan itu, juga diperkenalkan pengendalian hama dan penyakit tanaman oleh Supyani dan Ato Sulistyo selaku Narasumber dari UNS. Dalam kesempatan itu, Supyani mengatakan masyarakat diharapkan dapat mengetahui pestisida nabati. Pestida yang berbahan dasar sederhana dan aman untuk lingkungan. Yakni dengan bawang putih yang dilarutkan dalam air selama kurang lebih 24 jam kemudian disaring. Selanjutnya, dicampurkan dengan tepung pati kanji untuk pengaplikasiannya. “Pestisida ini dapat digunakan untuk tanaman holtikultur (tanaman sayur sayuran)  dan dapat bertahan sampai 3 hari,” ungkapnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Tawangmangu, Rusdiyanto dan dihadiri adalah ibu-ibu PKK di lingkngan nglurah dan kelompok tani. (hr/adt)

Read More